Steptrader
2.81K subscribers
8.51K photos
34 videos
40 files
6.29K links
Official Channel dari STEPTRADER TELEGRAM (TIDAK ADA CHANNEL/GRUP TELEGRAM LAINNYA SELAIN INI !!)

SEGALA TULISAN DISINI BUKAN REKOMENDASI
(DO YOUR OWN RESEARCH)

Join Grup Priority : +628123543925
Download Telegram
🚨BREAKING NEWS:
Presiden Trump mengumumkan perwakilan AS akan pergi ke Pakistan untuk bertemu dengan Iran untuk putaran negosiasi kedua besok.

Trump mengatakan jika Iran tidak mencapai kesepakatan, "AS akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan di Iran."

Disclaimer ON
AS–Iran Lanjutkan Perundingan di Pakistan

AS dan Iran melanjutkan perundingan damai di Islamabad, Pakistan, pada 20 April 2026 untuk meredam konflik di Selat Hormuz, meskipun ancaman militer Trump untuk menghancurkan infrastruktur Iran jika gagal berdamai masih menggantung. Di tengah insiden serangan terhadap kapal dan blokade laut yang mengganggu pasokan energi global, Iran menolak menyerahkan program nuklirnya serta bersikap keras bahwa mereka akan membalas pembatasan akses kapal di Selat Hormuz.

https://investortrust.id/international/100576/asiran-lanjutkan-perundingan-di-pakistan
Nada positif pasar pada akhir pekan lalu, dgn bursa saham menguat & minyak jatuh menyusul dibukanya selat Hormuz oleh Iran, berbalik tajam pagi ini - setelah Iran kembali menutup selat Hormuz (hanya kurang dari 24 jam setelah dibuka), pasca tetap dilakukannya blokade US & serangan Israel ke Lebanon.

Minyak Brent & WTI kembali naik ▲+6.8/+5.6% setelah blokade AS menahan 1 kapal berbendera Iran.
👍1
🔹AVIA rebound dari support 362 dan saat ini akan tes area resistance level 386.
🔸Breakout dan maintain diatas level tersebut, maka AVIA akan membentuk pola double bottom reversal dan berpotensi rally menuju arah disekitar 410.
🔹Namun jika gagal breakout 386 dan kembali bergerak melemah, maka AVIA akan melanjutkan konsolidasinya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️

Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
STANDARD ANNOUNCEMENTS - April 20, 2026 at 08:04 PM GMT
Announcement for April 20, 2026 at 08:04 PM GMT

THIS IS AN ANNOUNCEMENT FOR THE MSCI GLOBAL STANDARD INDEXES

UPDATE ON FREE FLOAT ASSESSMENT OF INDONESIAN SECURITES

(Re: Announcement sent on January 27, 2026)

MSCI acknowledges the recent announcements by Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (IDX), and PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), regarding a set of capital market transparency reforms in Indonesia.

The announced measures include:

- Enhanced disclosure of shareholders with ownership above 1%;

- Increased granularity of investor classification in shareholding data;

- Introduction of a High Shareholding Concentration (HSC) framework; and

- A roadmap for the increase in the minimum free float requirement to 15%.

MSCI is assessing the scope, consistency and effectiveness of the new data sources and measures in the context of free float determination and broader investability assessments.

Interim Treatment for Indonesian Securities - May 2026 Index Review

MSCI will maintain for the May 2026 Index Review the following previously announced measures that are currently in place for Indonesian securities:

- MSCI will freeze all increases to Foreign Inclusion Factors (FIF) and Number of Shares (NOS);

- MSCI will not implement index additions to MSCI Investable Market Indexes (IMI);

- MSCI will not implement any upward migration across size-segment indexes, including from Small Cap to Standard.

In addition, consistent with MSCI's treatment of securities that are similarly identified in other markets:

- MSCI will delete securities identified by the Indonesian authorities as part of the new High Shareholding Concentration (HSC) framework;

- MSCI may use the 1% shareholder disclosure data to adjust free float estimates where appropriate.

MSCI will not otherwise incorporate data from the new sources and disclosures into its free float assessment or index calculations until its review is completed and feedback from market participants has been received and assessed. This approach is designed to limit index turnover and investability risks while allowing time for further evaluation of the recently announced reforms.

Next Steps

MSCI will continue to engage with market participants and the relevant authorities in Indonesia and welcomes feedback from market participants on the newly introduced data sources and measures, including their effectiveness for free float determination and investability assessment.

MSCI expects to communicate further on this topic as part of the Market Accessibility Review scheduled for June 2026.

THIS IS AN ANNOUNCEMENT FOR THE MSCI GLOBAL STANDARD INDEXES
❌ No increase in Foreign Inclusion Factor (FIF)
❌ No new stocks added
❌ No upgrades (Small Cap → Standard)

MSCI will *DELETE* stocks flagged under HSC

Adjust free float using the new 1% disclosure data.
*MSCI Pertahankan Pembatasan Saham Indonesia, Reformasi Transparansi Masih Dievaluasi*

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyedia indeks global MSCI memastikan masih mempertahankan pembatasan terhadap saham Indonesia dalam tinjauan indeks Mei 2026 mendatang.

Keputusan ini diambil seiring proses evaluasi reformasi transparansi pasar yang baru dilakukan Indonesia.

Dalam pernyataannya pada Senin (20/4/2026), MSCI menyebut belum akan menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes pada tinjauan kali ini. 

Selain itu, MSCI juga masih membekukan peningkatan inklusi asing untuk saham-saham Indonesia.

https://amp.kontan.co.id/news/msci-pembatasan-pembatasan-saham-indonesia-reformasi-transparansi-masih-dievaluasi
Postingan terbaru Trump menunjukkan perubahan nada yang signifikan. Ia tidak lagi menggunakan retorika keras, melainkan mulai membandingkan potensi kesepakatannya dengan JCPOA era Obama dengan klaim bahwa versinya akan "jauh lebih baik". Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa kesepakatan kemungkinan besar akan segera terwujud.

Tuntutan ekstrem seperti transfer uranium dan "nol pengayaan" kini hilang dari pembicaraan, menunjukkan ia menurunkan syarat secara diam-diam. Ini adalah pola klasiknya: tekanan maksimal di awal, lalu melunak saat negosiasi berjalan.

Kira-kira menunjukkan hasil akhirnya mungkin akan sangat mirip dengan JCPOA, meski nantinya akan dikemas secara politik sebagai "kesepakatan terbesar" demi kepentingan domestik.
❤2
Xi Jinping Serukan Gencatan Senjata & Pembukaan Selat Hormuz

Bloomberg, Presiden China Xi Jinping menyerukan gencatan senjata segera dan pemulihan transit normal melalui Selat Hormuz, menyusul akhir pekan yang bergejolak di Timur Tengah yang telah mengaburkan prospek pembicaraan damai.
“China menyerukan gencatan senjata segera dan menyeluruh, mendukung semua upaya untuk memulihkan perdamaian, serta menegaskan bahwa sengketa harus diselesaikan melalui cara-cara politik dan diplomatik,” kata Xi dalam percakapan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada hari Senin, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China.
“Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk transit normal, yang merupakan kepentingan bersama negara-negara kawasan dan komunitas internasional.”
China juga mendukung negara-negara Timur Tengah “mengambil masa depan dan nasib mereka ke tangan mereka sendiri,” ujar Xi.

https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/106643/xi-jinping-serukan-gencatan-senjata-pembukaan-selat-hormuz
❤2
🔹IATA tes area resistance level di 92
🔸Breakout dan maintain diatas level tersebut, IATA akan membentuk pola inverted head & shoulder pattern dan berpotensi rally menuju arah disekitar 121.
🔹Namun jika gagal breakout dan kembali bergerak melemah di bawah 81, maka IATA batal rally dan akan melanjutkan konsolidasinya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️

Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
*Trump:*

Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran saat ini sedang mengalami perpecahan yang serius—hal yang sebenarnya sudah diduga—dan atas permintaan Field Marshal Asim Munir serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami telah diminta untuk *menunda serangan terhadap Iran*. Penundaan ini akan berlangsung hingga para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan sebuah proposal yang bersatu.
Oleh karena itu, saya telah menginstruksikan Militer kita untuk:
* *Melanjutkan blokade* terhadap Iran.
* Tetap dalam kondisi *siap siaga dan mampu* dalam segala aspek lainnya.
* *Memperpanjang gencatan senjata* sampai proposal tersebut diserahkan dan diskusi diselesaikan, apa pun hasilnya nanti.
*Gencatan Senjata Diperpanjang Secara Sepihak, Iran Menolak Namun Tetap Menahan Diri*

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran, meskipun sebelumnya sempat menyatakan tidak akan melakukan perpanjangan. Keputusan ini diambil setelah adanya komunikasi dari otoritas Pakistan yang meminta waktu tambahan agar Iran dapat menyusun proposal perundingan yang terpadu.

Alasan resmi yang dikemukakan Washington adalah adanya perpecahan internal yang serius di pemerintahan Iran. AS juga secara eksplisit mengakui bahwa delegasi yang hadir dalam pembicaraan di Islamabad belum tentu mewakili pihak yang memegang kendali militer di Teheran, sehingga diperlukan waktu lebih lama untuk mendapatkan kesepakatan yang valid.

Di sisi lain, Iran secara tegas menolak perpanjangan tersebut dan menilainya sebagai tindakan sepihak yang tidak diakui. Sikap ini diambil untuk menjaga prinsip kedaulatan dan kehormatan diplomatik negara tersebut, terutama di tengah tuntutan negosiasi yang dianggap dilakukan di bawah ancaman.

Meskipun terdapat perbedaan sikap secara resmi, kondisi di lapangan tetap relatif tenang. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tidak melakukan serangan, aktivitas kapal berjalan melalui rute yang telah dikoordinasikan, dan blokade laut AS masih tetap diberlakukan. Seluruh pihak tampak bertindak seolah-olah gencatan senjata masih berlaku, menciptakan situasi yang lebih mencerminkan "kabut diplomasi" daripada ketegangan perang yang nyata.

Disclaimer ON
*PRESIDEN TRUMP MENUNDA KEPUTUSAN*

Beberapa jam sebelum gencatan senjata dengan Iran berakhir, Presiden Trump menyatakan ingin memberikan waktu tambahan bagi Iran untuk menyusun posisi yang terpadu, sehingga perang tidak akan dilanjutkan malam ini.

Tentu saja klaim bahwa Presiden Trump memberikan waktu tambahan kepada Iran untuk merumuskan posisi negosiasi tidak tepat, sebab Iran telah menyatakan posisinya secara jelas. Baik diberi waktu satu hari, satu bulan, maupun sepuluh tahun, tuntutan tersebut tidak akan berubah. Iran menghendaki:

1. Pencabutan sanksi,
2. Reparasi,
3. Mempertahankan kapasitas pemrosesan ulang nuklir,
4. Mempertahankan sebagian material hasil pemrosesan ulang,
5. Tetap menjalin hubungan dengan kelompok proksinya, dan terutama,
6. Kendali atas Selat Hormuz.

Meski demikian, keputusan Presiden tersebut dapat dipandang tepat karena tidak terdapat solusi militer yang mampu memaksa Iran menyerah. Tidak ada tingkat kerusakan yang dapat ditimpakan kepada Iran yang akan mengubah dinamika yang ada. Upaya semacam itu justru berisiko memicu serangan balasan Iran yang dapat merusak infrastruktur minyak di seluruh kawasan, sehingga menimbulkan bencana bagi perekonomian global dan pasokan minyak dunia.

Meskipun kita terhindar dari eskalasi malam ini, permasalahan yang lebih besar masih tetap ada. Selat Hormuz tetap terblokade, dan belum ada minyak yang keluar dari Teluk, serta pupuk maupun bahan kimia penting lainnya yang berasal dari Teluk Persia.

Langkah ini memberi Presiden Trump tambahan waktu, namun tidak banyak. Tekanan ekonomi akan terus meningkat dan dampak kerusakan yang telah terjadi akan terus berakumulasi.

Iran hampir dapat dipastikan tidak akan mengubah atau melunakkan posisinya, mengingat mereka cenderung menilai telah meraih kemenangan taktis atas Presiden Trump hari ini.

Presiden Trump juga akan menghadapi tekanan besar dari Israel dan dari kelompok garis keras di lingkaran dalamnya, yang kemungkinan besar sudah berupaya menemuinya di Gedung Putih untuk mendorong perubahan keputusan.

Kabar baiknya, dalam jangka pendek tidak akan ada korban jiwa di pihak angkatan bersenjata kita. Sebab, Iran hampir pasti akan membalas apabila permusuhan aktif dilanjutkan.

Kita perlu terus memberikan dorongan agar Presiden Trump tetap pada keputusan untuk tidak kembali ke konflik terbuka, serta mendorongnya melakukan konsesi yang diperlukan guna mencegah kembalinya perang. Dalam jangka panjang, situasi ini harus diselesaikan secara menyeluruh.

Masih terdapat banyak tantangan di depan, namun setidaknya untuk hari ini terdapat kabar baik.

Disclaimer On
❤2
Steptrader
Photo
Laporan terbaru JPMorgan berjudul _Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026_ menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang relatif resilien terhadap gejolak dan fluktuasi harga energi global.

Laporan tersebut menganalisis 52 negara konsumen energi terbesar yang merepresentasikan sekitar 82% konsumsi energi dunia. Salah satu indikator utama yang digunakan adalah _total insulation factor_, yaitu ukuran proporsi energi suatu negara yang tidak bergantung pada minyak dan gas global.

Indonesia mencatat nilai sekitar 77%, termasuk yang tertinggi di antara negara-negara yang dianalisis. Ketahanan tersebut ditopang oleh ketersediaan energi domestik, khususnya batu bara dan gas, serta kontribusi dari energi terbarukan. Dengan tingkat ketergantungan impor yang relatif rendah, eksposur Indonesia terhadap lonjakan harga energi global lebih terbatas dibandingkan banyak negara lain.

Namun demikian, Indonesia tetap menghadapi risiko. Konsumsi minyak nasional masih signifikan dan sebagian pasokan dipenuhi melalui impor, sehingga perekonomian tetap sensitif terhadap dinamika harga energi dunia.

Dalam laporan yang sama, negara-negara dengan tingkat kerentanan tertinggi antara lain Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan sejumlah negara Eropa yang memiliki ketergantungan tinggi pada impor energi.

Disclaimer ON
*BI Tahan Suku Bunga Acuan di 4,75% pada April 2026*

Bank Indonesia resmi mempertahankan BI Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur periode 21–22 April 2026.

Selain itu, BI juga menetapkan:
• Deposit Facility tetap di 3,75%
• Lending Facility tetap di 5,50%

📌 Keputusan ini menandai penahanan suku bunga untuk ketujuh kali berturut-turut, mencerminkan fokus BI dalam menjaga stabilitas rupiah, meredam tekanan eksternal global, serta memastikan inflasi tetap terkendali.

📊 *Market View:*
Sikap wait and see BI sejalan dengan ekspektasi pasar. Kebijakan ini dinilai positif bagi sentimen pasar keuangan domestik karena memberi kepastian arah suku bunga di tengah volatilitas global.

*Disclaimer On
BRI Danareksa Sekuritas*
❤1
🔹BMRI tes area resistance level di 4770
🔸Breakout dan maintain diatas level tersebut, BMRI akan membentuk pola cup with handle dan berpotensi rally menuju arah disekitar 5050.
🔹Namun jika gagal breakout 4770 dan kembali bergerak melemah, maka BMRI akan melanjutkan konsolidasinya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️

Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
❤1
IHSG turun -1.27% seiring kejatuhan Rupiah terhadap hampir semua mata uang utama mitra dagang, dan dollar yg sempat menyentuh rekor terendah dalam sejarah keatas Rp17,300/US$
Fun Fact :

- USD/IDR mencapai 17.300
- Cadangan devisa BI telah menurun sebesar US$8,3 miliar sejak awal tahun. Saldo devisa sekarang US$148 miliar (6 bulan impor)

Potensi risiko: BI mungkin perlu menaikkan suku bunga atau mengambil risiko nilai tukar untuk mempertahankan pertumbuhan.

Disclaimer ON