Scaleup Club
5.04K subscribers
80 photos
1 video
4 files
94 links
Internet Marketer, Business Coach, & Entrepreneur. You can find more about me here: http://scaleup.club
Download Telegram
24/ Toko online lokal, kelebihannya justru di cashflow. Langsung cash di awal. Tapi ada ribetnya, membangun SDM. Makanya SaleStock mati-matian investasi di pengembangan SDM. Tandanya mereka cuma siap dengan 1 kemungkinan: Menang.
25/ Kalo toko online lokal, jiwa-jiwa service-nya harus bener-bener dikuatkan di awal, karena proses scaleup nya menambah CS
26/ Kalo shopify, cashflow yang jadi badainya. Untung sih besar, tapi ditahan paypal. Untung sih besar, tapi tiba-tiba kena refund semua sama payment gateway karena suspicious. Untung gede, tapi setelah barang sampe, di chargeback sama customer
27/ Di Shopify yang paling penting adalah konsumen puas dengan barangnya, dan sampenya cepet. Kalau masih belajar awal untuk memahami market US, kita bisa dropship dulu. Tapi kalau mau serius di Shopify sampe bener-bener bisa dapet kayak orang-orang di luar sana $5M per bulan, gak mungkin dropship.
28/ Artinya mulai belajar nyetok sendiri, belajar regulasi bisnis di US, dsb
29/ Tapi every single second is worth it. Sama dengan bisnis lain. Toko online lokal pun, besar banget potensinya
30/ Alibaba, Amazon, semua mau masuk indonesia. Artinya ada potensi besar yang mereka lihat di Indonesia
31/ Nah, balik lagi ke shopify, saya tekankan lagi, kuncinya pengiriman cepat, konsumen puas dengan barangnya. Kalau ada 1-5% yang nggak puas, itu wajar dalam semua bisnis.
32/ Mengenai teknis FB ads, sama aja dengan di lokal. Hanya saja budgetnya memang berbeda. Jauh lebih tinggi
33/ Teknis-teknis itu bisa dipelajari sambil jalan. Yang paling krusial ada di mindset kita. Betul-betul akan terjun ke dalam bisnis tersebut apa nggak?
34/ Mudah-mudahan setelah ini yang mau menekuni market internasional bener-bener punya niat bulat untuk maju atau nggak sama sekali. Bukan anak-anak alay yang mudah tergiur SS terus pindah haluan dan coba-coba (seperti saya dulu).
35/ End
Sore semua..

1/ Semua platform apapun melakukan improvement/perbaikan dengan pola yang sama : pertama kuantitas, menuju ke kualitas. Apa maksudnya?
2/ facebook ads, dulu mengandalkan banyaknya advertiser, masifnya iklan, yang penting kuantitasnya. Namun sekarang, sudah mulai melihat kualitas. Semua kualitas yang diukur. Kualitas iklan, kualitas advertiser, dsb.
3/ Google pun sama. Untuk me-ranking keywords, dulu mungkin cukup dengan stuffing keywords. Asal masif dan banyak, backlink brutal, bisa ranking. Namun sekarang, dilihat satu-satu mulai kontennya, backlink-nya, dsb.
4/ Narasi besarnya adalah Quality over Quantity. Dan sudah menjadi naluri bahwa manusia mencari kualitas yang terbaik.
5/ Kuantitas adalah sesuatu yang scalable. Namun kualitas, tidak semudah itu. Dibutuhkan effort yang besar untuk membuat ads berkualitas, offer yang berkualitas, konten yang berkualitas. Dan sudah menjadi hukum alam, effort tidak bisa semudah itu diduplikasi
6/ Makanya saya sering merenung, apakah kita sebagai anak IM mau terus menerus mengandalkan kuantitas? Spam, klonengan, auto-generate, dsb.