ARIN TASK
2 subscribers
30 photos
4 videos
2 files
20 links
Download Telegram
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
β€‹πŸŽ™: /turning a page of notes on the studio desk/

Ini nih, mitos pamungkas yang paling sering bikin orang parno gara-gara film fiksi ilmiah yaitu lubang hitam diprediksi bakal terus makan, makin besar, dan akhirnya menelan seluruh alam semesta.

πŸŽ™: /laughing; smiling wryly/

Wah, kalau ini beneran terjadi, mungkin kita nggak bakal sempat ngobrol di podcast hari ini ya! Tapi secara fisika, itu mustahil banget terjadi.

πŸŽ™: /raising a hand to emphasize the point/

Kenapa? Karena jangkauan gravitasi lubang hitam itu sangat terbatas. Bintang-bintang dan planet yang letaknya jauh dari lubang hitam akan tetap aman dan mengorbit secara stabil pada jalurnya masing-masing.

πŸͺ: /nodding/

Contoh paling dekat dan nyata ada di galaksi kita sendiri, Bima Sakti! Di pusat galaksi kita, ada lubang hitam supermasif namanya Sagittarius A* yang massanya jutaan kali lipat massa Matahari.
πŸͺ: /pointing to the side/

Tapi bumi kita tercinta ini berada di jarak aman sekitar 26.000 tahun cahaya dari sana, dan kita sama sekali nggak ditarik masuk ke dalamnya. Kita tetap berputar dengan damai di sini!

πŸŽ™: /smiling broadly/

Ditambah lagi, alam semesta kita sifatnya dinamis. Artinya, alam semesta kita akan terus-menerus mengembang (expanding universe) seiring waktu. Jadi, secara matematis dan fisika, mustahil ada satu lubang hitam yang bisa mengejar dan menelan seluruh ruang di alam semesta yang luasnya terus bertambah ini.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
/Ardaric and Arin adjusting their sitting posture; stretching slightly; and taking a sip of water before leaning back into the mics/

πŸͺ: /chuckling softly while looking at Ardaric/

Wah, gila sih. Bahasan soal lubang hitam tadi bener-bener ngebuka mata banget kalau sains itu jauh lebih liar dari film fiksi. Tapi, ngomongin soal antariksa dan peradaban di luar sana... rasanya kurang lengkap kalau kita cuma bahas lubang hitam doang, kan?
​
πŸŽ™: /nodding enthusiastically while tapping a stack of notes on the desk/

Oh, tentu saja! Kalau tadi kita bicara soal lubang hitam dari kacamata astrofisika murni, sekarang kita mau geser jalur sedikit nih. Kita bakal masuk ke wilayah yang jauh lebih kontroversial, penuh misteri, dan bikin bulu kuduk merinding.
Experience
Ludovico Einaudi
​πŸͺ: /raising an eyebrow with a playful grin/

Masuk ke ranah sejarah kuno, arkeologi, dan... cue spooky music makhluk luar angkasa. Kita bakal ngebahas salah satu teori paling populer tapi juga paling didebatkan orang: Ancient Astronaut Theory!

πŸŽ™: /leaning forward; locking eyes with the mic/

Benar sekali! Selama puluhan tahun, muncul gagasan bahwa ribuan tahun yang lalu, bumi kita tercinta ini ternyata pernah dikunjungi oleh makhluk luar angkasa. Bukan cuma datang sebagai turis atau pengamat iseng, tapi mereka dituduh ikut campur tangan dalam membangun peradaban manusia purba!

πŸͺ: /adjusting headset/

Wah, kalau gitu.. di topik kedua ini kita bakal bedah tuntas. Apakah monumen-monumen megah masa lalu itu beneran dibangun manusia pakai keringat sendiri, atau jangan-jangan dibantu "kakak-kakak" dari bintang lain?
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
πŸͺ: /leaning forward; elbows resting on the studio table/

Oke, mari kita mulai babak kedua kita malam ini. Kalau kita ngomongin alien, biasanya pikiran kita langsung melayang ke teleskop canggih, piring terbang, atau sinyal radio misterius dari galaksi lain. Tapi, para pendukung Ancient Astronaut Theory punya sudut pandang yang beda total.
​
πŸŽ™: /nodding/

Betul! Menurut mereka, buktinya justru ada di bumi kita sendiri, di warisan sejarah ribuan tahun yang lalu. Dasarnya sederhana: mereka menganggap ada beberapa pencapaian arsitektur kuno yang rasanya "terlalu canggih" untuk dicapai oleh manusia pada zaman zamannya.

πŸŽ™: /gesturing with open hands/

Dan contoh paling klise tapi selalu bikin takjub tentu saja Piramida Giza di Mesir. Sampai hari ini, bangunan itu tetap jadi salah satu keajaiban terbesar. Bayangin aja, setiap balok batunya punya berat berton-ton, bahkan ada yang sampai puluhan ton!
πŸͺ: /raising eyebrows/

Bangunan raksasa itu berdiri kokoh lebih dari 4.500 tahun lamanya, dan titik orientasinya hampir sempurna menghadap empat arah mata angin. Nah, bagi para penganut teori Ancient Astronaut, pencapaian kayak gini dianggap mustahil dilakukan tanpa bantuan teknologi luar biasa, yang mungkin diturunkan oleh makhluk dari planet lain.

πŸŽ™: /tapping the desk lightly/

Nggak cuma itu! Mereka juga sering nunjuk Stonehenge di Inggris yang tersusun dari batu-batu raksasa, atau Garis Nazca di Peru yang membentuk gambar hewan raksasa di padang pasir dan baru kelihatan jelas bentuknya kalau dilihat dari udara.

πŸͺ: /looking at Ardaric/

Pertanyaannya: gimana caranya masyarakat ribuan tahun lalu bikin gambar sebesar itu tanpa punya helikopter atau drone buat melihatnya dari langit?

πŸŽ™: /smiling while looking back at Arin/

Dari pertanyaan-pertanyaan itulah spekulasi liar mulai meledak di internet. Mulai dari relief kuil yang mirip pesawat tempur, sampai lukisan abad pertengahan yang ada objek bundar mirip UFO di langit.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
πŸŽ™: /taking a brief sip of water; setting the tumbler down gently/

​Tapi, tunggu dulu, guys. Sebelum kita buru-buru percaya kalau piramida dibangun sama alien, kita harus dengar juga penjelasan dari para ahli sejarah dan arkeologi. Apakah klaim-klaim itu benar secara ilmiah?
​
πŸͺ: /shaking head with a slight smile/

Jawabannya... belum tentu? Contoh relief "helikopter" yang terkenal banget di Kuil Abydos, Mesir. Sekilas emang mirip banget sama helikopter modern atau kapal selam. Tapi para ahli Mesir Kuno punya penjelasan logis kan..

πŸŽ™: /gesturing with hands/

Betul! Itu adalah fenomena yang namanya palimpsest. Jadi, itu adalah hasil dari dua lapisan ukiran yang dibuat pada masa firaun yang berbeda. Ukiran aslinya sempat ditutup plester dan dipahat ulang. Setelah ribuan tahun terkikis angin dan waktu, kedua ukiran itu saling bertumpuk dan kebetulan membentuk pola yang mirip helikopter.
πŸͺ: /snapping fingers/

Tuh, kan! Seringkali otak kita emang suka nge-judge secara keliru. Sama juga kayak lukisan-lukisan lama yang dianggap UFO. Sejarawan bilang itu sebenarnya cuma simbol keagamaan, simbol matahari, bulan, atau gaya seni religius pada masa itu.

πŸŽ™: /nodding agreement/

Kenapa kita tetep ngeh-nya itu UFO? Karena ada satu fenomena psikologi keren namanya pareidolia. Ini kecenderungan alami otak manusia buat mencari-cari pola yang udah kita kenal. Sama kayak pas kita liat bentuk wajah di awan atau bentuk kelinci di permukaan bulan, padahal aslinya ya cuma gumpalan awan atau kawah biasa!
​
πŸͺ: /laughing lightly/

Makanya ya.. meskipun Ancient Astronaut Theory ini seru banget buat bahan obrolan malam atau konten misteri, sampai detik ini belum ada satu pun bukti ilmiah yang bener-bener valid kalau alien pernah nongkrong di bumi kuno kita.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
πŸŽ™: /adjusting microphone closer; adopting a slightly more cosmic tone; looking intrigued/
Tapi ngomong-ngomong soal alien mengamati bumi, ada satu konsep fisika yang nggak kalah bikin merinding nih. Pernah nggak kalian mikir, gimana kalau alien sebenarnya punya teleskop yang jauh lebih canggih daripada bayangan manusia?
​
πŸͺ: /raising an eyebrow/

Maksudnya gimana tuh? Kalau mereka ngeliat bumi sekarang, ya mereka bakal liat kondisi kita yang sekarang, dong?

β€‹πŸŽ™: /shaking head slowly/

Nah, itu dia jebakannya! Ingat, cahaya butuh waktu buat merambat. Waktu kita liat matahari di langit siang hari, yang sebenarnya kita lihat adalah kondisi matahari delapan menit yang lalu, karena butuh waktu segitu buat cahayanya sampe ke bumi.
​
πŸͺ: /realizing/

Ah, benar juga! Artinya, semakin jauh jarak pengamat di luar sana, semakin jauh pula masa lalu bumi yang bisa mereka lihat!
πŸŽ™: /gesturing excitedly/

Tepat sekali! Bayangkan secara teoretis, ada peradaban alien yang letaknya sekitar 65 juta tahun cahaya dari bumi. Terus, mereka punya teleskop super duper canggih yang sanggup melihat detail permukaan planet dari jarak sejauh itu. Apa yang bakal mereka lihat?
​
πŸŽ™: /eyes wide open/

Mereka nggak bakal liat gedung pencakar langit, kota metropolitan, atau internet. Mereka justru bakal melihat bumi ketika dinosaurus masih jadi penguasa planet ini. Hutan purba, gunung berapi aktif, dan monster-monster raksasa. Bisa jadi, kalaupun ada alien yang ngintip bumi dari kejauhan jutaan tahun lalu, mereka cuma nyangka bumi ini planet liar yang kosong dan nggak layak dikunjungi.

πŸͺ: /leaning back; chuckling/

Wah, ide cerita fiksi ilmiah yang keren banget sih. Walaupun secara sains itu masih sebatas spekulasi karena belum ada teknologi teleskop yang bisa sejelas itu dari jarak puluhan juta tahun cahaya, konsep fisikanya bener-bener mind-blowing!
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
/an energic instrumental music fade in gently in the background/

πŸŽ™: /softening tone; smiling warmly/

Dan di sinilah letak daya tarik dari pembahasan kita tentang alien dan antariksa. Semakin dalam kita menguliknya, batas antara sains murni, hipotesis, dan imajinasi manusia jadi semakin tipis.
​
πŸŽ™: /leaning back; relaxing posture/

Ada teori yang lahir dari rumus matematika yang rumit, ada yang dari pengamatan teleskop raksasa, tapi ada juga yang sekadar berangkat dari rasa penasaran manusia yang nggak ada habisnya.

πŸͺ: /leaning over to look at the screen/

Bagi yang punya pertanyaan atau kepo dan mau tau lebih banyak tentang dua topik kita hari ini, bisa langsung isi kolom komentar ini ya..!
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
πŸͺ: /mic check tap; smiling widely at the tablet displaying listener comments/

Wah, nggak terasa kita sudah melewati penjelasan kedua topik utama kita malam ini...

πŸŽ™: /clearing throat slightly/

Sebelum penutup, mari kita rangkum poin-poin penting yang sudah kita bedah hari ini yuk!

πŸͺ: /nodding in agreement/

Pertama, lubang hitam bukanlah monster penyedot debu kosmik, materi yang mendekat tidak langsung ditelan mentah-mentah, dan mustahil ada lubang hitam yang sanggup menelan seluruh alam semesta! 

πŸŽ™: /counting points with fingers/

Yang Kedua, pada akhirnya, fakta berkata: belum ada bukti ilmiah yang sah kalau alien pernah datengin piramida, belum ada bukti mereka kirim sinyal pasti ke kita. Tapi di sisi lain, juga belum ada bukti mutlak yang bisa bilang kalau kita sendirian di alam semesta yang seluas ini.
Epilogue
Johann Johannsson
πŸͺ: /nodding while smiling to the screen/

Ini jadi pelajaran berharga buat kita semua untuk selalu kritis dan nanya sumbernya setiap kali dengar klaim sains yang terlampau dramatis, apalagi kalau asalnya dari film fiksi atau potongan video di media sosial. Realitas kosmos kita ternyata jauh lebih menakjubkan dengan caranya sendiri.

πŸŽ™: /smiling warmly into the mic/

Pucuk dicinta, ulam pun tiba! Sekian podcast "Debunk it: Antariksa Edition!" dari kita. Saya Ardaric (πŸŽ™) dan rekan host saya, Arin (πŸͺ), pamit undur diri. Terima kasih dan sampai jumpa di podcast spesial berikutnya!

/mic off; studio red light fades out; instrumental music plays to full volume for 5 seconds then fade out/
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM