The account of the user that owns this channel has been inactive for the last 5 months. If it remains inactive in the next 27 days, that account will self-destruct and this channel will no longer have an owner.
▪️🗓 RABU
| 23 Ramadhan 1442 H
| 05 Mei 2021 M
🎙 Oleh: Ustadz Anas Burhanuddin, Lc., M.A. حفظه الله تعالى
📕 Kajian Tematik Ramadhan 1442H
📖 Tadabbur Ayat Al-Quran Al-Isra: 82 Bagian Keempat
~•~•~•~•~
بسم الله الرحمن الرحيم
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
صلى الله وسلم عليه وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد
Masih bersama program tadabbur Al-Qurān dan kali ini kita akan mengupas firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla dalam surat Al-Isra' ayat 82.
Yang bunyinya adalah:
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا
"Dan Kami turunkan dari Al-Qurān, ayat-ayat yang merupakan kesembuhan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan dia tidak menambah orang-orang yang zhalim kecuali hanya kerugian.”
Ayat ini adalah ayat kabar, ada ayat yang berisi hukum-hukum Allāh Subhanahu wa Ta'ala, perintah, larangan, separuhnya lagi ayat-ayat berupa kabar.
Kalau kita melihat, kita cermati ayat ini adalah ayat yang berisi kabar.
Ibnu Katsīr mengatakan di dalam ayat ini, Allāh mengabarkan bahwasanya Al-Qurān adalah kesembuhan bagi orang-orang yang beriman, agar kita bisa mendapatkan pahala yang optimal dari ayat ini, di samping kita membacanya kemudian mentadabburinya, langkah selanjutnya adalah mengimani kabar yang ada di dalam ayat ini.
Jadi kalau Allāh telah mengatakan bahwasanya Al-Qurān (semua) ayatnya adalah kesembuhan, maka kita harus meyakini di dalam hati kita.
"Iya, aku meyakini dan menerima kabar ini bahwasanya semua ayat Al-Qurān adalah kesembuhan untuk penyakit hati dan fisik. Aku juga meyakini bahwasanya Al-Qurān adalah rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
Dan hal ini kata Ibnu Qayyim membuat kita bisa lebih cepat sembuh. Semakin kita yakin, bahwasanya Al-Qurān adalah kesembuhan untuk kita, maka semakin mudah kita disembuhkan.
Semakin kita yakin bahwasanya Al-Qurān adalah rahmat untuk kita, maka kita akan semakin mudah untuk mendapatkan rahmat Allāh yang tersembunyi dalam Al-Qurān ini.
Jadi Al-Qurān adalah rahmat dan kesembuhan untuk orang-orang yang beriman. Hanya mereka yang bisa mengambil manfaat dari Al-Qurān, hanya mereka yang bisa menjadikan Al-Qurān sebagian kesembuhan dan rahmat.
Adapun selain mereka yaitu orang-orang yang kafir berlaku bagi mereka potongan ayat yang selanjutnya.
وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا
"Dan tidaklah Al-Qurān ini menambah orang-orang yang zhalim kecuali kerugian.”
Adapun orang-orang yang zhalim mereka semakin rugi, mereka mendengar Al-Qurān, mereka mendengarkan maknanya, tapi mereka tidak bisa mengambil manfaatnya.
Tidak bisa menjadikan sebagai kesembuhan terutama untuk hati mereka, untuk penyakit syubhat dan syahwat mereka, yang mereka dapatkan adalah semakin merugi, semakin sesat, semakin mendustakan, semakin kufur. Ini yang bisa mereka dapatkan.
⇒ zhalim artinya meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya.
Dan kezhaliman dalam ayat ini artinya kezhaliman akbar (bukan kezhaliman biasa) yaitu kemusyrikan kepada Allāh Subhanahu wa Ta'ala dan kekufuran kepada-Nya. Allāh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌۭ
"Sesungguhnya mempersekutukan (Allāh) adalah benar-benar kedzaliman yang besar.” [QS Luqman: 13]
Maka arti ayat ini adalah dan Al-Qurān tidak menambahkan orang-orang kafir kecuali kerugian.
Jadi orang-orang kafir akan semakin merugi dengan Al-Qurān, sebagaimana disebutkan di dalam ayat yang lain. Allāh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَإِذَا مَآ أُنزِلَتْ سُورَةٌۭ فَمِنْهُم مَّن يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَـٰذِهِۦٓ إِيمَـٰنًۭا ۚ
Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?” [QS At-Taubah: 124]
| 23 Ramadhan 1442 H
| 05 Mei 2021 M
🎙 Oleh: Ustadz Anas Burhanuddin, Lc., M.A. حفظه الله تعالى
📕 Kajian Tematik Ramadhan 1442H
📖 Tadabbur Ayat Al-Quran Al-Isra: 82 Bagian Keempat
~•~•~•~•~
بسم الله الرحمن الرحيم
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
صلى الله وسلم عليه وعلى آله وصحبه أجمعين. أما بعد
Masih bersama program tadabbur Al-Qurān dan kali ini kita akan mengupas firman Allāh Subhānahu wa Ta'āla dalam surat Al-Isra' ayat 82.
Yang bunyinya adalah:
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا
"Dan Kami turunkan dari Al-Qurān, ayat-ayat yang merupakan kesembuhan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan dia tidak menambah orang-orang yang zhalim kecuali hanya kerugian.”
Ayat ini adalah ayat kabar, ada ayat yang berisi hukum-hukum Allāh Subhanahu wa Ta'ala, perintah, larangan, separuhnya lagi ayat-ayat berupa kabar.
Kalau kita melihat, kita cermati ayat ini adalah ayat yang berisi kabar.
Ibnu Katsīr mengatakan di dalam ayat ini, Allāh mengabarkan bahwasanya Al-Qurān adalah kesembuhan bagi orang-orang yang beriman, agar kita bisa mendapatkan pahala yang optimal dari ayat ini, di samping kita membacanya kemudian mentadabburinya, langkah selanjutnya adalah mengimani kabar yang ada di dalam ayat ini.
Jadi kalau Allāh telah mengatakan bahwasanya Al-Qurān (semua) ayatnya adalah kesembuhan, maka kita harus meyakini di dalam hati kita.
"Iya, aku meyakini dan menerima kabar ini bahwasanya semua ayat Al-Qurān adalah kesembuhan untuk penyakit hati dan fisik. Aku juga meyakini bahwasanya Al-Qurān adalah rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
Dan hal ini kata Ibnu Qayyim membuat kita bisa lebih cepat sembuh. Semakin kita yakin, bahwasanya Al-Qurān adalah kesembuhan untuk kita, maka semakin mudah kita disembuhkan.
Semakin kita yakin bahwasanya Al-Qurān adalah rahmat untuk kita, maka kita akan semakin mudah untuk mendapatkan rahmat Allāh yang tersembunyi dalam Al-Qurān ini.
Jadi Al-Qurān adalah rahmat dan kesembuhan untuk orang-orang yang beriman. Hanya mereka yang bisa mengambil manfaat dari Al-Qurān, hanya mereka yang bisa menjadikan Al-Qurān sebagian kesembuhan dan rahmat.
Adapun selain mereka yaitu orang-orang yang kafir berlaku bagi mereka potongan ayat yang selanjutnya.
وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا
"Dan tidaklah Al-Qurān ini menambah orang-orang yang zhalim kecuali kerugian.”
Adapun orang-orang yang zhalim mereka semakin rugi, mereka mendengar Al-Qurān, mereka mendengarkan maknanya, tapi mereka tidak bisa mengambil manfaatnya.
Tidak bisa menjadikan sebagai kesembuhan terutama untuk hati mereka, untuk penyakit syubhat dan syahwat mereka, yang mereka dapatkan adalah semakin merugi, semakin sesat, semakin mendustakan, semakin kufur. Ini yang bisa mereka dapatkan.
⇒ zhalim artinya meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya.
Dan kezhaliman dalam ayat ini artinya kezhaliman akbar (bukan kezhaliman biasa) yaitu kemusyrikan kepada Allāh Subhanahu wa Ta'ala dan kekufuran kepada-Nya. Allāh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌۭ
"Sesungguhnya mempersekutukan (Allāh) adalah benar-benar kedzaliman yang besar.” [QS Luqman: 13]
Maka arti ayat ini adalah dan Al-Qurān tidak menambahkan orang-orang kafir kecuali kerugian.
Jadi orang-orang kafir akan semakin merugi dengan Al-Qurān, sebagaimana disebutkan di dalam ayat yang lain. Allāh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَإِذَا مَآ أُنزِلَتْ سُورَةٌۭ فَمِنْهُم مَّن يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَـٰذِهِۦٓ إِيمَـٰنًۭا ۚ
Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?” [QS At-Taubah: 124]
Maksudnya mereka bertanya dengan pertanyaan seperti ini sebagai bentuk اِسْتَهْزَأَ (mengolok-olok Al-Qurān) mengejek Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam.
Dan jika diturunkan sebuah surat maka orang-orang munafik di antara mereka ada yang mengatakan, "Siapa di antara kalian yang bertambah iman dengan turunnya surat ini?".
Subhanallah, ini yang sering kita lihat dari orang-orang munafik, dari orang-orang kafir, mereka mengolok-olok agama kita. Sudah ada contohnya di zaman Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam dan diabadikan di dalam Al-Qurān.
Adapun Allāh membantah mereka dengan mengatakan:
فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فَزَادَتْهُمْ إِيمَـٰنًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
"Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira.” [QS At-Taubah: 124]
Semoga Allāh Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita memiliki sifat seperti ini, setiap membaca ayat bertambah keimanan kita, setiap membaca surat tambah keimanan kita, dan kita bergembira dengan Al-Qurān. Ini sifat orang-orang yang beriman.
Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:
وَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ كَـٰفِرُونَ
"Adapun orang-orang yang di hati mereka ada penyakit (orang-orang munafik dan orang-orang kafir) maka mereka semakin bertambah kufur. Kekufuran di atas kekufuran mereka dan mereka mati dalam keadaan kafir.” [QS At-Taubah: 125]
Na'udzubillahi min dzalik
Jadi yang bisa mengambil manfaat ayat ini adalah orang-orang yang beriman, sedangkan orang-orang kafir tidak bisa mengambil manfaat dari ayat ini. Na'udzubillahi min dzalik.
Dan ditegaskan lagi di dalam ayat lain yang lebih dalam. Allāh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍ بَعِيدٍۢ
"Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-Qurān itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh.” [QS Fusshilat: 44]
Subhanallah. Mereka sudah mendengar ayat, terkadang mereka membaca maknanya, tetapi hati mereka tetap tertutup.
Allāh tutup hati mereka kecuali sebagian kecil yang Allāh bukakan hati mereka untuk hidayah, ada sebagian seperti itu.
Disebutkan dalam ayat ini,
أُو۟لَـٰٓئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍ بَعِيدٍ
“Mereka seperti orang-orang yang dipanggil dari jarak yang dekat.”
Dipanggil dari jarak dekat tetapi mereka tidak mendengar dan tidak menjawab. Itu rahasianya kenapa mereka tidak bisa mengambil manfaat? Karena ditelinga mereka ada sumbatan, Allāh jadikan sumbatan itu ditelinga mereka dan ayat Al-Qurān adalah kegelapan dan kebutaan bagi mereka.
Mereka tidak bisa memahaminya kecuali yang Allāh rahmati sehingga mereka mendapatkan petunjuk.
Qatadah rahimahullah mengatakan, ketika beliau menafsirkan ayat yang agung ini, QS Al-Isra 82: Beliau mengatakan:
“Dan jika Al-Qurān didengarkan oleh orang-orang yang beriman, mereka mengambil manfaat, menghapal dan memahaminya. Sedangkan jika Al-Qurān didengarkan oleh orang-orang kafir maka mereka tidak bisa mengambil manfaatnya, mereka tidak bisa menghapal dan memahaminya.
Karena Allāh Subhānahu wa Ta'ala telah menjadikan Al-Qurān sebagai kesembuhan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman saja.
Adapun orang-orang kafir dan zhalim (Allāh mengatakan):
وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا
"Dan tidaklah Al-Qurān menambah mereka kecuali kerugian.”
Ini adalah sebuah ayat yang agung, yang diturunkan oleh Allāh kepada kita semua, dan dari ayat yang agung ini kita bisa menyimpulkan beberapa hal.
Di antaranya:
⑴ Al-Qurān diturunkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ala yang Maha Tinggi, dengan demikian ayat ini merupakan salah satu dalil bahwasanya Allāh berada di atas Arsy.
⑵ Semua ayat Al-Qurān adalah kesembuhan dan penawar bagi orang-orang yang beriman yaitu untuk penyakit hati mereka, juga untuk penyakit fisik mereka.
⑶ Al-Qurān adalah rahmat bagi orang-orang yang beriman, di sana ada iman, hikmah, petunjuk (semua kebaikan ada di dalam Al-Qurān).
Dan jika diturunkan sebuah surat maka orang-orang munafik di antara mereka ada yang mengatakan, "Siapa di antara kalian yang bertambah iman dengan turunnya surat ini?".
Subhanallah, ini yang sering kita lihat dari orang-orang munafik, dari orang-orang kafir, mereka mengolok-olok agama kita. Sudah ada contohnya di zaman Nabi shallallahu 'alayhi wa sallam dan diabadikan di dalam Al-Qurān.
Adapun Allāh membantah mereka dengan mengatakan:
فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فَزَادَتْهُمْ إِيمَـٰنًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
"Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira.” [QS At-Taubah: 124]
Semoga Allāh Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita memiliki sifat seperti ini, setiap membaca ayat bertambah keimanan kita, setiap membaca surat tambah keimanan kita, dan kita bergembira dengan Al-Qurān. Ini sifat orang-orang yang beriman.
Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:
وَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ كَـٰفِرُونَ
"Adapun orang-orang yang di hati mereka ada penyakit (orang-orang munafik dan orang-orang kafir) maka mereka semakin bertambah kufur. Kekufuran di atas kekufuran mereka dan mereka mati dalam keadaan kafir.” [QS At-Taubah: 125]
Na'udzubillahi min dzalik
Jadi yang bisa mengambil manfaat ayat ini adalah orang-orang yang beriman, sedangkan orang-orang kafir tidak bisa mengambil manfaat dari ayat ini. Na'udzubillahi min dzalik.
Dan ditegaskan lagi di dalam ayat lain yang lebih dalam. Allāh Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍ بَعِيدٍۢ
"Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-Qurān itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh.” [QS Fusshilat: 44]
Subhanallah. Mereka sudah mendengar ayat, terkadang mereka membaca maknanya, tetapi hati mereka tetap tertutup.
Allāh tutup hati mereka kecuali sebagian kecil yang Allāh bukakan hati mereka untuk hidayah, ada sebagian seperti itu.
Disebutkan dalam ayat ini,
أُو۟لَـٰٓئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍ بَعِيدٍ
“Mereka seperti orang-orang yang dipanggil dari jarak yang dekat.”
Dipanggil dari jarak dekat tetapi mereka tidak mendengar dan tidak menjawab. Itu rahasianya kenapa mereka tidak bisa mengambil manfaat? Karena ditelinga mereka ada sumbatan, Allāh jadikan sumbatan itu ditelinga mereka dan ayat Al-Qurān adalah kegelapan dan kebutaan bagi mereka.
Mereka tidak bisa memahaminya kecuali yang Allāh rahmati sehingga mereka mendapatkan petunjuk.
Qatadah rahimahullah mengatakan, ketika beliau menafsirkan ayat yang agung ini, QS Al-Isra 82: Beliau mengatakan:
“Dan jika Al-Qurān didengarkan oleh orang-orang yang beriman, mereka mengambil manfaat, menghapal dan memahaminya. Sedangkan jika Al-Qurān didengarkan oleh orang-orang kafir maka mereka tidak bisa mengambil manfaatnya, mereka tidak bisa menghapal dan memahaminya.
Karena Allāh Subhānahu wa Ta'ala telah menjadikan Al-Qurān sebagai kesembuhan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman saja.
Adapun orang-orang kafir dan zhalim (Allāh mengatakan):
وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا
"Dan tidaklah Al-Qurān menambah mereka kecuali kerugian.”
Ini adalah sebuah ayat yang agung, yang diturunkan oleh Allāh kepada kita semua, dan dari ayat yang agung ini kita bisa menyimpulkan beberapa hal.
Di antaranya:
⑴ Al-Qurān diturunkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta'ala yang Maha Tinggi, dengan demikian ayat ini merupakan salah satu dalil bahwasanya Allāh berada di atas Arsy.
⑵ Semua ayat Al-Qurān adalah kesembuhan dan penawar bagi orang-orang yang beriman yaitu untuk penyakit hati mereka, juga untuk penyakit fisik mereka.
⑶ Al-Qurān adalah rahmat bagi orang-orang yang beriman, di sana ada iman, hikmah, petunjuk (semua kebaikan ada di dalam Al-Qurān).
⑷ Konsep pensucian jiwa dalam Al-Qurān yang intinya adalah tasyfiyyah dan tarbiyyah.
√ Tasyfiyyah adalah menyembuhkan hati yang kotor, membersihkan penyakit-penyakit hati, membersihkan penyakit-penyakit fisik
√ Tarbiyyah adalah menumbuhkan hal-hal yang positif.
Tasyfiyyah dan tarbiyyah bisa kita simpulkan dari ayat yang agung ini.
⑸ Ayat ini adalah ayat kabar, maka wajib bagi kita untuk mengimani kabar yang Allāh sampaikan dalam ayat ini.
Bahwasanya Al-Qurān diturunkan dari Allāh kemudian Al-Qurān adalah kesembuhan, semua ayatnya adalah rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan kita mengimani bahwasanya orang-orang kafir tidak bisa mengambil manfaat dari Al-Qurān.
Pada kesimpulan poin ini kita bisa jabarkan secara ringkas, bahwa, "hanya orang-orang yang beriman yang bisa mengambil manfaat dari Al-Qurān".
⑹ Orang-orang kafir tidak bisa mengambil manfaat dari Al-Qurān justru mereka semakin rugi dan kafir dengan Al-Qurān yang mereka dengar dan mereka ketahui kandungannya.
Ini adalah beberapa kesimpulan yang bisa kita petik dari ayat yang agung ini, semoga semakin menambah iman kita dan menambah semangat kita untuk mendalami kandungan kalam ilahi yaitu Al-Qurān yang merupakan pedoman dan petunjuk bagi umat Islam.
Demikian, wallahu ta'ala a'lam.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
•┈┈┈•◈◉◉◈•┈┈┈•
√ Tasyfiyyah adalah menyembuhkan hati yang kotor, membersihkan penyakit-penyakit hati, membersihkan penyakit-penyakit fisik
√ Tarbiyyah adalah menumbuhkan hal-hal yang positif.
Tasyfiyyah dan tarbiyyah bisa kita simpulkan dari ayat yang agung ini.
⑸ Ayat ini adalah ayat kabar, maka wajib bagi kita untuk mengimani kabar yang Allāh sampaikan dalam ayat ini.
Bahwasanya Al-Qurān diturunkan dari Allāh kemudian Al-Qurān adalah kesembuhan, semua ayatnya adalah rahmat bagi orang-orang yang beriman. Dan kita mengimani bahwasanya orang-orang kafir tidak bisa mengambil manfaat dari Al-Qurān.
Pada kesimpulan poin ini kita bisa jabarkan secara ringkas, bahwa, "hanya orang-orang yang beriman yang bisa mengambil manfaat dari Al-Qurān".
⑹ Orang-orang kafir tidak bisa mengambil manfaat dari Al-Qurān justru mereka semakin rugi dan kafir dengan Al-Qurān yang mereka dengar dan mereka ketahui kandungannya.
Ini adalah beberapa kesimpulan yang bisa kita petik dari ayat yang agung ini, semoga semakin menambah iman kita dan menambah semangat kita untuk mendalami kandungan kalam ilahi yaitu Al-Qurān yang merupakan pedoman dan petunjuk bagi umat Islam.
Demikian, wallahu ta'ala a'lam.
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
•┈┈┈•◈◉◉◈•┈┈┈•
Muhammadiyah aplikasikan satu surat bisa sekaya ini, bagaimana jika seluruh isi al Quran?
Dalam sebuah majlis KH. Ahmad Dahlan, pak kyai hanya mengkaji surat al-Maun hingga beberapa kali tanpa berpindah ke surat-surat dalam al Quran berikutnya. Hal ini mengundang keheranan pada salah seorang muridnya, yang kemudian bertanya kepadanya:
Wahai pak kyai, kenapa kita hanya mengkaji surat al-Maun beberapa hari ini, diulang-ulang terus begitu, kenapa kita gak ganti surat, karena pengetahuan kami ingin bertambah?
Dengan senyum manisnya kyai Ahmad Dahlan bertanya kepada murid-muridnya semua:
Wahai murid-muridku, sudah kalian amalkan belum yang sudah saya ajarkan? karena ilmu itu harus diamalkan. Percuma mempunyai ilmu yang begitu banyak tapi tidak diamalkan. Ini jawaban kyai Ahmad Dahlan. Sudah diamalkan belum yang diajarkan itu.
Maka sekarang kita lihat, Muhammadiyah mempunyai universitas, mempunyai rumah sakit, mempunyai sekolah, mempunyai panti asuhan, mempunyai lembaga-lembaga sosial yang bisa membantu manusia. Tidak hanya menjadikan negeri ini semakin pintar semakin pandai, tetapi Muhammadiyah juga berperan dalam pembangunan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik, dengan sistem pendidikan yang luarbiasa.
Bahkan sekolah di Indonesia ini antara sekolah negeri dengan sekolah milik Muhammadiyah hampir imbang jumlahnya. Dan seluruh amal usaha Muhammadiyah ini bukan nama atau milik pribadi, perorangan, misal ini milik kyai ini, itu milik ustadz ini dan lain sebagainya, tetapi semuanya adalah milik lembaga, milik perserikatan Muhammadiyah dari bawah sampai atas, seluruhnya adalah milik Muhammadiyah, tidak ada yang milik pribadi.
Orang-orang Muhammadiyah benar-benar mewakafkan, tidak hanya harta tapi jiwa mereka juga untuk membesarkan Muhammadiyah, supaya Muhammadiyah itu menjadi satu organisasi yang memberikan manfaat kepada manusia.
inilah contoh, ketika sebuah amalan didasarkan kepada al Quran, dan al Quran bukan hanya menjadi teori, tetapi betul-betul dijalankan dalam kehidupan yang nyata, maka ia akan menjadi satu hal yang sangat luarbiasa besar.
Inilah yang ditakutkan orang-orang di luar Islam pada dasarnya. Andaikata seluruh isi al Quran diaplikasikan dalam kehidupan nyata, maka yang terjadi adalah kebahagiaan, seluruh isi sila dalam Pancasila akan dapat dicapai jika masyarakatnya menjalankan isi al Quran. Cita-cita Muhammadiyah adalah menjadikan negeri Indonesia adalah negeri yang Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS al A'raf 7:96)
Dari ayat ini jelas, bahwa penyebab negeri kita Indonesia ini banyak bencana, rakyat menjadi susah, negeri carut marut, hutang negara semakin besar, para pemimpinnya semakin kehilangan akal sehatnya, hanya memikirkan diri dan kroninya saja, adalah akibat kita mendustakan ayat-ayat Allah, kita zhalim kepada Allah.
Dan harus kita yakini bahwa dosa itu memiliki efek atau dampak yang negatif bagi kehidupan pribadi, kehidupan masyarakat dan bagi kehidupan bangsa. Inilah hikmah al Quran yang telah diajarkan oleh kanjeng Nabi Muhammad Saw kepada kita semua, al Quran adalah rahmat bagi seluruh manusia juga seluruh isi penghuni jagat alam raya ini.
Jadi jika kita menginginkan kehidupan yang baik, amalkan al Quran. Kalau kita menginginkan kehidupan kita itu menjadi sesuatu yang lebih indah, jadikan al Quran sebagai pedoman, jalankan apa yang ada di dalamnya. Teori saja tidak akan membuat kita menjadi lebih hebat lebih digdaya, hanya pengamalan terhadap ilmu yang akan menjadikan kita besar dan dikenang anak dan keturunan kita kelak.
العلم بلا عمل كشجرة بلا ثمر
Ilmu tanpa amal atau praktek seperti pohon yang tidak berbuah.
Dari seorang Kader Muhammadiyah Fii Sabiilillah
Dalam sebuah majlis KH. Ahmad Dahlan, pak kyai hanya mengkaji surat al-Maun hingga beberapa kali tanpa berpindah ke surat-surat dalam al Quran berikutnya. Hal ini mengundang keheranan pada salah seorang muridnya, yang kemudian bertanya kepadanya:
Wahai pak kyai, kenapa kita hanya mengkaji surat al-Maun beberapa hari ini, diulang-ulang terus begitu, kenapa kita gak ganti surat, karena pengetahuan kami ingin bertambah?
Dengan senyum manisnya kyai Ahmad Dahlan bertanya kepada murid-muridnya semua:
Wahai murid-muridku, sudah kalian amalkan belum yang sudah saya ajarkan? karena ilmu itu harus diamalkan. Percuma mempunyai ilmu yang begitu banyak tapi tidak diamalkan. Ini jawaban kyai Ahmad Dahlan. Sudah diamalkan belum yang diajarkan itu.
Maka sekarang kita lihat, Muhammadiyah mempunyai universitas, mempunyai rumah sakit, mempunyai sekolah, mempunyai panti asuhan, mempunyai lembaga-lembaga sosial yang bisa membantu manusia. Tidak hanya menjadikan negeri ini semakin pintar semakin pandai, tetapi Muhammadiyah juga berperan dalam pembangunan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik, dengan sistem pendidikan yang luarbiasa.
Bahkan sekolah di Indonesia ini antara sekolah negeri dengan sekolah milik Muhammadiyah hampir imbang jumlahnya. Dan seluruh amal usaha Muhammadiyah ini bukan nama atau milik pribadi, perorangan, misal ini milik kyai ini, itu milik ustadz ini dan lain sebagainya, tetapi semuanya adalah milik lembaga, milik perserikatan Muhammadiyah dari bawah sampai atas, seluruhnya adalah milik Muhammadiyah, tidak ada yang milik pribadi.
Orang-orang Muhammadiyah benar-benar mewakafkan, tidak hanya harta tapi jiwa mereka juga untuk membesarkan Muhammadiyah, supaya Muhammadiyah itu menjadi satu organisasi yang memberikan manfaat kepada manusia.
inilah contoh, ketika sebuah amalan didasarkan kepada al Quran, dan al Quran bukan hanya menjadi teori, tetapi betul-betul dijalankan dalam kehidupan yang nyata, maka ia akan menjadi satu hal yang sangat luarbiasa besar.
Inilah yang ditakutkan orang-orang di luar Islam pada dasarnya. Andaikata seluruh isi al Quran diaplikasikan dalam kehidupan nyata, maka yang terjadi adalah kebahagiaan, seluruh isi sila dalam Pancasila akan dapat dicapai jika masyarakatnya menjalankan isi al Quran. Cita-cita Muhammadiyah adalah menjadikan negeri Indonesia adalah negeri yang Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS al A'raf 7:96)
Dari ayat ini jelas, bahwa penyebab negeri kita Indonesia ini banyak bencana, rakyat menjadi susah, negeri carut marut, hutang negara semakin besar, para pemimpinnya semakin kehilangan akal sehatnya, hanya memikirkan diri dan kroninya saja, adalah akibat kita mendustakan ayat-ayat Allah, kita zhalim kepada Allah.
Dan harus kita yakini bahwa dosa itu memiliki efek atau dampak yang negatif bagi kehidupan pribadi, kehidupan masyarakat dan bagi kehidupan bangsa. Inilah hikmah al Quran yang telah diajarkan oleh kanjeng Nabi Muhammad Saw kepada kita semua, al Quran adalah rahmat bagi seluruh manusia juga seluruh isi penghuni jagat alam raya ini.
Jadi jika kita menginginkan kehidupan yang baik, amalkan al Quran. Kalau kita menginginkan kehidupan kita itu menjadi sesuatu yang lebih indah, jadikan al Quran sebagai pedoman, jalankan apa yang ada di dalamnya. Teori saja tidak akan membuat kita menjadi lebih hebat lebih digdaya, hanya pengamalan terhadap ilmu yang akan menjadikan kita besar dan dikenang anak dan keturunan kita kelak.
العلم بلا عمل كشجرة بلا ثمر
Ilmu tanpa amal atau praktek seperti pohon yang tidak berbuah.
Dari seorang Kader Muhammadiyah Fii Sabiilillah
The account of the user that owns this channel has been inactive for the last 5 months. If it remains inactive in the next 19 days, that account will self-destruct and this channel will no longer have an owner.
Muslim adalah contoh terbaik mengenai hubungan kemanusiaan.
Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Seorang mukmin yang bergaul di tengah masyarakat dan bersabar terhadap gangguan mereka, itu lebih baik dari pada seorang mukmin yang tidak bergaul di tengah masyarakat dan tidak bersabar terhadap gangguan mereka” (HR. At Tirmidzi).
Maka secara fitrah bahkan sifatnya sudah perintah, manusia adalah makhluk sosial. Dalam surat Al-Mumtahanah ayat 8-9, ayat ini berkenaan dengan peristiwa yang dialami anak dari Abu Bakar, yaitu Asma’.
Beliau bertanya pada Rasul, bahwa beliau ingin dikunjungi oleh ibunya yang masih musyrik dan hendak memberikan hadiah. Maka turunlah ayat ini, dimana tidak ada larangan untuk bertemu dengan orang yang tidak beriman asalkan mereka tidak mengusir mu’min.
Islam adalah agama dengan toleransi terbaik di seluruh bumi. Karena jika babnya toleransi, menyambung silaturrahmi bahkan kepada orang kafir. Quran dan hadist berbicara lengkap tentang ini. Suatu hari, Umar melihat seseorang yang sudah tua dan ngemis. Beliau membeli harta dari Baitul Maal. Kata Umar, “sungguh menjadi suatu hak yang tidak adil jika dulu kamu membayar jizyah tahunan pada Muslimin, tapi sekarang kami biarkan begitu saja.”
Muamalah yang baik, yang menguatkan hubungan pada manusia dengan akhlaq. Pada asalnya, tidak ada manusia yang ingin perang. Tapi perang pasti terjadi dalam kehidupan manusia.
Karena itulah, terdapat adab yang memandunya. Irhaabi, bahasa Al-Quran yang hari ini dipakai untuk menyebut teroris. Padahal tidak seperti itu adanya. Ayat itu berbicara tentang menakuti-nakuti musuh dengan aturan yang ditetapkan.
Baca sejarah, bagaimana semua Muslimin yang hendak perang pasti menggunakan fiqih dengan baik. Terjadinya perang karena makhluk sosial itu kalau ditekan pasti melawan. Ada orang yang mendzolimi pasti Muslimin melawan.
Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Seorang mukmin yang bergaul di tengah masyarakat dan bersabar terhadap gangguan mereka, itu lebih baik dari pada seorang mukmin yang tidak bergaul di tengah masyarakat dan tidak bersabar terhadap gangguan mereka” (HR. At Tirmidzi).
Maka secara fitrah bahkan sifatnya sudah perintah, manusia adalah makhluk sosial. Dalam surat Al-Mumtahanah ayat 8-9, ayat ini berkenaan dengan peristiwa yang dialami anak dari Abu Bakar, yaitu Asma’.
Beliau bertanya pada Rasul, bahwa beliau ingin dikunjungi oleh ibunya yang masih musyrik dan hendak memberikan hadiah. Maka turunlah ayat ini, dimana tidak ada larangan untuk bertemu dengan orang yang tidak beriman asalkan mereka tidak mengusir mu’min.
Islam adalah agama dengan toleransi terbaik di seluruh bumi. Karena jika babnya toleransi, menyambung silaturrahmi bahkan kepada orang kafir. Quran dan hadist berbicara lengkap tentang ini. Suatu hari, Umar melihat seseorang yang sudah tua dan ngemis. Beliau membeli harta dari Baitul Maal. Kata Umar, “sungguh menjadi suatu hak yang tidak adil jika dulu kamu membayar jizyah tahunan pada Muslimin, tapi sekarang kami biarkan begitu saja.”
Muamalah yang baik, yang menguatkan hubungan pada manusia dengan akhlaq. Pada asalnya, tidak ada manusia yang ingin perang. Tapi perang pasti terjadi dalam kehidupan manusia.
Karena itulah, terdapat adab yang memandunya. Irhaabi, bahasa Al-Quran yang hari ini dipakai untuk menyebut teroris. Padahal tidak seperti itu adanya. Ayat itu berbicara tentang menakuti-nakuti musuh dengan aturan yang ditetapkan.
Baca sejarah, bagaimana semua Muslimin yang hendak perang pasti menggunakan fiqih dengan baik. Terjadinya perang karena makhluk sosial itu kalau ditekan pasti melawan. Ada orang yang mendzolimi pasti Muslimin melawan.
BAGAIMANA CARANYA MEMBEBASKAN BAITUL MAQDIS?
Bagaimana membebaskan Masjidil Aqsha dan Baitul Maqdis yang sekarang dijajah Zionis?
Bagaimana membebaskan Palestina dan Negeri Syam yang kini dijajah musuh-musuh Islam?
Al-Quran memerintahkan
Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam menuntunkan
Para Sahabat dan Pendahulu mencontohkan
In syaa Allah, kita bisa.
LANGKAH PERTAMA:
Meluruskan niat dan mengilmui.
Baca dan miliki
BUKU KECIL BAITUL MAQDIS
Mengenal Tanah Haram, Tanah Muqaddas, Negeri Syam dan Masjidil Aqsha
Penyusun:
Santi W Soekanto
dan Tim ISA - Institut Al-Aqsha untuk Riset Perdamaian
ISBN:
978-623-93482-5-0
Spesifikasi buku:
Ukuran A5, x + 160 hlm.
Kover Ivori 310 gram, laminasi doff-mate, spot-uv, emboss.
Isi artpaper 120 gram fullcolour.
Jahit benang dan lem panas. Kuat, nggak mudah protol.
BONUS 2 POSTER UKURAN BESAR (A2)
1. POSTER MASJIDIL AQSHA, Pusat Berkah Seluruh Dunia.
2. POSTER INFOGRAFIK, Rute Pergerakan Pasukan Pembebasan Asy-Syams dan Baitul Maqdis di Perang Ajnadin (13 H/ 634 M) dan Perang Yarmuk (15 H/ 636 M).
Mahar: 120.000 IDR
Info pembelian:
wa.me/62895386894755
Bagaimana membebaskan Masjidil Aqsha dan Baitul Maqdis yang sekarang dijajah Zionis?
Bagaimana membebaskan Palestina dan Negeri Syam yang kini dijajah musuh-musuh Islam?
Al-Quran memerintahkan
Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam menuntunkan
Para Sahabat dan Pendahulu mencontohkan
In syaa Allah, kita bisa.
LANGKAH PERTAMA:
Meluruskan niat dan mengilmui.
Baca dan miliki
BUKU KECIL BAITUL MAQDIS
Mengenal Tanah Haram, Tanah Muqaddas, Negeri Syam dan Masjidil Aqsha
Penyusun:
Santi W Soekanto
dan Tim ISA - Institut Al-Aqsha untuk Riset Perdamaian
ISBN:
978-623-93482-5-0
Spesifikasi buku:
Ukuran A5, x + 160 hlm.
Kover Ivori 310 gram, laminasi doff-mate, spot-uv, emboss.
Isi artpaper 120 gram fullcolour.
Jahit benang dan lem panas. Kuat, nggak mudah protol.
BONUS 2 POSTER UKURAN BESAR (A2)
1. POSTER MASJIDIL AQSHA, Pusat Berkah Seluruh Dunia.
2. POSTER INFOGRAFIK, Rute Pergerakan Pasukan Pembebasan Asy-Syams dan Baitul Maqdis di Perang Ajnadin (13 H/ 634 M) dan Perang Yarmuk (15 H/ 636 M).
Mahar: 120.000 IDR
Info pembelian:
wa.me/62895386894755
WhatsApp.com
Share on WhatsApp
WhatsApp Messenger: More than 2 billion people
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
BAITUL MAQDIS
Kata Baitul Maqdis adalah sebuah kata yag digunakan Rasulullah Saw untuk Palestina. Beliau tidak pernah menyebut negeri Palestina, al Quds, Yerussalem, melainkan Baitul Maqdis untuk kata-kata itu semua.
Jadi ketika kita menyebut kata Baitul Maqdis, niatnya adalah untuk mengikuti Sunnah Rasulullah Saw.
Kata Baitul Maqdis secara geografis mewakili 3 hal:
1. Baitul Maqdis adalah nama lain Masjidil Aqsha.
Baitul Maqdis adalah satu kawasan/area luas yang memiliki 15 kubah, itulah masjidil Aqsha
Menurut DR Haitsam alatruts, Masjid itu hanya memerlukan 3 hal:
1. Satu bidang tanah di mana di situ ditegakkan sholat 5 waktu.
2. Ada hudud/batasnya, artinya tidak ada kendaraan yang lewat di area itu, tidak ada wanita haid yang lewat di situ, dan tidak ada kegiatan lain selain ibadah dan ilmu yang ada di situ.
3. Tempat itu ada kiblatnya
2. Kota Baitul Maqdis. Orang sekarang menyebutnya al Quds, padahal kata ini baru ada setelah zaman Mu'tazilah dan bukan dari kalangan ahlu sunnah wal jamaah yang menamainya. Orang Zionis Yahudi menyebutnya Ursalim (Yerussalem). Orang Islam kadang juga menyebutnya Darussalaam, tapi sedikit sekali.
3. Wilayah Baitul Maqdis. Dalam disertasinya DR. Khalid A, melalui kajian panjang yang diambil dari hadits-hadits Nabi dan kita-kitab para ulama, dia membuat garis jelas, mana wilayah Baitul Maqdis yang sebenarnya itu yang harus diperjuangkan dan direbut umat Islam. Di mana di dalam wilayah Baitul Maqdis itu ada kota Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha. Wilayah inilah yang dimemerdekaan oleh Rasulullah Saw, Abu Bakar dan Umar.
Batas-batas yang ada sekarang di media, yang disebut Palestina yang sebagian besarnya sudah dirampas Zionis Yahudi adalah batas-batas yang dibuat oleh penjajah Inggris., pada tahun 1917.
Wilayah Baitul Maqdis inilah yang disebut dalam al Quran surat al Israa ayat 1:
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
Al-Ardh al Mubaarakah adalah lingkaran berikutnya dari Baitul Maqdis. Al-Ardh al Mubaarakah adalah negeri Syam. Sekarang yang termasuk negeri Syam adalah Palestina, Yordan, Libanon, Suriah, sebagian kecil dari Turki (Iskanderun), sebagian kecil dari Yordan dan sebagian kecil dari utaranya Saudi Arabia sampai ke Tabuk, sedikit wilayah Irak, dan gurun Sinai di Mesir. Inilah yang masuk dalam al Ardh al Mubaarakah.
Apa perbedaan dari semua wilayah-wilayah itu? semua ada penjelasannya di dalam buku kecil ini BAITUL MAQDIS.
Ketika Umar bin Khattab membebaskan Palestina, Umar bin Khattab mengeluarkan al 'Uhdah al Umariyah yaitu janji Umar.
Dalam janjinya Umar mengatakan melindungi semua agama, agama Yahudi, agam Kristen, gerejanya, sinagognya, semua tidak boleh disentuh oleh pasukannya. Di zaman itu janji Umar ini adalah pernyataan perang yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang ada bagi pemenang perang waktu itu adalah Raise to the Ground yaitu ratakan dengan tanah dan bikin peradaban baru versi pemenang. Jika masih tersisa manusianya di situ, maka akan dijadikan budak.
Kata Baitul Maqdis adalah sebuah kata yag digunakan Rasulullah Saw untuk Palestina. Beliau tidak pernah menyebut negeri Palestina, al Quds, Yerussalem, melainkan Baitul Maqdis untuk kata-kata itu semua.
Jadi ketika kita menyebut kata Baitul Maqdis, niatnya adalah untuk mengikuti Sunnah Rasulullah Saw.
Kata Baitul Maqdis secara geografis mewakili 3 hal:
1. Baitul Maqdis adalah nama lain Masjidil Aqsha.
Baitul Maqdis adalah satu kawasan/area luas yang memiliki 15 kubah, itulah masjidil Aqsha
Menurut DR Haitsam alatruts, Masjid itu hanya memerlukan 3 hal:
1. Satu bidang tanah di mana di situ ditegakkan sholat 5 waktu.
2. Ada hudud/batasnya, artinya tidak ada kendaraan yang lewat di area itu, tidak ada wanita haid yang lewat di situ, dan tidak ada kegiatan lain selain ibadah dan ilmu yang ada di situ.
3. Tempat itu ada kiblatnya
2. Kota Baitul Maqdis. Orang sekarang menyebutnya al Quds, padahal kata ini baru ada setelah zaman Mu'tazilah dan bukan dari kalangan ahlu sunnah wal jamaah yang menamainya. Orang Zionis Yahudi menyebutnya Ursalim (Yerussalem). Orang Islam kadang juga menyebutnya Darussalaam, tapi sedikit sekali.
3. Wilayah Baitul Maqdis. Dalam disertasinya DR. Khalid A, melalui kajian panjang yang diambil dari hadits-hadits Nabi dan kita-kitab para ulama, dia membuat garis jelas, mana wilayah Baitul Maqdis yang sebenarnya itu yang harus diperjuangkan dan direbut umat Islam. Di mana di dalam wilayah Baitul Maqdis itu ada kota Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha. Wilayah inilah yang dimemerdekaan oleh Rasulullah Saw, Abu Bakar dan Umar.
Batas-batas yang ada sekarang di media, yang disebut Palestina yang sebagian besarnya sudah dirampas Zionis Yahudi adalah batas-batas yang dibuat oleh penjajah Inggris., pada tahun 1917.
Wilayah Baitul Maqdis inilah yang disebut dalam al Quran surat al Israa ayat 1:
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
Al-Ardh al Mubaarakah adalah lingkaran berikutnya dari Baitul Maqdis. Al-Ardh al Mubaarakah adalah negeri Syam. Sekarang yang termasuk negeri Syam adalah Palestina, Yordan, Libanon, Suriah, sebagian kecil dari Turki (Iskanderun), sebagian kecil dari Yordan dan sebagian kecil dari utaranya Saudi Arabia sampai ke Tabuk, sedikit wilayah Irak, dan gurun Sinai di Mesir. Inilah yang masuk dalam al Ardh al Mubaarakah.
Apa perbedaan dari semua wilayah-wilayah itu? semua ada penjelasannya di dalam buku kecil ini BAITUL MAQDIS.
Ketika Umar bin Khattab membebaskan Palestina, Umar bin Khattab mengeluarkan al 'Uhdah al Umariyah yaitu janji Umar.
Dalam janjinya Umar mengatakan melindungi semua agama, agama Yahudi, agam Kristen, gerejanya, sinagognya, semua tidak boleh disentuh oleh pasukannya. Di zaman itu janji Umar ini adalah pernyataan perang yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang ada bagi pemenang perang waktu itu adalah Raise to the Ground yaitu ratakan dengan tanah dan bikin peradaban baru versi pemenang. Jika masih tersisa manusianya di situ, maka akan dijadikan budak.
Alquran itu adalah Hudan (petunjuk)
Alquran itu adalah Furqon (pembeda yang HAQ dan BATHIL)
Jika kita intens berinteraksi dengan Alquran maka Allah akan memberi kita BASHIRAH (Mata hati) kekuatan untuk bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah
Ada segumpal daging, jika dia baik maka seluruh tubuh, jika dia buruk maka buruk seluruh tubuh. Apa itu ? itulah hati (jantung) (Hadits)
Alquran membentengi jantung kita agar tetap baik dan segera tersadar apabila mulai bergeser ke arah yang tidak baik.
Jantung adalah pusat kebaikan dan keburukan. Seorang bijak yang disebut di dalam Alquran, Lukman diperintahkan raja memotong kambing lalu raja meminta bagian daging yang baik, maka diberikan jantung. Kemudian sang raja meminta kembali lukman memotong kambing dan minta bagian daging yang terburuk, maka lukman memberinya lagi jantung. Sang raja bertanya dengan penuh keheranan : kenapa jantung ?
Ya, jantung adalah wadah kebaikan dan keburukan. Bagaimana agar kita hanya mengisinya dengan kebaikan ?
Dengan ALQURAN
Dengan bashirah Alquran kita akan mampu membawa segala hal yang baik ke dalam wadah (jantung) kita dan menghindarkan kita dari segala hal yang buruk.
Seberapa intens kita beinteraksi dengan ALQURAN ?
Awas jangan sampai menyesal, di mana tak ada lagi gunanya penyesalan
Alquran itu adalah Furqon (pembeda yang HAQ dan BATHIL)
Jika kita intens berinteraksi dengan Alquran maka Allah akan memberi kita BASHIRAH (Mata hati) kekuatan untuk bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah
Ada segumpal daging, jika dia baik maka seluruh tubuh, jika dia buruk maka buruk seluruh tubuh. Apa itu ? itulah hati (jantung) (Hadits)
Alquran membentengi jantung kita agar tetap baik dan segera tersadar apabila mulai bergeser ke arah yang tidak baik.
Jantung adalah pusat kebaikan dan keburukan. Seorang bijak yang disebut di dalam Alquran, Lukman diperintahkan raja memotong kambing lalu raja meminta bagian daging yang baik, maka diberikan jantung. Kemudian sang raja meminta kembali lukman memotong kambing dan minta bagian daging yang terburuk, maka lukman memberinya lagi jantung. Sang raja bertanya dengan penuh keheranan : kenapa jantung ?
Ya, jantung adalah wadah kebaikan dan keburukan. Bagaimana agar kita hanya mengisinya dengan kebaikan ?
Dengan ALQURAN
Dengan bashirah Alquran kita akan mampu membawa segala hal yang baik ke dalam wadah (jantung) kita dan menghindarkan kita dari segala hal yang buruk.
Seberapa intens kita beinteraksi dengan ALQURAN ?
Awas jangan sampai menyesal, di mana tak ada lagi gunanya penyesalan
Sumber referensi definisi Al Aqsha : Majmu Fatawa Ibnu Taimiyah, aqsaonline.org
Sangat, sangat banyak ternyata yang masih bingung tentang manakah Masjid Al Aqsha. Apakah yang kubahnya emas? Atau yang kubahnya abu-abu? Atau keduanya? Atau malah bukan kedua-duanya?
.
Teman-teman semuanya yang baik hati dan suka menabung, Al Aqsha adalah dataran tanah seluas 14,4 hektar yang dikelilingi dinding. Di dalamnya ada lebih dari 5 masjid, dan di antaranya yang terbesar adalah Masjid Qubbatus Shakhrah (Dome of the Rock) yang berwarna emas kubahnya.
.
Lalu juga ada Masjid Jami'Al Qibli, yang berada di selatan Al Aqsha, dengan kubahnya yang abu-abu. Keduanya adalah BAGIAN dari Masjid Al Aqsha, dan semua dataran di dalam dinding merupakan keseluruhan MASJID AL AQSHA, baik yang dibangun masjid di atasnya, maupun tidak.
.
Ini merupakan definisi dari banyak sekali Ulama, salah satunya adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Berbagai buku-buku Kepalestinaan seperti Filisthin Tarikh Mushawwar karya Dr Thariq Suwaidan, Ensiklopedia Al Aqsha karya Asia Pasific Community for Palestine pun membahas hal ini.
.
Jadi, sudah jelas ya apa makna Masjid Al Aqsha? 😀
Sangat, sangat banyak ternyata yang masih bingung tentang manakah Masjid Al Aqsha. Apakah yang kubahnya emas? Atau yang kubahnya abu-abu? Atau keduanya? Atau malah bukan kedua-duanya?
.
Teman-teman semuanya yang baik hati dan suka menabung, Al Aqsha adalah dataran tanah seluas 14,4 hektar yang dikelilingi dinding. Di dalamnya ada lebih dari 5 masjid, dan di antaranya yang terbesar adalah Masjid Qubbatus Shakhrah (Dome of the Rock) yang berwarna emas kubahnya.
.
Lalu juga ada Masjid Jami'Al Qibli, yang berada di selatan Al Aqsha, dengan kubahnya yang abu-abu. Keduanya adalah BAGIAN dari Masjid Al Aqsha, dan semua dataran di dalam dinding merupakan keseluruhan MASJID AL AQSHA, baik yang dibangun masjid di atasnya, maupun tidak.
.
Ini merupakan definisi dari banyak sekali Ulama, salah satunya adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Berbagai buku-buku Kepalestinaan seperti Filisthin Tarikh Mushawwar karya Dr Thariq Suwaidan, Ensiklopedia Al Aqsha karya Asia Pasific Community for Palestine pun membahas hal ini.
.
Jadi, sudah jelas ya apa makna Masjid Al Aqsha? 😀
Ada portal sejarah menulis, 'Hamas dibentuk dan didanai Israel', tapi yang dikutip sumber Israel semua. Orang semacam ini pasti dulu akan jauh lebih semangat menulis, 'Soekarno-Hatta kolaborator Jepang! BPUPKI dan PPKI antek-antek Jepang!"
Ya, BPUPKI dan PPKI memang bentukan Jepang. Tapi kita tahu anggotanya semua pejuang. Kalau Hamas? Cuma pengakuan pejabat Israel kan yang bilang dibentuk dan didanai? Sudah tahu riwayat hidup Syaikh Ahmad Yasin?
Ada yang dengan bersemangat berteriak, "Hamas bentukan Iran! Syi'ah!", dasarnya video tokoh Iran bilang "Hamas adalah bagian dari kami!" Percaya? Kenapa nggak sekalian percaya ketika mereka bilang Sayyidina 'Ali, Hasan, dan Husain bagian dari mereka?
Ada yang fanatisme kelompok menjadikannya berkata, "Mereka Ikhwanul Muslimin, jangan dibantu!", tanpa sadar bahwa tidak membantu sesama mukmin bisa menjadikan mereka Ikhwanul Kafirin.
Ada portal berita menulis, 'Pemimpin Hamas hidup mewah'. Saya sih kenalnya yang di foto ini, yang dengan segala kesahajaan dicintai rakyatnya.
Setiap ada agresi; kaki tangan penjajah memang bertugas membunuh karakter para pejuang. Dan segala fitnah tentang Hamas akan ramai pekan-pekan ini. Sudah lihat kontradiksinya satu sama lain? Maka semuanya murahan!
Satu-satunya yang tidak murahan adalah ini:
لاَ تَزَالُ طَاِئفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ لِعَدُوِّهِمْ قَاهِرِيْنَ لاَيَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ إِلاَّ مَا أَصَابَهُمْ مِنَ اْلأَوَاءِ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَالِكَ قَالُوْا ياَ رَسُوْلَ اللهِ وَأَيْنَ هُمْ؟ قَالَ بَيْتُ الْمُقَدَّسِ وَأَكْنَافِ بَيْتِ الْمُقَدَّسِ
“Akan senantiasa ada dari umatku kelompok yang tegak menolong kebenaran atas musuh mereka. Orang-orang yang menyelisihi mereka takkan membahayakan mereka kecuali orang yang tertimpa cobaan sampai datang ketetapan Allah dan mereka teguh dalam keadaan demikian. Mereka bertanya, ‘Ya Rasulallah, di manakah mereka?’ Beliau ﷺ menjawab, ‘Baitul Muqaddas dan sekitar Baitul Muqaddas." (HR Ahmad)
Semoga kita termasuk di antara mereka, mendukung dan menolong mereka, bukan menyelisihi dan menggembosi.
Sumber: IG Salim A Fillah
Ya, BPUPKI dan PPKI memang bentukan Jepang. Tapi kita tahu anggotanya semua pejuang. Kalau Hamas? Cuma pengakuan pejabat Israel kan yang bilang dibentuk dan didanai? Sudah tahu riwayat hidup Syaikh Ahmad Yasin?
Ada yang dengan bersemangat berteriak, "Hamas bentukan Iran! Syi'ah!", dasarnya video tokoh Iran bilang "Hamas adalah bagian dari kami!" Percaya? Kenapa nggak sekalian percaya ketika mereka bilang Sayyidina 'Ali, Hasan, dan Husain bagian dari mereka?
Ada yang fanatisme kelompok menjadikannya berkata, "Mereka Ikhwanul Muslimin, jangan dibantu!", tanpa sadar bahwa tidak membantu sesama mukmin bisa menjadikan mereka Ikhwanul Kafirin.
Ada portal berita menulis, 'Pemimpin Hamas hidup mewah'. Saya sih kenalnya yang di foto ini, yang dengan segala kesahajaan dicintai rakyatnya.
Setiap ada agresi; kaki tangan penjajah memang bertugas membunuh karakter para pejuang. Dan segala fitnah tentang Hamas akan ramai pekan-pekan ini. Sudah lihat kontradiksinya satu sama lain? Maka semuanya murahan!
Satu-satunya yang tidak murahan adalah ini:
لاَ تَزَالُ طَاِئفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ لِعَدُوِّهِمْ قَاهِرِيْنَ لاَيَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ إِلاَّ مَا أَصَابَهُمْ مِنَ اْلأَوَاءِ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَالِكَ قَالُوْا ياَ رَسُوْلَ اللهِ وَأَيْنَ هُمْ؟ قَالَ بَيْتُ الْمُقَدَّسِ وَأَكْنَافِ بَيْتِ الْمُقَدَّسِ
“Akan senantiasa ada dari umatku kelompok yang tegak menolong kebenaran atas musuh mereka. Orang-orang yang menyelisihi mereka takkan membahayakan mereka kecuali orang yang tertimpa cobaan sampai datang ketetapan Allah dan mereka teguh dalam keadaan demikian. Mereka bertanya, ‘Ya Rasulallah, di manakah mereka?’ Beliau ﷺ menjawab, ‘Baitul Muqaddas dan sekitar Baitul Muqaddas." (HR Ahmad)
Semoga kita termasuk di antara mereka, mendukung dan menolong mereka, bukan menyelisihi dan menggembosi.
Sumber: IG Salim A Fillah
Bangun Tim Digital Marketing Bisnis Kamu di sini Step by Step Tanpa Harus Bayar Mahal
Kirim Duta bisnis kamu untuk belajar bareng secara bertahap Ilmu Digital Marketing di sini
Digital Conten Community
Manfaat:
1. Belajar bareng memaksimalkan Digital Marketing usaha kamu:
- Traffic mastery: bagaimana mendatangkan traffic secara maksimal
- Membangun Trust agar traffic yang datang konversi menjadi penjualan
2. Akses 1 tahun Software Web-based Renderforest.com senilai 8 juta
Investasi cuma RP. 200 ribu/tahun, murah meriah, insyaAllah banyak manfaatnya dan berkah untuk bisnis kamu.
Buruan gabung ya...
Hubungi wa.me/62895386894755
Kirim Duta bisnis kamu untuk belajar bareng secara bertahap Ilmu Digital Marketing di sini
Digital Conten Community
Manfaat:
1. Belajar bareng memaksimalkan Digital Marketing usaha kamu:
- Traffic mastery: bagaimana mendatangkan traffic secara maksimal
- Membangun Trust agar traffic yang datang konversi menjadi penjualan
2. Akses 1 tahun Software Web-based Renderforest.com senilai 8 juta
Investasi cuma RP. 200 ribu/tahun, murah meriah, insyaAllah banyak manfaatnya dan berkah untuk bisnis kamu.
Buruan gabung ya...
Hubungi wa.me/62895386894755
WhatsApp.com
Share on WhatsApp
WhatsApp Messenger: More than 2 billion people
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
The account of the user that owns this channel has been inactive for the last 5 months. If it remains inactive in the next 8 days, that account will self-destruct and this channel will no longer have an owner.
TINGGIKAN DERAJATMU WAHAI PARA PENUNTUT ILMU
Tujuan utama Pendidikan dalam Islam, menurut Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, dalam bukunya, Islam and Secularism, (Kuala Lumpur, ISTAC, 1993), adalah untuk menghasilkan orang yang baik (to produce a good man). Kata al-Attas, “The aim of education in Islam is therefore to produce a goodman… the fundamental element inherent in the Islamic concept of education is the inculcation of adab.”
Dalam pandangan Islam, manusia seperti ini adalah manusia yang kenal
akan Tuhannya, tahu akan dirinya, menjadikan Nabi Muhammad saw sebagai uswah hasanah, mengikuti jalan pewaris Nabi (ulama), dan berbagai kriteria manusia beradab lainnya. Manusia beradab juga harus memahami potensi dirinya dan bisa mengembangkan potensinya, sebab potensi itu adalah amanah dari Allah swt.
Zaman sekarang yang serba matre, kapitalis, tujuan sekolah/belajar/menuntut ILMU melenceng jauh dari tujuan, hanya sekedar untuk nyari makan, naik jabatan, buat nyaleg malah gak malu beli ijazah palsu.
Sekolahpun melenceng dari tujuan utama, bikin sekolah skg tujuannya untuk nyari duit, bahkan yayasan2 didirikan untuk bikin bisnis sekolah, biar kaya dari bisnis sekolah. Yg lebih miris lagi banyak yayasan yang awalnya kerjasama dengan yayasan lain yang punya sekolah yang sudah punya nama, di kemudian hari mencabut diri dari kerjasama itu, berdiri sendiri agar uang semuanya masuk ke yayasannya sendiri.
Memang seakan-akan tidak adil udah sekolah bertahun2 kok ujungnya nyari duit (nyari makan) selevel ama orang yg gak sekolah, masih kecil, cuma lulusan SD, soale urusan nyari makan/nyari duit itu urusan semua orang baik. Semestinya orang yg berpendidikan tinggi S1, S2, S3 bahkan S10 kaya samsung, urusannya lebih tinggi lagi membangun manusia, membangun peradaban manusia. Ini malah merendahkan diri sama dengan yg tidak berpendidikan.
Yuk tinggikan levelmu para sarjana, para doktor para ahli ilmu. Ilmumu adalah perjuanganmu.
Tujuan utama Pendidikan dalam Islam, menurut Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, dalam bukunya, Islam and Secularism, (Kuala Lumpur, ISTAC, 1993), adalah untuk menghasilkan orang yang baik (to produce a good man). Kata al-Attas, “The aim of education in Islam is therefore to produce a goodman… the fundamental element inherent in the Islamic concept of education is the inculcation of adab.”
Dalam pandangan Islam, manusia seperti ini adalah manusia yang kenal
akan Tuhannya, tahu akan dirinya, menjadikan Nabi Muhammad saw sebagai uswah hasanah, mengikuti jalan pewaris Nabi (ulama), dan berbagai kriteria manusia beradab lainnya. Manusia beradab juga harus memahami potensi dirinya dan bisa mengembangkan potensinya, sebab potensi itu adalah amanah dari Allah swt.
Zaman sekarang yang serba matre, kapitalis, tujuan sekolah/belajar/menuntut ILMU melenceng jauh dari tujuan, hanya sekedar untuk nyari makan, naik jabatan, buat nyaleg malah gak malu beli ijazah palsu.
Sekolahpun melenceng dari tujuan utama, bikin sekolah skg tujuannya untuk nyari duit, bahkan yayasan2 didirikan untuk bikin bisnis sekolah, biar kaya dari bisnis sekolah. Yg lebih miris lagi banyak yayasan yang awalnya kerjasama dengan yayasan lain yang punya sekolah yang sudah punya nama, di kemudian hari mencabut diri dari kerjasama itu, berdiri sendiri agar uang semuanya masuk ke yayasannya sendiri.
Memang seakan-akan tidak adil udah sekolah bertahun2 kok ujungnya nyari duit (nyari makan) selevel ama orang yg gak sekolah, masih kecil, cuma lulusan SD, soale urusan nyari makan/nyari duit itu urusan semua orang baik. Semestinya orang yg berpendidikan tinggi S1, S2, S3 bahkan S10 kaya samsung, urusannya lebih tinggi lagi membangun manusia, membangun peradaban manusia. Ini malah merendahkan diri sama dengan yg tidak berpendidikan.
Yuk tinggikan levelmu para sarjana, para doktor para ahli ilmu. Ilmumu adalah perjuanganmu.
Perselisihan Pembagian Harta Waris
TANYA
Alhamdulillah trimakasih pak hakim. Di PA (Peradilan Agama) masalah begini sering ya. Tapi kenapa masih banyak perselisihan. Di mananya letaknya? toh aturannya sudah jelas lalu di PA masalah prrselisihannya di mananya?
JAWAB
Yang biasa terjadi sampai ke pengadilan adalah karena:
1. Berlarut-larutnya penyelesaian masalah waris.
2. Adanya sifat serakah salah satu ahli waris.
3. Tidak terbukanya atas harta waris yang disembunyikan atau ditutup-tutupi oleh ahli waris.
4. Tidak paham pembagian sesuai menurut faroid.
5. Salah satu ahli waris tidak mau menggunakan faroid, maunya hukum konvensional.
Yang paling banyak terjadi, ayah atau ibu pewaris, kalau masih hidup, mereka tidak dianggap sebagai ahli waris yang berhak menerima bagian.
Terus kalau pembagiannya dilakukan oleh ustadz, biasanya tidak diperhitungkan adanya gonogini (harta bersama), sehingga ahli waris suami atau istri bagiaanya cuma sesuai faroid. Makanya bisa saja kalau seperti itu bagian istri (janda pewaris) bagiannya lebih kecil atau lebih sedikit dari bagian anak-anaknya atau ahli waris lainnya.
(Sarnoto, M.Hum, Hakim Senior di Pengadilan Agama)
=================================
وَمَآ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ فَسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
Dan Kami tidak mengutus (rasul-rasul) sebelum engkau (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui. (QS al-Anbiya’ [21]: 7)
TANYA
Alhamdulillah trimakasih pak hakim. Di PA (Peradilan Agama) masalah begini sering ya. Tapi kenapa masih banyak perselisihan. Di mananya letaknya? toh aturannya sudah jelas lalu di PA masalah prrselisihannya di mananya?
JAWAB
Yang biasa terjadi sampai ke pengadilan adalah karena:
1. Berlarut-larutnya penyelesaian masalah waris.
2. Adanya sifat serakah salah satu ahli waris.
3. Tidak terbukanya atas harta waris yang disembunyikan atau ditutup-tutupi oleh ahli waris.
4. Tidak paham pembagian sesuai menurut faroid.
5. Salah satu ahli waris tidak mau menggunakan faroid, maunya hukum konvensional.
Yang paling banyak terjadi, ayah atau ibu pewaris, kalau masih hidup, mereka tidak dianggap sebagai ahli waris yang berhak menerima bagian.
Terus kalau pembagiannya dilakukan oleh ustadz, biasanya tidak diperhitungkan adanya gonogini (harta bersama), sehingga ahli waris suami atau istri bagiaanya cuma sesuai faroid. Makanya bisa saja kalau seperti itu bagian istri (janda pewaris) bagiannya lebih kecil atau lebih sedikit dari bagian anak-anaknya atau ahli waris lainnya.
(Sarnoto, M.Hum, Hakim Senior di Pengadilan Agama)
=================================
وَمَآ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ فَسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
Dan Kami tidak mengutus (rasul-rasul) sebelum engkau (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui. (QS al-Anbiya’ [21]: 7)
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur'an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk.
(~ Az Zumar ayat 23)
(~ Az Zumar ayat 23)