Emas menjadi komoditas yg paling mengalami kejatuhan terdalam sepanjang periode libur panjang idul fitri tahun ini (Gold 4,474.38 ▼ -10.59%), tergerus beberapa sentimen seperti:
- Resiko lonjakan inflasi dipicu kenaikan energi akan membuat sikap *bank sentral kembali menjadi hawkish* & berdampak negatif pada emas.
- Mayoritas bank sentral global yg melakukan pembelian emas tahun lalu adalah net importir energi, sehingga kenaikan harga energi akan *memicu bank sentral untuk melepas cadangan emas*, dan memperkuat nilai tukarnya.
- *ETF Emas global tercatat mengalami net outflow* sejak Maret.
- Resiko lonjakan inflasi dipicu kenaikan energi akan membuat sikap *bank sentral kembali menjadi hawkish* & berdampak negatif pada emas.
- Mayoritas bank sentral global yg melakukan pembelian emas tahun lalu adalah net importir energi, sehingga kenaikan harga energi akan *memicu bank sentral untuk melepas cadangan emas*, dan memperkuat nilai tukarnya.
- *ETF Emas global tercatat mengalami net outflow* sejak Maret.
🔹BUMI rebound dari support level 200
🔸Apabila rebound berlanjut, BUMI berpeluang naik menuju arah terdekat di 264, dengan arah selanjutnya di last high 306
🔹 Namun jika turun dan gagal bertahan di 200 ketika koreksi, maka BUMI akan lanjut downtrend.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Apabila rebound berlanjut, BUMI berpeluang naik menuju arah terdekat di 264, dengan arah selanjutnya di last high 306
🔹 Namun jika turun dan gagal bertahan di 200 ketika koreksi, maka BUMI akan lanjut downtrend.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
Steptrader
Photo
*AS Ngotot Negoisasi, Iran Tetap Menolak*
Amerika Serikat bersikeras bahwa pembicaraan damai dengan Iran masih berlangsung, meskipun Teheran secara terbuka menolak klaim tersebut dan justru mengajukan syaratnya sendiri untuk mengakhiri perang yang telah mengguncang Timur Tengah dan pasar global selama hampir sebulan terakhir.
Presiden Donald Trump mengatakan Iran sebenarnya ingin mencapai kesepakatan, meski enggan mengakuinya secara terbuka. Gedung Putih menyebut tiga hari terakhir diisi dengan “percakapan produktif” yang disebut-sebut menunjukkan Iran mulai mencari jalan keluar dari konflik.
Namun pernyataan itu bertolak belakang dengan sikap resmi Teheran. Media pemerintah Iran menyatakan tidak ada negosiasi formal dengan Washington dan menuntut sejumlah jaminan sebelum membuka pintu dialog, termasuk penghentian serangan AS dan Israel, kompensasi kerusakan perang, serta pengakuan atas otoritas Iran di Selat Hormuz.
Di lapangan, pertempuran tetap berlangsung. Serangan rudal dan drone Iran dilaporkan mengancam wilayah Teluk, sementara fasilitas energi dan nuklir di Iran juga menjadi sasaran serangan. Konflik ini telah mengganggu arus pelayaran di Selat Hormuz—jalur yang biasanya mengalirkan sekitar seperlima pasokan energi dunia.
Sementara itu, Washington diketahui telah menyusun proposal perdamaian 15 poin yang disampaikan melalui Pakistan. Rencana tersebut mencakup pembongkaran fasilitas nuklir Iran, pembatasan arsenal rudal, serta imbalan berupa pelonggaran sanksi.
Di tengah ketidakpastian diplomatik, pasar energi tetap bergejolak. Harga minyak Brent sempat kembali menembus US$103 per barel, mencerminkan kekhawatiran bahwa konflik dapat memicu guncangan pasokan global jika eskalasi terus berlanjut.
Amerika Serikat bersikeras bahwa pembicaraan damai dengan Iran masih berlangsung, meskipun Teheran secara terbuka menolak klaim tersebut dan justru mengajukan syaratnya sendiri untuk mengakhiri perang yang telah mengguncang Timur Tengah dan pasar global selama hampir sebulan terakhir.
Presiden Donald Trump mengatakan Iran sebenarnya ingin mencapai kesepakatan, meski enggan mengakuinya secara terbuka. Gedung Putih menyebut tiga hari terakhir diisi dengan “percakapan produktif” yang disebut-sebut menunjukkan Iran mulai mencari jalan keluar dari konflik.
Namun pernyataan itu bertolak belakang dengan sikap resmi Teheran. Media pemerintah Iran menyatakan tidak ada negosiasi formal dengan Washington dan menuntut sejumlah jaminan sebelum membuka pintu dialog, termasuk penghentian serangan AS dan Israel, kompensasi kerusakan perang, serta pengakuan atas otoritas Iran di Selat Hormuz.
Di lapangan, pertempuran tetap berlangsung. Serangan rudal dan drone Iran dilaporkan mengancam wilayah Teluk, sementara fasilitas energi dan nuklir di Iran juga menjadi sasaran serangan. Konflik ini telah mengganggu arus pelayaran di Selat Hormuz—jalur yang biasanya mengalirkan sekitar seperlima pasokan energi dunia.
Sementara itu, Washington diketahui telah menyusun proposal perdamaian 15 poin yang disampaikan melalui Pakistan. Rencana tersebut mencakup pembongkaran fasilitas nuklir Iran, pembatasan arsenal rudal, serta imbalan berupa pelonggaran sanksi.
Di tengah ketidakpastian diplomatik, pasar energi tetap bergejolak. Harga minyak Brent sempat kembali menembus US$103 per barel, mencerminkan kekhawatiran bahwa konflik dapat memicu guncangan pasokan global jika eskalasi terus berlanjut.
❤2
IHSG telah turun -23,1% dari level all–time high di ~9.135 pada 20 Januari 2026 ke level ~7.022 pada hari terakhir perdagangan bursa sebelum libur Lebaran (16 Maret 2026). Penurunan ini didorong oleh 3 shock berturut–turut dalam waktu kurang dari 3 bulan, yakni: 1) pembekuan sementara oleh MSCI untuk indeks Indonesia; 2) perang AS–Iran yang mengerek harga minyak naik lebih dari +40% akibat penutupan Selat Hormuz; dan 3) meningkatnya risiko fiskal Indonesia seiring asumsi APBN terkait harga minyak dan kurs yang terlampaui. Di tengah berbagai sentimen negatif tersebut, penting untuk melihat data historis sebagai perspektif.
*Apakah IHSG bisa turun lebih dalam?*
Berdasarkan data Bloomberg sejak 2000 (lihat tabel), penurunan dari peak ke bottom (drawdown) sebesar -23% pada episode kali ini berada di kisaran yang sama dengan episode ‘Taper Tantrum 2013’ (-24%), ‘China Scare 2015’ (-25%), dan ‘selloff Liberation Day 2025’ (-25%). Jika pola yang sama terjadi, hal ini mengindikasikan bahwa IHSG sudah berada/mendekati area bottom. Penurunan lanjutan yang signifikan lebih dari 24–25%, secara historis, hanya terjadi pada episode ‘Dot–com Bust awal 2000’ (-52%), ‘Global Financial Crisis 2008’ (-61%), dan ‘pandemi COVID-19 2020 (-38%)’, di mana ketiganya merupakan krisis yang berskala jauh lebih besar.
*Apa yang harus dilakukan investor?*
Pada pembukaan perdagangan pasca–libur Lebaran kemarin, Rabu (25/3), IHSG menguat +2,8% dan kini diperdagangkan pada valuasi 11,4x 1–Year Forward P/E, sekitar -2 Standard Deviation di bawah rata–rata historis 15 tahun. Level ini merupakan yang terendah sejak ‘pandemi Covid-19 2020’ dan ‘selloff Liberation Day 2025.’ Meski valuasi IHSG sudah murah secara historis, penting bagi investor yang sudah memiliki posisi untuk mengevaluasi saham yang dimiliki: apakah alasan membelinya masih valid dan apakah fundamentalnya berpotensi terdampak signifikan oleh kondisi saat ini, terutama dari sisi dampak kenaikan harga minyak terhadap laba bersih. Sementara itu, bagi investor jangka panjang, koreksi pasar secara historis dapat menjadi kesempatan untuk mendapatkan saham berkualitas pada harga yang lebih murah.
*Apa yang perlu dicermati ke depan?*
1. Durasi penutupan Selat Hormuz dan arah pergerakan harga minyak. Jika negosiasi AS–Iran tidak tercapai dan perang berlangsung secara berkepanjangan dan/atau memanas, risiko terhadap perekonomian baik global maupun domestik menjadi semakin besar.
2. Kemampuan/inisiatif pemerintah untuk menjaga defisit fiskal di bawah 3% terhadap PDB.
3. Deadline reformasi pasar modal Indonesia terkait MSCI pada Mei 2026.
--------------
Source : Stockbit Research
*Apakah IHSG bisa turun lebih dalam?*
Berdasarkan data Bloomberg sejak 2000 (lihat tabel), penurunan dari peak ke bottom (drawdown) sebesar -23% pada episode kali ini berada di kisaran yang sama dengan episode ‘Taper Tantrum 2013’ (-24%), ‘China Scare 2015’ (-25%), dan ‘selloff Liberation Day 2025’ (-25%). Jika pola yang sama terjadi, hal ini mengindikasikan bahwa IHSG sudah berada/mendekati area bottom. Penurunan lanjutan yang signifikan lebih dari 24–25%, secara historis, hanya terjadi pada episode ‘Dot–com Bust awal 2000’ (-52%), ‘Global Financial Crisis 2008’ (-61%), dan ‘pandemi COVID-19 2020 (-38%)’, di mana ketiganya merupakan krisis yang berskala jauh lebih besar.
*Apa yang harus dilakukan investor?*
Pada pembukaan perdagangan pasca–libur Lebaran kemarin, Rabu (25/3), IHSG menguat +2,8% dan kini diperdagangkan pada valuasi 11,4x 1–Year Forward P/E, sekitar -2 Standard Deviation di bawah rata–rata historis 15 tahun. Level ini merupakan yang terendah sejak ‘pandemi Covid-19 2020’ dan ‘selloff Liberation Day 2025.’ Meski valuasi IHSG sudah murah secara historis, penting bagi investor yang sudah memiliki posisi untuk mengevaluasi saham yang dimiliki: apakah alasan membelinya masih valid dan apakah fundamentalnya berpotensi terdampak signifikan oleh kondisi saat ini, terutama dari sisi dampak kenaikan harga minyak terhadap laba bersih. Sementara itu, bagi investor jangka panjang, koreksi pasar secara historis dapat menjadi kesempatan untuk mendapatkan saham berkualitas pada harga yang lebih murah.
*Apa yang perlu dicermati ke depan?*
1. Durasi penutupan Selat Hormuz dan arah pergerakan harga minyak. Jika negosiasi AS–Iran tidak tercapai dan perang berlangsung secara berkepanjangan dan/atau memanas, risiko terhadap perekonomian baik global maupun domestik menjadi semakin besar.
2. Kemampuan/inisiatif pemerintah untuk menjaga defisit fiskal di bawah 3% terhadap PDB.
3. Deadline reformasi pasar modal Indonesia terkait MSCI pada Mei 2026.
--------------
Source : Stockbit Research
🔹BRIS tes area support level 2070/2080
🔸Maintain diatas support tersebut dan rebound, BRIS berpeluang naik menuju arah terdekat di sekitar 2300/2320.
🔹 Namun jika turun dan gagal bertahan di 2070 ketika koreksi, maka BRIS akan lanjut downtrend.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Maintain diatas support tersebut dan rebound, BRIS berpeluang naik menuju arah terdekat di sekitar 2300/2320.
🔹 Namun jika turun dan gagal bertahan di 2070 ketika koreksi, maka BRIS akan lanjut downtrend.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
Presiden Donald Trump pada hari Kamis mengatakan bahwa ia memperpanjang jeda singkat serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari, hingga 6 April, atas permintaan pemerintah Republik Islam Iran.
Langkah Trump ini menghindari eskalasi perang dengan Iran pada saat Amerika Serikat telah memberi sinyal bahwa mereka menginginkan penyelesaian konflik melalui negosiasi dan ketika Selat Hormuz yang penting masih hampir sepenuhnya tertutup untuk pengiriman minyak.
Langkah Trump ini menghindari eskalasi perang dengan Iran pada saat Amerika Serikat telah memberi sinyal bahwa mereka menginginkan penyelesaian konflik melalui negosiasi dan ketika Selat Hormuz yang penting masih hampir sepenuhnya tertutup untuk pengiriman minyak.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk memperpanjang batas waktu serangan terhadap aset energi Iran hingga 6 April. Trump mengklaim, penundaan itu merupakan respons atas permintaan Iran.
https://internasional.kompas.com/read/2026/03/27/073000970/trump-undur-deadline-serangan-ke-iran-hingga-6-april-klaim-itu?utm_source=WAphoto&utm_medium=WACphoto
https://internasional.kompas.com/read/2026/03/27/073000970/trump-undur-deadline-serangan-ke-iran-hingga-6-april-klaim-itu?utm_source=WAphoto&utm_medium=WACphoto
Indonesia Belum Boleh Lewat Selat Hormuz, Begini Perintah Prabowo
https://www.detik.com/jateng/bisnis/d-8416897/indonesia-belum-boleh-lewat-selat-hormuz-begini-perintah-prabowo
https://www.detik.com/jateng/bisnis/d-8416897/indonesia-belum-boleh-lewat-selat-hormuz-begini-perintah-prabowo
detikjateng
Indonesia Belum Boleh Lewat Selat Hormuz, Begini Perintah Prabowo
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendapat tugas dari Presiden Prabowo untuk mencari minyak mentah dari berbagai negara.
Harga Minyak Melonjak Saat Houthi Terjun ke Perang Timur Tengah
Bloomberg, Harga minyak mentah dunia kembali merangkak naik setelah kelompok Houthi di Yaman, yang didukung Iran, resmi terlibat dalam perang Timur Tengah. Situasi ini diperparah dengan tibanya lebih banyak pasukan Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut, yang memicu kekhawatiran akan eskalasi besar serta guncangan lanjutan di pasar energi.
Minyak jenis Brent—yang tengah menuju rekor kenaikan bulanan tertinggi—melonjak hingga 3,3% ke level US$116,50 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah Houthi menembakkan rudal dan drone ke arah Israel akhir pekan lalu, seraya menegaskan bahwa mereka akan terus melancarkan operasi hingga serangan terhadap Iran dan kelompok proksinya dihentikan. Sementara itu, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) juga naik hingga 3,4%.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/104320/harga-minyak-melonjak-saat-houthi-terjun-ke-perang-timur-tengah
Bloomberg, Harga minyak mentah dunia kembali merangkak naik setelah kelompok Houthi di Yaman, yang didukung Iran, resmi terlibat dalam perang Timur Tengah. Situasi ini diperparah dengan tibanya lebih banyak pasukan Amerika Serikat (AS) di kawasan tersebut, yang memicu kekhawatiran akan eskalasi besar serta guncangan lanjutan di pasar energi.
Minyak jenis Brent—yang tengah menuju rekor kenaikan bulanan tertinggi—melonjak hingga 3,3% ke level US$116,50 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah Houthi menembakkan rudal dan drone ke arah Israel akhir pekan lalu, seraya menegaskan bahwa mereka akan terus melancarkan operasi hingga serangan terhadap Iran dan kelompok proksinya dihentikan. Sementara itu, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) juga naik hingga 3,4%.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/104320/harga-minyak-melonjak-saat-houthi-terjun-ke-perang-timur-tengah
Bloomberg Technoz
Harga Minyak Melonjak Saat Houthi Terjun ke Perang Timur Tengah
Harga minyak mentah dunia kembali merangkak naik setelah kelompok Houthi di Yaman, yang didukung Iran, resmi terlibat dalam perang Timur Tengah.
❤1
Konflik yang berkepanjangan dan semakin banyak pihak yang terlibat, akan membuat harga minyak susah turun dan berpotensi memperlambat ekonomi global.
Gelombang Protes Menentang Trump "No Kings" Pecah di AS
Aksi protes besar terhadap pemerintahan Donald Trump berlangsung di berbagai kota di Amerika Serikat, menandai gelombang ketiga unjuk rasa “No Kings” yang sebelumnya telah menarik jutaan massa.
Mengutip laporan BBC, para demonstran mengatakan mereka memprotes kebijakan yang diterapkan Presiden AS Donald Trump, termasuk perang di Iran, penegakan imigrasi federal, serta meningkatnya biaya hidup.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/104288/gelombang-protes-menentang-trump-no-kings-pecah-di-as
Aksi protes besar terhadap pemerintahan Donald Trump berlangsung di berbagai kota di Amerika Serikat, menandai gelombang ketiga unjuk rasa “No Kings” yang sebelumnya telah menarik jutaan massa.
Mengutip laporan BBC, para demonstran mengatakan mereka memprotes kebijakan yang diterapkan Presiden AS Donald Trump, termasuk perang di Iran, penegakan imigrasi federal, serta meningkatnya biaya hidup.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/104288/gelombang-protes-menentang-trump-no-kings-pecah-di-as
Bloomberg Technoz
Gelombang Protes Menentang Trump "No Kings" Pecah di AS
Aksi protes besar terhadap pemerintahan Donald Trump berlangsung di berbagai kota di Amerika Serikat.
❤1
Steptrader
Gelombang Protes Menentang Trump "No Kings" Pecah di AS Aksi protes besar terhadap pemerintahan Donald Trump berlangsung di berbagai kota di Amerika Serikat, menandai gelombang ketiga unjuk rasa “No Kings” yang sebelumnya telah menarik jutaan massa. Mengutip…
Trump mendapat tekanan dari dalam negerinya untuk segera mengakhiri konflik dengan Iran akibat fluktuasi harga minyak dan dampak ekonomi, setelah operasi militer berlangsung selama hampir satu bulan.
❤1
*OECD Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Indonesia, APBN Terancam*
OECD mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,8% pada 2026 dan 5% di 2027, lebih rendah dari perkiraan Desember 2025 yang lebih optimis. Saat itu, OECD memprediksi pertumbuhan 5% untuk 2026 dan 5,1% untuk 2027.
Angka terbaru ini kontras dengan target APBN 2026 sebesar 5,4%. Perbedaan mencerminkan risiko besar dari lonjakan harga minyak dan energi global yang menekan fiskal Indonesia.
Dengan sensitivitas APBN, setiap kenaikan US$10 per barel harga minyak dapat menambah defisit sekitar Rp51,8 triliun. Koreksi OECD menjadi sinyal perlunya kewaspadaan ekstra dalam menjaga stabilitas fiskal dan daya tahan ekonomi.
Disclaimer ON
OECD mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,8% pada 2026 dan 5% di 2027, lebih rendah dari perkiraan Desember 2025 yang lebih optimis. Saat itu, OECD memprediksi pertumbuhan 5% untuk 2026 dan 5,1% untuk 2027.
Angka terbaru ini kontras dengan target APBN 2026 sebesar 5,4%. Perbedaan mencerminkan risiko besar dari lonjakan harga minyak dan energi global yang menekan fiskal Indonesia.
Dengan sensitivitas APBN, setiap kenaikan US$10 per barel harga minyak dapat menambah defisit sekitar Rp51,8 triliun. Koreksi OECD menjadi sinyal perlunya kewaspadaan ekstra dalam menjaga stabilitas fiskal dan daya tahan ekonomi.
Disclaimer ON
Based on Mandiri Sekuritas tracking of weekly foreign fund flows to rupiah asset classes since 2025, last week recorded the second-largest weekly foreign outflow, following the US “Liberation Day” tariff shock in April 2025.
Foreign ownership in Indonesian government bonds currently stands at Rp848.9tn (12.5% of total outstanding tradable LCY government bonds), down from Rp878.7tn (13.4%) as of end-2025. Meanwhile, foreign ownership in SRBI stands at Rp150.8tn (18% of total outstanding) as of February 2026, up from Rp114.1tn (15.6%) as of end-2025.
Disclaimer ON
Foreign ownership in Indonesian government bonds currently stands at Rp848.9tn (12.5% of total outstanding tradable LCY government bonds), down from Rp878.7tn (13.4%) as of end-2025. Meanwhile, foreign ownership in SRBI stands at Rp150.8tn (18% of total outstanding) as of February 2026, up from Rp114.1tn (15.6%) as of end-2025.
Disclaimer ON
BBM Berpotensi Naik 10 Persen, Menhub Pastikan Transportasi Normal
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/03/30/140930226/bbm-berpotensi-naik-10-persen-menhub-pastikan-transportasi-normal.
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/03/30/140930226/bbm-berpotensi-naik-10-persen-menhub-pastikan-transportasi-normal.
KOMPAS.com
BBM Berpotensi Naik 10 Persen, Menhub Pastikan Transportasi Normal
Harga BBM diprediksi naik 10 persen. Menhub pastikan belum ada kebijakan khusus, sektor transportasi masih berjalan normal.
🔹$MAPI rebound dari support level 1075
🔸Jika rebound berlanjut dan melewati 1245, maka $MAPI berpotensi rally menuju arah di 1360/1405.
🔹 Namun jika turun dan gagal bertahan di 1075 ketika koreksi, maka $MAPI akan lanjut downtrend.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content
🔸Jika rebound berlanjut dan melewati 1245, maka $MAPI berpotensi rally menuju arah di 1360/1405.
🔹 Namun jika turun dan gagal bertahan di 1075 ketika koreksi, maka $MAPI akan lanjut downtrend.
Disclaimer ON‼️
#BukanRekomendasi #NFA #AnalisaKembali #DYOR #NoPomPom‼️
Like ❤️ and Share 📣 this content jika kalian rasa bermanfaat
Follow Me ✔️ for more content