28/ Artinya mulai belajar nyetok sendiri, belajar regulasi bisnis di US, dsb
29/ Tapi every single second is worth it. Sama dengan bisnis lain. Toko online lokal pun, besar banget potensinya
30/ Alibaba, Amazon, semua mau masuk indonesia. Artinya ada potensi besar yang mereka lihat di Indonesia
31/ Nah, balik lagi ke shopify, saya tekankan lagi, kuncinya pengiriman cepat, konsumen puas dengan barangnya. Kalau ada 1-5% yang nggak puas, itu wajar dalam semua bisnis.
32/ Mengenai teknis FB ads, sama aja dengan di lokal. Hanya saja budgetnya memang berbeda. Jauh lebih tinggi
33/ Teknis-teknis itu bisa dipelajari sambil jalan. Yang paling krusial ada di mindset kita. Betul-betul akan terjun ke dalam bisnis tersebut apa nggak?
34/ Mudah-mudahan setelah ini yang mau menekuni market internasional bener-bener punya niat bulat untuk maju atau nggak sama sekali. Bukan anak-anak alay yang mudah tergiur SS terus pindah haluan dan coba-coba (seperti saya dulu).
Langkah-langkah menemukan Winning Campaign » http://www.scaleup.club/yang-terpenting-untuk-menemukan-winning-campaign/
SCALE UP CLUB
Yang Terpenting Untuk Menemukan Winning Campaign
Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang paling sering saya terima, selama berkecimpung dalam dunia FB ads: “Gimana caranya menemukan winning campaign?” Jawabannya simpel saja, lakukan ite…
[Out Of Topic] Oleh-oleh dari USA. Silakan disimak.. https://youtu.be/V8VF9Tt0YlE
YouTube
Oleh-oleh dari USA
Agustus lalu saya mengadakan perjalanan bisnis ke US, dan menyempatkan diri untuk jalan-jalan. Silakan disimak.
Sore semua..
1/ Semua platform apapun melakukan improvement/perbaikan dengan pola yang sama : pertama kuantitas, menuju ke kualitas. Apa maksudnya?
1/ Semua platform apapun melakukan improvement/perbaikan dengan pola yang sama : pertama kuantitas, menuju ke kualitas. Apa maksudnya?
2/ facebook ads, dulu mengandalkan banyaknya advertiser, masifnya iklan, yang penting kuantitasnya. Namun sekarang, sudah mulai melihat kualitas. Semua kualitas yang diukur. Kualitas iklan, kualitas advertiser, dsb.
3/ Google pun sama. Untuk me-ranking keywords, dulu mungkin cukup dengan stuffing keywords. Asal masif dan banyak, backlink brutal, bisa ranking. Namun sekarang, dilihat satu-satu mulai kontennya, backlink-nya, dsb.
4/ Narasi besarnya adalah Quality over Quantity. Dan sudah menjadi naluri bahwa manusia mencari kualitas yang terbaik.
5/ Kuantitas adalah sesuatu yang scalable. Namun kualitas, tidak semudah itu. Dibutuhkan effort yang besar untuk membuat ads berkualitas, offer yang berkualitas, konten yang berkualitas. Dan sudah menjadi hukum alam, effort tidak bisa semudah itu diduplikasi
6/ Makanya saya sering merenung, apakah kita sebagai anak IM mau terus menerus mengandalkan kuantitas? Spam, klonengan, auto-generate, dsb.
7/ Kenapa nggak kita mulai dari membangun sesuatu yang orang lain malas membangunnya.
- Membangun toko online yang stok sendiri, produk sendiri, tentulah susah dan malas.
- Membangun website yang authority, dipercaya, dikenal orang, apalagi! Males lah harus bertahun-tahun membangunnya!
- Membangun toko online yang stok sendiri, produk sendiri, tentulah susah dan malas.
- Membangun website yang authority, dipercaya, dikenal orang, apalagi! Males lah harus bertahun-tahun membangunnya!
8/ Dalam buku Get Smart (How to think and act like the most successful and highest-paid people in every field), Brian Tracy mengatakan dalam bab pertama, ciri khas orang-orang sukses yang paling mencolok adalah adanya Long Term Perspective. Perspektif jangka panjang. Bukan untuk makan hari ini saja, tapi sampai seterusnya & selamanya
9/ Makanya orang-orang ini dengan ketekunannya, menurut pengamatan saya, jarang tergiur dengan kehidupan orang lain
10/ Karena mereka sibuk hidup dalam kerja membangun visi besarnya, bukan sibuk minta SS nya mastah!