Novel Opium
177 subscribers
205 photos
4 videos
59 links
Download Telegram
BAB 3: H-5 (Bagian 3)
Kirana & Pak Andreanus

โ€œMobil itu sudah tidak lagi tampak seperti kendaraan untuk pulang. Besi menutup kaca, rangka kasar melindungi bagian depan, dan setiap penyok di bodinya seperti menyimpan satu cerita tentang sesuatu yang gagal menerobos masuk. Kendaraan itu tidak dibuat untuk terlihat kuat. Ia hanya dibuat supaya orang-orang di dalamnya punya satu kesempatan lagi untuk tetap hidup.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 16 November 2025
๐Ÿ”ฅ2๐Ÿ‘1
BAB 3: H-5 (Bagian 4)
Kirana & Pak Andreanus

โ€œRumah selalu terasa seperti tempat paling aman, sampai suatu hari kau harus meninggalkannya tanpa sempat tahu apakah kau akan pulang. Di belakang, pintu yang kau kunci masih menunggu. Di depan, jalan menghitam, kendaraan ditinggalkan, dan mata-mata merah muda mulai bermunculan di antara bangunan. Saat itu kau sadar, yang paling jauh bukan rumahmu, melainkan kehidupan yang baru beberapa menit lalu masih kau anggap biasa.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 9 November 2025
๐Ÿ‘3๐Ÿ‘1
BAB 3: H-5 (Bagian 5)
Kirana & Pak Andreanus

โ€œRambut putihnya yang berdebu terangkat ketika ia menangkap kepala perempuan itu, sesaat sebelum giginya mencapai leher. Tak ada sesuatu yang pantas disebut senjata di tangannya, hanya sebuah pena hitam sederhana. Pena itu menancap tepat ke mata. Makhluk itu tersungkur, dan kali ini, tak ada usaha untuk bangkit kembali.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 8 November 2025
๐Ÿ”ฅ2โค1๐Ÿ‘1๐Ÿ‘1
Audio
BAB 3: H-5 (Bagian Akhir)
Kirana & Pak Andreanus

โ€œKetika jumlah mereka terlalu banyak, manusia berhenti bertarung sendirian. Orang-orang yang bahkan tak saling mengenal mulai berdiri dalam satu barisan, membawa apa saja yang masih bisa digunakanโ€”senjata, kapak, besi, bahkan benda yang beberapa menit sebelumnya tak pernah dianggap berguna. Hari itu mereka tidak bertahan karena paling kuat. Mereka bertahan karena akhirnya berhenti lari sendiri-sendiri.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 17 November 2025
๐Ÿ”ฅ2๐Ÿ‘1๐Ÿ‘1
Audio
BAB 4: H-4 (Bagian 1)
Ryoko & Celine

โ€œMereka menghapus angka empat dari tombol lift karena bunyinya terlalu dekat dengan kematian. Lucu jugaโ€”seolah kematian perlu nomor lantai untuk menemukan kita.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 4 November 2025
๐Ÿ”ฅ3๐Ÿ‘2
Audio
BAB 4: H-4 (Bagian 2)
Ryoko & Celine

โ€œKadang yang kembali dari patroli bukan orang yang paling baik, hanya orang yang tahu kapan harus meninggalkan yang lain. Tapi dunia yang sudah runtuh punya cara aneh memilih penjaganya; orang yang paling ingin kau jauhi bisa menjadi satu-satunya yang masih berdiri ketika sesuatu datang dari balik jalan.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 17 November 2025
โค1๐Ÿ‘1๐Ÿ”ฅ1๐Ÿ‘1๐Ÿ˜1
Audio
BAB 4: H-4 (Bagian 3)
Ryoko & Celine

โ€œAda orang yang selalu kau hindari, bukan karena ia lemah, melainkan karena ada sesuatu dalam tatapannya yang membuatmu ingin menjauh. Tapi ketika kematian datang dari balik gerbang, kadang justru orang semacam itulah yang tetap berdiri paling depanโ€”membawa rahasia yang tak pernah kau tahu ia simpan.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 14 November 2025
๐Ÿ”ฅ2๐Ÿ‘1๐Ÿ‘1
Audio
BAB 4: H-4 (Bagian 4)
Ryoko & Celine

โ€œAda saat ketika sesuatu terasa begitu penting sampai orang rela berbohong, mengambil risiko, bahkan mengorbankan banyak hal untuk mendapatkannya. Lalu dunia berubah, dan semenit kemudian benda yang sama hanya tergeletak di lantai seperti sampah yang tak lagi layak dipungut.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 6 November 2025
๐Ÿ‘2๐Ÿ‘2โค1๐Ÿ”ฅ1
Audio
BAB 4: H-4 (Bagian 5)
Ryoko & Celine

โ€œAwalnya kukira ia hanya membungkuk karena kakinya patah. Lalu tubuh itu merendah, menegang seperti pegas yang ditarik terlalu jauh, dan sebelum siapa pun sempat mendekat, ia sudah berpindah tempat dengan satu lompatan yang tidak mungkin dilakukan manusia.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 18 November 2025
๐Ÿฅฐ2โค1๐Ÿ‘1๐Ÿ‘1
Audio
BAB 4: H-4 (Bagian 6)
Ryoko & Celine

โ€œHal paling mengerikan bukan ketika seseorang berhenti memanggil namamu, tapi ketika jeritan yang kau kenal perlahan kehilangan bentuknya, berubah menjadi suara kasar yang tak lagi terdengar manusia. Saat itu kau sadar, orang yang tadi masih memanggilmu mungkin sudah tidak ada.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 7 November 2025
๐Ÿ”ฅ3โค1๐Ÿ‘1
Audio
BAB 5: H-3 (Bagian 1)
Tempat Semua Bermula
Ryoko & Celine

โ€œKalau semua jalan sudah tertutup dinding, jangan terus mencari pintu di depanmu. Kembalilah ke tempat semuanya bermula. Sebab kadang, satu-satunya jalan keluar justru tersembunyi di tempat semuanya pertama kali dimulai.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 01 Desember 2025
โค2๐Ÿ‘2
Audio
BAB 5: H-3 (Bagian 2)
Tempat Semua Bermula
Rian, Kirana dan Andreanus

โ€œDalam perjalanan panjang, tidak semua orang akan sampai bersama. Akan ada teman yang terpisah dari temannya, kakak dari adiknya, bahkan ibu dari anaknya. Bukan karena mereka memilih berpisah, tapi karena kadang jalan di depan hanya memberi kesempatan pada sebagian orang untuk terus berjalan.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 30 November 2025
๐Ÿ‘2๐Ÿ‘2
Audio
BAB 5: H-3 (Bagian 3)
Tempat Semua Bermula
Max & Mahesa

โ€œKita sering melewati sesuatu karena menganggapnya tidak penting. Baru setelah semuanya berubah, kita sadar bahwa jawaban yang dicari mungkin sudah ada di sana sejak awal, hanya saja waktu itu kita belum tahu cara membacanya.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 25 November 2025
๐Ÿ‘2โค1๐Ÿ‘1
Audio
BAB 5: H-3 (Bagian 4)
Tempat Semua Bermula
Pengumuman Darurat

โ€œKadang kita merasa berjalan sendirian karena tak melihat siapa pun di jalan yang sama. Padahal di tempat lain, orang-orang yang bahkan tidak kita kenal mungkin sedang menuju arah yang serupa, hanya lewat jalan yang berbeda.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 23 November 2025
โค2๐Ÿ‘2๐Ÿ‘1
Audio
BAB 6: H-2 (Bagian 1)
Pemerintah


โ€œDari jauh, sebuah kota cuma terlihat seperti kumpulan lampu di atas peta. Kita tidak bisa melihat siapa yang sedang menunggu keluarganya pulang, siapa yang bersembunyi, atau siapa yang masih berharap diselamatkan. Mungkin itu sebabnya keputusan besar selalu lebih mudah dibuat dari tempat yang jauh.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 22 November 2025
๐Ÿ‘2๐Ÿ”ฅ2โค1
Audio
BAB 6: H-2 (Bagian 2)
Pemerintah


โ€œMula-mula senjata diarahkan ke langit, sekadar menyuruh orang berhenti. Tapi ketika ketakutan bercampur dengan amarah, laras itu perlahan turun. Setelahnya, tak ada lagi yang benar-benar ingat siapa yang lebih dulu melewati batas.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 20 November 2025
๐Ÿ”ฅ3๐Ÿ‘2
Audio
BAB 6: H-2 (Bagian 3)
Pemerintah


โ€œAda keputusan yang tidak pernah punya jawaban benar. Menyelamatkan yang satu bisa berarti meninggalkan yang lain, sementara menunggu terlalu lama kadang membuat semuanya terlambat. Pada akhirnya, seseorang tetap harus memilihโ€”dan hidup dengan akibatnya.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 16 November 2025
โค1๐Ÿ‘1
Audio
BAB 6: H-2 (Bagian 4)
Pemerintah



โ€œKita bisa membakar surat, membuang foto, mengunci pintu, lalu berpura-pura semuanya sudah selesai. Tapi masa lalu tidak selalu tinggal di tempat kita meninggalkannya. Kadang ia menemukan jalan pulang sendiri.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 12 November 2025
๐Ÿ‘2
Audio
BAB 6: H-2 (Bagian 5)
Pemerintah


โ€œSaat semua orang mulai berlari ke arah yang sama, tempat yang disebut jalan keluar bisa berubah menjadi tempat paling sempit di dunia. Bukan karena jalannya mengecil, tapi karena terlalu banyak orang datang membawa harapan yang sama.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 14 November 2025
๐Ÿค”1
Audio
BAB 6: H-2 (Bagian Akhir)
Pemerintah


โ€œKabar bahwa sebuah pintu telah dibuka tidak selalu membuat orang lebih tenang. Kadang ia hanya membuat semua orang takut menjadi orang terakhir yang tiba.โ€

โ€” Diunggah Maira Azmi, 14 November 2025
๐Ÿ‘2