===================
Data Penting dalam FB ads
===================
1/ Data adalah bagian terpenting dalam beriklan. Salah dalam menerjemahkan data, maka akan salah pula mengambil keputusan
Data Penting dalam FB ads
===================
1/ Data adalah bagian terpenting dalam beriklan. Salah dalam menerjemahkan data, maka akan salah pula mengambil keputusan
2/ Banyak advertiser, sangat banyak bahkan, yang asal-asalan dalam membaca data. Akibatnya, selalu bingung saat scaleup
3/ Apakah membaca data bisa diajarkan? Secara umum bisa. Seperti halnya melukis. Bisa diajarkan. Tapi apakah hasilnya akan bagus? Itu tergantung dari jam terbang & keterampilan
4/ Jalan satu-satunya menguasai keterampilan membaca data adalah dengan meningkatkan jam terbang Anda memasang iklan
6/ Pertama, Reach. Hal pertama yang selalu saya lihat ketika membuka dashboard iklan adalah reach. Reach menggambarkan performa iklan Anda normal atau tidak
7/ Kalau reach Anda dibawah patokan umum, sudah pasti iklan Anda bermasalah
8/ Kedua, CTR. Mungkin banyak advertiser yang agak berbeda disini, tapi saya lebih suka lihat CTR. CTR = Click-through Ratio. Rasio perbandingan klik terhadap impresi. Jika CTR Anda tinggi, maka kinerja ad image/copywriting/landing post Anda sudah bagus
9/ Ketiga, harga CPC dari iklan Anda. Semakin rendah tentu relatif bagus, tapi belum tentu memberikan Anda profit. Klik murah tapi nggak ada penjualan buat apa kan?
10/ Terakhir Purchase & Cost per Purchase. Ini lah yang terpenting. Iklan Anda memberi berapa purchase & berapa cost nya, apakah untung/rugi, terlihat dari sini
11/ Ada lagi data-data analisis yang bisa Anda extract setelah campaign berjalan semingguan. Diantaranya, pola jangkauan dalam 1 minggu, umur berapa yang paling memberikan Anda omset, dan gender. Semua data ini bisa Anda dapatkan dalam menu breakdown di sudut kanan atas
12/ Biasanya saya import semua data itu, lalu saya plotting di excel. Untuk mempelajari ini kadang bisa 3-4 jam, sambil direnungkan. Setelah proses ini, kita akan dapat insight baru mengenai apa yang harus di tweak. Apakah landing page, apakah audience, dsb
13/ Sebagai contoh, tadi malam saya tweak sebuah iklan, dapat insight baru bahwa ternyata saya bermain di kolam yang salah (audience kurang tepat). Dengan hanya menggeser umur & objective iklan, hasilnya naik sekitar 100-200%
14/ Maksud saya, hal terpentingnya adalah kita perlu memberi waktu buat diri kita untuk berpikir & mengeksplor kreativitas dengan logika. Semakin sering Anda melakukannya, maka akan semakin sensitif terhadap perubahan. Inilah hal yang gak bisa diajarkan
15/ Walaupun Anda membayar course ribuan dollar, sensitivitas ini tetap tidak bisa dikuasai dalam hitungan jam atau hari. Butuh jam terbang. Setiap orang nanti akan memiliki gaya permainannya sendiri
16/ Oya maaf ada yang ketinggalan mengenai data penting, yaitu Relevance Score. Jika iklan Anda baru tayang dan mendapat RS 1 atau 2, saran saya matikan saja nggak usah tunggu hari-hari
17/ RS yang masih bisa ditunggu adalah sekitar 6 keatas. Masih ada potensi naik sekitar 7 atau 8. RS ini mencerminkan keberterimaan iklan kita di mata audience. Makin rendah, makin gak relevan. Budget sdh pasti akan boncos
18/ Kira-kira demikian mengenai data-data penting yang bisa saya share. Pertanyaan boleh di facebook, mention saya aja, nanti sy bahas disini setelah Jumatan
Pembahasan :
0/ Sekalian meng-update sharing saya sebelumnya, konteksnya menggunakan objective yang berhubungan dengan klik ke website. Agak beda memang parameter antara objective post engagement dan klik ke website.
1/ CTR yang bagus, tergantung objective ya. Kalau objective post engagement, angka segitu sudah cukup lumayan, 7-13%. Kalau objective click to website dkk, itu udah bagus banget. Biasanya cuma 2-3%. Dibawah itu, biasanya iklannya agak agak mepet atau malah rugi
2/ RS di level Campaign » Adset » Ads; cari Relevance Score. Biasanya sudah default itu di level ads.
3/ Reach yang standar, untuk market indo, 10% dari budget rupiah. Untuk market US, 1% dari budget rupiah. Ini patokan umum aja
4/ CPM (cost per mille) bisa dilihat sebagai komparasi aja. Biasanya yang sering lihat CPM kalau iklannya pakai PPE (yang menitikberatkan pada luas jangkauan). Tapi bisa jadi iklan klik ke website juga pake pertimbangan CPM. Saya pribadi, jarang mantau CPM.
0/ Sekalian meng-update sharing saya sebelumnya, konteksnya menggunakan objective yang berhubungan dengan klik ke website. Agak beda memang parameter antara objective post engagement dan klik ke website.
1/ CTR yang bagus, tergantung objective ya. Kalau objective post engagement, angka segitu sudah cukup lumayan, 7-13%. Kalau objective click to website dkk, itu udah bagus banget. Biasanya cuma 2-3%. Dibawah itu, biasanya iklannya agak agak mepet atau malah rugi
2/ RS di level Campaign » Adset » Ads; cari Relevance Score. Biasanya sudah default itu di level ads.
3/ Reach yang standar, untuk market indo, 10% dari budget rupiah. Untuk market US, 1% dari budget rupiah. Ini patokan umum aja
4/ CPM (cost per mille) bisa dilihat sebagai komparasi aja. Biasanya yang sering lihat CPM kalau iklannya pakai PPE (yang menitikberatkan pada luas jangkauan). Tapi bisa jadi iklan klik ke website juga pake pertimbangan CPM. Saya pribadi, jarang mantau CPM.