🔹AMRT rebound dari support 1375 dan saat ini tes area resistance level 1595.
🔸Breakout dan maintain diatas level tersebut, maka AMRT akan membentuk pola double bottom dan berpotensi rally menuju arah disekitar 1820.
🔹 Namun jika gagal breakout 1595 dan kembali bergerak melemah, maka AMRT akan melanjutkan konsolidasinya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Breakout dan maintain diatas level tersebut, maka AMRT akan membentuk pola double bottom dan berpotensi rally menuju arah disekitar 1820.
🔹 Namun jika gagal breakout 1595 dan kembali bergerak melemah, maka AMRT akan melanjutkan konsolidasinya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
❤1
IHSG kemaren melanjutkan penurunan di hari ke-2, seiring berlanjutnya outflow asing karena tekanan Rupiah yg mencatat rekor terendahnya, meskipun dollar AS justru tercatat melemah pada mayoritas mata uang global sejak pekan lalu.
Paritas antara pelemahan dollar AS & rupiah menandakan tekanan berasal dari sentimen dalam negeri seiring kekhawatiran pembengkakan anggaran karena lonjakan harga energy dunia beresiko membawa defisit fiskal Indonesia melewati legal limit 3%.
Disclaimer On
Paritas antara pelemahan dollar AS & rupiah menandakan tekanan berasal dari sentimen dalam negeri seiring kekhawatiran pembengkakan anggaran karena lonjakan harga energy dunia beresiko membawa defisit fiskal Indonesia melewati legal limit 3%.
Disclaimer On
❤1
Iran Says Hormuz Strait Now Completely Open for Commercial Ships
Iran announced the Strait of Hormuz is now “completely open” for commercial traffic, a major step toward ending a war with the US and Israel that’s sent energy prices surging and hit the global economy.
https://bit.ly/4tBaF65
Iran announced the Strait of Hormuz is now “completely open” for commercial traffic, a major step toward ending a war with the US and Israel that’s sent energy prices surging and hit the global economy.
https://bit.ly/4tBaF65
Bloomberg.com
Iran Says Hormuz Strait Now Completely Open for Commercial Ships
Iran announced the Strait of Hormuz is now “completely open” for commercial traffic, a major step toward ending a war with the US and Israel that’s sent energy prices surging and hit the global economy.
Minyak WTI & Brent jatuh ▼10% kebawah level US$90/barrel, bersama dgn gas alam.
Iran pada hari Jumat menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya terbuka untuk lalu lintas komersial selama gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata,” kata Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi dalam sebuah unggahan di media sosial. Namun, kapal-kapal harus transit melalui “rute terkoordinasi” yang diumumkan oleh otoritas maritim Iran, kata Araghchi.
Presiden Donald Trump berterima kasih kepada Iran atas pembukaan selat tersebut dalam sebuah unggahan di media sosial. Harga minyak anjlok lebih dari 11% setelah pengumuman tersebut.
Disclaimer ON
Iran pada hari Jumat menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya terbuka untuk lalu lintas komersial selama gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata,” kata Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi dalam sebuah unggahan di media sosial. Namun, kapal-kapal harus transit melalui “rute terkoordinasi” yang diumumkan oleh otoritas maritim Iran, kata Araghchi.
Presiden Donald Trump berterima kasih kepada Iran atas pembukaan selat tersebut dalam sebuah unggahan di media sosial. Harga minyak anjlok lebih dari 11% setelah pengumuman tersebut.
Disclaimer ON
"Trump ancam bom Iran lagi jika kesepakatan tidak tercapai Rabu"
Presiden Donald Trump telah mengeluarkan ultimatum tegas terkait konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung, memperingatkan bahwa ia mungkin menolak memperpanjang gencatan senjata dengan Iran jika kesepakatan final tidak tercapai pada Rabu pekan depan.
https://id.investing.com/news/economy-news/trump-ancam-bom-iran-lagi-jika-kesepakatan-tidak-tercapai-rabu-2950719
Presiden Donald Trump telah mengeluarkan ultimatum tegas terkait konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung, memperingatkan bahwa ia mungkin menolak memperpanjang gencatan senjata dengan Iran jika kesepakatan final tidak tercapai pada Rabu pekan depan.
https://id.investing.com/news/economy-news/trump-ancam-bom-iran-lagi-jika-kesepakatan-tidak-tercapai-rabu-2950719
Investing.com Indonesia
Trump ancam bom Iran lagi jika kesepakatan tidak tercapai Rabu Oleh Investing.com
Iran Umumkan Selat Hormuz Tutup Lagi, Tak Ada Ampun Buat AS
Tak sampai 24 jam pasca pengumuman Iran membuka sepenuhnya Selat Hormuz, kini kondisi kembali ke awal. Dikutip dari The Guardian, Iran menyatakan kendali atas Selat Hormuz kembali ke 'kondisi sebelumnya' karena blokade AS.
Iran mengatakan keputusan terbaru ini dilakukan karena perselisihan yang terus berlanjut dengan AS terkait blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Source: CNBC Indonesia
https://share.google/31wi5vLBTDu0gDn9D
Tak sampai 24 jam pasca pengumuman Iran membuka sepenuhnya Selat Hormuz, kini kondisi kembali ke awal. Dikutip dari The Guardian, Iran menyatakan kendali atas Selat Hormuz kembali ke 'kondisi sebelumnya' karena blokade AS.
Iran mengatakan keputusan terbaru ini dilakukan karena perselisihan yang terus berlanjut dengan AS terkait blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Source: CNBC Indonesia
https://share.google/31wi5vLBTDu0gDn9D
CNBC Indonesia
Iran Umumkan Selat Hormuz Tutup Lagi, Tak Ada Ampun Buat AS
Iran kembali mengendalikan Selat Hormuz setelah pengumuman pembukaan sebelumnya. Simak selengkapnya!
*Iran Stop Perundingan, Tekanan di Hormuz Meningkat*
Harapan kelanjutan dialog antara Iran dan Amerika Serikat kembali tertahan. Mengacu laporan Tasnim News Agency, Teheran hingga 18 April 2026 belum menyetujui putaran negosiasi berikutnya dengan Washington.
Sikap ini muncul sebagai respons atas tekanan yang meningkat, terutama blokade angkatan laut yang diumumkan Donald Trump. Bagi Iran, langkah tersebut—ditambah tuntutan yang dianggap “berlebihan”—justru mempersempit ruang kompromi.
Melalui jalur diplomasi tidak langsung dengan perantara Pakistan, Iran menyampaikan syaratnya: negosiasi hanya akan berlanjut jika AS mencabut blokade dan menghentikan tekanan sepihak.
Di lapangan, dampaknya langsung terasa. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali memperketat kontrol di Selat Hormuz, membatalkan pembukaan jalur yang sempat diumumkan sebelumnya.
Kebuntuan utama tetap pada isu nuklir. Washington menuntut penghentian program pengayaan uranium hingga 20 tahun serta penyerahan cadangan yang ada—syarat yang ditolak keras Teheran karena dianggap melanggar kedaulatan.
Harapan kelanjutan dialog antara Iran dan Amerika Serikat kembali tertahan. Mengacu laporan Tasnim News Agency, Teheran hingga 18 April 2026 belum menyetujui putaran negosiasi berikutnya dengan Washington.
Sikap ini muncul sebagai respons atas tekanan yang meningkat, terutama blokade angkatan laut yang diumumkan Donald Trump. Bagi Iran, langkah tersebut—ditambah tuntutan yang dianggap “berlebihan”—justru mempersempit ruang kompromi.
Melalui jalur diplomasi tidak langsung dengan perantara Pakistan, Iran menyampaikan syaratnya: negosiasi hanya akan berlanjut jika AS mencabut blokade dan menghentikan tekanan sepihak.
Di lapangan, dampaknya langsung terasa. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali memperketat kontrol di Selat Hormuz, membatalkan pembukaan jalur yang sempat diumumkan sebelumnya.
Kebuntuan utama tetap pada isu nuklir. Washington menuntut penghentian program pengayaan uranium hingga 20 tahun serta penyerahan cadangan yang ada—syarat yang ditolak keras Teheran karena dianggap melanggar kedaulatan.
AS–Iran Lanjutkan Perundingan di Pakistan
AS dan Iran melanjutkan perundingan damai di Islamabad, Pakistan, pada 20 April 2026 untuk meredam konflik di Selat Hormuz, meskipun ancaman militer Trump untuk menghancurkan infrastruktur Iran jika gagal berdamai masih menggantung. Di tengah insiden serangan terhadap kapal dan blokade laut yang mengganggu pasokan energi global, Iran menolak menyerahkan program nuklirnya serta bersikap keras bahwa mereka akan membalas pembatasan akses kapal di Selat Hormuz.
https://investortrust.id/international/100576/asiran-lanjutkan-perundingan-di-pakistan
AS dan Iran melanjutkan perundingan damai di Islamabad, Pakistan, pada 20 April 2026 untuk meredam konflik di Selat Hormuz, meskipun ancaman militer Trump untuk menghancurkan infrastruktur Iran jika gagal berdamai masih menggantung. Di tengah insiden serangan terhadap kapal dan blokade laut yang mengganggu pasokan energi global, Iran menolak menyerahkan program nuklirnya serta bersikap keras bahwa mereka akan membalas pembatasan akses kapal di Selat Hormuz.
https://investortrust.id/international/100576/asiran-lanjutkan-perundingan-di-pakistan
InvestorTrust
AS–Iran Lanjutkan Perundingan di Pakistan
Diplomasi AS-Iran berlanjut di Pakistan (20/4/2026) di tengah ancaman militer dan blokade energi di Selat Hormuz.
Nada positif pasar pada akhir pekan lalu, dgn bursa saham menguat & minyak jatuh menyusul dibukanya selat Hormuz oleh Iran, berbalik tajam pagi ini - setelah Iran kembali menutup selat Hormuz (hanya kurang dari 24 jam setelah dibuka), pasca tetap dilakukannya blokade US & serangan Israel ke Lebanon.
Minyak Brent & WTI kembali naik ▲+6.8/+5.6% setelah blokade AS menahan 1 kapal berbendera Iran.
Minyak Brent & WTI kembali naik ▲+6.8/+5.6% setelah blokade AS menahan 1 kapal berbendera Iran.
👍1
🔹AVIA rebound dari support 362 dan saat ini akan tes area resistance level 386.
🔸Breakout dan maintain diatas level tersebut, maka AVIA akan membentuk pola double bottom reversal dan berpotensi rally menuju arah disekitar 410.
🔹Namun jika gagal breakout 386 dan kembali bergerak melemah, maka AVIA akan melanjutkan konsolidasinya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Breakout dan maintain diatas level tersebut, maka AVIA akan membentuk pola double bottom reversal dan berpotensi rally menuju arah disekitar 410.
🔹Namun jika gagal breakout 386 dan kembali bergerak melemah, maka AVIA akan melanjutkan konsolidasinya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
STANDARD ANNOUNCEMENTS - April 20, 2026 at 08:04 PM GMT
Announcement for April 20, 2026 at 08:04 PM GMT
THIS IS AN ANNOUNCEMENT FOR THE MSCI GLOBAL STANDARD INDEXES
UPDATE ON FREE FLOAT ASSESSMENT OF INDONESIAN SECURITES
(Re: Announcement sent on January 27, 2026)
MSCI acknowledges the recent announcements by Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (IDX), and PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), regarding a set of capital market transparency reforms in Indonesia.
The announced measures include:
- Enhanced disclosure of shareholders with ownership above 1%;
- Increased granularity of investor classification in shareholding data;
- Introduction of a High Shareholding Concentration (HSC) framework; and
- A roadmap for the increase in the minimum free float requirement to 15%.
MSCI is assessing the scope, consistency and effectiveness of the new data sources and measures in the context of free float determination and broader investability assessments.
Interim Treatment for Indonesian Securities - May 2026 Index Review
MSCI will maintain for the May 2026 Index Review the following previously announced measures that are currently in place for Indonesian securities:
- MSCI will freeze all increases to Foreign Inclusion Factors (FIF) and Number of Shares (NOS);
- MSCI will not implement index additions to MSCI Investable Market Indexes (IMI);
- MSCI will not implement any upward migration across size-segment indexes, including from Small Cap to Standard.
In addition, consistent with MSCI's treatment of securities that are similarly identified in other markets:
- MSCI will delete securities identified by the Indonesian authorities as part of the new High Shareholding Concentration (HSC) framework;
- MSCI may use the 1% shareholder disclosure data to adjust free float estimates where appropriate.
MSCI will not otherwise incorporate data from the new sources and disclosures into its free float assessment or index calculations until its review is completed and feedback from market participants has been received and assessed. This approach is designed to limit index turnover and investability risks while allowing time for further evaluation of the recently announced reforms.
Next Steps
MSCI will continue to engage with market participants and the relevant authorities in Indonesia and welcomes feedback from market participants on the newly introduced data sources and measures, including their effectiveness for free float determination and investability assessment.
MSCI expects to communicate further on this topic as part of the Market Accessibility Review scheduled for June 2026.
THIS IS AN ANNOUNCEMENT FOR THE MSCI GLOBAL STANDARD INDEXES
Announcement for April 20, 2026 at 08:04 PM GMT
THIS IS AN ANNOUNCEMENT FOR THE MSCI GLOBAL STANDARD INDEXES
UPDATE ON FREE FLOAT ASSESSMENT OF INDONESIAN SECURITES
(Re: Announcement sent on January 27, 2026)
MSCI acknowledges the recent announcements by Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (IDX), and PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), regarding a set of capital market transparency reforms in Indonesia.
The announced measures include:
- Enhanced disclosure of shareholders with ownership above 1%;
- Increased granularity of investor classification in shareholding data;
- Introduction of a High Shareholding Concentration (HSC) framework; and
- A roadmap for the increase in the minimum free float requirement to 15%.
MSCI is assessing the scope, consistency and effectiveness of the new data sources and measures in the context of free float determination and broader investability assessments.
Interim Treatment for Indonesian Securities - May 2026 Index Review
MSCI will maintain for the May 2026 Index Review the following previously announced measures that are currently in place for Indonesian securities:
- MSCI will freeze all increases to Foreign Inclusion Factors (FIF) and Number of Shares (NOS);
- MSCI will not implement index additions to MSCI Investable Market Indexes (IMI);
- MSCI will not implement any upward migration across size-segment indexes, including from Small Cap to Standard.
In addition, consistent with MSCI's treatment of securities that are similarly identified in other markets:
- MSCI will delete securities identified by the Indonesian authorities as part of the new High Shareholding Concentration (HSC) framework;
- MSCI may use the 1% shareholder disclosure data to adjust free float estimates where appropriate.
MSCI will not otherwise incorporate data from the new sources and disclosures into its free float assessment or index calculations until its review is completed and feedback from market participants has been received and assessed. This approach is designed to limit index turnover and investability risks while allowing time for further evaluation of the recently announced reforms.
Next Steps
MSCI will continue to engage with market participants and the relevant authorities in Indonesia and welcomes feedback from market participants on the newly introduced data sources and measures, including their effectiveness for free float determination and investability assessment.
MSCI expects to communicate further on this topic as part of the Market Accessibility Review scheduled for June 2026.
THIS IS AN ANNOUNCEMENT FOR THE MSCI GLOBAL STANDARD INDEXES
❌ No increase in Foreign Inclusion Factor (FIF)
❌ No new stocks added
❌ No upgrades (Small Cap → Standard)
MSCI will *DELETE* stocks flagged under HSC
Adjust free float using the new 1% disclosure data.
❌ No new stocks added
❌ No upgrades (Small Cap → Standard)
MSCI will *DELETE* stocks flagged under HSC
Adjust free float using the new 1% disclosure data.
*MSCI Pertahankan Pembatasan Saham Indonesia, Reformasi Transparansi Masih Dievaluasi*
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyedia indeks global MSCI memastikan masih mempertahankan pembatasan terhadap saham Indonesia dalam tinjauan indeks Mei 2026 mendatang.
Keputusan ini diambil seiring proses evaluasi reformasi transparansi pasar yang baru dilakukan Indonesia.
Dalam pernyataannya pada Senin (20/4/2026), MSCI menyebut belum akan menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes pada tinjauan kali ini.
Selain itu, MSCI juga masih membekukan peningkatan inklusi asing untuk saham-saham Indonesia.
https://amp.kontan.co.id/news/msci-pembatasan-pembatasan-saham-indonesia-reformasi-transparansi-masih-dievaluasi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyedia indeks global MSCI memastikan masih mempertahankan pembatasan terhadap saham Indonesia dalam tinjauan indeks Mei 2026 mendatang.
Keputusan ini diambil seiring proses evaluasi reformasi transparansi pasar yang baru dilakukan Indonesia.
Dalam pernyataannya pada Senin (20/4/2026), MSCI menyebut belum akan menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes pada tinjauan kali ini.
Selain itu, MSCI juga masih membekukan peningkatan inklusi asing untuk saham-saham Indonesia.
https://amp.kontan.co.id/news/msci-pembatasan-pembatasan-saham-indonesia-reformasi-transparansi-masih-dievaluasi
www.kontan.co.id
MSCI Pertahankan Pembatasan Saham Indonesia, Reformasi Transparansi Masih Dievaluasi
<p>MSCI menunda penambahan saham Indonesia ke indeks investable. Pembekuan inklusi asing ini memicu pertanyaan besar bagi pasar modal RI. </p>
Postingan terbaru Trump menunjukkan perubahan nada yang signifikan. Ia tidak lagi menggunakan retorika keras, melainkan mulai membandingkan potensi kesepakatannya dengan JCPOA era Obama dengan klaim bahwa versinya akan "jauh lebih baik". Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa kesepakatan kemungkinan besar akan segera terwujud.
Tuntutan ekstrem seperti transfer uranium dan "nol pengayaan" kini hilang dari pembicaraan, menunjukkan ia menurunkan syarat secara diam-diam. Ini adalah pola klasiknya: tekanan maksimal di awal, lalu melunak saat negosiasi berjalan.
Kira-kira menunjukkan hasil akhirnya mungkin akan sangat mirip dengan JCPOA, meski nantinya akan dikemas secara politik sebagai "kesepakatan terbesar" demi kepentingan domestik.
Tuntutan ekstrem seperti transfer uranium dan "nol pengayaan" kini hilang dari pembicaraan, menunjukkan ia menurunkan syarat secara diam-diam. Ini adalah pola klasiknya: tekanan maksimal di awal, lalu melunak saat negosiasi berjalan.
Kira-kira menunjukkan hasil akhirnya mungkin akan sangat mirip dengan JCPOA, meski nantinya akan dikemas secara politik sebagai "kesepakatan terbesar" demi kepentingan domestik.
❤2
Xi Jinping Serukan Gencatan Senjata & Pembukaan Selat Hormuz
Bloomberg, Presiden China Xi Jinping menyerukan gencatan senjata segera dan pemulihan transit normal melalui Selat Hormuz, menyusul akhir pekan yang bergejolak di Timur Tengah yang telah mengaburkan prospek pembicaraan damai.
“China menyerukan gencatan senjata segera dan menyeluruh, mendukung semua upaya untuk memulihkan perdamaian, serta menegaskan bahwa sengketa harus diselesaikan melalui cara-cara politik dan diplomatik,” kata Xi dalam percakapan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada hari Senin, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China.
“Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk transit normal, yang merupakan kepentingan bersama negara-negara kawasan dan komunitas internasional.”
China juga mendukung negara-negara Timur Tengah “mengambil masa depan dan nasib mereka ke tangan mereka sendiri,” ujar Xi.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/106643/xi-jinping-serukan-gencatan-senjata-pembukaan-selat-hormuz
Bloomberg, Presiden China Xi Jinping menyerukan gencatan senjata segera dan pemulihan transit normal melalui Selat Hormuz, menyusul akhir pekan yang bergejolak di Timur Tengah yang telah mengaburkan prospek pembicaraan damai.
“China menyerukan gencatan senjata segera dan menyeluruh, mendukung semua upaya untuk memulihkan perdamaian, serta menegaskan bahwa sengketa harus diselesaikan melalui cara-cara politik dan diplomatik,” kata Xi dalam percakapan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada hari Senin, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China.
“Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk transit normal, yang merupakan kepentingan bersama negara-negara kawasan dan komunitas internasional.”
China juga mendukung negara-negara Timur Tengah “mengambil masa depan dan nasib mereka ke tangan mereka sendiri,” ujar Xi.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/106643/xi-jinping-serukan-gencatan-senjata-pembukaan-selat-hormuz
Bloomberg Technoz
Xi Jinping Serukan Gencatan Senjata & Pembukaan Selat Hormuz
Presiden China Xi Jinping menyerukan gencatan senjata segera dan pemulihan transit normal melalui Selat Hormuz.
❤2
🔹IATA tes area resistance level di 92
🔸Breakout dan maintain diatas level tersebut, IATA akan membentuk pola inverted head & shoulder pattern dan berpotensi rally menuju arah disekitar 121.
🔹Namun jika gagal breakout dan kembali bergerak melemah di bawah 81, maka IATA batal rally dan akan melanjutkan konsolidasinya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Breakout dan maintain diatas level tersebut, IATA akan membentuk pola inverted head & shoulder pattern dan berpotensi rally menuju arah disekitar 121.
🔹Namun jika gagal breakout dan kembali bergerak melemah di bawah 81, maka IATA batal rally dan akan melanjutkan konsolidasinya.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
*Trump:*
Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran saat ini sedang mengalami perpecahan yang serius—hal yang sebenarnya sudah diduga—dan atas permintaan Field Marshal Asim Munir serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami telah diminta untuk *menunda serangan terhadap Iran*. Penundaan ini akan berlangsung hingga para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan sebuah proposal yang bersatu.
Oleh karena itu, saya telah menginstruksikan Militer kita untuk:
* *Melanjutkan blokade* terhadap Iran.
* Tetap dalam kondisi *siap siaga dan mampu* dalam segala aspek lainnya.
* *Memperpanjang gencatan senjata* sampai proposal tersebut diserahkan dan diskusi diselesaikan, apa pun hasilnya nanti.
Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran saat ini sedang mengalami perpecahan yang serius—hal yang sebenarnya sudah diduga—dan atas permintaan Field Marshal Asim Munir serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami telah diminta untuk *menunda serangan terhadap Iran*. Penundaan ini akan berlangsung hingga para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan sebuah proposal yang bersatu.
Oleh karena itu, saya telah menginstruksikan Militer kita untuk:
* *Melanjutkan blokade* terhadap Iran.
* Tetap dalam kondisi *siap siaga dan mampu* dalam segala aspek lainnya.
* *Memperpanjang gencatan senjata* sampai proposal tersebut diserahkan dan diskusi diselesaikan, apa pun hasilnya nanti.
*Gencatan Senjata Diperpanjang Secara Sepihak, Iran Menolak Namun Tetap Menahan Diri*
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran, meskipun sebelumnya sempat menyatakan tidak akan melakukan perpanjangan. Keputusan ini diambil setelah adanya komunikasi dari otoritas Pakistan yang meminta waktu tambahan agar Iran dapat menyusun proposal perundingan yang terpadu.
Alasan resmi yang dikemukakan Washington adalah adanya perpecahan internal yang serius di pemerintahan Iran. AS juga secara eksplisit mengakui bahwa delegasi yang hadir dalam pembicaraan di Islamabad belum tentu mewakili pihak yang memegang kendali militer di Teheran, sehingga diperlukan waktu lebih lama untuk mendapatkan kesepakatan yang valid.
Di sisi lain, Iran secara tegas menolak perpanjangan tersebut dan menilainya sebagai tindakan sepihak yang tidak diakui. Sikap ini diambil untuk menjaga prinsip kedaulatan dan kehormatan diplomatik negara tersebut, terutama di tengah tuntutan negosiasi yang dianggap dilakukan di bawah ancaman.
Meskipun terdapat perbedaan sikap secara resmi, kondisi di lapangan tetap relatif tenang. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tidak melakukan serangan, aktivitas kapal berjalan melalui rute yang telah dikoordinasikan, dan blokade laut AS masih tetap diberlakukan. Seluruh pihak tampak bertindak seolah-olah gencatan senjata masih berlaku, menciptakan situasi yang lebih mencerminkan "kabut diplomasi" daripada ketegangan perang yang nyata.
Disclaimer ON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran, meskipun sebelumnya sempat menyatakan tidak akan melakukan perpanjangan. Keputusan ini diambil setelah adanya komunikasi dari otoritas Pakistan yang meminta waktu tambahan agar Iran dapat menyusun proposal perundingan yang terpadu.
Alasan resmi yang dikemukakan Washington adalah adanya perpecahan internal yang serius di pemerintahan Iran. AS juga secara eksplisit mengakui bahwa delegasi yang hadir dalam pembicaraan di Islamabad belum tentu mewakili pihak yang memegang kendali militer di Teheran, sehingga diperlukan waktu lebih lama untuk mendapatkan kesepakatan yang valid.
Di sisi lain, Iran secara tegas menolak perpanjangan tersebut dan menilainya sebagai tindakan sepihak yang tidak diakui. Sikap ini diambil untuk menjaga prinsip kedaulatan dan kehormatan diplomatik negara tersebut, terutama di tengah tuntutan negosiasi yang dianggap dilakukan di bawah ancaman.
Meskipun terdapat perbedaan sikap secara resmi, kondisi di lapangan tetap relatif tenang. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tidak melakukan serangan, aktivitas kapal berjalan melalui rute yang telah dikoordinasikan, dan blokade laut AS masih tetap diberlakukan. Seluruh pihak tampak bertindak seolah-olah gencatan senjata masih berlaku, menciptakan situasi yang lebih mencerminkan "kabut diplomasi" daripada ketegangan perang yang nyata.
Disclaimer ON