Solusi Dompet
455 subscribers
203 photos
48 videos
14 files
110 links
Program berbagi Pembelajaran Sisi lain Ilmu SolusiDompet bersama Bapak Dwi Purwanto. Program ini Gratis.

KUNCI nya ada di @audiosolusidompet


"Tebalkan isi dompetmu dengan Ilmu&Cinta"

Testimoni Sahabat semua dpt dikirim ke @Dwipurwa78
Download Telegram
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Subhanallah Alhamdulillah bisa menyaksikan Jamaah Bertawaf sdh lama sejak corono mewabah..
Daun Pandan Tegak Berdiri
Lurus di Susun Tampak lah Rapi
Lebaran Haji Tinggal Sehari
Mohon Maaf Setulus Hati

Bunga Kemboja dari Bintan
Di petik dgn senang hati
Walau Tak Bisa Berjabat Tangan
Silahturahim disini Sebagai Pengganti.

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Arafah Menyambut
HARI RAYA IDUL ADHA 1441 H

Keluarga Besar Solusi Dompet Network
🙏🏻🙏🏻🙏🏻🤝🏻🤝🏻🤝🏻.
Sore ini tepatnya lebih kurang jam 16.00 Wib bertepat dgn waktu Wukuf Di Arafah waktu yg baik utk kita berdoa sampai dgn nanti lbh kurang pukul 20.00 Wib. Sahabat banyak berdoa ya..🙏
Selamat HUT RI ke 75
17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2020
Para Pejuang, Para Syuhada dan penggerak kemerdekaan salam rindu kami. Engkau telah mengorbankan darah, nyawa, harta, fikiran dan peluhmu utk Ibu Pertiwi.
Renungan pagi...

قُلْ اِنِّيْۤ اَخَا فُ اِنْ عَصَيْتُ رَبِّيْ عَذَا بَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ

"Katakanlah (Muhammad), ‘Aku benar-benar takut akan azab hari yang besar (hari Kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku." (Al-An'am: 15)

• Jika di dalam pikiran dan jiwa muncul bisikan dan dorongan untuk melakukan maksiat dan keburukan maka tolaklah bisikan dan dorongan kemaksiatan itu dengan berta’awwudz dan membaca ayat di atas berulang-ulang, dengan suara keras. Semoga dengan demikian jiwa menjadi kuat untuk menolaknya.

• Atau ketika tergoda oleh suatu keburukan dan kemaksiatan hingga memperlambat atau menghalangi perjalanan seseorang menuju Allah dan negeri akhirat.

• Bisikan dan dorongan kejahatan itu berasal dari setan. Bila bisikan dan dorongan keburukan itu menguat, itu pertanda setan menemukan celah dan momentum kelemahan manusiawi dalam diri seseorang lalu segera dimanfaatkannya.

إِنَّ لِلشَّيْطَانِ لَمَّةً بِابْنِ آدَمَ وَلِلْمَلَكِ لَمَّةً فَأَمَّا لَمَّةُ الشَّيْطَانِ فَإِيعَادٌ بِالشَّرِّ وَتَكْذِيبٌ بِالْحَقِّ وَأَمَّا لَمَّةُ الْمَلَكِ فَإِيعَادٌ بِالْخَيْرِ وَتَصْدِيقٌ بِالْحَقِّ فَمَنْ وَجَدَ ذَلِكَ فَلْيَعْلَمْ أَنَّهُ مِنْ اللَّهِ فَلْيَحْمَدْ اللَّهَ وَمَنْ وَجَدَ الْأُخْرَى فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Sesunguhnya setan memiliki bisikan kepada anak cucu Adam, dan Malaikat pun memiliki bisikan. Adapun bisikan setan selalu menjanjikan kejahatan dan mendustakan kebenaran. Sedangkan bisikan para Malaikat selalu menjanjikan kebaikan dan membenarkan kebenaran. Barangsiapa mendapatkan demikian (bisikan malaikat) maka ketahuilah, sesungguhnya itu dari Allah dan memujilah kepada Allah, namun barangsiapa mendapatkan yang lainnya (bisikan setan), maka berlindunglah kepada Allah dari setan yang terkutuk”. (Tirmidzi 2914)

• Bacaan ta’awwudz dan ayat ini sebagai peringatan dan celaan terhadap jiwa agar tidak memperturutkan bisikan keburukan dan mau mendengar bisikan kebaikan.

• Jiwa yang beriman mudah menerima peringatan dan perlu diingatkan terus menerus.

وَّذَكِّرْ فَاِ نَّ الذِّكْرٰ ى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِيْنَ

"Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin." (Az-Zariyat: 55)

• Peringatan yang paling mudah diterima jiwa adalah peringatan oleh diri sendiri. Karena sekaligus mencerminkan kesadaran diri.

• Cara seperti ini sering dilakukan oleh para sahabat Nabi saw, diantaranya Abdullah bin Rawahah dalam perang Mu’tah. Ia berkata kepada jiwanya sendiri, saat terlintas kegamangan dalam pikirannya untuk mengambil panji perang menggantikan dua sahabatnya yang telah gugur:

اقسمت يا نفس لتنزلن
لتنزلن أو لتكرهن
مالي أراك تكرهين الجنة


Aku bersumpah hai jiwa kau harus turun
Kau harus turun atau dipaksa
Kenapa kau tak suka surga
....
Renungan Ba'da Subuh:

وَاِ نَّهٗ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌ

"Dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan."
(Al-'Adiyat: 8)

• Untuk bisa lepas dari sifat dasar manusia yang berurat dan berakar di dalam diri ini, Allah dan Rasul-Nya mengajari beberapa langkah:

• Menyadari bahwa di dalam harta kita ada hak orang lain yang harus diberikan. Jika tidak dikeluarkan berarti makan hak orang lain. Orang kaya kok makan hak orang?

وَفِيْۤ اَمْوَا لِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّآئِلِ وَا لْمَحْرُوْمِ

"Dan pada harta benda mereka ada hak orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta."
(Az-Zariyat:19)

• Berlatih dan membiasakan diri berinfaq sejak sebelum berpunya, baik dalam keadaan sempit atau lapang:

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَا لضَّرَّآءِ ...

"(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit..." (Ali 'Imran: 134)

• Obat harus diberikan sesuai jenis penyakitnya. Cinta harta dan kebakhilan tidak cukup diobati dengan memperbanyak shalat malam dan puasa, tapi harus diobati dengan obat utamanya yaitu berinfak dalam keadaan sempit atau lapang. Karena itu, tidak heran jika ada orang yang rajin shalat malam atau pandai berceramah agama tapi sangat bakhil, karena tidak membiasakan berinfak sejak awal.

• Memotivasi berinfaq dengan berbagai keutamaan yang sangat besar, diantaranya:

• Sangat besar manfaatnya di akhirat, hingga menjadi penyesalan pertama orang yang sedang meregang nyawa:

رَبِّ لَوْلَاۤ اَخَّرْتَنِيْۤ اِلٰۤى اَجَلٍ قَرِ يْبٍ ۙ فَاَ صَّدَّقَ وَاَ كُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

"Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh." (Al-Munafiqun: 10)

• Sangat besar manfaatnya di dunia, diantaranya bisa menolak kezaliman orang yang zalim:

وَمَاۤ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ نَّفَقَةٍ اَوْ نَذَرْتُمْ مِّنْ نَّذْرٍ فَاِ نَّ اللّٰهَ يَعْلَمُهٗ ۗ وَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ اَنْصَا رٍ

"Dan apa pun infak yang kamu berikan atau nazar yang kamu janjikan, maka sungguh, Allah mengetahuinya. Dan bagi orang zalim tidak ada seorang penolong pun." (Al-Baqarah: 270)

• Juga memperingatkan dengan ancaman yang keras bagi orang yang tidak menunaikan kewajiban hartanya, terutama ketika sangat diperlukan:

يَّوْمَ يُحْمٰى عَلَيْهَا فِيْ نَا رِ جَهَـنَّمَ فَتُكْوٰى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوْبُهُمْ وَظُهُوْرُهُمْ ۗ هٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِاَ نْفُسِكُمْ فَذُوْقُوْا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُوْنَ

"(ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam Neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung, dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (At-Taubah: 35)

• Ini semua menunjukkan tidak mudah terbebas dari cinta harta dan kebakhilan kecuali dengan mengikuti langkah-langkah yang ditunjukkan Allah yang Maha Tahu karakter jiwa manusia.
Ayo sedekah
*Jum'at Berbagi*

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

*Apa kabarnya ayah bunda..??*

Semoga dalam kondisi sehat dan penuh rahmat dari Allah SWT.. Aamiin..

Kalau biasanya uang 20 ribu kita pakai untuk jajan pecel lele, ayam penyet, ayam grepek dll. Tapi sekarang uang 20 ribu ini bisa menghilangkan rasa lapar saudara kita yang kehilangan pekerjaan karena terdampak musibah covid 19..

"Tiga perkara siapapun yang ada padanya kelak akan dinaungi oleh Allah Swt di bawah Arsy-Nya pada hari kelak tiada ada naungan kecuali naungan Nya yaitu: berwudhu pada cuaca dingin, mendatangi mesjid walau gelap, dan *memberi makan orang yang kelaparan* ” (HR. Abu Muslim)

Caranya gimana ya..??

Ayah bunda cukup sedekah minimal 20 ribu, insya Allah nanti akan kami belikan nasi kotak dan langsung di antar kepada yang membutuhkannya..

Mari menggunakan 20.000 yang kita miliki hari ini sebagai simpanan kita di akhirat kelak..

Sedekah yang ayah bunda berikan, bisa juga di niatkan untuk orang tua yang telah tiada..

*Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma :
Bahwasanya Sa’ad bin ‘Ubadah –saudara Bani Sa’idah– ditinggal mati oleh ibunya, sedangkan ia tidak berada bersamanya, maka ia bertanya, “Wahai Rasûlullâh! Sesungguhnya ibuku meninggal dunia, dan aku sedang tidak bersamanya. Apakah bermanfaat baginya apabila aku menyedekahkan sesuatu atas namanya?” Beliau menjawab, “Ya.” Dia berkata, “Sesungguhnya aku menjadikan engkau saksi bahwa kebun(ku) yang berbuah itu menjadi sedekah atas nama ibuku.”*

Transfer sedekah ayah bunda ke :*
BNI Syariah : 011-3222-802
Bank Syariah Mandiri : 701-3513-265
Bank Mandiri : 108-00-0496110-9
An. Swadaya Ummah

*Konfirmasi transfer (WA/SMS) :* 081365395504 (Arip)

Kami do'akan, semoga ayah bunda sekeluarga selalu diberikan kelancaran dan keberkahan rezeki.. Aamiin..

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Alamat Kantor : Jl. Soekarno Hatta No. 70 A - Pekanbaru
Telp. 0761 - 565663
Website : www.swadayaummah.or.id
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Semoga Kaum Muslimin di Indonesia dpt kembali melaksnakan ibadah umroh, kita doakan ya sahabat semua Aamiin ....🤲
Guruku adalah ibarat kapur-kapur peradaban, ucapan terimakasih untukmu,..Selamat Hari Guru ya..🙏🙏🙏
Masa akhir tahun harus menjadi refleksi perjalanan seseorang. Catatan penting harus ditorehkan utk kebaikan di tahun yg akan datang. Pandemi Covid 19 di sepanjang tahun 2020 menjadi catatan tersendiri hidup kita. Sebuah fenomena dan fakta yg tak pernah terbayangkan oleh kita semua, Covid 19 telah merubah semuanya. Tidak perlu menyesali krn ini adalah sudah takdir kehidupan. Tetapi yg penting adalah bagaimana kita bisa menghadirkan sesuatu yg baru menjadi peluang dan spirit ditengah pandemi ini. Setiap masalah selalu ada solusinya. Kehendak manusia hanya bs berikhtiar. Namun Allah Swt bs mentakdirkan yg lain. Terus semangat, optimis, produktif, dan inovatif di semua keadaan. " Bersama Kesulitan itu ada Kemudahan, bersama kesempitan ada kelapangan ".
Channel name was changed to «Solpet| channel kita kita»
Channel photo updated
Menjelang Subuh adalah waktu yang barokah, jangan lewatkan untuk meminta kepadaNya..
"Kekhawatiran Orangtua"

Setelah saya mengamati bebarapa hari terakhir ini, saya banyak menemukan orangtua yg khuatir akan masa depan anaknya, dan polanya sama. Satu sudut pandang adalah mereka menginginkan anaknya memiliki aset yaitu rumah. Ya wajar ya dan manusiawi.

Sehingga para orangtua harus ngutak-ngatik anggaran agar ketika orgtua pensiun sudah memilki rumah. Misalkan punya anak 3. Mereka pun orgtua berencana punya 3 rumah baru diluar yg mereka tempati sekarang utk anak-anaknya. "Rasa Aman" yg dirasa orgtua jika ketiga rumah baru terwujud. Sudah tenanglah pokoknya. Begitu salah satu penuturan orgtua kepada saya. Apalagi harga rumah kedepannya pasti mahal mas, tambahnya kepada saya lagi.

Sudut pandang lain akan mengatakan jika memang rumah baru sudah terwujud. Apakah akan berhenti sampai disini. Jawabnya pasti tidak ya. Yang terbayang adalah mobil. Mereka harus punya mobil. Jika punya anak 3 maka akan dialokasikan utk membeli 3 mobil baru, shg sdh terbeli sebelum orangtua pensiun.

Apakah akan cukup berhenti sampai disini...,jawab sendiri ya..

Orgtua gelisah, cemas, khuatir hari- hari ke depan anaknya krn masa pensiun tak lama lagi sgr tiba.

Sebenarnya saya pun tergelitik dengan kekhuatiran orgtua seperti ini. Dan ini boleh jadi pilihan orgtua. Tidak bs kita salahkan. Karena saya punya basic parenting consulting maka saya semakin yakin bahwa pola asuh, pola adab dan pola komunikasi berpengaruh besar dalam social role sebuah keluarga.

Fakta yg lain yg juga menarik untuk kita renungkan adalah ada pula orgtua yg khuatir anaknya tidak mempunyai usaha. Cemas ketika harus bagaimana anaknya memenuhi kebutuhannya. Dicarilah usaha, dibuka kios air isi ulang, dibagi utk ketiga anaknya. Orgtuanya pun merasa "tenang" bahwa anak2nya sdh punya usaha. Walaupun boleh jadi ini belum tentu sesuai dengan potensi, minat atau bakatnya.

Sebenarnya kalau boleh jujur kedua cerita diatas tdk lebih krn orgtua takut atau orgtua khuatir anaknya miskin, hidup sengsara, dan tidak berpenghasilan. Kalau coba kita tarik simpulnya adalah yg dikhuatirkan adalah masalah rezeki.

Hari ini banyak orgtua yg sarjana mengkhuatirkan rezeki anak2nya. berbeda dengan orgtua kita dulu tidak sampai sarjana hanya tamat SR (sekolah rakyat) sangat optimis akan rezeki. Terbukti banyak anak2 yg telah berhasil.

Namun tidak semua orgtua punya cara pandang seperti contoh orgtua diatas. Ada banyak yg memilih dari sudut pandang yg lebih tinggi. Yang saya sebut sudut pandang metafisika. Kekhuatiran orangtua jatuh pada nilai, pada value anak2. Investasi nilai2 pada anak2 menjadi cermin utama. Mereka mendidik anak2 nya mjd generasi yg beriman. Nilai iman yg ditanamkan, Nilai adab yg diajarkan. Dan dibekali dengan Ilmu. Kelak dia punya medan magnet yg kuat sehingga alam semesta menjadi "karunia" baginya. Ini yg saya sebut metafisika parenting.

Yang beragama Islam tentu penanaman Nilai2 Islam bagi anak2 nya yg utama sebagaiman kisah Lukmanul Hakim kepada anaknya. Begitu pula dengan agama lain boleh jadi dengan nilai2 keyakinannya.

Sebagai contoh punya 3 anak ketiganya menjadi anak sholeh/sholeha, penghafal Al Qur'an, punya iman yg kuat, punya adab yg mjd teladan, menyebarkan ilmu yg bermanfaat bagi org lain. Orangtuanya sangat khuatir jika anak2 nya tdk punya Value seperti diatas. Sampai2 orgtua rela menguras pikiran, tenaga dan hartánya demi terwujudnya generasi yg beriman, berilmu dan beradab. Sampai harta tak tersisa lagi. Ya mereka ogtua yg "ngotot", krn hanya dengan bekal ini mereka pasti mendapatkan keduanya visi dunia dan akheratnya.

Nah pembaca yg baik hati.., anda boleh pilih sebelum salah pilih dari apa saya paparkan diatas. Anda bebas memilih. Karena anak2 adalah hak kita sebagai orgtua mau diarahkan kemana mereka. Kompas yg mana yg kita pakai.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan jika dirasa ini memberi pencerahan anda bisa bagikan tulisan ini kepada sahabat2 anda tercinta dan anda boleh share di media sosial anda. Saya sendiri juga terus belajar menjadi oragtua 'cerdas'.

Selamat berhari libur bersama keluarga tercinta, tetap jaga protokol kesehatan,
Tahun 2020 telah kita lalui,
Tahun 2021 baru saja kita awali..
Ibarat perjalanan waktu..semua terus berputar dan tak akan kembali..
Peristiwa biasa yg menemani hidup manusia..

Menjadi sangat luar biasa ketika kita bs mengambil pelajaran dari setiap perjalanan waktu..

Jika anda melakukan hal yg sama di tahun ini sebagaimana yg anda lakukan di tahun sebelumnya, maka hasilnya kurang lebih sama. Dan ini "hukum pola". Pola 2020 anda praktekkan di 2021 maka hasilnya tidak jauh beda...

Tetapi jika anda menginginkan hasil yg sangat luar biasa. Maka anda harus ubah polanya. Pola di tahun 2021 harus berbeda dg pola tahun 2020..

Jika tidak, maka anda berputar dalam guritan waktu yg tak banyak mengubah nasib anda..

Salam Sukses di 2021..

Dwi Purwanto
Unlogic Power Specialist
Siap-siap ya...
Bismillah...
Saya doakan semua sahabat dlm keadaan sehat wal afiat...yg sedang sakit diangkat penyakitnya oleh Allah Swt, yg sdg dalam Kesulitan dilapangkanNya, dimudahkan rezki dan semua hajat terkabul...Aamiin..🤲🤲🤲
Kita saling mendoakan ya..🙏
Alhamdulillah kita disampaikan di Hari Jum'at penuh barokah..., kesempatan dan waktu terbaik utk berdoa serta memperbanyak amal sholeh..., semoga kita semua dlm keadaan sehat wal afiat Aamiin..🙏
Pagi Ini menerima berita duka, seorang Ulama kita meninggal dunia. Beliau adalah Syeikh Ali Jaber. Ulama yg bercita2 ada 1 juta penghafal AL Qur'an di Indonesia. Dakwah nya menyebar ke seluruh Indonesia...😭😭😭