*Menciptakan Harmoni Dalam Sebuah Hubungan*
Hiasan dalam pergaulan adalah الرفق (Kelembutan). Inilah penghias pergaulan dengan keluarga, shahabat, lebih spesifik hubungan antara suami dan istri.
Langgengnya sebuah hubungan karena dibalut dengan kelembutan.
Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
*_Siapa yang diberikan sifat lembut, maka ia telah diberikan banyak kebaikan. Siapa yang tidak memiliki sifat lembut, maka ia terhalang dari banyak kebaikan_*(HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
*_Siapa yang tidak bersikap lembut, maka ia terhalang dari kebaikan_* (HR. Muslim no.2592)
Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
فيجب على كلٍّ من الزوجين أن يؤدي إلى الآخر حقوقه؛ بطيبِ نفسٍ وانشراحِ صدرٍ.
*_Wajib atas masing-masing dari suami istri untuk saling menunaikan hak-hak pihak yang lain dengan hati yang senang dan lapang dada._*
( _Majmu’ul Fatawa, jilid 28 halaman 383_)
Kelembutan membuat seseorang mudah memaafkan sehingga terjaga silaturrahim. Silaturrahim adalah kebaikan yang disegerakan Allah ganjarannya, demikian Nabi mengajarkan.
Dan kelembutan itu akan menghadirkan keakraban, hubungan kasih sayang, silaturrahim terjaga, di mana tidak ada satu penghuni rumah pun yang menyambung hubungan silaturrahim lalu mereka akan kekurangan, maa syaa Allah.
Mari kita jaga harmoni dalam rumah tangga kita, dengan tetap menghadirkan kelembutan meski dalam kondisi berat ataupun ringan, susah ataupun senang.
_Sekolah Konselor Keluarga_
Hiasan dalam pergaulan adalah الرفق (Kelembutan). Inilah penghias pergaulan dengan keluarga, shahabat, lebih spesifik hubungan antara suami dan istri.
Langgengnya sebuah hubungan karena dibalut dengan kelembutan.
Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:
*_Siapa yang diberikan sifat lembut, maka ia telah diberikan banyak kebaikan. Siapa yang tidak memiliki sifat lembut, maka ia terhalang dari banyak kebaikan_*(HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
*_Siapa yang tidak bersikap lembut, maka ia terhalang dari kebaikan_* (HR. Muslim no.2592)
Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
فيجب على كلٍّ من الزوجين أن يؤدي إلى الآخر حقوقه؛ بطيبِ نفسٍ وانشراحِ صدرٍ.
*_Wajib atas masing-masing dari suami istri untuk saling menunaikan hak-hak pihak yang lain dengan hati yang senang dan lapang dada._*
( _Majmu’ul Fatawa, jilid 28 halaman 383_)
Kelembutan membuat seseorang mudah memaafkan sehingga terjaga silaturrahim. Silaturrahim adalah kebaikan yang disegerakan Allah ganjarannya, demikian Nabi mengajarkan.
Dan kelembutan itu akan menghadirkan keakraban, hubungan kasih sayang, silaturrahim terjaga, di mana tidak ada satu penghuni rumah pun yang menyambung hubungan silaturrahim lalu mereka akan kekurangan, maa syaa Allah.
Mari kita jaga harmoni dalam rumah tangga kita, dengan tetap menghadirkan kelembutan meski dalam kondisi berat ataupun ringan, susah ataupun senang.
_Sekolah Konselor Keluarga_
Sarung Konstituante
Sidang Konstituante pertama, tangggal 12 November 1956 di Bandung Syekh Sulaiman ar-Rasuli, Ulama kharismatik dari Minangkabau itu maju ke depan. Pria 85 tahun itu, memakai jas tertutup drill dan bridal warna putih, bersarung bugis warna hitam, berkupiah haji lengkap dengan sorban, yang ujungnya tergantung di punggungnya. Ia melangkah tanpa ragu, Bangsa ini akan memulai sidang sehabis pemilu yang aduhai itu.
Sebagai ulama, Beliau membuka sidang, dimulai sidang dengan membaca Al-fatihah, kemudian disambung kata-kata pujian. Ruang sidang senyap, bagai malaikat yang lewat. Ulama yang ganjil, sudahlah bersarung bersurban, dalam sidang yang sangat nasionalis ini, anggota sidang yang berjumlah sekitar 550 orang itu, diajak menunduk membaca Al-Qur'an.
"Seperti di pondok saja" kata tokoh PKI Aidit dengan suara keras. Reaksi Aidit ini berbuntut panjang sebab kalangan atheis ingin Sulaiman dilengserkan dari pimpinan sidang.
"Mantap ini" kata Natsir dari Masyumi.
Sidang dengan susunan meja bundar itu, berlansung saat Bandung sedang bergelora, belum lama berlansung Konferensi Asia Afrika [KAA]. Pemenang pemilu 1955 dari Perti berkumpul sesudah sidang, mereka merapat pada Sulaiman, berdiskusi dan kemudian beristirahat di penginapan.
Mereka yang bersidang adalah pemenang pemilu 1955, dan Syekh Sulaiman merupakan utusan Perti bersama enam orang lainnya. Sulaiman adalah anggota tertua, yang dalam majelis dihormati, namun karena usianya 85 tahun, ia tak sekuat anak muda dalam sidang. Namun karena Aidit yang selalu usil, Sulaiman menanggapinya dengan sikap kuat kokoh.
Sidang pertama sampai ketujuh, ia tetap menjadi pemimpin sidang. Sidang-sidang itu abai akan cuaca Bandung sehingga sering berlansung hingga larut malam, sejumlah kawan dan muridnya berbicara agar Inyiek bisa beristirahat saja di hotel. Ia tak enak hati, lantas kemudian mengundurkan diri karena badannya memang mulai tidak sehat. Pimpinan sidang ia serahkan pada Ridwan dari Partai NU.
Suatu hari ia memanggil Kasim Sabil, dan memintanya menggantikan posisi beliau sebagai anggota Konstituante.
"Gantikan Buya, kau masih muda".
Kisah bermula, setelah kemerdekaan Wakil Presiden Muhammad Hatta mengeluarkan Maklumat Nomor X. Waktu itu 3 November 1945 Isinya adalah seruan agar mendirikan partai-partai politik sebagai wadah menyalurkan aspirasi rakyat. Sulaiman cepat tanggap, maka pada 22 November Perti menjadi partai dengan nama Partai Islam Perti. Namun maklumat ini terpaksa diabaikan karena Belanda melakukan agresi sampai 1949. Memasuki 1950, matahari mulai terbit di balik kabut bangsa Indonesia. Tibalah 1955 saat pemilu diadakan. Dalam pesta demokrasi itu, Perti dapat 7 kursi di Konstituante dan 4 kursi di DPRD. Karena itulah kemudian Syekh Sulaiman memimpin sidang Konstituante pertama di Bandung.
Kisah Inyiek memimpin sidang itu sampai ke Canduang, sampai kerumah, sampai ke telinga anak istri beliau, menantu dan cucu beliau Semua merasa bangga dan bahagia. Orang yang mereka hormati tampil gemilang, namun beliau Inyiek malah biasa-biasa saja.
(Pardi Syahri)
Sumber Referensi :
*] Buku "Inyiak Sang Pejuang" Oleh Khairul Jasmi.
*] Buku Ayah Kita (1978) Oleh Buya Baharuddin Rusli.
Sidang Konstituante pertama, tangggal 12 November 1956 di Bandung Syekh Sulaiman ar-Rasuli, Ulama kharismatik dari Minangkabau itu maju ke depan. Pria 85 tahun itu, memakai jas tertutup drill dan bridal warna putih, bersarung bugis warna hitam, berkupiah haji lengkap dengan sorban, yang ujungnya tergantung di punggungnya. Ia melangkah tanpa ragu, Bangsa ini akan memulai sidang sehabis pemilu yang aduhai itu.
Sebagai ulama, Beliau membuka sidang, dimulai sidang dengan membaca Al-fatihah, kemudian disambung kata-kata pujian. Ruang sidang senyap, bagai malaikat yang lewat. Ulama yang ganjil, sudahlah bersarung bersurban, dalam sidang yang sangat nasionalis ini, anggota sidang yang berjumlah sekitar 550 orang itu, diajak menunduk membaca Al-Qur'an.
"Seperti di pondok saja" kata tokoh PKI Aidit dengan suara keras. Reaksi Aidit ini berbuntut panjang sebab kalangan atheis ingin Sulaiman dilengserkan dari pimpinan sidang.
"Mantap ini" kata Natsir dari Masyumi.
Sidang dengan susunan meja bundar itu, berlansung saat Bandung sedang bergelora, belum lama berlansung Konferensi Asia Afrika [KAA]. Pemenang pemilu 1955 dari Perti berkumpul sesudah sidang, mereka merapat pada Sulaiman, berdiskusi dan kemudian beristirahat di penginapan.
Mereka yang bersidang adalah pemenang pemilu 1955, dan Syekh Sulaiman merupakan utusan Perti bersama enam orang lainnya. Sulaiman adalah anggota tertua, yang dalam majelis dihormati, namun karena usianya 85 tahun, ia tak sekuat anak muda dalam sidang. Namun karena Aidit yang selalu usil, Sulaiman menanggapinya dengan sikap kuat kokoh.
Sidang pertama sampai ketujuh, ia tetap menjadi pemimpin sidang. Sidang-sidang itu abai akan cuaca Bandung sehingga sering berlansung hingga larut malam, sejumlah kawan dan muridnya berbicara agar Inyiek bisa beristirahat saja di hotel. Ia tak enak hati, lantas kemudian mengundurkan diri karena badannya memang mulai tidak sehat. Pimpinan sidang ia serahkan pada Ridwan dari Partai NU.
Suatu hari ia memanggil Kasim Sabil, dan memintanya menggantikan posisi beliau sebagai anggota Konstituante.
"Gantikan Buya, kau masih muda".
Kisah bermula, setelah kemerdekaan Wakil Presiden Muhammad Hatta mengeluarkan Maklumat Nomor X. Waktu itu 3 November 1945 Isinya adalah seruan agar mendirikan partai-partai politik sebagai wadah menyalurkan aspirasi rakyat. Sulaiman cepat tanggap, maka pada 22 November Perti menjadi partai dengan nama Partai Islam Perti. Namun maklumat ini terpaksa diabaikan karena Belanda melakukan agresi sampai 1949. Memasuki 1950, matahari mulai terbit di balik kabut bangsa Indonesia. Tibalah 1955 saat pemilu diadakan. Dalam pesta demokrasi itu, Perti dapat 7 kursi di Konstituante dan 4 kursi di DPRD. Karena itulah kemudian Syekh Sulaiman memimpin sidang Konstituante pertama di Bandung.
Kisah Inyiek memimpin sidang itu sampai ke Canduang, sampai kerumah, sampai ke telinga anak istri beliau, menantu dan cucu beliau Semua merasa bangga dan bahagia. Orang yang mereka hormati tampil gemilang, namun beliau Inyiek malah biasa-biasa saja.
(Pardi Syahri)
Sumber Referensi :
*] Buku "Inyiak Sang Pejuang" Oleh Khairul Jasmi.
*] Buku Ayah Kita (1978) Oleh Buya Baharuddin Rusli.
KEUTAMAAN TADABBUR AL QURAN
Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata :
تكفل الله لمن قرأ القرآن وعمل بما فيه أن لا يضل في الدنيا ولا يشقى في الآخرة
“Allah memberikan jaminan kepada hamba yang membaca Al-Quran dan mengamalkannya, untuk tidak sesat di dunia dan tidak celaka di akhirat.”
(Miftah Daar as-Sa’adah 1/58)
● Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :
فإن الإنسان إذا قرأ القرآن وتدبره، كان ذلك من أقوى الأسباب المانعة له من المعاصي أو بعضها، وكذلك الصوم جنة.
“Sesungguhnya seseorang jika membaca al-Quran dan mentadaburinya, hal itu termasuk sebab terkuat yang menghalangi dari kemaksiatan atau dari sebagian kemaksiatan. Demikian juga puasa merupakan perisai.”
(Majmu’ul Fatawa, jilid 20, hlm. 123)
Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata :
تكفل الله لمن قرأ القرآن وعمل بما فيه أن لا يضل في الدنيا ولا يشقى في الآخرة
“Allah memberikan jaminan kepada hamba yang membaca Al-Quran dan mengamalkannya, untuk tidak sesat di dunia dan tidak celaka di akhirat.”
(Miftah Daar as-Sa’adah 1/58)
● Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :
فإن الإنسان إذا قرأ القرآن وتدبره، كان ذلك من أقوى الأسباب المانعة له من المعاصي أو بعضها، وكذلك الصوم جنة.
“Sesungguhnya seseorang jika membaca al-Quran dan mentadaburinya, hal itu termasuk sebab terkuat yang menghalangi dari kemaksiatan atau dari sebagian kemaksiatan. Demikian juga puasa merupakan perisai.”
(Majmu’ul Fatawa, jilid 20, hlm. 123)
PERTANYAAN - MENERIMA UANG TIP
Saya bekerja di suatu perusahaan (jasa) garansi dengan gaji bulanan yang telah ditentukan. Tapi ketika saya bertugas ke beberapa rumah untuk perawatan (service) sebagian peralatan, para pemiliknya memaksa memberi uang tambahan kepada saya. Saya menolaknya tapi mereka tetap memaksa. Apa yang harus saya lakukan?
JAWABAN :
Yang lebih baik jangan menerimanya.
Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengutus seorang petugas pengumpul shadaqah yang dikenal dengan nama Abdullah bin Al-Luthbiyah. Ketika ia kembali dengan membawa shadaqah, ia mengatakan : Ini untukmu dan ini dihadiahkan kepadaku. Lalu Nabi Shallallahu alaihi wasallam berkhutbah dan mengingkari hal tersebut, beliau mengatakan :
أَفَلاَ قَعَدَ فِي بَيْتِ أَبِيْهِ أَوْ فِيْ بَيْتِ أُمِّهِ حَتَى يَنْظُرَ أَيُهدَى إِلَيْهِ أَمْ لاَ
“Cobalah ia tetap tinggal di rumah ayahnya atau di rumahnya atau rumah ibunya sampai ia melihat, apakah ia akan diberi hadiah atau tidak” (HR Bukhari, kitab Al-Hibah 2597, Muslim kitab Al-Imarah 1832)
Ungkapan : “Cobalah ia tetap tinggal di rumah ayahnya atau di rumah ibunya”
Menunjukkan faktor yang diperingatkan terhadap para petugas pelayanan umum agar tidak menerima apapun yang dihadiahkan kepada mereka. Jika anda tetap di rumah anda, tentu mereka tidak akan menghadiahkan apa-apa kepada anda.
Yang lebih selamat dan lebih hati-hati adalah tidak menerima pemberian selain gaji anda. Wallahu a’lam
● Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah
(Fatawa Lil Muwazhzhafin wal Ummal, 67-68)
Saya bekerja di suatu perusahaan (jasa) garansi dengan gaji bulanan yang telah ditentukan. Tapi ketika saya bertugas ke beberapa rumah untuk perawatan (service) sebagian peralatan, para pemiliknya memaksa memberi uang tambahan kepada saya. Saya menolaknya tapi mereka tetap memaksa. Apa yang harus saya lakukan?
JAWABAN :
Yang lebih baik jangan menerimanya.
Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengutus seorang petugas pengumpul shadaqah yang dikenal dengan nama Abdullah bin Al-Luthbiyah. Ketika ia kembali dengan membawa shadaqah, ia mengatakan : Ini untukmu dan ini dihadiahkan kepadaku. Lalu Nabi Shallallahu alaihi wasallam berkhutbah dan mengingkari hal tersebut, beliau mengatakan :
أَفَلاَ قَعَدَ فِي بَيْتِ أَبِيْهِ أَوْ فِيْ بَيْتِ أُمِّهِ حَتَى يَنْظُرَ أَيُهدَى إِلَيْهِ أَمْ لاَ
“Cobalah ia tetap tinggal di rumah ayahnya atau di rumahnya atau rumah ibunya sampai ia melihat, apakah ia akan diberi hadiah atau tidak” (HR Bukhari, kitab Al-Hibah 2597, Muslim kitab Al-Imarah 1832)
Ungkapan : “Cobalah ia tetap tinggal di rumah ayahnya atau di rumah ibunya”
Menunjukkan faktor yang diperingatkan terhadap para petugas pelayanan umum agar tidak menerima apapun yang dihadiahkan kepada mereka. Jika anda tetap di rumah anda, tentu mereka tidak akan menghadiahkan apa-apa kepada anda.
Yang lebih selamat dan lebih hati-hati adalah tidak menerima pemberian selain gaji anda. Wallahu a’lam
● Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah
(Fatawa Lil Muwazhzhafin wal Ummal, 67-68)
*DOAMU PASTI DIKABULKAN SELAMA MASIH ADA KEINGINAN UNTUK BERDOA*
Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :
لو لم يرد الله إجابة دعائك، لما ألهمك الدعاء (عدّة الصابرين ٦٠)
“Seandainya Allah tidak menginginkan mengabulkan doamu, Dia tidak akan mengilhamkanmu untuk berdo’a…”
(‘Uddatus Shobirin 60)
Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata :
لو لم يرد الله إجابة دعائك، لما ألهمك الدعاء (عدّة الصابرين ٦٠)
“Seandainya Allah tidak menginginkan mengabulkan doamu, Dia tidak akan mengilhamkanmu untuk berdo’a…”
(‘Uddatus Shobirin 60)
*KEUTAMAAN ORANG BAIK YANG MEMBERI BAHAGIA SAUDARANYA*
Keutamaan orang yang beri kebahagiaan pada orang lain dan mengangkat kesulitan dari orang lain disebutkan dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ
“Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699).
Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ
“Siapa yang biasa membantu hajat saudaranya, maka Allah akan senantiasa menolongnya dalam hajatnya.” (HR. Bukhari no. 6951 dan Muslim no. 2580).
Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).
Keutamaan orang yang beri kebahagiaan pada orang lain dan mengangkat kesulitan dari orang lain disebutkan dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ
“Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699).
Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ
“Siapa yang biasa membantu hajat saudaranya, maka Allah akan senantiasa menolongnya dalam hajatnya.” (HR. Bukhari no. 6951 dan Muslim no. 2580).
Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا
“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Sejarah Islam di Irian Jaya
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Konsep Pengobatan
*MENJADI GURU INSPIRATIF*
*_Kado Para Guru yang Ingin Menginspirasikan Perubahan_*
Penulis: Mahmud Khalifah, Muhammad Qutub
Saudaraku, para guru! Engkau pengantar kesuksesan dan prestasi masyarakat dalam kompetisi antar bangsa. Engkau simbol kebangkitan dan kemajuan umat. Di mata para pakar pendidikan, *kedudukanmu lebih tinggi daripada orangtua*.
Hak guru lebih besar daripada orangtua. Orangtua itu penyebab keberadaan di kehidupan fana sekarang, sedangkan guru itu penyebab di kehidupan abadi. Oleh karenanya, ayah ilmu pengetahuan itu lebih bermanfaat daripada ayah biologis. (Imam Ghazali)
Guru adalah jawara di belantara ilmu pengetahuan. Ia cahaya yang menerangi kehidupan manusia. Ia merupakan musuh pembasmi kebodohan. Gurulah yang mengembangkan kecerdasan dan mendidik akhlak. Gurulah jiwa, esensi, landasan pertama, dan penopang tekuat proses pendidikan. Gurulah sumbu utama dan pilar dalam system oendidikan.
Menjadi Guru Inspiratif adalah sebuah karya yang di tulis oleh dua pakar pendidikan Timur Tengah. Buku ini memotivasi para guru muslim untuk terus berjuang tanpa jeda, membangunkan yang tertidur, dan meneguhkan yang terjaga. Buku ini mengupas tuntas peranan guru sebagai inspirasi perubahan menuju kehidupan yang lebih baik di masyarakat.
Pesan segera untuk guru-guru hebat bangsa ini.
wa.me/62895386894755
*_Kado Para Guru yang Ingin Menginspirasikan Perubahan_*
Penulis: Mahmud Khalifah, Muhammad Qutub
Saudaraku, para guru! Engkau pengantar kesuksesan dan prestasi masyarakat dalam kompetisi antar bangsa. Engkau simbol kebangkitan dan kemajuan umat. Di mata para pakar pendidikan, *kedudukanmu lebih tinggi daripada orangtua*.
Hak guru lebih besar daripada orangtua. Orangtua itu penyebab keberadaan di kehidupan fana sekarang, sedangkan guru itu penyebab di kehidupan abadi. Oleh karenanya, ayah ilmu pengetahuan itu lebih bermanfaat daripada ayah biologis. (Imam Ghazali)
Guru adalah jawara di belantara ilmu pengetahuan. Ia cahaya yang menerangi kehidupan manusia. Ia merupakan musuh pembasmi kebodohan. Gurulah yang mengembangkan kecerdasan dan mendidik akhlak. Gurulah jiwa, esensi, landasan pertama, dan penopang tekuat proses pendidikan. Gurulah sumbu utama dan pilar dalam system oendidikan.
Menjadi Guru Inspiratif adalah sebuah karya yang di tulis oleh dua pakar pendidikan Timur Tengah. Buku ini memotivasi para guru muslim untuk terus berjuang tanpa jeda, membangunkan yang tertidur, dan meneguhkan yang terjaga. Buku ini mengupas tuntas peranan guru sebagai inspirasi perubahan menuju kehidupan yang lebih baik di masyarakat.
Pesan segera untuk guru-guru hebat bangsa ini.
wa.me/62895386894755
WhatsApp.com
Share on WhatsApp
WhatsApp Messenger: More than 2 billion people
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
*KIAT MENJADI GURU KELUARGA*: _Menyiapkan Generasi Pejuang_
(Dr. Adian Husaini)
Generasi pejuang perlu disiapkan karena ia tak akan muncul begitu saja tanpa ikhtiar.
Tarbiyah, ta'lim, dan ta'dib atas mereka mutlak diperlukan agar kelak mereka menjadi generasi Rabbani, pejuang, dan khaira ummah yakni para penyeru kemakrufan, pencegah kemungkaran, dan penegak kebenaran.
Tak sepantasnya amanah tarbiyah, ta'lim dan ta'dib ini hanya dilimpahkan begitu saja ke guru di madrasah atau sekolah tempat mereka belajar, karena sejatinya ia merupakan tanggung jawab kedua orang tua.
Ya, keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat peranannya tak dapat dipandang remeh dalam upaya mewujudkan generasi pejuang, sebagaimana generasi Shalahuddin Al-Ayyubi, pembebas Al-Aqsha di masa lampau.
Semoga buku ini mampu menggugah kesadaran kaum muslimin dalam membangkitkan generasi pejuang dimulai dari rumah-rumah mereka.
--------------------------------------
*_Kiat Menjadi Guru Keluarga, Menyiapkan Generasi Pejuang_*
_Penulis: Dr. Adian Husaini_
Ukuran: 14 x 20,5 cm
Berat: 200 gr
Sampul: Soft Cover
Harga: Rp. 60.000,-
Pemesanan silahkan ke link WA berikut ini:
https://wa.me/62895386894755
(Dr. Adian Husaini)
Generasi pejuang perlu disiapkan karena ia tak akan muncul begitu saja tanpa ikhtiar.
Tarbiyah, ta'lim, dan ta'dib atas mereka mutlak diperlukan agar kelak mereka menjadi generasi Rabbani, pejuang, dan khaira ummah yakni para penyeru kemakrufan, pencegah kemungkaran, dan penegak kebenaran.
Tak sepantasnya amanah tarbiyah, ta'lim dan ta'dib ini hanya dilimpahkan begitu saja ke guru di madrasah atau sekolah tempat mereka belajar, karena sejatinya ia merupakan tanggung jawab kedua orang tua.
Ya, keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat peranannya tak dapat dipandang remeh dalam upaya mewujudkan generasi pejuang, sebagaimana generasi Shalahuddin Al-Ayyubi, pembebas Al-Aqsha di masa lampau.
Semoga buku ini mampu menggugah kesadaran kaum muslimin dalam membangkitkan generasi pejuang dimulai dari rumah-rumah mereka.
--------------------------------------
*_Kiat Menjadi Guru Keluarga, Menyiapkan Generasi Pejuang_*
_Penulis: Dr. Adian Husaini_
Ukuran: 14 x 20,5 cm
Berat: 200 gr
Sampul: Soft Cover
Harga: Rp. 60.000,-
Pemesanan silahkan ke link WA berikut ini:
https://wa.me/62895386894755
WhatsApp.com
Share on WhatsApp
WhatsApp Messenger: More than 2 billion people
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
*BEGINI SEHARUSNYA MENJADI GURU*
*_Resensi_*
Profesi sebagai pendidik adalah posisi sosial yang paling strategis dalam sebuah sistem, memiliki kedudukan yang tinggi dan utama dalam Islam. Guru adalah ujung tombak gerakan perubahan.
Di pundak seorang guru terpikul tanggung jawab yang agung yaitu membentuk generasi dan mengarahkannya kepada jalan Allah. Yang penting untuk digarisbawahi, salah satu kewajiban asasi seorang pendidik adalah membersihkan nilai-nilai negatif dan virus-virus jahiliyah dari materi yang diajarkannya.
Sebagai seorang guru, Anda harus senantiasa ingat bahwa apa yang Anda ajarkan akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah, dan jangan sampai predikat sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dengan imbalan kecil, akan ditambah dengan azab di akhirat.
Umat ini menggantungkan harapan yang besar akan masa depan generasi muda kepada Allah melalui sentuhan lembut didikan dan pengajaran Anda. Umat telah menyerahkan miliknya yang paling berharga dan tambatan jiwa mereka yang tak ternilai kepada Anda.
Maka takutlah kepada Allah dalam mendidik putra putri kaum Muslimin, jangan sekali-kali Anda mengajarkan mereka sesuatu yang tidak diridhai Allah, karena itu akan membuahkan keterlanjuran negatif yang menakutkan. Didiklah mereka dengan Agama Allah dan tempuhlah metode yang dicontohkan oleh Nabi SAW.
Dalam buku “Begini Seharusnya Menjadi Guru” ini, Anda bisa dapatkan metodologi mendidik yang penuh teladan, selamat, dan lurus yang diambil dari contoh-contoh sikap dan tindakan Rasulullah dalam mendidik para Shahabat. Ingat, bahwa metode yang baik, bisa jadi lebih berpengaruh daripada kuatnya materi.
Dan kedua komponen ini tampil padu dalam buku yang ada di tangan Anda, kami persembahkan untuk setiap orang tua dan khususnya para pendidik serta akademisi. Selamat membaca!!
================================================
*Harga Buku:*
Rp. 30.000
Penulis : Fu’ad Bin Abdul Aziz Asy- Syalhub
Judul Asli : Al-Mu’allim al-Awwal (Qudwah Likulli Mu’allim wa Mu’allimah)
Penerbit : Darul Haq
Dimensi : 14,5 x 21cm
Tebal : 192 Halaman
Berat : 235 gram
Pesan segera di sini:
wa.me/62895386894755
*_Resensi_*
Profesi sebagai pendidik adalah posisi sosial yang paling strategis dalam sebuah sistem, memiliki kedudukan yang tinggi dan utama dalam Islam. Guru adalah ujung tombak gerakan perubahan.
Di pundak seorang guru terpikul tanggung jawab yang agung yaitu membentuk generasi dan mengarahkannya kepada jalan Allah. Yang penting untuk digarisbawahi, salah satu kewajiban asasi seorang pendidik adalah membersihkan nilai-nilai negatif dan virus-virus jahiliyah dari materi yang diajarkannya.
Sebagai seorang guru, Anda harus senantiasa ingat bahwa apa yang Anda ajarkan akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah, dan jangan sampai predikat sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dengan imbalan kecil, akan ditambah dengan azab di akhirat.
Umat ini menggantungkan harapan yang besar akan masa depan generasi muda kepada Allah melalui sentuhan lembut didikan dan pengajaran Anda. Umat telah menyerahkan miliknya yang paling berharga dan tambatan jiwa mereka yang tak ternilai kepada Anda.
Maka takutlah kepada Allah dalam mendidik putra putri kaum Muslimin, jangan sekali-kali Anda mengajarkan mereka sesuatu yang tidak diridhai Allah, karena itu akan membuahkan keterlanjuran negatif yang menakutkan. Didiklah mereka dengan Agama Allah dan tempuhlah metode yang dicontohkan oleh Nabi SAW.
Dalam buku “Begini Seharusnya Menjadi Guru” ini, Anda bisa dapatkan metodologi mendidik yang penuh teladan, selamat, dan lurus yang diambil dari contoh-contoh sikap dan tindakan Rasulullah dalam mendidik para Shahabat. Ingat, bahwa metode yang baik, bisa jadi lebih berpengaruh daripada kuatnya materi.
Dan kedua komponen ini tampil padu dalam buku yang ada di tangan Anda, kami persembahkan untuk setiap orang tua dan khususnya para pendidik serta akademisi. Selamat membaca!!
================================================
*Harga Buku:*
Rp. 30.000
Penulis : Fu’ad Bin Abdul Aziz Asy- Syalhub
Judul Asli : Al-Mu’allim al-Awwal (Qudwah Likulli Mu’allim wa Mu’allimah)
Penerbit : Darul Haq
Dimensi : 14,5 x 21cm
Tebal : 192 Halaman
Berat : 235 gram
Pesan segera di sini:
wa.me/62895386894755
WhatsApp.com
Share on WhatsApp
WhatsApp Messenger: More than 2 billion people
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
*Siapakah Guru Politik Identitas?*
Dialah sang pemberani, yang bahkan setanpun ketakutan kalau Umar melewatinya.
Setelah beliau masuk Islam, Rasulullah menjuluki sebagai *Al Faruq* yang artinya sang pembeda, pembeda antara al Haq dan al Bathil.
Makna gelar Al Faruq adalah pembeda antara yg Haq (benar) dan bathil (salah)..
Alasan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberi gelar Al Faruq kepada Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu adalah karena semenjak masuk Islamnya Umar, Umar mengajak Rasulullah untuk menampakkan Islam secara terang-terangan, mendengar hal tersebut Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan para shahabat ke masjid (Masjidil haram) karna mulai hari itu mereka mulai menampakkan identitas keislaman mereka secara terang-terangan.
Dialah sang pemberani, yang bahkan setanpun ketakutan kalau Umar melewatinya.
Setelah beliau masuk Islam, Rasulullah menjuluki sebagai *Al Faruq* yang artinya sang pembeda, pembeda antara al Haq dan al Bathil.
Makna gelar Al Faruq adalah pembeda antara yg Haq (benar) dan bathil (salah)..
Alasan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberi gelar Al Faruq kepada Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu adalah karena semenjak masuk Islamnya Umar, Umar mengajak Rasulullah untuk menampakkan Islam secara terang-terangan, mendengar hal tersebut Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan para shahabat ke masjid (Masjidil haram) karna mulai hari itu mereka mulai menampakkan identitas keislaman mereka secara terang-terangan.
*MANUSIA TERBAIK SETELAH PARA NABI*
عن أنس رضي الله عنه ، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لأبي بكر وعمر: هذان سَيِّدا كُهُول أهل الجنة من الأوَّلِين والآخِرين إلا النبيِّين والمرسلين
*_Abu Bakar dan Umar adalah pemimpinnya penduduk surga dari umat pertama sampai umat terakhir, kecuali para Nabi dan Rasul_*. (HR. Tirmidzi no.3665)
Jadi manusia paling tinggi derajatnya di surga setelah para Nabi adalah Abu Bakar dan Umar. Maka sudah semestinya kita pelajari sejarah kedua, bagaimana sampai Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda demikian.
عن أنس رضي الله عنه ، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لأبي بكر وعمر: هذان سَيِّدا كُهُول أهل الجنة من الأوَّلِين والآخِرين إلا النبيِّين والمرسلين
*_Abu Bakar dan Umar adalah pemimpinnya penduduk surga dari umat pertama sampai umat terakhir, kecuali para Nabi dan Rasul_*. (HR. Tirmidzi no.3665)
Jadi manusia paling tinggi derajatnya di surga setelah para Nabi adalah Abu Bakar dan Umar. Maka sudah semestinya kita pelajari sejarah kedua, bagaimana sampai Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda demikian.
DOSA DALAM PANDANGAN SHAHABAT NABI
Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata :
إِنَّكُمْ لَتَعْمَلُونَ أَعْمَالاً هِىَ أَدَقُّ فِى أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعَرِ ، إِنْ كُنَّا نَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُوبِقَاتِ
“Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan (dosa) di hadapan mata kalian tipis seperti rambut, namun kami (para sahabat) yang hidup di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap dosa semacam itu seperti dosa besar.”
📚 HR. Bukhori 6492
Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata :
إِنَّكُمْ لَتَعْمَلُونَ أَعْمَالاً هِىَ أَدَقُّ فِى أَعْيُنِكُمْ مِنَ الشَّعَرِ ، إِنْ كُنَّا نَعُدُّهَا عَلَى عَهْدِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – الْمُوبِقَاتِ
“Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan (dosa) di hadapan mata kalian tipis seperti rambut, namun kami (para sahabat) yang hidup di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap dosa semacam itu seperti dosa besar.”
📚 HR. Bukhori 6492