Keterampilan menggunakan bahasa mendapat perhatian dari penguasa pada masa itu untuk merebut kekuasaan dan melebarkan pengaruhnya.
Bahkan para penguasa itu sampai menyewa agitator untuk memperkuat pengaruh mereka di mata masyarakat loh. Para agitator ini mempengaruhi pendapat umum dengan menggunakan alasan-alasan keagamaan dalam pernyataannya. Perkembangannya, para agitator ini mempelajari seni berbicara untuk meningkatkan penghasilannya karena mereka dibayar.
Wah menarik sekali kan teman-teman
/senyum
Bahkan para penguasa itu sampai menyewa agitator untuk memperkuat pengaruh mereka di mata masyarakat loh. Para agitator ini mempengaruhi pendapat umum dengan menggunakan alasan-alasan keagamaan dalam pernyataannya. Perkembangannya, para agitator ini mempelajari seni berbicara untuk meningkatkan penghasilannya karena mereka dibayar.
Wah menarik sekali kan teman-teman
/senyum
Ada yang menyebut agitator ini sebagai kaum Sophis yang artinya menggunakan argumen-argumen yang tidak sah. Para Sophis ini berkeliling dari satu tempat ke tempat lain sambil berbicara di depan umum. Jika dirunut dari asal katanya, Sophis berasal dari kata sophos yang artinya cerdik, pandai karena ahli dalam berbagai bidang ilmu, seperti politik, bahasa, dan filsafat.
Berkat kaum Sophis, abad keempat sebelum Masehi adalah abad retorika
Berkat kaum Sophis, abad keempat sebelum Masehi adalah abad retorika
Selanjutnya yang kedua...
Perkembangan Retorika Romawi Kuno
Pada Masa Romawi, banyak terdapat sekolah-sekolah retorika. Selain itu, banyak juga orator-orator ulung seperti Antonius, Crassus, Rufus, dan Hortensius. Kemampuan Hortensius disempurnakan oleh Cicero.
Perkembangan Retorika Romawi Kuno
Pada Masa Romawi, banyak terdapat sekolah-sekolah retorika. Selain itu, banyak juga orator-orator ulung seperti Antonius, Crassus, Rufus, dan Hortensius. Kemampuan Hortensius disempurnakan oleh Cicero.
Cicero muncul sebagai negarawan dan cendekiawan. Cicero merupakan orator ulung pertama dari kalangan bangsa Romawi dengan bukunya yang berjudul “De Oratore”.
Pernah hanya dalam dua tahun (44-45 SM) ia menulis banyak buku filsafat dan lima buah buku retorika. Ia percaya bahwa efek pidato akan baik bila yang berpidato adalah orang baik juga, atau dalam bahasa Inggris disebut “the good man speaks well”. Cicero betul-betul orator yang sangat berpengaruh.
Pernah hanya dalam dua tahun (44-45 SM) ia menulis banyak buku filsafat dan lima buah buku retorika. Ia percaya bahwa efek pidato akan baik bila yang berpidato adalah orang baik juga, atau dalam bahasa Inggris disebut “the good man speaks well”. Cicero betul-betul orator yang sangat berpengaruh.
Perkembangan yang ketiga yaitu...
Perkembangan Retorika Abad Pertengahan
Abad Pertengahan berlangsung selama seribu tahun (400-1400). Pada abad pertengahan retorika semakin tereduksi dan semakin kerdil. Retorika hanya dikaitkan dngan gaya bahasa dan penyajian saja. Hal ini memunculkan aliran baru yang disebut dengan Manerisme (Mannerism).
Aliran ini sangat mengutamakan gaya bahasa. Retorika bagi aliran ini tidak lebih dari penggunaan bahasa dengan gaya bahasa yang indah.
Perkembangan Retorika Abad Pertengahan
Abad Pertengahan berlangsung selama seribu tahun (400-1400). Pada abad pertengahan retorika semakin tereduksi dan semakin kerdil. Retorika hanya dikaitkan dngan gaya bahasa dan penyajian saja. Hal ini memunculkan aliran baru yang disebut dengan Manerisme (Mannerism).
Aliran ini sangat mengutamakan gaya bahasa. Retorika bagi aliran ini tidak lebih dari penggunaan bahasa dengan gaya bahasa yang indah.
Fyi, pada abad ke-20 Istilah retorika pun mulai digeser oleh istilah-istilah lainnya seperti speech, speech communication, atau public speaking.
Sebagian tokoh retorika modern antara lain adalah James A Winans, Charles Henry Woolbert, William Noorwood Brigance, dan Alan H Monroe.
Sebagian tokoh retorika modern antara lain adalah James A Winans, Charles Henry Woolbert, William Noorwood Brigance, dan Alan H Monroe.
Sejarah dan Perkembangan Retorika sangat panjang ya dan menarik juga untuk dipelajari. Selanjutnya Retorika juga punya tujuan loh. Ada yang tahu apa saja? /Senyum
Nah Tujuan Retorika adalah untuk persuasi. Persuasi yang dimaksudkan disini ialah meyakinkan pendengar akan kebenaran gagasan hal yang disampaikan pembicara. Artinya tujuan retorika adalah membina saling pengertian yang mengembangkan kerjasama dalam menumbuhkan kedamian dalam kehidupan bermasyarakat lewat kegiatan bertutur.
Pembagian Retorika
Retorika adalah bagian dari ilmu bahasa (Linguistik), khususnya ilmu bina bicara (Sprecherziehung). Retorika sebagai bagian dari ilmu bina bicara ini mencakup:
1. Monologika
Monologika adalah ilmu tentang seni berbicara secara monolog, di mana hanya seorang yang berbicara. Bentuk-bentuk yang tergolong dalam monologika adalah pidato, kata sambutan, kuliah, makalah, ceramah dan deklamasi.
Retorika adalah bagian dari ilmu bahasa (Linguistik), khususnya ilmu bina bicara (Sprecherziehung). Retorika sebagai bagian dari ilmu bina bicara ini mencakup:
1. Monologika
Monologika adalah ilmu tentang seni berbicara secara monolog, di mana hanya seorang yang berbicara. Bentuk-bentuk yang tergolong dalam monologika adalah pidato, kata sambutan, kuliah, makalah, ceramah dan deklamasi.
Yang keduaa adalah...
2. Dialogika
Dialogika adalah ilmu tentang seni berbicara secara dialog, di mana dua orang atau lebih berbicara atau mengambil bagian dalam satu proses pembicaraan. Bentuk dialogika yang penting adalah diskusi, tanya jawab, perundingan, percakapan dan debat.
2. Dialogika
Dialogika adalah ilmu tentang seni berbicara secara dialog, di mana dua orang atau lebih berbicara atau mengambil bagian dalam satu proses pembicaraan. Bentuk dialogika yang penting adalah diskusi, tanya jawab, perundingan, percakapan dan debat.
Dan yang terakhir adalah...
3. Pembinaan Teknik Bicara
Efektivitas monologika dan dialogika tergantung juga pada teknik bicara. Teknik bicara merupakan syarat bagi retorika. Oleh karena itu pembinaan teknik bicara merupakan bagian yang penting dalam retorika. Dalam bagian ini, perhatian lebih diarahkan pada pembinaan teknik nafas, teknik mengucap, bina suara, teknik membaca dan bercerita.
3. Pembinaan Teknik Bicara
Efektivitas monologika dan dialogika tergantung juga pada teknik bicara. Teknik bicara merupakan syarat bagi retorika. Oleh karena itu pembinaan teknik bicara merupakan bagian yang penting dalam retorika. Dalam bagian ini, perhatian lebih diarahkan pada pembinaan teknik nafas, teknik mengucap, bina suara, teknik membaca dan bercerita.
Nah selanjutnya kita akan mengenal beberapa Tokoh-Tokoh Retorika, yaitu:
1. GEORGIAS (dari kaum sosialis)
Georgias adalah seorang guru retorika yang pertama. Ia membuka sekolah retorika yang mengajarkan dimensi bahasa yang puitis dan teknik berbicara impromptu.
2. PROTAGORAS
Protagoras adalah seseorang yang menyatakan bahwa kemahiran berbicara bukan untuk kemenangan melainkan demi keindahan bahasa.
3. SOKRATES
Sokrates menyatakan bahwa retorika adalah demi kebenaran. Metode Sokrates dalam beretorika adalah :
a) Memisahkan pemikiran salah dari yang tepat, yaitu dengan jalan berpikir mendalam dan memperhatikan suatu persoalan dengan sungguh-sungguh agar dapat menemukan suatu nilai universal yang ada dalam masyarakat.
b) Bertanya (dialog) dan menyelidiki argumentasi yang diberikan kepadanya.
1. GEORGIAS (dari kaum sosialis)
Georgias adalah seorang guru retorika yang pertama. Ia membuka sekolah retorika yang mengajarkan dimensi bahasa yang puitis dan teknik berbicara impromptu.
2. PROTAGORAS
Protagoras adalah seseorang yang menyatakan bahwa kemahiran berbicara bukan untuk kemenangan melainkan demi keindahan bahasa.
3. SOKRATES
Sokrates menyatakan bahwa retorika adalah demi kebenaran. Metode Sokrates dalam beretorika adalah :
a) Memisahkan pemikiran salah dari yang tepat, yaitu dengan jalan berpikir mendalam dan memperhatikan suatu persoalan dengan sungguh-sungguh agar dapat menemukan suatu nilai universal yang ada dalam masyarakat.
b) Bertanya (dialog) dan menyelidiki argumentasi yang diberikan kepadanya.
4. ISOKRATES
Isokrates mendirikan sekolah retorika tahun 931 SM dengan penekanan pada penggunaan kata-kata dalam susunan yang jernih tapi tidak berlebih-lebihan, rentetan anak kalimat yang seimbang dengan pergeseran suara dan gagasan yang lancar.
5. PLATO
Menurut Plato, retorika penting sebagai model pendidikan, sarana mencapai kedudukan dalam pemerintahan, dan mempengaruhi rakyat. Beberapa karangannya yang terkenal adalah Nomoi dan Dialogues.
Isokrates mendirikan sekolah retorika tahun 931 SM dengan penekanan pada penggunaan kata-kata dalam susunan yang jernih tapi tidak berlebih-lebihan, rentetan anak kalimat yang seimbang dengan pergeseran suara dan gagasan yang lancar.
5. PLATO
Menurut Plato, retorika penting sebagai model pendidikan, sarana mencapai kedudukan dalam pemerintahan, dan mempengaruhi rakyat. Beberapa karangannya yang terkenal adalah Nomoi dan Dialogues.
6. ARISTOTELES
Menurut Aristoteles, tujuan retorika adalah membuktikan maksud pembicaraan atau menampakkan pembuktian. Ia menulis 3 jilid buku berjudul De Arte Rhetorica, yang diantaranya berisi 5 tahap penyusunan pidato. Tahapan tersebut terkenal dengan sebutan 5 hukum retorika yang meliputi :
1) Inventio (penemuan)
2) Dispositio (penyusunan)
3) Elocutio (gaya)
4) Memoria (memori)
5) Pronuntiatio (penyampaian)
7. MARCUS TULIUS CICERO
Cicero menyarankan bahwa seorang orator harus mencari bahan-bahan yang akan dibahas, menyusun dengan sistematis bahan-bahan tersebut, mencoba menghafal isinya, dan mengemukakan persoalan dengan baik.
Menurut Aristoteles, tujuan retorika adalah membuktikan maksud pembicaraan atau menampakkan pembuktian. Ia menulis 3 jilid buku berjudul De Arte Rhetorica, yang diantaranya berisi 5 tahap penyusunan pidato. Tahapan tersebut terkenal dengan sebutan 5 hukum retorika yang meliputi :
1) Inventio (penemuan)
2) Dispositio (penyusunan)
3) Elocutio (gaya)
4) Memoria (memori)
5) Pronuntiatio (penyampaian)
7. MARCUS TULIUS CICERO
Cicero menyarankan bahwa seorang orator harus mencari bahan-bahan yang akan dibahas, menyusun dengan sistematis bahan-bahan tersebut, mencoba menghafal isinya, dan mengemukakan persoalan dengan baik.
Nah itu dia 7 Tokoh-tokoh Retorika. Setiap tokoh memiliki prinsip yang berbeda-beda ya, tetapi memiliki makna yang sama.
Terakhir yang saya akan bahas adalah 'Alasan mengapa kita harus mempelajari Retorika'. Karena berdirinya saya disini juga untuk memberikan informasi bahwa Retorika sangat penting dipelajari.
/Senyum; membaca script kembali/
Terakhir yang saya akan bahas adalah 'Alasan mengapa kita harus mempelajari Retorika'. Karena berdirinya saya disini juga untuk memberikan informasi bahwa Retorika sangat penting dipelajari.
/Senyum; membaca script kembali/
Mengapa sih Retorika sangat perlu dipelajari? Pasti banyak yang bertanya seperti itu ya...
Retorika sangat perlu dipelajari karena merupakan sarana untuk mengungkapkan gagasan ataupun pemikiran mengingat bahwa manusia itu adalah makhluk sosial yang tidak luput dari pertolongan, interaksi, dan komunikasi dengan sesamanya. Selain itu, alasan lain mengapa kita perlu mempelajari retorika karena di dalam masyarakat umumnya dicari para pemimpin atau orang-orang berpengaruh, yang memiliki kepandaian di dalam hal berbicara. Juga di bidang-bidang lain seperti perindustrian, perekonomian dan bidang sosial, kepandaian berbicara atau keterampilan mempergunakan bahasa secara efektif sangat diandalkan.
Retorika sangat perlu dipelajari karena merupakan sarana untuk mengungkapkan gagasan ataupun pemikiran mengingat bahwa manusia itu adalah makhluk sosial yang tidak luput dari pertolongan, interaksi, dan komunikasi dengan sesamanya. Selain itu, alasan lain mengapa kita perlu mempelajari retorika karena di dalam masyarakat umumnya dicari para pemimpin atau orang-orang berpengaruh, yang memiliki kepandaian di dalam hal berbicara. Juga di bidang-bidang lain seperti perindustrian, perekonomian dan bidang sosial, kepandaian berbicara atau keterampilan mempergunakan bahasa secara efektif sangat diandalkan.
Apalagi kita sebagai Mahasiswa/Pelajar sangat perlu mempelajari Retorika. Dengan mempelajari retorika maka kita sebagai Mahasiswa/Pelajar mampu menguasai kedamaian dalam dunia mahasiswa/pelajar melalui bertutur kata. Adapun manfaat mempelajari retorika diantaranya ialah memimbing diri sendiri dalam beretorika, membimbing pembicaraan kita dalam mengambil keputusan, memahami kejiwaan pendengar, menemukan ulasan yang baik, dan mempertahankan argumen yang kita pakai.
Nah itu alasan mengapa kita perlu mempelajari Retorika. Sebelum saya tutup penyampaian materi saya malam ini, jika ada yang ingin bertanya silahkan chat ke @gmntk Jangan malu untuk bertanya ya..
/Senyum
/Senyum