BERILMU DENGAN BUKU
64 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
532 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
๐ŸŒฑ *TETAP BAHAGIA MESKI BELUM DIKARUNIAI BUAH HATI*

๐Ÿ“ž *Tanya Jawab Live Interaktif Dewan Fatwa*

๐Ÿ’ฌ *Pertanyaan:*

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Begini ustadz, saya ini kan sudah ditakdirkan tidak punya keturunan jauh sebelum menikah. Akhirnya saya memilih menikah dengan duda yang punya anak. Nah, terkadang ada saja yang bertanya, "Berapa anaknya, bu?" Saya bilang nol, artinya tidak ada.

Ada rasa kecil saya dengan bertambahnya usia semakin tua, menghadapi hari-hari tua seperti itu kadang sedih juga ustadz, tidak punya anak. Kemudian kalau kita lihat di TV, ada yang punya anak bahkan anaknya sendiri yang mengantarkan orang tuanya ke panti jompo. Jadi saya ini kadang-kadang bersyukur tidak punya anak, kadang-kadang sedih juga tidak punya anak. Mohon nasihatnya ustadz. _Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh._

๐ŸŽ™๏ธ *Jawaban:*

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

_Maa syaa Allah_ ya. Ibu adalah wanita yang bijak tatkala dia tahu dia tidak bisa punya anak, kemudian dia memilih menikah dengan duda yang mungkin di situ dia berkhidmat kepada suaminya dan membesarkan anak-anak suaminya. Semoga Allah berkahi rumah tangga ibu ya.

Kalau bicara ibu sedih ketika ditanya tidak punya anak, anaknya berapa, ya katakan, "Doakan sampai sekarang belum dikasih anak sama Allah, semoga Allah kasih anak." Karena anak ini juga amanah. Jadi kalau bicara anak, Allah _Azza wa Jalla_ menyebutkan,

*ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽู†ููˆู†ูŽ ุฒููŠู†ูŽุฉู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง*

_"Harta dan anak-anak laki-laki itu perhiasan kehidupan dunia."_

Kemudian Allah mengatakan:

*ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽูˆู’ู„ูŽุงุฏููƒูู…ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉูŒ*

_"Sesungguhnya harta kalian dan anak-anak kalian adalah fitnah."_

Jadi dia sesuatu yang menyenangkan, tapi dia ujian juga. Nabi _alaihi shalatu wassalam_ juga mengatakan:

*ุงู„ูˆูŽู„ูŽุฏู ู…ูŽุฌู’ู‡ูŽู„ูŽุฉูŒุŒ ู…ูŽุจู’ุฎูŽู„ูŽุฉูŒุŒ ู…ูŽุฌู’ุจูŽู†ูŽุฉูŒุŒ ู…ูŽุญู’ุฒูŽู†ูŽุฉูŒ*

_"Anak itu jadi sumber kesedihan, sumber kebodohan, sumber kebakhilan, sumber kepengecutan."_

Jadi ada orang tua yang gara-gara punya anak jadi bakhil ya, dia selalu berpikir, "Oh ini buat anakku, ini buat anakku," terus seperti itu buat anaknya. Jadi enggak sedekah dia.

Kadangkala orang tua bersikap bodoh. Berapa banyak kita melihat kejadian orang tua mencuri dengan dalil buat anaknya. _Mahzanah_, tempat kesedihan ya. Berapa banyak orang akhirnya sedih anaknya sakit, tadi dikatakan anaknya ngantarkan ke panti jompo. Ada anak kayak gitu. Karena anak itu juga fitnah, jadi bukan hanya perhiasan tapi mereka juga fitnah, ujian dari Allah _Azza wa Jalla._

Maka tatkala engkau nggak dikasih anak, bagaimana engkau sekarang berusaha punya bekal ketika kau meninggalkan dunia ini. Kau nggak punya anak shaleh yang mendoakan, tapi mungkin anak suami akan mendoakan engkau kalau engkau berbuat baik sama dia. Engkau mungkin bisa memiliki anak-anak didik yang engkau didik, kemudian dia mengajarkan ilmunya, engkau dapat pahala terus.

Kemudian boleh jadi engkau punya sedekah jariyah. Aisyah _radhiyallahu ta'ala โ€˜anha_ sampai mati nggak punya anak. Sampai mati nggak punya anak. Terus mau ngomong apa? Takdir Allah _Azza wa Jalla_ yang berlaku, bukan yang kita inginkan.

Maka berbaik sangkalah sama Allah _Subhanahu wa Ta'ala_ dan perbanyak amal saleh lainnya dengan harapan ya merekalah yang akan melanjutkan perjuangan kita nantinya, jadi pahala yang mengalir juga buat kita atau buat para suami istri yang sampai hari ini menjadi pejuang garis dua.

_Ana_ waktu lihat garis dua, "Apaan garis dua?" Ya Allah, _khair In syaa Allah_. Semoga yang belum punya anak dikasih anak, yang sudah punya anak bagaimana mendidik anaknya dengan baik dan berdoa memohon kepada Allah agar mereka jadi anak-anak shaleh dan shalehah. _Baarakallahu fiikum._

๐Ÿ‘ค *Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, Lc, M.A ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡*

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ€ขโŠฐโœฟโœฟโŠฑโ€ขโ”ˆโ”ˆโ€ข

๐Ÿƒ Ingin pahala terus mengalir?
Dukung pengembangan dakwah dan penyebaran ilmu yang bermanfaat melalui infaq terbaik Anda!

| Bank Muamalat (147)
No. Rek. 3880013312
a/n Alwahdah Keluarga Indonesia

๐Ÿ“ฒ Konfirmasi:
wa.me/6285218104997
wa.me/6285218104997
wa.me/6285218104997
Simpul ke 5 - Menempuh Metode yang Benar dalam Menuntut Ilmu


Jalan menuju ilmu dan cara mencapainya dibangun atas dua hal:
1. Menghafal matan yang mencakup pendapat yang paling kuat (rajih), maka tidak ada jalan selain menghafal.

Tentunya matan yang komprehensif serta mengandung pendapat yang paling kuat, yang diskusi para ahli di bidangnya.
2. Mempelajari ilmu dari orang yang mampu memberikan manfaat dan nasihat.

Carilah guru yang dapat menjelaskan makna-makna ilmu kepadamu, yang memiliki dua sifat:
- Al-Ifadah, yaitu kemampuan memberikan faidah. Guru tersebut haruslah yang dikenal dengan kesungguhannya dalam menuntut ilmu dan memperolehnya hingga ia benar-benar menguasainya, dan memiliki keahlian dalam bidang tersebut.

Nabi saw bersabda:
Kalian mendengar, lalu akan didengar dari kalian, dan akan didengar dari orang yang mendengar dari kalian.
- Nasihat, yaitu yang mencakup makna sekaligus, salah satunya adalah kelayakan guru untuk dijadikan teladan, dan mengikuti petunjuk, bimbingan, serta akhlaknya.

Adapun yang lainnya, adalah pengetahuan tentang Metode pengajaran, sehingha dia mampu mengajarkan murid dengan baik, mengetahui apa yang bermanfaat baginya dan apa yang dapat membahayakannya, sesuai dengan Tarbiyah ilmiah yang dijelaskan oleh Asy-Syatibi dalam al-Muwafaqat.


~ Ta'dzim Al-Ilmi ~
MONOGAMI, UPAYA PENJAJAH BELANDA KRISTENKAN NUSANTARA
.
.
Tidak berpoligami memang mubah, tetapi sejarah menunjukkan monogami merupakan upaya penjajah Belanda mengkristenkan Nusantara. Fakta tersebut diungkap Arief Muthofifin dalam skripsinya yang berjudul 'Christiaan Snouck Hurgronje Arsitek Urusan Perdata Kolonialistik Hindia Belanda' untuk meraih gelar sarjana Ilmu Syariah Jurusan Ahwalul Syakhshiyah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang pada 2010.
.
Sepanjang peradaban Islam tegak, mulai dari Negara Islam pertama yang dipimpin oleh Rasulullah SAW di Madinah, kemudian dilanjutkan oleh Khilafah Rasyidah, Khilafah Umayah, Khilafah Abbasiah hingga Khilafah Utsmani termasuk berbagai Kesultanan Islam di Nusantara, poligami merupakan praktik pernikahan yang halal (legal), lazim dan bukan sebagai penyebab timbulnya masalah. Justru poligami dipermasalahkan ketika Belanda berhasil menjajah Nusantara tatkala berupaya mengkristenkan penduduknya untuk meminimalisir perlawanan terhadap kolonialisasi.
.
Arief Muthofifin mencatat lima hal penting terkait monogami yang dipaksakan penjajah tersebut. Pertama, ide pernikahan harus monogami merupakan upaya kolonial ikut campur tangan dalam persolan ibadah atau agama murni. Padahal, Hurgronje dalam nasihatnya menyatakan dalam hukum yang murni agama pemerintah hendaknya netral. Poligami merupakan hukum yang murni agama.
.
Tetapi anehnya Hurgronje menginginkan kaum Muslim melakukan monogami. Pernikahan harus monogami seperti diinginkan Christiaan Snouck Hurgronje ialah bentuk reduksi atas hukum Islam. โ€œKekayaan khazanah hukum Islam benar-benar dikerdilkan olehnya hanya untuk mendukung cita-cita kolonialisme,โ€ tulis Arief.
.
Kedua, agar Muslim Hindia Belanda menjadi pelaksana amaliah orang (Kristen) Eropa yang hanya boleh menikahi seorang perempuan (memiliki satu istri). Karena kolonialisme tidak hanya untuk kepentingan kekayaan (gold) yang ada di Nusantara tetapi juga kristenisasi (gospel).
.
"Meskipun tujuan mengkristenkan seluruh penduduk jajahan tidak tercapai setidaknya ajaran-ajaran Kristen diamalkan masyarakat Muslim Hindia Belanda. Dengan begitu, secara nonformal, Muslim Indonesia ialah sangat Kristen (baca: mimicry) dalam ajarannya. Sekaligus pengikut tertib hukum keluarga yang juga Kristen (Eropa). Sehingga โ€˜tidak ada bedanyaโ€™ antara Muslim dan Kristen karena kedua-duanya sama pelaksana ajaran sekaligus kepentingan Kristen (Eropa),โ€ bebernya.
.
Ketiga, pernikahan monogami, seperti ini disebutkan Hurgronje akan mendorong Indonesia, ke arah dunia modern (kemajuan). Asas monogami sedang ingin memajukan Muslim Pribumi yang โ€˜terbelakangโ€™ agar lebih dekat (seperti) kehidupan modern (Eropa) yang โ€˜lebih majuโ€™.
.
โ€œDi sini, umat Islam pribumi, benar-benar sedang dikebiri oleh Abdul Ghaffar atau Hurgronje sebagai manusia โ€˜terbelakangโ€™. โ€˜Terbelakangโ€™ dalam maksud kolonialisme adalah lebih mirip dengan moyangnya (kera). Asas monogami berupaya menjadi Muslim yang mirip kera bodoh ini semakin maju dengan mengikuti konsep keluarga Eropa yang keseluruhannya hanya monogami. Satu orang pun dilarang (haram) berpoligami (kira-kira) dengan alasan apa pun,โ€ terang Arief.
.
Keempat, alasan kebudayaan akan pula menjelaskan kepentingan di balik asas monogami. Para ulama Nahdlatul Ulama pernah memberikan pendapatnya dari sisi budaya ini. Yakni, Eropa dan Indonesia memiliki budaya yang berbeda dan masyarakatnya juga disusun atas sistem yang berbeda. Keliru jika Indonesia kemudian disamaratakan dengan Eropa bahwa segala bentuk pernikahan harus monogami.
.
Dalam Berita Nahdlatoel Oelama No. 16, 1 Juli 1937, diterangkan suatu akibat laki-laki dilarangan beristri lebih dari satu orang perempuan. Hal ini dicontohkan di Eropa, masyarakat yang anti poligami, memunculkan budaya baru. Yaitu, laki-laki biasa memiliki perempuan lagi dengan cara yang tidak benar atau pergundikan. Bahkan, muncul perkumpulan-perkumpulan hotel (hotel-societeit) yang melegalkan pergundikan.
.
Praktik pergundikan seperti itu pula sepertinya yang telah dilakukan Hurgronje dengan menikahi secara Islam perempuan pribumi: Sangkana dan Sadijah. Bagaimana tidak? Terbukti setelah pernikahan-pernikahan dalam Islam dengan dua perempuan pribumi tadi, Hurgronje pada 1906 kembali ke Belanda, lalu dia menikahi Ida Maria pada 1910. Ida Maria merupakan putri Dr. AJ Oort pensiunan pendeta liberal di Zutphen.
.
Hubungan pernikahan dengan Ida Maria tetap terjalin sampai Hurgronje meninggal dunia (26 Juni 1936) di Leiden. Sedangkan anak-anaknya dari mengawini perempuan pribumi dilarang ke Belanda (meskipun untuk belajar) sekaligus tidak boleh memakai โ€˜Snouck Hurgronjeโ€™ pada tiap-tiap namanya.
.
โ€œFakta ini merupakan bentuk Christiaan Snouck Hurgronje tidak mengakui anak-anak Indonesianya,โ€ simpul Arief.
.
.
WARISAN PENJAJAH
.
Arief pun menilai asas monogami dalam UU RI No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan merupakan kepanjangan tangan kolonial. Karena asas itu sebagaimana yang pernah direncanakan Hurgronje yang menghendaki pernikahan monogami dan menghapus poligami. Sebagaimana cita-citanya yang ingin melihat masyarakat Indonesia, terutama Jawa, menjalani hidup wajar dengan monogami.
.
โ€œArtinya, poligami tidak wajar,โ€ ujar Arief menyimpulkan logika berpikir Hurgronje.
.
Ia juga menyebutkan asas monogami ini juga selaras dengan Ordonansi Mengenai Pencatatan Pernikahan pada 1937 yang merencanakan pernikahan monogami dan dicatat. Artinya, asas monogami dalam pernikahan di Indonesia (UU No. 1/ 1974) merupakan kepanjangan tangan dari kepentingan kolonialisme.
.
Hukum perkawinan Indonesia memang tidak mengharamkan poligami. Bagi laki-laki, masih diberi kesempatan punya istri lebih dari seorang. Namun, asas monogami tidak bisa mengingkari dari sejarah kolonialnya.
.
โ€œJika Christiaan Snouck Hurgronje masih berusia panjang hingga saat ini pasti dirinya akan berbangga buah pikirannya dipakai dalam hukum Indonesia,โ€ pungkasnya.[]
.
Joko Prasetyo
Dimuat pada rubrik Kisah tabloid Media Umat Edisi 237 (Pertengahan Februari 2019).
SEDIKIT SAJA

ู…ุง ุงู„ุฏู†ูŠุง ุฅู„ุง ู‚ุทุฑุฉ ุนุณู„ ูƒุจูŠุฑุฉ
ูู…ู† ุงูƒุชูู‰ ุจุงุฑุชุดุงู ุงู„ู‚ู„ูŠู„ ู…ู† ุนุณู„ู‡ุง ู†ุฌุง
ูˆู…ู† ุบุฑู‚ ููŠ ุจุญุฑ ุนุณู„ู‡ุง ู‡ู„ูƒ

Tidaklah kenikmatan dunia berarti apa-apa melainkan bagai setetes besar madu. Maka siapa yang hanya mencicipinya sedikit, dia akan selamat. Namun siapa yang menceburkan diri ke dalamnya, ia akan binasa.

(Pepatah Arab)
MENDUDUKKAN RUKUN HAJI SECARA BENAR



Di antara persepsi sebagian masyarakat Indonesia yang kurang tepat terkait ibadah haji:

(1) Berangkat haji itu kalau sudah baik, 'suci' dan 'sempurna' agamanya, karena itu banyak yang enggan berhaji di usia muda (padahal mampu) karena merasa masih 'kotor', dan baru berhaji di usia sepuh, dengan kondisi fisik sudah melemah, padahal ibadah haji memerlukan fisik yang kuat. Berhaji di usia sepuh ini sudah terjadi, jauh sebelum ada antrian mengular beberapa tahun ini. Kalau kondisi antrian mengular saat ini, dan tidak ada perubahan kebijakan secara signifikan, akan semakin banyak yang baru bisa berhaji di usia senja.

(2) Haji itu tanda 'sempurna' keislamannya. Di satu sisi, ini tidak keliru, karena haji memang salah satu rukun Islam. Namun, kekeliruannya adalah, mereka menganggap haji sebagai sesuatu yang wajib diperjuangkan, karena pikir mereka jika tidak haji, maka keislamannya kurang sempurna atau bahkan, baru 'setengah sah'.

Karena itu, banyak orang-orang yang kurang mampu giat menabung, bahkan menahan pengeluaran untuk kebutuhan pokoknya sendiri, demi bisa menabung haji. Sampai batas tertentu, hal ini tidak masalah. Namun, kadang terjadi, kasusnya sudah sampai melampaui batas. Contoh, anak-anaknya, yang sebenarnya masih struggle dalam mencari penghidupan, harus 'dibebani' juga membiayai keberangkatan haji orangtuanya, yang sebenarnya tidak wajib haji. Kadang, harus jual tanah, sawah, dll., padahal itu penghidupannya. Kadang, harus berutang dalam jumlah besar, yang membuat kehidupannya tambah sulit, karena harus memikirkan pelunasan utang, bisa jadi sepanjang hidupnya, bahkan 'terwariskan' ke anak-anaknya.

Ini juga penyebab antrian mengular saat ini, karena lembaga penyelenggara haji 'tergiur' dengan dana haji yang tersimpan dalam waktu cukup lama, karena kesempatan haji dibuka terlalu lebar dengan sistem subsidi. Orang-orang yang kurang mampu, begitu 'ngebet' untuk berangkat haji, dapat kesempatan subsidi haji, lalu menyetor jumlah uang untuk berangkat (yang dalam hitungan riil, sebenarnya tidak cukup), lalu dana tersebut tersimpan puluhan tahun, entah digunakan untuk apa saja oleh penyelenggara haji, dan pihak penyetor harus sabar menunggu antrian keberangkatan belasan bahkan puluhan tahun.

Padahal, meski haji itu rukun Islam, tapi ia ada syarat wajibnya, dan orang yang belum memenuhi syarat wajib ini, tidak wajib haji. Jika dia meninggal dalam keadaan belum haji, karena memang tidak wajib haji, keislamannya sama sekali tidak cacat. Dia tidak berdosa karena tidak berhaji. Allah tidak akan menghukumnya di akhirat karena tidak berhaji, kalau karena suka mengghibah tetangga, mungkin akan dihukum.

โ€ขโ€ขโ€ข

Haji itu kewajiban, bagi orang yang telah memiliki kemampuan finansial untuk berhaji. Pemerintah pun, seharusnya memastikan, orang-orang yang mampu ini bisa berangkat sesegera mungkin, tanpa harus menunggu antrian belasan bahkan puluhan tahun. Adapun yang belum mampu, masih banyak pilihan amal shalih lain yang bisa dilakukan. Kalau mau menabung, silakan lakukan secara pribadi, tanpa menzalimi pihak-pihak lain.

[M4N]
ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุนูุฒูŽู‘ุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ูŽุง ูˆูŽ ู„ู’ู…ูุณู„ูู…ููŠู†. ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงู†ู’ุตูุฑู’ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ู†ูŽุงูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู„ูู…ููŠู† ุงู„ู…ูุฌูŽุงู‡ูุฏููŠู†ูŽ ูููŠ ููู„ูุณู’ุทููŠู†. ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุซูŽุจูู‘ุชู’ุฅู ูŠู…ูŽุงู†ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽ ู†ู’ุฒูู„ู ุงู„ุณูŽู‘ูƒููŠู†ูŽุฉูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู… ูˆูŽ ูˆูŽุญูู‘ุฏู’ ุตููููˆููŽู‡ูู…ู’. ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽู‡ู’ู„ููƒู ุงู„ู’ูƒูŽููŽุฑูŽุฉูŽ ูˆูŽ ุงู„ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ. ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฏูŽู…ูู‘ุฑู ู„ู’ูŠูŽู‡ููˆุฏุง ูˆูŽ ุฅูุณู’ุฑูŽุขุฆูู„ ูˆูŽุดูŽุชูู‘ุชู’ ุดูŽู…ู’ู„ูŽู‡ูู… ูˆูŽ ููŽุฑูู‘ู‚ู’ ุฌูŽู…ู’ุนูŽู‡ูู…ู’. ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงู†ู’ุตูุฑู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู…ูุฌูŽุงู‡ูุฏููŠู†ูŽ ุฃูŽุนู’ุฏูŽุงุฆูู†ูŽุง ูˆูŽ ุฃูŽ ุนู’ุฏูŽุงุกูŽ ุงู„ุฏูู‘ูŠู† ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ูŠูŽุข ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุญูู…ููŠู†ูŽ. ูˆูŽุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽูŠ ุงู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽ ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ
Audio
Audio from Konselor Keluarga
Audio
Audio from Konselor Keluarga
Sebuah ibarah dari kitab:
๐Ÿ“˜ ยซุงู„ูƒู†ู‰ ูˆุงู„ุฃุณู…ุงุกยป karya ุฃุจูˆ ุจุดุฑ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุฃุญู…ุฏ ุงู„ุฏูˆู„ุงุจูŠ
Jilid 2 halaman 833.

> ุนูŽู†ู’ ู‡ูุดูŽุงู…ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ูƒูู†ู’ุชู ุนูู†ู’ุฏูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุจู’ู†ู โ€ŒูˆูŽุงุณูุนู ููŽุฃูŽุชูŽุงู‡ู ุฑูŽุฌูู„ูŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ูƒูŽูŠู’ููŽ ุฃูŽู…ู’ุณูŽูŠู’ุชูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽุจูŽุง ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซู…ูŽุง ุธูŽู†ู‘ููƒูŽ ุจูุฑูŽุฌูู„ู ูŠูŽุฑู’ุชูŽุญูู„ู ุฅูู„ูŽู‰ โ€Œุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ูƒูู„ู‘ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู โ€Œู…ูŽุฑู’ุญูŽู„ูŽุฉู‹ยป

Tokoh yang disebut dalam atsar ini adalah ู…ุญู…ุฏ ุจู† ูˆุงุณุน.

Dari Hisyam, ia berkata:
โ€œAku pernah berada di sisi Muhammad bin Wasiโ€™. Lalu datang seorang lelaki dan bertanya:
โ€˜Bagaimana keadaanmu sore ini wahai Abu Abdillah?โ€™
Beliau menjawab:
โ€˜Bagaimana menurutmu keadaan seseorang yang setiap hari menempuh satu perjalanan menuju akhirat?โ€™โ€

*Makna*
Ucapan ini menunjukkan kezuhudan dan kesadaran mendalam bahwa setiap hari umur manusia berkurang, dan hakikatnya ia sedang berjalan mendekati akhirat serta kematian.
Water Purifier pengganti galon untuk minum kelarga anda. Gak perlu lagi angkat-angkat galon untuk minum, cukup letakkan alat ini di ruang dapur dan siap konsumsi air minum yang dihasilkan dari alat ini, cdari sumber air di rumah anda. Mari beralih ke teknologi yang menawarkan efisiensi dan nilai tambah ekonomi dalam keluarga. https://www.youtube.com/watch?v=JpQsapQ06Gg
Waktu Sama, Nasib Beda
(9 Dzulhijjah 1447H/ 26 Mei 2026)

Setiap orang punya waktu yang sama , yaitu 24 jam. Ada yang membaginya sebagai berikut:
- 8 Jam pertama untuk istirahat
- 8 jam kedua untuk bekerja
- 8 jam ketiga untuk belajar

Tetapi kenapa nasib setiap orang berbeda-beda? apa perbedaannya?.

Perbedaannya adalah dari cara mereka menghabiskan waktu mereka.

Ada orang yang waktu istirahatnya untuk bermain, menghabiskan waktu yang tiada guna. Ada orang yang menggunakan waktu bekerjanya hanya untuk bermalas-malasan yang tidak menghasilkan sesuatu apapun. Ada yang tidak menggunakan waktu belajarnya untuk belajar.

Maka, tiada cara lain merubah hidup kita, kecuali dengan memperbaiki cara menghabiskan waktu kita dengan benar, waktu istirahat memang untuk istirahat, waktu bekerja untuk bekerja dan waktu belajar memang untuk belajar. Bagi anak-anak muda masih sekolah, waktu belajar mereka pastinya akan lebih banyak, karena waktu bekerja mereka adalah waktu belajar bagi mereka.

Jadi, jangan salahkan orang lain, tapi coba kita introspeksi, sudah sejauh manakah kita memanfaatkan waktu kita dengan benar?
*Berpikir Besar, Berpikir Visioner*

Diawal-awal Rasulullah saw menyebarkan agama Islam di Mekkah, yang beliau lakukan terhadap orang-orang yang menerima dakwah beliau adalah mengubah cara berpikir mereka.

Sebutlah shahabat besar, seperti Ibnu Mas'ud, beliau adalah orang hebat di bawah bimbingan Rasulullah, dari sebelumnya berasal dari kalangan miskin/penggembala kambing yang kemudian diangkat derajatnya oleh Islam menjadi ulama besar sahabat. Berbeda dengan shahabat lainnya, semisal Khalid bin Walid dan Amr bin Ash, Khalid dari Bani Makhzum yang kaya dan berkuasa, Amr bin Ash dari Bani Sahm yang merupakan diplomat ulung. Kesamaannya adalah mereka semua dibentuk oleh Islam menjadi orang-orang hebat yang bervisi akhirat dan global.

Melalui wahyu yang pertama turun, Iqra, Rasulullah saw membawa para shahabatnya kepada performa terbaik mereka, kepada keunikan dan kelebihan yang mereka miliki.

Dari cerita ini, mengajarkan kepada kita, terutama anak-anak muda Islam, mulailah berpikir besar, visioner, katakanlah kepada dirimu,"Apa amal-amal besar yang akan saya berikan untuk Islam."

Dan tentunya melihat diri secara jujur, jika saya ingin berarti, berkontribusi besar kepada Islam, apakah aktivitas yang saya kerjakan sehari-hari, benar-benar membuktikan kebenaran perkataan saya? atau hanya sekedar lips service yang tak ada artinya.

Tak ada sesuatu yang besar langsung besar, sunnatullah menunjukkan, sesuatu yang besar pasti dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil, kedisiplinan-kedisiplinan kecil yang dilakukan setiap hari. Nabi kita Muhammad saw, berdakwah di Mekah, 13 tahun, kemudian melanjutkan perjuangan dakwahnya bersama para shahabat pendukung dakwahnya di Madinah selama 10 tahun. Total Nabi saw berdakwah selama 23 tahun, untuk membangun peradaban Islam.

Ini membuktikan bahwa ada proses, ada perjuangan, ada kedisiplinan dan konsistensi untuk menghasilkan sesuatu yang besar.

Sebagai penutup, jawablah dari dalam hati kalian wahai anak muda, amal besar apa yang akan saya persembahkan untuk Islam, sebagai rahmatan lil'aalamiin? dan saya siap dengan segala konsekuensinya dalam rangka untuk mewujudkan amal besar itu.

_Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar._
(QS. Al-Hujuraat:15)

Baarakallahu Fiikum,

*Alwahdah Keluarga Indonesia*
(Pendampingan dan Konsultasi Waris Islam)
Contact Center: 085218104997
7 Problem Anak-anak Milenials dan Gen Z muslim hari ini:
1. Unmotivated, tidak punya energi untuk bergerak dalam Islam
2. Quarter Life Crisis: Bingung arah masa depan studi dan karir.
3. Urorganized. Hidup berantakan dalam mengelola waktu.
4. Stress. Hidup tidak seimbang antara tanggungjawab diri, keluarga dan lingkungan.
5. Under Capacity. Karir dan kuliah mandeg karena kurang skill.
6. Follower Zone. Terus terjebak dalam posisi bawah, tidak dipercaya jadi leader.
7. Tempted. Mudah tergiur godaan kemaksiatan di lingkungan sosial.

Masalah-masalah ini membuat pemuda-pemudi muslim saat ini merasa insecure, depresi dan disorientasi. (Ust. Elvandy)