BERILMU DENGAN BUKU
64 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
532 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
Waktu Sama, Nasib Beda
(9 Dzulhijjah 1447H/ 26 Mei 2026)

Setiap orang punya waktu yang sama , yaitu 24 jam. Ada yang membaginya sebagai berikut:
- 8 Jam pertama untuk istirahat
- 8 jam kedua untuk bekerja
- 8 jam ketiga untuk belajar

Tetapi kenapa nasib setiap orang berbeda-beda? apa perbedaannya?.

Perbedaannya adalah dari cara mereka menghabiskan waktu mereka.

Ada orang yang waktu istirahatnya untuk bermain, menghabiskan waktu yang tiada guna. Ada orang yang menggunakan waktu bekerjanya hanya untuk bermalas-malasan yang tidak menghasilkan sesuatu apapun. Ada yang tidak menggunakan waktu belajarnya untuk belajar.

Maka, tiada cara lain merubah hidup kita, kecuali dengan memperbaiki cara menghabiskan waktu kita dengan benar, waktu istirahat memang untuk istirahat, waktu bekerja untuk bekerja dan waktu belajar memang untuk belajar. Bagi anak-anak muda masih sekolah, waktu belajar mereka pastinya akan lebih banyak, karena waktu bekerja mereka adalah waktu belajar bagi mereka.

Jadi, jangan salahkan orang lain, tapi coba kita introspeksi, sudah sejauh manakah kita memanfaatkan waktu kita dengan benar?
*Berpikir Besar, Berpikir Visioner*

Diawal-awal Rasulullah saw menyebarkan agama Islam di Mekkah, yang beliau lakukan terhadap orang-orang yang menerima dakwah beliau adalah mengubah cara berpikir mereka.

Sebutlah shahabat besar, seperti Ibnu Mas'ud, beliau adalah orang hebat di bawah bimbingan Rasulullah, dari sebelumnya berasal dari kalangan miskin/penggembala kambing yang kemudian diangkat derajatnya oleh Islam menjadi ulama besar sahabat. Berbeda dengan shahabat lainnya, semisal Khalid bin Walid dan Amr bin Ash, Khalid dari Bani Makhzum yang kaya dan berkuasa, Amr bin Ash dari Bani Sahm yang merupakan diplomat ulung. Kesamaannya adalah mereka semua dibentuk oleh Islam menjadi orang-orang hebat yang bervisi akhirat dan global.

Melalui wahyu yang pertama turun, Iqra, Rasulullah saw membawa para shahabatnya kepada performa terbaik mereka, kepada keunikan dan kelebihan yang mereka miliki.

Dari cerita ini, mengajarkan kepada kita, terutama anak-anak muda Islam, mulailah berpikir besar, visioner, katakanlah kepada dirimu,"Apa amal-amal besar yang akan saya berikan untuk Islam."

Dan tentunya melihat diri secara jujur, jika saya ingin berarti, berkontribusi besar kepada Islam, apakah aktivitas yang saya kerjakan sehari-hari, benar-benar membuktikan kebenaran perkataan saya? atau hanya sekedar lips service yang tak ada artinya.

Tak ada sesuatu yang besar langsung besar, sunnatullah menunjukkan, sesuatu yang besar pasti dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil, kedisiplinan-kedisiplinan kecil yang dilakukan setiap hari. Nabi kita Muhammad saw, berdakwah di Mekah, 13 tahun, kemudian melanjutkan perjuangan dakwahnya bersama para shahabat pendukung dakwahnya di Madinah selama 10 tahun. Total Nabi saw berdakwah selama 23 tahun, untuk membangun peradaban Islam.

Ini membuktikan bahwa ada proses, ada perjuangan, ada kedisiplinan dan konsistensi untuk menghasilkan sesuatu yang besar.

Sebagai penutup, jawablah dari dalam hati kalian wahai anak muda, amal besar apa yang akan saya persembahkan untuk Islam, sebagai rahmatan lil'aalamiin? dan saya siap dengan segala konsekuensinya dalam rangka untuk mewujudkan amal besar itu.

_Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar._
(QS. Al-Hujuraat:15)

Baarakallahu Fiikum,

*Alwahdah Keluarga Indonesia*
(Pendampingan dan Konsultasi Waris Islam)
Contact Center: 085218104997
7 Problem Anak-anak Milenials dan Gen Z muslim hari ini:
1. Unmotivated, tidak punya energi untuk bergerak dalam Islam
2. Quarter Life Crisis: Bingung arah masa depan studi dan karir.
3. Urorganized. Hidup berantakan dalam mengelola waktu.
4. Stress. Hidup tidak seimbang antara tanggungjawab diri, keluarga dan lingkungan.
5. Under Capacity. Karir dan kuliah mandeg karena kurang skill.
6. Follower Zone. Terus terjebak dalam posisi bawah, tidak dipercaya jadi leader.
7. Tempted. Mudah tergiur godaan kemaksiatan di lingkungan sosial.

Masalah-masalah ini membuat pemuda-pemudi muslim saat ini merasa insecure, depresi dan disorientasi. (Ust. Elvandy)
*Kelas Korporatisasi*
Adalah sarana bagi para pendiri, CEO, direksi, komisaris, pemegang saham, manajer, investor dan peminat manajemen dari berbagai perusahaan untuk belajar korporatisasi secara intensif. Proses pembelajaran dirancang sebagai kelas kecil dengan metode simulasi. Desain ini memungkinkan pesertanya untuk belajar langkah demi langkah proses korporatisasi secara clear dan komprehensif. Kelas diasuh langsung dari konsultan SNF Consulting yang memang spesialis di bidang manajemen korporasi.

Di kelas ini Anda akan belajar:
>Corporate Life Cycle sebagai inti sari pembelajaran sejarah korporasi dari berbagai bangsa
>Mengubah intangible asset menjadi uang tunai tanpa bunga tanpa mengembalikan pokok
>Mengkonversi ROE menjadi ROI yang merangsang investor
>ROI yang terus tumbuh dan aman menjadi ratusan persen bahkan lebih seiring tumbuhnya perusahaan
>Menurunkan biaya modal (cost of capital) menjadi jauh lebih murah dari bank yaitu 2-3% per tahun
>Par value, book value dan market value sebagai dasar-dasar valuasi perusahaan
>Merger dan akuisisi dan menyiapkan dana murah untuk melakukannya
>IPO trap yang menjadikan perusahaan justru stagnan atau bahkan terpuruk pasca IPO
>Memahami mengapa Gojek, FB, Alibaba, dll. tidak masuk lantai bursa dan baru masuk IPO setelah meraksasa?
>Memahami cara kerja investment company dan endowment fund alias dana wakaf
>Memahami peran venture capitalist (VC)
>Simulasi topik-topik di atas dalam angka finansial riil.

Kelas CEO
Di kelas CEO Anda akan belajar
>Perbedaan antara one tier dan two tier board
>Tugas stratejik dan administratif direksti
>Tugas stratejik dan administratif komisaris
>Risiko sampai harta pribadi direksi
>Risiko sampai harta pribadi komisaris
>Hubungan direksi dan Komisaris
>Gaji direksi dan komisaris
>Wewenang direksi dan komisaris
>Studi kasus perusahaan riil peran direksi dalam mengelola par value, book value, market value dan intangible asset dalam rangka pertumbuhan eksponensial perusahaan

Kelas Investment Company
Di kelas ini Anda akan belajar
>Perbedaan operating company dengan ivesting company (IC)
>Cara mendirikan dan mengelola investment company dari A sampai Z
>Investasi aman-aman-aman-hasil
>Portofolio investasi aman-aman-aman-hasil
>Investasi aman pada start up company yang masih rugi
>Peran Venture Capitalist (VC)
>Perbedaan VC dan IC
>Pengelolaan dana wakaf dan endowment fund (dana abadi) dengan prinsip IC
>Studi kasus investment company riil

Kelas Revenue and Profit Driver (RPD)
Di kelas ini Anda akan belajar:
>Pengertian RPD
>RPD dalam berbagai industri
>Karakteristik dasar RPD
>Variabel dan pengelolaannya dalam RPD
>Penerapan statistik dalam RPD
>Core competence dalam RPD
>Single RPD versus multiple RPD
>Studi kasus

Kelas Valuasi Perusahaan
Di kelas ini Anda akan belajar
>Pengertian par value, book value, intangible asset, market value dan valuasi (valuatian)
>Value dan valuation (valuasi)
>Prinsip dasar penciptaan value (nilai)
>Metode valuasi
>Konsep oportunity cost
>Discounted Cash Flow
>Latihan soal

Kelas Wakaf Korporat
Di kelas ini Anda akan belajar
>Memahami wakaf
>Memahami endowment fund
>Wakaf versus zakat
>Wakaf tradisional versus wakaf modern>Wakaf korporat
>Keamanan investasi wakaf
>Portofolio investasi wakaf
>Aspek legal pengelola wakaf
>Simulasi
FUNGSI AI

AI adalah supporting system bagi orang-orang cerdas. Orang-orang yang tidak punya logika, rasionalitas, tidak punya ilmu, tetap tidak akan terbantu oleh AI.

AI itu akan membuat orang-orang pinter makin ngebut, dan membuat orang-orang bodoh, semakin dungu, tertinggal, dan semakin halusinasi.

Ilmu yang matang (Al Ilmul Raasikh, ilmu yang mendalam dan matang) tetap dibutuhkan untuk para penuntut ILMU.

Adab, amal dan barakah adalah hal2 yang tidak bisa diberikan oleh AI.

Dakwah adalah mengarahkan manusia ke jalan Allah dan mendampinginya hingga ke depan pintu hidayah, dalam proses yang panjang.

~ Elite Circle ~