https://ringanin.id/
Ayo Sedekah Ramadhan setiap hari mulai *Rp.5000*, ringan bukan...., Tinggal klik di hp mu...pilih donasi..dgn metode transaksi yg mudah sesuai keinginanmu... sedekah mjd ringan...
Mari kita perbanyak pahala di bulan penuh berkah ini...
Bantu share linknya utk saudara kita yg lain..🙏
Ayo Sedekah Ramadhan setiap hari mulai *Rp.5000*, ringan bukan...., Tinggal klik di hp mu...pilih donasi..dgn metode transaksi yg mudah sesuai keinginanmu... sedekah mjd ringan...
Mari kita perbanyak pahala di bulan penuh berkah ini...
Bantu share linknya utk saudara kita yg lain..🙏
RAMADHAN, REVOLUSI PERUBAHAN
oleh: aunur rafiq saleh
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendirii". (QS. ar-Ra'd: 11).
• Perubahan dalam kehidupan umat harus dimulai dari perubahan jiwa (انفس), sebagaimana ditegaskan ayat di atas.
• Bulan ramadhan menjadi kesempatan paling baik untuk membuat perubahan tersebut. Minimal karena tiga alasan:
1- Waktu Perubahan yang Panjang.
• Orang yang berpuasa berkomitmen selama tigapuluh hari tanpa putus menjauhi makan, minum dan syahwat, dan mengendalikan emosinya sehingga tidak melakukan perbuatan tercela seperti menyakiti dan menghina dan tidak pula membalas celaan dan hinaan.
• Waktu sebulan sudah cukup untuk menciptakan perubahan yang diharapkan jika niatnya benar.
• Menurut para psikolog, pembiasaan perilaku selama 6 sampai 12 hari secara terus menerus sudah cukup untuk menanamkan perbuatan tersebut di dalam jiwa dan mengubahnya menjadi perilaku.
• Keberkahan waktu yang ada di bulan ramadhan dan dilemahkannya musuh dengan dibelenggunya setan menjadi dua faktor yang membantu perubahan itu lebih langgeng.
• Musim perubahan di bulan ramadhan selama 30 hari terus menerus sama dengan rutin minum obat yang manjur untuk mendapat kesembuhan dan membersihkan dampak penyakit.
• Ini salah satu bentuk tarbiyah robbaniyah penuh berkah. Karena seseorang melaksanakan satu amal saja setiap hari, sekalipun sederhana, bisa memberikan banyak manfaat. Apalagi jika amal itu banyak atau satu paket amal?!
• Dari sisi ini ramadhan merupakan salah satu bentuk sistem pendisiplinan bagi orang yang tidak biasa disiplin atau pun bagi orang yang sudah terbiasa disiplin. Ia mendapat pendidikan ini di bulan ramadhan dan mungkin tidak didapatkannya di luar ramadhan.
• Bagaimana mungkin tidak berubah di bulan ini karena tidak ada kesempatan yang lebih mudah untuk berubah selain di bulan ini? Jika tidak sekarang, lalu kapan lagi mau berubah?
• Membiasakan amal saleh selama beberapa hari kemudian menghentikannya bisa melemahkan pengaruhnya bagi hati. Berbeda jika amal saleh itu dilakukan terus-menerus selama satu bulan. Karena itu, puasa ramadhan yang diwajibkan Allah kepada kita ini merupakan rahmat besar dan sangat bermanfaat bagi kita. Secara zahir merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan tetapi sebenarnya merupakan karunia dan nikmat.
• Karena itu, setiap muslim yang menunaikan puasa dengan benar pasti merasakan pengaruh positifnya bagi hati bahkan telah mengalir di dalam hatinya hembusan rahmat dari langit. Pengaruh dan hembusan ini akan langgeng atau cepat menguap tergantung pada usaha seseorang dalam menjaganya. Jika dijaga dan dirawat terus menerus maka akan menciptakan perubahan besar dalam hidupnya. Jika dibiarkan terkikis berbagai kelalaian terus menerus maka perubahan yang diharapkan itu tidak akan pernah terwujudkan.
2- Berenang Mengikuti Arus.
• Di bulan ramadhan seseorang berpuasa bersama banyak orang. Pergi shalat tarawih beramai-ramai. Mengkhatamkan al-Quran bersama para pemburu ampunan. Karena itu, seseorang tidak merasa sendirian dalam melakukan ketaatan. Bahkan termotivasi dan hati merasa kuat untuk melakukan kebaikan, sekalipun asalnya malas dan enggan.
• Dorongan dan motivasi ini tidak didapatkan di luar ramadhan. Kapan masjid bisa penuh seperti di bulan ramadhan? Kapan orang-orang berlomba-lomba membaca al-Quran seperti yang mereka lakukan di bulan ramadhan? Kapan orang-orang bisa menjadi sangat dermawan dan sangat peduli kepada fakir miskin sebagaimana di bulan penuh berkah ini?
3- Perubahan yang meliputi banyak aspek.
• Perubahan ini meliputi banyak aspek: kebiasaan, ibadah, hati, hubungan sosial dan keyakinan.
• Bahkan perubahan ini sangat mendasar dan mendalam, tidak hanya pada tataran luar saja tetapi membuahkan hasil; tidak hanya pada tampilan tetapi sampai pada esensi.
• Ramadhan adalah momentum sangat baik dan tepat untuk memulai perubahan besar dalam kehidupan ini.
oleh: aunur rafiq saleh
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendirii". (QS. ar-Ra'd: 11).
• Perubahan dalam kehidupan umat harus dimulai dari perubahan jiwa (انفس), sebagaimana ditegaskan ayat di atas.
• Bulan ramadhan menjadi kesempatan paling baik untuk membuat perubahan tersebut. Minimal karena tiga alasan:
1- Waktu Perubahan yang Panjang.
• Orang yang berpuasa berkomitmen selama tigapuluh hari tanpa putus menjauhi makan, minum dan syahwat, dan mengendalikan emosinya sehingga tidak melakukan perbuatan tercela seperti menyakiti dan menghina dan tidak pula membalas celaan dan hinaan.
• Waktu sebulan sudah cukup untuk menciptakan perubahan yang diharapkan jika niatnya benar.
• Menurut para psikolog, pembiasaan perilaku selama 6 sampai 12 hari secara terus menerus sudah cukup untuk menanamkan perbuatan tersebut di dalam jiwa dan mengubahnya menjadi perilaku.
• Keberkahan waktu yang ada di bulan ramadhan dan dilemahkannya musuh dengan dibelenggunya setan menjadi dua faktor yang membantu perubahan itu lebih langgeng.
• Musim perubahan di bulan ramadhan selama 30 hari terus menerus sama dengan rutin minum obat yang manjur untuk mendapat kesembuhan dan membersihkan dampak penyakit.
• Ini salah satu bentuk tarbiyah robbaniyah penuh berkah. Karena seseorang melaksanakan satu amal saja setiap hari, sekalipun sederhana, bisa memberikan banyak manfaat. Apalagi jika amal itu banyak atau satu paket amal?!
• Dari sisi ini ramadhan merupakan salah satu bentuk sistem pendisiplinan bagi orang yang tidak biasa disiplin atau pun bagi orang yang sudah terbiasa disiplin. Ia mendapat pendidikan ini di bulan ramadhan dan mungkin tidak didapatkannya di luar ramadhan.
• Bagaimana mungkin tidak berubah di bulan ini karena tidak ada kesempatan yang lebih mudah untuk berubah selain di bulan ini? Jika tidak sekarang, lalu kapan lagi mau berubah?
• Membiasakan amal saleh selama beberapa hari kemudian menghentikannya bisa melemahkan pengaruhnya bagi hati. Berbeda jika amal saleh itu dilakukan terus-menerus selama satu bulan. Karena itu, puasa ramadhan yang diwajibkan Allah kepada kita ini merupakan rahmat besar dan sangat bermanfaat bagi kita. Secara zahir merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan tetapi sebenarnya merupakan karunia dan nikmat.
• Karena itu, setiap muslim yang menunaikan puasa dengan benar pasti merasakan pengaruh positifnya bagi hati bahkan telah mengalir di dalam hatinya hembusan rahmat dari langit. Pengaruh dan hembusan ini akan langgeng atau cepat menguap tergantung pada usaha seseorang dalam menjaganya. Jika dijaga dan dirawat terus menerus maka akan menciptakan perubahan besar dalam hidupnya. Jika dibiarkan terkikis berbagai kelalaian terus menerus maka perubahan yang diharapkan itu tidak akan pernah terwujudkan.
2- Berenang Mengikuti Arus.
• Di bulan ramadhan seseorang berpuasa bersama banyak orang. Pergi shalat tarawih beramai-ramai. Mengkhatamkan al-Quran bersama para pemburu ampunan. Karena itu, seseorang tidak merasa sendirian dalam melakukan ketaatan. Bahkan termotivasi dan hati merasa kuat untuk melakukan kebaikan, sekalipun asalnya malas dan enggan.
• Dorongan dan motivasi ini tidak didapatkan di luar ramadhan. Kapan masjid bisa penuh seperti di bulan ramadhan? Kapan orang-orang berlomba-lomba membaca al-Quran seperti yang mereka lakukan di bulan ramadhan? Kapan orang-orang bisa menjadi sangat dermawan dan sangat peduli kepada fakir miskin sebagaimana di bulan penuh berkah ini?
3- Perubahan yang meliputi banyak aspek.
• Perubahan ini meliputi banyak aspek: kebiasaan, ibadah, hati, hubungan sosial dan keyakinan.
• Bahkan perubahan ini sangat mendasar dan mendalam, tidak hanya pada tataran luar saja tetapi membuahkan hasil; tidak hanya pada tampilan tetapi sampai pada esensi.
• Ramadhan adalah momentum sangat baik dan tepat untuk memulai perubahan besar dalam kehidupan ini.
• Selama sebulan telah terbangun landasan yang benar bagi semua bangunan amal, yaitu keikhlasan. Hampir tidak ada celah untuk tidak ikhlas dalam berpuasa karena semua orang di sekitar juga berpuasa.
• Selama ramadhan kita merasakan nikmatnya beribadah, khususnya bagi spiritual kita bahkan fisik pun terasa sehat dan ringan. Ini bisa dijadikan landasan membangun kesadaran dan semangat di hari-hari berikutnya bahwa ibadah itu kebutuhan dan sangat bermanfaat bahkan menyenangkan bagi kehidupan kita. Bukan beban yang memberatkan.
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
"Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu". (QS. al-Baqarah: 185)
• Selama satu bulan, egoisme dan individualisme terkikis hingga kita bisa menikmati kebersamaan dan berbagi dengan orang lain. Pengalaman ini seharusnya bisa membangkitkan tekad kuat untuk membuang segala bentuk ananiyah yang selama ini mengkerdilkan dan mengucilkan diri di dalam ruang individualisme yang pengap. Menuju kehidupan sosial dan kepedulian yang menyenangkan dan menyehatkan lahir batin.
• Selama satu bulan hidup dengan hati dan batin yang jernih, tidak dikeruhkan oleh dendam, dengki, kebencian dan amarah hingga hidup terasa nyaman, dada terasa lapang, jiwa tentram dan udara kehidupan terasa sangat segar. Seharusnya pengalaman ini dijadikan "data primer" untuk mengolah dan mengelola hati lebih sehat, lebih jernih dan lebih nyaman lagi, bagi diri dan orang lain.
• Berbagai buah ibadah ramadhan bisa dijadikan titik tolak memulai revolusi perubahan karena semuanya itu berbasis taghyir nafsi (perubahan jiwa atau mental) dan tarbiyah nafsiyah sebagaimana yang dipersyaratkan al-Quran.
• Selama ramadhan kita merasakan nikmatnya beribadah, khususnya bagi spiritual kita bahkan fisik pun terasa sehat dan ringan. Ini bisa dijadikan landasan membangun kesadaran dan semangat di hari-hari berikutnya bahwa ibadah itu kebutuhan dan sangat bermanfaat bahkan menyenangkan bagi kehidupan kita. Bukan beban yang memberatkan.
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
"Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu". (QS. al-Baqarah: 185)
• Selama satu bulan, egoisme dan individualisme terkikis hingga kita bisa menikmati kebersamaan dan berbagi dengan orang lain. Pengalaman ini seharusnya bisa membangkitkan tekad kuat untuk membuang segala bentuk ananiyah yang selama ini mengkerdilkan dan mengucilkan diri di dalam ruang individualisme yang pengap. Menuju kehidupan sosial dan kepedulian yang menyenangkan dan menyehatkan lahir batin.
• Selama satu bulan hidup dengan hati dan batin yang jernih, tidak dikeruhkan oleh dendam, dengki, kebencian dan amarah hingga hidup terasa nyaman, dada terasa lapang, jiwa tentram dan udara kehidupan terasa sangat segar. Seharusnya pengalaman ini dijadikan "data primer" untuk mengolah dan mengelola hati lebih sehat, lebih jernih dan lebih nyaman lagi, bagi diri dan orang lain.
• Berbagai buah ibadah ramadhan bisa dijadikan titik tolak memulai revolusi perubahan karena semuanya itu berbasis taghyir nafsi (perubahan jiwa atau mental) dan tarbiyah nafsiyah sebagaimana yang dipersyaratkan al-Quran.
https://ringanin.id/
Ayo Sedekah Ramadhan setiap hari mulai *Rp.5000*, ringan bukan...., Tinggal klik di hp mu...pilih donasi..dgn metode transaksi yg mudah sesuai keinginanmu... sedekah mjd ringan...
Mari kita perbanyak pahala di bulan penuh berkah ini...
Bantu share linknya utk saudara kita yg lain..🙏
Ayo Sedekah Ramadhan setiap hari mulai *Rp.5000*, ringan bukan...., Tinggal klik di hp mu...pilih donasi..dgn metode transaksi yg mudah sesuai keinginanmu... sedekah mjd ringan...
Mari kita perbanyak pahala di bulan penuh berkah ini...
Bantu share linknya utk saudara kita yg lain..🙏
Detik2 berakhirnya Ramadhan menyisahkan banyak kesedihan..disamping kegembiraan menyambut 1 Syawal..😭
Gema Takbir di seluruh penjuru negeri, menutup Bulan Suci Ramadahan, bulan penuh berkah setelah satu bulan kita berpuasa..
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H
Mohon maaf lahir dan batin..🙏
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H
Mohon maaf lahir dan batin..🙏
*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*
Di Bulan Fitri ini, ijinkan dengan segala kerendahan hati,
Saya Sekeluarga mengucapkan:
*Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H*
Teriring doa.
*تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تَقَبَّلْ ياَ كَرِيْم*
*Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita, mengampuni segala khilaf dan semoga kita dipertemukan dengan Bulan Ramadhan tahun depan, Aamiin Yaa Rabbal 'aalamiin 🤲🏻*
*Mohon Maaf Lahir dan Batin*
*وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*
*Dwi Purwanto & Keluarga* (Pekanbaru)
🙏🙏🙏
Di Bulan Fitri ini, ijinkan dengan segala kerendahan hati,
Saya Sekeluarga mengucapkan:
*Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H*
Teriring doa.
*تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تَقَبَّلْ ياَ كَرِيْم*
*Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita, mengampuni segala khilaf dan semoga kita dipertemukan dengan Bulan Ramadhan tahun depan, Aamiin Yaa Rabbal 'aalamiin 🤲🏻*
*Mohon Maaf Lahir dan Batin*
*وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*
*Dwi Purwanto & Keluarga* (Pekanbaru)
🙏🙏🙏
SOLIDARITAS PASCA RAMADHAN
oleh: aunur rafiq saleh
تَرَى الْمُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عُضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
"Kamu akan melihat orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya)." (Bukhari 5552)
• Di ujung ramadhan ini seluruh kaum muslimin dikejutkan oleh berita penyerangan kaum Yahudi terhadap kaum muslimin yang sedang melakukan i'tikaf untuk mencari lailatul qadar di Masjidil Aqsa. Serangan ini menjadi bagian dari serangkaian tindakan sistematis dan terencana untuk menguasai dan merebut Masjidl Aqsa dan al-Quds dari tangan kaum muslimin.
• Peristiwa ini tentu melukai hati seluruh kaum muslimin yang memiliki kesadaran sebagai satu jasad sebagaimana digambarkan Nabi saw dalam sabdanya di atas.
• Kesadaran inilah yang kemudian menggerakkan kaum muslimin Gaza, khususnya Hamas, selaku saudara terdekat secara geografis untuk memberikan pembelaan kepada saudara-saudara mereka sesama muslim. Tetapi pembelaan ini juga direspon dengan serangan dan gempuran berhari-hari hingga hari ini belum diketahui kapan akan berhenti. Hingga hari ini tercatat 100 lebih syahid dan 600 lebih korban luka.
• Peristiwa ini seolah hendak menguji hasil tarbiyah dan pembinaan yang dijalani kaum muslimin selama bulan Ramadhan. Apakah ibadah ramadhan itu hanya membuahkan kesalehan individual? Atau juga berbuah kesalehan sosial berupa solidaritas kepada saudara-saudara sesama muslim yang sedang mengalami penindasan dan kezaliman luar biasa dan biadab dari kaum zionis?
• Perang ini jelas berstatus "fi sabilillah" karena untuk membela Masjidil Aqsa, kiblat pertama kaum muslimin, bahkan Masjidil Aqsa disebut secara tegas di dalam al-Quran, agar tidak ada keraguan umat Islam untuk membelanya. Disamping musuh yang melakukan serangan ini adalah kaum Yahudi yang tidak diragukan sedikit pun statusnya sebagai musuh Allah dan kaum muslimin.
لَـتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّا سِ عَدَاوَةً لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الْيَهُوْدَ وَا لَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا ۚ وَلَـتَجِدَنَّ اَ قْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ قَا لُوْۤا اِنَّا نَصٰرٰ ى ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّ مِنْهُمْ قِسِّيْسِيْنَ وَرُهْبَا نًا وَّاَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ
"Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, ialah orang-orang yang berkata, Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani. Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri."
(QS. Al-Ma'idah: 82)
• Solidaritas kaum muslimin seluruh dunia diperlukan untuk membantu kaum muslimin Gaza yang menjadi korban serangan biadab Yahudi. Mereka sangat memerlukan obat-obatan, tempat tinggal, air bersih, listrik dan pangan. Karena selama bertahun-tahun diblokade hingga termiskinkan ditambah dengan serangan biadab yang dilancarkan tentara zionos tanpa peduli penduduk sipil.
• Saatnya sekarang kaum muslimin yang baru saja menyelesaikan pendidikan ramadhan untuk membuktikan hasil pendidikannya.
• Seharusnya solidaritas ini memiliki motivasi yang sangat kuat, karena doa dan donasi yang diberikan untuk membantu mereka yang menjadi korban perang fi sabilillah punya nilai yang sangat tinggi di sisi Allah. Sabda Nabi saw:
مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا
"Barang siapa yang mempersiapkan (bekal) orang yang berperang di jalan Allah berarti dia telah berperang (mendapat pahala berperang). Dan barang siapa yang menjaga (menanggung urusan rumah) orang yang berperang di jalan Allah dengan baik berarti dia telah berperang." (Bukhari 2631)
oleh: aunur rafiq saleh
تَرَى الْمُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عُضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
"Kamu akan melihat orang-orang mukmin dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya)." (Bukhari 5552)
• Di ujung ramadhan ini seluruh kaum muslimin dikejutkan oleh berita penyerangan kaum Yahudi terhadap kaum muslimin yang sedang melakukan i'tikaf untuk mencari lailatul qadar di Masjidil Aqsa. Serangan ini menjadi bagian dari serangkaian tindakan sistematis dan terencana untuk menguasai dan merebut Masjidl Aqsa dan al-Quds dari tangan kaum muslimin.
• Peristiwa ini tentu melukai hati seluruh kaum muslimin yang memiliki kesadaran sebagai satu jasad sebagaimana digambarkan Nabi saw dalam sabdanya di atas.
• Kesadaran inilah yang kemudian menggerakkan kaum muslimin Gaza, khususnya Hamas, selaku saudara terdekat secara geografis untuk memberikan pembelaan kepada saudara-saudara mereka sesama muslim. Tetapi pembelaan ini juga direspon dengan serangan dan gempuran berhari-hari hingga hari ini belum diketahui kapan akan berhenti. Hingga hari ini tercatat 100 lebih syahid dan 600 lebih korban luka.
• Peristiwa ini seolah hendak menguji hasil tarbiyah dan pembinaan yang dijalani kaum muslimin selama bulan Ramadhan. Apakah ibadah ramadhan itu hanya membuahkan kesalehan individual? Atau juga berbuah kesalehan sosial berupa solidaritas kepada saudara-saudara sesama muslim yang sedang mengalami penindasan dan kezaliman luar biasa dan biadab dari kaum zionis?
• Perang ini jelas berstatus "fi sabilillah" karena untuk membela Masjidil Aqsa, kiblat pertama kaum muslimin, bahkan Masjidil Aqsa disebut secara tegas di dalam al-Quran, agar tidak ada keraguan umat Islam untuk membelanya. Disamping musuh yang melakukan serangan ini adalah kaum Yahudi yang tidak diragukan sedikit pun statusnya sebagai musuh Allah dan kaum muslimin.
لَـتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّا سِ عَدَاوَةً لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الْيَهُوْدَ وَا لَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا ۚ وَلَـتَجِدَنَّ اَ قْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ قَا لُوْۤا اِنَّا نَصٰرٰ ى ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّ مِنْهُمْ قِسِّيْسِيْنَ وَرُهْبَا نًا وَّاَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ
"Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, ialah orang-orang yang berkata, Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani. Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri."
(QS. Al-Ma'idah: 82)
• Solidaritas kaum muslimin seluruh dunia diperlukan untuk membantu kaum muslimin Gaza yang menjadi korban serangan biadab Yahudi. Mereka sangat memerlukan obat-obatan, tempat tinggal, air bersih, listrik dan pangan. Karena selama bertahun-tahun diblokade hingga termiskinkan ditambah dengan serangan biadab yang dilancarkan tentara zionos tanpa peduli penduduk sipil.
• Saatnya sekarang kaum muslimin yang baru saja menyelesaikan pendidikan ramadhan untuk membuktikan hasil pendidikannya.
• Seharusnya solidaritas ini memiliki motivasi yang sangat kuat, karena doa dan donasi yang diberikan untuk membantu mereka yang menjadi korban perang fi sabilillah punya nilai yang sangat tinggi di sisi Allah. Sabda Nabi saw:
مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا
"Barang siapa yang mempersiapkan (bekal) orang yang berperang di jalan Allah berarti dia telah berperang (mendapat pahala berperang). Dan barang siapa yang menjaga (menanggung urusan rumah) orang yang berperang di jalan Allah dengan baik berarti dia telah berperang." (Bukhari 2631)
Tausiyah Pagi 1442H
📖Syawal H3
*_Anjuran puasa 6 hari di bulan Syawal_*
Dianjurkan untuk Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
Puasa ini mempunyai keutamaan yang sangat istimewa.
Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam._
Dari sahabat Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
_“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”_
(HR. Muslim)
Pada hadits ini terdapat dalil tegas tentang dianjurkannya puasa enam hari di bulan Syawal dan pendapat inilah yang dipilih oleh madzhab Syafi’i, Ahmad dan Abu Daud serta yang sependapat dengan mereka.
📖Syawal H3
*_Anjuran puasa 6 hari di bulan Syawal_*
Dianjurkan untuk Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
Puasa ini mempunyai keutamaan yang sangat istimewa.
Hal ini dapat dilihat dari sabda Rasulullah _shallallahu ‘alaihi wa sallam._
Dari sahabat Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
_“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”_
(HR. Muslim)
Pada hadits ini terdapat dalil tegas tentang dianjurkannya puasa enam hari di bulan Syawal dan pendapat inilah yang dipilih oleh madzhab Syafi’i, Ahmad dan Abu Daud serta yang sependapat dengan mereka.
SETAN MULAI AKTIF LAGI
oleh: aunur rafiq saleh
وَاِ نَّهُمْ لَيَصُدُّوْنَهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ وَيَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ
"Dan sungguh, mereka (setan-setan itu) benar-benar menghalang-halangi mereka dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk." (QS. Az-Zukhruf: 37)
• Seusai bulan suci ramadhan, setan-setan dilepas kembali dan langsung aktif menjalankan "misi"nya yaitu menghalang-halangi manusia dari jalan yang benar.
• Setan-setan itu tidak rela jika kaum muslimin melakukan berbagai kebaikan apalagi mendukung jihad fi sabilillah yang sedang berlangsung di Palestina melawan Yahudi. Karena dukungan kaum muslimin, dengan doa, dukungan moril dan donasi, akan memberikan kebaikan yang sangat besar dalam catatan amal mereka, disamping bisa menguatkan para mujahidin.
• Beragam cara yang dilakukan setan untuk menghalangi manusia dari mendukung jihad ini.
• Dengan memframing, melalui pemerintah Yahudi dan Amerika, bahwa Hamas adalah teroris. Sebagian kaum muslimin percaya dengan framing ini hingga antipati dengan perjuangan mereka melawan Yahudi bahkan merasa senang melihat gempuran Israel kepada rakyat Gaza. Padahal seharusnya pihak yang paling berkompeten dan paling tahu tentang siapa para mujahid Hamas adalah mayoritas kaum muslimin Gaza, bukan Israel dan Amerika.
• Bila tidak mempan dengan framing pertama, maka diframing dengan penyesatan lain, bahwa Hamas didukung ikhwanul muslimin yang beraliran hizbi dan haraki. Dengan framing ini, mereka yang selama ini tidak suka dengan ikhwan berhasil dihalangi dari mendukung jihad ini. Bahkan mungkin mereka menganggap jihad kaum muslimin di Palestina bukan jihad Islami karena tidak sesuai manhaj mereka. Seolah-olah berpartai itu dosa besar yang mengeluarkan seorang muslim dari agamanya.
• Ada juga framing bahwa perang ini bukan perang agama tetapi perang orang Arab melawan Yahudi sehingga bantuan dan dukungan kaum muslimin tidak diperlukan dan tidak punya nilai ibadah bahkan bisa berdosa karena mendukung gerakan nasionalisme Arab.
• Framing lain mengatakan akidah Hamas dan rakyat Gaza bukan ahlu sunnah tetapi Asyariyah, Maturidiyah, tasawuf bahkan khawarij dan lainnya.
• Ada juga framing bahwa Hamas dibentuk oleh zionisme internasional dan didanai oleh Yahudi internasional.
• Berbagai framing tersebut berhasil menghalangi sebagian kaum muslimin dari memberikan dukungan kepada jihad fi sabilillah yang sedang berlangsung di Palestina. Masing-masing pihak berhasil dihalangi dari mendapatkan kebaikan mendukung jihad yang sangat besar pahalanya itu dengan hal-hal yang membuat mereka enggan mendukungnya. Tragisnya mereka merasa benar dengan tuduhan-tuduhan palsu itu, "sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk". Padahal "petunjuk" itu dari setan yang berhasil memframing dengan berbagai framing yang tidak benar.
• Semua itu merupakan cara-cara setan secara halus dan seolah benar sehingga kaum muslimin Gaza yang tengah digempur Yahudi kehilangan dukungan dan bantuan dari sebagian saudaranya, akibat kelicikan setan-setan itu dalam memecah belah kaum muslimin.
• Semoga Allah menurunkan pertolongan-Nya kepada kaum muslimin yang sedang berjihad melawan Yahudi di Palestina.
oleh: aunur rafiq saleh
وَاِ نَّهُمْ لَيَصُدُّوْنَهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ وَيَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ
"Dan sungguh, mereka (setan-setan itu) benar-benar menghalang-halangi mereka dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk." (QS. Az-Zukhruf: 37)
• Seusai bulan suci ramadhan, setan-setan dilepas kembali dan langsung aktif menjalankan "misi"nya yaitu menghalang-halangi manusia dari jalan yang benar.
• Setan-setan itu tidak rela jika kaum muslimin melakukan berbagai kebaikan apalagi mendukung jihad fi sabilillah yang sedang berlangsung di Palestina melawan Yahudi. Karena dukungan kaum muslimin, dengan doa, dukungan moril dan donasi, akan memberikan kebaikan yang sangat besar dalam catatan amal mereka, disamping bisa menguatkan para mujahidin.
• Beragam cara yang dilakukan setan untuk menghalangi manusia dari mendukung jihad ini.
• Dengan memframing, melalui pemerintah Yahudi dan Amerika, bahwa Hamas adalah teroris. Sebagian kaum muslimin percaya dengan framing ini hingga antipati dengan perjuangan mereka melawan Yahudi bahkan merasa senang melihat gempuran Israel kepada rakyat Gaza. Padahal seharusnya pihak yang paling berkompeten dan paling tahu tentang siapa para mujahid Hamas adalah mayoritas kaum muslimin Gaza, bukan Israel dan Amerika.
• Bila tidak mempan dengan framing pertama, maka diframing dengan penyesatan lain, bahwa Hamas didukung ikhwanul muslimin yang beraliran hizbi dan haraki. Dengan framing ini, mereka yang selama ini tidak suka dengan ikhwan berhasil dihalangi dari mendukung jihad ini. Bahkan mungkin mereka menganggap jihad kaum muslimin di Palestina bukan jihad Islami karena tidak sesuai manhaj mereka. Seolah-olah berpartai itu dosa besar yang mengeluarkan seorang muslim dari agamanya.
• Ada juga framing bahwa perang ini bukan perang agama tetapi perang orang Arab melawan Yahudi sehingga bantuan dan dukungan kaum muslimin tidak diperlukan dan tidak punya nilai ibadah bahkan bisa berdosa karena mendukung gerakan nasionalisme Arab.
• Framing lain mengatakan akidah Hamas dan rakyat Gaza bukan ahlu sunnah tetapi Asyariyah, Maturidiyah, tasawuf bahkan khawarij dan lainnya.
• Ada juga framing bahwa Hamas dibentuk oleh zionisme internasional dan didanai oleh Yahudi internasional.
• Berbagai framing tersebut berhasil menghalangi sebagian kaum muslimin dari memberikan dukungan kepada jihad fi sabilillah yang sedang berlangsung di Palestina. Masing-masing pihak berhasil dihalangi dari mendapatkan kebaikan mendukung jihad yang sangat besar pahalanya itu dengan hal-hal yang membuat mereka enggan mendukungnya. Tragisnya mereka merasa benar dengan tuduhan-tuduhan palsu itu, "sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk". Padahal "petunjuk" itu dari setan yang berhasil memframing dengan berbagai framing yang tidak benar.
• Semua itu merupakan cara-cara setan secara halus dan seolah benar sehingga kaum muslimin Gaza yang tengah digempur Yahudi kehilangan dukungan dan bantuan dari sebagian saudaranya, akibat kelicikan setan-setan itu dalam memecah belah kaum muslimin.
• Semoga Allah menurunkan pertolongan-Nya kepada kaum muslimin yang sedang berjihad melawan Yahudi di Palestina.
AL-QURAN MENGAJARKAN KEBERPIHAKAN
oleh: aunur rafiq saleh
الٓمّٓ
غُلِبَتِ الرُّومُ
فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُم مِّن بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ
فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ الْأَمْرُ مِن قَبْلُ وَمِن بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ
بِنَصْرِ اللَّهِ ۚ يَنصُرُ مَن يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
"Alif Lam Mim."
Bangsa Romawi telah dikalahkan, di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allahlah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Perkasa, Maha Penyayang." (QS. Ar-Rum: 1-5)
• Imam Ibnu Katsir berkata di dalam tafsirnya: "Ayat-ayat ini diturunkan tatkala Sabur, Raja Persia, mengalahkan negeri-negeri Syria, negara-negara di sekitar Jazirah Arab, dan beberapa bagian negeri Romawi. Sabur mendesak Heraclius hingga membuatnya berlindung ke Konstantinopel. Sabur mengepungnya di sana dalam waktu yang lama. Kemudian Heraclius kembali berhasil menguasai negerinya sebagaimana yang akan dijelaskan".
• Peristiwa ini terjadi tahun 613 M, saat Nabi saw masih berdakwah di Mekah sebelum hijrah ke Madinah (Tafsir an-Nabulsi 7/86).
• Diriwayatkan dari Niyar bin Mukram Al Aslami berkata: Saat turun: Alif laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi. Di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. Dalam beberapa tahun lagi.(Ar Ruum: 1-4) saat ayat ini turun, Persia berhasil mengalahkan Romawi sementara kaum muslimin menyukai kemenangan Romawi atas Persia karena kaum muslimin dan Romawi sama-sama ahli kitab. Berkenaan dengan hal itu Allah berfirman: Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia Maha Perkasa lagi Penyayang. (Ar Ruum: 5) kaum Quraisy menyukai kemenangan Persia karena mereka dan orang-orang Persia sama-sama bukan ahli kitab dan tidak percaya pada hari kebangkitan. Saat Allah Ta'ala menurunkan ayat ini, Abu Bakar Ash Shiddiq radliallahu 'anhu keluar dan berteriak di berbagai penjuru Makkah: Alif laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi. Di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. Dalam beberapa tahun lagi.(Ar Ruum: 1-4) Beberapa kalangan Quraisy berkata kepada Abu Bakar: Itu antara kami dan kalian, temanmu (Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam) mengira bahwa Romawi akan mengalahkan Persia dalam beberapa tahun, mari kita taruhan mengenai hal itu. Abu Bakar menjawab: Mari. Itu terjadi sebelum diharamkannya taruhan. Abu Bakar dan kaum musyrikin taruhan, mereka sama meletakkan taruhan. Mereka berkata kepada Abu Bakar: Berapa batasan bidl'u -tiga hingga sembilan tahun- sebutkan jumlah tepatnya. Niyar berkata: Mereka menyebut enam tahun diantara mereka. Kemudian enam tahun berlalu tapi Romawi tidak kunjung menang hingga kaum musyrikin mengambil taruhan Abu Bakar. Saat masuk tahun ketujuh, Romawi menang atas Persia, kaum muslimin mencela Abu Bakar karena menyebut enam tahun karena Allah Ta'ala berfirman: Dalam beberapa tahun. Dan saat itulah banyak orang masuk Islam. Abu Isa berkata: Hadits ini shahih hasan gharib. (Tuhfat al-Ahwadzi 9/52). Lihat juga riwayat Ahmad 1/276.
• Ayat-ayat ini dan riwayat yang terkait dengannya mengajarkan prinsip keberpihakan dalam menyikapi suatu peperangan yang sedang terjadi.
• Diantara prinsip keberpihakan yang dicontohkan para sahabat Nabi saw lalu dibenarkan oleh Nabi saw adalah berpihak atas dasar adanya "titik temu" dalam aspek keagamaan.
• Para sahabat radhiyallahu anhum berpihak kepada Romawi karena adanya satu "titik temu" yaitu sama-sama ahli kitab. Sedangkan Persia tidak memiliki kesamaan apa pun dengan kaum muslimin.
• Dalam menyikapi perang antara kaum muslimin Palestina dan Yahudi, kaum muslimin di seluruh dunia wajib berpihak, membantu dan membela kaum muslimin Palestina karena beberapa alasan:
oleh: aunur rafiq saleh
الٓمّٓ
غُلِبَتِ الرُّومُ
فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُم مِّن بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ
فِي بِضْعِ سِنِينَ ۗ لِلَّهِ الْأَمْرُ مِن قَبْلُ وَمِن بَعْدُ ۚ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ
بِنَصْرِ اللَّهِ ۚ يَنصُرُ مَن يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
"Alif Lam Mim."
Bangsa Romawi telah dikalahkan, di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allahlah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Perkasa, Maha Penyayang." (QS. Ar-Rum: 1-5)
• Imam Ibnu Katsir berkata di dalam tafsirnya: "Ayat-ayat ini diturunkan tatkala Sabur, Raja Persia, mengalahkan negeri-negeri Syria, negara-negara di sekitar Jazirah Arab, dan beberapa bagian negeri Romawi. Sabur mendesak Heraclius hingga membuatnya berlindung ke Konstantinopel. Sabur mengepungnya di sana dalam waktu yang lama. Kemudian Heraclius kembali berhasil menguasai negerinya sebagaimana yang akan dijelaskan".
• Peristiwa ini terjadi tahun 613 M, saat Nabi saw masih berdakwah di Mekah sebelum hijrah ke Madinah (Tafsir an-Nabulsi 7/86).
• Diriwayatkan dari Niyar bin Mukram Al Aslami berkata: Saat turun: Alif laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi. Di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. Dalam beberapa tahun lagi.(Ar Ruum: 1-4) saat ayat ini turun, Persia berhasil mengalahkan Romawi sementara kaum muslimin menyukai kemenangan Romawi atas Persia karena kaum muslimin dan Romawi sama-sama ahli kitab. Berkenaan dengan hal itu Allah berfirman: Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia Maha Perkasa lagi Penyayang. (Ar Ruum: 5) kaum Quraisy menyukai kemenangan Persia karena mereka dan orang-orang Persia sama-sama bukan ahli kitab dan tidak percaya pada hari kebangkitan. Saat Allah Ta'ala menurunkan ayat ini, Abu Bakar Ash Shiddiq radliallahu 'anhu keluar dan berteriak di berbagai penjuru Makkah: Alif laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi. Di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang. Dalam beberapa tahun lagi.(Ar Ruum: 1-4) Beberapa kalangan Quraisy berkata kepada Abu Bakar: Itu antara kami dan kalian, temanmu (Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam) mengira bahwa Romawi akan mengalahkan Persia dalam beberapa tahun, mari kita taruhan mengenai hal itu. Abu Bakar menjawab: Mari. Itu terjadi sebelum diharamkannya taruhan. Abu Bakar dan kaum musyrikin taruhan, mereka sama meletakkan taruhan. Mereka berkata kepada Abu Bakar: Berapa batasan bidl'u -tiga hingga sembilan tahun- sebutkan jumlah tepatnya. Niyar berkata: Mereka menyebut enam tahun diantara mereka. Kemudian enam tahun berlalu tapi Romawi tidak kunjung menang hingga kaum musyrikin mengambil taruhan Abu Bakar. Saat masuk tahun ketujuh, Romawi menang atas Persia, kaum muslimin mencela Abu Bakar karena menyebut enam tahun karena Allah Ta'ala berfirman: Dalam beberapa tahun. Dan saat itulah banyak orang masuk Islam. Abu Isa berkata: Hadits ini shahih hasan gharib. (Tuhfat al-Ahwadzi 9/52). Lihat juga riwayat Ahmad 1/276.
• Ayat-ayat ini dan riwayat yang terkait dengannya mengajarkan prinsip keberpihakan dalam menyikapi suatu peperangan yang sedang terjadi.
• Diantara prinsip keberpihakan yang dicontohkan para sahabat Nabi saw lalu dibenarkan oleh Nabi saw adalah berpihak atas dasar adanya "titik temu" dalam aspek keagamaan.
• Para sahabat radhiyallahu anhum berpihak kepada Romawi karena adanya satu "titik temu" yaitu sama-sama ahli kitab. Sedangkan Persia tidak memiliki kesamaan apa pun dengan kaum muslimin.
• Dalam menyikapi perang antara kaum muslimin Palestina dan Yahudi, kaum muslimin di seluruh dunia wajib berpihak, membantu dan membela kaum muslimin Palestina karena beberapa alasan:
• Karena adanya sekian banyak "titik temu" antara kaum muslimin Palestina dan kaum muslimin dunia. Sama-sama bertauhid (kesamaan akidah), sama-sama beragama Islam, berkiblat sama (Ka'bah), kitab sucinya sama (al-Quran), Nabinya sama (Nabi Muhammad saw), rukun imannya sama (enam), dan rukun Islamnya sama (lima). Bahkan seluruh kaum muslimin adalah satu tubuh (Shahih Bukhari 5552), disatukan oleh sekian banyak prinsip dalam ajaran Islam, dan tidak boleh dipecah belah karena masalah furu' (cabang). Siapa yang memecah belah kesatuan dan persatuan umat Islam maka dia berdosa besar. Sabda Nabi saw:
سَتَكُونُ هَنَاتٌ وَهَنَاتٌ فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يُفَرِّقَ أَمْرَ هَذِهِ الْأُمَّةِ وَهِيَ جَمِيعٌ فَاضْرِبُوهُ بِالسَّيْفِ كَائِنًا مَنْ كَانَ
"Suatu saat nanti akan terjadi bencana dan kekacauan, maka siapa saja yang hendak memecah belah persatuan ummat ini penggallah dengan pedang, siapa pun orangnya." (Shahih Muslim 3442)
• Sedangkan dengan kaum Yahudi hanya ada satu "titik temu" yaitu sama-sama ahli kitab, itu pun oleh al-Quran telah dinyatakan sebagai musuh paling keras dalam memusuhi kaum muslimin (QS. al-Maidah: 82).
• Karena itu, dengan alasan apa pun tidak bisa dibenarkan bila ada kaum muslimin yang berpihak kepada Yahudi dan membela mereka dalam perang melawan kaum muslimin Pelestina saat ini. Keberpihakan kepada Yahudi dalam perang ini bertentangan dengan prinsip keberpihakan yang diajarkan oleh manhaj salaf (generasi sahabat radhiyallahu anhum).
• Keberpihakan dalam masalah ini harus ditunjukkan dan tidak boleh bersikap netral karena keberpihakan ini merupakan bukti keimanan. Firman Allah:
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُّؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ يُوَآ دُّوْنَ مَنْ حَآ دَّ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَوْ كَا نُوْۤا اٰبَآءَهُمْ اَوْ اَبْنَآءَهُمْ اَوْ اِخْوَا نَهُمْ اَوْ عَشِيْرَتَهُمْ ۗ اُولٰٓئِكَ كَتَبَ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الْاِ يْمَا نَ وَاَ يَّدَهُمْ بِرُوْحٍ مِّنْهُ ۗ وَيُدْخِلُهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِ يْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ اُولٰٓئِكَ حِزْبُ اللّٰهِ ۗ اَ لَاۤ اِنَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
"Engkau tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya, atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung." (QS. Al-Mujadilah: 22)
• Orang-orang Yahudi jelas menentang Allah dan Rasul-Nya. Mereka menyerang dengan keji kaum muslimin yang sedang beribadah kepada Allah di Masjidil Aqsha, dan melakukan berbagai kejahatan lainnya terhadap kaum muslimin.
• Wallahu a'lam.
سَتَكُونُ هَنَاتٌ وَهَنَاتٌ فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يُفَرِّقَ أَمْرَ هَذِهِ الْأُمَّةِ وَهِيَ جَمِيعٌ فَاضْرِبُوهُ بِالسَّيْفِ كَائِنًا مَنْ كَانَ
"Suatu saat nanti akan terjadi bencana dan kekacauan, maka siapa saja yang hendak memecah belah persatuan ummat ini penggallah dengan pedang, siapa pun orangnya." (Shahih Muslim 3442)
• Sedangkan dengan kaum Yahudi hanya ada satu "titik temu" yaitu sama-sama ahli kitab, itu pun oleh al-Quran telah dinyatakan sebagai musuh paling keras dalam memusuhi kaum muslimin (QS. al-Maidah: 82).
• Karena itu, dengan alasan apa pun tidak bisa dibenarkan bila ada kaum muslimin yang berpihak kepada Yahudi dan membela mereka dalam perang melawan kaum muslimin Pelestina saat ini. Keberpihakan kepada Yahudi dalam perang ini bertentangan dengan prinsip keberpihakan yang diajarkan oleh manhaj salaf (generasi sahabat radhiyallahu anhum).
• Keberpihakan dalam masalah ini harus ditunjukkan dan tidak boleh bersikap netral karena keberpihakan ini merupakan bukti keimanan. Firman Allah:
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُّؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ يُوَآ دُّوْنَ مَنْ حَآ دَّ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَوْ كَا نُوْۤا اٰبَآءَهُمْ اَوْ اَبْنَآءَهُمْ اَوْ اِخْوَا نَهُمْ اَوْ عَشِيْرَتَهُمْ ۗ اُولٰٓئِكَ كَتَبَ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الْاِ يْمَا نَ وَاَ يَّدَهُمْ بِرُوْحٍ مِّنْهُ ۗ وَيُدْخِلُهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِ يْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ اُولٰٓئِكَ حِزْبُ اللّٰهِ ۗ اَ لَاۤ اِنَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
"Engkau tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya, atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung." (QS. Al-Mujadilah: 22)
• Orang-orang Yahudi jelas menentang Allah dan Rasul-Nya. Mereka menyerang dengan keji kaum muslimin yang sedang beribadah kepada Allah di Masjidil Aqsha, dan melakukan berbagai kejahatan lainnya terhadap kaum muslimin.
• Wallahu a'lam.
Bantu Saudara kita di Palestina, korban jiwa semakin bertambah, terutama anak2 dan perempuan, rumah2, gedung, rumah sakit hancur,... ringankan beban di situasi perang melawan Zionis Israel. Kamu bisa donasi melalui gopay, link aja, shopee pay, Dana atau transfer bank . Gunakan platform digital 👇 https://ringanin.id/program/ringanin-palestina
ringanin.id
Platform sedekah digital untuk meringankan beban saudara kita.
Salah satu pintu rezeki yg jarang dilakukan orang adalah membuka jalan kesuksesan bagi orang lain.
# Salam Jum'at barokah
# Salam Jum'at barokah
Bantu ringankan sesama..
https://ringanin.id/
Ayo Sedekah setiap Jum'at mulai *Rp.5000*, ringan bukan...., Tinggal klik di hp mu...pilih donasi..dgn metode transaksi yg mudah sesuai keinginanmu... sedekah mjd ringan...
Mari kita perbanyak pahala di hari penuh berkah ini...gunakan saldo gopay, dana, likn aja, shopeepay utk berbagi sesama
Bantu share linknya utk saudara kita yg lain..🙏
https://ringanin.id/
Ayo Sedekah setiap Jum'at mulai *Rp.5000*, ringan bukan...., Tinggal klik di hp mu...pilih donasi..dgn metode transaksi yg mudah sesuai keinginanmu... sedekah mjd ringan...
Mari kita perbanyak pahala di hari penuh berkah ini...gunakan saldo gopay, dana, likn aja, shopeepay utk berbagi sesama
Bantu share linknya utk saudara kita yg lain..🙏