#MOXEZ_SS × #fantasy
Matamu menyalang, memandangi seseorang datang ke arahmu.
“Ada apa?” tanyamu dingin, sambil memegang gelas yang berisi beberapa darah target.
“Keluhan tentang anak yang kau jadikan target, itu berhasil diamankan sekarang.”
Kamu menoleh pelan, menatap lelaki itu yang sedang memasang wajah datarnya, tetapi sebenarnya lelaki itu gelisah karena apa yang baru saja dirinya ucapkan itu sebuah kebohongan.
“Kerja bagus, sayang. Kau ingin hadiah apa?” lalu lelaki itu menggeleng, “Tidak usah, biarkan aku pergi dengan te-”
Seketika kepala lelaki itu sudah berada berada di genggamanmu, kamu berjalan menjauhi tubuhnya yang tergeletak begitu saja.
©️ MOXEZ WORLD
Matamu menyalang, memandangi seseorang datang ke arahmu.
“Ada apa?” tanyamu dingin, sambil memegang gelas yang berisi beberapa darah target.
“Keluhan tentang anak yang kau jadikan target, itu berhasil diamankan sekarang.”
Kamu menoleh pelan, menatap lelaki itu yang sedang memasang wajah datarnya, tetapi sebenarnya lelaki itu gelisah karena apa yang baru saja dirinya ucapkan itu sebuah kebohongan.
“Kerja bagus, sayang. Kau ingin hadiah apa?” lalu lelaki itu menggeleng, “Tidak usah, biarkan aku pergi dengan te-”
Seketika kepala lelaki itu sudah berada berada di genggamanmu, kamu berjalan menjauhi tubuhnya yang tergeletak begitu saja.
©️ MOXEZ WORLD
╭ ╮
⠀
❨ 🛕, #moxezs , O9O42O ❩
────────────────────
ONESHOT PLOT
#scifi, THE OBJECT
by : @PLOTIDEAS
╰ ╯⠀
⠀
❨ 🛕, #moxezs , O9O42O ❩
────────────────────
ONESHOT PLOT
#scifi, THE OBJECT
by : @PLOTIDEAS
╰ ╯⠀
⁺◟ʬʬ。 mòxez world ๑˚ ͙۪۪̥◌
╭ ╮ ⠀ ❨ 🛕, #moxezs , O9O42O ❩ ──────────────────── ONESHOT PLOT #scifi, THE OBJECT by : @PLOTIDEAS ╰ …
“Mereka... Sudah mati?”
“Iya...”
“M-mengapa..?”
“Bukankah kamu yang membunuhnya?”
Telepon rumah yang masih terhubung itu meluncur bebas dari genggaman gadis yang kini tengah gemetar di tempat, dia benar-benar tidak mempercayai apa yang ia dengar dari kerabatnya sendiri.
Kanza namanya, gadis itu menoleh kearah Ilusi yang tengah menonton kartun di ruang tamunya.
“Lusi...” panggil Kanza sembari berjalan mendekat kearahnya.
Yang dipanggil hanya berdehem, serius melihat kartun yang sedang dipertontonkan televisi.
“Aku mau keluar sebentar—”
“Hah? Kemana?” potong Ilusi dengan cepat, “Jangan keluar sendirian, bahaya. Kamu belum sembuh, Za.”
Gadis itu menyerngit heran, sembuh? Sembuh dari apa? Bahkan aku saja tidak sakit. Selagi Ilusi menonton televisi, gadis itu mengambil coat yang tergantung di dekat pintu kamar mandi dan segera keluar dari kamar apartment miliknya.
Kanza baru menyadari saat berada di lobi apartment bahwa langit terlihat gelap, apakah sudah malam? Tapi, seingat Kanza, dia baru bangun tidur.
Ia tidak memikirkannya lebih lanjut, gadis itu dengan cepat melangkah menuju parkiran basement.
BRAKK
Baru saja ingin membuka pintu mobilnya, Kanza merasa ada yang memukul kepalanya menggunakan— besi?!
“A-aah...” Kanza memegang kepala bagian belakang nya yang sudah mengeluarkan darah, matanya mulai terlihat buram tapi ia belum pingsan.
Oh, bahkan, kini ia sudah tak merasakan sakit apapun lagi di kepala bagian belakangnya. Penglihatannya kembali normal, dan darah yang tadi tercecer hilang.
“Hah? Kok?” Kanza menoleh ke belakang, mencari tau siapa sosok yang memukulnya. Dan di sana, berdiri Ilusi yang berjumlah banyak. Tak terhingga.
“Ini hasil tes-nya, Bu.”
Kanza menoleh ke arah suara, disana ada Ilusi yang mengenakan setelan serba putih dan Ilusi lain yang memakai baju sama dengan yang lainnya.
Pusing. Ini terlalu rumit untuk dia mengerti. Kanza tahu gosip simpang siur di kantor mereka bahwa Ilusi tidak memiliki asal-usul. Kantor mereka hanya menyadari bahwa Ilusi ada dan menjadi bagian dari mereka.
Tidak ingin mengambil langkah besar, Kanza segera masuk ke dalam mobil nya dan menyalakan mesin. Tapi, sosok Ilusi yang menggunakan jas putih itu menghalanginya.
Kanza membuka kaca mobilnya, “Lusi, minggir atau kutabrak kau!”
“Hasil tesmu selesai, kini kamu sudah boleh bangun dalam hitungan ketiga,” Ilusi mengangkat tangannya dan menunjukkan ketiga jari, mulai menghitung mundur, “Satu, dua, tiga.”
Dalam sekejap, Kanza membuka mata dan mendapati langit-langit yang berwarna cokelat. Ia mengusap keringat yang mengalir di leher serta jidatnya.
Ia tertawa terbahak kemudian. Kanza menyadari bahwa semua orang yang ada di bumi telah musnah akibat semuanya menjadi objek percobaan ilmiah Ilusi.
Semua manusia benar-benar musnah, dan tanpa Kanza duga, ia mendapati dokumen yang tertulis catatan bahwa Ilusi mengorbankan dirinya sendiri untuk percobaan ini.
Dan itu sudah 5 bulan yang lalu.
Mengapa Kanza terbangun saat semua objek percobaan ilmiah Ilusi meninggal? Apa yang terjadi selama ia terjebak di dunia antah berantah itu?
Pandangan Kanza beralih pada secarik kertas yang ada di nakas sebelahnya. Dengan jantung yang berpacu tidak normal, ia mengambil kemudian membuka kertas itu. Dan terkejut saat mengetahui tulisannya disana.
'Selamat, kamu meninggal.'
—ilusi dé e.
...apa maksud dari semua ini?
“Iya...”
“M-mengapa..?”
“Bukankah kamu yang membunuhnya?”
Telepon rumah yang masih terhubung itu meluncur bebas dari genggaman gadis yang kini tengah gemetar di tempat, dia benar-benar tidak mempercayai apa yang ia dengar dari kerabatnya sendiri.
Kanza namanya, gadis itu menoleh kearah Ilusi yang tengah menonton kartun di ruang tamunya.
“Lusi...” panggil Kanza sembari berjalan mendekat kearahnya.
Yang dipanggil hanya berdehem, serius melihat kartun yang sedang dipertontonkan televisi.
“Aku mau keluar sebentar—”
“Hah? Kemana?” potong Ilusi dengan cepat, “Jangan keluar sendirian, bahaya. Kamu belum sembuh, Za.”
Gadis itu menyerngit heran, sembuh? Sembuh dari apa? Bahkan aku saja tidak sakit. Selagi Ilusi menonton televisi, gadis itu mengambil coat yang tergantung di dekat pintu kamar mandi dan segera keluar dari kamar apartment miliknya.
Kanza baru menyadari saat berada di lobi apartment bahwa langit terlihat gelap, apakah sudah malam? Tapi, seingat Kanza, dia baru bangun tidur.
Ia tidak memikirkannya lebih lanjut, gadis itu dengan cepat melangkah menuju parkiran basement.
BRAKK
Baru saja ingin membuka pintu mobilnya, Kanza merasa ada yang memukul kepalanya menggunakan— besi?!
“A-aah...” Kanza memegang kepala bagian belakang nya yang sudah mengeluarkan darah, matanya mulai terlihat buram tapi ia belum pingsan.
Oh, bahkan, kini ia sudah tak merasakan sakit apapun lagi di kepala bagian belakangnya. Penglihatannya kembali normal, dan darah yang tadi tercecer hilang.
“Hah? Kok?” Kanza menoleh ke belakang, mencari tau siapa sosok yang memukulnya. Dan di sana, berdiri Ilusi yang berjumlah banyak. Tak terhingga.
“Ini hasil tes-nya, Bu.”
Kanza menoleh ke arah suara, disana ada Ilusi yang mengenakan setelan serba putih dan Ilusi lain yang memakai baju sama dengan yang lainnya.
Pusing. Ini terlalu rumit untuk dia mengerti. Kanza tahu gosip simpang siur di kantor mereka bahwa Ilusi tidak memiliki asal-usul. Kantor mereka hanya menyadari bahwa Ilusi ada dan menjadi bagian dari mereka.
Tidak ingin mengambil langkah besar, Kanza segera masuk ke dalam mobil nya dan menyalakan mesin. Tapi, sosok Ilusi yang menggunakan jas putih itu menghalanginya.
Kanza membuka kaca mobilnya, “Lusi, minggir atau kutabrak kau!”
“Hasil tesmu selesai, kini kamu sudah boleh bangun dalam hitungan ketiga,” Ilusi mengangkat tangannya dan menunjukkan ketiga jari, mulai menghitung mundur, “Satu, dua, tiga.”
Dalam sekejap, Kanza membuka mata dan mendapati langit-langit yang berwarna cokelat. Ia mengusap keringat yang mengalir di leher serta jidatnya.
Ia tertawa terbahak kemudian. Kanza menyadari bahwa semua orang yang ada di bumi telah musnah akibat semuanya menjadi objek percobaan ilmiah Ilusi.
Semua manusia benar-benar musnah, dan tanpa Kanza duga, ia mendapati dokumen yang tertulis catatan bahwa Ilusi mengorbankan dirinya sendiri untuk percobaan ini.
Dan itu sudah 5 bulan yang lalu.
Mengapa Kanza terbangun saat semua objek percobaan ilmiah Ilusi meninggal? Apa yang terjadi selama ia terjebak di dunia antah berantah itu?
Pandangan Kanza beralih pada secarik kertas yang ada di nakas sebelahnya. Dengan jantung yang berpacu tidak normal, ia mengambil kemudian membuka kertas itu. Dan terkejut saat mengetahui tulisannya disana.
'Selamat, kamu meninggal.'
—ilusi dé e.
...apa maksud dari semua ini?
Forwarded from ⁺◟ʬʬ。 mòxez world ๑˚ ͙۪۪̥◌ (alterio, j.ᴼᴸᴹ)
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
◞⃕🗿 PLOT IDEAS × #sliceoflife
Kamu magang di salah satu stasiun tv ternama di Indonesia. Kamu awalnya biasa-biasa saja magang disana sampai salah satu staff membicarakan jika stasiun tv ini akan bangkrut. Kamu tidak bisa berbuat apa-apa selain melakukan pekerjaanmu, hingga suatu hari kamu ditawari menjadi model untuk salah satu program tv mereka, dan kehidupanmu pun berubah menjadi glamor
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀◜🎡🦄🌿。 年龄
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀PLOTIDEAS, 2O2O
Kamu magang di salah satu stasiun tv ternama di Indonesia. Kamu awalnya biasa-biasa saja magang disana sampai salah satu staff membicarakan jika stasiun tv ini akan bangkrut. Kamu tidak bisa berbuat apa-apa selain melakukan pekerjaanmu, hingga suatu hari kamu ditawari menjadi model untuk salah satu program tv mereka, dan kehidupanmu pun berubah menjadi glamor
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀◜🎡🦄🌿。 年龄
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀PLOTIDEAS, 2O2O
PLOTIDEAS × #fantasy
Kamu sedang bertelungkup di bawah mobil, guna bersembunyi dari kejaran zombie yang kelaparan, terhitung hanya dirimulah di dunia ini yang belum menjadi zombie, tetapi siapa sangka.
Sang pemilik mobil keluar dsir mobil dan berjongkok mengintip apa yang ada di bawah mobil, dia mengulurkan tangannya untuk membantumu menyelamatkan diri, tapi di dunia ini hanya kamu yang menjadi zombie.
Tetap berdiam diri atau menerima pertolongan itu?
©️ MOXEZWORLD
Kamu sedang bertelungkup di bawah mobil, guna bersembunyi dari kejaran zombie yang kelaparan, terhitung hanya dirimulah di dunia ini yang belum menjadi zombie, tetapi siapa sangka.
Sang pemilik mobil keluar dsir mobil dan berjongkok mengintip apa yang ada di bawah mobil, dia mengulurkan tangannya untuk membantumu menyelamatkan diri, tapi di dunia ini hanya kamu yang menjadi zombie.
Tetap berdiam diri atau menerima pertolongan itu?
©️ MOXEZWORLD
Forwarded from ⁺◟ʬʬ。 mòxez world ๑˚ ͙۪۪̥◌ (alterio, j.ᴼᴸᴹ)
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
↬ [ PLOT IDEAS × #sliceoflife]
Kamu memiliki phobia yang cukup parah, sejak kecil sampai ... sekarang
Karena itu, banyak teman-temanmu yang meledek dengan cara memperlihatkan apa yang kamu phobiakan itu
Dan beruntungnya, kamu memiliki sahabat sejak kecil yang selalu melindungimu dari orang-orang yang membuatmu takut
Tapi ... sayangnya sahabatmu pindah kota karena suatu urusan. Jadi kamu harus belajar membiasakan diri dengan sekitar
ㅤㅤㅤㅤ🌈ˏ୭̥✨ ‧₊˚ 🍄🌊
ㅤㅤㅤ PLOTIDEAS 2O2O
Kamu memiliki phobia yang cukup parah, sejak kecil sampai ... sekarang
Karena itu, banyak teman-temanmu yang meledek dengan cara memperlihatkan apa yang kamu phobiakan itu
Dan beruntungnya, kamu memiliki sahabat sejak kecil yang selalu melindungimu dari orang-orang yang membuatmu takut
Tapi ... sayangnya sahabatmu pindah kota karena suatu urusan. Jadi kamu harus belajar membiasakan diri dengan sekitar
ㅤㅤㅤㅤ🌈ˏ୭̥✨ ‧₊˚ 🍄🌊
ㅤㅤㅤ PLOTIDEAS 2O2O
↬ [ PLOT IDEAS × #horror]
Kecelakaan yang terjadi beberapa bulan lalu membuat orangtuamu sangat khawatir, dan mengajakmu untuk pindah rumah
Entah apa terjadi, kamu pun tidak paham kenapa tiba-tiba orangtuamu menjadi sangat berlebihan padamu
Setelah kamu mencari tau secara diam-diam, ternyata kamu sedang diincar oleh sosok mengerikan yang muncul sebelum terjadinya kecelakaan
ㅤㅤㅤㅤ🌈ˏ୭̥✨ ‧₊˚ 🍄🌊
ㅤㅤㅤ PLOTIDEAS 2O2O
Kecelakaan yang terjadi beberapa bulan lalu membuat orangtuamu sangat khawatir, dan mengajakmu untuk pindah rumah
Entah apa terjadi, kamu pun tidak paham kenapa tiba-tiba orangtuamu menjadi sangat berlebihan padamu
Setelah kamu mencari tau secara diam-diam, ternyata kamu sedang diincar oleh sosok mengerikan yang muncul sebelum terjadinya kecelakaan
ㅤㅤㅤㅤ🌈ˏ୭̥✨ ‧₊˚ 🍄🌊
ㅤㅤㅤ PLOTIDEAS 2O2O
Forwarded from ⁺◟ʬʬ。 mòxez world ๑˚ ͙۪۪̥◌ (logout, kanzá.)
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
PLOTIDEAS × #mistery
Sticky note yang lagi-lagi tertempel di gitarmu membuatmu semakin penasaran. Pasalnya, sticky note itu selalu tertempel di gitarmu saat selesai berlatih sepulang sekolah dan hanya beberapa orang yang ikut berlatih alat musik. Tapi, saat kemarin kamu sengaja bersembunyi untuk melihat siapa pelakunya, tak ada orang yang datang satupun untuk menempelkan sticky note itu. Jadi, lebih baik menangkap pelakunya atau biarkan saja?
©️ MOXEZ WORLD
Sticky note yang lagi-lagi tertempel di gitarmu membuatmu semakin penasaran. Pasalnya, sticky note itu selalu tertempel di gitarmu saat selesai berlatih sepulang sekolah dan hanya beberapa orang yang ikut berlatih alat musik. Tapi, saat kemarin kamu sengaja bersembunyi untuk melihat siapa pelakunya, tak ada orang yang datang satupun untuk menempelkan sticky note itu. Jadi, lebih baik menangkap pelakunya atau biarkan saja?
©️ MOXEZ WORLD
⁺◟ʬʬ。 mòxez world ๑˚ ͙۪۪̥◌
Setuju ga cipen bikin one-shot plot nsfw? ( ͡° ͜ʖ ͡°)
ONESHOOT × #nsfw
Peringatan! Kalo enggak kuat baca, skip aja ya.
Kamu sedang tertidur lelap, kelelahan karena baru saja sepulang kerja. Tiba-tiba ponselmu berbunyi, dan kami mendapatkan pesan seperti ini :
Hai sayang, aku disini, bersamamu. Sepertinya kakimu yang jenjang itu cocok kujadikan tongkat kayu. Salam manis, ini pengangummu.
“Pesan aneh apalagi ini, kupikir besok aku akan baik-baik saja.” Kamu menghembuskan nafas panjang lalu tertidur.
Saat terbangun, kamu dikagetkan dengan pesan-pesan aneh ditambah pengirimnya tak berisi identitas apapun dan isi pesan itu adalah beberapa foto, catatan serta rencana hari ini kamu akan pergi kemana.
Karena takut, kamupun hanya keluar pada malam hari untuk membeli beberapa camilan dan membatalkan semua rencana ingin jalan-jalan. Suasana malam itu sepi, dan saat ingin berbalik pulang tubuhmu sudah dibawa paksa oleh seseorang.
Tempat yang remang-remang akan pencahayaan, kamu tergeletak dengan sadis. Tiga jam berlalu, tubuhmu sudah dipakai bergantian untuk memuaskan nafsu mereka.
“Wah lihatlah, kenapa kita tidak mengincarnya sejak lama saja?”
“Kita tidak akan rugi besar, jika beberapa tubuh ini akan dijual. Untungnya banyak,”
“Benar. Lagipula setelah ini kita habisi sang manis ini bukan?”
Suara kecipak kulit, dan tamparan ikat pinggang memenuhi ruangan tersebut. Sekujur tubuhmu sudah dipenuhi luka, bahkan darah sudah berlomba-lomba menggenangi lantai.
Puas akan kegiatan yang mereka lakukan, kamu tak diberi kesempatan untuk mengucap suatu kata atau kalimat pun.
Dua dari mereka, terlihat mengabadikan momen ini yang dimana bagian tubuhmu sudah tak menyatu lagi. Berantakan. Bahkan, bagian atas sudah menggelinding tak tentu arah.
“Seharusnya aku tak melakukan ini...” ucap salah satu dari mereka. Tempat terjadinya penyiksaan tersebut diakhiri dengan surat kecil.
Mungkin aku sabar, tapi ada batasnya dan tak bisa lama-lama berdiam diri seperti ini.
©️MOXEZ WORLD
Peringatan! Kalo enggak kuat baca, skip aja ya.
Kamu sedang tertidur lelap, kelelahan karena baru saja sepulang kerja. Tiba-tiba ponselmu berbunyi, dan kami mendapatkan pesan seperti ini :
Hai sayang, aku disini, bersamamu. Sepertinya kakimu yang jenjang itu cocok kujadikan tongkat kayu. Salam manis, ini pengangummu.
“Pesan aneh apalagi ini, kupikir besok aku akan baik-baik saja.” Kamu menghembuskan nafas panjang lalu tertidur.
Saat terbangun, kamu dikagetkan dengan pesan-pesan aneh ditambah pengirimnya tak berisi identitas apapun dan isi pesan itu adalah beberapa foto, catatan serta rencana hari ini kamu akan pergi kemana.
Karena takut, kamupun hanya keluar pada malam hari untuk membeli beberapa camilan dan membatalkan semua rencana ingin jalan-jalan. Suasana malam itu sepi, dan saat ingin berbalik pulang tubuhmu sudah dibawa paksa oleh seseorang.
Tempat yang remang-remang akan pencahayaan, kamu tergeletak dengan sadis. Tiga jam berlalu, tubuhmu sudah dipakai bergantian untuk memuaskan nafsu mereka.
“Wah lihatlah, kenapa kita tidak mengincarnya sejak lama saja?”
“Kita tidak akan rugi besar, jika beberapa tubuh ini akan dijual. Untungnya banyak,”
“Benar. Lagipula setelah ini kita habisi sang manis ini bukan?”
Suara kecipak kulit, dan tamparan ikat pinggang memenuhi ruangan tersebut. Sekujur tubuhmu sudah dipenuhi luka, bahkan darah sudah berlomba-lomba menggenangi lantai.
Puas akan kegiatan yang mereka lakukan, kamu tak diberi kesempatan untuk mengucap suatu kata atau kalimat pun.
Dua dari mereka, terlihat mengabadikan momen ini yang dimana bagian tubuhmu sudah tak menyatu lagi. Berantakan. Bahkan, bagian atas sudah menggelinding tak tentu arah.
“Seharusnya aku tak melakukan ini...” ucap salah satu dari mereka. Tempat terjadinya penyiksaan tersebut diakhiri dengan surat kecil.
Mungkin aku sabar, tapi ada batasnya dan tak bisa lama-lama berdiam diri seperti ini.
©️MOXEZ WORLD
Forwarded from ⁺◟ʬʬ。 mòxez world ๑˚ ͙۪۪̥◌ (off.)
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
PLOTIDEAS × #horror
Kamu meminta tolong kepada ibumu untuk membangunkanmu pada pagi hari, agar tak keterusan tidur sampai siang. Tapi siapa sangka, saat kamu bangun, yang membangunkan itu bukan ibumu, tapi yang menyerupai ibumu.
MOXEZ WORLD©️
Kamu meminta tolong kepada ibumu untuk membangunkanmu pada pagi hari, agar tak keterusan tidur sampai siang. Tapi siapa sangka, saat kamu bangun, yang membangunkan itu bukan ibumu, tapi yang menyerupai ibumu.
MOXEZ WORLD©️
MOXEZ_SS × #sliceoflife
“Masih menunggu beliau?” Pertanyaan itu hanya dibalas anggukan olehnya.
“Ayolah, ini sudah larut malam. Tidak baik di luar seperti ini, apalagi cuaca sangat dingin sekarang.”
“Apa pedulimu? Urusi saja urusan sendiri.” Kamu menoleh gusar ke arahnya,
“Aku begini karena aku peduli denganmu, ini yang kau namakan menikmati hidup dan berbahagia? Sadarlah, kau hanya menyakiti diri sendiri kalau seperti ini terus.”
“Tapi beliau akan datang, bukan? Nah, itu dia beliau datang!” Melihat dia yang beranjak dari duduknya, kamupun langsung menahan dan memeluknya.
“Tolong. Di saat gelap begini sudah tak ada lagi yang singgah, dan disitu tidak ada yang singgah. Aku mohon, ayo pulang.” Air matamu turun, seakan melihat ekspresinya yang kecewa.
“Aku tau kau merindukan beliau, tapi tolong jangan seperti ini. Beliau sudah pergi sejak lama, dan dia selalu menjagamu dari jauh walau tak terlihat.”
©️ MOXEZ WORLD
“Masih menunggu beliau?” Pertanyaan itu hanya dibalas anggukan olehnya.
“Ayolah, ini sudah larut malam. Tidak baik di luar seperti ini, apalagi cuaca sangat dingin sekarang.”
“Apa pedulimu? Urusi saja urusan sendiri.” Kamu menoleh gusar ke arahnya,
“Aku begini karena aku peduli denganmu, ini yang kau namakan menikmati hidup dan berbahagia? Sadarlah, kau hanya menyakiti diri sendiri kalau seperti ini terus.”
“Tapi beliau akan datang, bukan? Nah, itu dia beliau datang!” Melihat dia yang beranjak dari duduknya, kamupun langsung menahan dan memeluknya.
“Tolong. Di saat gelap begini sudah tak ada lagi yang singgah, dan disitu tidak ada yang singgah. Aku mohon, ayo pulang.” Air matamu turun, seakan melihat ekspresinya yang kecewa.
“Aku tau kau merindukan beliau, tapi tolong jangan seperti ini. Beliau sudah pergi sejak lama, dan dia selalu menjagamu dari jauh walau tak terlihat.”
©️ MOXEZ WORLD
↬ [ PLOT IDEAS × #romance]
Kamu sangat dekat dengan sesorang, ia selalu ada untukmu saat kamu membutuhkannya
Dan hal itu membuatmu jatuh hati padanya dan berpikir jika ia menyukaimu juga
Tapi siapa sangka ternyata ia justru menyukai teman kecilmu, dan membuatmu mau tak mau harus memutuskan untuk tetap bertahan atau merelakan perasaan
ㅤㅤㅤㅤ🌈ˏ୭̥✨ ‧₊˚ 🍄🌊
ㅤㅤㅤ PLOTIDEAS 2O2O
Kamu sangat dekat dengan sesorang, ia selalu ada untukmu saat kamu membutuhkannya
Dan hal itu membuatmu jatuh hati padanya dan berpikir jika ia menyukaimu juga
Tapi siapa sangka ternyata ia justru menyukai teman kecilmu, dan membuatmu mau tak mau harus memutuskan untuk tetap bertahan atau merelakan perasaan
ㅤㅤㅤㅤ🌈ˏ୭̥✨ ‧₊˚ 🍄🌊
ㅤㅤㅤ PLOTIDEAS 2O2O
Forwarded from ⁺◟ʬʬ。 mòxez world ๑˚ ͙۪۪̥◌ (logout)
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
PLOTIDEAS × #action
Kamu dikirimi paket yang dibungkus kardus berbentuk kotak yang ukurannya agak besar. Kamupun membukanya dan seketika ada boneka muncul, lalu menodongkan pistolnya.
Kamupun tertawa, karena mengira itu pistol mainan. Tapi, sebelum kamu selesai tertawa kamu sudah tergeletak duluan dengan darah yang terus mengucur deras dari kepalamu tak lupa bunyi pistol yang semakin keras.
©️MOXEZWOLRD
Kamu dikirimi paket yang dibungkus kardus berbentuk kotak yang ukurannya agak besar. Kamupun membukanya dan seketika ada boneka muncul, lalu menodongkan pistolnya.
Kamupun tertawa, karena mengira itu pistol mainan. Tapi, sebelum kamu selesai tertawa kamu sudah tergeletak duluan dengan darah yang terus mengucur deras dari kepalamu tak lupa bunyi pistol yang semakin keras.
©️MOXEZWOLRD
Forwarded from ⁺◟ʬʬ。 mòxez world ๑˚ ͙۪۪̥◌ (logout)
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
↬ [ PLOT IDEAS × #thriller]
Terbangun tengah malam memanglah mengerikan, tapi kali ini sedikit berbeda dengan malam-malam sebelumnya
Karena hari ini tepat hari ulang tahunmu, dan tiba-tiba saja teman-temanmu sudah berada di depan rumah setelah memberitahumu lewat telpon
Tapi hal tak terduga terjadi, ternyata masing-masing dari temanmu membawa benda tajam dan berbahaya di dalam tas dan genggamannya
Kemudian salah satu berkata, "mari kita mulai permainannya di hari ulang tahunmu."
Kamu hanya menatap teman-temanmu remeh, dan segera mengiyakan
ㅤㅤㅤㅤ🌈ˏ୭̥✨ ‧₊˚ 🍄🌊
ㅤㅤㅤ PLOTIDEAS 2O2O
Terbangun tengah malam memanglah mengerikan, tapi kali ini sedikit berbeda dengan malam-malam sebelumnya
Karena hari ini tepat hari ulang tahunmu, dan tiba-tiba saja teman-temanmu sudah berada di depan rumah setelah memberitahumu lewat telpon
Tapi hal tak terduga terjadi, ternyata masing-masing dari temanmu membawa benda tajam dan berbahaya di dalam tas dan genggamannya
Kemudian salah satu berkata, "mari kita mulai permainannya di hari ulang tahunmu."
Kamu hanya menatap teman-temanmu remeh, dan segera mengiyakan
ㅤㅤㅤㅤ🌈ˏ୭̥✨ ‧₊˚ 🍄🌊
ㅤㅤㅤ PLOTIDEAS 2O2O