Solusi Dompet
455 subscribers
203 photos
48 videos
14 files
110 links
Program berbagi Pembelajaran Sisi lain Ilmu SolusiDompet bersama Bapak Dwi Purwanto. Program ini Gratis.

KUNCI nya ada di @audiosolusidompet


"Tebalkan isi dompetmu dengan Ilmu&Cinta"

Testimoni Sahabat semua dpt dikirim ke @Dwipurwa78
Download Telegram
Alhamdulillah ...segala nikmat serta hidayah masih Engkau berikan Ya Alloh...di bulan Rajab 1442 H. Di hari bersejarah bagi umat manusia tepatnya 27 Rajab momen perubahan dan kebangkitan paling bersejarah dimulyakanNya Rasulullah Saw dlm peristiwa Isro' dan Mi'raj. Peristiwa ini juga menandakan babak baru dlm kehidupan manusia. Banyak hikmah dari peristiwa Isro' Mi'raj semoga kita semua bs mengambil pelajaran..
33 hari lagi Ramadhan yuk bersiap 2..
Buat teman2 yg ingin menambah income (penghasilan) bisa bergabung bersama kami memasarkan produk Busana Muslim dan produk lainnya...
Tentunya bisa tanpa modal krn kami memahami dampak pandemi yg luar biasa bagi perekonomian...
Teman2 hanya sbg marketing saja ..,produk dan pengiriman barang dari kami. Sebelumnya teman2 mendaftar dulu ke admin biar akadnya jelas ya...
Acara malam ini di Masjid Tauhid, Masjid sekitar rumah kami ..
Alhamdulillah...hari ini 1 Syaban 1442 H..
29 hari lagi Ramadhan..
Kita isi waktu penuh barokah ini dgn amal kemulyaan dan ketenangan lahir dan batin..
Kami doakan rezeki teman2 mengalir deras dan selalu ada solusi dari setiap masalah yg kita hadapi..🙏😊😊
Tausiyah Ramadhan...
JIBRIL PUN TURUN
oleh: Aunur Rafiq Saleh

تَنَزَّلُ  الْمَلٰٓئِكَةُ  وَا لرُّوْحُ  فِيْهَا  بِاِ ذْنِ  رَبِّهِمْ   ۚ مِّنْ كُلِّ  اَمْرٍ 

"Pada malam itu turun para malaikat dan Roh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan." (QS. Al-Qadr: 4)

• Turunnya al-Quran (dari Lauh Mahfuzh ke langit dunia) pada malam tersebut menambah kemuliaan yang ada. Kemuliaan di atas kemuliaan.

• Karena itu, turunnya malaikat Jibril pada malam itu disebut secara khusus. Tentu penyebutan ini memiliki makna dan kemuliaan tersendiri.

• Karena Jibril adalah malaikat mulia penyampai wahyu Allah, khususnya al-Quran, kepada Nabi yang mulia shallallahu alaihi wasallam.

• Turunnya Jibril dan penyebutannya secara khusus diantaranya punya hikmah dan pesan "inspeksi" terhadap ummatul Quran, menghidupkan memori dan mengingatkan. Bagaimana umat ini memperlakukan al-Quran. Karena diantara ayat yang pernah disampaikannya kepada Nabi saw adalah ayat pengaduan Nabi saw kepada Allah tentang sebagian umatnya yang menjauhi al-Quran:

وَقَا لَ  الرَّسُوْلُ  يٰرَبِّ  اِنَّ  قَوْمِى  اتَّخَذُوْا  هٰذَا  الْقُرْاٰ نَ  مَهْجُوْرًا

"Dan rasul (Muhammad) berkata, Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur'an ini diabaikan." (QS. Al-Furqan: 30)

• Berbagai situasi dan keadaan yang tengah dialami umat ini ada kaitannya dengan sikap mereka kepada al-Quran.

• "Inspeksi" ini dilakukan setiap tahun sebagaimana dahulu Jibril as melakukan muraja'ah al-Quran kepada Nabi saw setahun sekali. Disamping waktu satu tahun merupakan waktu yang cukup untuk mengingatkan ummatul Quran agar tidak berlarut dalam menjauhi al-Quran, atau memberikan motivasi kepada mereka yang tengah meningkatkan komitmennya dengan al-Quran.

• Al-Quran adalah sumber kemuliaan bagi ummatul Quran. Jika umat ini tengah mengalami keterpurukan dan kehinaan maka situasi buruk tersebut pasti dikarenakan mereka sedang menjauhi al-Quran. Jika umat ini tengah mendapat kemuliaan dan kekuatan maka kemuliaan tersebut pasti dikarenakan mereka sedang dekat dan komit dengan al-Quran. Karena semua kemuliaan berasal dari Allah yang menurunkan al-Quran:

إِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا ۚ

"Sungguh kemuliaan itu seluruhnya milik Allah". (QS. Yunus: 65)

• Tanpa al-Quran umat ini akan mati dan terhinakan. Tanpa al-Quran umat ini bagaikan jasad tanpa ruh. Karena itu, al-Quran juga disebut "ruh", sebagaimana malaikat pembawa wahyu al-Quran juga disebut "ruh". Firman Al-Quran:

وَكَذٰلِكَ  اَوْحَيْنَاۤ  اِلَيْكَ  رُوْحًا  مِّنْ  اَمْرِنَا   ۗ مَا  كُنْتَ  تَدْرِ يْ  مَا  الْكِتٰبُ  وَلَا  الْاِ يْمَا نُ  وَلٰـكِنْ  جَعَلْنٰهُ  نُوْرًا  نَّهْدِيْ  بِهٖ  مَنْ  نَّشَآءُ  مِنْ  عِبَا دِنَا   ۗ وَاِ نَّكَ  لَتَهْدِيْۤ  اِلٰى  صِرَا طٍ  مُّسْتَقِيْمٍ  

"Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) roh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur'an) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur'an itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus," (QS. Asy-Syura: 52)

• Jibril as disebut dengan ruh karena ia menjadi media untuk menurunkan al-Quran yang berisi ajaran-ajaran yang menghidupkan hati dan jiwa orang-orang beriman.

• Penyebutan Jibril dengan ruh, demikian pula al-Quran, mengingatkan urgensi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan manusia. Seringkali nilai-nilai spiritual ini terkalahkan oleh kecintaan manusia kepada materi dan dunia, tak terkecuali di kalangan ummatul Quran. Karena itu, hari-hari terakhir di bulan ramadhan adalah saat yang tepat untuk mengingatkan umat al-Quran kepada hal ini. Karena di hari-hari terakhir ramadhan ini umat tengah merasakan nikmatnya kehidupan spiritual.

• Semua rahmat, nikmat, keberkahan dan kemuliaan pada lailatul qadar itu tidak akan bisa terjadi tanpa ijin dari Tuhan Yang Maha Agung. Semua makhluk ada di bawah perintah-Nya, tetapi Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
• Jika turunnya para malaikat dan Jibril alaihimus salam merupakan peristiwa sangat agung maka ada yang lebih agung dari itu semua yaitu Allah pemilik segala urusan yang mengijinkan terjadinya keagungan di malam yang agung tersebut (بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ).
"SALAMUN", BUAH PENCARIAN
oleh: aunur rafiq saleh

سَلٰمٌ    ۛ هِيَ  حَتّٰى  مَطْلَعِ  الْفَجْرِ

"Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar." (QS. Al-Qadr: 5)

• Kata سَلَامٌ diungkapkan dalam bentuk nakirah (indefinite noun) untuk menyatakan kesejahteraan, keselamatan atau keberkahan yang sangat agung dan meliputi berbagai aspek kehidupan. Punya efek perbaikan dan kebaikan yang sangat besar dan panjang dalam kehidupan orang yang mendapatkannya pada malam itu.

• "Salamun" adalah salah satu buah pencarian lailatul qadar, baik di dunia atau di akhirat. Baik dalam kehidupan individu atau kehidupan sosial.

• Dalam kehidupan individu bisa berupa kedamaian hati, ketenangan jiwa, kemantapan iman, meningkatnya ketaatan kepada agama, kesuksesan dan keberkahan hidup di dunia.

• "Salamun" juga bisa mendorong perbaikan akhlak hingga lebih santun, lemah lembut, tidak kasar, sabar, tawadhu', tidak sombong, ramah, peduli, menghormati orang tua, menyayangi yang muda, dan akhlak mulia lainnya.

• Dalam kehidupan sosial bisa berupa kontribusi dalam dakwah, kontribusi di bidang keilmuan yang bermanfaat bagi masyarakat, membantu masyarakat lemah, membela orang-orang yang terzalimi dan mendukung perjuangan Islam yang dilakukan para dai.

• Dalam kehidupan dunia, lailatul qadar ini bisa menjadi sebab keselamatan dari berbagai keburukan dan tercapainya rahmat Allah. Ini merupakan keselamatan yang sangat agung sebagaimana disebutkan dalam doa para malaikat untuk orang-orang beriman:

وَقِهِمُ  السَّيِّاٰتِ   ۗ وَمَنْ  تَقِ  السَّيِّاٰتِ  يَوْمَئِذٍ  فَقَدْ  رَحِمْتَهٗ   ۗ وَذٰلِكَ  هُوَ  الْفَوْزُ  الْعَظِيْمُ

"Dan peliharalah mereka dari (bencana) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (bencana) kejahatan pada hari itu, maka sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan demikian itulah kemenangan yang agung." (QS. Ghafir: 9)

• Bagi kehidupan akhirat, lailatul qadar menjadi sebab diperolehnya pahala sangat besar sehingga menyelamatkan seorang hamba dari neraka.

• "Salamun" yang didapatkan pada lailatul qadar bisa menjadi pangkal dan bekal keselamatan dalam kehidupan sesudahnya, di dunia sampai akhirat. Semoga seperti telaga Nabi saw di akhirat, siapa yang minum seteguk dari air telaga tersebut maka tidak akan merasakan haus selamanya. Sabda Nabi saw:

حَوْضِي مَسِيرَةُ شَهْرٍ مَاؤُهُ أَبْيَضُ مِنْ اللَّبَنِ وَرِيحُهُ أَطْيَبُ مِنْ الْمِسْكِ وَكِيزَانُهُ كَنُجُومِ السَّمَاءِ مَنْ شَرِبَ مِنْهَا فَلَا يَظْمَأُ أَبَدًا

"Telagaku jauhnya sejauh perjalanan sebulan, airnya lebih putih daripada susu, dan baunya lebih wangi daripada minyak misik, dan cangkirnya bagaikan bintang di langit, siapa meminumnya ia tak akan haus selama-lamanya." (Bukhari 6093)

• "Salamun" ini berlangsung hingga terbit fajar. Mulainya tidak disebutkan karena sudah difahami dari kata malam (lailatul qadar), yakni sejak terbenam matahari. Waktu berakhirnya disebutkan untuk menjelaskan bahwa keberkahan lailatul qadar itu tidak hanya di sebagian waktu malam saja, misalnya satu atau dua jam, tetapi selama satu malam penuh tanpa terputus.
PERJALANAN MENUJU "PUNCAK"
oleh: aunur rafiq saleh

وَقَا لَ  اِنِّيْ  ذَاهِبٌ  اِلٰى  رَبِّيْ  سَيَهْدِيْنِ

"Dan dia (Ibrahim) berkata, Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku." (QS. As-Saffat: 99)

• Pada hakikatnya hidup di dunia ini adalah perjalanan menuju Allah. Semuanya akan kembali kepada-Nya.

هُوَ  الَّذِيْ  جَعَلَ  لَـكُمُ  الْاَ رْضَ  ذَلُوْلًا  فَا مْشُوْا  فِيْ  مَنَا كِبِهَا  وَكُلُوْا  مِنْ  رِّزْقِهٖ   ۗ وَاِ لَيْهِ  النُّشُوْرُ

"Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahi lah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan."
(QS. Al-Mulk: 15)

• Puasa ramadhan dan berbagai ibadah lainnya yang dilakukan selama satu bulan penuh berkah ini pada hakikatnya merupakan perjalanan spiritual menuju Allah. Karena selama satu bulan ini kita banyak melakukan ibadah spiritual seperti puasa, shalat, dzikir, tilawah, istighfar, berdoa dan munajat.

• Terutama pada sepuluh hari terakhir saat beri'tikaf mencari lailatul qadar. Diantara adab i'tikaf adalah meninggalkan aktivitas duniawi, hanya berkonsentrasi melakukan ibadah spiritual menghadap dan mendekatkan diri kepada Allah.

• Agar punya energi yang kuat dan tidak merasa berat atau lelah, lakukanlah puncak perjalanan menuju Allah di sepuluh hari terakhir ini dengan hati yang ikhlas, jernih dan penuh keimanan.

• Karena sebagaimana dikatakan Ibnul Qayim, perjalanan menuju Allah akan membuat hati merasa ringan. Bila masih merasa berat dan letih, mungkin perlu meningkatkan keikhlasan dan kejernihan karena masih ada bagian duniawi yang mengeruhkannya hingga membuat perjalanan itu terasa berat dan melelahkan.

• Hati yang sehat dan jernih membuat perjalanan menuju Allah terasa nikmat, menyenangkan dan ringan.

اِلَّا  مَنْ  اَتَى  اللّٰهَ  بِقَلْبٍ  سَلِيْمٍ  

"kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih," (QS. Asy-Syu'ara': 89)

• Yakni bersih dari cinta dunia dan berbagai penyakit hati.

• Ibnul Qayim berkata:

• "Ketika melakukan perjalanan mencari Khidhir, Nabi Musa as merasakan lapar dan lelah di perjalanan lalu berkata kepada pembantunya, 'Bawalah kemari makanan kita, sungguh kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini'. Ia merasa letih karena melakukan perjalanan menuju makhluk. Tetapi ketika memenuhi janji Tuhannya selama tigapuluh hari dan disempurnakan dengan sepuluh hari lagi, Nabi Musa tidak makan selama empatpuluh hari tersebut tanpa merasa lapar dan letih, karena ia melakukan perjalanan menuju Tuhannya. Demikian pula perjalanan hati menuju Allah, tidak merasakan berat dan letih sebagaimana dalam perjalanannya menuju makhluk." (Bada'i' al-Fawa'id, 3/721).

• Selamat melakukan perjalanan menuju "puncak". Semoga Allah memudahkan kita semua hingga bisa menikmatinya.
Tausiyah Memasuki pekan terakhir Ramadhan 😭..
SEMUA DALAM PENGAWASAN ALLAH
oleh: aunur rafiq saleh


اِنَّ  رَبَّكَ  لَبِا لْمِرْصَا دِ  

"Sungguh Tuhanmu benar-benar mengawasi." (QS. Al-Fajr: 14)

• Di dalam "Tafsir al-Jalalain" disebutkan, makna بالمرصاد adalah "mengawasi semua perbuatan hamba tanpa ada sedikit pun yang luput dari-Nya untuk memberikan balasan kepada mereka".

• Dalam tafsir "Fi Zhilalil Quran" disebutkan: Melihat, menghitung, menghisab dan membalas sesuai dengan timbangan yang akurat, yang tidak pernah salah, tidak menzalimi seorang pun, dan tidak memutuskan berdasarkan sisi lahiriyah tetapi berdasarkan hakikat segala sesuatu. Sedangkan manusia bisa salah timbangannya, keliru penilaiannya, dan tidak melihat kecuali berdasarkan hal-hal yang bersifat lahiriyah.

• Untuk mendapatkan gambaran lebih meyakinkan, renungkanlah kisah di bawah ini.

• Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Musa as pernah bermunajat kepada Allah di suatu hari lalu bertanya kepada-Nya: Wahai Tuhanku, bagaimanakah cara orang lemah mengambil haknya dari orang yang kuat?

• Allah menjawab, Pergilah setelah ashar ke sebuah tempat pada jam sekian.. agar kamu melihat dan mengetahui bagaimana orang lemah mengambil haknya dari orang kuat.

• Musa as pun pergi ke tempat tersebut. Di tempat ini ia melihat air terjun yang keluar dari sela-sela gunung.

• Musa as duduk sambil memperhatikan dan mengamati. Tiba-tiba datang seorang penunggang kuda untuk mandi dan mengambil air. Ia turun dari kendaraannya dan melepas ikat pinggangnya lalu meletakkannya di atas batu yang ada di dekatnya.

• Setelah puas minum dan mandi, penunggang kuda ini pergi tetapi lupa mengambil ikat pinggangnya.

• Tidak lama kemudian datang seorang anak muda sambil menunggang keledai ke air terjun tersebut untuk minum dan mandi. Setelah minum dan mandi ia mengucap alhamdulillah dan kembali. Saat hendak berjalan ia melihat ikat pinggang penunggang kuda yang tertinggal di pinggir air terjun. Ia mengambil dan membuka ikat pinggang itu dan ternyata berisi emas, uang dan permata yang sangat berharga. Ia pun pergi sambil membawa harta tersebut.

• Tidak lama setelah itu, datang seorang kakek untuk minum dan mandi. Tidak lama kemudian datang penunggang kuda mencari ikat pinggangnya yang tertinggal tetapi tidak menemukannya.

• Penunggang kuda bertanya kepada sang kakek: Mana ikat pinggangku yang tadi tertinggal di sini? Sang kakek menjawab: Saya tidak tahu dan saya tidak melihat ikat pinggang.

• Penunggang kuda itu kemudian mencabut pedangnya lalu memenggal kepala sang kakek.

• Musa as melihat dan mengamati semua peristiwa tersebut, lalu berkata: Wahai Tuhanku, penunggang kuda itu telah menzalimi sang kakek.

• Allah menjelaskan: Wahai Musa! Kakek tua itu pernah membunuh orang tua penunggang kuda itu. Sedangkan bapaknya anak muda tadi pernah bekerja selama duapuluh tahun di tempat orang tua penunggang kuda tetapi tidak permah mendapatkan haknya.

• Jadi, penunggang kuda itu mengambil hak bapaknya dari kakek tua, sedangkan anak muda itu mengambil hak bapaknya dari penunggang kuda.

•Subhanallah. Maha Suci Allah yang menamakan diri-Nya "al-Haq". Tidak ada kezaliman yang luput dari-Nya, sekecil apa pun. Semua dalam pengawasan-Nya dan mendapat balasan.
MAHAR BIDADARI
oleh: aunur rafiq saleh

• Ada beberapa hadis atau riwayat tentang mahar bidadari tetapi menurut penilaian para ahli hadis semuanya lemah sanadnya.

• Tetapi Imam al-Qurthubi di dalam kitabnya, التذكرة احوال الموتى و امور الاخرة halaman 556 menyebutkan beberapa kisah para perindu atau pemimpi Bidadari sebagai berikut:

• Muhammad bin Nukman al-Muqri bercerita: Saya pernah duduk bersama al-Jala al-Muqri di Masjidil Haram. Tidak lama kemudian lewat seorang tua berbadan tinggi, kurus dan berpakaian lusuh. Kemudian al-Jala mendatanginya dan berbicara dengannya beberapa saat.

• Setelah itu ia kembali lagi kepada kami seraya bertanya, tahukah kalian siapa lelaki tua itu tadi? Kami menjawab, tidak tahu.

• Al-Jala menyampaikan bahwa lelaki tua itu telah "membeli" mahar bidadari dari Allah dengan 40.000 kali khatam al-Quran.

• Setelah menyelesaikannya, ia bermimpi bertemu dengan bidadari tersebut dalam pakaian dan perhiasannya yang sangat cantik. Lalu ia bertanya, Siapakah kamu? Bidadari itu menjawab, Saya bidadari yang telah kamu "beli" dari Allah dengan 40.000 kali khatam al-Quran. Tetapi mana hadiah khusus untukku? Ia menjawab: 1000 kali khatam al-Quran.

• Al-Jala berkata: Kemudian orang tua itu memenuhi janjinya.

• Diriwayatkan dari Sahnun, di Mesir ada seorang wanita ahli ibadah punya anak lelaki bernama Said. Bila Said melakukan shalat malam, ibunya selalu bermakmum di belakangnya.

• Bila Said mengantuk atau terlihat agak malas, ibunya memberi semangat dengan mengatakan "Wahai Said, orang yang takut neraka dan melamar bidadari tidak pantas banyak tidur". Kemudian Said pun bangkit semangatnya.

• Diriwayatkan dari Tsabit, ia berkata: Ayahku seorang yang banyak melakukan shalat malam.

• Ia bercerita: Suatu malam saya bermimpi bertemu dengan seorang wanita yang luar biasa cantiknya, lalu saya bertanya, Siapa kamu? Wanita itu menjawab, Bidadari. Saya bertanya, Saya ingin menikahimu? Bidadari itu menjawab, "Lamarlah dari Tuhanku dan bayarlah maharku".
Saya bertanya, Apa maharnya? Bidadari itu menjawab, "Tahajjud panjang". Kemudian bidadari itu melantunkan syair berikut:

Wahai pelamar bidadari dalam pingitannya
Dan ingin membayarnya sesuai harga
Bangkitlah dengan sungguh-sungguh jangan malas
Lawanlah hawa nafsu dengan penuh sabar
Bangunlah bila malam telah menjelang
Puasalah di siang hari
Itulah maharnya.

• Ada pesan yang ingin disampaikan oleh Imam al-Qurthubi melalui kisah-kisah di atas, yaitu: Sesuaikanlah usahamu dengan mimpi-mimpimu, agar tidak menjadi sekedar mimpi kosong.
VID-20210503-WA0006.mp4
21.5 MB
Ramadhan di Masjid Nabawi
Mari teman2 Sedekah di malam sepuluh terakhir Ramadhan ( Malam Lailatul Qadar)...
Mudah dan simpel tinggal klik Ringanin.id
Mari teman 2 kita sedekah pagi, semoga Alloh lancar kan semua urusan kita..
Klik ringanin.id
🙏