Rodja Official
9.51K subscribers
244 photos
29 videos
985 links
Download Telegram
to view and join the conversation
Bantuan untuk Pembangunan Markaz Dakwah di Palestina dari Pendengar Radio Rodja dan Pemirsa Rodja TV (1443/2021)

Di bulan Shafar 1443 Hijriyah ini, bantuan dari kaum muslimin Indonesia khususnya para pendengar Radio Rodja dan pemirsa Rodja TV kembali disalurkan ke Palestina. Bantuan kali ini masih melanjutkan program sebelumnya yaitu support pembangunan Markaz Dakwah yang terdiri dari Masjid, perpustakaan, sarana pendukung, serta ruangan tempat belajar Al-Quran dan ilmu-ilmu syari yang langsung dibina oleh Syaikh Ali Abu Haniyah (murid Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi rahimahullah). Markaz Dakwah ini terletak di wilayah Ramallah, Tepi Barat, Palestina.

Jazakumullahu khairan kepada para muhsinin yang telah ikut dalam program kemanusiaan ini. Semoga Allah Ta’ala menjadikannya sebagai amal jariyah dan membalas kebaikan Anda semua dengan pahala yang besar. Aamiin
Dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

اقْرَؤُوا القُرْآنَ؛ فَإنَّهُ يَأتِي يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيعاً لأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an itu akan datang dihari kiamat kelak dan memberikan syafaat bagi orang-orang yang senantiasa membacanya.” (HR. Muslim)

Pada hadits ini ada perintah untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an. Juga disebutkan keutamaan membaca Al-Qur’an, yaitu pada hari kiamat kelak Al-Qur’an menjadi pemberi syafaat bagi orang-orang yang senantiasa membacanya. selengkapnya: https://rodja.id/36q
HADITS ARBAIN KE 34

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: «مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَانِ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, hendaknya dia mengubahnya dengan lisannya. Dan jika tidak bisa, hendaklah dia mengubahnya dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman.'” (HR. Muslim)

Hadits ini menjelaskan aturan nahi munkar, yaitu bagaimana kita merubah kemungkaran yang dia lihat. Ini adalah hadits yang sangat penting karena amar ma’ruf nahi munkar adalah salah satu pokok dalam agama kita. Islam akan tegak selagi masih ada amar ma’ruf nahi munkar, Islam ini akan melemah jika amar ma’ruf nahi munkar tidak ada lagi atau melemah. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan bahwasanya ciri umat ini adalah menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar, dan itu adalah syarat bagi mereka untuk bisa menjadi umat terbaik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ…
“Kalian adalah umat terbaik yang pernah dikeluarkan untuk manusia, kalian mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran…” (QS. Ali-Imran[3]: 110)

Pembahasan lengkap dalam kajian Kitab Arbain An Nawawi Hadits Ke 34-“Aturan Dalam Mengubah Kemungkaran” disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. simak melalui: https://rodja.id/374
TIPU MUSLIHAT KELOMPOK BATHINIYAH

Kaum Bathiniyah memiliki tipu muslihat yang sangat berbahaya dalam mengajak manusia kepada kesesatan. Mereka membedakan antara orang yang mudah diajak mengikuti ajaran (orang awam) dan orang yang sulit untuk diajak, yaitu kaum terpelajar. Setiap kali mendapatkan peluang untuk mengajak seseorang, maka mereka akan melihat tabiatnya terlebih dulu, siapa yang mereka hadapi. Apabila tabir orang itu condong kepada sikap zuhud, maka mereka segera mengajaknya berbuat amanah, jujur dan meninggalkan syahwat. Akan tetapi apabila orang tadi mengumbar hawa nafsu, maka mereka menegaskan bahwa ibadah merupakan suatu kebodohan, sikap wara’ adalah kedunguan, dan seorang dikatakan cerdas kalau dia mau menggapai kesenangan dunia.

Inti ajaran Bathiniyah ini adalah sesuatu yang berkebalikan dengan ajaran Islam. Tentunya untuk menarik kaum muslimin ke dalam kelompok ini ataupun dalam pemikiran mereka, maka mereka akan lihat siapa yang menjadi target/korban. Sehingga mereka bisa laris menjajakan kesesatan ataupun pemikiran-pemikiran mereka, walaupun jelas-jelas itu bertolak belakang dengan Islam.

Orang-orang yang mengikuti ajaran ini bukan hanya dari kalangan awam. Tapi juga dari kalangan terpelajar, bahkan yang memiliki gelar dan tingkat intelektual yang tinggi. Mereka terpengaruh dengan ajaran yang bertolak belakang dengan ajaran Islam.

Selengkapnya: https://rodja.id/370
JANGAN MAGER

Malas gerak (mager) akan mendatangkan mudharat/penyakit. Karena malas memang membawa mudharat, melemahkan akal, melemahkan tubuh, melemahkan semangat, membuang-buang waktu, menyia-nyiakan kesempatan, itu semua dampak buruk dari penyakit malas. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

اَلْمُؤْمِنُ اَلْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلىَ اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ

“Muslim yang kuat lebih dicintai Allah daripada muslim yang lemah.” (HR. Muslim)

https://www.radiorodja.com/49995-segera-berobat-ketika-anak-sakit/
Shalat ashar adalah shalat yang paling mulia di antara shalat lima waktu. Di antara yang menunjukkan hal ini adalah hadits dari sahabat Buraidah tadi:

مَن تَرَكَ صَلَاةَ العَصْرِ فقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ
“Barangsiapa yang meninggalkan shalat ashar maka amal-amalnya menjadi terhapuskan.”

Dan tidak ada hadits seperti ini untuk shalat yang lainnya. Ini menunjukkan bahwa shalat ashar ada keutamaan tersendiri.
Begitu pula hadits dari sahabat Ibnu ‘Umar Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu, bahwa Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda:

الَّذِي تَفُوتُهُ صَلَاةُ الْعَصْرِ كَأَنَّمَا وُتِرَ أَهْلَهُ وَمَالَهُ
“Orang yang meninggalkan shalat ashar, maka seakan-akan dia kehilangan semua keluarga dan hartanya.” (HR. Bukhari)
Tidak ada hadits yang seperti ini di shalat-shalat lain dari shalat wajib. Ini hanya ada di shalat ashar. Menunjukkan bahwa shalat ashar mempunyai keutamaan daripada shalat yang lainnya.

Selengkapnya: https://www.radiorodja.com/50723-shalat-ashar-diawal-waktu/
🔴KETELADANAN ORANG TUA
🔊Ustadz Abu Ihsan Al Atsary, M.A.

Pengaruh internet ini sungguh luar biasa. Dan boleh dikatakan masalah orang tua dengan anak hari ini adalah masalah interaksi mereka dengan internet. Maka orang tua juga harus melihat kepada diri sendiri, bahwa mereka juga tidak bisa lepas dari itu.

Jika orang tua berbicara kepada anak agar meninggalkan benda itu, maka ini agak susah. Hal ini karena mereka lihat orang tua mereka memegang alat ini. Sehingga keteladanan akan susah untuk mereka dapatkan. Karena mereka mendapati suatu hal yang berkebalikan dengan apa yang dikatakan oleh orang tua.

Maka ketika kita katakan kepada anak-anak “Jangan pegang gadget”, itu menjadi satu kata-kata yang hambar. Hal ini karena mereka tidak melihat keteladanan. Kecuali orang tua memang bisa lepas dari alat itu dan mereka menunjukkan kepada anak-anak bahwa Ayah dan Bunda tidak pegang alat itu.

Dalam hal ini orang tua tidak bisa mengatakan “Saya ada kepentingan dan mereka tidak ada kepentingan”. Tentu anak-anak tidak tahu kepentingan kita dan mereka merasa juga penting memegang benda itu.
Selengkapnya: https://www.radiorodja.com/50702-interaksi-anak-anak-dengan-internet/
KEADAAN KETIKA SANGKAKALA DITIUP
Ustadz Abu Haidar As Sundawy, Lc.

Salah satu kandungan iman kepada hari akhir adalah iman kepada beberapa tanda kiamat,  kita sudah selesai membahas hal itu. Sekarang bagaimana keadaannya ketika kiamat itu terjadi, ketika sangkakala ditiup.

Ditiupnya sangkakala diterangkan berulangkali di dalam Al-Qur’an beserta apa yang terjadi ketika sangkakala itu ditiup. Tiupan sangkakala diikhtilafkan oleh para ulama, ada yang menyatakan dua kali, ada yang menyatakan tiga kali.
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullahu Ta’ala dalam kitab Majmu Fatawa, beliau menyatakan:

والقرآن قد أخبر بثلاث نفخات: نفخة الفزع: ذكرها في سورة النمل
Al-Qur’an mengabarkan tentang tiga kali tiupan; tiupan yang pertama adalah tiupan Al-Faza’ (terkejut), begitu tiupan itu dilakukan semua makhluk terkejut, tegang, takut. Dan ini oleh Allah ‘Azza wa Jalla diterangkan oleh Allah dalam surah An-Naml.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَيَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَن شَاءَ اللَّـهُ…
“Dan pada hari ketika ditiupnya sangkakala, terkejutlah/takutlah/syoklah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi kecuali beberapa makhluk yang Allah kehendaki…” (QS. An-Naml[27]: 87)

Selengkapnya: https://rodja.id/2p0
🔴BAHAYA MEMBUAT DAN MENYEBARKAN HADITS PALSU
📝Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
“Siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dari neraka.” (HR. Bukhari Muslim)

Hadits ke-95. Dari Samurah bin Jundub Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ حَدَّثَ عَنِّيْ بِحَدِيْثٍ يَرَيْ أَنَّهُ كَذِبٌ فَهُوَ أَحَدُ الْكَاذِبَيْنِ
“Siapa yang menyampaikan hadits dariku dengan suatu hadits yang masih diduga bahwa itu adalah dusta, maka ia termasuk salah satu dari dua pendusta.” (HR. Muslim)

Artinya yang membuat dan yang menyebarkannya.

Selengkapnya: https://www.radiorodja.com/49928-bahaya-membuat-dan-menyebarkan-hadits-palsu/
📌ORANG YANG TERPERDAYA DENGAN AMAL PERBUATAN MEREKA
🔊Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَن تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ ۖ وَغَرَّهُمْ فِي دِينِهِم مَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ
“Yang demikian itu karena mereka berkata: ‘Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari saja’. Mereka terpedaya dalam agama mereka oleh karena apa yang mereka buat-buat.” (QS. Ali-Imran[3]: 24)

Ayat ini menjelaskan tentang beberapa hal:

Pertama, batilnya angan-angan. Terkadang jiwa memberikan angan-angan kepada seseorang dengan sesuatu yang tidak benar. Mereka berkata: “Kita tidak akan disentuh oleh api neraka melainkan hanya beberapa hari saja.”
Orang-orang yang diberi Al-Kitab kemudian tidak mau berpegang teguh dengannya. Mereka percaya diri dan merasa dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tetapi perbuatan mereka jauh dari apa yang diinginkan oleh Allah, mereka tidak mau berhukum dengan Al-Kitab

Kedua, ini merupakan peringatan bagi seseorang jangan sampai seseorang menyandarkan diri kepada  angan-angan. Karena hal itu merupakan perbuatan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Banyak orang yang terjatuh dalam perbuatan maksiat tetapi mereka memberikan angan-angan kepada diri mereka bahwa nanti akan mendapatkan ampunan dari Allah walaupun terjatuh dalam maksiat. Tentu ini adalah angan-angan yang keliru.

Betul bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, tapi jangan lupa bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ ‎﴿٤٩﴾‏ وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الْأَلِيمُ ‎﴿٥٠﴾‏
“Sampaikanlah kepada hamba-hambaKu, sesungguhnya Aku ini Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan sesungguhnya azabKu adalah azab yang pedih.” (QS. Al-Hijr[15]: 49-50)

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk memberikan kabar kepada hamba-hambaNya bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pengampun dan Maha Penyayang, tapi jangan lupa bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala juga punya azab yang sangat pedih.

Selengkapnya: https://www.radiorodja.com/50566-orang-yang-terperdaya-dengan-amal-perbuatan-mereka/
Didalam agama Islam, kuburan memiliki kedudukan dan dimuliakan sesuai dengan tempat dan kedudukan yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ حَتَّى تَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

“Sungguh, sekiranya salah seorang diantara kalian duduk di atas bara api sehingga membakar pakaiannya hingga menembus ke kulitnya, adalah lebih baik baginya daripada ia duduk di atas kuburan.” (HR. Muslim)
Selengkapnya: https://www.radiorodja.com/31339-larangan-melangkahi-kuburan/
Kalau kita umpamakan, internet itu bagaikan pisau bermata dua. Jika kita menilik manfaatnya, tentunya sangat banyak. Bahkan internet hari ini bisa dikatakan sebagai tulang punggung mata pencaharian sebagian orang. Dan juga di sana banyak kita temukan orang-orang yang mendapatkan hidayah dan mengenal Islam melalui internet. Lebih dari itu kita tahu bahwa ini adalah sarana komunikasi yang murah dan cepat.

Namun dibalik itu kita juga mengakui bahwa kerusakannya tidak sedikit, pengaruh buruknya sangat banyak. Jika tidak hati-hati mengguna, media ini justru akan menyeret kita pada kerusakan yang tiada tara. Sehingga dapat kita katakan sangat jarang orang yang masuk ke dunia maya bisa keluar tanpa membawa dosa. Hanya orang-orang yang Allah selamatkan dari keburukan internet ini hingga selamat dari keburukan internet tersebut. Bahkan hampir tidak ada orang yang menggunakannya murni untuk kebaikan.

Tanpa kita sadari -karena mudahnya kita berkomunikasi dan berinteraksi dengan siapapun (bahkan orang yang tidak kita kenal)- ini bisa menjadi satu alat untuk melakukan suatu tindak kejahatan.

Sisi lain yang tidak kalah rusaknya adalah ideologi-ideologi yang merusak, aqidah-aqidah menyimpang yang ini semua juga ditawarkan di dunia maya. Sehingga banyak orang-orang tertular ideologi yang sesat melalui dunia maya.

Selengkapnya: https://www.radiorodja.com/50702-interaksi-anak-anak-dengan-internet/