Let Out the Beast.
12 subscribers
34 photos
3 videos
5 links
Download Telegram
Forwarded from Let Out the Beast.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
hei kalian, cek @kakocha dong hmz
Forwarded from Let Out the Beast.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
kamu datang saat butuh, kamu pergi saat tidak butuh lagi. jangan datang kalau kamu sekedar mampir saja
mampir dan tidak ada niatan untuk menetap

"Salah sendiri baper."

gimana ga baper? gimana ga nyaman?
kamunya aja kalau chattingan pakek kata kata manis
lalu akhirnya aku berakhir dari baper - ngasih kepercayaaan - nyaman - terus ditinggal.

cr. line
bilang ke orang lain aja "kok ada orang yg dateng kalo ada butuhnya doang" padahal semua orang mungkin pernah diposisi itu, kalo butuh ya pasti cari orang yg bisa dipercaya aja, karna banyak temen juga ga menjamin bakal sama semua pasti ada kalanya dateng ke orang orang tertentu aja.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Let Out the Beast.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
macam macam marahnya cewe:
- ngoceh dg kecepatan 120km/jam
- jawab singkat (y, gpp, trsrh, apa, h, hm, ok, ydh)
- diem (ini yg paling horor ajg)
hehehe
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from Let Out the Beast.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
bedakan empati sama toxic positivity.
itu kenapa orang orang lebih suka mendem masalahnya daripada ngungkapin ke orang lain.
karena kadang respon yang diberikan ga sesuai dengan respon yang kita harapkan.
pelajaran buat semua, terkhusus buat aku sendiri.
itu kenapa, aku lambat ngasih respon ke orang" yg lagi cerita masalahnya. karena aku gamau, apa yang aku sampaiin ke mereka, ternyata malah bikin mereka ga nyaman.
ya ga menutup kemungkinan, aku juga kadang kelepasan, atau reflek ngelakuin toxic positivity ke orang-orang.
tapi aku mau berusaha, minimal menjadi pendengar yang baik. dan memberikan empati ke orang lain, terutama bagi teman teman ku.
buat ngebedain mana empati sama toxic positivity, kurang lebih gambaran nya kayak gini.
1. jadi si N ini kehilangan anting-anting. kemudian si F mau nenangin si N
2. tapi, respon yang diberikan si F ini ternyata salah satu bentuk toxic positivity.
4. apapun itu yg bikin kita sedih, ga cuma karena barang ilang dll, itu wajar. bahkan sedih yg smpe nngis, itu wajar. sering banget terjadi kan, bahkan penyebab nya karena masalah sepele