Muslimah.or.id
20.1K subscribers
714 photos
3 videos
14 files
905 links
Download Telegram
to view and join the conversation
Benarkah mayit mendapatkan adzab kubur karena tangisan keluarganya?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjawab:

Itu benar, mayit mendapatkan adzab kubur karena tangisan keluarganya, karena hal ini shahih dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Namun para ulama rahimahumullah berbeda pendapat mengenai maksud hadits tersebut.

* Sebagian ulama memaknai bahwa yang dimaksud hadits adalah orang kafir.
* Sebagian ulama juga memaknai bahwa maksudnya adalah orang yang mewasiatkan kepada keluarganya untuk menangisinya setelah wafat.
* Sebagian ulama juga memaknai bahwa maksudnya adalah seorang yang mengetahui bahwa keluarganya akan meratapinya setelah wafatnya, namun ia tidak melarangnya dari perbuatan tersebut semasa hidupnya karena ia memang ridha untuk diratapi. Dan diamnya ia merupakan pertanya dari keridhaannya tersebut. Dan keridhaan terhadap perbuatan munkar itu semisal dengan perbuatan kemungkaran.
Inilah tiga tafsiran para ulama mengenai hadits ini.

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/7571-benarkah-seseorang-mendapat-adzab-kubur-karena-tangisan-keluarganya.html

Silakan di-share....
Tegar Di Atas Badai

Hidup di dunia tak terlepas dari berbagai masalah. Bahagia dan tidaknya seseorang seringkali tergantung bagaimana dia memandang sebuah permasalahan. Ketika dia terlalu membesar-besarkan persoalan bisa jadi problemanya semakin memuncak. Sebagaimana orang bijak mengatakan: “Bagi orang yang sabar, satu musibah tetap terhitung sebagai satu musibah, namun bagi orang yang gelisah, satu musibah terhitung sebagai dua musibah” (Al-‘Aqdul Farid, III/38).

Di sinilah perlu diubah sudut pandang seorang mukmin bahwa berbagai persoalan hidup, musibah sakit, dan berbagai peristiwa yang menyengsarakan sejatinya tak terlepas dari takdir Allah ‘Azza wa Jalla.



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/13660-tegar-di-atas-badai.html

Silakan di-share, semoga menjadi jalan kebaikan…

Artikel Muslimah.Or.Id

_Menggapai kebahagiaan muslimah di atas jalan salaful ummah_

🌻 IG/twitter /telegram: @muslimahorid
🌻Facebook : muslimah.or.id
🌻Web : www.muslimah.or.id

Tag dan mention @muslimahorid jika repost baik tulisan maupun gambar 🌻

Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari Yogyakarta
.
.
.
___
Follow juga akun @kemuslimahan_ypia dan @muslimorid insyaallah kamu akan mendapatkan status nasihat lainnya. Follow juga akun @ypiaorid untuk mendapatkan informasi kegiatan kami

Semoga bermanfaat, barakallahu fikum.
Silakan dibagikan seluas-luasnya

#islam #muslimah #muslim #dakwah #dakwahtauhid #tazkiyatunnafs #tegar #jiwa #artikelislami #muslimahorid #jogjamengaji #ypiayogyakarta
WASIAT UNTUK MENGIKUTI SUNNAH

Sudah menjadi kesepakatan kaum muslimin bahwa sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan sumber hukum dan cara hidup beragama yang harus diyakini dan diamalkan. Dan yang dimaksud “sunnah” di sini adalah semua yang dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baik berupa keyakinan, perkataan ataupun amalan.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: “Tidak diragukan bahwa sunnah yang suci menjadi landasan agama Islam kedua. Adapun kedudukannya dalam agama Islam, menjadi dasar utama setelah Kitabullah menurut ijma’ para ulama bahkan mereka sepakat bahwa Sunnah menjadi hujjah mandiri untuk seluruh ummat Islam. Siapa yang menentang dan mengingkari atau menyangka bahwa ia boleh berpaling darinya atau hanya cukup dengan Al-Qur’an, maka ia telah tersesat secara nyata dan berbuat kekufuran besar serta murtad keluar dari Islam. Karena dengan keyakinan itu, berarti ia telah mendustakan Allah dan Rasul-Nya, mengingkari perintah Allah dan Rasul-Nya dan menentang landasan agama Islam yang Allah telah perintahkan untuk kembali dan berpegang teguh kepadanya. Bahkan ia telah mengingkari, mendustakan, dan menentang ijma’ para ulama” (Majmu Fatawa Wa Maqalaat Mutannawi’ah, 8/132).

Mukmin yang meyakini, mencintai dan menjadikan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sesuai dengan pemahamanan para salafus shalih sebagai jalan hidup, akan selamat di dunia dan akhirat.

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah menulis surat kepada salah seorang gubernur yang isinya, “Saya berwasiat kepadamu agar selalu bertakwa kepada Allah, bersikap sederhana dalam beragama, mengikuti Sunnah Rasul dan meninggalkan perkara bid’ah, pasti telah ditetapkan dalil larangannya. Dan tetaplah kamu berada di atas sunnah, karena dengannya kamu akan terpelihara dari penyimpangan. Dan ketahuilah, kamu harus mengamalkan sunnah dan mengetahui bahwa lawannya adalah kesalahan kesesatan berlebihan dan kebodohan. Dan terimalah apa yang diterima oleh generasi salaf, karena para generasi salaf terdahulu berhenti dengan dasar ilmu dan cukup mengambil agama dengan pandangan yang tajam, serta mereka mampu untuk membahas kalau mau melakukan” (Sunan Abu Daud, no. 4612, Ibnu Wadhdhah dalam Al Bida’wa Nahyu Anha, hal. 30-31, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud).

Mukmin sejati harus mengagungkan sunnah Rasul-Nya, agar ia tetap konsisten di jalan yang lurus dengan berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Berupaya meneladani manusia pilihan sepeninggal beliau, yakni para sahabat Nabi, yang langsung mengambil ilmu dan agama ini dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Mereka (para sahabat) adalah umat yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya dan paling sedikit kesalahannya” (Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlihi, Ibnu Abdil Bar, 2/196).

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/13679-wasiat-untuk-mengikuti-sunnah.html

SILAKAN DI-SHARE ...
Ada pertanyaan unik, "saya mau bertanya bagaimana hukumnya menyatakan perasaan kepada seseorang (bukan untuk mengajak pacaran) akan tetapi saat belum siap untuk menikah. Hanya agar lega saja apakah diperbolehkan?".

Jawab:
Perbuatan seperti itu tidak diperbolehkan. Karena:

Pertama, menyatakan demikian tidak akan membuat lega, justru akan semakin membuat kasmaran, semakin galau, dan semakin terfitnah oleh lawan jenis.

Kedua, jika sang akhwat berniat sekedar menyatakan perasaan, namun kemudian si ikhwan ternyata mengiyakan atau menyatakan perasaan yang sama, padahal mereka tidak siap nikah, yang terjadi adalah pacaran. Dan pacaran itu jelas keharamannya.

Ketiga, adanya keinginan untuk menyatakan seperti itu, ini indikasi bahwa sang akhwat sudah terfitnah dan dikhawatirkan sudah terjerumus pada zina hati. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إن اللهَ كتب على ابنِ آدمَ حظَّه من الزنا ، أدرك ذلك لا محالةَ ، فزنا العينِ النظرُ ، وزنا اللسانِ المنطقُ ، والنفسُ تتمنى وتشتهي ، والفرجُ يصدقُ ذلك كلَّه أو يكذبُه

“sesungguhnya Allah telah menakdirkan bahwa pada setiap anak Adam memiliki bagian dari perbuatan zina yang pasti terjadi dan tidak mungkin dihindari. Zinanya mata adalah penglihatan, zinanya lisan adalah ucapan, sedangkan nafsu (zina hati) adalah berkeinginan dan berangan-angan (terhadap lawan jenis), dan kemaluanlah yang membenarkan atau mengingkarinya” (HR. Al Bukhari no. 6243).

Maka hendaknya bertaubat kepada Allah karena telah terjerumus pada zina hati.

Solusinya,
* jika sudah siap menikah, maka mintalah sang ikhwan untuk melamar segera
* jika belum siap nikah maka putuskan segala hubungan dan interaksi untuk menjauhkan diri dari fitnah. Sibukkan diri dengan menuntut ilmu agama dan cari teman-teman yang jauh dari pembicaraan soal lawan jenis dan soal pacaran. Dan jagalah pandangan terhadap lawan jenis.

Renungkan hadits berikut:

أَنَّ عَلِيًّا ، قَالَ : سَأَلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ شَيْءٍ قَالَ : ” أَيُّ شَيْءٍ خَيْرٌ لِلنِّسَاءِ ؟ ” فَلَمْ أَدْرِ مَا أَقُولُ ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِفَاطِمَةَ ، فَقَالَتْ : أَلا قُلْتَ لَهُ : خَيْرٌ لِلنِّسَاءِ أَنْ لا يَرَيْنَ الرِّجَالَ وَلا يَرَوْنَهُنَّ ، قَالَ : فَذَكَرْتُ قَوْلَ فَاطِمَةَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : ” إِنَّهَا بِضْعَةٌ مِنِّي رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا “

“Ali bin Abi Thalib berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘apa yang paling baik bagi wanita?’. Lalu Ali tidak tahu harus menjawab apa. Ia pun menceritakannya kepada Fathimah. Fathimah pun berkata: ‘katakanlah kepada beliau, yang paling baik bagi wanita adalah mereka tidak melihat para lelaki dan para lelaki tidak melihat mereka‘. Maka aku (Ali) sampaikan hal tersebut kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Lalu beliau bersabda: ‘sungguh Fathimah adalah bagian dari diriku, semoga Allah meridhainya‘” (HR. Ibnu Abid Dunya dalam Al ‘Iyal no. 409, semua perawinya tsiqah).

Simak juga fatwa ulama berikut ini:
https://muslimah.or.id/4022-hukum-ucapan-aku-mencintaimu-karena-allah-kepada-lawan-jenis-yang-bukan-mahram.html

Dijawab oleh Ustadz Yulian Purnama hafizhahullah
BAKTI SEPANJANG MASA

Ada seorang kakek dirawat di rumah sakit karena terkena stroke dan lumpuh. Ia tidak bisa berjalan maupun berbicara. Keluarganya tidak ada yang menengoknya. Setahun kemudian, ia mulai bisa berjalan dan bisa berbicara. Pihak rumah sakit segera menelepon anak-anaknya dan memintanya untuk menjemput ayahnya serta membawanya pulang karena keadaan ayahnya sudah membaik. Si anak mengatakan ia akan segera menjemput ayahnya. Sekian lama ditunggu oleh pihak rumah sakit ternyata belum juga dijemput, meskipun sudah berkali-kali ditelepon.

Akhirnya pihak rumah sakit mengutus seseorang untuk membawa kakek tersebut ke rumah anaknya yang alamatnya sudah diketahui sebelumnya. Sesampainya di depan rumah anaknya, utusan rumah sakit mengetuk pintu rumah. Tidak lama anak kakek tersebut keluar dan melihat anaknya datang. Namun, apa yang dilakukannya?

Ia menegur utusan rumah sakit “Mengapa Anda datang membawa ayahku sekarang? Bukankah sudah kukatakan akan datang ke rumah sakit untuk menjemput ayahku?” Ia segera masuk dan keluar membawa senapan untuk berburu, sambil mengarahkan moncong senapan ke kepala utusan rumah sakit dan berkata, “Bawalah lagi ayahku ke rumah sakit, atau kalau tidak peluru ini akan menembus kepalamu!” Akhirnya si kakek terjatuh dan menjadi lumpuh dan tidak bisa berbicara lagi. Setiap ia melihat orang lain, ia menangis dan menangis.” (Saat Hidayah Menyapa, Fariq Gazim Anuz, hlm. 181-183)

Kisah dramatis seorang anak yang durhaka pada orang tua yang sangat tragis. Teganya dia mengusir ayahnya yang sakit dan memperlakukannya sedemikian kejam. Semoga kita terhindar dari sikap semacam ini dan bisa membersamai orang tua, lebih-lebih di masa senjanya dengan kebahagiaan dan akhlak mulia. Bakti seorang anak di antaranya dengan membuat orang tua ridha, menaatinya selama dalam perkara yang tidak menyalahi syariat dan dengan menggembirakan hatinya, seperti memberi sesuatu yang diinginkannya. Dan yang terpenting adalah mendakwahi keduanya dalam ketaatan pada Allah ‘Azza wa Jalla.

Dua Kisah Teladan
Bakti anak shalih sebagaimana kisah indah Nabi Ibrahim dalam menyeru pada ketauhidan merupakan perjuangan menakjubkan yang seharusnya menginspirasi kaum muslimin untuk birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua). Kisah yang diabadikan di dalam Al-Qur`an dalam surat Maryam ayat 46-47, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

قَالَ أَرَاغِبٌ أَنتَ عَنْ آلِهَتِي يَا إِبْرَاهِيمُ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ لَأَرْجُمَنَّكَ ۖ وَاهْجُرْنِي مَلِيًّا قَالَ سَلَامٌ عَلَيْكَ ۖ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي ۖ إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا

“Apakah engkau benci kepada tuhan-tuhanku, wahai Ibrahim. Jika kamu tidak berhenti, niscaya kamu akan ku rajam dan tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama.”

Ibrahim berkata: “Semoga keselamatan bersamamu. Aku akan memohonkan ampun kepada Rabbku untukmu.” (QS. Maryam: 46 – 47)

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/13686-bakti-sepanjang-masa.html
Silakan di-share...
MENGUCAPKAN CERAI SAMBIL BERCANDA

Apa hukum bermain-main mengucapkan kata cerai? Jika seorang suami bercanda dengan istrinya lalu mengatakan: “saya cerai kamu”, namun ia mengatakan demikian bukan untuk cerai sungguhan, bagaimana?

Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjawab:

Jika mengucapkan kata “cerai”, maka telah jatuh talak. Kecuali jika ia mengucapkannya ketika hilang akalnya, atau ketika sangat marah sampai tidak sadar apa yang diucapkan, maka tidak jatuh talak.

Adapun jika akalnya sehat, lalu mengucapkan kata “cerai”, maka jatuh talak. Walaupun itu dalam rangka bercanda atau main-main. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ثَلَاثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ ، وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ ، النِّكَاحُ ، وَالطَّلَاقُ ، وَالرَّجْعَةُ

“tiga hal yang seriusnya dianggap serius, dan bercandanya dianggap serius: nikah, talak, dan ruju’” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, ia berkata: “hasan gharib”).

Baca selengkapnya : https://muslimah.or.id/7990-mengucapkan-cerai-kepada-istri-dengan-maksud-bercanda.html
Silakan di-share...
●●📩📩●●

┏━━━━━━━🏠🏠━━━━━━━┓
*PENERIMAAN WARGA BARU*
*WISMA MUSLIMAH YPIA*
*ANGKATAN 2021/2022*
┗━━━━━━━🏠🏠━━━━━━━┛

Rasulullah _shallallahu `alaihi wa sallam_ bersabda:

_"Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.”_ (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Maka dari itu, kami membuka kesempatan bagi teman-teman muslimah yang membutuhkan tempat tinggal untuk berproses menjadi sosok pribadi yang kaya akan ilmu dunia dan akhirat.

📍 *Mari bergabung dengan Wisma Muslimah YPIA*📍

🌻 *Program Wisma* 🌻
Hafalan Al-Qur'an
Hafalan Hadits 'Arbain
Hafalan Do’a Sehari-hari
Hafalan Matan Ushul Tsalatsah
Program Pendidikan Bahasa Arab dan Tahsin
Kajian Islam Ilmiah

🌻 *Persyaratan* 🌻
Muslimah (diutamakan mahasiswi)
Maksimal usia 25 tahun
Belum menikah
Memiliki semangat menuntut ilmu syar’i
Berpakaian syar’i
Bersedia mentaati peraturan Wisma Muslimah
Lulus seleksi
Siap membantu kegiatan dakwah FKKA/YPIA

📌 Periode pendaftaran online: *16 - 28 Juni 2021*

🌻 *Alur Penerimaan* 🌻

1⃣Pendaftaran via Whatsapp ke wa.me/6281329137161
dengan format:
Daftar Wisma#Nama lengkap#Usia#Kota Asal#Jurusan#Fakultas#Universitas#Tahun Angkatan

2⃣ Mengikuti PENDAFTARAN dan TES ONLINE WISMA (Tes Keislaman Dasar)
http://bit.ly/daftarwismamuslimah_Juni21

3⃣ Mengikuti TES WAWANCARA secara daring
Waktu : 2 - 4 Juli 2021
Jam :
Sesi 1: 08.00-11.30 WIB
Sesi 2: 13.00-15.00 WIB

4⃣ Pengumuman hasil seleksi : 19 Juli 2021

🌷 *Spesifikasi*🌷

🏡 *Durratul 'Ilmi* :
2,5 x 2,5 m
5 Kamar, kosong untuk 3 orang
Rp 2.400.000/org/th
Sekamar bisa 1 atau 2 orang
Alamat : Pogung Lor RT 3 RW 46 No. 315, Sinduadi, Mlati, Sleman

🏡 *Hilyah* :
2 x 3 m
7 kamar, kosong untuk 6 orang
Rp 1.972.000/org/th
Sekamar wajib berdua
Alamat : Pogung Dalangan RT. 07 RW. 50, Sinduadi, Mlati, Sleman

🏡 *Humaira* :
2,5 x 3 m
5 kamar, kosong untuk 3 orang
2.650.000/org/th
Sekamar wajib berdua
Alamat : Pogung Lor RT 3 RW 46 No. 312, Sinduadi, Mlati, Sleman

🏡 *Qanitah* :
2,5 x 2,5 m
20 kamar, kosong untuk 8 orang
Rp 3.900.000/org/th
Sekamar wajib 1 orang
Alamat : Pogung Dalangan RT 10, RW 50, No. 39, Sinduadi, Mlati, Sleman

🏡 *Raudhatul ‘Ilmi* :
3 x 3 m
16 kamar, kosong untuk 4 orang
Rp 5.400.000/org/th
Sekamar wajib 1 orang
Alamat : Pogung Dalangan SIA XVI No. 25 RT 11 RW 50 Sinduadi, Mlati, Sleman

Catatan: Penempatan wisma adalah hak dari tim penyeleksi dan keputusan tidak dapat diganggu gugat.
Lebih lengkapnya, ada di postingan kami ya!
👉🏻 https://www.instagram.com/p/CQLphP9hodh/?utm_source=ig_web_button_share_sheet

• • • • • •

♻️ Silakan disebarluaskan

💰 Yuk berikan infaq terbaikmu untuk dukung Wisma Muslim dan Wisma Muslimah Yogyakarta melalui campaign ini
https://donasi.ypia.or.id/campaign/beasiswa-santri-wisma-mahasiswa-putra-dan-putri/

======================
📲 Informasi lebih lanjut :
Instagram : @wismamuslimahyogya
Facebook : Wisma Muslimah Yogyakarta
CP : wa.me/6281329137161

Follow juga wisma muslim :
Instagram : @wismamuslimyogya
Facebook : Wisma Muslim Yogyakarta
Website : https://wisma.muslim.or.id
CP : wa.me/6281279771354


Menjadi orang tua ternyata perlu belajar.
Menjadi pengajar juga perlu mengetahui metode yang baik dalam mengajar.
Mari belajar bersama dalam semarak kajian seputar pendidikan dan pengasuhan.

SHARING SPESIAL TENTANG PENDIDIKAN DAN PENGASUHAN 3
via Zoom Meeting

👉🏼 Yuk Klik Daftar di link berikut:
http://bit.ly/SharingKayyis3

⚠️ Save the date! 26 & 27 Juni 2021!

Sabtu, 26 Juni 2021

1) Pukul 10.00
🎙️ Ust Abu Salma Muhammad, S.Si.
💬 “Kesalahan Seputar Mendidik Anak”

2) Pukul 16.00
🎙️ Kak Erlan Iskandar, A.Md., S.T.
💬 “Seni Mendapatkan Hati Anak”



Ahad, 27 Juni 2021

1)Pukul 10.00
🎙️ Ust Yulian Purnama, S.Kom
💬 “Fikih Seputar Pakaian Anak”

2) Pukul 16.00
🎙️ Ust Dr. Aris Munandar, S.S., M.P.I.
💬 “Interaksi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Putri-Putrinya part 3”



💵 Biaya Pendaftaran : Rp 40.000,00 + Angka Unik
💌 Hasil dari kegiatan ini diperuntukkan untuk menopang kegiatan operasional SDIT Yaa Bunayya Yogyakarta

🎁 Fasilitas:
1. Ilmu yang bermanfaat
2. e-sertifikat

🗓 Cara Pendaftaran:
1. Pastikan anda mendaftar dengan email anda (1 email hanya bisa satu kali mendaftar)
2. Membuka link pendaftaran dan mengisi kolom tersebut dengan benar
3. Buka kotak masuk email anda (jika tak ada, bisa lihat kotak spam) dan baca dengan seksama, setiap pendaftar memiliki angka unik berbeda
4. Melakukan pembayaran sebesar Rp 40.000 + Angka unik yang dikirim melalui email balasan (contoh: Rp 40.017)
5. Kirim ke rekening kami (yang ada pada email balasan) dan kirim bukti transfer melalui whatsapp admin
6. Kami akan proses dan jika anda terdaftar kami masukan grup peserta maksimal h-1

Batas akhir pendaftaran : Jumat, 25 Juni 2021 Pukul 15.00 WIB.

👉🏼 Yuk Klik Daftar di link berikut:
http://bit.ly/SharingKayyis3

📲 CP: wa.me//6285159088345

Penyelenggara :
KAYYIS - BPH

Didukung oleh :
SDIT YA BUNAYYA
YPIA YOGYAKARTA
TUNDUK PADA KEBENARAN

Saudariku,
Bagaimana sikap kita jika mendapatkan teguran dari orang lain saat kita melakukan kesalahan? Apakah kita menerimanya begitu saja mengingat dia orang yang kita segani atau takuti, atau mungkin kita justru merasa sebal dan terhina karena peringatan itu datang dari orang yang tidak kita sukai atau kita anggap lebih rendah dari kita? Ataukah kita justru merasa cuek dengan segala kesalahan dan peringatan yang ditujukan kepada kita, karena merasa bahwa hidup kita adalah milik kita sepenuhnya?

Teguran yang baik adalah yang menghendaki kita untuk kembali ke kebenaran. Sementara kebenaran itu hanya satu, yaitu yang datang dari Allah dan RosulNya. Alangkah jahil dan berdosanya kita jika tidak tahu hakikat kebenaran. Oleh karena itulah menuntut ilmu syar’i diwajibkan bagi kita, agar kita mengetahui dan kita tidak terjerumus pada kesalahan (kejelekan) yang boleh jadi menurut pendapat kita itu justru sebuah kebenaran (kebaikan).

Setiap Kita Akan Diminta Bertanggung Jawab

Sadarilah Saudariku,
Allah Ta’ala memberikan kepada kita anggota tubuh untuk bergerak, akal untuk berpikir, ini semua kenikmatan yang harus disyukuri, dengan cara menggunakannya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala semata, dan beraktifitas keduniawiaan yang bermanfaat dalam kebaikan. Ingatlah firman Allah Ta’ala,

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (QS. Qiyamah: 36)

Hendaknya kita berhati-hati dalam berucap dan berbuat, karena semua pasti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Ta’ala di akhirat. “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al Isra’: 36)

Dan balasan yang disediakan oleh Allah Ta’ala di akhirat kelak sesuai dengan amalnya di dunia. Perhatikanlah firman Allah Ta’ala,

“Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhannya, (disediakan) pembalasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruan Tuhan, sekiranya mereka mempunyai semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) sebanyak isi bumi itu lagi besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan kekayaan itu. Orang-orang itu disediakan baginya hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.” (QS. Ar-Ra’du:18)

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/51-tunduk-pada-kebenaran.html

SILAKAN DI-SHARE...
QURBAN ONLINE, BAGAIMANA HUKUMNYA?

Gambaran sistem qurban online yang biasa terjadi yaitu orang yang hendak qurban mentransfer sejumlah uang sesuai dengan yang ditetapkan lembaga sosial tertentu. Uang itu untuk dibelikan hewan qurban dan disembelih di tempat yang ditentukan lembaga tersebut di luar domisili ‘shahibul qurban online’. Apakah yang seperti ini diperbolehkan?

Satu hal yang penting yang perlu kita pahami, bahwa pada asalnya, tempat menyembelih qurban adalah daerah orang yang berqurban. Karena demikianlah yang dipraktekkan Nabi ﷺ dan para sahabat beliau. Bahkan beliau punya kebiasaan menyembelih hewan qurban di tanah lapang tempat shalat ‘Id.

Dalilnya adalah hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu,

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ يَذْبَحُ وَ يَنْحَرُ بِالْمُصَلّى

“Bahwa Rasulullah ﷺ biasa menyembelih hewan qurban di tanah lapang (yang digunakan shalat ‘id –pent).”[1]

Jadi, tidak pernah ternukil satu hadits pun yang shahih dari beliau dan para sahabatnya bahwa mereka mengirimkan hewan qurban saat di Madinah ke kota Makkah atau ke kota lain untuk disembelih di sana.

Namun jika memang terjadi demikian, qurbannya tetap sah meskipun jelas-jelas menyelisihi sunnah, akan banyak sunnah yang hilang, dan kehilangan banyak keutamaan. Misalnya keutamaan menyembelih hewan qurban dengan tangan sendiri, ikut menyaksikan penyembelihan, dan anjuran untuk ikut makan sebagian daging hewan qurbannya. Selain itu, shahibul qurban tidak mengetahui kapan hewannya disembelih. Sementara shahibul qurban disyariatkan untuk tidak potong kuku maupun rambut, sampai hewan qurbannya disembelih.

Berdasarkan alasan ini, Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah tidak menganjurkan untuk mengirimkan hewan qurban dalam keadaan hidup maupun mengirim sejumlah uang untuk dibelikan hewan qurban dan disembelih di tempat lain.[2]

Akan tetapi bila menyembelih hewan qurban di tempat domisili, kemudian membagikan dagingnya ke luar wilayah, maka hal tersebut diperbolehkan bila wilayah domisilinya tidak ada lagi yang menerima atau jumlah daging sangat melimpah.[3]

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/7764-qurban-online-bagaimana-hukumnya.html

Silakan di-share...
Ulama dari kalangan wanita, Zainab bintu al Kamal Ahmad bin Abdirrahim

Disebutkan biografinya oleh adz Dzahabi dalam Mu'jam Asy Syuyukh (199), beliau mengatakan:

"(Zainab bintu al Kamal) adalah seorang Syaikhah yang shalihah. Penuh tawadhu' dan termasuk orang pilihan. Penyayang dan sangat menjaga wibawa. Beliau tidak menikah. Beliau mendengar hadits dari Khathib Marda Muhammad bin Abdil Hadi, Ibrahim bin Khalil, dan sejumlah ulama lain. Banyak ulama Baghdad dan ulama lainnya yang memberikan ijazah kepada beliau. Beliau hidup sendiri dan panjang umurnya, serta masyhur namanya. Beliau wafat pada bulan Jumadal Ula tahun 740H ketika usianya 94 tahun. Para perawi hadits turun satu derajatnya karena kematian beliau*). Telah disebutkan beberapa riwayat beliau".

*) Ini adalah pujian yang tinggi kepada seseorang karena dianggap memiliki sanad hadits yang 'aliy atau riwayat yang banyak. Sehingga dengan wafatnya beliau para pencari hadits hilang satu kesempatan mendapatkan sanad yang 'aliy.

- Ust. Yulian Purnama
Varian Delta, Bagaimana Kita Bersikap?

Sebagaimana beberapa negara di Asia, Indonesia mulai menghadapi lonjakan kedua kasus COVID-19 yang jauh lebih besar. Virus SARS-CoV-2 pada asalnya adalah virus dengan kemampuan mutasi yang relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan virus RNA yang lain. Penularan yang terus-menerus terjadi sampai saat ini menyebabkan virus SARS-CoV-2 memiliki banyak kesempatan untuk bermutasi. Mutasi-mutasi tersebut memunculkan varian-varian baru yang memiliki fitness (ketangguhan atau daya adaptasi terhadap lingkungan) yang lebih tinggi dibandingkan dengan varian sebelumnya. Bagaikan hukum rimba, varian dengan fitness yang lebih tinggi akan menggeser dominasi varian sebelumnya dengan fitness yang lebih lemah, layaknya seleksi alam pada “dunia virus”. Data dari pemerintah Inggris menjadi salah satu bukti fenomena ini. Varian alpha terdeteksi mendominasi sejak akhir bulan Desember 2020. Namun sejak Juni 2021, dominasi tersebut telah diambil alih oleh varian delta.

Tulisan ini dihimpun dari berbagai data yang telah dipublikasikan sampai dengan tanggal 20 Juni 2021. Seiring dengan terbitnya penelitian-penelitian baru yang cepat dan dinamis, fakta dan data yang disajikan dalam tulisan ini mungkin dapat berubah, sehingga pembaca disarankan untuk selalu mengikuti perkembangan informasi terbaru melalui sumber-sumber terpercaya, baik dari dalam maupun luar negeri.

Mengenal “Variant of Interest” (VOI) dan “Variant of Concern” (VOC)
Varian dari SARS-CoV-2 diklasifikan oleh WHO menjadi dua jenis kategori, yaitu “Variants of Interest” (VOI) dan “Variants of Concern” (VOC). Suatu varian virus SARS-CoV-2 dikategorikan sebagai VOI apabila susunan materi genetika dari SARS-CoV-2 varian tersebut memiliki satu set mutasi yang bersifat spesifik yang diduga atau terbukti menyebabkan perubahan fenotip (karakter biologis) dari SARS-CoV-2, serta telah diidentifikasi menyebabkan kejadian COVID-19 di suatu wilayah atau telah dilaporkan menyebar di berbagai negara. Contoh VOI adalah varian Zeta (P.2); Eta (B.1.525); dan varian Kappa (B.1.617.1).

Sumber: https://muslim.or.id/66925-varian-delta-bagaimana-kita-bersikap.html

Penulis: Ust. dr. M. Saifuddin Hakim, PhD.