*ADA APA DENGAN DUBES AS YANG MEMROTES PASAL ZINA DALAM KUHP*
_Oleh: Dr. Adian Husaini_
Laman berita www.cnnindonesia.com (6/12/2022), menurunkan berita berjudul:
*_Dubes AS Kritik Keras Pasal Perzinaan di KUHP Baru RI_*.
Dikabarkan, bahwa Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Yong Kim, mengkritik keras salah satu pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Indonesia yang melarang kumpul kebo.
Menurut Kim, aturan yang terjadi di ranah rumah tangga antara orang dewasa itu bisa saja berdampak negatif pada iklim investasi di Indonesia. "Kami tetap khawatir bahwa pasal-pasal moralitas yang mencoba mengatur apa yang terjadi dalam rumah antara orang dewasa yang suka sama suka dapat berdampak negatif terhadap iklim investasi di Indonesia," kata Kim dalam forum US-Indonesia Investment Summit, Selasa (6/12).
Kim mengatakan langkah mengkriminalisasi keputusan pribadi individu semacam itu bakal sangat menentukan bagi pihak yang akan berinvestasi di RI.
Menurutnya, larangan kumpul kebo itu berpeluang mengurangi investasi asing, pemasukan dari sektor pariwisata, serta kunjungan lainnya di Indonesia.
Oleh sebab itu, menurut Kim, Indonesia semestinya melanjutkan dialog dan memastikan penghormatan terhadap seluruh pihak, termasuk orang-orang LGBTQI+. "Penting untuk melanjutkan dialog dan memastikan saling menghormati satu sama lain, termasuk orang-orang LGBTQI+. Negara-negara seperti Indonesia dan AS dapat saling belajar tentang cara memastikan masyarakat inklusif untuk semua," ujarnya.
Kim melontarkan pernyataan tersebut di hari ketika DPR meresmikan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) menjadi undang-undang dalam rapat paripurna, Selasa (5/12/2022).
KUHP yang baru itu pun kini sah menggantikan KUHP sebelumnya yang merupakan warisan kolonialisme Belanda di Indonesia. Namun, sejak awal penggodokan, undang-undang itu sudah mengundang banyak kritik lantaran memuat sejumlah aturan yang dinilai kontroversial.
*****
Begitulah protes keras Dubes AS untuk Indonesia terhadap pasal zina dalam KUHP yang baru.
Situs cnnindonesia.com juga memberitakan sejumlah sorotan dari media asing terhadap pasal perzinahan atau kumpul kebo tersebut.
Radio penyiaran pemerintah Amerika Serikat, Voice of America (VOA) menulis laporan berjudul: *_Indonesia akan mengesahkan KUHP Baru yang Larang Seks di Luar Nikah, pada Senin (5/12/2022)._*
Koran asal Inggris seperti The Sunday Times hingga The Guardian juga mewartakan bahwa ada perubahan drastis RKUHP Indonesia semakin menggerus nilai demokrasi yang diterapkan negara.
Canberra Times, juga menuliskan laporan dengan judul serupa: *_Indonesia Akan Larang Seks di Luar Nikah._*
Dalam KUHP ini, pasal seks di luar nikah dan kumpul kebo hanya bisa dilaporkan oleh kerabat dekat seperti pasangan, orang tua anak.
Begitulah protes dari pejabat dan media asing tentang hubungan seks di luar nikah. Kita patut bertanya, mengapa mereka tampak begitu kaget dengan penetapan zina sebagai tindakan kejahatan! Bukankah dalam Bibel Yahudi-Kristen, ada ayat-ayat yang memberikan hukuman berat kepada para pezina!
Dalam tradisi Yahudi dan Kristen, perbuatan zina juga dipandang sebagai kejahatan super berat.
Sanksi bagi pezina bermacam-macam: *_dilempari batu sampai mati, dan bahkan beberapa jenis perzinahan dijatuhi sanksi hukuman bakar hidup-hidup._*
_Oleh: Dr. Adian Husaini_
Laman berita www.cnnindonesia.com (6/12/2022), menurunkan berita berjudul:
*_Dubes AS Kritik Keras Pasal Perzinaan di KUHP Baru RI_*.
Dikabarkan, bahwa Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Yong Kim, mengkritik keras salah satu pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Indonesia yang melarang kumpul kebo.
Menurut Kim, aturan yang terjadi di ranah rumah tangga antara orang dewasa itu bisa saja berdampak negatif pada iklim investasi di Indonesia. "Kami tetap khawatir bahwa pasal-pasal moralitas yang mencoba mengatur apa yang terjadi dalam rumah antara orang dewasa yang suka sama suka dapat berdampak negatif terhadap iklim investasi di Indonesia," kata Kim dalam forum US-Indonesia Investment Summit, Selasa (6/12).
Kim mengatakan langkah mengkriminalisasi keputusan pribadi individu semacam itu bakal sangat menentukan bagi pihak yang akan berinvestasi di RI.
Menurutnya, larangan kumpul kebo itu berpeluang mengurangi investasi asing, pemasukan dari sektor pariwisata, serta kunjungan lainnya di Indonesia.
Oleh sebab itu, menurut Kim, Indonesia semestinya melanjutkan dialog dan memastikan penghormatan terhadap seluruh pihak, termasuk orang-orang LGBTQI+. "Penting untuk melanjutkan dialog dan memastikan saling menghormati satu sama lain, termasuk orang-orang LGBTQI+. Negara-negara seperti Indonesia dan AS dapat saling belajar tentang cara memastikan masyarakat inklusif untuk semua," ujarnya.
Kim melontarkan pernyataan tersebut di hari ketika DPR meresmikan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) menjadi undang-undang dalam rapat paripurna, Selasa (5/12/2022).
KUHP yang baru itu pun kini sah menggantikan KUHP sebelumnya yang merupakan warisan kolonialisme Belanda di Indonesia. Namun, sejak awal penggodokan, undang-undang itu sudah mengundang banyak kritik lantaran memuat sejumlah aturan yang dinilai kontroversial.
*****
Begitulah protes keras Dubes AS untuk Indonesia terhadap pasal zina dalam KUHP yang baru.
Situs cnnindonesia.com juga memberitakan sejumlah sorotan dari media asing terhadap pasal perzinahan atau kumpul kebo tersebut.
Radio penyiaran pemerintah Amerika Serikat, Voice of America (VOA) menulis laporan berjudul: *_Indonesia akan mengesahkan KUHP Baru yang Larang Seks di Luar Nikah, pada Senin (5/12/2022)._*
Koran asal Inggris seperti The Sunday Times hingga The Guardian juga mewartakan bahwa ada perubahan drastis RKUHP Indonesia semakin menggerus nilai demokrasi yang diterapkan negara.
Canberra Times, juga menuliskan laporan dengan judul serupa: *_Indonesia Akan Larang Seks di Luar Nikah._*
Dalam KUHP ini, pasal seks di luar nikah dan kumpul kebo hanya bisa dilaporkan oleh kerabat dekat seperti pasangan, orang tua anak.
Begitulah protes dari pejabat dan media asing tentang hubungan seks di luar nikah. Kita patut bertanya, mengapa mereka tampak begitu kaget dengan penetapan zina sebagai tindakan kejahatan! Bukankah dalam Bibel Yahudi-Kristen, ada ayat-ayat yang memberikan hukuman berat kepada para pezina!
Dalam tradisi Yahudi dan Kristen, perbuatan zina juga dipandang sebagai kejahatan super berat.
Sanksi bagi pezina bermacam-macam: *_dilempari batu sampai mati, dan bahkan beberapa jenis perzinahan dijatuhi sanksi hukuman bakar hidup-hidup._*
Kitab Perjanjian Lama (Hebrew Bible), Kitab Ulangan 22:20-22, menyebutkan:
*_(20) Tetapi jika tuduhan itu benar dan tidak didapati tanda-tanda keperawanan pada si gadis, (21) maka haruslah si gadis dibawa keluar ke depan pintu rumah ayahnya, dan orang-orang sekotanya haruslah melempari dia dengan batu, sehingga mati, sebab dia telah menodai orang Israel dengan bersundal di rumah ayahnya. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu. (22) Apabila seorang kedapatan tidur dengan seorang perempuan yang bersuami, maka haruslah keduanya dibunuh mati: laki-laki yang telah tidur dengan perempuan itu dan perempuan itu juga. Demikianlah harus kau hapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel._* (Teks Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia tahun 2000).
Pasal zina dan kumpul kebo dalam RKUHP sebenarnya sudah beberapa kali diajukan. Tetapi, senantiasa ditolak oleh berbagai kalangan. Misalnya, RKUHP tahun 2003 pasal 419, menyatakan, bahwa akan dikenai pidana penjara lima tahun: (a). Laki-laki yang berada dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan perempuan yang bukan istrinya. (b). Perempuan yang berada dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan laki-laki yang bukan suaminya. (c) Laki-laki yang tidak dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan perempuan, padahal diketahui bahwa perempuan tersebut berada dalam ikatan perkawinan, atau perempuan yang tidak dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan laki-laki, padahal diketahui laki-laki tersebut berada dalam ikatan perkawinan.
Sementara pasal 420 RUU KUHP 2003 itu menyatakan:
*_Laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat perkawinan yang sah melakukan persetubuhan, dan karenanya mengganggu perasaan kesusilaan masyarakat setempat, dipidana dengan penjara paling lama satu tahun atau denda dalam kategori II (Rp 750 ribu)._*
RUU-KUHP 2003 itu kemudian tenggelam. Tahun 2018, kembali muncul RUU-KUHP yang juga memperluas cakupan pidana pasal-pasal perzinahan serta homoseksual. Maka, kini, lagi-lagi, muncul protes.
Orang beriman yang taat kepada Tuhan Yang Maha Esa, pasti tidak memandang baik perbuatan zina. Dalam Islam, pezina yang telah memenuhi syarat empat saksi menerima sanksi hukum yang berat. Pezina muhsan, dihukum mati dengan cara rajam. Pezina ghairu muhsan dicambuk 100 kali. (QS 24: 2).
Nabi Muhammad saw bersabda:
*_Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri, maka penduduk negeri itu telah menghalalkan turunnya azab Allah atas mereka sendiri_*. (HR Thabrani dan Al Hakim).
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang meletakkan ajaran agama di tempat yang mulia. Mohon Tuan Dubes AS dan para pejabat negara lain menghormati identitas, budaya, dan ajaran agama yang dipeluk oleh mayoritas bangsa Indonesia.
Zina adalah kejahatan yang besar di mata Tuhan, meskipun dilakukan suka sama suka. Suap menyuap, meskipun dilakukan suka sama suka, pun dikatakan sebagai tindak kejahatan! Jadi, tidak semua hal yang dilakukan suka sama suka adalah satu kebaikan!
*Wallahu A’lam bish-shawab.* (Depok, 6 Desember 2022).
*_(20) Tetapi jika tuduhan itu benar dan tidak didapati tanda-tanda keperawanan pada si gadis, (21) maka haruslah si gadis dibawa keluar ke depan pintu rumah ayahnya, dan orang-orang sekotanya haruslah melempari dia dengan batu, sehingga mati, sebab dia telah menodai orang Israel dengan bersundal di rumah ayahnya. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu. (22) Apabila seorang kedapatan tidur dengan seorang perempuan yang bersuami, maka haruslah keduanya dibunuh mati: laki-laki yang telah tidur dengan perempuan itu dan perempuan itu juga. Demikianlah harus kau hapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel._* (Teks Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia tahun 2000).
Pasal zina dan kumpul kebo dalam RKUHP sebenarnya sudah beberapa kali diajukan. Tetapi, senantiasa ditolak oleh berbagai kalangan. Misalnya, RKUHP tahun 2003 pasal 419, menyatakan, bahwa akan dikenai pidana penjara lima tahun: (a). Laki-laki yang berada dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan perempuan yang bukan istrinya. (b). Perempuan yang berada dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan laki-laki yang bukan suaminya. (c) Laki-laki yang tidak dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan perempuan, padahal diketahui bahwa perempuan tersebut berada dalam ikatan perkawinan, atau perempuan yang tidak dalam ikatan perkawinan melakukan persetubuhan dengan laki-laki, padahal diketahui laki-laki tersebut berada dalam ikatan perkawinan.
Sementara pasal 420 RUU KUHP 2003 itu menyatakan:
*_Laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat perkawinan yang sah melakukan persetubuhan, dan karenanya mengganggu perasaan kesusilaan masyarakat setempat, dipidana dengan penjara paling lama satu tahun atau denda dalam kategori II (Rp 750 ribu)._*
RUU-KUHP 2003 itu kemudian tenggelam. Tahun 2018, kembali muncul RUU-KUHP yang juga memperluas cakupan pidana pasal-pasal perzinahan serta homoseksual. Maka, kini, lagi-lagi, muncul protes.
Orang beriman yang taat kepada Tuhan Yang Maha Esa, pasti tidak memandang baik perbuatan zina. Dalam Islam, pezina yang telah memenuhi syarat empat saksi menerima sanksi hukum yang berat. Pezina muhsan, dihukum mati dengan cara rajam. Pezina ghairu muhsan dicambuk 100 kali. (QS 24: 2).
Nabi Muhammad saw bersabda:
*_Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri, maka penduduk negeri itu telah menghalalkan turunnya azab Allah atas mereka sendiri_*. (HR Thabrani dan Al Hakim).
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang meletakkan ajaran agama di tempat yang mulia. Mohon Tuan Dubes AS dan para pejabat negara lain menghormati identitas, budaya, dan ajaran agama yang dipeluk oleh mayoritas bangsa Indonesia.
Zina adalah kejahatan yang besar di mata Tuhan, meskipun dilakukan suka sama suka. Suap menyuap, meskipun dilakukan suka sama suka, pun dikatakan sebagai tindak kejahatan! Jadi, tidak semua hal yang dilakukan suka sama suka adalah satu kebaikan!
*Wallahu A’lam bish-shawab.* (Depok, 6 Desember 2022).
KEUTAMAAN DOA SETELAH WUDHU
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
“Disyariatkan kepada orang yang berwudhu untuk mengucapkan doa ketika selesai dari wudhunya:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
“Aku bersaksi, bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang banyak bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang (yang senang) bersuci.”
● Maka BERSIHNYA HATI itu dengan bertaubat, dan KEBERSIHAN BADAN itu dengan menggunakan air.
● Maka tatkala terkumpul dua kesucian pada seseorang maka telah pantas menghadap Allah, dan bersimpuh di hadapanNya dan bermunajat kepadaNya.
(Ighotsah Al-Lahafaan, 1 : 56)
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
“Disyariatkan kepada orang yang berwudhu untuk mengucapkan doa ketika selesai dari wudhunya:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
“Aku bersaksi, bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang banyak bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang (yang senang) bersuci.”
● Maka BERSIHNYA HATI itu dengan bertaubat, dan KEBERSIHAN BADAN itu dengan menggunakan air.
● Maka tatkala terkumpul dua kesucian pada seseorang maka telah pantas menghadap Allah, dan bersimpuh di hadapanNya dan bermunajat kepadaNya.
(Ighotsah Al-Lahafaan, 1 : 56)
Kasus sengketa harta warisan membuat hubungan keluarga menjadi runyam di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ibu dan anak saling lapor ke polisi karena sama-sama merasa dirugikan. Kasus bermula ketika seorang ibu bernama Kalsum kehilangan suaminya yang meninggal dunia. Dia mendapat warisan berupa tanah seluas 4.000 meter persegi. Tanah itu lalu dijual oleh anak semata wayangnya yang bernama Mahsun senilai Rp240 Juta. Dari hasil penjualan, Mahsun hanya memberi sepeda motor senilai Rp15 juta kepada Kalsum.
Innaa Lillah wa Innaa Ilaihi Raaji'uun. Semoga musibah ini tidak terjadi di dalam keluarga kita.
Berangkat dari banyaknya kasus-kasus seperti di atas, akibat kebodohan umat dalam hukum waris, maka kami:
Sekolah Konselor Keluarga mempersembahkan bincang waris dengan tema:
Kedudukan Anak Biologis dalam Hukum Waris Islam
Daftar di sini:
https://eventmuslim.com/sekolah-konselor-keluarga/
Praktek menyelesaikan masalah waris langsung dari kasus-kasus yang terjadi di masyarakat.
Selamat bergabung - FREE untuk Keluarga muslim dan siapapun yang berminat mempelajari hukum waris Islam...!
Innaa Lillah wa Innaa Ilaihi Raaji'uun. Semoga musibah ini tidak terjadi di dalam keluarga kita.
Berangkat dari banyaknya kasus-kasus seperti di atas, akibat kebodohan umat dalam hukum waris, maka kami:
Sekolah Konselor Keluarga mempersembahkan bincang waris dengan tema:
Kedudukan Anak Biologis dalam Hukum Waris Islam
Daftar di sini:
https://eventmuslim.com/sekolah-konselor-keluarga/
Praktek menyelesaikan masalah waris langsung dari kasus-kasus yang terjadi di masyarakat.
Selamat bergabung - FREE untuk Keluarga muslim dan siapapun yang berminat mempelajari hukum waris Islam...!
Eventmuslim
Sekolah Konselor Keluarga -
Mempersembahkan bincang Waris dan praktek melalui kasus-kasus yang terjadi di Peradilan Agama Indonesia maupun di masyarakat Indonesia secara umum. Hari : SabtuTanggal : 17 Des
*UMAT ISLAM TIDAK TOLERAN?*
_Oleh: Dr. Adian Husaini_
Pada 1 Juli 2009, Dr. Marwa El-Sherbini, seorang Muslimah yang sedang hamil tiga bulan dibunuh oleh seorang non-Muslim di Pengadilan Dresden Jerman. Dr. Marwa dibunuh dengan sangat biadab. Ia dihujani tusukan pisau sebanyak 18 kali, dan meninggal di ruang sidang.
Dr. Marwa hadir di sidang pengadilan, mengadukan seorang pemuda Jerman bernama Alex W yang menjulukinya sebagai “teroris” karena ia mengenakan jilbab.
Pada suatu kesempatan, Alex juga pernah berusaha melepas jilbab Marwa, Muslimah asal Mesir. Di persidangan itulah, Alex justru membunuh Dr. Marwa dengan biadab. Suami Marwa yang berusaha membela istrinya justru terkena tembakan petugas.
Mungkin karena korbannya Muslim, dan pelakunya warga asli non-Muslim, peristiwa besar itu tidak menjadi isu nasional, apalagi internasional.
Tampaknya, kasus itu bukan komoditas berita yang menarik dan laku dijual!
Bandingkan dengan kasus terlukanya seorang pendeta Kristen HKBP di Ciketing Bekasi, akibat bentrokan dengan massa Muslim. Meskipun terjadi di pelosok kampung, dunia ribut luar biasa.
Menlu AS Hilary Clinton sampai ikut berkomentar. Situs berita Kristen www.reformata.com, pada 20 September 2010, menurunkan berita: “Menlu AS Prihatin soal HKBP Ciketing”.
Menyusul kasus Ciketing tersebut, International Crisis Group (ICG), dalam situsnya, (www.crisisgroup.org) juga membuat gambaran buruk terhadap kondisi toleransi beragama di Indonesia: “Religious tolerance in Indonesia has come under increasing strain in recent years, particularly where hardline Islamists and Christian evangelicals compete for the same ground.”
Banyak orang Muslim terbengong-bengong dengan fenomena ketidakdilan informasi yang menimpa mereka.
Saat menemani Presiden Barack Obama melihat-lihat Masjid Istiqlal, Prof. KH Ali Musthafa Ya’qub menyampaikan titipan kaum Muslim Washington yang sudah tujuh tahun menunggu izin pendirian Masjid.
Padahal, tanah sudah tersedia. Izin sudah diajukan dan belum kunjung keluar.
Masalahnya, yang jadi korban Muslim! Mungkin, oleh berbagai pihak, kasus yang menimpa kaum Muslim dianggap bukan komoditas berita yang menarik dan layak jual.
Kasus-kasus penyerangan tempat ibadah dan orang-orang Muslim di dunia Barat sangat melimpah datanya.
Kebencian terhadap Muslim meningkat setelah peristiwa 11 September 2001. Berbagai laporan menunjukkan terjadinya vandalisme di banyak masjid dan kuburan Muslim hampir di seluruh Eropa. Pelecehan terhadap Islam seperti dilakukan oleh politisi Belanda Geert Wilders, juga tidak menjadi isu internasional tentang pelecehan Islam.
Pada 12 Februari 2010, Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ) menyebarluaskan data perusakan gereja di Indonesia. Kata mereka, hingga awal tahun 2010 telah ada hampir sekitar 1200 buah gereja yang dirusak dan ditutup.
Berita ini tersebar ke seluruh dunia.
Fantastis! Ada 1200 gereja dirusak di Indonesia, sebuah negeri Muslim terbesar di dunia! Wajar jika dari ekspose angka itu akan muncul persepsi negatif terhadap Indonesia dan kaum Muslim. Setidaknya, bisa muncul opini, betapa biadab dan tidak tolerannya orang Muslim di Indonesia! Jika kasus satu gereja di Ciketing Bekasi saja sampai ke telinga Hillary Clinton, bagaimana dengan kasus 1.200 perusakan gereja!
Sayang, tidak ada analisis komprehensif dan jujur mengapa dan jenis kerusakan apa yang dialami gereja-gereja itu. Data Badan Litbang Kementerian Agama menunjukkan, pertumbuhan gereja Protestan di Indonesia pada periode 1977-2004, menunjukkkan angka yang fantastis, yakni 131,38 persen.
Gereja Katolik lebih fantastis, 152 persen. Sedangkan pertumbuhan rumah ibadah umat Islam meningkat 64,22 persen pada periode yang sama.
Angka pertumbuhan gereja di Indonesia yang fantastis itu mestinya juga diekspose oleh lembaga-lembaga Kristen ke dunia internasional, agar laporan mereka lebih berimbang dan fair terhadap kondisi keberagamaan di Indonesia! Itu jika ada keinginan untuk membangun Indonesia sebagai rumah bersama, agar lebih adil, makmur, dan sejahtera.
_Oleh: Dr. Adian Husaini_
Pada 1 Juli 2009, Dr. Marwa El-Sherbini, seorang Muslimah yang sedang hamil tiga bulan dibunuh oleh seorang non-Muslim di Pengadilan Dresden Jerman. Dr. Marwa dibunuh dengan sangat biadab. Ia dihujani tusukan pisau sebanyak 18 kali, dan meninggal di ruang sidang.
Dr. Marwa hadir di sidang pengadilan, mengadukan seorang pemuda Jerman bernama Alex W yang menjulukinya sebagai “teroris” karena ia mengenakan jilbab.
Pada suatu kesempatan, Alex juga pernah berusaha melepas jilbab Marwa, Muslimah asal Mesir. Di persidangan itulah, Alex justru membunuh Dr. Marwa dengan biadab. Suami Marwa yang berusaha membela istrinya justru terkena tembakan petugas.
Mungkin karena korbannya Muslim, dan pelakunya warga asli non-Muslim, peristiwa besar itu tidak menjadi isu nasional, apalagi internasional.
Tampaknya, kasus itu bukan komoditas berita yang menarik dan laku dijual!
Bandingkan dengan kasus terlukanya seorang pendeta Kristen HKBP di Ciketing Bekasi, akibat bentrokan dengan massa Muslim. Meskipun terjadi di pelosok kampung, dunia ribut luar biasa.
Menlu AS Hilary Clinton sampai ikut berkomentar. Situs berita Kristen www.reformata.com, pada 20 September 2010, menurunkan berita: “Menlu AS Prihatin soal HKBP Ciketing”.
Menyusul kasus Ciketing tersebut, International Crisis Group (ICG), dalam situsnya, (www.crisisgroup.org) juga membuat gambaran buruk terhadap kondisi toleransi beragama di Indonesia: “Religious tolerance in Indonesia has come under increasing strain in recent years, particularly where hardline Islamists and Christian evangelicals compete for the same ground.”
Banyak orang Muslim terbengong-bengong dengan fenomena ketidakdilan informasi yang menimpa mereka.
Saat menemani Presiden Barack Obama melihat-lihat Masjid Istiqlal, Prof. KH Ali Musthafa Ya’qub menyampaikan titipan kaum Muslim Washington yang sudah tujuh tahun menunggu izin pendirian Masjid.
Padahal, tanah sudah tersedia. Izin sudah diajukan dan belum kunjung keluar.
Masalahnya, yang jadi korban Muslim! Mungkin, oleh berbagai pihak, kasus yang menimpa kaum Muslim dianggap bukan komoditas berita yang menarik dan layak jual.
Kasus-kasus penyerangan tempat ibadah dan orang-orang Muslim di dunia Barat sangat melimpah datanya.
Kebencian terhadap Muslim meningkat setelah peristiwa 11 September 2001. Berbagai laporan menunjukkan terjadinya vandalisme di banyak masjid dan kuburan Muslim hampir di seluruh Eropa. Pelecehan terhadap Islam seperti dilakukan oleh politisi Belanda Geert Wilders, juga tidak menjadi isu internasional tentang pelecehan Islam.
Pada 12 Februari 2010, Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ) menyebarluaskan data perusakan gereja di Indonesia. Kata mereka, hingga awal tahun 2010 telah ada hampir sekitar 1200 buah gereja yang dirusak dan ditutup.
Berita ini tersebar ke seluruh dunia.
Fantastis! Ada 1200 gereja dirusak di Indonesia, sebuah negeri Muslim terbesar di dunia! Wajar jika dari ekspose angka itu akan muncul persepsi negatif terhadap Indonesia dan kaum Muslim. Setidaknya, bisa muncul opini, betapa biadab dan tidak tolerannya orang Muslim di Indonesia! Jika kasus satu gereja di Ciketing Bekasi saja sampai ke telinga Hillary Clinton, bagaimana dengan kasus 1.200 perusakan gereja!
Sayang, tidak ada analisis komprehensif dan jujur mengapa dan jenis kerusakan apa yang dialami gereja-gereja itu. Data Badan Litbang Kementerian Agama menunjukkan, pertumbuhan gereja Protestan di Indonesia pada periode 1977-2004, menunjukkkan angka yang fantastis, yakni 131,38 persen.
Gereja Katolik lebih fantastis, 152 persen. Sedangkan pertumbuhan rumah ibadah umat Islam meningkat 64,22 persen pada periode yang sama.
Angka pertumbuhan gereja di Indonesia yang fantastis itu mestinya juga diekspose oleh lembaga-lembaga Kristen ke dunia internasional, agar laporan mereka lebih berimbang dan fair terhadap kondisi keberagamaan di Indonesia! Itu jika ada keinginan untuk membangun Indonesia sebagai rumah bersama, agar lebih adil, makmur, dan sejahtera.
Dalam soal toleransi beragama, antara opini dan fakta memang bisa jauh berbeda. Umat Islam sudah kenyang dengan rekayasa semacam itu.
Dunia Barat bepuluh tahun tertipu oleh opini yang diciptakan kaum Zionis, bahwa negeri Palestina adalah tanah kosong, tanpa penduduk.
Bertahun-tahun banyak orang Barat percaya, bahwa Israel adalah “David” sedangkan negara-negara Arab adalah “Goliath”. Kini, banyak yang sudah terbuka matanya, apa yang sebenarnya terjadi.
Dalam beberapa kali mengikuti perjalanan jurnalistik ke luar negeri, antara tahun 1996-1997, saya melihat bagaimana masalah Islamisasi di Timtim itu kadangkala diangkat oleh wartawan Barat dalam acara jumpa pers dengan pejabat-pejabat pemerintah RI. Mereka termakan oleh kampanye Uskup Belo selama bertahun-tahun bahwa telah terjadi Islamisasi di Timtim yang antara lain difasilitasi oleh ABRI.
Padahal, fakta bicara lain. Yang terjadi di masa integrasi Timtim dengan Indonesia adalah Katolikisasi! Bukan Islamisasi! Hasil penelitian Prof. Bilver Singh dari Singapore National University, menunjukkan, pada 1972, orang Katolik Timtim hanya berjumlah 187.540 dari jumlah penduduk 674.550 jiwa (27,8 persen). Tahun 1994, jumlah orang Katolik menjadi 722.789 dari 783.086 jumlah penduduk (92,3 persen). Tahun 1994, umat Islam di Timtim hanya 3,1 persen.
Jadi dalam tempo 22 tahun di bawah Indonesia, jumlah orang Katolik Timtim meningkat 356,3%. Padahal, Portugis saja, selama 450 tahun menjajah Timtim hanya mampu mengkatolikkan 27,8% orang Timtim.
Melihat pertambahan penduduk Katolik yang sangat fantastis itu, Thomas Michel, Sekretaris Eksekutif Federasi Konferensi para Uskup Asia yang berpusat di Bangkok, menyatakan, “Gereja Katolik di Timtim berkembang lebih cepat dibanding wilayah lain mana pun di dunia.” (Lihat, Bilveer Singh, Timor Timur, Indonesia dan Dunia, Mitos dan Kenyataan (Jakarta: IPS, 1998).
Itu fakta. Tapi, opini di dunia internasional berbeda. Sejumlah kasus Islamisasi di Timtim diangkat dan dibesar-besarkan sehingga menenggelamkan gambar besar kondisi keagamaan di Timtim saat itu.
Ini kepiawaian mencipta opini! Perlu diacungijempol. Tokoh agama menjalankan fungsinya sebagai juru kampanye, bahwa umatnya tertindas, terancam, dan perlu pertolongan dunia internasional. Dan, kampanye itu menuai hasil yang mengagumkan! Dunia diminta percaya bahwa kaum Kristen terancam dan tertindas di Indonesia; bahwa tidak ada toleransi, tidak ada kebebasan beragama di negeri Muslim ini. Berbagai LSM di Indonesia sibuk mengumumkan hasil penelitian bahwa kondisi kebebasan beragama di Indonesia sangat buruk.
Cara eksploitasi kasus di luar batas proporsinya ini sangat merugikan citra bangsa. Padahal, lihatlah fakta besarnya! Muslim Indonesia sudah terbiasa dengan keberagaman dalam kehidupan beragama. Umat Muslim terbiasa menerima pejabat-pejebat non-Muslim duduk di posisi-posisi penting kenegaraan. Umat Muslim sangat biasa melihat tayangan-tayangan acara agama lain di stasiun televisi nasional. Hari libur keagamaan pun dibagi secara proporsional.
Tengoklah, berapa gelintir orang Muslim yang diberi kesempatan untuk menjadi pejabat tinggi di negara-negara Barat, sampai saat ini.
Tengoklah, apakah kaum Muslim di sana bebas mengumandangkan azan, sebagaimana kaum Kristen di Indonesia bebas membunyikan lonceng gereja. Apa ada hari libur untuk kaum Muslim saat berhari raya, sebagaimana kaum Kristen menikmati libur Natal dan Paskah?
Tengoklah pusat-pusat pembelanjaan dan televisi-televisi Indonesia saat perayaan Natal! Apakah kaum Kristen dihalang-halangi untuk merayakan Natal dan hari besar lainnya? Justru yang terjadi sebaliknya. Di Indonesia, sebuah negeri Muslim, suasana Natal begitu bebas merambah seluruh aspek media massa.
Dalam kondisi maraknya ritual Kristen dan Kristenisasi di Indonesia, sungguh suatu “kecerdikan yang luar biasa” dalam bidang teknik pencitraan, bahwa Indonesia dicitrakan sebagai sebuah negeri yang tidak memberikan toleransi beragama kepada minoritas Kristen. Seolah-olah mereka adalahn umat yang tertindas dan teraniaya.
Dunia Barat bepuluh tahun tertipu oleh opini yang diciptakan kaum Zionis, bahwa negeri Palestina adalah tanah kosong, tanpa penduduk.
Bertahun-tahun banyak orang Barat percaya, bahwa Israel adalah “David” sedangkan negara-negara Arab adalah “Goliath”. Kini, banyak yang sudah terbuka matanya, apa yang sebenarnya terjadi.
Dalam beberapa kali mengikuti perjalanan jurnalistik ke luar negeri, antara tahun 1996-1997, saya melihat bagaimana masalah Islamisasi di Timtim itu kadangkala diangkat oleh wartawan Barat dalam acara jumpa pers dengan pejabat-pejabat pemerintah RI. Mereka termakan oleh kampanye Uskup Belo selama bertahun-tahun bahwa telah terjadi Islamisasi di Timtim yang antara lain difasilitasi oleh ABRI.
Padahal, fakta bicara lain. Yang terjadi di masa integrasi Timtim dengan Indonesia adalah Katolikisasi! Bukan Islamisasi! Hasil penelitian Prof. Bilver Singh dari Singapore National University, menunjukkan, pada 1972, orang Katolik Timtim hanya berjumlah 187.540 dari jumlah penduduk 674.550 jiwa (27,8 persen). Tahun 1994, jumlah orang Katolik menjadi 722.789 dari 783.086 jumlah penduduk (92,3 persen). Tahun 1994, umat Islam di Timtim hanya 3,1 persen.
Jadi dalam tempo 22 tahun di bawah Indonesia, jumlah orang Katolik Timtim meningkat 356,3%. Padahal, Portugis saja, selama 450 tahun menjajah Timtim hanya mampu mengkatolikkan 27,8% orang Timtim.
Melihat pertambahan penduduk Katolik yang sangat fantastis itu, Thomas Michel, Sekretaris Eksekutif Federasi Konferensi para Uskup Asia yang berpusat di Bangkok, menyatakan, “Gereja Katolik di Timtim berkembang lebih cepat dibanding wilayah lain mana pun di dunia.” (Lihat, Bilveer Singh, Timor Timur, Indonesia dan Dunia, Mitos dan Kenyataan (Jakarta: IPS, 1998).
Itu fakta. Tapi, opini di dunia internasional berbeda. Sejumlah kasus Islamisasi di Timtim diangkat dan dibesar-besarkan sehingga menenggelamkan gambar besar kondisi keagamaan di Timtim saat itu.
Ini kepiawaian mencipta opini! Perlu diacungijempol. Tokoh agama menjalankan fungsinya sebagai juru kampanye, bahwa umatnya tertindas, terancam, dan perlu pertolongan dunia internasional. Dan, kampanye itu menuai hasil yang mengagumkan! Dunia diminta percaya bahwa kaum Kristen terancam dan tertindas di Indonesia; bahwa tidak ada toleransi, tidak ada kebebasan beragama di negeri Muslim ini. Berbagai LSM di Indonesia sibuk mengumumkan hasil penelitian bahwa kondisi kebebasan beragama di Indonesia sangat buruk.
Cara eksploitasi kasus di luar batas proporsinya ini sangat merugikan citra bangsa. Padahal, lihatlah fakta besarnya! Muslim Indonesia sudah terbiasa dengan keberagaman dalam kehidupan beragama. Umat Muslim terbiasa menerima pejabat-pejebat non-Muslim duduk di posisi-posisi penting kenegaraan. Umat Muslim sangat biasa melihat tayangan-tayangan acara agama lain di stasiun televisi nasional. Hari libur keagamaan pun dibagi secara proporsional.
Tengoklah, berapa gelintir orang Muslim yang diberi kesempatan untuk menjadi pejabat tinggi di negara-negara Barat, sampai saat ini.
Tengoklah, apakah kaum Muslim di sana bebas mengumandangkan azan, sebagaimana kaum Kristen di Indonesia bebas membunyikan lonceng gereja. Apa ada hari libur untuk kaum Muslim saat berhari raya, sebagaimana kaum Kristen menikmati libur Natal dan Paskah?
Tengoklah pusat-pusat pembelanjaan dan televisi-televisi Indonesia saat perayaan Natal! Apakah kaum Kristen dihalang-halangi untuk merayakan Natal dan hari besar lainnya? Justru yang terjadi sebaliknya. Di Indonesia, sebuah negeri Muslim, suasana Natal begitu bebas merambah seluruh aspek media massa.
Dalam kondisi maraknya ritual Kristen dan Kristenisasi di Indonesia, sungguh suatu “kecerdikan yang luar biasa” dalam bidang teknik pencitraan, bahwa Indonesia dicitrakan sebagai sebuah negeri yang tidak memberikan toleransi beragama kepada minoritas Kristen. Seolah-olah mereka adalahn umat yang tertindas dan teraniaya.
Adanya kasus-kasus tertentu diangkat dan dieksploitasi begitu dahsyat sehingga Indonesia dicitrakan sebagai negeri yang tidak ada kebebasan beragama.
Tentu, adilnya, jika ingin menikmati kecantikan wajah seorang gadis, lihatlah seluruh wajahnya! Jika hanya satu dua jerawat yang diteropong dan dipelototi habis-habisan, maka wajah cantik itu akan hilang dari pandangan mata!
Kaum Muslim pasti sangat mencintai negeri ini.
Muslim pasti mencintai toleransi, kerukunan, dan perdamaian. Hanya saja, tokoh Islam Indonesia M. Natsir, pernah memohon: “…kalaulah ada suatu harta yang kami cintai dari segala-galanya itu ialah agama dan keimanan kami.
Itulah yang hendak kami wariskan kepada anak cucu dan keturunan kami. Jangan tuan-tuan coba pula memotong tali warisan ini!”
Kaum Muslim perlu terus mengambil hikmah dan pelajaran dari berbagai kasus yang menimpa mereka. Juga, kaum Muslim, terutama para aktivis dakwah, perlu terus meningkatkan kualitas dan kemampuan dakwahnya, agar mereka tidak mudah dikelabui dan diperdayakan.
Toleransi umat Islam dinegeri ini tidak dihargai, justru umat Islam dicitrakan sebagai umat yang tidak toleran, padahal secara umum, mereka sudah berbuat begitu baik kepada kalangan non-Muslim dalam berbagai bidang kehidupan. (17 Desember 2010).
Tentu, adilnya, jika ingin menikmati kecantikan wajah seorang gadis, lihatlah seluruh wajahnya! Jika hanya satu dua jerawat yang diteropong dan dipelototi habis-habisan, maka wajah cantik itu akan hilang dari pandangan mata!
Kaum Muslim pasti sangat mencintai negeri ini.
Muslim pasti mencintai toleransi, kerukunan, dan perdamaian. Hanya saja, tokoh Islam Indonesia M. Natsir, pernah memohon: “…kalaulah ada suatu harta yang kami cintai dari segala-galanya itu ialah agama dan keimanan kami.
Itulah yang hendak kami wariskan kepada anak cucu dan keturunan kami. Jangan tuan-tuan coba pula memotong tali warisan ini!”
Kaum Muslim perlu terus mengambil hikmah dan pelajaran dari berbagai kasus yang menimpa mereka. Juga, kaum Muslim, terutama para aktivis dakwah, perlu terus meningkatkan kualitas dan kemampuan dakwahnya, agar mereka tidak mudah dikelabui dan diperdayakan.
Toleransi umat Islam dinegeri ini tidak dihargai, justru umat Islam dicitrakan sebagai umat yang tidak toleran, padahal secara umum, mereka sudah berbuat begitu baik kepada kalangan non-Muslim dalam berbagai bidang kehidupan. (17 Desember 2010).
TUGAS GURU
Tugas guru adalah mengajar, memotivasi murid agar beradab dan berakhlaq mulia. Menjaga adab yang sesuai dengan kebiasaan masyarakatnya. Memjaga adab yang sesuai dengan aturan syariat Islam. *Tujuan pendidikan paling tinggi adalah mengajarkan murid untuk menjunjung tinggi adab*. Apa manfaat ilmu tanpa adab? Ilmu bisa diraih dengan adab. Ilmu adalah permata. Allah memberinya hanya kepada orang yang pantas membawanya.
Ummah: Kita pasti enggan menitipkan harta atau menikahkan putri kita dengan orang yang tidak beradab. Tentu Allah lebih tidak mau memberikan ilmuNya kepada orang yang tidak beradab.
Maka adab harus menjadi perhatian seorang guru. Motivasi mereka yaitu murid untuk beradab mulia. Ajari mereka untuk menjunjung tinggi nilai-nilai adab. Karena ilmu tidak bisa diraih tanpa adab. Demikian para salafushalih mengajarkan. Yusuf bin Husein berkata:
بالأدب تفهم العلم
*_Dengan adab, kamu akan memahami ilmu_*
Karena adab adalah tanda kesuksesan dan kebahagiaan seorang hamba, dan tidak beradab adalah tanda kegagalan dan kerugiannya. Ini disebutkan Ibnul Qoyyim dalam *Madarijussalikin*, pada pembahasan _*Kedudukan Adab*_.
SEKOLAH KONSELOR KELUARGA
Tugas guru adalah mengajar, memotivasi murid agar beradab dan berakhlaq mulia. Menjaga adab yang sesuai dengan kebiasaan masyarakatnya. Memjaga adab yang sesuai dengan aturan syariat Islam. *Tujuan pendidikan paling tinggi adalah mengajarkan murid untuk menjunjung tinggi adab*. Apa manfaat ilmu tanpa adab? Ilmu bisa diraih dengan adab. Ilmu adalah permata. Allah memberinya hanya kepada orang yang pantas membawanya.
Ummah: Kita pasti enggan menitipkan harta atau menikahkan putri kita dengan orang yang tidak beradab. Tentu Allah lebih tidak mau memberikan ilmuNya kepada orang yang tidak beradab.
Maka adab harus menjadi perhatian seorang guru. Motivasi mereka yaitu murid untuk beradab mulia. Ajari mereka untuk menjunjung tinggi nilai-nilai adab. Karena ilmu tidak bisa diraih tanpa adab. Demikian para salafushalih mengajarkan. Yusuf bin Husein berkata:
بالأدب تفهم العلم
*_Dengan adab, kamu akan memahami ilmu_*
Karena adab adalah tanda kesuksesan dan kebahagiaan seorang hamba, dan tidak beradab adalah tanda kegagalan dan kerugiannya. Ini disebutkan Ibnul Qoyyim dalam *Madarijussalikin*, pada pembahasan _*Kedudukan Adab*_.
SEKOLAH KONSELOR KELUARGA
*Untuk Anda yang dirundung Kecewa kepada Pasangan*
1. Ketahuilah bahwa kamu diciptakan penuh dengan kelemahan dan ketidaksempurnaan, begitupun pasanganmu diciptakan dengan kelemahan dan ketidaksempurnaan. Maka jika anda mencari yang sempurna, kehidupan rumah tangga anda selamanya tidak akan bisa anda nikmati, malah akan menjadi kehidupan yang buruk setiap hari. Karena tidak ada manusia sempurna di dunia ini.
2. Ketahuilah bahwa pandangan buruk anda kepada pasangan anda, ternyata tidak demikian dengan orang lain yang memandang pasangan anda adalah sosok yang didambakan, banyak kelebihan dan hal-hal baik lainnya. Ini artinya rubahlah fokus anda, yang tadinya terus memandang pada keburukannya, gantilah dan lihatlah kelebihan-kelebihannya, kebaikan-kebaikannya, insyaAllah anda akan mendapati pasangan anda pasangan yang benar-benar anda dambakan. Ini hanya masalah sudut pandang yang salah yang terus dipelihara.
3. Kesalahan sudut pandang anda dalam memandang, bisa jadi disebabkan oleh kotornya hati yang ada di dalam dada. Maka satu-satunya obat yang dapat kembali membersihkan hati yang kotor adalah dengan memperbanyak ISTIGHFAR, memohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan kesalahan. Maka jika ini dilakukan dengan konsisten, yaitu melazimkan istighfar, kesumpekan selama ini, kebencian, kejenuhan dan kekecewaan yang terpendam sejak lama atasnya akan Allah ganti dengan kebahagiaan. Orangnya sama yang anda lihat. Suami sama, istri yang sama, rumah tangga yang sama, yang sebelumnya anda pandang dengan begitu kecewa, sekarang anda pandang dengan begitu bahagia, karena istighfar menyebabkan Allah menurunkan rasa bahagia ke dalam hati anda.
4. Ketahuilah bahwa jika anda bergantung pada manusia, maka pasti manusia itu suatu saat akan mengecewakan anda. Berbeda dengan Allah Rabbul 'izzati wal jalaal, sungguh Dia tidak pernah mengecewakan hambaNya, tidak pernah mengkhianati janjiNya, jika hambaNya meminta kepadaNya. Ini artiny bahwa ingatlah Allah, kembalilah kepada Allah sebagai tempat bergantng, tempat mencari kebahagiaan, bukan pasangan, makhluk ciptaanNya yang pasti lemahnya, pasti mengecewakannya. Dan sadarilah bahwa kesempurnaan itu hanya milik Allah yang Maha Sempurna, Maha Agung, Maha Suci dari segala kelemahan dan kerendahan.
4 poin ini adalah kunci adalah rumah tangga kita terus dinaungi keberkahan dan kucuran rahmat dari langit. Rumah tangga benar-benar menghadirkan sakinah, mawaddah dan rahmat dari Yang Maha Agung, Allah Jalla fii ulaah.
_Wallahu a'lam bish showaab_
1. Ketahuilah bahwa kamu diciptakan penuh dengan kelemahan dan ketidaksempurnaan, begitupun pasanganmu diciptakan dengan kelemahan dan ketidaksempurnaan. Maka jika anda mencari yang sempurna, kehidupan rumah tangga anda selamanya tidak akan bisa anda nikmati, malah akan menjadi kehidupan yang buruk setiap hari. Karena tidak ada manusia sempurna di dunia ini.
2. Ketahuilah bahwa pandangan buruk anda kepada pasangan anda, ternyata tidak demikian dengan orang lain yang memandang pasangan anda adalah sosok yang didambakan, banyak kelebihan dan hal-hal baik lainnya. Ini artinya rubahlah fokus anda, yang tadinya terus memandang pada keburukannya, gantilah dan lihatlah kelebihan-kelebihannya, kebaikan-kebaikannya, insyaAllah anda akan mendapati pasangan anda pasangan yang benar-benar anda dambakan. Ini hanya masalah sudut pandang yang salah yang terus dipelihara.
3. Kesalahan sudut pandang anda dalam memandang, bisa jadi disebabkan oleh kotornya hati yang ada di dalam dada. Maka satu-satunya obat yang dapat kembali membersihkan hati yang kotor adalah dengan memperbanyak ISTIGHFAR, memohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan kesalahan. Maka jika ini dilakukan dengan konsisten, yaitu melazimkan istighfar, kesumpekan selama ini, kebencian, kejenuhan dan kekecewaan yang terpendam sejak lama atasnya akan Allah ganti dengan kebahagiaan. Orangnya sama yang anda lihat. Suami sama, istri yang sama, rumah tangga yang sama, yang sebelumnya anda pandang dengan begitu kecewa, sekarang anda pandang dengan begitu bahagia, karena istighfar menyebabkan Allah menurunkan rasa bahagia ke dalam hati anda.
4. Ketahuilah bahwa jika anda bergantung pada manusia, maka pasti manusia itu suatu saat akan mengecewakan anda. Berbeda dengan Allah Rabbul 'izzati wal jalaal, sungguh Dia tidak pernah mengecewakan hambaNya, tidak pernah mengkhianati janjiNya, jika hambaNya meminta kepadaNya. Ini artiny bahwa ingatlah Allah, kembalilah kepada Allah sebagai tempat bergantng, tempat mencari kebahagiaan, bukan pasangan, makhluk ciptaanNya yang pasti lemahnya, pasti mengecewakannya. Dan sadarilah bahwa kesempurnaan itu hanya milik Allah yang Maha Sempurna, Maha Agung, Maha Suci dari segala kelemahan dan kerendahan.
4 poin ini adalah kunci adalah rumah tangga kita terus dinaungi keberkahan dan kucuran rahmat dari langit. Rumah tangga benar-benar menghadirkan sakinah, mawaddah dan rahmat dari Yang Maha Agung, Allah Jalla fii ulaah.
_Wallahu a'lam bish showaab_
DOA YANG DIBACA SAAT TAHAJJUD SEBAGAI DOA ISTIFTAH
اللَّهُمَّ اهْدِنِى لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِى مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
"Ya Allah, Tunjukkan lah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizin dari-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki."
اللَّهُمَّ اهْدِنِى لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِى مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
"Ya Allah, Tunjukkan lah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizin dari-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki."
*SUNAH YANG MULAI DILUPAKAN*
Mungkin sunnah ini jarang dipraktekkan kaum muslimin. Yaitu disunnahkan bagi seseorang yang sakit agar menulis wasiat. Bahkan menulis wasiat tidak hanya ketika sakit saja tetapi kapan saja ketika ia memiliki sesuatu untuk di wasiatkan. Misalnya ketika akan berpegian jauh dan lama. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا حَقُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَهُ شَيْءٌ يُرِيْدُ أَنْ يُوْصِيَ فِيْهِ يَبِيْتُ لَيْلَتَيْنِ إِلاَّ وَوَصِيِّتُهُ مَكْتُوْبَةٌ عِنْدَهُ
*_Tidak pantas bagi seorang muslim yang memiliki sesuatu yang ingin ia wasiatkan untuk melewati dua malamnya melainkan wasiatnya itu tertulis di sisinya,_* (HR. Bukhari No.2738 dan Muslim No.1627)
Ibnu Umar radhiallahu ’anhuma berkata,
ما مرت على ليلةٌ منذُ سمعتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ذلك إلا وعندي وصيتي
*_Semenjak kudengar sabda beliau ini, tidak pernah lewat satu malam pun, melainkan aku sudah mempunyai wasiat_*.
Banyak orang yang sudah punya niat menulis surat wasiat atau berniat mewakafkan hartanya. Tetapi karena rasa malas dan suka menunda-nunda, tiba-tiba ia meninggal, atau tiba-tiba ia sakit parah. Baru setelah itu ia menyesal.
Orang yang tidak bisa memberi manfaat untuk dirinya sendiri ketika hidup, tidak usah berharap ahli warisnya akan memberinya manfaat setelah ia mati.
Ada sebuah kisah seseorang yang meminta untuk menuliskan wakaf atas nama dirinya atau sebuah wasiat sebuah tanah. Lalu saat diminta untuk membawa foto surat bukti kepemilikan, biar bisa dituliskan data-datanya dalam surat wasiat, orang ini berjanji akan membawakan foto surat kepemilikannya. Setiap hari ia berkata besok dan besok, sampai kematian menjemputnya.
Ada seorang saksi yang ada di dekatnya sebelum ia meninggal mengatakan, bahwa bapak itu seperti ingin menyampaikan sesuatu, tapi tidak bisa". Lalu seseorang yang mengetahui niatnya dahulu mengatakan:
*_Kemungkinan besar ia ingin mengatakan, saya ingin berwasiat atau ingin mewakafkan harta. Temuilah si Fulan, biar ia memberitahu kalian apa yang ingin aku wakafkan, tapi ia sudah tidak mampu mengatakannya_*.
Orang yang mengetahui niat dari orang yang sudah wafat ini akhirnya mencoba menemui anak-anaknya dan lalu meminta mereka, anak-anaknya untuk mewakafkan harta yang dulu ayah mereka ingin wakafkan. Ini adalah salah satu bentuk bakti kalian anak-anaknya untuknya. Dan anak-anaknyapun sepakat untuk memenuhi keinginan sang ayah. Namun terdengar kabar, ternyata anak-anakny tidak jadi memenuhi keinginan sang ayah.
Oleh karena itu, orang yang ingin berwasiat atau mewakafkan hartanya, bersegeralah dari sekarang. Jangan nanti-nanti. Dari sekarang tulis wasiatnya atau wakafkan hartanya.
Ada yang berkata:
*_Saya takut menulis wasiat sekarang, karena takutnya nanti saya butuh harta tersebut_*.
Ketahuilah bahwa *surat wasiat itu tidak berlaku kecuali saat sudah meninggal*. Jadi anda boleh menulis wasiat dari sekarang, dan kapanpun anda membutuhkan harta itu, anda boleh membatalkan atau mencoretnya. Boleh anda ganti atau anda ubah isinya. Karena wasiat itu wajib dijalankan ketika sudah meninggal. Jadi tidak ada masalah jika kita, anda menulis wasiat dari sekarang. Tulislah wasiatmu dari sekarang. Jika ternyata harta yang kita wasiatkan kita butuhkan, coret atau gantilah dengan wasiat yang baru. Karena wasiat itu baru berlaku setelah orangnya meninggal.
*_Kemana Wasiat kita_*
Hukum wasiat sunnah, bisa ditujukan kepada siapa saja kecuali ahli waris. Wasiat bisa kita tujukan kepada:
1. Individu, saudara, teman, anak-anak yatim, janda-janda miskin, dan sebagainya.
2. Lembaga pendidikan, termasuk *Sekolah Konselor Keluarga* ini adalah lembaga pendidikan umat. Sekolah-sekolah formal atau kursus dan sebagainya.
3. Lembaga sosial, seperti RPM (Rumah Pemberdayaan Masyarakat), Dompet dhuafa, dan lain sebagainya.
4. Dan lain sebagainya, selama itu bukan ahli waris dari si pewasiat.
_Wallahu a'lam bishshowaab_
*SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
Mungkin sunnah ini jarang dipraktekkan kaum muslimin. Yaitu disunnahkan bagi seseorang yang sakit agar menulis wasiat. Bahkan menulis wasiat tidak hanya ketika sakit saja tetapi kapan saja ketika ia memiliki sesuatu untuk di wasiatkan. Misalnya ketika akan berpegian jauh dan lama. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا حَقُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَهُ شَيْءٌ يُرِيْدُ أَنْ يُوْصِيَ فِيْهِ يَبِيْتُ لَيْلَتَيْنِ إِلاَّ وَوَصِيِّتُهُ مَكْتُوْبَةٌ عِنْدَهُ
*_Tidak pantas bagi seorang muslim yang memiliki sesuatu yang ingin ia wasiatkan untuk melewati dua malamnya melainkan wasiatnya itu tertulis di sisinya,_* (HR. Bukhari No.2738 dan Muslim No.1627)
Ibnu Umar radhiallahu ’anhuma berkata,
ما مرت على ليلةٌ منذُ سمعتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ذلك إلا وعندي وصيتي
*_Semenjak kudengar sabda beliau ini, tidak pernah lewat satu malam pun, melainkan aku sudah mempunyai wasiat_*.
Banyak orang yang sudah punya niat menulis surat wasiat atau berniat mewakafkan hartanya. Tetapi karena rasa malas dan suka menunda-nunda, tiba-tiba ia meninggal, atau tiba-tiba ia sakit parah. Baru setelah itu ia menyesal.
Orang yang tidak bisa memberi manfaat untuk dirinya sendiri ketika hidup, tidak usah berharap ahli warisnya akan memberinya manfaat setelah ia mati.
Ada sebuah kisah seseorang yang meminta untuk menuliskan wakaf atas nama dirinya atau sebuah wasiat sebuah tanah. Lalu saat diminta untuk membawa foto surat bukti kepemilikan, biar bisa dituliskan data-datanya dalam surat wasiat, orang ini berjanji akan membawakan foto surat kepemilikannya. Setiap hari ia berkata besok dan besok, sampai kematian menjemputnya.
Ada seorang saksi yang ada di dekatnya sebelum ia meninggal mengatakan, bahwa bapak itu seperti ingin menyampaikan sesuatu, tapi tidak bisa". Lalu seseorang yang mengetahui niatnya dahulu mengatakan:
*_Kemungkinan besar ia ingin mengatakan, saya ingin berwasiat atau ingin mewakafkan harta. Temuilah si Fulan, biar ia memberitahu kalian apa yang ingin aku wakafkan, tapi ia sudah tidak mampu mengatakannya_*.
Orang yang mengetahui niat dari orang yang sudah wafat ini akhirnya mencoba menemui anak-anaknya dan lalu meminta mereka, anak-anaknya untuk mewakafkan harta yang dulu ayah mereka ingin wakafkan. Ini adalah salah satu bentuk bakti kalian anak-anaknya untuknya. Dan anak-anaknyapun sepakat untuk memenuhi keinginan sang ayah. Namun terdengar kabar, ternyata anak-anakny tidak jadi memenuhi keinginan sang ayah.
Oleh karena itu, orang yang ingin berwasiat atau mewakafkan hartanya, bersegeralah dari sekarang. Jangan nanti-nanti. Dari sekarang tulis wasiatnya atau wakafkan hartanya.
Ada yang berkata:
*_Saya takut menulis wasiat sekarang, karena takutnya nanti saya butuh harta tersebut_*.
Ketahuilah bahwa *surat wasiat itu tidak berlaku kecuali saat sudah meninggal*. Jadi anda boleh menulis wasiat dari sekarang, dan kapanpun anda membutuhkan harta itu, anda boleh membatalkan atau mencoretnya. Boleh anda ganti atau anda ubah isinya. Karena wasiat itu wajib dijalankan ketika sudah meninggal. Jadi tidak ada masalah jika kita, anda menulis wasiat dari sekarang. Tulislah wasiatmu dari sekarang. Jika ternyata harta yang kita wasiatkan kita butuhkan, coret atau gantilah dengan wasiat yang baru. Karena wasiat itu baru berlaku setelah orangnya meninggal.
*_Kemana Wasiat kita_*
Hukum wasiat sunnah, bisa ditujukan kepada siapa saja kecuali ahli waris. Wasiat bisa kita tujukan kepada:
1. Individu, saudara, teman, anak-anak yatim, janda-janda miskin, dan sebagainya.
2. Lembaga pendidikan, termasuk *Sekolah Konselor Keluarga* ini adalah lembaga pendidikan umat. Sekolah-sekolah formal atau kursus dan sebagainya.
3. Lembaga sosial, seperti RPM (Rumah Pemberdayaan Masyarakat), Dompet dhuafa, dan lain sebagainya.
4. Dan lain sebagainya, selama itu bukan ahli waris dari si pewasiat.
_Wallahu a'lam bishshowaab_
*SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*RENUNGAN PERGANTIAN TAHUN 2022 - 2023*
Allah berfirman dalam QS. Ali Imran:190-191:
*_Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka_*.
Pergantian tahun layaknya pergantian siang dan malam. Bagi kita seorang yang beriman kepada Allah, haruslah memaknai semua itu, karena adanya tanda kekuasaan Allah, tanda ke-Besaran Allah, tanda bahwa ALlah adalah Maha Berkehendak. Itulah ciri seorang ulil albab, seorang hamba Allah yang selalu mencari hikmah dan pelajaran dibalik fenomena alam yang terjadi.
Hal yang harus kita renungi hari ini di saat Allah mengganti tahun 2022 menjadi 2023 adalah tentang umur kita. Apalah arti umur manusia di dunia, jika dibandingkan dengan akhirat yang kekal?.
*_Akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, kalau mereka mengetahui_*.(QS. Al Ankabut:64)
Dari sisi mana bisa dibandingkan? anggaplah hari ini umur kita sudah mencapai 70 tahun. Dan kita biasa tidur 8 jam sehari semalam. Berapa sisa umurnya?. Atau anggaplah umur kita hari ini adalah 60 tahun, agar mudah menghitungnya. Dan kita tidur 8 jam sehari semalam. Dan saat tidur, kita tidak dibebani aturan syariat. Maka sudah habis 20 tahun hanya untuk tidur. 15 tahun sebelum baligh juga tidak dihitung, maka tidak ada lagi sisanya. Sangat sedikit sekali umur kita yang tersisa.
Coba kita lihat kejadian pertama di akhirat. Hari itu sama dengan 50 ribu tahun (di dunia), firman Allah dalam QS. Al Ma'arij ayat 4. Apa yang bisa dibandingkan? tidak perlu kita bahas kenikmatan di sini dan yang ada di akhirat sana.
Tapi waktu dan umur yang kita habiskan, hanya untuk mencari kenikmatan dunia. Lalu menyebabkan kita tidak mendapatkan nikmat akhirat, hanya karena nikmat yang sebentar di dunia ini.
Inipun kalau kita memang diberi umur panjang. Sebagian orang, dan hanya sebagian orang saja, subhaanallah, nas alullahal 'aafiyah.
Sebagian orang pergi safar naik mobil atau naik pesawat ke negeri lain. Pergi hanya untuk bermaksiat di negeri tujuannya, ia pergi dan mati dalam perjalanannya. Bayangkan, betapa ruginya ia. Betapa besar musibah yang menimpaya.
Jangankan safar, orang yang hanya bepergian di dalam daerahnya saja bisa mati di tengah jalan.
Tidak ada satupun yang tahu kapan ia akan mati. Lalu tiba-tiba hidupnya berakhir, dalam keadaan ia tertipu dan lalai dengan kelezatan dunia. Dan akhirnya ia rugi tidak mendapatkan nikma akhirat.
Ibnul MUbarak rahimahullah ditanya:
*_Seandainya dikatakan kepada anda bahwa usia anda hanya tersisa satu hari lagi, apa yang akan anda lakukan?_*
Ibnul Mubarak menjawab:
*_Aku akan mengajarkan ilmu (agama) kepada manusia_*. (diriwayatkan oleh al Baihaqi dalam al Madkhol 1/309 no.473)
Maka, bagi kita yang mungkin telah lama bergelimang dalam dosa, camkanlah perkataan Fudhail bin iyadh rahimahullah berikut ini:
*_Engkau berbuat kebaikan (amal shaleh) pada sisa umurmu (yang masih ada), maka Allah akan mengampuni (dosa-dosamu) di masa lalu, karena jika kamu (tetap) berbuat buruk pada sisa umurmu (yang masih ada), kamu akan di siksa (pada hari kiamat) karena (dosa-dosamu) di masa lalu dan (dosa-dosamu) pada sisa umurmu._*
Nukilan dari Jaami’ul ‘uluumi wal hikam hal. 464 dan Latha-iful ma’aarif hal. 108
Jadi, apa sebenarnya arti pergantian tahun hari ini yang kita rayakan? tiada lain hanyalah alat untuk kita bermuhasabah, menghisab amal-amal kita, menghisab dosa-dosa yang kita lakukan, untuk kemudian bertaubat, mohon ampun kepada Allah. Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, mencontohkan agar kita mengawali taubat dan istighfar kita dengan sholat dua rakaat.
Allah berfirman dalam QS. Ali Imran:190-191:
*_Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka_*.
Pergantian tahun layaknya pergantian siang dan malam. Bagi kita seorang yang beriman kepada Allah, haruslah memaknai semua itu, karena adanya tanda kekuasaan Allah, tanda ke-Besaran Allah, tanda bahwa ALlah adalah Maha Berkehendak. Itulah ciri seorang ulil albab, seorang hamba Allah yang selalu mencari hikmah dan pelajaran dibalik fenomena alam yang terjadi.
Hal yang harus kita renungi hari ini di saat Allah mengganti tahun 2022 menjadi 2023 adalah tentang umur kita. Apalah arti umur manusia di dunia, jika dibandingkan dengan akhirat yang kekal?.
*_Akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, kalau mereka mengetahui_*.(QS. Al Ankabut:64)
Dari sisi mana bisa dibandingkan? anggaplah hari ini umur kita sudah mencapai 70 tahun. Dan kita biasa tidur 8 jam sehari semalam. Berapa sisa umurnya?. Atau anggaplah umur kita hari ini adalah 60 tahun, agar mudah menghitungnya. Dan kita tidur 8 jam sehari semalam. Dan saat tidur, kita tidak dibebani aturan syariat. Maka sudah habis 20 tahun hanya untuk tidur. 15 tahun sebelum baligh juga tidak dihitung, maka tidak ada lagi sisanya. Sangat sedikit sekali umur kita yang tersisa.
Coba kita lihat kejadian pertama di akhirat. Hari itu sama dengan 50 ribu tahun (di dunia), firman Allah dalam QS. Al Ma'arij ayat 4. Apa yang bisa dibandingkan? tidak perlu kita bahas kenikmatan di sini dan yang ada di akhirat sana.
Tapi waktu dan umur yang kita habiskan, hanya untuk mencari kenikmatan dunia. Lalu menyebabkan kita tidak mendapatkan nikmat akhirat, hanya karena nikmat yang sebentar di dunia ini.
Inipun kalau kita memang diberi umur panjang. Sebagian orang, dan hanya sebagian orang saja, subhaanallah, nas alullahal 'aafiyah.
Sebagian orang pergi safar naik mobil atau naik pesawat ke negeri lain. Pergi hanya untuk bermaksiat di negeri tujuannya, ia pergi dan mati dalam perjalanannya. Bayangkan, betapa ruginya ia. Betapa besar musibah yang menimpaya.
Jangankan safar, orang yang hanya bepergian di dalam daerahnya saja bisa mati di tengah jalan.
Tidak ada satupun yang tahu kapan ia akan mati. Lalu tiba-tiba hidupnya berakhir, dalam keadaan ia tertipu dan lalai dengan kelezatan dunia. Dan akhirnya ia rugi tidak mendapatkan nikma akhirat.
Ibnul MUbarak rahimahullah ditanya:
*_Seandainya dikatakan kepada anda bahwa usia anda hanya tersisa satu hari lagi, apa yang akan anda lakukan?_*
Ibnul Mubarak menjawab:
*_Aku akan mengajarkan ilmu (agama) kepada manusia_*. (diriwayatkan oleh al Baihaqi dalam al Madkhol 1/309 no.473)
Maka, bagi kita yang mungkin telah lama bergelimang dalam dosa, camkanlah perkataan Fudhail bin iyadh rahimahullah berikut ini:
*_Engkau berbuat kebaikan (amal shaleh) pada sisa umurmu (yang masih ada), maka Allah akan mengampuni (dosa-dosamu) di masa lalu, karena jika kamu (tetap) berbuat buruk pada sisa umurmu (yang masih ada), kamu akan di siksa (pada hari kiamat) karena (dosa-dosamu) di masa lalu dan (dosa-dosamu) pada sisa umurmu._*
Nukilan dari Jaami’ul ‘uluumi wal hikam hal. 464 dan Latha-iful ma’aarif hal. 108
Jadi, apa sebenarnya arti pergantian tahun hari ini yang kita rayakan? tiada lain hanyalah alat untuk kita bermuhasabah, menghisab amal-amal kita, menghisab dosa-dosa yang kita lakukan, untuk kemudian bertaubat, mohon ampun kepada Allah. Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, mencontohkan agar kita mengawali taubat dan istighfar kita dengan sholat dua rakaat.
Dan ini adalah hanya sebuah alat buat kita untuk untuk menyadari bahwa hidup ini adalah ruang untuk kita mengibadahi Allah dengan berbagai ketaatan demi ketaatan. Dan mencegah dari segala dosa, maksiat.
Semoga Allah memberi kita keistiqomahan dalam menaatiNya, mengibadahiNya dan mati sebagai hamba Allah yang beriman.
*Sekolah Konselor Keluarga*
Semoga Allah memberi kita keistiqomahan dalam menaatiNya, mengibadahiNya dan mati sebagai hamba Allah yang beriman.
*Sekolah Konselor Keluarga*
BOLEHKAH MEMBIARKAN KEMUNGKARAN DI TENGAH MASYARAKAT?
Oleh: Ustadz Muhammad Abduh Negara
Allah ‘azza wa jalla berfirman:
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Artinya: “Dan peliharalah diri kalian dari fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian, dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfaal [8]: 25)
Imam Ibn Katsir dalam Tafsirnya, menyatakan bahwa ayat ini merupakan peringatan dari Allah ta’ala kepada hamba-hamba-Nya yang beriman tentang fitnah, yaitu ujian dan bencana, yang tidak hanya dikhususkan bagi ahli maksiat dan pelaku dosa saja, namun berlaku umum, terhadap orang yang melakukan kemaksiatan ataupun tidak. Hal ini terjadi karena orang-orang yang tidak melakukan perbuatan dosa tadi tidak berupaya mencegah dan menghentikan kemaksiatan para ahli maksiat.
Imam At-Thabari dalam Tafsirnya, menyampaikan sebuah riwayat dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu tentang ayat ini. Ibnu ‘Abbas berkata: “Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk tidak mendiamkan kemungkaran yang tampak di hadapan mereka, jika demikian (tetap mendiamkan) maka Allah akan menimpakan azab yang berlaku umum.”
Dalam Tafsir Imam Al-Baghawi, ada tambahan redaksi terhadap pernyataan Ibnu ‘Abbas ini, yaitu: “yang akan menimpa orang yang berlaku zalim dan yang tidak.”
Sebagian mufassir dari kalangan tabi’in mengkhususkan ayat ini hanya untuk sebagian kalangan shahabat saja, seperti yang dinyatakan oleh As-Suddi dan Al-Hasan. As-Suddi berkata bahwa yang dimaksud ayat ini adalah orang-orang yang terlibat dalam Perang Jamal. Sedangkan Al-Hasan lebih jelas lagi menyatakan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan ‘Ali, ‘Utsman, Thalhah dan Zubair rahmatullahi ‘alaihim (Lihat Tafsir Ath-Thabari). Dalam salah satu riwayat, Ibnu ‘Abbas juga menyatakan bahwa ayat ini turun tentang para shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Lihat Tafsir Ibnu Katsir).
Namun, Mujahid menyatakan bahwa ayat ini juga berlaku untuk yang lain. Demikian juga menurut Adh-Dhahhak, Yazid bin Abi Habib, dan lainnya. Ibnu Mas’ud berkata: “Tidak ada salah seorang pun dari kalian kecuali ia terkena fitnah. Allah ta’ala berfirman: innamaa amwaalukum wa aulaadukum fitnah (sesungguhnya harta dan anak-anak kalian merupakan fitnah) (At-Taghabun [64]: 15), maka berlindunglah kepada Allah dari fitnah-fitnah yang menyesatkan.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir).
Oleh karena itu, Ibn Katsir menyatakan bahwa ayat ini berlaku untuk para shahabat dan selain mereka. Ini juga yang menjadi pendapat faqih dan mufassir kontemporer, Syaikh Wahbah Az-Zuhaili, sebagaimana beliau kemukakan dalam Tafsirnya.
Dari penjelasan di atas, cukup jelas bagi kita bahwa ayat ini merupakan peringatan kepada orang-orang beriman, orang-orang yang tidak suka bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala, bahwa yang mereka lakukan tidak cukup untuk menyelamatkan diri mereka dari bencana, jika mereka tetap membiarkan kemaksiatan dan kemungkaran merajalela di sekitar mereka.
Oleh: Ustadz Muhammad Abduh Negara
Allah ‘azza wa jalla berfirman:
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Artinya: “Dan peliharalah diri kalian dari fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian, dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS. Al-Anfaal [8]: 25)
Imam Ibn Katsir dalam Tafsirnya, menyatakan bahwa ayat ini merupakan peringatan dari Allah ta’ala kepada hamba-hamba-Nya yang beriman tentang fitnah, yaitu ujian dan bencana, yang tidak hanya dikhususkan bagi ahli maksiat dan pelaku dosa saja, namun berlaku umum, terhadap orang yang melakukan kemaksiatan ataupun tidak. Hal ini terjadi karena orang-orang yang tidak melakukan perbuatan dosa tadi tidak berupaya mencegah dan menghentikan kemaksiatan para ahli maksiat.
Imam At-Thabari dalam Tafsirnya, menyampaikan sebuah riwayat dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu tentang ayat ini. Ibnu ‘Abbas berkata: “Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk tidak mendiamkan kemungkaran yang tampak di hadapan mereka, jika demikian (tetap mendiamkan) maka Allah akan menimpakan azab yang berlaku umum.”
Dalam Tafsir Imam Al-Baghawi, ada tambahan redaksi terhadap pernyataan Ibnu ‘Abbas ini, yaitu: “yang akan menimpa orang yang berlaku zalim dan yang tidak.”
Sebagian mufassir dari kalangan tabi’in mengkhususkan ayat ini hanya untuk sebagian kalangan shahabat saja, seperti yang dinyatakan oleh As-Suddi dan Al-Hasan. As-Suddi berkata bahwa yang dimaksud ayat ini adalah orang-orang yang terlibat dalam Perang Jamal. Sedangkan Al-Hasan lebih jelas lagi menyatakan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan ‘Ali, ‘Utsman, Thalhah dan Zubair rahmatullahi ‘alaihim (Lihat Tafsir Ath-Thabari). Dalam salah satu riwayat, Ibnu ‘Abbas juga menyatakan bahwa ayat ini turun tentang para shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (Lihat Tafsir Ibnu Katsir).
Namun, Mujahid menyatakan bahwa ayat ini juga berlaku untuk yang lain. Demikian juga menurut Adh-Dhahhak, Yazid bin Abi Habib, dan lainnya. Ibnu Mas’ud berkata: “Tidak ada salah seorang pun dari kalian kecuali ia terkena fitnah. Allah ta’ala berfirman: innamaa amwaalukum wa aulaadukum fitnah (sesungguhnya harta dan anak-anak kalian merupakan fitnah) (At-Taghabun [64]: 15), maka berlindunglah kepada Allah dari fitnah-fitnah yang menyesatkan.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir).
Oleh karena itu, Ibn Katsir menyatakan bahwa ayat ini berlaku untuk para shahabat dan selain mereka. Ini juga yang menjadi pendapat faqih dan mufassir kontemporer, Syaikh Wahbah Az-Zuhaili, sebagaimana beliau kemukakan dalam Tafsirnya.
Dari penjelasan di atas, cukup jelas bagi kita bahwa ayat ini merupakan peringatan kepada orang-orang beriman, orang-orang yang tidak suka bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala, bahwa yang mereka lakukan tidak cukup untuk menyelamatkan diri mereka dari bencana, jika mereka tetap membiarkan kemaksiatan dan kemungkaran merajalela di sekitar mereka.
Jika ada yang menyatakan bahwa Allah ta’ala berfirman: وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى (Dan seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain) (Disebutkan beberapa kali dalam al-Qur’an, yaitu pada: QS. Al-An’aam [6]: 164; QS. Al-Israa’ [17]: 15; QS. Faathir [35]: 18; dan QS. Az-Zumar [39]: 7), كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ (Tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya) (QS. Al-Muddatstsir [74]: 38), dan لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ (Baginya pahala atas (kebaikan) yang dilakukannya, dan untuknya siksa karena (kejahatan) yang dilakukannya) (QS. Al-Baqarah [2]: 286), dan ini berarti seseorang tidak akan memikul dosa orang lain, seseorang hanya akan disiksa akibat perbuatan dosanya sendiri. Maka, menurut Imam Al-Qurthubi dalam kitab Tafsirnya, jawabannya adalah bahwa seseorang yang melihat kemungkaran merajalela, ia wajib mengubahnya, dan yang berdiam diri terhadap kemungkaran tersebut juga terkategori orang yang bermaksiat. Ia berdosa karena ridha terhadap kemaksiatan yang ada disekitarnya.
Kewajiban mengubah kemungkaran ini juga telah dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam salah satu hadits shahih:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ
Artinya: “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah ia dengan tangan, jika tidak mampu, maka ubahlah dengan lisan, jika tidak mampu, maka dengan hati (dengan menunjukkan ketidak ridhaan terhadap kemungkaran tersebut), dan itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim [78], Ahmad, Ibnu Majah, dan lainnya)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
مَثَلُ القَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالوَاقِعِ فِيهَا، كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ، فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا، فَكَانَ الَّذِينَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ المَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ، فَقَالُوا: لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا، فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا، وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا، وَنَجَوْا جَمِيعًا
Artinya: “Perumpamaan orang yang komitmen terhadap ketentuan-ketentuan Allah dan orang yang melanggarnya adalah seperti sekelompok orang yang menumpangi sebuah kapal. Sebagian mereka berada di bagian atas, dan sebagian yang lain berada di bagian bawah. Jika orang-orang yang di bawah ingin mengambil air, mereka harus melewati orang-orang yang di atas mereka. Lalu mereka berkata: ‘Seandainya kita lubangi saja (kapal ini) pada bagian kita, kita tentu tidak akan menyusahkan orang-orang yang di atas kita’. Jika hal tersebut dibiarkan oleh orang-orang yang di atas, padahal mereka tidak menghendakinya, niscaya binasalah mereka semua, dan jika mereka mencegahnya, maka selamatlah semuanya.” (HR. Al-Bukhari [2493] Ahmad, At-Tirmidzi, dan lainnya)
Hadits di atas menunjukkan pentingnya aktivitas al-amr bil ma’ruf dan an-nahy ‘anil munkar, jika umat Islam senantiasa melaksanakan aktivitas ini, niscaya umat ini akan selamat, dan sebaliknya jika tidak dilakukan, umat ini akan binasa secara keseluruhan, baik pelaku maksiat secara langsung maupun yang ridha dan membiarkan aktivitas mereka.
Allah bahkan mengancam orang-orang yang tidak melakukan aktivitas amar ma’ruf nahi munkar melalui lisan Rasul-Nya sebagai berikut:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ المُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ
Artinya: “Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian harus memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, atau Allah akan menimpakan hukuman atas kalian (karena meninggalkan aktivitas amar ma’ruf nahi mungkar), kemudian kalian berdoa kepada-Nya dan tidak dikabulkan-Nya.” (HR. At-Tirmidzi [2169]. At-Tirmidzi berkata: ‘Hadits ini hasan’. Diriwayatkan juga oleh Ahmad, Ath-Thabarani, al-Baihaqi, dan yang lainnya)
================
Kewajiban mengubah kemungkaran ini juga telah dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam salah satu hadits shahih:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ
Artinya: “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah ia dengan tangan, jika tidak mampu, maka ubahlah dengan lisan, jika tidak mampu, maka dengan hati (dengan menunjukkan ketidak ridhaan terhadap kemungkaran tersebut), dan itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim [78], Ahmad, Ibnu Majah, dan lainnya)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
مَثَلُ القَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالوَاقِعِ فِيهَا، كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ، فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا، فَكَانَ الَّذِينَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ المَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ، فَقَالُوا: لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا، فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا، وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا، وَنَجَوْا جَمِيعًا
Artinya: “Perumpamaan orang yang komitmen terhadap ketentuan-ketentuan Allah dan orang yang melanggarnya adalah seperti sekelompok orang yang menumpangi sebuah kapal. Sebagian mereka berada di bagian atas, dan sebagian yang lain berada di bagian bawah. Jika orang-orang yang di bawah ingin mengambil air, mereka harus melewati orang-orang yang di atas mereka. Lalu mereka berkata: ‘Seandainya kita lubangi saja (kapal ini) pada bagian kita, kita tentu tidak akan menyusahkan orang-orang yang di atas kita’. Jika hal tersebut dibiarkan oleh orang-orang yang di atas, padahal mereka tidak menghendakinya, niscaya binasalah mereka semua, dan jika mereka mencegahnya, maka selamatlah semuanya.” (HR. Al-Bukhari [2493] Ahmad, At-Tirmidzi, dan lainnya)
Hadits di atas menunjukkan pentingnya aktivitas al-amr bil ma’ruf dan an-nahy ‘anil munkar, jika umat Islam senantiasa melaksanakan aktivitas ini, niscaya umat ini akan selamat, dan sebaliknya jika tidak dilakukan, umat ini akan binasa secara keseluruhan, baik pelaku maksiat secara langsung maupun yang ridha dan membiarkan aktivitas mereka.
Allah bahkan mengancam orang-orang yang tidak melakukan aktivitas amar ma’ruf nahi munkar melalui lisan Rasul-Nya sebagai berikut:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ المُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلَا يُسْتَجَابُ لَكُمْ
Artinya: “Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian harus memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, atau Allah akan menimpakan hukuman atas kalian (karena meninggalkan aktivitas amar ma’ruf nahi mungkar), kemudian kalian berdoa kepada-Nya dan tidak dikabulkan-Nya.” (HR. At-Tirmidzi [2169]. At-Tirmidzi berkata: ‘Hadits ini hasan’. Diriwayatkan juga oleh Ahmad, Ath-Thabarani, al-Baihaqi, dan yang lainnya)
================
RENCANA ALLAH ADALAH YANG TERBAIK
• Saat yang terencana tak kunjung tumbuh meski hingga lelah…
• Justru yang tak terpikir tumbuh tak terduga lebih indah…
• Itulah rencana Allah…
• Itulah coretan pena yang tertulis dalam sebuah kitab disisiNya…
• 500 abad (50.000 tahun) sebelum Ia menciptakan langit dan bumi…
كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
“Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim 2653)
Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhuma berkata :
من اتكل على حسن اختيار الله له، لم يتمن شيئا. وهذا حد الوقوف على الرضى بما تصرف به القضاء
“Barangsiapa yang bersandar kepada baiknya pilihan Allah untuknya maka dia tidak akan mengangan-angankan sesuatu selain keadaan yang Allah pilihkan untuknya. Inilah batasan sikap selalu ridha terhadap semua ketentuan takdir dalam semua keadaan yang Allah berlakukan bagi hambaNya.” (Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/262)
Jika engkau merasa berat ingatlah bahwasanya dibalik rencana Allah tersimpan banyak kebaikan bagimu..
فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلُ اللهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
“Karena barangkali kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Qs. An Nissa 19)
• Yakinlah dengan apa yang Allah pilihkan dalam takdirmu, bahwa itulah yang terbaik…
• Karena sesuatu yang engkau inginkan belum tentu akan menjadi kebaikan dalam hidupmu…
• Tapi apa yang Allah pilihkan, pasti merupakan kebaikan bagimu…
وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
“Allah yang mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah 216)
__________________________
Penyusun | Abdullah bin Suyitno (عبدالله بن صيتن)
Disusun | 18 Jumadal Akhirah 1437 H / 28 Maret 2016
• Saat yang terencana tak kunjung tumbuh meski hingga lelah…
• Justru yang tak terpikir tumbuh tak terduga lebih indah…
• Itulah rencana Allah…
• Itulah coretan pena yang tertulis dalam sebuah kitab disisiNya…
• 500 abad (50.000 tahun) sebelum Ia menciptakan langit dan bumi…
كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
“Allah telah menetapkan takdir untuk setiap makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim 2653)
Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhuma berkata :
من اتكل على حسن اختيار الله له، لم يتمن شيئا. وهذا حد الوقوف على الرضى بما تصرف به القضاء
“Barangsiapa yang bersandar kepada baiknya pilihan Allah untuknya maka dia tidak akan mengangan-angankan sesuatu selain keadaan yang Allah pilihkan untuknya. Inilah batasan sikap selalu ridha terhadap semua ketentuan takdir dalam semua keadaan yang Allah berlakukan bagi hambaNya.” (Siyaru A’laamin Nubalaa’ 3/262)
Jika engkau merasa berat ingatlah bahwasanya dibalik rencana Allah tersimpan banyak kebaikan bagimu..
فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلُ اللهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
“Karena barangkali kalian tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Qs. An Nissa 19)
• Yakinlah dengan apa yang Allah pilihkan dalam takdirmu, bahwa itulah yang terbaik…
• Karena sesuatu yang engkau inginkan belum tentu akan menjadi kebaikan dalam hidupmu…
• Tapi apa yang Allah pilihkan, pasti merupakan kebaikan bagimu…
وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
“Allah yang mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah 216)
__________________________
Penyusun | Abdullah bin Suyitno (عبدالله بن صيتن)
Disusun | 18 Jumadal Akhirah 1437 H / 28 Maret 2016
SATGAS PANDEMI KERAJAAN BLAMBANGAN
Dulu di abad ke-15, terjadi pandemi di kerajaan Blambangan, Mojokerto Jatim. Ratusan penduduk sakit, termasuk putri Prabu Menak Sembuyu yg bernama Dewi Sekardadu. Semua tabib dikerahkan utk temukan obatnya, tapi hasilnya nihil. Ini gawat darurat.
Tiba2 seorang prajurit melaporkan ada tabib yg sdh menyembuhkan banyak penduduk. Patih Blambangan segera meluncur ke TKP. Ketemu. Ternyata bukan orang Jawa. Badannya tinggi besar. Wajahnya seperti saudagar2 dari Arab yg banyak berbisnis di pelabuhan Gresik Majapahit. Namanya Maulana Ishaq.
Prabu Menak Sembuyu pun mengangkat Maulana Ishaq jadi Ketua Satgas Pandemi. Singkat cerita pandemi berhasil diatasi. Maulana Ishaq pun dinikahkan dengan Dewi Sekardadu. Ini menantu idaman: pinter, ganteng, soleh pula. Begitu mungkin pikir sang Raja.
Ternyata Maulana Ishaq bukan cuma tabib. Dia juga ulama. Dia putra Sayyid Husein Jamaludin Akbar alias Syekh Jumadil Kubro; keturunan Rasulullah generasi ke-19 dari garis allawiyyin. Islam pun mulai berkembang di Blambangan.
Ternyata beberapa pejabat Blambangan tdk suka dg Maulana Ishaq. Mereka menghasut raja agar mengusirnya. Raja kemakan omongan itu. Maulana Ishaq pun keluar dari istana meninggalkan istrinya yg lg hamil, pindah dakwah ke Tuban, dan pindah lagi ke Aceh.
Di tahun itu juga, tahun 1422 Dewi Sekardadu melahirkan anak. Dikasih nama Raden Paku. Lagi2, komplotan pendengki istana menghasut raja. Raden Paku itu anaknya Maulana Ishaq. Bahaya buat kerajaan. Dan Raden Paku yg msh bayi itu dibuang, dihanyutkan ke laut.
Gimana nasib bayi kecil Raden Paku? Baca kisah lengkapnya di buku Menebar Cahaya di Negeri Sekeping Surga yang diterbitkan @bukurepublika, pesan ke wa.me/62895386894755
Dulu di abad ke-15, terjadi pandemi di kerajaan Blambangan, Mojokerto Jatim. Ratusan penduduk sakit, termasuk putri Prabu Menak Sembuyu yg bernama Dewi Sekardadu. Semua tabib dikerahkan utk temukan obatnya, tapi hasilnya nihil. Ini gawat darurat.
Tiba2 seorang prajurit melaporkan ada tabib yg sdh menyembuhkan banyak penduduk. Patih Blambangan segera meluncur ke TKP. Ketemu. Ternyata bukan orang Jawa. Badannya tinggi besar. Wajahnya seperti saudagar2 dari Arab yg banyak berbisnis di pelabuhan Gresik Majapahit. Namanya Maulana Ishaq.
Prabu Menak Sembuyu pun mengangkat Maulana Ishaq jadi Ketua Satgas Pandemi. Singkat cerita pandemi berhasil diatasi. Maulana Ishaq pun dinikahkan dengan Dewi Sekardadu. Ini menantu idaman: pinter, ganteng, soleh pula. Begitu mungkin pikir sang Raja.
Ternyata Maulana Ishaq bukan cuma tabib. Dia juga ulama. Dia putra Sayyid Husein Jamaludin Akbar alias Syekh Jumadil Kubro; keturunan Rasulullah generasi ke-19 dari garis allawiyyin. Islam pun mulai berkembang di Blambangan.
Ternyata beberapa pejabat Blambangan tdk suka dg Maulana Ishaq. Mereka menghasut raja agar mengusirnya. Raja kemakan omongan itu. Maulana Ishaq pun keluar dari istana meninggalkan istrinya yg lg hamil, pindah dakwah ke Tuban, dan pindah lagi ke Aceh.
Di tahun itu juga, tahun 1422 Dewi Sekardadu melahirkan anak. Dikasih nama Raden Paku. Lagi2, komplotan pendengki istana menghasut raja. Raden Paku itu anaknya Maulana Ishaq. Bahaya buat kerajaan. Dan Raden Paku yg msh bayi itu dibuang, dihanyutkan ke laut.
Gimana nasib bayi kecil Raden Paku? Baca kisah lengkapnya di buku Menebar Cahaya di Negeri Sekeping Surga yang diterbitkan @bukurepublika, pesan ke wa.me/62895386894755
WhatsApp.com
Share on WhatsApp
WhatsApp Messenger: More than 2 billion people
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
in over 180 countries use WhatsApp to stay in touch with friends and
family, whenever and wherever. WhatsApp is free and offers simple, secure,
reliable messaging and calling, available…
*Kode Etik Ngonten di dunia Sosmed*
Selalu pertimbangkan 3 hal ini agar kita panen pahala bukan dosa saat ngonten:
1. Kontennya benar. Kontennya valid dan sesuai syariat Islam. Bukan berisi fitnah, umpatan, celaan, hinaan baik kepada personal maupun institusi atau lembaga. Jika terdapat kata yang tak layak, walau satu kata, disarankan untuk tidak disiarkan, diposting di sosmed.
2. Niatnya harus benar. Niatkan dalam ngonten adalah wajhullah (wajah Allah, maksudnya ikhlas karena Allah). Jangan untuk tujuan nyari subscriber, dan tujuan-tujuan dunia lainnya.
3. Pastikan efek konten kita baik, ada atau bahkan banyak mashlahatnya. Membuahkan kebenaran, tersebar kebaikan, membimbing pada kebaikan. Namun apabila efek buruknya lebih besar dari efek baiknya, maka janganlah diposting atau disebarkan. Lebih baik cari konten lain yang mashlahatnya besar.
Semoga memberi inspirasi untuk selalu berbuat kebaikan, di mana pahala kebaikan amat kita dibutuhkan di saat tiada lagi penolong kecuali amal kita, sekecil apapun amal itu.
*Sekolah Konselor Keluarga*
Selalu pertimbangkan 3 hal ini agar kita panen pahala bukan dosa saat ngonten:
1. Kontennya benar. Kontennya valid dan sesuai syariat Islam. Bukan berisi fitnah, umpatan, celaan, hinaan baik kepada personal maupun institusi atau lembaga. Jika terdapat kata yang tak layak, walau satu kata, disarankan untuk tidak disiarkan, diposting di sosmed.
2. Niatnya harus benar. Niatkan dalam ngonten adalah wajhullah (wajah Allah, maksudnya ikhlas karena Allah). Jangan untuk tujuan nyari subscriber, dan tujuan-tujuan dunia lainnya.
3. Pastikan efek konten kita baik, ada atau bahkan banyak mashlahatnya. Membuahkan kebenaran, tersebar kebaikan, membimbing pada kebaikan. Namun apabila efek buruknya lebih besar dari efek baiknya, maka janganlah diposting atau disebarkan. Lebih baik cari konten lain yang mashlahatnya besar.
Semoga memberi inspirasi untuk selalu berbuat kebaikan, di mana pahala kebaikan amat kita dibutuhkan di saat tiada lagi penolong kecuali amal kita, sekecil apapun amal itu.
*Sekolah Konselor Keluarga*
*REFLEKSI 2022-2023*
*_Tak terasa ternyata hari sudah petang._*
*_Tak terasa tiba-tiba sudah seminggu berlalu_*
*_Tak terasa pula waktu yang menghampiri kita telah berjalan sekian tahun._*
*_Sungguh tak terasa, tiba-tiba._*
*_Semua terasa cepat berlalu._*
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ، وَيَكُونَ الشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ، وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ، وَيَكُونَ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ، وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعَفَةِ
*_Tidak akan terjadi hari kiamat hingga zaman berdekatan (waktu terasa singkat), setahun bagaikan sebulan, Sebulan bagaikan sepekan, sepekan bagaikan sehari, sehari bagaikan sejam dan sejam bagaikan terbakarnya pelepah pohon kurma._* (HR. Ahmad, shahih oleh al-Albani dalam al-Jaami’ ash Shaghiir, 7299)
Wahai saudaraku dan wahai saudariku, kita menyaksikan bagaimana siang dan malam berlalu begitu cepat di tahun ini. Bahkan kita menyaksikan bagaimana umur kita juga berlalu begitu cepat. Ketahuilah, umur kita yang tersisa juga akan berlalu begitu cepat sebagaimana yang telah berlalu.
Setiap hari manusia bekerja keras di kehidupan dunia ini sampai ajal yang telah ditentukan datang. Ajal yang telah ditetapkan sebelum ia sempurna di perut ibunya.
Di kehidupan dunia ini, manusia pasti akan lelah dan capek. Setiap hari yang berlalu mengantarkan kita kepada dekatnya kematian dan negeri akhirat serta menjauhnya kita dari negeri dunia.
Setiap hari yang berlalu menjadikan umur kita berkurang dan negeri akhirat semakin dekat.
Hasan al Bashri rahimahullah berkata:
*_Wahai Ibnu Adam, engkau adalah kumpulan hari. Apabila 1 hari berlalu, maka berkuranglah jatah harimu_*.
Ibnu Hajar Al-Asqolani rahimahullahu Ta'ala berkata :
فإنا نجد من سرعة مر الأيام ما لم نكن نجده في العصر الذي قبل عصرنا هذا، وإن لم يكن هناك عيش مستلذ ؛ والحق أن المراد نزع البركة من كل شيء ، حتى من الزمان ، وذلك من علامات قرب الساعة
*_Sungguh kita telah mendapati cepatnya hari-hari yang telah berlalu dan ini tidak kita jumpai pada masa sebelum zaman kita sekarang ini. Walaupun di masa itu tidak ada kehidupan yang terasa lezat. Dan yang benar bahwa maksud dari semua hal itu adalah dicabutnya barokah dari segala sesuatu hingga perihal masa sekalipun. Dan itu merupakan tanda dekatnya hari kiamat._* (Fathul Bari 13/19)
Kita tahu bahwa Ibnu Hajar Al Asqolany hidup jauh sebelum hari ini (773 H/1372 M – 852 H/1449 M), namun sudah mengatakan demikian, apatah zaman ini, pasti lebih berkurang lagi keberkahannya.
Maka sungguh merugi, jika kita tidak mensegerakan dan memperbanyak amal dalam kondisi ini.
Benarlah perkataan Ibnul Qayyim rahimahullahu ta'ala, agar kita tidak merugi tentang waktu yang amat cepat berlalu, beliau rahimahullahu ta'ala berkata:
*_Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi dan penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung). Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak. Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya._* (Kitab Al Jawabul Kafi, 109)
Aun bin ‘Abdillah rahimahullah berkata :
*_Sikapilah bahwa besok adalah ajalmu. Karena begitu banyak orang yang ingin menemui hari besok, ia malah tidak bisa menyempurnakannya. Begitu banyak orang yang berangan-angan panjang umur, ia malah tidak bisa menemui hari esok. Seharusnya ketika engkau mengingat kematian, engkau akan benci terhadap sikap panjang angan-angan._*
Beliau juga berkata :
*_Tak terasa ternyata hari sudah petang._*
*_Tak terasa tiba-tiba sudah seminggu berlalu_*
*_Tak terasa pula waktu yang menghampiri kita telah berjalan sekian tahun._*
*_Sungguh tak terasa, tiba-tiba._*
*_Semua terasa cepat berlalu._*
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ، وَيَكُونَ الشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ، وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ، وَيَكُونَ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ، وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعَفَةِ
*_Tidak akan terjadi hari kiamat hingga zaman berdekatan (waktu terasa singkat), setahun bagaikan sebulan, Sebulan bagaikan sepekan, sepekan bagaikan sehari, sehari bagaikan sejam dan sejam bagaikan terbakarnya pelepah pohon kurma._* (HR. Ahmad, shahih oleh al-Albani dalam al-Jaami’ ash Shaghiir, 7299)
Wahai saudaraku dan wahai saudariku, kita menyaksikan bagaimana siang dan malam berlalu begitu cepat di tahun ini. Bahkan kita menyaksikan bagaimana umur kita juga berlalu begitu cepat. Ketahuilah, umur kita yang tersisa juga akan berlalu begitu cepat sebagaimana yang telah berlalu.
Setiap hari manusia bekerja keras di kehidupan dunia ini sampai ajal yang telah ditentukan datang. Ajal yang telah ditetapkan sebelum ia sempurna di perut ibunya.
Di kehidupan dunia ini, manusia pasti akan lelah dan capek. Setiap hari yang berlalu mengantarkan kita kepada dekatnya kematian dan negeri akhirat serta menjauhnya kita dari negeri dunia.
Setiap hari yang berlalu menjadikan umur kita berkurang dan negeri akhirat semakin dekat.
Hasan al Bashri rahimahullah berkata:
*_Wahai Ibnu Adam, engkau adalah kumpulan hari. Apabila 1 hari berlalu, maka berkuranglah jatah harimu_*.
Ibnu Hajar Al-Asqolani rahimahullahu Ta'ala berkata :
فإنا نجد من سرعة مر الأيام ما لم نكن نجده في العصر الذي قبل عصرنا هذا، وإن لم يكن هناك عيش مستلذ ؛ والحق أن المراد نزع البركة من كل شيء ، حتى من الزمان ، وذلك من علامات قرب الساعة
*_Sungguh kita telah mendapati cepatnya hari-hari yang telah berlalu dan ini tidak kita jumpai pada masa sebelum zaman kita sekarang ini. Walaupun di masa itu tidak ada kehidupan yang terasa lezat. Dan yang benar bahwa maksud dari semua hal itu adalah dicabutnya barokah dari segala sesuatu hingga perihal masa sekalipun. Dan itu merupakan tanda dekatnya hari kiamat._* (Fathul Bari 13/19)
Kita tahu bahwa Ibnu Hajar Al Asqolany hidup jauh sebelum hari ini (773 H/1372 M – 852 H/1449 M), namun sudah mengatakan demikian, apatah zaman ini, pasti lebih berkurang lagi keberkahannya.
Maka sungguh merugi, jika kita tidak mensegerakan dan memperbanyak amal dalam kondisi ini.
Benarlah perkataan Ibnul Qayyim rahimahullahu ta'ala, agar kita tidak merugi tentang waktu yang amat cepat berlalu, beliau rahimahullahu ta'ala berkata:
*_Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi dan penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung). Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak. Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya._* (Kitab Al Jawabul Kafi, 109)
Aun bin ‘Abdillah rahimahullah berkata :
*_Sikapilah bahwa besok adalah ajalmu. Karena begitu banyak orang yang ingin menemui hari besok, ia malah tidak bisa menyempurnakannya. Begitu banyak orang yang berangan-angan panjang umur, ia malah tidak bisa menemui hari esok. Seharusnya ketika engkau mengingat kematian, engkau akan benci terhadap sikap panjang angan-angan._*
Beliau juga berkata :