Scaleup Club
5.04K subscribers
80 photos
1 video
4 files
94 links
Internet Marketer, Business Coach, & Entrepreneur. You can find more about me here: http://scaleup.club
Download Telegram
10/ Terakhir Purchase & Cost per Purchase. Ini lah yang terpenting. Iklan Anda memberi berapa purchase & berapa cost nya, apakah untung/rugi, terlihat dari sini
11/ Ada lagi data-data analisis yang bisa Anda extract setelah campaign berjalan semingguan. Diantaranya, pola jangkauan dalam 1 minggu, umur berapa yang paling memberikan Anda omset, dan gender. Semua data ini bisa Anda dapatkan dalam menu breakdown di sudut kanan atas
12/ Biasanya saya import semua data itu, lalu saya plotting di excel. Untuk mempelajari ini kadang bisa 3-4 jam, sambil direnungkan. Setelah proses ini, kita akan dapat insight baru mengenai apa yang harus di tweak. Apakah landing page, apakah audience, dsb
13/ Sebagai contoh, tadi malam saya tweak sebuah iklan, dapat insight baru bahwa ternyata saya bermain di kolam yang salah (audience kurang tepat). Dengan hanya menggeser umur & objective iklan, hasilnya naik sekitar 100-200%
14/ Maksud saya, hal terpentingnya adalah kita perlu memberi waktu buat diri kita untuk berpikir & mengeksplor kreativitas dengan logika. Semakin sering Anda melakukannya, maka akan semakin sensitif terhadap perubahan. Inilah hal yang gak bisa diajarkan
15/ Walaupun Anda membayar course ribuan dollar, sensitivitas ini tetap tidak bisa dikuasai dalam hitungan jam atau hari. Butuh jam terbang. Setiap orang nanti akan memiliki gaya permainannya sendiri
16/ Oya maaf ada yang ketinggalan mengenai data penting, yaitu Relevance Score. Jika iklan Anda baru tayang dan mendapat RS 1 atau 2, saran saya matikan saja nggak usah tunggu hari-hari
17/ RS yang masih bisa ditunggu adalah sekitar 6 keatas. Masih ada potensi naik sekitar 7 atau 8. RS ini mencerminkan keberterimaan iklan kita di mata audience. Makin rendah, makin gak relevan. Budget sdh pasti akan boncos
18/ Kira-kira demikian mengenai data-data penting yang bisa saya share. Pertanyaan boleh di facebook, mention saya aja, nanti sy bahas disini setelah Jumatan
Pembahasan :

0/ Sekalian meng-update sharing saya sebelumnya, konteksnya menggunakan objective yang berhubungan dengan klik ke website. Agak beda memang parameter antara objective post engagement dan klik ke website.

1/ CTR yang bagus, tergantung objective ya. Kalau objective post engagement, angka segitu sudah cukup lumayan, 7-13%. Kalau objective click to website dkk, itu udah bagus banget. Biasanya cuma 2-3%. Dibawah itu, biasanya iklannya agak agak mepet atau malah rugi

2/ RS di level Campaign » Adset » Ads; cari Relevance Score. Biasanya sudah default itu di level ads.

3/ Reach yang standar, untuk market indo, 10% dari budget rupiah. Untuk market US, 1% dari budget rupiah. Ini patokan umum aja

4/ CPM (cost per mille) bisa dilihat sebagai komparasi aja. Biasanya yang sering lihat CPM kalau iklannya pakai PPE (yang menitikberatkan pada luas jangkauan). Tapi bisa jadi iklan klik ke website juga pake pertimbangan CPM. Saya pribadi, jarang mantau CPM.
1/ Sudah saya bahas ya tadi

2/ Ciri-ciri kolamnya/produknya/gambarnya salah: respon market jelek, orang nggak mau nge klik. Akibatnya? CTR pasti rendah. Dampak lainnya RS rendah. Konsekuensinya, iklan mahal.

Kalau masalah di copywriting, biasanya bermanfaat nanti untuk membuat iklan makin efisien. Orang lebih tertarik dengan gambar daripada kata-kata. Kalau gambar sudah bener, baru kata-kata nanti diperbaiki lagi
Channel name was changed to «Scale Up»
(( Karena banyak yang pm katanya nyasar, saya ganti nama channelnya jadi Scale Up aja, sesuai dengan domainnya 😂 ))
Relevance Score itu munculnya kalau sudah 500 jangkauan. Kalau sudah 1000 jangkauan, tapi RS 1 atau 2, saya nggak mau di PHP in FB dengan berharap akan naik jadi 10. Karena pengalaman pribadi, nggak pernah ada RS 1 atau 2 jadi 10 😭😭
Saya lebih baik move on, mengoptimasi dengan image lain, mempelajari audience, daripada nungguin iklan RS 1/2 jadi 10 sambil harap harap cemas
1/ Campaign bisa saturated? Bisa banget. Tapi saya pernah lihat iklan seorang teman yang sudah 1 tahun nggak diganti, masih tetap konversi. Setelah saya pelajari, memang market yang dia kerjakan sedikit kompetitor dan produknya memang dibutuhkan terus.

2/ Insight sementara yang saya dapatkan, semakin banyak kompetitor, semakin cepat saturated.

3/ Custom audience bisa murah? Bisa. Pertama dipahami dulu, apa itu custom audience. Custom audience itu hanya bisa didapatkan dari traffic real, atau database real. Dengan kata lain, custom audience itu masuk dalam kategori WARM MARKET. Orang yang sudah pernah berhubungan dengan kita, dan kita sudah tahu perilakunya (misal orang yang belanja di toko kita)

4/ Iklan sudah harus dioprek, tanda-tandanya yang paling gampang, profitnya turun 😁