Hari ini keterbukaan informasi di situs IDX full upload
Emiten ramai - ramai upload LK.
Mungkin ada baiknya jadwal rilis LK tiap emiten diatur dengan baik agar para investor bisa mengantisipasi dari jauh-jauh hari seperti bursa di Amerika sana di mana tiap emiten sudah menyampaikan jadwal rilis LK dari beberapa bulan sebelumnya.
https://cutt.ly/iNlCpyb
Menunggu rilis LK $BBRI $RALS $IPTV $ACES
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3LKtezB
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3SJLT0W
https://stockbit.com/post/9962659
Emiten ramai - ramai upload LK.
Mungkin ada baiknya jadwal rilis LK tiap emiten diatur dengan baik agar para investor bisa mengantisipasi dari jauh-jauh hari seperti bursa di Amerika sana di mana tiap emiten sudah menyampaikan jadwal rilis LK dari beberapa bulan sebelumnya.
https://cutt.ly/iNlCpyb
Menunggu rilis LK $BBRI $RALS $IPTV $ACES
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3LKtezB
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3SJLT0W
https://stockbit.com/post/9962659
Telegram
Insight Pintarsaham.id Cabang Pintar Nyangkut
Jadwal Earning Season Nasdaq
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
https://www.nasdaq.com/market-activity/earnings
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
https://www.nasdaq.com/market-activity/earnings
👍5
LK Q3 2022 BRIS.pdf
5 MB
LK Q3 2022 BRIS
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3CJthZl
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3LKtezB
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3CJthZl
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3LKtezB
Insight Pintarsaham.id Cabang Pintar Nyangkut
Lap Keu BCA Sep22.pdf
Kredit $BBCA Mayoritas Kemana?
Mayoritas kredit BBCA mengalir ke
Perdagangan, restoran dan hotel 138.047.448 juta atau 138 Triliun
Manufaktur 123.901.282 juta atau 123 Triliun
Lain-lain 132.622.577 juta atau 132 Triliun
BBCA kurang suka mendanai sektor konstruksi karena pendanaan BBCA hanya 26.410.581 juta atau 26 Triliun
BBCA juga kurang suka mendanai sektor pertanian karena pendanaan hanya 31.147.111 juta atau 31 Triliun
Entah mengapa BBCA sangat suka dengan sektor perdagangan, restoran dan hotel. Apakah di sana putaran uang sangat tinggi?
Cek LK https://cutt.ly/ENzeIqR
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3LKtezB
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3SJLT0W
https://stockbit.com/post/9963265
Mayoritas kredit BBCA mengalir ke
Perdagangan, restoran dan hotel 138.047.448 juta atau 138 Triliun
Manufaktur 123.901.282 juta atau 123 Triliun
Lain-lain 132.622.577 juta atau 132 Triliun
BBCA kurang suka mendanai sektor konstruksi karena pendanaan BBCA hanya 26.410.581 juta atau 26 Triliun
BBCA juga kurang suka mendanai sektor pertanian karena pendanaan hanya 31.147.111 juta atau 31 Triliun
Entah mengapa BBCA sangat suka dengan sektor perdagangan, restoran dan hotel. Apakah di sana putaran uang sangat tinggi?
Cek LK https://cutt.ly/ENzeIqR
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3LKtezB
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3SJLT0W
https://stockbit.com/post/9963265
👍5
Insight Pintarsaham.id Cabang Pintar Nyangkut
Kredit $BBCA Mayoritas Kemana? Mayoritas kredit BBCA mengalir ke Perdagangan, restoran dan hotel 138.047.448 juta atau 138 Triliun Manufaktur 123.901.282 juta atau 123 Triliun Lain-lain 132.622.577 juta atau 132 Triliun BBCA kurang suka mendanai sektor…
Skydrugz Corner: Sektor Yang Jarang Mendapatkan Pendanaan Dari BBCA, Sektor Pertambangan
Di postingan sebelumnya https://cutt.ly/bNzpIMb saya membahas tentang sektor yang paling sering dapat pendanaan dari $BBCA yaitu sektor perdagangan dan manufaktur.
Tapi saya salah menyebutkan sektor yang paling jarang mendapatkan pendanaan dari BBCA. Awalnya saya pikir sektor konstruksi yang paling sedikit dapat pendanaan. Ternyata setelah saya perhatikan seksama, sektor yang paling sedikit dapat pendanaan dari BCA adalah sektor pertambangan.
BCA punya 2 jenis kredit yakni kredit Rupiah dan kredit valas. Tapi saya tidak masukkan kredit valas dalam perhitungan karena nilainya saya anggap tidak terlalu signifikan.
Pada tabel di bawah saya mengkategorikan kredit BBCA menjadi lancar atau kolektibilitas 1 dan kolektibilitas 2-5. Apa itu kolektibilitas, bisa baca di postingan sebelumnya https://cutt.ly/ENzWnIx
Yang dianggap NPL sebenarnya hanya kolektibilitas 3-5. Tapi pada postingan ini saya gabung saja kolektibilitas 2 dengan NPL.
Selengkapnya: https://pintarsaham.id/skydrugz-corner-sektor-yang-jarang-mendapatkan-pendanaan-dari-bbca-sektor-pertambangan/
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3SJLT0W
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3LKtezB
Di postingan sebelumnya https://cutt.ly/bNzpIMb saya membahas tentang sektor yang paling sering dapat pendanaan dari $BBCA yaitu sektor perdagangan dan manufaktur.
Tapi saya salah menyebutkan sektor yang paling jarang mendapatkan pendanaan dari BBCA. Awalnya saya pikir sektor konstruksi yang paling sedikit dapat pendanaan. Ternyata setelah saya perhatikan seksama, sektor yang paling sedikit dapat pendanaan dari BCA adalah sektor pertambangan.
BCA punya 2 jenis kredit yakni kredit Rupiah dan kredit valas. Tapi saya tidak masukkan kredit valas dalam perhitungan karena nilainya saya anggap tidak terlalu signifikan.
Pada tabel di bawah saya mengkategorikan kredit BBCA menjadi lancar atau kolektibilitas 1 dan kolektibilitas 2-5. Apa itu kolektibilitas, bisa baca di postingan sebelumnya https://cutt.ly/ENzWnIx
Yang dianggap NPL sebenarnya hanya kolektibilitas 3-5. Tapi pada postingan ini saya gabung saja kolektibilitas 2 dengan NPL.
Selengkapnya: https://pintarsaham.id/skydrugz-corner-sektor-yang-jarang-mendapatkan-pendanaan-dari-bbca-sektor-pertambangan/
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3SJLT0W
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3LKtezB
Telegram
Insight Pintarsaham.id Cabang Pintar Nyangkut
Kredit $BBCA Mayoritas Kemana?
Mayoritas kredit BBCA mengalir ke
Perdagangan, restoran dan hotel 138.047.448 juta atau 138 Triliun
Manufaktur 123.901.282 juta atau 123 Triliun
Lain-lain 132.622.577 juta atau 132 Triliun
BBCA kurang suka mendanai sektor…
Mayoritas kredit BBCA mengalir ke
Perdagangan, restoran dan hotel 138.047.448 juta atau 138 Triliun
Manufaktur 123.901.282 juta atau 123 Triliun
Lain-lain 132.622.577 juta atau 132 Triliun
BBCA kurang suka mendanai sektor…
👍4
WINS_LK_30_Sep_2022.pdf
2.9 MB
WINS LK Q3 2022 30 Sep_2022
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3SJLT0W
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3LKtezB
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3SJLT0W
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3LKtezB
Utilisasi OSV Masih Rendah
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3CJthZl
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3LKtezB
https://cutt.ly/SNz90hB
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3CJthZl
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3LKtezB
https://cutt.ly/SNz90hB
👍3
Insight Pintarsaham.id Cabang Pintar Nyangkut
WINS_LK_30_Sep_2022.pdf
$WINS Ada Apa Denganmu?
WINS sudah rilis LK Q3 2022 dan ternyata rugi lagi.
https://cutt.ly/PNzNhxz
Revenue Naik 37,66% tapi beban pokok penjualan naik lebih tinggi lagi 38,94%.
Dengan demikian GPM juga turun dari 13,49% menjadi 12,68%.
Dengan Gross profit hanya 5,2 juta dollar kena hajar beban umum dan administrasi serta beban keuangan, langsung minus laba operasionalnya.
Padahal saat ini nyaris semua perusahaan oil dan gas pesta. Secara teori industri yang support OG (oil and gas) seperti industri OSV harusnya ikutan pesta juga. Tapi sayangnya pesta OSV belum terjadi. Penurunan GPM menunjukkan bahwa WINS tidak memiliki bargaining power yang cukup besar sebagai price maker. Malah nampaknya WINS hanya menjadi price taker.
Wajar saja kalau WINS masih jadi price taker karena nampaknya sisa - sisa oversupply masa lalu masih terasa. Terlihat dari utilisasi OSV yang masih <75%
https://cutt.ly/VNz3seb
Bagaimana dengan perusahaan OSV di negara lain?
Salah satu perusahaan OSV China yakni China Oilfield Services Ord Shs A atau COSL berhasil mencetak laba hingga Q2 2022. Kebetulan COSL punya 130 armada sedangkan WINS hanya 42 armada.
Mengapa COSL bisa cetak laba sedangkan WINS tidak bisa cetak laba? Silahkan masing - masing investor melakukan riset.
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
https://stockbit.com/post/9964453
WINS sudah rilis LK Q3 2022 dan ternyata rugi lagi.
https://cutt.ly/PNzNhxz
Revenue Naik 37,66% tapi beban pokok penjualan naik lebih tinggi lagi 38,94%.
Dengan demikian GPM juga turun dari 13,49% menjadi 12,68%.
Dengan Gross profit hanya 5,2 juta dollar kena hajar beban umum dan administrasi serta beban keuangan, langsung minus laba operasionalnya.
Padahal saat ini nyaris semua perusahaan oil dan gas pesta. Secara teori industri yang support OG (oil and gas) seperti industri OSV harusnya ikutan pesta juga. Tapi sayangnya pesta OSV belum terjadi. Penurunan GPM menunjukkan bahwa WINS tidak memiliki bargaining power yang cukup besar sebagai price maker. Malah nampaknya WINS hanya menjadi price taker.
Wajar saja kalau WINS masih jadi price taker karena nampaknya sisa - sisa oversupply masa lalu masih terasa. Terlihat dari utilisasi OSV yang masih <75%
https://cutt.ly/VNz3seb
Bagaimana dengan perusahaan OSV di negara lain?
Salah satu perusahaan OSV China yakni China Oilfield Services Ord Shs A atau COSL berhasil mencetak laba hingga Q2 2022. Kebetulan COSL punya 130 armada sedangkan WINS hanya 42 armada.
Mengapa COSL bisa cetak laba sedangkan WINS tidak bisa cetak laba? Silahkan masing - masing investor melakukan riset.
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
https://stockbit.com/post/9964453
Telegram
Insight Pintarsaham.id Cabang Pintar Nyangkut
WINS LK Q3 2022 30 Sep_2022
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3SJLT0W
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3LKtezB
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3SJLT0W
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3LKtezB
👍4
LAPORAN KEUANGAN PT GTSI TBK Q3 2022 - FINAL.pdf
3.5 MB
LAPORAN KEUANGAN PT GTSI TBK Q3 2022 - FINAL.pdf
LK Q3 2022 GTSI
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
LK Q3 2022 GTSI
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
👍5
Insight Pintarsaham.id Cabang Pintar Nyangkut
LAPORAN KEUANGAN PT GTSI TBK Q3 2022 - FINAL.pdf
Skydrugz Corner: LK Q3 2022 GTSI
https://pintarsaham.id/skydrugz-corner-lk-q3-2022-gtsi/
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
https://bit.ly/3SJLT0W
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
https://pintarsaham.id/skydrugz-corner-lk-q3-2022-gtsi/
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
https://bit.ly/3SJLT0W
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
pintarsaham.id
Skydrugz Corner: LK Q3 2022 GTSI
Skydrugz Corner: LK Q3 2022 GTSI LK Q3 2022 GTSI […]
Insight Pintarsaham.id Cabang Pintar Nyangkut
Skydrugz Corner: LK Q3 2022 GTSI https://pintarsaham.id/skydrugz-corner-lk-q3-2022-gtsi/ Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc https://cutt.ly/mBMgSj6 https://bit.ly/3SJLT0W http://bit.ly/3MhGBr6 https://bit.ly/3LsxlQJ https://bit.ly/3CJthZl
Jumlah LNG Tanker di seluruh dunia ada 700
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3SJLT0W
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
https://cutt.ly/iNxDe33
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3SJLT0W
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
https://cutt.ly/iNxDe33
PintarSaham
Disclaimer Skydrugz - PintarSaham
Disclaimer Skydrugz. Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli
Mayoritas LNG Tanker parkir di Eropa dengan menggunakan long term contract Karena Eropa takut kehabisan gas di musim dingin
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3SJLT0W
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
https://cutt.ly/5NxDWpr
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3SJLT0W
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
https://cutt.ly/5NxDWpr
PintarSaham
Disclaimer Skydrugz - PintarSaham
Disclaimer Skydrugz. Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli
👍3
Insight Pintarsaham.id Cabang Pintar Nyangkut
Mayoritas LNG Tanker parkir di Eropa dengan menggunakan long term contract Karena Eropa takut kehabisan gas di musim dingin Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc https://bit.ly/3SJLT0W http://bit.ly/3MhGBr6 https://bit.ly/3LsxlQJ https://bit.ly/3CJthZl http…
Harga Spot Price Tanker Gas Tembus 500rb dollar/hari
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
https://cutt.ly/dNxD2Mx
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
https://cutt.ly/dNxD2Mx
PintarSaham
Disclaimer Skydrugz - PintarSaham
Disclaimer Skydrugz. Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli
👍2
Insight Pintarsaham.id Cabang Pintar Nyangkut
Harga Spot Price Tanker Gas Tembus 500rb dollar/hari Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc https://cutt.ly/mBMgSj6 http://bit.ly/3MhGBr6 https://bit.ly/3LsxlQJ https://bit.ly/3CJthZl https://cutt.ly/dNxD2Mx
OSV baru direaktivasi karena harga minyak naik
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3SJLT0W
https://bit.ly/3LKtezB
https://cutt.ly/9NxFame
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3SJLT0W
https://bit.ly/3LKtezB
https://cutt.ly/9NxFame
PintarSaham
Disclaimer Skydrugz - PintarSaham
Disclaimer Skydrugz. Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli
Insight Pintarsaham.id Cabang Pintar Nyangkut
Skydrugz Corner: LK Q3 2022 GTSI https://pintarsaham.id/skydrugz-corner-lk-q3-2022-gtsi/ Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc https://cutt.ly/mBMgSj6 https://bit.ly/3SJLT0W http://bit.ly/3MhGBr6 https://bit.ly/3LsxlQJ https://bit.ly/3CJthZl
$GTSI versus $WINS
Sebenarnya kedua perusahaan ini tidak bisa dibandingkan karena segmen usahanya beda.
GTSI spesialisasi angkut gas sedangkan WINS spesialisasi OSV atau Offshore Vessel Support. Jadi memang tidak bisa dibandingkan.
Pembahasan tentang WINS sudah dibahas singkat di sini https://cutt.ly/bNxPXfN
Sedangkan pembahasan GTSI bisa cek di sini https://cutt.ly/UNxPBHl
Cuma kalau kita lihat nature bisnis, ternyata bisnis angkut gas memiliki margin laba lebih tebal jika dibandingkan dengan bisnis OSV. Padahal keduanya sama-sama hanya lah bisnis supporting untuk industri migas. Tapi industri angkutan gas sudah lebih dulu menikmati windfall dari rally harga migas sedangkan bisnis OSV masih struggling.
Mungkin saja industri OSV akan jadi late bloomer. Menjelang berakhirnya rally komoditas baru bisa mencetak laba sedangkan bisnis angkutan gas adalah early bloomer. Sejak awal siklus sudah bisa langsung cetak laba.
Salah satu penyebab LNG Tanker memiliki margin tebal adalah karena jumlah armada LNG di seluruh dunia masih terbatas yakni sekitar 700an kapal. https://cutt.ly/fNxDoPd
Dan mayoritas kapal - kapal tersebut kini parkir di Eropa https://cutt.ly/JNxDU6e.
Mayoritas kapal sudah dikontrak pakai long term contract di Eropa sehingga harga kapal yang pakai spot price menipis. Di Eropa harga sewa spot Tanker gas bisa mencapai 500rb dollar per hari.
Tapi nampaknya GTSI belum menikmati kenaikan harga tersebut. Kapal Tanker gas di Europe sudah pesta pora. Kontrak harga GTSI masih kontrak lama. Oleh karena itu GTSI harus cepat - cepat menyelesaikan FSRU mereka agar bisa renegotiate kontrak dengan harga baru.
Sedangkan untuk OSV, sekarang masih dalam fase recovery dari oversupply. Mereka baru mau reaktivasi lagi kapal - kapal yang sudah lama diistirahatkan. https://cutt.ly/4NxFfeI
Pada akhirnya bisnis Tanker gas dan OSV akan cetak laba tebal di masa depan jika oil stay di atas 60 dollar dalam jangka waktu lama.
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
https://bit.ly/3SJLT0W
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
https://stockbit.com/post/9964771
Sebenarnya kedua perusahaan ini tidak bisa dibandingkan karena segmen usahanya beda.
GTSI spesialisasi angkut gas sedangkan WINS spesialisasi OSV atau Offshore Vessel Support. Jadi memang tidak bisa dibandingkan.
Pembahasan tentang WINS sudah dibahas singkat di sini https://cutt.ly/bNxPXfN
Sedangkan pembahasan GTSI bisa cek di sini https://cutt.ly/UNxPBHl
Cuma kalau kita lihat nature bisnis, ternyata bisnis angkut gas memiliki margin laba lebih tebal jika dibandingkan dengan bisnis OSV. Padahal keduanya sama-sama hanya lah bisnis supporting untuk industri migas. Tapi industri angkutan gas sudah lebih dulu menikmati windfall dari rally harga migas sedangkan bisnis OSV masih struggling.
Mungkin saja industri OSV akan jadi late bloomer. Menjelang berakhirnya rally komoditas baru bisa mencetak laba sedangkan bisnis angkutan gas adalah early bloomer. Sejak awal siklus sudah bisa langsung cetak laba.
Salah satu penyebab LNG Tanker memiliki margin tebal adalah karena jumlah armada LNG di seluruh dunia masih terbatas yakni sekitar 700an kapal. https://cutt.ly/fNxDoPd
Dan mayoritas kapal - kapal tersebut kini parkir di Eropa https://cutt.ly/JNxDU6e.
Mayoritas kapal sudah dikontrak pakai long term contract di Eropa sehingga harga kapal yang pakai spot price menipis. Di Eropa harga sewa spot Tanker gas bisa mencapai 500rb dollar per hari.
Tapi nampaknya GTSI belum menikmati kenaikan harga tersebut. Kapal Tanker gas di Europe sudah pesta pora. Kontrak harga GTSI masih kontrak lama. Oleh karena itu GTSI harus cepat - cepat menyelesaikan FSRU mereka agar bisa renegotiate kontrak dengan harga baru.
Sedangkan untuk OSV, sekarang masih dalam fase recovery dari oversupply. Mereka baru mau reaktivasi lagi kapal - kapal yang sudah lama diistirahatkan. https://cutt.ly/4NxFfeI
Pada akhirnya bisnis Tanker gas dan OSV akan cetak laba tebal di masa depan jika oil stay di atas 60 dollar dalam jangka waktu lama.
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
https://bit.ly/3SJLT0W
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
https://stockbit.com/post/9964771
Telegram
Insight Pintarsaham.id Cabang Pintar Nyangkut
$WINS Ada Apa Denganmu?
WINS sudah rilis LK Q3 2022 dan ternyata rugi lagi.
https://cutt.ly/PNzNhxz
Revenue Naik 37,66% tapi beban pokok penjualan naik lebih tinggi lagi 38,94%.
Dengan demikian GPM juga turun dari 13,49% menjadi 12,68%.
Dengan Gross profit…
WINS sudah rilis LK Q3 2022 dan ternyata rugi lagi.
https://cutt.ly/PNzNhxz
Revenue Naik 37,66% tapi beban pokok penjualan naik lebih tinggi lagi 38,94%.
Dengan demikian GPM juga turun dari 13,49% menjadi 12,68%.
Dengan Gross profit…
👍5
Insight Pintarsaham.id Cabang Pintar Nyangkut
Photo
Skydrugz Corner: Arus Kas WINS Q3 2022
Di postingan sebelumnya sudah saya bahas mengenai revenue dan GPM WINS https://cutt.ly/nNxJrvQ
Tapi rasanya tidak adil kalau bahas LK WINS hanya dari laba dan rugi saja karena WINS adalah bisnis yang intensif menggunakan modal sehingga beban depresiasi sangat tinggi. Kapal yang didepresiasi hingga 20 tahun bisa menjadi beban tersendiri untuk perusahaan sehingga sulit cetak laba. Apalagi kalau kapal yang dibeli perusahaan adalah kapal baru yang dibeli ketika puncak siklus, itu biasanya harganya lebih premium ketimbang kapal yang dibeli ketika siklus oil lagi anjlok.
Jadi sebaiknya kita juga harus analisis arus kas WINS seperti yang sudah kita lakukan pada LK GTSI https://cutt.ly/QNxJH2M
Selengkapnya:https://pintarsaham.id/arus-kas-wins-39586-2/
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
https://bit.ly/3SJLT0W
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
$WINS $GTSI
Di postingan sebelumnya sudah saya bahas mengenai revenue dan GPM WINS https://cutt.ly/nNxJrvQ
Tapi rasanya tidak adil kalau bahas LK WINS hanya dari laba dan rugi saja karena WINS adalah bisnis yang intensif menggunakan modal sehingga beban depresiasi sangat tinggi. Kapal yang didepresiasi hingga 20 tahun bisa menjadi beban tersendiri untuk perusahaan sehingga sulit cetak laba. Apalagi kalau kapal yang dibeli perusahaan adalah kapal baru yang dibeli ketika puncak siklus, itu biasanya harganya lebih premium ketimbang kapal yang dibeli ketika siklus oil lagi anjlok.
Jadi sebaiknya kita juga harus analisis arus kas WINS seperti yang sudah kita lakukan pada LK GTSI https://cutt.ly/QNxJH2M
Selengkapnya:https://pintarsaham.id/arus-kas-wins-39586-2/
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
https://bit.ly/3SJLT0W
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
$WINS $GTSI
Telegram
Insight Pintarsaham.id Cabang Pintar Nyangkut
$WINS Ada Apa Denganmu?
WINS sudah rilis LK Q3 2022 dan ternyata rugi lagi.
https://cutt.ly/PNzNhxz
Revenue Naik 37,66% tapi beban pokok penjualan naik lebih tinggi lagi 38,94%.
Dengan demikian GPM juga turun dari 13,49% menjadi 12,68%.
Dengan Gross profit…
WINS sudah rilis LK Q3 2022 dan ternyata rugi lagi.
https://cutt.ly/PNzNhxz
Revenue Naik 37,66% tapi beban pokok penjualan naik lebih tinggi lagi 38,94%.
Dengan demikian GPM juga turun dari 13,49% menjadi 12,68%.
Dengan Gross profit…
👍2
GDP Growth US 2022
Q1 Q2 recession
Q3 bounce back to Growth
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
https://bit.ly/3SJLT0W
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
Q1 Q2 recession
Q3 bounce back to Growth
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
https://bit.ly/3SJLT0W
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
GDP Growth China
No recession
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
https://bit.ly/3SJLT0W
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
No recession
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
https://bit.ly/3SJLT0W
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
Insight Pintarsaham.id Cabang Pintar Nyangkut
GDP Growth China No recession Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc https://cutt.ly/mBMgSj6 https://bit.ly/3SJLT0W http://bit.ly/3MhGBr6 https://bit.ly/3LsxlQJ https://bit.ly/3CJthZl
GDP Growth Germany 2022
No Recession
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
https://bit.ly/3SJLT0W
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
No Recession
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
https://bit.ly/3SJLT0W
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
Insight Pintarsaham.id Cabang Pintar Nyangkut
GDP Growth Germany 2022 No Recession Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc https://cutt.ly/mBMgSj6 https://bit.ly/3SJLT0W http://bit.ly/3MhGBr6 https://bit.ly/3LsxlQJ https://bit.ly/3CJthZl
GDP Growth India 2022
No recession
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
https://bit.ly/3SJLT0W
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl
No recession
Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://cutt.ly/mBMgSj6
https://bit.ly/3SJLT0W
http://bit.ly/3MhGBr6
https://bit.ly/3LsxlQJ
https://bit.ly/3CJthZl