*DOAMU PASTI DIKABULKAN SELAMA MASIH ADA KEINGINAN UNTUK BERDOA*
Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :
لو لم يرد الله إجابة دعائك، لما ألهمك الدعاء (عدّة الصابرين ٦٠)
“Seandainya Allah tidak menginginkan mengabulkan doamu, Dia tidak akan mengilhamkanmu untuk berdo’a…”
(‘Uddatus Shobirin 60)
Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :
لو لم يرد الله إجابة دعائك، لما ألهمك الدعاء (عدّة الصابرين ٦٠)
“Seandainya Allah tidak menginginkan mengabulkan doamu, Dia tidak akan mengilhamkanmu untuk berdo’a…”
(‘Uddatus Shobirin 60)
*KEUTAMAAN ORANG BAIK YANG MEMBERI BAHAGIA SAUDARANYA*
Keutamaan orang yang beri kebahagiaan pada orang lain dan mengangkat kesulitan dari orang lain disebutkan dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ
“Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699).
Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ
“Siapa yang biasa membantu hajat saudaranya, maka Allah akan senantiasa menolongnya dalam hajatnya.” (HR. Bukhari no. 6951 dan Muslim no. 2580).
Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).
Keutamaan orang yang beri kebahagiaan pada orang lain dan mengangkat kesulitan dari orang lain disebutkan dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ
“Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699).
Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ
“Siapa yang biasa membantu hajat saudaranya, maka Allah akan senantiasa menolongnya dalam hajatnya.” (HR. Bukhari no. 6951 dan Muslim no. 2580).
Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Sejarah Islam di Irian Jaya
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Konsep Pengobatan
*MENJADI GURU INSPIRATIF*
*_Kado Para Guru yang Ingin Menginspirasikan Perubahan_*
Penulis: Mahmud Khalifah, Muhammad Qutub
Saudaraku, para guru! Engkau pengantar kesuksesan dan prestasi masyarakat dalam kompetisi antar bangsa. Engkau simbol kebangkitan dan kemajuan umat. Di mata para pakar pendidikan, *kedudukanmu lebih tinggi daripada orangtua*.
Hak guru lebih besar daripada orangtua. Orangtua itu penyebab keberadaan di kehidupan fana sekarang, sedangkan guru itu penyebab di kehidupan abadi. Oleh karenanya, ayah ilmu pengetahuan itu lebih bermanfaat daripada ayah biologis. (Imam Ghazali)
Guru adalah jawara di belantara ilmu pengetahuan. Ia cahaya yang menerangi kehidupan manusia. Ia merupakan musuh pembasmi kebodohan. Gurulah yang mengembangkan kecerdasan dan mendidik akhlak. Gurulah jiwa, esensi, landasan pertama, dan penopang tekuat proses pendidikan. Gurulah sumbu utama dan pilar dalam system oendidikan.
Menjadi Guru Inspiratif adalah sebuah karya yang di tulis oleh dua pakar pendidikan Timur Tengah. Buku ini memotivasi para guru muslim untuk terus berjuang tanpa jeda, membangunkan yang tertidur, dan meneguhkan yang terjaga. Buku ini mengupas tuntas peranan guru sebagai inspirasi perubahan menuju kehidupan yang lebih baik di masyarakat.
Pesan segera untuk guru-guru hebat bangsa ini.
wa.me/62895386894755
*_Kado Para Guru yang Ingin Menginspirasikan Perubahan_*
Penulis: Mahmud Khalifah, Muhammad Qutub
Saudaraku, para guru! Engkau pengantar kesuksesan dan prestasi masyarakat dalam kompetisi antar bangsa. Engkau simbol kebangkitan dan kemajuan umat. Di mata para pakar pendidikan, *kedudukanmu lebih tinggi daripada orangtua*.
Hak guru lebih besar daripada orangtua. Orangtua itu penyebab keberadaan di kehidupan fana sekarang, sedangkan guru itu penyebab di kehidupan abadi. Oleh karenanya, ayah ilmu pengetahuan itu lebih bermanfaat daripada ayah biologis. (Imam Ghazali)
Guru adalah jawara di belantara ilmu pengetahuan. Ia cahaya yang menerangi kehidupan manusia. Ia merupakan musuh pembasmi kebodohan. Gurulah yang mengembangkan kecerdasan dan mendidik akhlak. Gurulah jiwa, esensi, landasan pertama, dan penopang tekuat proses pendidikan. Gurulah sumbu utama dan pilar dalam system oendidikan.
Menjadi Guru Inspiratif adalah sebuah karya yang di tulis oleh dua pakar pendidikan Timur Tengah. Buku ini memotivasi para guru muslim untuk terus berjuang tanpa jeda, membangunkan yang tertidur, dan meneguhkan yang terjaga. Buku ini mengupas tuntas peranan guru sebagai inspirasi perubahan menuju kehidupan yang lebih baik di masyarakat.
Pesan segera untuk guru-guru hebat bangsa ini.
wa.me/62895386894755
WhatsApp.com
Share on WhatsApp
WhatsApp Messenger: More than 2 billion people
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
*KIAT MENJADI GURU KELUARGA*: _Menyiapkan Generasi Pejuang_
(Dr. Adian Husaini)
Generasi pejuang perlu disiapkan karena ia tak akan muncul begitu saja tanpa ikhtiar.
Tarbiyah, ta'lim, dan ta'dib atas mereka mutlak diperlukan agar kelak mereka menjadi generasi Rabbani, pejuang, dan khaira ummah yakni para penyeru kemakrufan, pencegah kemungkaran, dan penegak kebenaran.
Tak sepantasnya amanah tarbiyah, ta'lim dan ta'dib ini hanya dilimpahkan begitu saja ke guru di madrasah atau sekolah tempat mereka belajar, karena sejatinya ia merupakan tanggung jawab kedua orang tua.
Ya, keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat peranannya tak dapat dipandang remeh dalam upaya mewujudkan generasi pejuang, sebagaimana generasi Shalahuddin Al-Ayyubi, pembebas Al-Aqsha di masa lampau.
Semoga buku ini mampu menggugah kesadaran kaum muslimin dalam membangkitkan generasi pejuang dimulai dari rumah-rumah mereka.
--------------------------------------
*_Kiat Menjadi Guru Keluarga, Menyiapkan Generasi Pejuang_*
_Penulis: Dr. Adian Husaini_
Ukuran: 14 x 20,5 cm
Berat: 200 gr
Sampul: Soft Cover
Harga: Rp. 60.000,-
Pemesanan silahkan ke link WA berikut ini:
https://wa.me/62895386894755
(Dr. Adian Husaini)
Generasi pejuang perlu disiapkan karena ia tak akan muncul begitu saja tanpa ikhtiar.
Tarbiyah, ta'lim, dan ta'dib atas mereka mutlak diperlukan agar kelak mereka menjadi generasi Rabbani, pejuang, dan khaira ummah yakni para penyeru kemakrufan, pencegah kemungkaran, dan penegak kebenaran.
Tak sepantasnya amanah tarbiyah, ta'lim dan ta'dib ini hanya dilimpahkan begitu saja ke guru di madrasah atau sekolah tempat mereka belajar, karena sejatinya ia merupakan tanggung jawab kedua orang tua.
Ya, keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat peranannya tak dapat dipandang remeh dalam upaya mewujudkan generasi pejuang, sebagaimana generasi Shalahuddin Al-Ayyubi, pembebas Al-Aqsha di masa lampau.
Semoga buku ini mampu menggugah kesadaran kaum muslimin dalam membangkitkan generasi pejuang dimulai dari rumah-rumah mereka.
--------------------------------------
*_Kiat Menjadi Guru Keluarga, Menyiapkan Generasi Pejuang_*
_Penulis: Dr. Adian Husaini_
Ukuran: 14 x 20,5 cm
Berat: 200 gr
Sampul: Soft Cover
Harga: Rp. 60.000,-
Pemesanan silahkan ke link WA berikut ini:
https://wa.me/62895386894755
WhatsApp.com
Share on WhatsApp
WhatsApp Messenger: More than 2 billion people
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
*BEGINI SEHARUSNYA MENJADI GURU*
*_Resensi_*
Profesi sebagai pendidik adalah posisi sosial yang paling strategis dalam sebuah sistem, memiliki kedudukan yang tinggi dan utama dalam Islam. Guru adalah ujung tombak gerakan perubahan.
Di pundak seorang guru terpikul tanggung jawab yang agung yaitu membentuk generasi dan mengarahkannya kepada jalan Allah. Yang penting untuk digarisbawahi, salah satu kewajiban asasi seorang pendidik adalah membersihkan nilai-nilai negatif dan virus-virus jahiliyah dari materi yang diajarkannya.
Sebagai seorang guru, Anda harus senantiasa ingat bahwa apa yang Anda ajarkan akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah, dan jangan sampai predikat sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dengan imbalan kecil, akan ditambah dengan azab di akhirat.
Umat ini menggantungkan harapan yang besar akan masa depan generasi muda kepada Allah melalui sentuhan lembut didikan dan pengajaran Anda. Umat telah menyerahkan miliknya yang paling berharga dan tambatan jiwa mereka yang tak ternilai kepada Anda.
Maka takutlah kepada Allah dalam mendidik putra putri kaum Muslimin, jangan sekali-kali Anda mengajarkan mereka sesuatu yang tidak diridhai Allah, karena itu akan membuahkan keterlanjuran negatif yang menakutkan. Didiklah mereka dengan Agama Allah dan tempuhlah metode yang dicontohkan oleh Nabi SAW.
Dalam buku “Begini Seharusnya Menjadi Guru” ini, Anda bisa dapatkan metodologi mendidik yang penuh teladan, selamat, dan lurus yang diambil dari contoh-contoh sikap dan tindakan Rasulullah dalam mendidik para Shahabat. Ingat, bahwa metode yang baik, bisa jadi lebih berpengaruh daripada kuatnya materi.
Dan kedua komponen ini tampil padu dalam buku yang ada di tangan Anda, kami persembahkan untuk setiap orang tua dan khususnya para pendidik serta akademisi. Selamat membaca!!
================================================
*Harga Buku:*
Rp. 30.000
Penulis : Fu’ad Bin Abdul Aziz Asy- Syalhub
Judul Asli : Al-Mu’allim al-Awwal (Qudwah Likulli Mu’allim wa Mu’allimah)
Penerbit : Darul Haq
Dimensi : 14,5 x 21cm
Tebal : 192 Halaman
Berat : 235 gram
Pesan segera di sini:
wa.me/62895386894755
*_Resensi_*
Profesi sebagai pendidik adalah posisi sosial yang paling strategis dalam sebuah sistem, memiliki kedudukan yang tinggi dan utama dalam Islam. Guru adalah ujung tombak gerakan perubahan.
Di pundak seorang guru terpikul tanggung jawab yang agung yaitu membentuk generasi dan mengarahkannya kepada jalan Allah. Yang penting untuk digarisbawahi, salah satu kewajiban asasi seorang pendidik adalah membersihkan nilai-nilai negatif dan virus-virus jahiliyah dari materi yang diajarkannya.
Sebagai seorang guru, Anda harus senantiasa ingat bahwa apa yang Anda ajarkan akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah, dan jangan sampai predikat sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dengan imbalan kecil, akan ditambah dengan azab di akhirat.
Umat ini menggantungkan harapan yang besar akan masa depan generasi muda kepada Allah melalui sentuhan lembut didikan dan pengajaran Anda. Umat telah menyerahkan miliknya yang paling berharga dan tambatan jiwa mereka yang tak ternilai kepada Anda.
Maka takutlah kepada Allah dalam mendidik putra putri kaum Muslimin, jangan sekali-kali Anda mengajarkan mereka sesuatu yang tidak diridhai Allah, karena itu akan membuahkan keterlanjuran negatif yang menakutkan. Didiklah mereka dengan Agama Allah dan tempuhlah metode yang dicontohkan oleh Nabi SAW.
Dalam buku “Begini Seharusnya Menjadi Guru” ini, Anda bisa dapatkan metodologi mendidik yang penuh teladan, selamat, dan lurus yang diambil dari contoh-contoh sikap dan tindakan Rasulullah dalam mendidik para Shahabat. Ingat, bahwa metode yang baik, bisa jadi lebih berpengaruh daripada kuatnya materi.
Dan kedua komponen ini tampil padu dalam buku yang ada di tangan Anda, kami persembahkan untuk setiap orang tua dan khususnya para pendidik serta akademisi. Selamat membaca!!
================================================
*Harga Buku:*
Rp. 30.000
Penulis : Fu’ad Bin Abdul Aziz Asy- Syalhub
Judul Asli : Al-Mu’allim al-Awwal (Qudwah Likulli Mu’allim wa Mu’allimah)
Penerbit : Darul Haq
Dimensi : 14,5 x 21cm
Tebal : 192 Halaman
Berat : 235 gram
Pesan segera di sini:
wa.me/62895386894755
WhatsApp.com
Share on WhatsApp
WhatsApp Messenger: More than 2 billion people
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
*Siapakah Guru Politik Identitas?*
Dialah sang pemberani, yang bahkan setanpun ketakutan kalau Umar melewatinya.
Setelah beliau masuk Islam, Rasulullah menjuluki sebagai *Al Faruq* yang artinya sang pembeda, pembeda antara al Haq dan al Bathil.
Makna gelar Al Faruq adalah pembeda antara yg Haq (benar) dan bathil (salah)..
Alasan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberi gelar Al Faruq kepada Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu adalah karena semenjak masuk Islamnya Umar, Umar mengajak Rasulullah untuk menampakkan Islam secara terang-terangan, mendengar hal tersebut Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan para shahabat ke masjid (Masjidil haram) karna mulai hari itu mereka mulai menampakkan identitas keislaman mereka secara terang-terangan.
Dialah sang pemberani, yang bahkan setanpun ketakutan kalau Umar melewatinya.
Setelah beliau masuk Islam, Rasulullah menjuluki sebagai *Al Faruq* yang artinya sang pembeda, pembeda antara al Haq dan al Bathil.
Makna gelar Al Faruq adalah pembeda antara yg Haq (benar) dan bathil (salah)..
Alasan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberi gelar Al Faruq kepada Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu adalah karena semenjak masuk Islamnya Umar, Umar mengajak Rasulullah untuk menampakkan Islam secara terang-terangan, mendengar hal tersebut Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan para shahabat ke masjid (Masjidil haram) karna mulai hari itu mereka mulai menampakkan identitas keislaman mereka secara terang-terangan.
*MANUSIA TERBAIK SETELAH PARA NABI*
عن أنس رضي الله عنه ، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لأبي بكر وعمر: هذان سَيِّدا كُهُول أهل الجنة من الأوَّلِين والآخِرين إلا النبيِّين والمرسلين
*_Abu Bakar dan Umar adalah pemimpinnya penduduk surga dari umat pertama sampai umat terakhir, kecuali para Nabi dan Rasul_*. (HR. Tirmidzi no.3665)
Jadi manusia paling tinggi derajatnya di surga setelah para Nabi adalah Abu Bakar dan Umar. Maka sudah semestinya kita pelajari sejarah kedua, bagaimana sampai Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda demikian.
عن أنس رضي الله عنه ، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لأبي بكر وعمر: هذان سَيِّدا كُهُول أهل الجنة من الأوَّلِين والآخِرين إلا النبيِّين والمرسلين
*_Abu Bakar dan Umar adalah pemimpinnya penduduk surga dari umat pertama sampai umat terakhir, kecuali para Nabi dan Rasul_*. (HR. Tirmidzi no.3665)
Jadi manusia paling tinggi derajatnya di surga setelah para Nabi adalah Abu Bakar dan Umar. Maka sudah semestinya kita pelajari sejarah kedua, bagaimana sampai Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda demikian.
DOSA DALAM PANDANGAN SHAHABAT NABI
Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata :
إِنَّكُمْ لَتَعْمَلُونَ أَعْمَالاً هِىَ أَدَقُّ فِى أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعَرِ ، إِنْ كُنَّا نَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُوبِقَاتِ
“Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan (dosa) di hadapan mata kalian tipis seperti rambut, namun kami (para sahabat) yang hidup di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap dosa semacam itu seperti dosa besar.”
📚 HR. Bukhori 6492
Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata :
إِنَّكُمْ لَتَعْمَلُونَ أَعْمَالاً هِىَ أَدَقُّ فِى أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعَرِ ، إِنْ كُنَّا نَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُوبِقَاتِ
“Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan (dosa) di hadapan mata kalian tipis seperti rambut, namun kami (para sahabat) yang hidup di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap dosa semacam itu seperti dosa besar.”
📚 HR. Bukhori 6492
*CARA PENGGUNAAN ASAS PRODUK SPRAYLOGI PAK HAJI*
📌 *Di antara PINTU untuk PERAWATAN Produk Spray 👇🏻*
✅Spray di wajah
✅Spray di bawah lidah
✅Spray di minuman/botol air
✅Spray di ubun2
✅Spray di tempat sakit
✅Spray di pusat
✅Spray di alat kelamin
✅Spray di tulang belakang
✅Spray di dalam lubang hidung (virus)
✅Spray di anggota wudhuk
📌 *Kaedah Penggunaan Asas Produk Spraylogi*
- 3x spray bawah lidah
- 3x spray di wajah
- 3x Spray dalam Air botol 500ML / 5x spray di air botol 1.5L (dos spray di air bergantung kepada keparahan penyakit, jika agak parah boleh spray sehingga 7x atau 9x)
- Baca alfatihah 1x, hembus
- Goncang 53x minimum (goncang lebih pun boleh)
- 5x sehari Pengambilan
Gunakan berterusan di antara 2 azan setiap waktu
Solat ( Subuh, zohor, asar, maghrib, Isyak)
- minum habiskan seharian
#Cara penggunaan boleh berubah bergantung kepada keadaan pesakit dan keperluan pesakit.
📌 *Produk Spray KEGUNAAN LUARAN saja👇🏻*
1) SC Spray
2) Busra Spray
3) Liver Spray (mandian)
📌 *Pengambilan produk spray yang perlu di jarakkan/jeda sekurang2nya 1 jam dengan pengambilan herba lain 👇🏻*
1) Antirac
2) Shark
📌 *Di antara PINTU untuk PERAWATAN Produk Spray 👇🏻*
✅Spray di wajah
✅Spray di bawah lidah
✅Spray di minuman/botol air
✅Spray di ubun2
✅Spray di tempat sakit
✅Spray di pusat
✅Spray di alat kelamin
✅Spray di tulang belakang
✅Spray di dalam lubang hidung (virus)
✅Spray di anggota wudhuk
📌 *Kaedah Penggunaan Asas Produk Spraylogi*
- 3x spray bawah lidah
- 3x spray di wajah
- 3x Spray dalam Air botol 500ML / 5x spray di air botol 1.5L (dos spray di air bergantung kepada keparahan penyakit, jika agak parah boleh spray sehingga 7x atau 9x)
- Baca alfatihah 1x, hembus
- Goncang 53x minimum (goncang lebih pun boleh)
- 5x sehari Pengambilan
Gunakan berterusan di antara 2 azan setiap waktu
Solat ( Subuh, zohor, asar, maghrib, Isyak)
- minum habiskan seharian
#Cara penggunaan boleh berubah bergantung kepada keadaan pesakit dan keperluan pesakit.
📌 *Produk Spray KEGUNAAN LUARAN saja👇🏻*
1) SC Spray
2) Busra Spray
3) Liver Spray (mandian)
📌 *Pengambilan produk spray yang perlu di jarakkan/jeda sekurang2nya 1 jam dengan pengambilan herba lain 👇🏻*
1) Antirac
2) Shark
*Selingan Ringan Keluarga Tangguh*
Kembali saya dapat kabar sedih, istri yang meminta cerai dari suaminya, karena dianggap, suaminya egois, minta dilayani.
*Innaa Lillahi wa Innaa ilaihi Raaji'uun*.
Saya langsung menduga, ini akibat tertukarnya peran dalam rumah tangga. Suami seharusnya menjadi seorang QOWWAM bagi istrinya, yang terjadi peran ini diambil istrinya.
Arti QOWWAM yang biasa kita pakai adalah pemimpin. Turunan arti dari pemimpin bisa berarti:
1. Orang yang dipatuhi
2. Yang mengayomi
3. Pemberi nafkah
4. Guru (bagi istri dan anak-anaknya)
5. Pengambil keputusan
Warning buat suami yang melihat istrinya mulai berulah, ini bukan berarti istrinya salah, ini akibat fungsi anda (suami) sebagai QOWWAM sedang terganggu.
Warning juga buat istri, ketika merasa mulai lebih dari suaminya, itu tandanya anda mulai mengambil peran suami.
Segera sadarkan suami untuk kembali memimpin anda.
_Baarakallahu Fiikum_
*Al Wahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Kembali saya dapat kabar sedih, istri yang meminta cerai dari suaminya, karena dianggap, suaminya egois, minta dilayani.
*Innaa Lillahi wa Innaa ilaihi Raaji'uun*.
Saya langsung menduga, ini akibat tertukarnya peran dalam rumah tangga. Suami seharusnya menjadi seorang QOWWAM bagi istrinya, yang terjadi peran ini diambil istrinya.
Arti QOWWAM yang biasa kita pakai adalah pemimpin. Turunan arti dari pemimpin bisa berarti:
1. Orang yang dipatuhi
2. Yang mengayomi
3. Pemberi nafkah
4. Guru (bagi istri dan anak-anaknya)
5. Pengambil keputusan
Warning buat suami yang melihat istrinya mulai berulah, ini bukan berarti istrinya salah, ini akibat fungsi anda (suami) sebagai QOWWAM sedang terganggu.
Warning juga buat istri, ketika merasa mulai lebih dari suaminya, itu tandanya anda mulai mengambil peran suami.
Segera sadarkan suami untuk kembali memimpin anda.
_Baarakallahu Fiikum_
*Al Wahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*BUYA HAMKA MENJAWAB*
Suatu ketika seorang wanita datang mengunjungi buya Hamka untuk curhat. Sambil menangis ia cerita ke buya:
"Buya, suami saya nikah lagi. Sakit hati saya buya.. sakit sekali! Ingin cerai rasanya!
Susah payah saya temani dia sampai punya 5 anak, eeh malah sekarang dia seenaknya nikah lagi! Saya harus bagaimana, buya?"
Buya terdiam. Ia menghela nafas. Buya adalah seorang lelaki setia. Selama puluhan tahun menikah, sama sekali tak pernah terpikir di benaknya untuk menduakan istri yang telah memberinya 12 anak. Bahkan, sampai istrinya wafat sekalipun, tak terbersit sedikitpun keinginan utk menikah lagi. Walau puluhan orang datang silih berganti menawarkan anak atau saudara perempuan mereka utk dinikahi, buya tetap bergeming. Tidak mau menikah lagi. "Belum lepas ingatan saya pada istri yang sudah membersamai saya puluhan tahun," demikian alasan Buya.
Tapi sebagai ulama, ia harus memberi jawaban sesuai syariah. Bukan jawaban berdasar pengalaman pribadi atau emosi semata. Maka ia tanyai sang wanita tadi:
"Ananda shalat?"
"Shalat buya. Malah sering juga salat dhuha, tahajjud, dan puasa senin kamis"
"Suami ananda shalat?"
"Selama ini kami selalu melakukannya bersama"
"Jadi apa alasan ananda meminta cerai? Sudahkah dipikirkan masak-masak?"
Wanita itu menangis.
Ia pun bercerita, bahwa ia dan suami menikah karena saling cinta. Saat ini sudah menikah 9 tahun dan memiliki 5 anak. Pernikahan mereka bahagia, kecuali 1 hal yang mengganggu:
*Aktivitas seks suaminya tak pernah berkurang.*
Sebagai ibu 5 anak sekaligus seorang guru, ia sering kelelahan. Maka, ia pun sering menolak hasrat suaminya.
Karena sering menolak, maka mereka pun sering terlibat pertengkaran.
Klimaksnya adalah saat suaminya minta ijin untuk nikah lagi. Bahkan sudah 2 bulan suaminya jarang pulang. Ia mencurigai si suami sudah menikah lagi.
"Itu sebabnya saya ingin cerai, buya".Buya menjawab:
"Cerai memang sesuatu yang halal. Tapi tidak disukai Allah.
Terkait suami ananda, ada 2 jenis laki-laki yang memiliki kelebihan 'bakat alam' seperti dia.
Jenis pertama, adalah lelaki beriman.
Dia takut pada Tuhannya. Takut menjalani perbuatan yang dimurkai Allah. Takut kehilangan istrinya. Dia sayang pada keluarganya. Maka sebagai jalan keluar untuk mengatasi bakat biologisnya, ia pun menikah lagi. Walau secara diam-diam. Menikah dengan cara ini halal, tidak dimurkai Allah.
Jenis kedua, adalah laki-laki yang tak takut Allah. Apalagi takut pada istrinya. Dia akan berbuat semaunya, termasuk berzina. Malah lebih parah lagi, bisa-bisa ia melakukan perkosaan sebagai pelampiasan."
"Lalu bagaimana halnya dengan istri? Sama. Ada 2 macam istri.
Jenis pertama adalah istri yang tak takut Allah. Apalagi suaminya. Istri yang tak takut Allah ini akan melarang suaminya menikah lagi.
Ia memberi peluang suaminya berzina di luar rumah."
"Hanya ini yang bisa buya sampaikan. Buya dilarang agama untuk menganjurkan ananda mengajukan cerai ke suami. Dan buya tidak berhak menganjurkan ananda untuk bersabar. Keputusan ada di tangan ananda. Semua tergantung tinggi rendahnya iman seseorang pada Allah. Sekian ya?".
Tak lama si wanita itupun pulang.
Empat bulan kemudian ia berkunjung lagi ke rumah buya. Kali ini bersama suami dan 5 anaknya. Di akhir silaturahmi, si wanita berkata pada buya:
*_Buya, saya lebih takut Allah daripada takut dimadu_*.
_Sekian - Baarakallahu Fiikum_
*Al Wahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Suatu ketika seorang wanita datang mengunjungi buya Hamka untuk curhat. Sambil menangis ia cerita ke buya:
"Buya, suami saya nikah lagi. Sakit hati saya buya.. sakit sekali! Ingin cerai rasanya!
Susah payah saya temani dia sampai punya 5 anak, eeh malah sekarang dia seenaknya nikah lagi! Saya harus bagaimana, buya?"
Buya terdiam. Ia menghela nafas. Buya adalah seorang lelaki setia. Selama puluhan tahun menikah, sama sekali tak pernah terpikir di benaknya untuk menduakan istri yang telah memberinya 12 anak. Bahkan, sampai istrinya wafat sekalipun, tak terbersit sedikitpun keinginan utk menikah lagi. Walau puluhan orang datang silih berganti menawarkan anak atau saudara perempuan mereka utk dinikahi, buya tetap bergeming. Tidak mau menikah lagi. "Belum lepas ingatan saya pada istri yang sudah membersamai saya puluhan tahun," demikian alasan Buya.
Tapi sebagai ulama, ia harus memberi jawaban sesuai syariah. Bukan jawaban berdasar pengalaman pribadi atau emosi semata. Maka ia tanyai sang wanita tadi:
"Ananda shalat?"
"Shalat buya. Malah sering juga salat dhuha, tahajjud, dan puasa senin kamis"
"Suami ananda shalat?"
"Selama ini kami selalu melakukannya bersama"
"Jadi apa alasan ananda meminta cerai? Sudahkah dipikirkan masak-masak?"
Wanita itu menangis.
Ia pun bercerita, bahwa ia dan suami menikah karena saling cinta. Saat ini sudah menikah 9 tahun dan memiliki 5 anak. Pernikahan mereka bahagia, kecuali 1 hal yang mengganggu:
*Aktivitas seks suaminya tak pernah berkurang.*
Sebagai ibu 5 anak sekaligus seorang guru, ia sering kelelahan. Maka, ia pun sering menolak hasrat suaminya.
Karena sering menolak, maka mereka pun sering terlibat pertengkaran.
Klimaksnya adalah saat suaminya minta ijin untuk nikah lagi. Bahkan sudah 2 bulan suaminya jarang pulang. Ia mencurigai si suami sudah menikah lagi.
"Itu sebabnya saya ingin cerai, buya".Buya menjawab:
"Cerai memang sesuatu yang halal. Tapi tidak disukai Allah.
Terkait suami ananda, ada 2 jenis laki-laki yang memiliki kelebihan 'bakat alam' seperti dia.
Jenis pertama, adalah lelaki beriman.
Dia takut pada Tuhannya. Takut menjalani perbuatan yang dimurkai Allah. Takut kehilangan istrinya. Dia sayang pada keluarganya. Maka sebagai jalan keluar untuk mengatasi bakat biologisnya, ia pun menikah lagi. Walau secara diam-diam. Menikah dengan cara ini halal, tidak dimurkai Allah.
Jenis kedua, adalah laki-laki yang tak takut Allah. Apalagi takut pada istrinya. Dia akan berbuat semaunya, termasuk berzina. Malah lebih parah lagi, bisa-bisa ia melakukan perkosaan sebagai pelampiasan."
"Lalu bagaimana halnya dengan istri? Sama. Ada 2 macam istri.
Jenis pertama adalah istri yang tak takut Allah. Apalagi suaminya. Istri yang tak takut Allah ini akan melarang suaminya menikah lagi.
Ia memberi peluang suaminya berzina di luar rumah."
"Hanya ini yang bisa buya sampaikan. Buya dilarang agama untuk menganjurkan ananda mengajukan cerai ke suami. Dan buya tidak berhak menganjurkan ananda untuk bersabar. Keputusan ada di tangan ananda. Semua tergantung tinggi rendahnya iman seseorang pada Allah. Sekian ya?".
Tak lama si wanita itupun pulang.
Empat bulan kemudian ia berkunjung lagi ke rumah buya. Kali ini bersama suami dan 5 anaknya. Di akhir silaturahmi, si wanita berkata pada buya:
*_Buya, saya lebih takut Allah daripada takut dimadu_*.
_Sekian - Baarakallahu Fiikum_
*Al Wahdah - Sekolah Konselor Keluarga*