1/ Sudah saya bahas ya tadi
2/ Ciri-ciri kolamnya/produknya/gambarnya salah: respon market jelek, orang nggak mau nge klik. Akibatnya? CTR pasti rendah. Dampak lainnya RS rendah. Konsekuensinya, iklan mahal.
Kalau masalah di copywriting, biasanya bermanfaat nanti untuk membuat iklan makin efisien. Orang lebih tertarik dengan gambar daripada kata-kata. Kalau gambar sudah bener, baru kata-kata nanti diperbaiki lagi
2/ Ciri-ciri kolamnya/produknya/gambarnya salah: respon market jelek, orang nggak mau nge klik. Akibatnya? CTR pasti rendah. Dampak lainnya RS rendah. Konsekuensinya, iklan mahal.
Kalau masalah di copywriting, biasanya bermanfaat nanti untuk membuat iklan makin efisien. Orang lebih tertarik dengan gambar daripada kata-kata. Kalau gambar sudah bener, baru kata-kata nanti diperbaiki lagi
(( Karena banyak yang pm katanya nyasar, saya ganti nama channelnya jadi Scale Up aja, sesuai dengan domainnya ๐ ))
Relevance Score itu munculnya kalau sudah 500 jangkauan. Kalau sudah 1000 jangkauan, tapi RS 1 atau 2, saya nggak mau di PHP in FB dengan berharap akan naik jadi 10. Karena pengalaman pribadi, nggak pernah ada RS 1 atau 2 jadi 10 ๐ญ๐ญ
Saya lebih baik move on, mengoptimasi dengan image lain, mempelajari audience, daripada nungguin iklan RS 1/2 jadi 10 sambil harap harap cemas
1/ Campaign bisa saturated? Bisa banget. Tapi saya pernah lihat iklan seorang teman yang sudah 1 tahun nggak diganti, masih tetap konversi. Setelah saya pelajari, memang market yang dia kerjakan sedikit kompetitor dan produknya memang dibutuhkan terus.
2/ Insight sementara yang saya dapatkan, semakin banyak kompetitor, semakin cepat saturated.
3/ Custom audience bisa murah? Bisa. Pertama dipahami dulu, apa itu custom audience. Custom audience itu hanya bisa didapatkan dari traffic real, atau database real. Dengan kata lain, custom audience itu masuk dalam kategori WARM MARKET. Orang yang sudah pernah berhubungan dengan kita, dan kita sudah tahu perilakunya (misal orang yang belanja di toko kita)
4/ Iklan sudah harus dioprek, tanda-tandanya yang paling gampang, profitnya turun ๐
2/ Insight sementara yang saya dapatkan, semakin banyak kompetitor, semakin cepat saturated.
3/ Custom audience bisa murah? Bisa. Pertama dipahami dulu, apa itu custom audience. Custom audience itu hanya bisa didapatkan dari traffic real, atau database real. Dengan kata lain, custom audience itu masuk dalam kategori WARM MARKET. Orang yang sudah pernah berhubungan dengan kita, dan kita sudah tahu perilakunya (misal orang yang belanja di toko kita)
4/ Iklan sudah harus dioprek, tanda-tandanya yang paling gampang, profitnya turun ๐
Saya pribadi menggunakan iklan running all day. FB sendiri membagi reach kita secara proporsional kok, di jam jam rame, reach akan tinggi. Di jam sepi, reach juga turun. Kita bisa mempelajari di karakter market kita, seperti biasa, di breakdown menu, sudut kanan atas.
Kalau sudah pernah mengalami market yang lagi grow, pasti akan bisa merasakan market yang lagi down. Ini sulit dikasitau, karena sifatnya intuisi. Saya sendiri beberapa kali sering meleset. Tapi indikator yang paling umum biasanya postingan kita minim interaksi, iklan mahal, padahal kalau kita cek di web-web referensi, produknya laku keras
Maaf baru saya sambung, tadi ada tamu datang dari luar kota, terpaksa tertunda sejenak
Untuk iklan lokal sama saja, tinggal parameter klik diganti dengan engagement. Hanya saja, untuk iklan lokal, ada faktor X tambahan yakni di customer service.
Iklan PE, yang menjadi outcome adalah tingginya engagement. Diharapkan dengan engagement yang tinggi, banyak orang yang aware dengan konten iklan kita, dan berdampak tinggi terhadap penjualan.
Stop kalau reach sudah menyentuh sekitar 3000-4000 namun tidak ada sales sama sekali atau leads minim.
Stop kalau reach sudah menyentuh sekitar 3000-4000 namun tidak ada sales sama sekali atau leads minim.
Kalau menurut FB, 100 sudah cukup. Kalau bicara ideal, semakin banyak tentunya semakin bagus. Untuk tahap awal, dari yang 100 saja sudah cukup
Barusan sahabat saya, @gesafalugon, owner dari Ramesia Mesin (perusahaan distribusi mesin-mesin food processing & packaging untuk UKM terbesar di Indonesia), memberikan insight yang cukup menarik. Dia bilang bahwa kegiatan advertising itu mirip dengan kegiatan investasi, bahkan lebih menarik.
Hal ini sama dengan insight yang pernah saya dapatkan dari founder Action Coach, Brad Sugars. Dia bilang bahwa beriklan itu sudut pandangnya haruslah investasi. Kalau dianggap sebagai expenses/pengeluaran, maka kita akan punya mindset mengencangkan ikat pinggang, yang akibatnya malah jadi sedikit berinvestasi.
Sekian channel malam ini, selamat beriklan yah ๐
Hal ini sama dengan insight yang pernah saya dapatkan dari founder Action Coach, Brad Sugars. Dia bilang bahwa beriklan itu sudut pandangnya haruslah investasi. Kalau dianggap sebagai expenses/pengeluaran, maka kita akan punya mindset mengencangkan ikat pinggang, yang akibatnya malah jadi sedikit berinvestasi.
Sekian channel malam ini, selamat beriklan yah ๐
Sore semuanya.. Cuma mau meng-update. Kemarin saya share mengenai analisa data, dalam konteks iklan click to website & website conversion (2 objective yang paling sering saya gunakan).
Saya lupa kalau banyak diantara teman-teman yang juga memanfaatkan objective Page Post Engagement / Boost Post.
Bagi saya indikator baiknya iklan PE adalah engagement yang tinggi sehingga berdampak harga iklan PE yang murah. Namun iklan yang murah tetap saja tidak akan bernilai kalau tidak ada konversi terhadap penjualan
Saya lupa kalau banyak diantara teman-teman yang juga memanfaatkan objective Page Post Engagement / Boost Post.
Bagi saya indikator baiknya iklan PE adalah engagement yang tinggi sehingga berdampak harga iklan PE yang murah. Namun iklan yang murah tetap saja tidak akan bernilai kalau tidak ada konversi terhadap penjualan