BERILMU DENGAN BUKU
63 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
532 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
ESENSI ISLAM ADALAH ILMU
Oleh: Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi


Sejak jatuhnya Baghdad 1258 dan pengusiran Muslim dari Spanyol 1492, kondisi umat Islam dianggap mundur. Anggapan ini tampaknya benar sebab Barat terbukti telah sukses menjajah dunia Islam hingga abad ke-20. Kemunduran umat dan kolonialisasi menggenggam masalah. Tapi, apa masalahnya dan apa pula solusinya?.

Para politikus Muslim akan menganggap politik sebagai masalah utama dan solusinya tentu melalui politik. Penggerak ekonomi Islam tentu akan mengklaim ekonomi adalah solusi. Para juru dakwah mungkin menekankan pada kesalehan ritual dan sosial. Demikian yang lain-lain akan memiliki skala prioritasnya sendiri-sendiri.

Namun, dari sekian banyak tawaran solusi, tawaran Syed Mohammad Naquib al-Attas sungguh menarik. Baginya, ilmu adalah solusi dari segala persoalan umat. Tawaran ini tampaknya relevan dengan esensi dari kekuatan Islam sendiri.

Memang, esensi Islam adalah ilmu. Alquran merupakan kitab suci yang sarat dengan ilmu dan harus dipahami dengan ilmu. Bahkan, sejarah membuktikan bahwa dari Alquran keluar puluhan disiplin ilmu (ilmu tafsir, ilmu hukum, ilmu waris, ilmu kesehatan, ilmu gramatika, dsb). Akidah Islam harus diyakini dengan ilmu. Syariat Islam hanya dapat diamalkan dengan ilmu dan dapat menghasilkan ilmu.

Bahkan, dalam Islam pemilik ilmu lebih utama dari pada ahli ibadah (HR Abu Daud no 3641). Mu'adz bin Jabal pun malah menganggap aktivitas mencari ilmu sama dengan ibadah dan jihad.

Namun, ilmu yang dimaksud al-Attas bukan sekadar ilmu pengetahuan. Ilmu dalam Islam adalah ilmu untuk menanamkan kebaikan ataupun keadilan dalam diri manusia. Manusia baik dalam Islam adalah manusia beradab. Karena makna adab berasal dari Alquran (ma'dubah atau hidangan adab), maka pengajaran ilmu yang sesungguhnya adalah transformasi kandungan Alquran. Itulah rahasianya mengapa akhlak Rasulullah adalah Alquran.

Secara disipliner, al-Attas memahami makna ilmu dalam Islam tidak terbatas pada suatu disiplin yang sempit dalam bentuk spesialisasi khusus. Ilmu meliputi berbagai bidang studi secara integral dan koheren yang mencerminkan worldview Islam. Maka dari itu, ilmuwan Muslim (ulama) bukan spesialis-spesialis yang lepas dari induk dan sumber ilmu dalam Islam. Ilmuwan Muslim harus berilmu universal meski berangkat dari yang spesial.

Dengan makna seperti itu, ilmuwan Muslim (ulama) bagi al-Attas adalah ulama yang memiliki kapasitas untuk mengonseptualisasikan, menjelaskan, dan mendefinisikan konsep-konsep penting yang relevan dalam masalah-masalah budaya, pendidikan, keilmuan, dan epistemologi yang dihadapi Muslim pada zaman sekarang ini.

Selanjutnya, tugas ilmuwan Muslim dengan kapasitas itu adalah memberikan jawaban Islam terhadap tantangan-tantangan intelektual dan kebudayaan dari dunia modern dan berbagai macam kelompok aliran pemikiran, agama, dan ideologi.

Tampaknya, al-Attas melihat bahwa ulama selama ini belum melakukan penjelasan, konseptualisasi, dan definisi masalah-masalah penting yang dihadapi umat. Benar! Memang dalam soal politik, misalnya, umat Islam masih gamang membedakan antara makna syura dan demokrasi, pemimpin Muslim dan kafir, dsb. Dalam ekonomi, makna welfare dan fallah masih tumpang tindih dan banyak yang lain. Kekaburan konsep tersebut akan berpengaruh pada bagaimana ulama memberikan solusi terhadap problematika umat.

Jika memang tidak ada ulama yang dapat memberi solusi, mungkin kita sudah sampai pada suatu kondisi yang digambarkan Rasulullah, "Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari hamba-Nya sekaligus, akan tetapi akan mencabut ilmu dengan menghilangkan para ulama, sehingga apabila tidak ada seorang pun yang berilmu maka orang-orang akan menjadikan pemimpin dari orang-orang yang tidak berilmu, kemudian mereka memberikan fatwa yang sesat dan menyesatkan." (HR Bukhari).
Dari uraian di atas jelaslah bahwa esensi Islam adalah ilmu dan ilmu dalam Islam berdimensi adab, maka peradaban Islam adalah peradaban yang harus dihidupkan dengan ilmu yang berdimensi adab. Oleh sebab itu, seluruh persoalan yang timbul dalam peradaban Islam, baik bersumber dari luar ataupun dalam diri umat Islam, semestinya dapat diselesaikan dengan ilmu.
Maka, sabda Nabi sungguh tepat, "Barang siapa
menghendaki dunia maka wajib berilmu, barang siapa menghendaki akhirat maka ia wajib berilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya berilmu." (HR Tirmidhi).
HAID/MENSTRUASI

🩸Haid atau mestruasi adalah proses keluarnya darah dari kemaluan wanita akibat luruhnya darah dan jaringan yang tidak diperlukan lagi di dalam rahim.

✍️Hal yang perlu kamu ketahui saat pertama kali menstruasi atau menarche:
1️⃣ Tidak perlu takut karena haid bukanlah penyakit.
2️⃣ Tidak perlu malu karena haid merupakan hal yang normal.
3️⃣Saat sudah haid, berarti kamu sudah baligh. Artinya, kamu sudah dewasa dan bertanggung jawab penuh atas dirimu.
4️⃣Saat sudah haid, kamu sudah bisa bereproduksi (hamil). Oleh karena itu, kamu harus teramat sangat memperhatikan norma/aturan dalam berinteraksi dengan lawan jenis.

Waaaah, lengkap sekali ya tipsnya.
Ini baru sebagian tips dan pengetahuannya lho, masih banyak pengetahuan seputar haid dan pubertas lainnya‼️
Yuk, kepoin 👉 HANDBOOK PUBERTAS MUSLIMAH


🏷️Harga normal Rp. 163.000
🏷️Harga PO Rp. 114.100
🌺HEMAT 48.900🌺
================================

🛒Pesan Sekarang juga, kuota terus berkurang ya!

Hubungi
wa.me/62895386894755
wa.me/62895386894755
wa.me/62895386894755
🌏 *TERAPI TAHAJJUD 90 HARI TANPA HENTI*🌍

🌻🌻Mungkinkah kita menjalankan shalat tahajjud selama 90 hari tanpa henti, dan insya Allah istiqomah di hari-hari berikutnya. Bisa! Buku ini akan membagikan metode langkah mudah membiasakan shalat tahajjud sekaligus memberikan motivasi bahwa shalat tahajjud itu amatlah mudah dikerjakan asal kita niat. Yuk simak dan baca buku ini!

📔 Aku berkeluh kesah kepada-Mu dalam tenggelam keheningan malam, tahajjud. Aku sadar bahwa diriku sarat akan keterbatasan dan keringkihan. Hidup yang penuh problematika dan masalah, tak bisa terurai selain dengan pertolongan dan bantuan-Mu
📕 Malam, waktu yang banyak orang terbuai mimpi. Namun Engkau mengingatkan diriku bahwa hamba-Mu yang shaleh, terlukiskan dalam untaian firman-Mu “ ….. lambung mereka jauh dari tempat tidurnya (mereka sedikit tidur) dan mereka selalu berdoa kepada Rabb-Nya dengan penuh rasa takut dan harap (tahajjud), serta mereka menafkahkan apa-apa rezki yang kami berikan.” (As-Sajdah [32]:16)
📔 Malam, timing yang tepat aku menyampaikan harapan, permohonan, dan permintaan dengan menghiba. Tahajjud, perintah-Mu agar diriku peroleh pertolongan sehingga diriku tidak terlunta-lunta. Aku harus memulai. Tahajjud, tak lain agar diriku mempunyai kualitas diri.

💡Selami lebih dalam dengan Anda membaca buku ini. Selamat membaca!

✒️ Penulis : Abu Muhammad Al-Isfari

💫 Isi Kandungan Buku ini meliputi:

🧡 Tata cara dan jumlah rakaat tahajjud
🤎 Keutamaan dan kemuliaan shalat tahajjud
💛 Pengertian antara Qiyamullail, Tahajjud dan Tarweh. Samakah?
💚 Kisah-kisah orang shaleh yang menaklukan malamnya dengan tahajjud
💜 Motivasi dan target tahajjud 90 hari bisa tercapai
❤️ Doa-doa mustajabah di sepertiga malam.
Buku 🌟🌟 *TERAPI TAHAJJUD 90 HARI TANPA HENTI* 🌟🌟

🎉Harga Normal : 47.000
💡Harga Pre Order : 40,000

⏰Masa PreOrder 20 September – 10 Oktober 2023

🌻🌻 Spesifikasi Buku 🌻🌻
🔖Ukuran : 12 x 18 cm
📌Kertas cover : Soft cover, AC, 260 grm, grm (4/0)
🔖Finishing cover : Doff, UV Sport, : 180 Gram

Pemesanan
wa.me/62895386894755
wa.me/62895386894755
wa.me/62895386894755
🪷Berhias Tanpa Tabarruj 🪷

📌Tabarruj adalah menampakkan bagian yang indah (aurat) dan segala yang mengundang syahwat lelaki (non mahram).
Di antara yang termasuk tabarruj adalah
1️⃣ tidak menutup aurat atau menggunakan pakaian yang ketat;
2️⃣ mengenakan pakaian yang menarik perhatian dari segi warna, motif, bordir, pita, bunga-bunga tempelan, dan lainnya;
3️⃣ memakai make up seperti alas bedak, lipstik, blush on, maskara, dsb.; serta
4️⃣ menggunakan parfum.

📌Tabarruj merupakan hal yang dilarang oleh Allah. Ingatlah, tabarruj bisa menjadikanmu sebagai pusat perhatian. Padahal, wanita yang shalihah akan malu jika menjadi pusat perhatian laki-laki. Semoga Allah menguatkan kita untuk senantiasa menahan diri dari perilaku tabarruj.

📌Berhias boleh dilakukan hanya di hadapan sesama wanita atau mahrammu saja. Adapun, jika kamu berada di luar rumah, kamu tidak boleh berhias. Demikian juga ketika di dalam rumah ada lelaki yang bukan mahrammu. Walaupun begitu, tetaplah menjaga kebersihan dan kerapian, ya.

🧕Nasihat penting ini sangat perlu disampaikan kepada adinda tercinta, sayangnya, banyak diantara Ayah dan Bunda yang mengalami kesulitan dalam menyampaikannya
📚Buku HANDBOOK PUBERTAS MUSLIMAH hadir membantu Ayah dan Bunda‼️


🪻Harga normal Rp. 163.000
🪻Harga PO Rp. 114.100
🌻HEMAT 48.900🌻
================================

🛒Pesan sekarang juga, jangan sampai terlewat POnya‼️

Pemesanan
http://wa.me/62895386894755
http://wa.me/62895386894755
http://wa.me/62895386894755
*Kisah Janda dan Terong*


_Kisah ini sangat masyhur di kalangan dahulu hingga sekarang._

Di Damaskus, ada sebuah masjid besar, namanya Masjid Jami’ At-Taubah. Masjid itu penuh keberkahan. Di dalamnya ada ketenangan dan keindahan. Sejak tujuh puluh tahun, di masjid itu ada seorang syaikh pendidik yang alim dan mengamalkan ilmunya, namanya Syaikh Salim Al-Masuthi.

Dia sangat fakir sehingga menjadi contoh dalam kefakirannya, dalam menahan diri dari meminta, dalam kemuliaan jiwanya dan dalam berkhidmat untuk kepentingan orang lain.

Saat itu ada pemuda yang bertempat di sebuah kamar dalam masjid. Sudah dua hari berlalu tanpa ada makanan yang dapat dimakannya. Dia tidak punya makanan ataupun uang untuk membeli makanan. Saat datang hari ketiga dia merasa bahwa dia akan mati, lalu dia berfikir tentang apa yang akan dilakukan.

Menurutnya, saat ini dia telah sampai pada kondisi terpaksa yang membolehkannya memakan bangkai atau mencuri sekadar untuk bisa menegakkan tulang punggungnya. Itulah pendapatnya dalam kondisi semacam ini.

Masjid tempat dia tinggal itu, atapnya bersambung dengan atap beberapa rumah yang ada di sampingnya. Hal ini memungkinkan seseorang pindah dari rumah pertama sampai terakhir dengan berjalan di atas atap rumah-rumah tersebut. Maka, dia pun naik ke atas atap masjid dan dari situ dia pindah ke rumah sebelah.

Di situ dia melihat orang-orang wanita, maka dia memalingkan pandangannya dan menjauh dari rumah itu. Lalu dia lihat rumah yang di sebelahnya lagi.

Keadaannya sedang sepi dan dia mencium ada bau masakan berasal dari rumah itu. Rasa laparnya bangkit, seolah-olah bau masakan tersebut magnet yang menariknya.

Rumah-rumah di masa itu banyak dibangun dengan satu lantai, maka dia melompat dari atap ke dalam serambi. Dalam sekejap dia sudah ada di dalam rumah dan dengan cepat dia masuk ke dapur lalu mengangkat tutup panci yang ada di situ. Di lihatnya sebuah terong besar dan telah dimasak. Lalu dia mengambilnya, karena rasa laparnya dia tidak lagi merasakan panasnya, digigitlah terong yang ada di tangannya dan saat dia mengunyah dan hendak menelannya, dia ingat dan timbul lagi kesadaran beragamanya.

Langsung dia berakta, A’udzu billah! Aku adalah penuntut ilmu dan tinggal di masjid, pantaskah aku masuk ke rumah orang dan mencuri barang yang ada di dalamnya?’ Dia merasa bahwa ini adalah kesalahan besar, lalu dia menyesal dan beristighfar kepada Allah, kemudian mengembalikan lagi terong yang ada di tangannya.

Akhirnya dia pulang kembali ke tempatnya semula. Lalu dia masuk ke dalam masjid dan duduk mendengarkan syaikh yang saat itu sedang mengajar. Karena terlalu lapar dia hampir tidak bisa memahami apa yang dia dengar.

Ketika majelis itu selesai dan orang-orang sudah pulang, datanglah seorang perempuan yang menutup tubuhnya dengan hijab -saat itu memang tak ada perempuan kecuali dia memakai hijab-, kemudian perempuan itu berbicara dengan syaikh.

Sang pemuda tidak bisa mendengar apa yang sedang dibicarakannya. Akan tetapi, secara tiba-tiba syaikh itu melihat ke sekelilingnya. Tak tampak olehnya kecuali pemuda itu, dipanggillah ia dan syaikh itu bertanya, ‘Apakah kamu sudah menikah?’, dijawab, ‘Belum,’. Syaikh itu bertanya lagi, ‘Apakah kau ingin menikah?’.

Pemuda itu diam. Syaikh mengulangi lagi pertanyaannya. Akhirnya pemuda itu angkat bicara, ‘Ya Syaikh, demi Allah! Aku tidak punya uang untuk membeli roti, bagaimana aku akan menikah?’.

Syaikh itu menjawab, ‘Wanita ini datang membawa kabar, bahwa suaminya telah meninggal dan dia adalah orang asing di kota ini. Di sini, bahkan di dunia ini dia tidak mempunyai siapa-siapa kecuali seorang paman yang sudah tua dan miskin’, kata syaikh itu sambil menunjuk seorang laki-laki yang duduk di pojokan. Syaikh itu melanjutkan pembicaraannya, ‘Dan wanita ini telah mewarisi rumah suaminya dan hasil penghidupannya.

Sekarang, dia ingin seorang laki-laki yang mau menikahinya, agar dia tidak sendirian dan mungkin diganggu orang. Maukah kau menikah dengannya?’. Pemuda itu menjawab, ‘Ya’.
Kemudian syaikh bertanya kepada wanita itu, ‘Apakah engkau mau menerimanya sebagai suamimu?’, ia menjawab, ‘Ya’. Maka syaikh itu memanggil pamannya dan mendatangkan dua saksi kemudian melangsungkan akad nikah dan membayarkan mahar untuk muridnya itu. Kemudian syaikh itu berkata, ‘Peganglah tangan isterimu!’.

Dipeganglah tangan isterinya dan sang isteri membawanya ke rumahnya. Setelah keduanya masuk ke dalam rumah, sang isteri membuka kain yang menutupi wajahnya. Tampaklah oleh pemuda itu, bahwa dia adalah seorang wanita yang masih muda dan cantik.

Rupanya pemuda itu sadar bahwa ternyata rumah itu adalah rumah yang tadi telah ia masuki.
Sang isteri bertanya, ‘Kau ingin makan?’, ‘Ya’ jawabnya. Lalu dia membuka tutup panci di dapurnya.
Saat melihat buah terong di dalamnya dia berkata: ‘Heran, siapa yang masuk ke rumah dan menggigit terong ini ?!’. Maka pemuda itu menangis dan menceritakan kisahnya.

Isterinya berkomentar, ‘Ini adalah buah dari sifat amanah, kau jaga kehormatanmu dan kau tinggalkan terong yang haram itu, lalu Allah berikan kepadamu rumah ini semuanya berikut pemiliknya dalam keadaan halal.

*_Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu ikhlas karena Allah, maka akan Allah ganti dengan yang lebih baik dari itu_*.

(Diceritakan oleh Syaikh Ali At-Thanthawi.).
Wallahu a'lam
Buku Fikih Muyassar Panduan Praktis Memahami Fikih

Kode: BK5478
Harga: Rp. 150.000
Rp. 120.000 (Diskon)
Penulis: Tim Penyusun
Penerbit: Al-Qowam

Cover: Hard Cover
Tebal: 562 halaman
Ukuran: 18 cm x 25 cm
Berat: 1170 Gram


Resensi:

Buku Fikih Muyassar adalah hasil kolaborasi para ulama dan profesor terkemuka dalam bidang fikih. Mereka telah menyajikan pembahasan yang ringkas dan sistematis tentang berbagai aspek ibadah, muamalat, dan lainnya dalam Islam. Keunggulan buku ini terletak pada penyertaan dalil-dalil dari Al-Qur'an dan As-Sunnah yang mendukung setiap pembahasan. Seluruh hadits juga telah ditakhrij dan dikuatkan oleh penilaian Syaikh Albani.

Buku ini sangat direkomendasikan untuk menjadi panduan bagi berbagai kalangan, mulai dari masyarakat awam hingga para penuntut ilmu, guru, dai, dan ulama. Dengan memiliki buku ini, Anda akan memiliki akses mudah ke pengetahuan fikih yang mendalam dan dapat menjadikannya referensi yang berguna dalam memahami ajaran Islam.

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk memiliki buku Fikih Muyassar yang praktis dan informatif ini. Dapatkan sekarang dan tingkatkan pemahaman Anda tentang fikih Islam.



Info Pemesanan :
https://wa.me/62895386894755
https://wa.me/62895386894755
https://wa.me/62895386894755