Pada akhirnya dewasa itu bukan lagi tentang usia, melainkan memahami bagaimana cara manusia menghargai perasaan manusia.
Bahkan aku rela mengucapkan kata maaf beribu kali hanya karna aku takut kehilanganmu.
Kamu boleh mengagumi nya, tapi jangan harap untuk memilikinya.
Yang hadir belum tentu takdir, jadi batasi harapan mu karena terlalu berharap taruhannya kecewa.
Tuhan hanya memberimu kesempatan untuk mengenalnya, bukan memilikinya.
Ternyataa nyaman itu jebakan, buktinyaa aku terjebak antara menunggumu atau merelakanmu.
Sebaik apapun cara berpamitan perpisahan tetap hal yang paling menyakitkan.