Scaleup Club
5.03K subscribers
80 photos
1 video
4 files
94 links
Internet Marketer, Business Coach, & Entrepreneur. You can find more about me here: http://scaleup.club
Download Telegram
Langkah ini sederhana, dan membuat Anda lebih terstruktur dalam beriklan.

Memang, beriklan ini hal yang sering dianggap sepele. Tapi kalau mau menjadi seorang profesional, Anda jangan bermain seperti seorang amatir.

Ingat bahwa ketika beriklan, kita harus punya mindset sukses. Yakinlah bahwa ketika sedang beriklan, Anda sedang menarik jutaan orang untuk membeli produk Anda (mindset by Eka Bagus).

Amateurs practice till they can get it right, Pro practice till they can't get it wrong. Amatir berlatih sampai ia mampu melakukannya dengan benar, pro berlatih sampai ia mampu melakukannya dengan tanpa kesalahan.
Mindset anda terhadap FB ads, akan menentukan level Anda. Kalau anda berpikir, FB ads bisa memberikan 10 juta sebulan, Anda benar. Tapi kalau Anda punya mindset, FB ads bisa mendatangkan 2M sebulan, Anda juga benar!
Balik lagi ke masalah split testing, saya ingin menegaskan bahwa penting kita memiliki persepsi bahwa split testing itu adalah split testing audience (dengan background saya sebagai advertiser physical product, bukan CPA atau industri yang lain)
Hukum-hukum split testing audience (versi saya) :

1: Audience jangan beririsan
2: Audience yang mirip kelompokkan
3: Audience yang beda jauh, jangan disatukan
4: Spent sejumlah budget untuk mengenali ketertarikan audience terhadap produk Anda sampai Anda benar-benar yakin atas respon audience tersebut
Pengalaman :
===========-

Saya pernah mengiklankan sebuah jam untuk wanita. Saat saya mulai memetakan audience, terus terang saya bingung, karena data analisis market yang belum mendalam.

Saya nggak pernah masuk dalam forum-forum produk ini, saya nggak pernah meluangkan waktu seharian untuk mempelajari karakter audience nya, pengennya cepet aja kejual dan laku.

Apa yang terjadi? 2 juta hangus.

Saya lakukan hal yang sama berikutnya terhadap produk lain. Hangus lagi. Sampai 10 juta in total.

Lalu saya mikir, kesalahannya dimana..

Saya memilih untuk mulai koreksi diri sendiri, bukan koreksi FB.

Ternyata masalahnya adalah, saya nggak pernah benar-benar meluangkan waktu mempelajari audience.

Sejak itu, saya punya prinsip yang saya bilang diatas. Saya nggak akan mulai pasang iklan, kalau saya nggak benar-benar yakin dengan kelompok-kelompok audience yang saya bangun.

Yakin terhadap apa? Yakin terhadap keseragaman sifat-sifat di dalamnya, bukan yakin pasti laku.
Kalau Anda yakin dengan karakter audience nya, saat Anda sudah mengeluarkan budget anggaplah 1 juta rupiah untuk memahami 1 juta audience, lalu kemudian audience itu tidak merespon, maka Anda bisa langsung mengambil kesimpulan.

Tapi kalo audience nya tumpang tindih, nggak dirancang sejak awal, saat ada data yang masuk, maka akan terjadi "noise" alias data-data yang tidak bermakna apa-apa (karena nggak bisa diambil kesimpulannya)
Jadi langkahnya :

1. Bikin dulu saved audience
2. Terapkan hukum-hukum itu yang diatas
3. Simpan semua, lalu iklankan satu audience 1 adset
Langkah alternatif kalau produk dengan audience sangat luas:

1. Bikin saved audience berdasarkan umur,
2. Iklankan
Ini cara saya. Bisa jadi nggak cocok dengan gaya Anda. Silakan menemukan gayanya masing-masing, tangkap saja intinya dari pembahasan saya mengenai split testing : Jangan ada overlapping saat sedang split test. Dah itu aja digarisbawahi.

Jangan tanya lagi di PM gimana cara split testing πŸ˜‚
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Demikian sharing dini hari menjelang subuh, kalau ada yang cocok dengan gaya dan pola pikir Anda, silakan dipakai dan diterapkan.

Memang isi channel saya kebanyakan mindset, karena kalau masalah teknis, kita tinggal buka Facebook Help aja udah ketemu. (Sesuai petunjuk EBNP Way)
Iseng-iseng saya sedikit ngulik audience overlap untuk memberikan insight perilaku masyarakat Indonesia. Kali ini menggunakan interest yang sangat populer di Indonesia, yaitu interest politik
Anda lihat perilaku masyarakat Indonesia, ada sekitar 6,3 juta dari 11 juta (sekitar 57%) dari pendukung jokowi, yang juga suka prabowo
Maksudnya, orang Indonesia apa aja di LIKE. Mau dia suka Prabowo, ataupun Jokowi, cenderung di LIKE-in. Jadi kalau bikin targeting di audience Indonesia, harus cermat-cermat.

Kalau Anda mau mengambil keuntungan dari orang yang suka Jokowi, maka sebaiknya setting interestnya bukan hanya suka Jokowi, tapi juga EXCLUDE orang yang suka Prabowo. Ini poin saya. Gunakan EXCLUDE untuk menambah tajamnya audience
===============
US Market Insight
===============

Dulu saya pernah sharing ini, entah dimana lupa, sepertinya di FB 😁

1. Upah rata2 $60,000/yr
2. Lunch $10-20
3. Penduduk aktif di fb 200-300jutaan (Indo hanya sekitar 50jt)
4. Pembayaran online sdh umum 80% Paypal/CC
5. Budaya konsumtif tinggi
6. Mata uang termasuk 3 tertinggi dunia
7. Perilaku belanja terprediksi
Kalau hanya untuk membeli items seharga $30-80 di online, kecenderungannya malah TAKUT. Mereka sering komentar di forum: Please do the math. If it doesn't make sense, don't buy!

$20 + free shipping itu gak masuk akal mereka (cuma masuk akal kita) 😁
Jadi sy cuma mau bilang, market manapun asal ditekuni bisnisnya dgn serius, pasti jadi uang.

Dah gitu aja, selamat istirahat ☺️
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Pagi semua..

Saya barusan split testing di salah satu platform jualan merchandise di US, spent sekitar 2 juta, dan hasilnya ternyata zero secara sales. Hehehehe..

Tapi...

1/ Saya ketemu audience yang cukup merespon dengan baik, menyumbang banyak interaksi & tentunya lebih murah daripada audience yang lain (yang saya pikir lebih baik).

2/ Saya dapat pixel yang bisa membantu saya membangun proses optimisasi iklan


Kuncinya split testing & terus "refining your audience".

===

Besok saya akan report lagi perkembangan iklan saya.. πŸ˜€