BERILMU DENGAN BUKU
63 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
534 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
Mengapa Politik Sekuler Menang di Dunia?
Oleh: Dr. Adian Husaini (Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia)

Hiruk pikuk beberapa pemilu legislatif di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menyisakan satu pertanyaan: ”Mengapa partai-partai berasas Islam suaranya lebih sedikit dibanding partai-partai yang tidak berasas Islam? Ada yang bertanya: ”Mengapa partai Islam kalah? Mengapa partai sekuler menang dan lebih diminati masyarakat Indonesia?

Mengapa itu terjadi? Terlepas dari pro-kontra soal mekanisme pemilu itu sendiri, kita perlu memahami, bahwa saat ini umat Islam – sebagaimana umat manusia lainnya di seluruh dunia – hidup dalam satu dunia yang dihegemoni oleh peradaban Barat yang mengusung nilai-nilai liberal sekular. Peradaban Barat adalah peradaban materialisme yang mengagungkan empat hal, yaitu: kekayaan (wealth), kekuasaan (power), kecantikan (beauty) dan popularitas (popularity). Empat hal itulah yang ’didewakan’.

Di dunia semacam itu, faktor kuasa, kecantikan, dan popularitas sangat penting untuk meraih kuasa. Kolaborasi artis-pejabat-penguasa semakin sering kita lihat. Bahkan, kita melihat, bagaimana kuatnya hegemoni artis dalam kehidupan masyarakat. Siapa yang mempunyai kecantikan, menjadi modal penting untuk meraih popularitas dan juga kekayaan dan kekuasaan.

Peradaban semacam ini memang tidak menjadikan iman dan akhlak sebagai nilai acuan. Baik buruk dan martabat seseorang tidak lagi ditentukan oleh ketinggian akhlaknya, tetapi oleh kekayaan, kekuasaan, kecantikan, dan popularitasnya.

Karena itulah, bagi politisi-politisi Muslim tentu saja tidak mudah bersaing dengan orang-orang yang sudah popular. Jadilah politisi Muslim tergantung kepada yang lain, sehingga untuk mengajukan calon presiden sendiri saja kurang percaya diri.

Karena melihat politik sebagai sekedar alat untuk meraih kekuasaan, maka politik semacam itu bisa menghalalkan segala cara. Yang penting dapat kuasa atau mempertahankan kuasa. Tidak peduli apakah kuasa itu didapat dengan cara yang baik atau tidak. Inilah yang disebut politik sekular, yakni politik yang sama sekali membuang pertimbangan aspek ilahiyah dan ukhrawiyah.

Itulah politik bebas nilai. Politik sekular. Secara sistematis, politik sekular ini diteorikan oleh Niccolo Machiavelli. Politik dibebaskan dari nilai-nilai moral dan agama. Dalam sejarah pemikiran politik, nama Machiavelli memang monumental. Oleh para pemikir di Barat kemudian, karya Machiaveli, The Prince, dianggap memiliki nilai yang tinggi yang memiliki pengaruh besar dalam social politik umat manusia. Sebuah buku berjudul “World Masterpieces” yang diterbitkan oleh WW Norton&Company, New York, tahun 1974 (cetakan kelima) menempatkan karya Machiaveli ini sebagai salah satu karya besar dalam sejarah umat manusia yang muncul di zaman renaissance.

Perjalanan hidup Machiavelli sendiri cukup menyedihkan. Ia pernah ditahan dan disiksa. Ia dituduh melawan pemerintah Italia sekitar tahun 1495. Ia menulis The Prince pada umur 44 tahun, dan baru dipublikasikan tahun 1532, lima tahun setelah kematiannya. Machiavelli dianggap sebagai salah satu pemikir yang mengajak penguasa untuk berpikir praktis demi mempertahankan kekuasaannya, dan melepaskan nilai-nilai moral yang justru dapat menjatuhkan kekuasannya. Karena itu, banyak yang memberikan predikat sebagai “amoral”. Tujuan utama dari suatu pemerintahan adalah “survival” (mempertahankan kekuasaan).

Politik semacam itu melampaui nilai-nilai moral keagamaan. Dengan membuang faktor “baik dan buruk” dalam kancah politik, Machiavelli membuat saran, bahwa seorang penguasa boleh menggunakan cara apa saja untuk menyelamatkan negara. Penguasa-penguasa yang sukses, kata dia, selalu bertentangan dengan pertimbangan moral dan keagamaan.

Maka, kata Machiavelli lagi, “Jika situasi menjamin, penguasa dapat melanggar perjanjian dengan negara lain, dan melakukan kekejaman dan teror.
Ditulis dalam The Prince: “It is necessary for a prince, who wishes to maintain himself, to learn how not to be good, and to use this knowledge or not use it, according to the necessity of the case.” Yang terpenting dari pemikiran Machiavelli, adalah ia telah mengangkat persoalan politik dari aspek moral dan ketuhanan.

Sejarawan Marvin Perry, mencatat dalam bukunya, Western Civilization: A Brief History, (New York: Houghton Mifflin Company, 1997), bahwa nilai penting dari pemikiran Machiaveli adalah usahanya melepaskan pemikiran politik dari kerangka agama dan meletakkan politik semata-mata urusan ilmuwan politik. “In secularizing and rationalizing political philosophy, he initiated a trend of thought that we recognized as distinctly modern,” tulis Perry. Jadi, sumbangan terbesar Machiavelli adalah menghilangkan faktor agama dalam politik, dengan memandang masalah politik dan negara, semata-mata sebagai faktor saintifik yang rasional. Inilah yang dipandang sebagai politik modern.

Politik sekular ala Machiavelli itu tentulah tidak sesuai dengan Islam. Islam memandang semua aktivitas manusia, termasuk politik, adalah bagian dari ibadah, dan sudah diatur dalam Islam. Banyak ulama Islam telah menulis kitab-kitab bermutu tinggi tentang politik, seperti al-Mawardi yang menulis al-Ahkam al-Sulthaniyah dan Syaikhul Islam Ibn Taimiyah yang menulis al-Siyasah Syar’iyyah fil Islam. Seharusnya, dalam berpolitik, umat Islam juga merujuk kepada ajaran Islam itu sendiri. Pada intinya, politik harus dilakukan sebagai satu bentuk ibadah, dan bukan sekedar seni untuk meraih kekuasaan.

Tradisi politik sekular tidak dikenal dalam ajaran Islam. Sekularisme di Eropa dipicu oleh trauma sistem teokrasi yang menindas rakyat. Fenomena ini tidak terjadi dalam dunia Islam. Kaum Muslim selalu melihat politik sebagai bagian dari agama. Politik adalah ibadah. Tujuan utama politik adalah untuk menyebarkan kebenaran, dan menjaga agama melalui kekuasaan. Karena tujuannya mulia, maka cara yang digunakan pun harus mulia pula. Tujuan tidak menghalalkan segala cara.

Islam tidak mengenal sistem teokrasi dan tradisi politik sekular. Bernard Lewis, professor di Princeton University mengakui, bahwa kaum Muslim memang tidak mengembangkan tradisi sekular dalam sejarah mereka. Bahkan, kaum Muslim akan selalu menentang keras tradisi sekular tersebut. Ini berbeda dengan tradisi Kristen di Barat. “From the beginning, Christians were taught both by precept and practice to distinguish between God and Caesar and between the different duties owed to each of the two. Muslims received no such instruction,” tulis Lewis dalam bukunya, What Went Wrong? Western Impact and Middle Eastern Response, (London: Phoenix, 2002).

Jadi, sejatinya, politik sekular dan liberal, apalagi politik ‘machiavellis’ harusnya tidak dikenal dalam tradisi Islam dan juga di Indonesia yang berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Politik semacam ini bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Tetapi, pada akhirnya, kita tidak bisa menuding ke luar. Para politisi Muslim itulah yang harus membuktikan, dengan pikiran, kerja, dan keteladanan, bahwa politik Islam adalah politik terbaik. Bahwa politik benar-benar bertujuan untuk ibadah dan bukan refleksi dari syahwat mencintai dunia (hubbud-dunya). Wallaahu A’lam bish-shawab.
*Kelebihan Mutan S*

*Mutan S* Adalah gold serum aktivate tanpa toksid yang terhebat ditemui di abad ini.
Digunakan sejak ribuan tahun lalu untuk kecantikan wajah.

Bukti ia serum adalah *Mutan S* dengan izin Allah islah pembaikan kulit yang rosak dengan cepat.

Kelebihan lain *Mutan S* adalah:
1. Melakukan detox dan penyerapan menjadi bagus dan tenaga mulai terasa
2. Rawatan kulit
3. Menumbuhkan rambut
4. Sakit sendi dan radang
5. Demam dan alergik
6. Sinusitis
7. Bayi demam
8. Tidur berkualiti
9. Serum kecantikan wajah
9. Sel sel muda akan regenerasi terus

Pemesanan, lagsung hubungi kami di sini:
wa.me/62895386894755
*UCAPAN TAKZIYAH DARI NABI*


اصْبِرْ وَاحْتَسِبْ لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى
*_Bersabar dan berharaplah pahala dari Allah. Milik Allahlah semua yang Dia ambil dan Dia berikan. Dan semuanya itu ada batas waktunya._* (HR. Bukhari Muslim)

Jika orang yang ditimpa musibah mendengar ungkapan ini, ia akan lebih tenang.

_Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin_
DOA PENJAGAAN

Diantara do’a yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sering baca yaitu dalam memohon penjagaan dari Allah pada seluruh sisi kehidupan :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu ‘afiat (keselamatan dari segala keburukan) di dunia dan di akhirat.”

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي

“Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu pemaafan dan ‘afiat pada agamaku dan kehidupan duniaku, keluarga, dan hartaku.”

اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي

“Ya Allah tutuplah aurat-auratku, berikan rasa aman padaku.”

اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

“Ya Allah jagalah aku dari arah depan, belakang, kanan, kiri, dari atas, dan aku berlindung pada keagunganMu agar aku tidak tersambar dari bagian bawahku.”

HR. Abu Daud 5074, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud
DOA MENURUT IMAM SYAFII


Imam Syafi’i rahimahullah berkata :

أَتَهْزَأُ بِالدُّعَاءِ وَتَزْدَرِيه؟ وَمَا تَدْرِي بِمَا صَنَعَ الدُّعَاءُ ,سِهَامُ اللَّيلِ لا تُخْطِي . وَلَكِنْ لَهَا أَمَدٌ وَلِلْأَمَدِ انْقِضَاءُ

“Apakah engkau mengejek dan meremehkan doa? Engkau tidak tahu apa yang bisa dilakukan oleh doa, (Doa ibarat) anak panah yang dilepaskan di malam hari, tidak akan meleset. Akan tetapi anak panah tersebut ada waktunya (yang dibutuhkan) untuk mengenai (sasaran), dan setiap waktu pasti ada akhirnya.” (Diwan Imam Syafi’i)
*UCAPAN TAKZIYAH TERBAIK*


Ungkapan takziyah ini adalah ucapan takziyah (shiighoh) terbaik. Jauh lebih baik dariapda ucapan:
أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَ أَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ
*_Semoga Allah memberimu pahala yang besar, menghapus kesedihanmu dan mengampuni dosanya_*.

Sebagian ulama ada yang menggunakan ungkapan ini. Tapi ungkapan yang dipilih Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah:
اصْبِرْ وَاحْتَسِبْ لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى
*_Bersabarlah dan berharaplah pahala dari Allah. Milik Allahlah semua yang Dia ambil dan Dia berikan. Dan semuanya itu ada batas waktunya_*. (HR. Bukhari Muslim)

Jika orang yang ditimpa musibah mendengar ungkapan ini, ia akan lebih tenang.

_Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin_
*MENDIDIK ANAK DENGAN ISLAM SEJAK DINI*


• Sudah 1 bulan anakku tidak mau sekolah..
• Anakku lebih suka main game dari pada belajar..
• Kenapa anakku enggan belajar AlQuran dan shalat..
• Anakku enggan berhijab..
• Anak SD memukul temannya hingga terluka..
• Pelecehan seksual sesama anak SD..

Kenapa demikian terjadi?
Faktor mendidik dari orang tua sangatlah penting. Dan berpengaruh besar dalam faktor penyebab anak menjadi demikian nakal.

Orang tua ataupun wali dari anak hendaknya sudah mengajarkan sejak dini hal-hal yang diperlukan anak ketika ia baligh nanti.

Hendaklah anak sudah diajarkan akidah yang benar mengenai keimanan kepada Allah, Malaikat, Al-Qur’an, Rasul dan hari akhir.

Begitu pula hendaknya anak diajarkan ibadah yang benar. Sejak kecil anak semestinya diarahkan untuk mengerti shalat, puasa, thoharoh (bersuci) dan semacamnya. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah 13: 11)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ

“Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Pukul mereka jika tidak mengerjakannya ketika mereka berumur 10 tahun. Pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka.” (HR. Abu Daud 495) shahih.

Hendaklah anak juga diperkenalkan haramnya zina dan liwath. Juga diterangkan mengenai haramnya mencuri, meminum khomr (miras). Haramnya dusta, ghibah dan maksiat semacam itu.

Sebagaimana pula diajarkan bahwa jika sudah baligh (dewasa), maka sang anak akan dibebankan berbagai kewajiban. Dan diajarkan pula pada anak kapan ia disebut baligh. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah 13: 11)

Begitu pula Rasul saat mengajarkan adab makan yang benar pada anak. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah (bacalah bismillah) ketika makan. Dan makanlah dengan tangan kananmu. Serta makanlah (dimulai dari) yang ada di dekatmu.” (HR. Bukhari 5376)

Al-Ummu madrosatul uula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq. (Ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya, bila Engkau mempersiapkanya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik)

___________________________

Ingatlah Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Qs. Ar-Ra’d 11)

Maka hendaklah perubahan jika engkau menginginkan kebaikan, maka mulailah dari diri sendiri, dan janganlah engkau terlalu berharap untuk bisa memberikan didikan kebaikan bagi anakmu jika engkau sendiri enggan melakukan kebaikan yang engkau berikan tersebut.

Seperti seorang ibu yang ingin anaknya menjadi seorang muslim/muslimah yang baik yang kelak bisa mendoakannya, tapi sayang dirinya sendiri enggan untuk mempelajari tentang syari’at Allah dan RasulNya shalallahu alaihi wasallam, baik dimana perintahnya maupun larangannya. Berhijab pun masih meremehkan dan belum memahami hukumnya, maka hal seperti ini hendaklah dikoreksi, karena Allah telah menjelaskan dengan tegas dalam firmannya. Bahwa Allah tidak akan mengubah keadaanya hingga dia merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.

Wallahu a’lam.
Semoga Allah mudahkan kita dalam kebaikan.
BANYAK BERDOA DI MASA-MASA KEHAMILAN - HINDARI MAKSIAT

Janin yang ada dikandungan sudah ditentukan takdirnya. Kita tidak bisa mengubahnya dengan membacakan Al-Quran di perutnya.

*_Sudah tersurat, apakah ia akan sengsara atau bahagia_*(lihat HR. Bukhari Muslim)

Namun, yang bisa merubah takdir adalah dengan banyak mendoakannya.
*Doakan agar ia menjadi anak shalih, doakan untuknya hidayah, kesehatan dan keselamatan. Inilah yang disyariatkan*.

Kami tidak mengetahui adanya doa khusus atau dzikir khusus untuk ibu hamil, baik dari dalil Alquran maupun hadis yang shahih. Sementara dzikir dan doa khusus bagi ibu hamil yang tersebar di masyarakat, tidak lepas dari dua hal: hadisnya palsu atau sebatas ijtihad sebagian ulama, yang menyarankan untuk membaca ayat tertentu atau doa yang sesuai keadaan si wanita hamil. Dan sedikit pun mereka tidak menisbahkan hal itu kepada syariat.

Contoh dzikir yang berasal dari hadis palsu adalah sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Fatimah radhiyallahu ‘anha, ketika sudah dekat hari melahirkan anaknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan Ummu Salamah dan Zainab untuk menjenguknya. Kemudian mereka membacakan ayat kursi, ayat ke-54 dari surat Al-A’raf, ayat 3 surat Yunus, dan Al-Muawidzatain (QS. Al-Falaq dan An-Nas).

Riwayat ini merupakan hadis palsu. Sebagaimana disebutkan dalam al-Kalim ath-Thayib, karya Syaikhul Islam (hlm. 161) denga tahqiq, Syaikh al-Albani.

Kemduian, contoh dzikir bagi wanita hamil yang disarankan sebagian ulama diantaranya adalah keterangan Imam Ibnu Utsaimin tentang doa ketika melahirkan.

Syaikh Ibnu al-Utsaimin pernah ditanya ayat tertentu yang bisa dibaca untuk memudahkan wanita yang sedang melahirkan, beliau menjawab,

Saya tidak mengetahui adanya satu hadis yang menyebutkan hal ini. Akan tetapi jika ada orang yang membaca ruqyah di dekat wanita hamil yang sedang kontraksi, dengan ayat yang maknanya menunjukkan janji kemudahan, misalnya ayat:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan Allah tidak menghendaki kesulitan untuk kalian.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Atau ayat yang berbicara tentang kehamilan atau melahirkan, misalnya ayat,

وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَى وَلا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِه

“Tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya.” (QS. Fathir: 11)

Atau bisa juga membaca firman Allah,

إِذَا زُلْزِلَتِ الأَرْضُ زِلْزَالَهَا . وَأَخْرَجَتِ الأَرْضُ أَثْقَالَهَا

“Apabila bumi digoncangkan dengan keras. Dan bumi mengeluarkan beban beratnya.” (QS. Az-Zalzalah: 1–2)

Membaca beberapa ayat di atas, insya Allah bermanfaat dan mujarab dengan izin Allah. Dan semua ayat Alquran bisa jadi obat. Jika orang yang membaca ruqyah dan yang diruqyah beriman dengan pengaruh dan dampak baik Alquran, maka akan memberikan hasil yang baik. Karena Allah berfirman,

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلاَّ خَسَاراً

“Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra: 82).

(http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/...)

Selanjutnya, kami juga menyarankan agar orang tua, terutama ibu yang sedang hamil, untuk banyak berdoa, memohon kebaikan bagi putranya dan janin yang dikandungnya. Karena doa baik orang tua bagi anaknya termasuk doa yang mustajab.

Kepada para ibu hamil, jadikan kesempatan hamil yang sedang ibu jalani untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan hindari maksiat semaksimal mungkin. Betapa banyak ibu hamil yang begitu ringan untuk membuka auratnya di depan umum, bahkan bisa jadi lebih parah dari pada sebelum hamil. Hati-hati, bisa jadi ini menjadi sebab Allah tidak menurunkan keberkahan bagi masa hamil Anda. Anda sedang membutuhkan pertolongan Sang Khaliq, Anda sedang sangat mengharapkan kasih sayang Sang Maha Rahmah. Karena itu, jangan membuat Tuhan anda murka.
Semoga rahmat dan ampunan Allah senantiasa menyertai kita, Allahu a’lam.

(Fatwa Islam, no. 119767)
DOA KETIKA TURUN HUJAN.
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Ya Allah, curahkanlah air hujan yang bermanfaat. (Al Bukhari & Muslim)
Dan setelah hujan berakhir ucapkan :
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللـهِ ورَحْمَتِهِ
Hujan turun kepada kami hujan berkat anugerah Allah dan rahmat-Nya. (Al Bukhari)
Bila mendengar petir menggelegar maka ucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh sahabat Abdullah bin Az-Zubair :
سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ
“Maha Suci Allah yang halilintar bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para malaikat, karena takut kepadaNya” ( Imam Malik)
*PENGAJUAN MD - BPOM*


Persyaratan *Izin Penerapan CPPOB* yang harus diunggah:

1. Upload NIB beserta lampirannya
2. Upload hasil screenshoot dari sistem oss (dapat dilihat pada menu perubahan OSS)
3. Upload surat pemenuhan komitmen penerapan CPPOB (untuk resiko rendah)
4. Surat pemenuhan standar + hasil penilaian mandiri CPPOB dengan nilai minimal B + foto sebagaimana dipersyaratkan (untuk resiko sedang)
5. Upload peta lokasi sarana produksi
6. Upload denah bangunan (layout) sarana produksi. Informasikan letak pintu masuk setiap ruangan, tempat cuci, area/ruang ganti pakaian kerja, toilet, gudang penyimpanan bahan baku, kemasan dan produk jadi.
Sediakan tempat cuci tangan dan ganti pakaian kerja di dekat pintu masuk ruang produksi.
Memisahkan ruang produksi dengan non produksi
Ruang produksi hanya digunakan untuk kegiatan produksi, meliputi ruangan yang digunakan
untuk penimbangan, persiapan bahan, hingga pengemasan primer.
Ruang produksi hanya boleh memiliki 1 akses keluar masuk karyawan dan 1 akses keluar masuk
barang
Akses menuju ruang non produksi tidak diperbolehkan melalui ruang produksi
- Penyimpanan bahan baku, bahan kemas dan produk jadi agar diletakkan di luar ruang produksi,
kecuali lemari penyimpanan dingin/beku yang digunakan untuk menyimpan produk antara
yang masih dalam proses.
7. Upload dokumen CPPOB
8. Proses produksi
9. SSOP dan Rekaman
10. Penarikan produksi

Dokumen lengkap, bisa download di sini:
https://bit.ly/SOPIzinPenerapanCPPOB
*KEBENARAN PASTI MENANG*

kafirun, munaafiqun dan semua yang menghadang kebenaran dan orang yang berada di atas kebenaran, seperti orang-orang liberal, sekuler , ahlul bid'ah. Mereka mengerahkan kekuatan dan harta mereka.

Namun mereka akan berakhir kecewa, jika orang-orang beriman jujur dengan ALlah. Selama orang beriman berpegang teguh dengan agama ALlah. Berpegang teguh dengan tauhid dan sunnah, serta menolong kebenaran.

Para penyeru kebatilan tidak akan pernah lama menguasai suatu negeri. Setiap kali mereka muncul, pasti mereka akan kalah.

Terkadang Allah memberikan sedikit kemudahan, lalu mereka merasa pintu sudah terbuka untuk mereka. Mereka merasa sudah bisa menegakkan kepala dan menyingkap rencana mereka. Namun pada akhirnya mereka pun dikalahkan.

Ini sudah dibuktikan di dalam sejarah. Siapa yang membaca sejarah, pasti memahami kenyataan ini. Wallahi, para penyeru kesesatan tidak akan pernah lama menguasai orang-orang yang berada di atas kebenaran. Namun dengan satu syarat, mereka harus jujur kepada ALlah.

Mereka harus jujur, istiqomah, berpegang teguh dengan syariat dan agama ALlah. Para pelaku keburukan akan selalu diliputi kebinasaan.

وَقُلْ جَآءَ ٱلْحَقُّ وَزَهَقَ ٱلْبَٰطِلُ ۚ إِنَّ ٱلْبَٰطِلَ كَانَ زَهُوقًا
*_Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap._*(QS. al-Isra[17]:81)
*ORANG KAYA MENINGGAL DUNIA*

Kisah ini disampaikan oleh _Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar Asy-Syinqithi rahimahullah_, Kisah nyata seorang pengusaha yang kaya raya. Memiliki hotel mewah, dan lain-lain.

Bagaimana keadaan akhir hayatnya? semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah ini. Kematian tidak pandang bulu, tidak ada jaminan yang kaya atau miskin, muda ataupun tua.

حال العبد في القبر كحال القلب في الصدر، نعيماً وعذاباً، وسجناً وانطلاقاً، فإذا أردت أن تعرف حالك في قبرك، فانظر إلى حال قلبك في صدرك.
*_Keadaan seorang hamba dalam kuburnya, itu seperti keadaan hatinya yang ada dalam dada. Apakah mendapatkan nikmat ataukah adzab, apakah terpenjara ataukah terbebas, maka jika engkau ingin mengetahui keadaanmu di dalam kuburmu, maka lihatlah kepada keadaan hatimu dalam dadamu._*

فإذا كان قلبك ممتلئاً بشاشة وسكينة وطهارة، فهذا حالك في قبرك بإذن الله
*_Maka jika hatimu dipenuhi oleh kebahagiaan, ketentraman dan kesucian, maka inilah keadaanmu di dalam kuburmu dengan izin Allah, demikian pula sebaliknya._*

ولهذا تجد صاحب الطاعة وحسن الخلق والسماحة أكثر الناس طمأنينة
*_Oleh karena itu, engkau mendapati pemilik ketaatan, pemilik akhlak yang baik dan sifat pemaaf itu adalah orang yang paling tentram hidupnya._*

فالإيمان يُذهب الهموم، ويزيل الغموم، وهو قرة عين الموحدين، وسلوة العابدين.
*_Maka iman itu akan menghilangkan kesedihan, melenyapkan kegalauan, dan iman adalah penyejuk hatinya orang-orang yang bertauhid dan penghiburnya ahli ibadah._*

من أدام التسبيح انفرجت أساريره، ومن أدام الحمد تتابعت عليه الخيرات، ومن أدام الاستغفار فتحت له المغاليق
*_Barang siapa yang senantiasa bertasbih niscaya akan terbuka kebahagiaannya, Dan barang siapa yang senantiasa bertahmid niscaya kebaikan akan beriringan mendatanginya. Dan barang siapa yang senantiasa beristighfar niscaya akan terbuka untuknya berbagai kebuntuan._*

(Ad-Daa’u wad-Dawaa’ h. 187-188)
Ibnul Qoyyim Rahimahullah
*PERDAGANGANNYA SEORANG MUSLIM*

Hendaknya perdagangan seorang muslim itu tidak menimbulkan mudhorot, baik bagi masyarakat umum ataupun individu penjual dan pembeli. Jangan sampai urusan dunia merusak ukhuwwah islamiyyah. Dan jangan sampai seorang muslim menjadi orang yang materialis, yang tidak mempedulikan persaudaraan Islam.

Oleh karenanya, kita akan temukan dalam nash-nash syariat (al-Quran dan sunnah), kata saudara diganti dengan diri sendiri.

لَوۡلَاۤ اِذۡ سَمِعۡتُمُوۡهُ ظَنَّ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ وَالۡمُؤۡمِنٰتُ بِاَنۡفُسِهِمۡ خَيۡرًاۙ وَّقَالُوۡا هٰذَاۤ اِفۡكٌ مُّبِيۡنٌ‏
*_Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap [diri mereka sendiri], ketika kamu mendengar berita bohong itu dan berkata, "Ini adalah (suatu berita) bohong yang nyata._*

Diri mereka sendiri maksudnya adalah saudara mereka. Karena sejatinya orang-orang Islam itu ibarat satu tubuh, sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (lihat HR. Bukhari Muslim).

Ia senang saudaranya mendapat kebaikan seperti dirinya mendapat kebaikan. Dan ia tidak senang jika saudaranya mendapatkan keburukan. Menginginkan kebaikan untuk saudara adalah dasar syariat Islam. Dan para shahabat Rasulullah adalah orang-orang terdepan dalam hal ini. Mereka mengedepankan hubungan agama daripada urusan dunia.

Nabi bersabda dalam hadits shahih, yang diriwayatkan Jarir:
*_Jarir membeli seeokor kuda dan menungganginya. Beliaupun terkesima dengan kuda itu. Beliau kembali menemui penjual dan menambah bayarannya. Kali kedua menungganginya, beliaupun masih terpesona dengan kuda itu. Beliau kembali ke penjual dana menambah lagi bayarannya. Begitu juga untuk ketiga kalinya. Si penjual pun merasa ada yang aneh dan Jarir memahami hal tersebut. Jarir pun berkata,"Aku telah membai'at Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, untuk selalu mendengar dan menaati beliau dan berbuat baik kepada setiap muslim." (HR. Abu Dawud no.4945)

Ini karena Jarir merasa kuda itu berhak dijual dengan harga yang lebih tinggi. Sebegitunya Jarir merasa tidak nyaman. Padahal jual belinya sah, beliau tidak berkewajiban untuk menambah biayanya. Tapi begitulah hati yang suci di bawah didikan Nabi. Hati yang berpikir dan langsung memahami, ketika terdengar kata *berbuat baik kepada sesama muslim*. Kata tersebut langsung merasuk ke dalam hati dan menyatu dengan ruh-ruh mereka.

Hingga keluarlah rasa mencintai kebaikan dan membenci keburukan untuk saudaranya, sebagaimana dirinya juga ingin demikian.

*_Syaikh Muhammad Al-Mukhtar Asy-Syinqithi_*
*KHOUFAN WA THOMA'A*

Saya mendapatkan sebuah kisah, berdoanya salah seorang guru saya.
Bagaimanakah praktek berdoa yang di maksud dalam firman Allah:
اُدۡعُوۡا رَبَّكُمۡ تَضَرُّعًا وَّخُفۡيَةً‌ ؕ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الۡمُعۡتَدِيۡنَ‌
*_Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas._* (Al-A'raf:55)

وَلَا تُفۡسِدُوۡا فِى الۡاَرۡضِ بَعۡدَ اِصۡلَاحِهَا وَادۡعُوۡهُ خَوۡفًا وَّطَمَعًا‌ ؕ اِنَّ رَحۡمَتَ اللّٰهِ قَرِيۡبٌ مِّنَ الۡمُحۡسِنِيۡنَ
*_Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan._*(Al-A'raf:56)

Saya berharap, kisah cara berdoa ini bisa menjadi inspirasi atau arahan, bagaimanakah berdoa kepada Allah itu, agar doa kita dijawab olehNya.

_Berikut kisahnya:_
Saya pernah mengeluh kepada Allah:
*_Ya Allah semua harapan sudah putus dan semua sebab sudah lumpuh. Tak ada harapan kecuali kepadamu. Tak ada yang bisa menolong kecuali Engkau._*

Ketika mengucapkan itu saya menangis. Mata saya mengucurkan air mata.
"Ya Allah, sesungguhnya hamba-Mu yang banyak dosa ini malu meminta kepada-Mu. Namun, kepada siapa saya harus meminta? Karena tak ada yang pantas diminta kecuali Engkau."

Makin keras tangis saya. Karena saya betul-betul dalam posisi tak berdaya dan merasa sangat lemah sekali.

Kemudian saya bertawassul dengan iman, cinta, dan ghiroh di hati saya.
"Ya Robb, sesungguhnya saya beriman kepada-Mu. Saya juga beriman kepada nabi-Mu. Saya juga beriman kepada kitab-Mu. Dan saya juga beriman kepada agamamu."
"Ya Robb, sesungguhnya saya mencintaimu, mencintai nabi-mu, mencintai kitab-Mu, dan mencintai syariat-Mu."
"Saya bertawassul kepada-Mu ya Robb dengan semua keimanan dan kecintaan saya tersebut agar Engkau selesaikan masalah saya dan Engkau mudahkan urusan saya."

Tambah kuat tangis saya. Kemudian saya berdoa kepada Allah dengan bertawassul dengan jah Nabi SAW:
"Ya Allah, sesungguhnya nabi kami Muhammad SAW punya kedudukan yang tinggi dan mulia disisi-Mu. Saya bertawassul dengan jah nabi kami disisi-Mu agar Engkau menolong kami, menyelesaikan masalah kami, dan memudahkan urusan kami."

_Maka, sebelum tiba waktu ashar Allah Ta'ala memberikan kabar gembira. Segala puji bagi-mu Yaa Robb._
MAKLON MADU - UNTUK ANDA YANG INGIN JADI PENGUSAHA MADU