This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Hadirnya rasa ini menjadi pelipur kala lara mulai disembuhkan dan nyala itu perlahan padam. Ketika luka sembuh, ia akan menunggumu di sana. Jika kita masih diberi waktu menikmati ketenangan yang tiba setelah badai yang berkecamuk, akan kusampaikan, "terima kasih telah pulang dengan selamat". Atau, "terima kasih untuk semuanya dan selamat tinggal."
Karena ketika di fase dunia ingin melihatmu mati atas kehendakmu sendiri, sesungguhnya engkau telah serusak itu, tanpa ada satupun yang dapat memahami kondisimu atau sejenak melihat dari sudut pandangmu, diingatkan lagi pada kata "ikhlas".
Ikhlaskan semua yang terjadi. Biarkan Tuhan yang urus sisanya dan fokuslah pada kebaikan yang Ia hadirkan di sisimu. Maka kembali Ia lapangkan hati yang sempit.
Jagalah mereka yang sepatutnya kau jaga, bukan mereka yang melepaskanmu untuk tenggelam dalam mode penghancuran diri.
Ikhlaskan semua yang terjadi. Biarkan Tuhan yang urus sisanya dan fokuslah pada kebaikan yang Ia hadirkan di sisimu. Maka kembali Ia lapangkan hati yang sempit.
Jagalah mereka yang sepatutnya kau jaga, bukan mereka yang melepaskanmu untuk tenggelam dalam mode penghancuran diri.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
"Kau berpikir bahwa kau pergi kepadanya atas kehendakmu sendiri. Tetapi kau tidak tahu bahwa Dialah yang memilihmu untuk datang kepada-Nya."
Jujur saja, namamu bahkan tak pernah hadir dalam doa di sepertiga malamku tidak pula siapapun itu. Namun darinya yang kulangitkan sosokmu hadir sebagai jawaban. Meski demikian, Tuhan tidak serta-merta menjadikanmu ada untuk tujuan doaku, bisa jadi hadirmu sebagai bukti bahwa sosok seperti itu ada dan dimunculkan lah engkau di hadapanku. Ia tahu untuk hamba-Nya tidak selalu tentang apa yang diinginkan. Kasihku, ketahuilah bahwa di antara doa itu terselip harapan untuk kebahagiaan dan cinta bagimu yang memeluk tanpa kata pun menghangatkan dalam dinginnya malammu.
Bagaimana warna kertas putih itu kini? Hitam penuh coretan atau basah dengan air keruh, penuh sayatan atau teremas hampir hancur. Hingga kelak ia hilang atau menjadi debu, takkan mengubah tujuan ia diciptakan.
Aku ingin mengusahakan damai dan bahagia bersamamu. Mungkin sesingkat aksaraku, tapi setidaknya sebuah pandangan tentang indah dunia akan nampak dibalik penderitaan, dari hal-hal yang selama ini belum terlihat bahwa hadirnya membawa makna atas hidup.
Untukmu yang tak yakin hari esok akan tiba, bagaimanapun keputusanmu takkan ada yang menyalahkanmu. Hanya saja, jika aku bisa meyakinkanmu lebih, sungguh akan kulakukan segala macam cara agar kau tetap disini dan menantikan hari esok yang lebih baik bersamaku. Untuk menulis cerita baru yang menjadi warna dalam kehidupan.
β Dedicated for "World Suicide Prevention Day" (Antares, 2025).
Aku ingin mengusahakan damai dan bahagia bersamamu. Mungkin sesingkat aksaraku, tapi setidaknya sebuah pandangan tentang indah dunia akan nampak dibalik penderitaan, dari hal-hal yang selama ini belum terlihat bahwa hadirnya membawa makna atas hidup.
Untukmu yang tak yakin hari esok akan tiba, bagaimanapun keputusanmu takkan ada yang menyalahkanmu. Hanya saja, jika aku bisa meyakinkanmu lebih, sungguh akan kulakukan segala macam cara agar kau tetap disini dan menantikan hari esok yang lebih baik bersamaku. Untuk menulis cerita baru yang menjadi warna dalam kehidupan.
β Dedicated for "World Suicide Prevention Day" (Antares, 2025).
Memories fade like whispers in the wind, lost in the haze of forgotten dreams. Forgetting is a canvas painted with the colors of time, where the past dissolves like mist in the morning light. Yet, in the gentle silence that soothes the soul, we find solace in letting go.
Kau takkan pernah tahu bagaimana ia jatuh sebelum memutuskan untuk menjauh, bahkan ketika kehendaknya tak mengizinkan ia untuk pergi. Tapi memang sudah seharusnya seperti itu.
Kau takkan pernah tahu bagaimana ia kehilangan sebagian besar dari dirinya. Dan butuh waktu lebih lama dari yang dibayangkan untuk berdiri walau tak lagi utuh.
Masih lekat dalam ingatan bagaimana awal pertemuan itu bermula, hati yang menolak untuk jatuh, hingga pada momen ia tak lagi mampu menolak bahwa telah sepenuhnya jatuh hatinya padamu.
Kau takkan pernah tahu bagaimana ia kehilangan sebagian besar dari dirinya. Dan butuh waktu lebih lama dari yang dibayangkan untuk berdiri walau tak lagi utuh.
Masih lekat dalam ingatan bagaimana awal pertemuan itu bermula, hati yang menolak untuk jatuh, hingga pada momen ia tak lagi mampu menolak bahwa telah sepenuhnya jatuh hatinya padamu.
Kita adalah kepingan luka lama yang membentuk sikap masa kini, untuk memutus rantainya atau tetap terikat dan menjelma menjadi luka itu sendiri adalah pilihan. Memang dunia tidak selalu memberi banyak opsi, tapi kita usahakan untuk menciptakan satu. Perlahan melewati ketidak pastian.