Steptrader
2.81K subscribers
8.51K photos
34 videos
40 files
6.29K links
Official Channel dari STEPTRADER TELEGRAM (TIDAK ADA CHANNEL/GRUP TELEGRAM LAINNYA SELAIN INI !!)

SEGALA TULISAN DISINI BUKAN REKOMENDASI
(DO YOUR OWN RESEARCH)

Join Grup Priority : +628123543925
Download Telegram
*Trump:*

Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran saat ini sedang mengalami perpecahan yang serius—hal yang sebenarnya sudah diduga—dan atas permintaan Field Marshal Asim Munir serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami telah diminta untuk *menunda serangan terhadap Iran*. Penundaan ini akan berlangsung hingga para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan sebuah proposal yang bersatu.
Oleh karena itu, saya telah menginstruksikan Militer kita untuk:
* *Melanjutkan blokade* terhadap Iran.
* Tetap dalam kondisi *siap siaga dan mampu* dalam segala aspek lainnya.
* *Memperpanjang gencatan senjata* sampai proposal tersebut diserahkan dan diskusi diselesaikan, apa pun hasilnya nanti.
*Gencatan Senjata Diperpanjang Secara Sepihak, Iran Menolak Namun Tetap Menahan Diri*

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran, meskipun sebelumnya sempat menyatakan tidak akan melakukan perpanjangan. Keputusan ini diambil setelah adanya komunikasi dari otoritas Pakistan yang meminta waktu tambahan agar Iran dapat menyusun proposal perundingan yang terpadu.

Alasan resmi yang dikemukakan Washington adalah adanya perpecahan internal yang serius di pemerintahan Iran. AS juga secara eksplisit mengakui bahwa delegasi yang hadir dalam pembicaraan di Islamabad belum tentu mewakili pihak yang memegang kendali militer di Teheran, sehingga diperlukan waktu lebih lama untuk mendapatkan kesepakatan yang valid.

Di sisi lain, Iran secara tegas menolak perpanjangan tersebut dan menilainya sebagai tindakan sepihak yang tidak diakui. Sikap ini diambil untuk menjaga prinsip kedaulatan dan kehormatan diplomatik negara tersebut, terutama di tengah tuntutan negosiasi yang dianggap dilakukan di bawah ancaman.

Meskipun terdapat perbedaan sikap secara resmi, kondisi di lapangan tetap relatif tenang. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tidak melakukan serangan, aktivitas kapal berjalan melalui rute yang telah dikoordinasikan, dan blokade laut AS masih tetap diberlakukan. Seluruh pihak tampak bertindak seolah-olah gencatan senjata masih berlaku, menciptakan situasi yang lebih mencerminkan "kabut diplomasi" daripada ketegangan perang yang nyata.

Disclaimer ON
*PRESIDEN TRUMP MENUNDA KEPUTUSAN*

Beberapa jam sebelum gencatan senjata dengan Iran berakhir, Presiden Trump menyatakan ingin memberikan waktu tambahan bagi Iran untuk menyusun posisi yang terpadu, sehingga perang tidak akan dilanjutkan malam ini.

Tentu saja klaim bahwa Presiden Trump memberikan waktu tambahan kepada Iran untuk merumuskan posisi negosiasi tidak tepat, sebab Iran telah menyatakan posisinya secara jelas. Baik diberi waktu satu hari, satu bulan, maupun sepuluh tahun, tuntutan tersebut tidak akan berubah. Iran menghendaki:

1. Pencabutan sanksi,
2. Reparasi,
3. Mempertahankan kapasitas pemrosesan ulang nuklir,
4. Mempertahankan sebagian material hasil pemrosesan ulang,
5. Tetap menjalin hubungan dengan kelompok proksinya, dan terutama,
6. Kendali atas Selat Hormuz.

Meski demikian, keputusan Presiden tersebut dapat dipandang tepat karena tidak terdapat solusi militer yang mampu memaksa Iran menyerah. Tidak ada tingkat kerusakan yang dapat ditimpakan kepada Iran yang akan mengubah dinamika yang ada. Upaya semacam itu justru berisiko memicu serangan balasan Iran yang dapat merusak infrastruktur minyak di seluruh kawasan, sehingga menimbulkan bencana bagi perekonomian global dan pasokan minyak dunia.

Meskipun kita terhindar dari eskalasi malam ini, permasalahan yang lebih besar masih tetap ada. Selat Hormuz tetap terblokade, dan belum ada minyak yang keluar dari Teluk, serta pupuk maupun bahan kimia penting lainnya yang berasal dari Teluk Persia.

Langkah ini memberi Presiden Trump tambahan waktu, namun tidak banyak. Tekanan ekonomi akan terus meningkat dan dampak kerusakan yang telah terjadi akan terus berakumulasi.

Iran hampir dapat dipastikan tidak akan mengubah atau melunakkan posisinya, mengingat mereka cenderung menilai telah meraih kemenangan taktis atas Presiden Trump hari ini.

Presiden Trump juga akan menghadapi tekanan besar dari Israel dan dari kelompok garis keras di lingkaran dalamnya, yang kemungkinan besar sudah berupaya menemuinya di Gedung Putih untuk mendorong perubahan keputusan.

Kabar baiknya, dalam jangka pendek tidak akan ada korban jiwa di pihak angkatan bersenjata kita. Sebab, Iran hampir pasti akan membalas apabila permusuhan aktif dilanjutkan.

Kita perlu terus memberikan dorongan agar Presiden Trump tetap pada keputusan untuk tidak kembali ke konflik terbuka, serta mendorongnya melakukan konsesi yang diperlukan guna mencegah kembalinya perang. Dalam jangka panjang, situasi ini harus diselesaikan secara menyeluruh.

Masih terdapat banyak tantangan di depan, namun setidaknya untuk hari ini terdapat kabar baik.

Disclaimer On
❤2
Steptrader
Photo
Laporan terbaru JPMorgan berjudul _Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026_ menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang relatif resilien terhadap gejolak dan fluktuasi harga energi global.

Laporan tersebut menganalisis 52 negara konsumen energi terbesar yang merepresentasikan sekitar 82% konsumsi energi dunia. Salah satu indikator utama yang digunakan adalah _total insulation factor_, yaitu ukuran proporsi energi suatu negara yang tidak bergantung pada minyak dan gas global.

Indonesia mencatat nilai sekitar 77%, termasuk yang tertinggi di antara negara-negara yang dianalisis. Ketahanan tersebut ditopang oleh ketersediaan energi domestik, khususnya batu bara dan gas, serta kontribusi dari energi terbarukan. Dengan tingkat ketergantungan impor yang relatif rendah, eksposur Indonesia terhadap lonjakan harga energi global lebih terbatas dibandingkan banyak negara lain.

Namun demikian, Indonesia tetap menghadapi risiko. Konsumsi minyak nasional masih signifikan dan sebagian pasokan dipenuhi melalui impor, sehingga perekonomian tetap sensitif terhadap dinamika harga energi dunia.

Dalam laporan yang sama, negara-negara dengan tingkat kerentanan tertinggi antara lain Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan sejumlah negara Eropa yang memiliki ketergantungan tinggi pada impor energi.

Disclaimer ON
*BI Tahan Suku Bunga Acuan di 4,75% pada April 2026*

Bank Indonesia resmi mempertahankan BI Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur periode 21–22 April 2026.

Selain itu, BI juga menetapkan:
• Deposit Facility tetap di 3,75%
• Lending Facility tetap di 5,50%

📌 Keputusan ini menandai penahanan suku bunga untuk ketujuh kali berturut-turut, mencerminkan fokus BI dalam menjaga stabilitas rupiah, meredam tekanan eksternal global, serta memastikan inflasi tetap terkendali.

📊 *Market View:*
Sikap wait and see BI sejalan dengan ekspektasi pasar. Kebijakan ini dinilai positif bagi sentimen pasar keuangan domestik karena memberi kepastian arah suku bunga di tengah volatilitas global.

*Disclaimer On
BRI Danareksa Sekuritas*
❤1
🔹BMRI tes area resistance level di 4770
🔸Breakout dan maintain diatas level tersebut, BMRI akan membentuk pola cup with handle dan berpotensi rally menuju arah disekitar 5050.
🔹Namun jika gagal breakout 4770 dan kembali bergerak melemah, maka BMRI akan melanjutkan konsolidasinya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️

Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
❤1
IHSG turun -1.27% seiring kejatuhan Rupiah terhadap hampir semua mata uang utama mitra dagang, dan dollar yg sempat menyentuh rekor terendah dalam sejarah keatas Rp17,300/US$
Fun Fact :

- USD/IDR mencapai 17.300
- Cadangan devisa BI telah menurun sebesar US$8,3 miliar sejak awal tahun. Saldo devisa sekarang US$148 miliar (6 bulan impor)

Potensi risiko: BI mungkin perlu menaikkan suku bunga atau mengambil risiko nilai tukar untuk mempertahankan pertumbuhan.

Disclaimer ON
🔹AISA tes area resistance level di 134
🔸Breakout dan maintain diatas level tersebut, AISA akan membentuk pola cup with handle dan berpotensi rally menuju arah disekitar 153
🔹Namun jika gagal breakout 134 dan kembali bergerak melemah, maka AISA batal membentuk pola cup with handle tersebut dan akan melanjutkan konsolidasinya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️

Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
Trump: Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang 3 Pekan

Bloomberg, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan melalui unggahan di media sosial bahwa Israel dan Lebanon akan memperpanjang masa gencatan senjata mereka selama tiga pekan ke depan.
"Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Lebanon guna membantu negara tersebut melindungi diri dari Hizbullah," ujar Trump. Ia juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat dirinya akan menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun untuk pertemuan lebih lanjut.

https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/107023/trump-gencatan-senjata-israel-lebanon-diperpanjang-3-pekan
❤1
*Fitch mengatakan tidak akan ada penurunan peringkat segera jika defisit Indonesia melebihi 3% akibat dampak perang Iran*
Pemerintah menyebutkan Rusia berjanji akan mengirimkan 150juta barrel minyak kepada Indonesia seiring ketatnya supply minyak global dgn harga khusus
(Bloomberg)

Disclaimer ON
*BEI Umumkan Evaluasi Indeks IDX30, LQ45, dan IDX80*

BEI pada Jumat (24/4) mengumumkan evaluasi indeks LQ45, IDX30, dan IDX80, dengan periode efektif pada 4 Mei–31 Juli 2026. Berikut rinciannya:

LQ45
Masuk: $CUAN, $DEWA, ESSA, HRTA, WIFI
Keluar: BREN, CTRA, DSSA, HEAL, NCKL

IDX30
Masuk: ADMR
Keluar: ISAT

IDX80
Masuk: BKSL, CBDK, DEWA, GGRM, TPIA
Keluar: $BREN, BTPS, DSSA, MTEL, NCKL

[Sumber: Keterbukaan Informasi]
Moody's umumkan peringkat kredit utang RI, Begini Posisi Terbaru