Novel Opium
177 subscribers
205 photos
4 videos
59 links
Download Telegram
Audio
BAB 4: H-4 (Bagian 1)
Ryoko & Celine

“Mereka menghapus angka empat dari tombol lift karena bunyinya terlalu dekat dengan kematian. Lucu juga—seolah kematian perlu nomor lantai untuk menemukan kita.”

— Diunggah Maira Azmi, 4 November 2025
🔥3👍2
Audio
BAB 4: H-4 (Bagian 2)
Ryoko & Celine

“Kadang yang kembali dari patroli bukan orang yang paling baik, hanya orang yang tahu kapan harus meninggalkan yang lain. Tapi dunia yang sudah runtuh punya cara aneh memilih penjaganya; orang yang paling ingin kau jauhi bisa menjadi satu-satunya yang masih berdiri ketika sesuatu datang dari balik jalan.”

— Diunggah Maira Azmi, 17 November 2025
❤1👍1🔥1👏1😁1
Audio
BAB 4: H-4 (Bagian 3)
Ryoko & Celine

“Ada orang yang selalu kau hindari, bukan karena ia lemah, melainkan karena ada sesuatu dalam tatapannya yang membuatmu ingin menjauh. Tapi ketika kematian datang dari balik gerbang, kadang justru orang semacam itulah yang tetap berdiri paling depan—membawa rahasia yang tak pernah kau tahu ia simpan.”

— Diunggah Maira Azmi, 14 November 2025
🔥2👍1👏1
Audio
BAB 4: H-4 (Bagian 4)
Ryoko & Celine

“Ada saat ketika sesuatu terasa begitu penting sampai orang rela berbohong, mengambil risiko, bahkan mengorbankan banyak hal untuk mendapatkannya. Lalu dunia berubah, dan semenit kemudian benda yang sama hanya tergeletak di lantai seperti sampah yang tak lagi layak dipungut.”

— Diunggah Maira Azmi, 6 November 2025
👍2👏2❤1🔥1
Audio
BAB 4: H-4 (Bagian 5)
Ryoko & Celine

“Awalnya kukira ia hanya membungkuk karena kakinya patah. Lalu tubuh itu merendah, menegang seperti pegas yang ditarik terlalu jauh, dan sebelum siapa pun sempat mendekat, ia sudah berpindah tempat dengan satu lompatan yang tidak mungkin dilakukan manusia.”

— Diunggah Maira Azmi, 18 November 2025
🥰2❤1👍1👏1
Audio
BAB 4: H-4 (Bagian 6)
Ryoko & Celine

“Hal paling mengerikan bukan ketika seseorang berhenti memanggil namamu, tapi ketika jeritan yang kau kenal perlahan kehilangan bentuknya, berubah menjadi suara kasar yang tak lagi terdengar manusia. Saat itu kau sadar, orang yang tadi masih memanggilmu mungkin sudah tidak ada.”

— Diunggah Maira Azmi, 7 November 2025
🔥3❤1👍1
Audio
BAB 5: H-3 (Bagian 1)
Tempat Semua Bermula
Ryoko & Celine

“Kalau semua jalan sudah tertutup dinding, jangan terus mencari pintu di depanmu. Kembalilah ke tempat semuanya bermula. Sebab kadang, satu-satunya jalan keluar justru tersembunyi di tempat semuanya pertama kali dimulai.”

— Diunggah Maira Azmi, 01 Desember 2025
❤2👍2
Audio
BAB 5: H-3 (Bagian 2)
Tempat Semua Bermula
Rian, Kirana dan Andreanus

“Dalam perjalanan panjang, tidak semua orang akan sampai bersama. Akan ada teman yang terpisah dari temannya, kakak dari adiknya, bahkan ibu dari anaknya. Bukan karena mereka memilih berpisah, tapi karena kadang jalan di depan hanya memberi kesempatan pada sebagian orang untuk terus berjalan.”

— Diunggah Maira Azmi, 30 November 2025
👍2👏2
Audio
BAB 5: H-3 (Bagian 3)
Tempat Semua Bermula
Max & Mahesa

“Kita sering melewati sesuatu karena menganggapnya tidak penting. Baru setelah semuanya berubah, kita sadar bahwa jawaban yang dicari mungkin sudah ada di sana sejak awal, hanya saja waktu itu kita belum tahu cara membacanya.”

— Diunggah Maira Azmi, 25 November 2025
👏2❤1👍1
Audio
BAB 5: H-3 (Bagian 4)
Tempat Semua Bermula
Pengumuman Darurat

“Kadang kita merasa berjalan sendirian karena tak melihat siapa pun di jalan yang sama. Padahal di tempat lain, orang-orang yang bahkan tidak kita kenal mungkin sedang menuju arah yang serupa, hanya lewat jalan yang berbeda.”

— Diunggah Maira Azmi, 23 November 2025
❤2👏2👍1
Audio
BAB 6: H-2 (Bagian 1)
Pemerintah


“Dari jauh, sebuah kota cuma terlihat seperti kumpulan lampu di atas peta. Kita tidak bisa melihat siapa yang sedang menunggu keluarganya pulang, siapa yang bersembunyi, atau siapa yang masih berharap diselamatkan. Mungkin itu sebabnya keputusan besar selalu lebih mudah dibuat dari tempat yang jauh.”

— Diunggah Maira Azmi, 22 November 2025
👍2🔥2❤1
Audio
BAB 6: H-2 (Bagian 2)
Pemerintah


“Mula-mula senjata diarahkan ke langit, sekadar menyuruh orang berhenti. Tapi ketika ketakutan bercampur dengan amarah, laras itu perlahan turun. Setelahnya, tak ada lagi yang benar-benar ingat siapa yang lebih dulu melewati batas.”

— Diunggah Maira Azmi, 20 November 2025
🔥3👍2
Audio
BAB 6: H-2 (Bagian 3)
Pemerintah


“Ada keputusan yang tidak pernah punya jawaban benar. Menyelamatkan yang satu bisa berarti meninggalkan yang lain, sementara menunggu terlalu lama kadang membuat semuanya terlambat. Pada akhirnya, seseorang tetap harus memilih—dan hidup dengan akibatnya.”

— Diunggah Maira Azmi, 16 November 2025
❤1👍1
Audio
BAB 6: H-2 (Bagian 4)
Pemerintah



“Kita bisa membakar surat, membuang foto, mengunci pintu, lalu berpura-pura semuanya sudah selesai. Tapi masa lalu tidak selalu tinggal di tempat kita meninggalkannya. Kadang ia menemukan jalan pulang sendiri.”

— Diunggah Maira Azmi, 12 November 2025
👍2
Audio
BAB 6: H-2 (Bagian 5)
Pemerintah


“Saat semua orang mulai berlari ke arah yang sama, tempat yang disebut jalan keluar bisa berubah menjadi tempat paling sempit di dunia. Bukan karena jalannya mengecil, tapi karena terlalu banyak orang datang membawa harapan yang sama.”

— Diunggah Maira Azmi, 14 November 2025
🤔1
Audio
BAB 6: H-2 (Bagian Akhir)
Pemerintah


“Kabar bahwa sebuah pintu telah dibuka tidak selalu membuat orang lebih tenang. Kadang ia hanya membuat semua orang takut menjadi orang terakhir yang tiba.”

— Diunggah Maira Azmi, 14 November 2025
👍2
Audio
BAB 7: 41 jam terakhir (Bagian 1)
Rumah
Maira

“Yang paling menjijikkan dari Muncrat bukan mulutnya, tapi apa yang keluar darinya. Cairannya bening seperti air, jadi orang sering terlambat menghindar. Baru setelah menyentuh kulit, besi, atau kaca, mereka sadar bahwa sesuatu yang tidak berwarna pun bisa membakar.”

— Diunggah Maira Azmi, 19 November 2025
❤2
Audio
BAB 7: 40 jam terakhir (Bagian 2)
Rumah Maira


“Rumah yang paling kukenal sekalipun bisa menyimpan ruangan yang tak pernah diperlihatkan kepadaku. Mungkin karena manusia memang begitu; mereka membiarkan tamu melihat ruang depan, lalu menyimpan hal-hal terburuk jauh di belakang.”

— Diunggah Maira Azmi, 3 November 2025
❤2
Audio
BAB 7: 38 jam terakhir (Bagian 3)
Rumah Maira


“Kadang kita membuka pintu demi mencari jawaban, lalu berharap yang menunggu di baliknya adalah sesuatu yang bisa kita mengerti. Masalahnya, beberapa pintu memang lebih baik dibuka tanpa membawa harapan apa pun.”

— Diunggah Maira Azmi, 28 November 2025
👍2🔥2
BAB 7: 37 jam terakhir (Bagian 4)
Rumah Maira


“Tidak ada salinan yang benar-benar sama dengan aslinya. Orang yang membuatnya kembali selalu meninggalkan sedikit bagian dari dirinya sendiri. Kadang justru bagian itulah yang membuat hasil akhirnya lebih buruk.”

— Diunggah Maira Azmi, 31 Oktober 2025
❤3