ROLEPLAYER STUDY
96 subscribers
1.39K photos
432 videos
53 files
2.27K links
❝ belajar woi ! katanya pengen sukses . ❞

menfess : senin — selasa
konten : rabu — minggu

📍 anything
↳ @ofcrpstudy

— ⛩. @temanrpstudy
Download Telegram
Kebijakan terkenal pada masa Raffles adalah sistem sewa tanah atau landrent-system atau landelijk stelsel.

Kebijakan Masa Raffles, Sistem tersebut memiliki ketentuan :

a. Petani harus menyewa tanah meskipun dia adalah pemilik tanah tersebut 

b  Harga sewa tanah tergantung kepada kondisi tanah

c. Pembayaran sewa tanah dilakukan dengan uang tunai

d. Bagi yang tidak memiliki tanah dikenakan pajak kepala

Penyebab kegagalan pelaksanaan sistem sewa tanah :

Sulit menentukan besar kecil pajak bagi pemilik tanah karena tidak semua rakyat memiliki tanah yang samaSulit menentukan luas dan tingkat kesuburan tanah petaniKeterbatasan jumlah pegawai Masyarakat desa belum mengenal sistem uang.
Pada tahun 1830,Johannes van den Bosch menerapkan sistem tanam paksa (cultuur stelsel). Kebijakan ini diberlakukan karena Belanda menghadapi kesulitan keuangan akibat perang Jawa atau Perang Diponegoro (1825-1830) dan Perang Belgia (1830-1831).

Banyak ketentuan yang dilanggar atau diselewengkan baik oleh pegawai Belanda maupun pribumi.
Praktik-praktik penekanan dan pemaksaan terhadap rakyat yaitu :

a. Menurut ketentuan, tanah yang digunakan untuk tanaman wajib hanya 1/5 dari tanah yang dimiliki rakyat. Namun kenyataannya, selalu lebih bahkan sampai ½ bagian dari tanah yang dimiliki rakyat

b. Kelebihan hasil panen tanaman wajib tidak pernah dibayarkan

c. Waktu untuk kerja wajib melebihi dari 66 hari, dan tanpa imbalan yang memadai

d. Tanah yang digunakan untuk tanaman wajib tetap dikenakan pajak
Penderitaan rakyat Indonesia akibat kebijakan Tanam Paksa dilihat dari jumlah kematian rakyat Indonesia yang tinggi akibat kelaparan dan penyakit kekurangan gizi. Karena paceklik, di Grobogan, Jawa Tengah jumlah penduduk 89.000 orang, yang bertahan hanya 9.000 orang. Penduduk Demak yang berjumlah 336.000 orang hanya tersisa 120.000 orang.
Perlawanan terhadap Persekutuan Dagang :

Sultan Baabullah mengusir Portugis di Ternate dan Tidore Perlawanan Aceh dipimpin oleh Sultan Iskandar MudaKetangguhan “Ayam Jantan dari Timur” (Sultan Hasanudin) di Sulawesi Selatan Serangan Mataram terhadap VOC dipimpin oleh Tumenggung Baurekso

 
Perlawanan terhadap Pemerintah Hindia Belanda:

1. Perang Saparua di Ambon dipimpin oleh Thomas Matulessi (Pattimura)

2. Perang Paderi di Sumatra Barat dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol

3.Perang Diponegoro dipimpin oleh Pangeran Diponegoro

4.Perang Aceh

5. Perlawanan Sisingamangaraja, Sumatra.

6.Utara Perang Banjar dipimpin oleh Pangeran Antasari.

7.Perang Jagaraga Bali
Teks Sumpah Pemuda

Soempah Pemoeda

Pertama

Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.

Kedua

Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga

Kami poetra dan poetri Indonesia menjoenjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Latar Belakang Munculnya Nasionalisme Indonesia :

1. Perluasan Pendidikan

2.Kegagalan Perjuangan di Berbagai Daerah

3. Rasa Senasib Sepenanggungan

4. Perkembangan Organisasi Etnis, Kedaerahan, dan Keagamaan

5. Berkembangnya Berbagai Paham Baru

6.Berbagai Peristiwa dan Pengaruh dari Luar Negeri : 1)  Kemenangan Jepang atas Rusia pada tahun 1905 2) Berkembangnya nasionalisme di berbagai negara.
Banyak penyelewengan dalam Politik Etis, seperti:

1) Irigasi hanya untuk kepentingan perkebunan Belanda

2) Emigrasi/transmigrasi hanya untuk mengirim orang-orang Jawa ke luar Jawa guna dijadikan buruh perkebunan dengan upah murah

3) Pendidikan hanya sampai tingkat rendah, yang bertujuan memenuhi pegawai rendahan. Pendidikan tinggi hanya untuk orang Belanda dan sebagian anak pejabat

 
Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia :

Budi Utomo (BU),Sarekat Islam (SI),Indische Partij (IP),Perhimpunan Indonesia (PI),Partai Nasional Indonesia (PNI).
Itu saja konten gua hari ini, minggu depan gua bakal melanjuttan ini lagi, have a nice day ☺️
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
hai kawan assalamualaikum wr.wb 😊 sudah lama tidak berjumpa
dengan devan tambah a disini jadi untuk mengisi konten gua pengin bahas tentang pembagian polinomial, yuk langsung aja
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Polinomial atau yang biasa disebut juga sebagai Suku banyak adalah sebuah bentuk dari suku-suku dengan nilai banyak yang disusun dari perubah variabel serta konstanta. Operasi yang dipakai hanya penjumlahan, pengurangan, perkalian serta pangkat bilangan bulat tidak negatif.

#ROLEPLAYERSTUDY
Suatu polinomial dapat mempunyai:

• Variabel (adalah nilai yang bisa berubah, seperti x, y, z dalam suatu persamaan; boleh mempunyai lebih dari 1 variabel)
• Koefisien (adalah konstanta yang mendampingi variabel)
• Konstanta (suatu nilai tetap serta tidak berubah)
• Eksponen atau pangkat adalah pangkat dari variabel; bisa juga disebut sebagai derajat dari suatu polinomial.
Polinom an ≠ 0 , serta n adalah bilangan bulat positif.

Pangkat tertinggi dari x merupakan derajat polinomial. Sementara suku yang tidak mengandung variabel (a) disebut sebagai suku tetap (konstan). Sementara suku yang tidak mengandung variabel (a) disebut sebagai suku tetap (konstan).
Syarat Polinomial :

• Variabel tidak boleh mempunyai pangkat pecahan atau negatif.
•Variabel tidak boleh masuk dalam sebuah persamaan trigonometri.
• OPERASI PEMBAGIAN PADA POLINOMIAL

Pembagian polinom pada prinsipnya bersesuaian dengan pembagian pada bilangan. Pembagian polinom bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan metode bersusun dan metode skema horner.
gambar diatas merupakan contoh dari metode bersusun