Tekanan pada IHSG diperkirakan akan berlanjut jelang libur panjang akhir pekan, ditengah ketidakpastian geopolitik global, terus naiknya harga minyak dunia & dollar yg menekan Rupiah serta berlanjutnya net sell investor asing
Disclaimer ON
Disclaimer ON
🚨 *RUPIAH KEMBALI MENEMBUS 17.350*
Rupiah melemah menembus Rp17.350/USD pada Kamis, melanjutkan pelemahan dua hari beruntun di tengah tekanan domestik dan global.
📌 *Key Drivers:*
- Kekhawatiran fiskal meningkat (tekanan pembiayaan & pembayaran utang)
- Cadangan devisa turun ke level terendah ~2 tahun
- Surplus perdagangan melemah akibat lonjakan impor
- Risiko inflasi naik seiring kenaikan harga minyak global
📊 *Sentimen Domestik:*
- Pasar wait & see data inflasi April & trade balance Maret
- BI tahan suku bunga (7x berturut-turut) → efektivitas mulai dipertanyakan
_*Disclaimer On*_
Rupiah melemah menembus Rp17.350/USD pada Kamis, melanjutkan pelemahan dua hari beruntun di tengah tekanan domestik dan global.
📌 *Key Drivers:*
- Kekhawatiran fiskal meningkat (tekanan pembiayaan & pembayaran utang)
- Cadangan devisa turun ke level terendah ~2 tahun
- Surplus perdagangan melemah akibat lonjakan impor
- Risiko inflasi naik seiring kenaikan harga minyak global
📊 *Sentimen Domestik:*
- Pasar wait & see data inflasi April & trade balance Maret
- BI tahan suku bunga (7x berturut-turut) → efektivitas mulai dipertanyakan
_*Disclaimer On*_
Kebijakan pemblokiran Selat Hormuz akhirnya membuahkan hasil nyata.
Pemerintah Teheran telah mencabut syarat bahwa Amerika Serikat harus mengakhiri pemblokiran Selat Hormuz terlebih dahulu sebelum perundingan gencatan senjata dimulai.
Syarat inilah yang menjadi kendala utama selama ini, dan kini sudah dicabut.
Selain itu, Iran bersedia membahas program tenaga nuklirnya dalam perundingan dengan syarat sanksi internasional terhadap negara tersebut dicabut. Iran juga menyatakan kesiapan untuk mengikuti perundingan di Pakistan paling cepat minggu depan.
Setelah berbulan-bulan kebuntuan, ini merupakan tanda nyata pertama bahwa kesepakatan damai dapat tercapai.
Sumber: Wall Street Journal
Pemerintah Teheran telah mencabut syarat bahwa Amerika Serikat harus mengakhiri pemblokiran Selat Hormuz terlebih dahulu sebelum perundingan gencatan senjata dimulai.
Syarat inilah yang menjadi kendala utama selama ini, dan kini sudah dicabut.
Selain itu, Iran bersedia membahas program tenaga nuklirnya dalam perundingan dengan syarat sanksi internasional terhadap negara tersebut dicabut. Iran juga menyatakan kesiapan untuk mengikuti perundingan di Pakistan paling cepat minggu depan.
Setelah berbulan-bulan kebuntuan, ini merupakan tanda nyata pertama bahwa kesepakatan damai dapat tercapai.
Sumber: Wall Street Journal
Steptrader
Kebijakan pemblokiran Selat Hormuz akhirnya membuahkan hasil nyata. Pemerintah Teheran telah mencabut syarat bahwa Amerika Serikat harus mengakhiri pemblokiran Selat Hormuz terlebih dahulu sebelum perundingan gencatan senjata dimulai. Syarat inilah yang…
Trump Respons Proposal Damai Terbaru dari Iran: Saya Tidak Puas
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak puas dengan proposal damai terbaru yang dikirimkan Iran. Trump mengatakan tawaran dari Iran tidak memuaskan kepentingan AS.
Selengkapnya :
https://news.detik.com/internasional/d-8470793/trump-respons-proposal-damai-terbaru-dari-iran-saya-tidak-puas.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak puas dengan proposal damai terbaru yang dikirimkan Iran. Trump mengatakan tawaran dari Iran tidak memuaskan kepentingan AS.
Selengkapnya :
https://news.detik.com/internasional/d-8470793/trump-respons-proposal-damai-terbaru-dari-iran-saya-tidak-puas.
detiknews
Trump Respons Proposal Damai Terbaru dari Iran: Saya Tidak Puas
Donald Trump menyatakan tidak puas dengan proposal damai terbaru yang dikirimkan Iran. Trump mengatakan tawaran dari Iran tidak memuaskan kepentingan AS.
Steptrader
Photo
AS Tiba-tiba Sebut Perang Iran Sudah Berakhir
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut perang Iran sebenarnya sudah berakhir, setelah gencatan senjata dimulai pada awal April 2026. Namun, penyataan ini diduga kesengajaan agar Gedung Putih dapat menghindari kewajiban meminta persetujuan Kongres, atas operasi militer yang telah berlangsung lebih dari 60 hari.
https://internasional.kompas.com/read/2026/05/01/191518970/as-tiba-tiba-sebut-perang-iran-sudah-berakhir
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut perang Iran sebenarnya sudah berakhir, setelah gencatan senjata dimulai pada awal April 2026. Namun, penyataan ini diduga kesengajaan agar Gedung Putih dapat menghindari kewajiban meminta persetujuan Kongres, atas operasi militer yang telah berlangsung lebih dari 60 hari.
https://internasional.kompas.com/read/2026/05/01/191518970/as-tiba-tiba-sebut-perang-iran-sudah-berakhir
Steptrader
Menyambut hari perdagangan pertama di bulan Mei yg digiring narasi "Sell in May" dimana sebagian investor menyebut bulan ini sebagai bulan terburuk bagi pasar saham — data historis dan kondisi sepanjang tahun ini justru *membuka peluang strategi kontarian…
- Odd G/L JCI sepanjang Mei selama 20 tahun terakhir adalah 50% — mengartikan "Gain/Loses" memiliki kans yg sama bulan ini.
- Namun peluang terbuka di Juli dg Odds 85% & rata² kenaikan +3.5% — mengartikan *peluang Buy on Weakness* untuk setiap pelemahan yg terjadi bulan ini & menangkap gain di Juli.
Sementara itu, pelemahan 4 bulan berturut sepanjang tahun ini yg belum pernah terjadi sejak 2 dekade terakhir, memberikan pandangan lain pada kondisi mirip yg pernah terjadi:
- Dalam 20 tahun terakhir *hanya pada 2020 (Covid19) & 2008 (GFC)* dimana JCI mengalami penurunan 3 dari 4 bulan pertamanya.
- Performa Mei pada kedua tahun tersebut *justru positif* dg kenaikan ▲0.8% pada 2020 & ▲6.1% pada 2008.
*Apa yg diharapkan di Mei?*
1. Terselesaikannya konflik US-Iran dan kembali turunnya harga minyak dunia.
2. Pengumuman dan rebalancing MSCI pada akhir bulan ini (29/05) dg *potensi penurunan bobot akan selesai ter-priced in oleh market*, menjadi waktu yg tepat untuk Buy karena meyakini Indonesia akan tetap dipertahankan pada Emerging Market oleh MSCI.
Disclaimer On
IPOT
- Namun peluang terbuka di Juli dg Odds 85% & rata² kenaikan +3.5% — mengartikan *peluang Buy on Weakness* untuk setiap pelemahan yg terjadi bulan ini & menangkap gain di Juli.
Sementara itu, pelemahan 4 bulan berturut sepanjang tahun ini yg belum pernah terjadi sejak 2 dekade terakhir, memberikan pandangan lain pada kondisi mirip yg pernah terjadi:
- Dalam 20 tahun terakhir *hanya pada 2020 (Covid19) & 2008 (GFC)* dimana JCI mengalami penurunan 3 dari 4 bulan pertamanya.
- Performa Mei pada kedua tahun tersebut *justru positif* dg kenaikan ▲0.8% pada 2020 & ▲6.1% pada 2008.
*Apa yg diharapkan di Mei?*
1. Terselesaikannya konflik US-Iran dan kembali turunnya harga minyak dunia.
2. Pengumuman dan rebalancing MSCI pada akhir bulan ini (29/05) dg *potensi penurunan bobot akan selesai ter-priced in oleh market*, menjadi waktu yg tepat untuk Buy karena meyakini Indonesia akan tetap dipertahankan pada Emerging Market oleh MSCI.
Disclaimer On
IPOT
*🏭 PMI Manufaktur Indonesia Masuk Zona Kontraksi*
PMI Manufaktur Indonesia turun ke 49.1 (dari 50.1), menandakan kontraksi pertama dalam 9 bulan dan level terendah sejak Juni 2025.
*Penurunan didorong oleh:*
- Pemangkasan tenaga kerja tercepat dalam 10 bulan
- Aktivitas pembelian melemah seiring produksi yang lebih moderat
- Gangguan suplai & keterlambatan pengiriman, sehingga perusahaan menguras stok
*Sinarmas*
*Disclaimer on: this document is intended for information purposes only*
PMI Manufaktur Indonesia turun ke 49.1 (dari 50.1), menandakan kontraksi pertama dalam 9 bulan dan level terendah sejak Juni 2025.
*Penurunan didorong oleh:*
- Pemangkasan tenaga kerja tercepat dalam 10 bulan
- Aktivitas pembelian melemah seiring produksi yang lebih moderat
- Gangguan suplai & keterlambatan pengiriman, sehingga perusahaan menguras stok
*Sinarmas*
*Disclaimer on: this document is intended for information purposes only*
❤1
Update Economic Calender
04 May 2026
INDONESIA MARKET :
Inflation Rate MoM (Apr)
Actual : 0.13%
Forecast : 0.80%
Previous : 0.41%
Inflation Rate YoY (Apr)
Actual : 2.42%
Forecast : 3.00%
Previous : 3.48%
Core Inflation Rate YoY (Apr)
Actual : 2.44%
Forecast : 2.50%
Previous : 2.52%
By Phintraco Sekuritas | Research
– Disclaimer On –
04 May 2026
INDONESIA MARKET :
Inflation Rate MoM (Apr)
Actual : 0.13%
Forecast : 0.80%
Previous : 0.41%
Inflation Rate YoY (Apr)
Actual : 2.42%
Forecast : 3.00%
Previous : 3.48%
Core Inflation Rate YoY (Apr)
Actual : 2.44%
Forecast : 2.50%
Previous : 2.52%
By Phintraco Sekuritas | Research
– Disclaimer On –
Fokus pasar tertuju pada rilis kinerja GDP Indonesia Q1 2026, dgn konsensus Bloomberg memperkirakan ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh ▲5.25% yoy — didukung faktor low-base pada 1Q25 & tingginya konsumsi rumah tangga menyusul hari raya lebaran 2026 yg jatuh di kuartal pertama tahun ini.
Disclaimer ON
Disclaimer ON
IHSG diperkirakan akan kembali tertekan menyusul memanasnya konflik di timur tengah yg menyulut lonjakan harga minyak dunia & kekhawatiran defisit anggaran yg akan menekan Rupiah.
Sementara itu ADB pada riset terbarunya menyebutkan bahwa Indonesia, bersama Australia, China, Hong Kong, Jepang & Taiwan, sebagai salah satu negara Asia yg seharusnya paling stabil secara makro ekonomi ditengah goncangan konflik timur tengah.
Disclaimer ON
Sementara itu ADB pada riset terbarunya menyebutkan bahwa Indonesia, bersama Australia, China, Hong Kong, Jepang & Taiwan, sebagai salah satu negara Asia yg seharusnya paling stabil secara makro ekonomi ditengah goncangan konflik timur tengah.
Disclaimer ON
Update Economic Calendar
5 May 2026
INDONESIA MARKET :
GDP Growth Rate YoY (Q1)
Actual : 5.61%
Forecast : 5.3%
Previous : 5.39%
GDP Growth Rate QoQ (Q1)
Actual : -0.77%
Forecast : -0.94%
Previous : 0.86%
PHINTRACO SEKURITAS
5 May 2026
INDONESIA MARKET :
GDP Growth Rate YoY (Q1)
Actual : 5.61%
Forecast : 5.3%
Previous : 5.39%
GDP Growth Rate QoQ (Q1)
Actual : -0.77%
Forecast : -0.94%
Previous : 0.86%
PHINTRACO SEKURITAS
Steptrader
Photo
*📊 Indonesia GDP Q1 2026*
Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh 5.61% (yoy)—lebih tinggi dari ekspektasi pasar (5.3%)
*Pertumbuhan ditopang oleh:*
* Lonjakan belanja pemerintah yang signifikan (~21.8%)
- Konsumsi rumah tangga yang tetap solid (~5.5%)
- Investasi yang masih tumbuh stabil (~5.9%)
*Namun, ada beberapa catatan:*
- Ekspor melambat tajam, terdampak kondisi global & geopolitik
- Impor justru naik, mencerminkan kuatnya permintaan domestik
- Secara kuartalan, ekonomi mengalami kontraksi (-0.77%) karena faktor musiman awal tahun
*📌 Takeaway:*
Pertumbuhan yang melampaui ekspektasi ini menunjukkan daya tahan ekonomi domestik masih kuat, namun sumber pertumbuhan kini semakin bergeser ke dalam negeri, sementara kontribusi sektor eksternal masih tertahan oleh ketidakpastian global.
Disclaimer on
Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh 5.61% (yoy)—lebih tinggi dari ekspektasi pasar (5.3%)
*Pertumbuhan ditopang oleh:*
* Lonjakan belanja pemerintah yang signifikan (~21.8%)
- Konsumsi rumah tangga yang tetap solid (~5.5%)
- Investasi yang masih tumbuh stabil (~5.9%)
*Namun, ada beberapa catatan:*
- Ekspor melambat tajam, terdampak kondisi global & geopolitik
- Impor justru naik, mencerminkan kuatnya permintaan domestik
- Secara kuartalan, ekonomi mengalami kontraksi (-0.77%) karena faktor musiman awal tahun
*📌 Takeaway:*
Pertumbuhan yang melampaui ekspektasi ini menunjukkan daya tahan ekonomi domestik masih kuat, namun sumber pertumbuhan kini semakin bergeser ke dalam negeri, sementara kontribusi sektor eksternal masih tertahan oleh ketidakpastian global.
Disclaimer on