Kedatangan Belanda di Jayakarta (Jakarta) : tahun 1596, armada de Houtman tiba di Pelabuhan Banten. Kemudian disusul ekspedisi lainnya. Dengan banyaknya pedagang Belanda di Indonesia, muncullah persaingan di antara mereka.
Untuk mencegah persaingan yang tidak sehat, tahun 1602 didirikan Vereenigde Oost Indische Compagnie(VOC/Perserikatan Maskapai Hindia Timur) yang merupakan merger (penggabungan) dari beberapa perusahaan dagang Belanda. Pengaruh ekonomi VOC semakin kuat dengan dimilikinya hak monopoli perdagangan.
Pada awalnya, VOC meminta keistimewaan hak-hak dagang. Akan tetapi, dalam perkembangannya menjadi penguasaan pasar (monopoli). VOC menekan para raja untuk memberikan kebijakan perdagangan hanya dengan VOC. Akhirnya, VOC bukan hanya menguasai daerah perdagangan, tetapi juga menguasai politik atau pemerintahan.
Pada awalnya, VOC meminta keistimewaan hak-hak dagang. Akan tetapi, dalam perkembangannya menjadi penguasaan pasar (monopoli). VOC menekan para raja untuk memberikan kebijakan perdagangan hanya dengan VOC. Akhirnya, VOC bukan hanya menguasai daerah perdagangan, tetapi juga menguasai politik atau pemerintahan.
Pemerintah Belanda menginginkan keuntungan sebanyak-banyaknya dari Indonesia sehingga menerapkan kebijakan kerja paksa. Rakyat Indonesia bekerja tanpa fasilitas yang memadai. Mereka tidak memperoleh penghasilan yang layak, tidak diperhatikan asupan makanannya, dan melakukan pekerjaan di luar batas-batas kemanusiaan.
Kebijakan terkenal pada masa Raffles adalah sistem sewa tanah atau landrent-system atau landelijk stelsel.
Kebijakan Masa Raffles, Sistem tersebut memiliki ketentuan :
a. Petani harus menyewa tanah meskipun dia adalah pemilik tanah tersebut
b Harga sewa tanah tergantung kepada kondisi tanah
c. Pembayaran sewa tanah dilakukan dengan uang tunai
d. Bagi yang tidak memiliki tanah dikenakan pajak kepala
Penyebab kegagalan pelaksanaan sistem sewa tanah :
Sulit menentukan besar kecil pajak bagi pemilik tanah karena tidak semua rakyat memiliki tanah yang samaSulit menentukan luas dan tingkat kesuburan tanah petaniKeterbatasan jumlah pegawai Masyarakat desa belum mengenal sistem uang.
Kebijakan Masa Raffles, Sistem tersebut memiliki ketentuan :
a. Petani harus menyewa tanah meskipun dia adalah pemilik tanah tersebut
b Harga sewa tanah tergantung kepada kondisi tanah
c. Pembayaran sewa tanah dilakukan dengan uang tunai
d. Bagi yang tidak memiliki tanah dikenakan pajak kepala
Penyebab kegagalan pelaksanaan sistem sewa tanah :
Sulit menentukan besar kecil pajak bagi pemilik tanah karena tidak semua rakyat memiliki tanah yang samaSulit menentukan luas dan tingkat kesuburan tanah petaniKeterbatasan jumlah pegawai Masyarakat desa belum mengenal sistem uang.
Pada tahun 1830,Johannes van den Bosch menerapkan sistem tanam paksa (cultuur stelsel). Kebijakan ini diberlakukan karena Belanda menghadapi kesulitan keuangan akibat perang Jawa atau Perang Diponegoro (1825-1830) dan Perang Belgia (1830-1831).
Banyak ketentuan yang dilanggar atau diselewengkan baik oleh pegawai Belanda maupun pribumi.
Banyak ketentuan yang dilanggar atau diselewengkan baik oleh pegawai Belanda maupun pribumi.
Praktik-praktik penekanan dan pemaksaan terhadap rakyat yaitu :
a. Menurut ketentuan, tanah yang digunakan untuk tanaman wajib hanya 1/5 dari tanah yang dimiliki rakyat. Namun kenyataannya, selalu lebih bahkan sampai ½ bagian dari tanah yang dimiliki rakyat
b. Kelebihan hasil panen tanaman wajib tidak pernah dibayarkan
c. Waktu untuk kerja wajib melebihi dari 66 hari, dan tanpa imbalan yang memadai
d. Tanah yang digunakan untuk tanaman wajib tetap dikenakan pajak
a. Menurut ketentuan, tanah yang digunakan untuk tanaman wajib hanya 1/5 dari tanah yang dimiliki rakyat. Namun kenyataannya, selalu lebih bahkan sampai ½ bagian dari tanah yang dimiliki rakyat
b. Kelebihan hasil panen tanaman wajib tidak pernah dibayarkan
c. Waktu untuk kerja wajib melebihi dari 66 hari, dan tanpa imbalan yang memadai
d. Tanah yang digunakan untuk tanaman wajib tetap dikenakan pajak
Penderitaan rakyat Indonesia akibat kebijakan Tanam Paksa dilihat dari jumlah kematian rakyat Indonesia yang tinggi akibat kelaparan dan penyakit kekurangan gizi. Karena paceklik, di Grobogan, Jawa Tengah jumlah penduduk 89.000 orang, yang bertahan hanya 9.000 orang. Penduduk Demak yang berjumlah 336.000 orang hanya tersisa 120.000 orang.
Perlawanan terhadap Persekutuan Dagang :
Sultan Baabullah mengusir Portugis di Ternate dan Tidore Perlawanan Aceh dipimpin oleh Sultan Iskandar MudaKetangguhan “Ayam Jantan dari Timur” (Sultan Hasanudin) di Sulawesi Selatan Serangan Mataram terhadap VOC dipimpin oleh Tumenggung Baurekso
Sultan Baabullah mengusir Portugis di Ternate dan Tidore Perlawanan Aceh dipimpin oleh Sultan Iskandar MudaKetangguhan “Ayam Jantan dari Timur” (Sultan Hasanudin) di Sulawesi Selatan Serangan Mataram terhadap VOC dipimpin oleh Tumenggung Baurekso
Perlawanan terhadap Pemerintah Hindia Belanda:
1. Perang Saparua di Ambon dipimpin oleh Thomas Matulessi (Pattimura)
2. Perang Paderi di Sumatra Barat dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol
3.Perang Diponegoro dipimpin oleh Pangeran Diponegoro
4.Perang Aceh
5. Perlawanan Sisingamangaraja, Sumatra.
6.Utara Perang Banjar dipimpin oleh Pangeran Antasari.
7.Perang Jagaraga Bali
1. Perang Saparua di Ambon dipimpin oleh Thomas Matulessi (Pattimura)
2. Perang Paderi di Sumatra Barat dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol
3.Perang Diponegoro dipimpin oleh Pangeran Diponegoro
4.Perang Aceh
5. Perlawanan Sisingamangaraja, Sumatra.
6.Utara Perang Banjar dipimpin oleh Pangeran Antasari.
7.Perang Jagaraga Bali
Teks Sumpah Pemuda
Soempah Pemoeda
Pertama
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetra dan poetri Indonesia menjoenjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Soempah Pemoeda
Pertama
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetra dan poetri Indonesia menjoenjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Latar Belakang Munculnya Nasionalisme Indonesia :
1. Perluasan Pendidikan
2.Kegagalan Perjuangan di Berbagai Daerah
3. Rasa Senasib Sepenanggungan
4. Perkembangan Organisasi Etnis, Kedaerahan, dan Keagamaan
5. Berkembangnya Berbagai Paham Baru
6.Berbagai Peristiwa dan Pengaruh dari Luar Negeri : 1) Kemenangan Jepang atas Rusia pada tahun 1905 2) Berkembangnya nasionalisme di berbagai negara.
1. Perluasan Pendidikan
2.Kegagalan Perjuangan di Berbagai Daerah
3. Rasa Senasib Sepenanggungan
4. Perkembangan Organisasi Etnis, Kedaerahan, dan Keagamaan
5. Berkembangnya Berbagai Paham Baru
6.Berbagai Peristiwa dan Pengaruh dari Luar Negeri : 1) Kemenangan Jepang atas Rusia pada tahun 1905 2) Berkembangnya nasionalisme di berbagai negara.
Banyak penyelewengan dalam Politik Etis, seperti:
1) Irigasi hanya untuk kepentingan perkebunan Belanda
2) Emigrasi/transmigrasi hanya untuk mengirim orang-orang Jawa ke luar Jawa guna dijadikan buruh perkebunan dengan upah murah
3) Pendidikan hanya sampai tingkat rendah, yang bertujuan memenuhi pegawai rendahan. Pendidikan tinggi hanya untuk orang Belanda dan sebagian anak pejabat
1) Irigasi hanya untuk kepentingan perkebunan Belanda
2) Emigrasi/transmigrasi hanya untuk mengirim orang-orang Jawa ke luar Jawa guna dijadikan buruh perkebunan dengan upah murah
3) Pendidikan hanya sampai tingkat rendah, yang bertujuan memenuhi pegawai rendahan. Pendidikan tinggi hanya untuk orang Belanda dan sebagian anak pejabat
Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia :
Budi Utomo (BU),Sarekat Islam (SI),Indische Partij (IP),Perhimpunan Indonesia (PI),Partai Nasional Indonesia (PNI).
Budi Utomo (BU),Sarekat Islam (SI),Indische Partij (IP),Perhimpunan Indonesia (PI),Partai Nasional Indonesia (PNI).
Itu saja konten gua hari ini, minggu depan gua bakal melanjuttan ini lagi, have a nice day ☺️
dengan devan tambah a disini jadi untuk mengisi konten gua pengin bahas tentang pembagian polinomial, yuk langsung aja
Polinomial atau yang biasa disebut juga sebagai Suku banyak adalah sebuah bentuk dari suku-suku dengan nilai banyak yang disusun dari perubah variabel serta konstanta. Operasi yang dipakai hanya penjumlahan, pengurangan, perkalian serta pangkat bilangan bulat tidak negatif.
#ROLEPLAYERSTUDY
#ROLEPLAYERSTUDY
Suatu polinomial dapat mempunyai:
• Variabel (adalah nilai yang bisa berubah, seperti x, y, z dalam suatu persamaan; boleh mempunyai lebih dari 1 variabel)
• Koefisien (adalah konstanta yang mendampingi variabel)
• Konstanta (suatu nilai tetap serta tidak berubah)
• Eksponen atau pangkat adalah pangkat dari variabel; bisa juga disebut sebagai derajat dari suatu polinomial.
• Variabel (adalah nilai yang bisa berubah, seperti x, y, z dalam suatu persamaan; boleh mempunyai lebih dari 1 variabel)
• Koefisien (adalah konstanta yang mendampingi variabel)
• Konstanta (suatu nilai tetap serta tidak berubah)
• Eksponen atau pangkat adalah pangkat dari variabel; bisa juga disebut sebagai derajat dari suatu polinomial.
Polinom an ≠ 0 , serta n adalah bilangan bulat positif.
Pangkat tertinggi dari x merupakan derajat polinomial. Sementara suku yang tidak mengandung variabel (a) disebut sebagai suku tetap (konstan). Sementara suku yang tidak mengandung variabel (a) disebut sebagai suku tetap (konstan).
Pangkat tertinggi dari x merupakan derajat polinomial. Sementara suku yang tidak mengandung variabel (a) disebut sebagai suku tetap (konstan). Sementara suku yang tidak mengandung variabel (a) disebut sebagai suku tetap (konstan).