π™Žπ™€ β€” π˜½π™€π™π˜Όπ™‰π˜Ώπ˜Ό
11 subscribers
3 photos
1 video
6 links
Tempat nongkrong sembari ngeteh selain di depan Indomaret pukul 02.00 dini hari.
Download Telegram
Lirik ini tuh terkadang jadi sumber harapan yang tiba-tiba muncul ketika sebenernya ga ada lagi harapan untuk itu.
Selama dengar lagu ini sering terpikirkan, "Apakah bisa diperbaiki hubungan antara anak dan ayah untuk kedepannya?" atau "Masih ada kesempatan kah untuk Ayah mencintai Ibu lebih baik lagi?"
Bagi sebagian orang, lagu ini sebatas angan-angan kecil ditengah beberapa harapan yang sudah hampir bertemu jalan buntu.
Kalau diibaratkan, lagu ini tuh kaya setitik cahaya yang nerobos masuk ke dalam gua, yang berbagai sisinya tertutup reruntuhan.
Lagu ini termasuk jadi salah satu favoritku. Bukan karena liriknya yang relate denganku, tapi karena lagu itu berhasil membangun harapan kecil dalam diriku.
Lagunya beneran bikin ngantuk, sih. Cocok buat yang susah tidur. Suara Sita juga adem banget. Mungkin tipikal lagunya kaya folklore gitu, ya?
Lagunya menceritakan tentang seekor anak sapi yang mau di bawa ke tempat penjagalan. Sepanjang jalan, anak sapi itu gelisah mikirn kalau hidup dia udah ga lama lagi.
Di tengah perjalanan, dia liat ke langit. Di langit ada sepasang burung walet yang terbang dengan bebas. Dia iri, dia juga mau bebas.
Terus dia berkata kepada pemiliknya yang sedang memegangi tali kendalinya, "aku ingin merasakan bebas seperti burung walet itu."
Si pemilik menjawab, "Ya suruh siapa kamu terlahir sebagai anak sapi. Kenapa tidak terlahir saja sebagai anak burung walet agar bisa bebas." Dan si anak sapi pun terdiam.
Ini tuh ya, kalau kita tarik artinya dan mengambil kejadian yang ada disekitar kita. Itu sama aja kaya pertanyaan, "kenapa aku ga terlahir seperti mereka?"
Kelahiran memang tidak bisa diprediksi. Tapi mungkin jalan hidup kedepannya yang bisa kita rubah. Tapi, tau ga posisi anak sapi ini gimana?
Anak sapi itu adalah bentuk representasi dari seseorang yang benar-benar terikat takdir dan gabisa lepas dari takdirnya. Representasi dari sosok yang disuruh untuk nerima takdirnya aja tanpa ngeluh. Ngeluh sedikit aja, langsung dipertanyakan kenapa ngeluh.
Okay, katakanlah dia biasa memberontak, apakah ujungnya dia akan selamat?
Tidak. Ujungnya tetap dia akan mati. Bahkan waktu kematiannya lebih cepat.
Lagu Donna Donna memang lagu yang pas sebagai penghantar tidur karena alunan nandanya. Tapi apakah pas dengan liriknya yang begitu dalam sampai membuat kita berpikir secara berkepanjangan?
How the winds are laughing,
they laugh with all their might.
Laugh and laugh the whole day through,
and half the summer's night.

Donna, Donna, Donna, Donna; Donna, Donna, Donna, Don.
Donna, Donna, Donna, Donna; Donna, Donna, Donna, Don.