BERILMU DENGAN BUKU
63 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
534 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
JIKA MELIHAT ORANG TERKENA MUSIBAH


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «مَنْ رَأَى مُبْتَلًى فَقَالَ: الحَمْدُ للهِ الَّذِي عَافَانِي مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِي عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ الْبَلَاءُ»

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa melihat orang yang tertimpa musibah kemudian mengucapkan, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari musibah yang diberikan kepadamu dan melebihkanku atas kebanyakan orang yang Dia ciptakan’, maka ia tidak tertimpa musibah tersebut.” (HR. at-Tirmidzi dengan sanad hasan)
KHASIAT MUTAN SPRAY


Oleh :
Tuan Hj Ismail Hj Ahmad
( Pengarah Urusan HPA )



1.Untuk rawatan demam
-anak-anak peringkat anak kecil (bawah 1 tahun )
- Anak-anak kecil (bawah 5 tahun)
- Remaja dan Orang yang lanjut Usia ( lansia )

Cara guna :
Anak kecil demam :
-Spray di ubun-ubun, tulang belakang dan di betis

Flu :
Spray di wajah

Cara guna dewasa :
Spray di mulut

2. Jerawat dan flat hitam
3.Sakit pinggang,Tulang belakang,Sakit bahu,Sakit tengkuk dan kadang-kadang bangun pagi rasa ngilu seluruh tubuh badan.
( Di spray di wajah,bawah lidah dan di tengkuk )
4. Ketumbuhan yang naik dapat rasa,dapat pegang.
( Spray pada ketumbuhan tersebut )
5.Keradangan di dalam perut seperti Fibroid,Cyst
( Spray di pusar atau kawasan sakit )
erti kata lain semua kawasan sakit boleh di spray

Herba ini (Mutan Spray )begitu baik sekali kalau kita spray dalam air,di goncang 53 kali dan minum...
KEBAIKAN ADALAH AMAL SHALIH


Ibnu Abbas dan Anas bin Malik radhiyallahu’anhum berkata :

إن للحسنة نورا في القلب، وزينا في الوجه، وقوة في البدن، وسعة في الرزق، ومحبة في قلوب الخلق

“Sesungguhnya kebaikan itu menyebabkan cahaya di hati, keindahan di wajah, kekuatan di badan, keluasan rezeki dan kecintaan di hati-hati makhluk.”

وإن للسيئة ظلمة في القلب، وشينا في الوجه، ووهنا في البدن، ونقصا في الرزق، وبغضة في قلوب الخلق

“Dan sesungguhnya keburukan itu menyebabkan kegelapan di hati, kejelekan di wajah, kelemahan di badan, kekurangan rezeki dan kebencian di hati-hati makhluk.”

(Raudhatul Muhibbin, ibnul Qoyyim, 441)

🟢 Dulu, ‘Atha Al Khurasani (Seorang Tabi’in ahli fiqih dari Hijaz) tidak akan beranjak dari majelisnya hingga mengucapkan :

اللَّهُمَّ هَبْ لَنَا يَقِينًا مِنْكَ حَتَّى تُهَوِّنَ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا، وَحَتَّى نَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنَا إِلَّا مَا كَتَبْتَ عَلَيْنَا، وَلَا يُصِيبُنَا مِنَ الرِّزْقِ إِلَّا مَا قَسَمْتَ لَنَا

“Ya Allah, berilah kami rasa yakin terhadap diriMu sehingga mampu menjadikan kami menganggap ringan musibah dunia yang ada, sehingga kami meyakini bahwa tidak ada yang menimpa kami kecuali apa yang telah Engkau tetapkan kepada kami, dan meyakini bahwa rezeki yang kami peroleh adalah apa yang telah Engkau bagi kepada kami.”

(Diriwayatkan Ibnu Abid Dunya dalam Al Yaqin, 108)
SEDIKITNYA ORANG YANG MAU BERIMAN DENGAN BENAR

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُم بِاللَّهِ إِلَّا وَهُم مُّشْرِكُونَ

Dan sebagian besar manusia tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan-Nya (dengan sembahan-sembahan lain). [Yûsuf/12:106]

Semakna dengan ayat di atas, Allâh Azza wa Jalla juga berfirman:

وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ

Dan sebagian besar manusia tidak beriman (dengan iman yang benar) walaupun kamu sangat menginginkannya [Yûsuf/12:103]

Maksudnya, mayoritas manusia walaupun kamu sangat menginginkan dan bersunguh-sungguh untuk (menyampaikan) petunjuk (Allah), mereka tidak akan beriman kepada Allâh (dengan iman yang benar), karena mereka memegang teguh (keyakinan) kafir (dan syirik) yang merupakan agama (warisan). Dalam hadits yang shahih, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih menegaskan hal ini:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِي بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى يَعْبُدُوا الأَوْثَانَ

Tidak akan terjadi hari kiamat sampai beberapa qabilah (suku/kelompok) dari umatku bergabung dengan orang-orang musyrik dan sampai mereka menyembah berhala (segala sesuatu yang disembah selain Allâh)

Hadits shahih riwayat Abu Dâwud no. 4252, at-Tirmidzi no. 2219 dan Ibnu Mâjah no. 3952.
*Islam Rahmatan lil alamin*
_Oleh: Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi_


Tidak lama setelah Nabi wafat umat Islam “mengusir” tentara Romawi dan “menduduki” Syria. Di zaman Umar Ibn Khatab kekaisaran Persia “ditaklukkan” dan Palestina “dikuasai”.

Pada awal abad ke delapan Spanyol dibawah kerajaan Hispania yang dikuasai oleh orang Kristen Visigoth “ditundukkan” oleh Tariq bin Ziad. Di Mesir Muslim dibawah komando Amr bin al-As “memukul mundur” pasukan Byzantium dan “mengusai” orang-orang Kristen Coptic.

Pada abad ke 15 Konstantinople, salah satu bagian dari kekaisaran Romawi “ditaklukkan” panglima muda al-Fatih. Di dunia Melayu umat Islam “mengusir” kepercayaan animism, dinamisme dan agama-agama kultural lainnya.

Istilah-istilah mengusir, menduduki, menaklukkan, menguasai, mendesak dan sebagainya adalah bahasa politik dan bersifat negatif. Tapi apa yang sebenarnya terjadi jauh dari kesan itu. Sebab ketika Islam masuk Syria orang-orang Kristen yang merasa selamat dari Romawi dan Yunani.
Michael the Elder, Patriach dari Jacobus mengakui “Tuhan telah membangkitkan putera-putera Ismail dari Selatan (maksudnya Muslim) untuk menyelamatkan kita dari Romawi”.

Ketika pasukan Muslim dibawah pimpinan Abu Ubaidah mencapai lembah Jordan, penduduk Kristen setempat menulis surat kepadanya. Isinya “kami lebih bersimpati kepada saudara daripada orang-orang Romawi, meskipun mereka seagama dengan kami. Pemerintah Islam lebih adil daripada pemerintah Byzantium”.

Pada waktu Umar memasuki Yerussalem ia menandatangai perjanjian. Diantara isinya:”…gereja tidak akan dirubah menjadi tempat kediaman, tidak akan dirusak, ….salib-salib atau harta mereka tidak akan diganggu…dan tidak seorangpun diantara mereka akan dianiaya”. Orang tidak pernah konflik dengan umat Kristen. Justru konflik antar sekte di di Gereja Holy Sepulchre, atau the Church of the Resurrection didamaikan orang Islam.
Abdul Aziz Marwan Gubernur Mesir memberi izin orang-orang Kristen pegawai istana untuk mendirikan gereja di Halwan. Di Andalus Islam, Kristen dan Yahudi hidup damai bertahun-tahun. Seorang specialist sastra Iberia di Universitas Yale, Maria Rosa Mencoal dalam karyanya berjudul The Ornament of the World (2003) berterus terang. Ia menulis "Toleransi merupakan aspek melekat pada masyarakat Andalus dan nasib non-Muslim lebih baik daripada dibawah Kristen Eropah”. Tapi berakhirnya kekuasaan Islam, berakhir pula toleransi itu.

Jika fakta-fakta ini dicermati, istilah menguasai, menaklukkan, mengusir dan bahkan menjajah tidak layak untuk dipakai. Yang lebih cocok, sesuai dengan namanya, Islam ‘menyelamatkan’ atau ‘membebaskan’ bangsa-bangsa tertindas. Maka tidak heran jika Thomas Arnold dalam bukunya The Preaching of Islam menyatakan:” Kemenangan kaum Muslimin berarti kebebasan beragama (bagi non-Muslim), sesuatu yang telah berabad-abad mereka dambakan”.
Anehnya Bernard Lewis menganggap toleransi dalam Islam tidak ada asal usulnya.

Rahmat Islam yang lain ada dalam keseluruhan ajarannya. Syariatnya menjaga jiwa, keturunan, agama, harta dan akal manusia dari kehancuran.
Ritual peribadatannya menyentuh aspek jiwa dan raga, aspek sosial dan individual, aspek spiritual dan material. Prinsip hidupnya seimbang tidak materialistis dan tidak spiritualistis, tidak melulu dunia atau melulu akherat. Sayyid Qutb mensifatinya dengan istilah tawazun.
Penghargaannya pada orang kaya dan orang miskin, wanita dan laki-laki sama meski tidak harus memakai teori gender dan diklaim sosialistis atau feministis.

Konsep tuhannya “transenden” artinya jauh dan tak terjangkau. Tidak serupa apapun, karena itu tidak bisa diberhalakan. Tapi juga “immanen”, lebih dekat dari urat nadi kita. Dan yang terpenting Allah dalam Islam bersifat Alim (Maha Tahu). Karena itu wahyu yang diturunkanNya sarat dengan perintah berfikir dan mencari ilmu.
Dari kitab suci itu pula lahir berbagai disiplin ilmu. Ulum al-Qur’an, Tafsir, Hadith, Fiqih, Kalam, tasawwuf, mawarith, Nahwu dan Sarf lahir dari sebab memahami al-Qur’an.
Inilah rahasianya mengapa umat Islam menjadi rahmat dunia dengan ilmu. Dengan ilmu dan iman khazanah ilmu pengetahuan Yunani, Persia, India, Mesir dan sebagainya dihidupkan. Dari India Muslim menemukan angka nol.
Asas bagi matematik dan ilmu computer masa kini. Di Persia Ibn Syatir mengembangkan astronomi yang buku-bukunya menginspirasi Copernicus menemukan teori heliosentrisme. Di Baghdad Ibn Haitham menemukan teori optic, tanpa teori ini camera tidak akan pernah wujud.

Di zaman Umayyah di Spanyol dan Abbasiyah di Baghdad budaya ilmunya sangat tinggi. Di Cordoba saja terdapat 75 perspustakaan. Lebih ramai dari mall di zaman postmodern.
Di Baghdad koleksi seorang ulama mencapai 400.000 judul buku. Menjadi ulama lebih bergengsi daripada menjadi pengusaha. Inilah peradaban ilmu.

Tapi ilmu bukan sekedar ilmu, tapi juga menjadi amal alias teknologi. Di Spanyol irigasinya waktu itu tercanggih di dunia. Hasil panennya memberi makanan orang Spanyol yang kelaparan dan tertindas. Tata kotanya tidak ada duanya di Eropah.
Menurut Tertius Chandler dalam, Four Thousand Years of Urban Growth: An Historical Census populasi Cordoba waktu itu sekitar 500.000, mengalahkan Konstantinopel. Kemakmurannya mengalahkan penduduk Eropah. Sain dan teknologi yang lahir karena inspirasi al-Qur’an dan kecerdasan jiwa-jiwa yang beriman dan bertawhid. Itulah “misykat” kehidupan.

Tauhid inilah yang digambarkan dalam surah Ibrahim (24-25) sebagai “kalimat tayyibah” (kalimat yang baik), dan peradaban ilmunya sebagai “syajarah tayyibah” (pohon yang baik). Pohon itu memberi makan atau menghidupi orang pada setiap musimnya, dengan izin Tuhannya.
Tujuannya satu “agar mereka ingat” nikmat Tuhannya. Tapi begitulah manusia, banyak yang telah memakan buah (baca rahmat) peradaban Islam dan banyak yang tidak ingat. Allah Maha Benar.
PENUHI PANGGILAN ALLAH

Rabbmu memanggilmu untuk meraih rahmat-Nya. Padahal Dia tidak butuh kepadamu.

Rabbmu memanggilmu untuk mendapatkan anugerah-Nya.

Jangan pernah engkau berpaling dari Allah, saat Dia memanggilmu untuk meraih rahmat-Nya.

Tegurlah jiwamu, ketika ia lalai dari ancaman dan kekuasaan Zat yang Maha Perkasa dan Maha Mulia.

Ingatkan jiwamu akan keagungan dan kekuasaan ALlah atasmu, agar ia benar-benar fokus untuk mendekat kepada-Nya.

Dan agar jiwamu sadar, bahwa tidak ada tempat lari dan murka Allah kecuali kembali kepada-Nya.

Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata :

قد يكون الأجل قد قرب ودنا وأنت في غفلة، قد يصبح الإنسان ولا يمسي ولا يصبح، وقد ينام ولا يقوم، فَالعاقل والحازم ه‍و الذي يعد العدة دائماً
ويكون دائماً على حذر وإعدادٍ لآخرة

“Bisa jadi ajal itu sudah dekat sementara engkau masih lalai, banyak orang yang di waktu pagi tidak mendapati waktu sore, masih di waktu sore namun tidak mendapati waktu pagi, ada yang tidur tidak bangun-bangun. Orang yang cerdas dan brilian akan selalu bersiap-siap dan berhati-hati dan persiapan menuju akhirat”

(Syarh Riyadushsholihin 1/245)

🟢 Hasan al-Bashri rahimahullah berkata,

ابن آدم، إنك لست بسابق أجلك، ولا بمغلوب على رزقك، ولا بمرزوق ما ليس لك، فلم تكدح وعلام تقتل نفسك

Wahai anak Adam. Sesungguhnya, engkau tidak dapat mendahului ajalmu. Engkau juga tidak dapat dikalahkan (tidak ada yang menghalangi) dalam rizki yang telah ditetapkan untukmu, dan tidak akan diberi rizki yang bukan bagianmu.

Lantas, mengapa engkau terlalu berlebihan dalam bekerja (sehingga terlalaikan dari mengingat Allah)? Atas dasar apa engkau membinasakan dirimu?

(Mawaizh lil imam Hasan al-Bashri, hal. 91)
*Buku 100 Hadits Viral Mudah Dihafal Gerakan Menghafal Hadits Jilid 2*


Harga: Rp. 15.000
Penulis: Tim Dai
Penerbit: Alfasyam Publishing

Tebal: 68 Halaman
Dimensi: 10 x 16 Cm
Cover: Soft Cover
Berat: 80 Gram
Judul Asli: مائة حديثا الحفظ

*Resensi:*
Sungguh mulia Nabi Muhammad. Sungguh mulia para shahabat yang membawakan sunnah-sunnah Nabi kepada kita. Sungguh mulia para rawi dan muhaddits yang menyampaikan sunnah-sunnah Nabi kepada kita hingga hari ini. Sungguh mulia siapa saJa yang membaca hadits Nabi lalu menghafalnya lalu menyampaikannya

Buku 100 Hadits Viral Mudah Dihafal (Jilid 2) ini disusun oteh tim ciati Al-Maktab At-Ta’awuni li Ad-Da’wah wa Al-Irsyad Syu’bah Tautiyat Al-Jaliyah br Az-Zulfi dalam rangka memasyarakatkan hadits dan mencetak hafizh-hafizh hadits. Kami persembahkan terjemahan buku mungil tersebut dala;in rangka mendukung proyek dakwah mencetak para penghafal hadits.

Buku hadits versi cetak jelas lebih unggul: Kualitas jumalistiknya dapat dipertanggungjawabkan; Bisa dibaca tanpa bergantung pada daya listrik dan juga gadget; Mata lebih nyaman daripada membaca buku hadits digital karena ada paparan cahaya smartphone; Pembaca pun bisa mencorat-coret untuk memberi tanda atau komentar.

Pemesanan:
wa.me/62895386894755
Mengapa Politik Sekuler Menang di Dunia?
Oleh: Dr. Adian Husaini (Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia)

Hiruk pikuk beberapa pemilu legislatif di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menyisakan satu pertanyaan: ”Mengapa partai-partai berasas Islam suaranya lebih sedikit dibanding partai-partai yang tidak berasas Islam? Ada yang bertanya: ”Mengapa partai Islam kalah? Mengapa partai sekuler menang dan lebih diminati masyarakat Indonesia?

Mengapa itu terjadi? Terlepas dari pro-kontra soal mekanisme pemilu itu sendiri, kita perlu memahami, bahwa saat ini umat Islam – sebagaimana umat manusia lainnya di seluruh dunia – hidup dalam satu dunia yang dihegemoni oleh peradaban Barat yang mengusung nilai-nilai liberal sekular. Peradaban Barat adalah peradaban materialisme yang mengagungkan empat hal, yaitu: kekayaan (wealth), kekuasaan (power), kecantikan (beauty) dan popularitas (popularity). Empat hal itulah yang ’didewakan’.

Di dunia semacam itu, faktor kuasa, kecantikan, dan popularitas sangat penting untuk meraih kuasa. Kolaborasi artis-pejabat-penguasa semakin sering kita lihat. Bahkan, kita melihat, bagaimana kuatnya hegemoni artis dalam kehidupan masyarakat. Siapa yang mempunyai kecantikan, menjadi modal penting untuk meraih popularitas dan juga kekayaan dan kekuasaan.

Peradaban semacam ini memang tidak menjadikan iman dan akhlak sebagai nilai acuan. Baik buruk dan martabat seseorang tidak lagi ditentukan oleh ketinggian akhlaknya, tetapi oleh kekayaan, kekuasaan, kecantikan, dan popularitasnya.

Karena itulah, bagi politisi-politisi Muslim tentu saja tidak mudah bersaing dengan orang-orang yang sudah popular. Jadilah politisi Muslim tergantung kepada yang lain, sehingga untuk mengajukan calon presiden sendiri saja kurang percaya diri.

Karena melihat politik sebagai sekedar alat untuk meraih kekuasaan, maka politik semacam itu bisa menghalalkan segala cara. Yang penting dapat kuasa atau mempertahankan kuasa. Tidak peduli apakah kuasa itu didapat dengan cara yang baik atau tidak. Inilah yang disebut politik sekular, yakni politik yang sama sekali membuang pertimbangan aspek ilahiyah dan ukhrawiyah.

Itulah politik bebas nilai. Politik sekular. Secara sistematis, politik sekular ini diteorikan oleh Niccolo Machiavelli. Politik dibebaskan dari nilai-nilai moral dan agama. Dalam sejarah pemikiran politik, nama Machiavelli memang monumental. Oleh para pemikir di Barat kemudian, karya Machiaveli, The Prince, dianggap memiliki nilai yang tinggi yang memiliki pengaruh besar dalam social politik umat manusia. Sebuah buku berjudul “World Masterpieces” yang diterbitkan oleh WW Norton&Company, New York, tahun 1974 (cetakan kelima) menempatkan karya Machiaveli ini sebagai salah satu karya besar dalam sejarah umat manusia yang muncul di zaman renaissance.

Perjalanan hidup Machiavelli sendiri cukup menyedihkan. Ia pernah ditahan dan disiksa. Ia dituduh melawan pemerintah Italia sekitar tahun 1495. Ia menulis The Prince pada umur 44 tahun, dan baru dipublikasikan tahun 1532, lima tahun setelah kematiannya. Machiavelli dianggap sebagai salah satu pemikir yang mengajak penguasa untuk berpikir praktis demi mempertahankan kekuasaannya, dan melepaskan nilai-nilai moral yang justru dapat menjatuhkan kekuasannya. Karena itu, banyak yang memberikan predikat sebagai “amoral”. Tujuan utama dari suatu pemerintahan adalah “survival” (mempertahankan kekuasaan).

Politik semacam itu melampaui nilai-nilai moral keagamaan. Dengan membuang faktor “baik dan buruk” dalam kancah politik, Machiavelli membuat saran, bahwa seorang penguasa boleh menggunakan cara apa saja untuk menyelamatkan negara. Penguasa-penguasa yang sukses, kata dia, selalu bertentangan dengan pertimbangan moral dan keagamaan.

Maka, kata Machiavelli lagi, “Jika situasi menjamin, penguasa dapat melanggar perjanjian dengan negara lain, dan melakukan kekejaman dan teror.
Ditulis dalam The Prince: “It is necessary for a prince, who wishes to maintain himself, to learn how not to be good, and to use this knowledge or not use it, according to the necessity of the case.” Yang terpenting dari pemikiran Machiavelli, adalah ia telah mengangkat persoalan politik dari aspek moral dan ketuhanan.

Sejarawan Marvin Perry, mencatat dalam bukunya, Western Civilization: A Brief History, (New York: Houghton Mifflin Company, 1997), bahwa nilai penting dari pemikiran Machiaveli adalah usahanya melepaskan pemikiran politik dari kerangka agama dan meletakkan politik semata-mata urusan ilmuwan politik. “In secularizing and rationalizing political philosophy, he initiated a trend of thought that we recognized as distinctly modern,” tulis Perry. Jadi, sumbangan terbesar Machiavelli adalah menghilangkan faktor agama dalam politik, dengan memandang masalah politik dan negara, semata-mata sebagai faktor saintifik yang rasional. Inilah yang dipandang sebagai politik modern.

Politik sekular ala Machiavelli itu tentulah tidak sesuai dengan Islam. Islam memandang semua aktivitas manusia, termasuk politik, adalah bagian dari ibadah, dan sudah diatur dalam Islam. Banyak ulama Islam telah menulis kitab-kitab bermutu tinggi tentang politik, seperti al-Mawardi yang menulis al-Ahkam al-Sulthaniyah dan Syaikhul Islam Ibn Taimiyah yang menulis al-Siyasah Syar’iyyah fil Islam. Seharusnya, dalam berpolitik, umat Islam juga merujuk kepada ajaran Islam itu sendiri. Pada intinya, politik harus dilakukan sebagai satu bentuk ibadah, dan bukan sekedar seni untuk meraih kekuasaan.

Tradisi politik sekular tidak dikenal dalam ajaran Islam. Sekularisme di Eropa dipicu oleh trauma sistem teokrasi yang menindas rakyat. Fenomena ini tidak terjadi dalam dunia Islam. Kaum Muslim selalu melihat politik sebagai bagian dari agama. Politik adalah ibadah. Tujuan utama politik adalah untuk menyebarkan kebenaran, dan menjaga agama melalui kekuasaan. Karena tujuannya mulia, maka cara yang digunakan pun harus mulia pula. Tujuan tidak menghalalkan segala cara.

Islam tidak mengenal sistem teokrasi dan tradisi politik sekular. Bernard Lewis, professor di Princeton University mengakui, bahwa kaum Muslim memang tidak mengembangkan tradisi sekular dalam sejarah mereka. Bahkan, kaum Muslim akan selalu menentang keras tradisi sekular tersebut. Ini berbeda dengan tradisi Kristen di Barat. “From the beginning, Christians were taught both by precept and practice to distinguish between God and Caesar and between the different duties owed to each of the two. Muslims received no such instruction,” tulis Lewis dalam bukunya, What Went Wrong? Western Impact and Middle Eastern Response, (London: Phoenix, 2002).

Jadi, sejatinya, politik sekular dan liberal, apalagi politik ‘machiavellis’ harusnya tidak dikenal dalam tradisi Islam dan juga di Indonesia yang berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Politik semacam ini bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Tetapi, pada akhirnya, kita tidak bisa menuding ke luar. Para politisi Muslim itulah yang harus membuktikan, dengan pikiran, kerja, dan keteladanan, bahwa politik Islam adalah politik terbaik. Bahwa politik benar-benar bertujuan untuk ibadah dan bukan refleksi dari syahwat mencintai dunia (hubbud-dunya). Wallaahu A’lam bish-shawab.
*Kelebihan Mutan S*

*Mutan S* Adalah gold serum aktivate tanpa toksid yang terhebat ditemui di abad ini.
Digunakan sejak ribuan tahun lalu untuk kecantikan wajah.

Bukti ia serum adalah *Mutan S* dengan izin Allah islah pembaikan kulit yang rosak dengan cepat.

Kelebihan lain *Mutan S* adalah:
1. Melakukan detox dan penyerapan menjadi bagus dan tenaga mulai terasa
2. Rawatan kulit
3. Menumbuhkan rambut
4. Sakit sendi dan radang
5. Demam dan alergik
6. Sinusitis
7. Bayi demam
8. Tidur berkualiti
9. Serum kecantikan wajah
9. Sel sel muda akan regenerasi terus

Pemesanan, lagsung hubungi kami di sini:
wa.me/62895386894755
*UCAPAN TAKZIYAH DARI NABI*


اصْبِرْ وَاحْتَسِبْ لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى
*_Bersabar dan berharaplah pahala dari Allah. Milik Allahlah semua yang Dia ambil dan Dia berikan. Dan semuanya itu ada batas waktunya._* (HR. Bukhari Muslim)

Jika orang yang ditimpa musibah mendengar ungkapan ini, ia akan lebih tenang.

_Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin_
DOA PENJAGAAN

Diantara do’a yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sering baca yaitu dalam memohon penjagaan dari Allah pada seluruh sisi kehidupan :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu ‘afiat (keselamatan dari segala keburukan) di dunia dan di akhirat.”

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي

“Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu pemaafan dan ‘afiat pada agamaku dan kehidupan duniaku, keluarga, dan hartaku.”

اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي

“Ya Allah tutuplah aurat-auratku, berikan rasa aman padaku.”

اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

“Ya Allah jagalah aku dari arah depan, belakang, kanan, kiri, dari atas, dan aku berlindung pada keagunganMu agar aku tidak tersambar dari bagian bawahku.”

HR. Abu Daud 5074, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud
DOA MENURUT IMAM SYAFII


Imam Syafi’i rahimahullah berkata :

أَتَهْزَأُ بِالدُّعَاءِ وَتَزْدَرِيه؟ وَمَا تَدْرِي بِمَا صَنَعَ الدُّعَاءُ ,سِهَامُ اللَّيلِ لا تُخْطِي . وَلَكِنْ لَهَا أَمَدٌ وَلِلْأَمَدِ انْقِضَاءُ

“Apakah engkau mengejek dan meremehkan doa? Engkau tidak tahu apa yang bisa dilakukan oleh doa, (Doa ibarat) anak panah yang dilepaskan di malam hari, tidak akan meleset. Akan tetapi anak panah tersebut ada waktunya (yang dibutuhkan) untuk mengenai (sasaran), dan setiap waktu pasti ada akhirnya.” (Diwan Imam Syafi’i)
*UCAPAN TAKZIYAH TERBAIK*


Ungkapan takziyah ini adalah ucapan takziyah (shiighoh) terbaik. Jauh lebih baik dariapda ucapan:
أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَ أَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ
*_Semoga Allah memberimu pahala yang besar, menghapus kesedihanmu dan mengampuni dosanya_*.

Sebagian ulama ada yang menggunakan ungkapan ini. Tapi ungkapan yang dipilih Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah:
اصْبِرْ وَاحْتَسِبْ لِلَّهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى
*_Bersabarlah dan berharaplah pahala dari Allah. Milik Allahlah semua yang Dia ambil dan Dia berikan. Dan semuanya itu ada batas waktunya_*. (HR. Bukhari Muslim)

Jika orang yang ditimpa musibah mendengar ungkapan ini, ia akan lebih tenang.

_Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin_
*MENDIDIK ANAK DENGAN ISLAM SEJAK DINI*


• Sudah 1 bulan anakku tidak mau sekolah..
• Anakku lebih suka main game dari pada belajar..
• Kenapa anakku enggan belajar AlQuran dan shalat..
• Anakku enggan berhijab..
• Anak SD memukul temannya hingga terluka..
• Pelecehan seksual sesama anak SD..

Kenapa demikian terjadi?
Faktor mendidik dari orang tua sangatlah penting. Dan berpengaruh besar dalam faktor penyebab anak menjadi demikian nakal.

Orang tua ataupun wali dari anak hendaknya sudah mengajarkan sejak dini hal-hal yang diperlukan anak ketika ia baligh nanti.

Hendaklah anak sudah diajarkan akidah yang benar mengenai keimanan kepada Allah, Malaikat, Al-Qur’an, Rasul dan hari akhir.

Begitu pula hendaknya anak diajarkan ibadah yang benar. Sejak kecil anak semestinya diarahkan untuk mengerti shalat, puasa, thoharoh (bersuci) dan semacamnya. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah 13: 11)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ

“Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Pukul mereka jika tidak mengerjakannya ketika mereka berumur 10 tahun. Pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka.” (HR. Abu Daud 495) shahih.

Hendaklah anak juga diperkenalkan haramnya zina dan liwath. Juga diterangkan mengenai haramnya mencuri, meminum khomr (miras). Haramnya dusta, ghibah dan maksiat semacam itu.

Sebagaimana pula diajarkan bahwa jika sudah baligh (dewasa), maka sang anak akan dibebankan berbagai kewajiban. Dan diajarkan pula pada anak kapan ia disebut baligh. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah 13: 11)

Begitu pula Rasul saat mengajarkan adab makan yang benar pada anak. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah (bacalah bismillah) ketika makan. Dan makanlah dengan tangan kananmu. Serta makanlah (dimulai dari) yang ada di dekatmu.” (HR. Bukhari 5376)

Al-Ummu madrosatul uula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq. (Ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya, bila Engkau mempersiapkanya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik)

___________________________

Ingatlah Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Qs. Ar-Ra’d 11)

Maka hendaklah perubahan jika engkau menginginkan kebaikan, maka mulailah dari diri sendiri, dan janganlah engkau terlalu berharap untuk bisa memberikan didikan kebaikan bagi anakmu jika engkau sendiri enggan melakukan kebaikan yang engkau berikan tersebut.

Seperti seorang ibu yang ingin anaknya menjadi seorang muslim/muslimah yang baik yang kelak bisa mendoakannya, tapi sayang dirinya sendiri enggan untuk mempelajari tentang syari’at Allah dan RasulNya shalallahu alaihi wasallam, baik dimana perintahnya maupun larangannya. Berhijab pun masih meremehkan dan belum memahami hukumnya, maka hal seperti ini hendaklah dikoreksi, karena Allah telah menjelaskan dengan tegas dalam firmannya. Bahwa Allah tidak akan mengubah keadaanya hingga dia merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.

Wallahu a’lam.
Semoga Allah mudahkan kita dalam kebaikan.
BANYAK BERDOA DI MASA-MASA KEHAMILAN - HINDARI MAKSIAT

Janin yang ada dikandungan sudah ditentukan takdirnya. Kita tidak bisa mengubahnya dengan membacakan Al-Quran di perutnya.

*_Sudah tersurat, apakah ia akan sengsara atau bahagia_*(lihat HR. Bukhari Muslim)

Namun, yang bisa merubah takdir adalah dengan banyak mendoakannya.
*Doakan agar ia menjadi anak shalih, doakan untuknya hidayah, kesehatan dan keselamatan. Inilah yang disyariatkan*.

Kami tidak mengetahui adanya doa khusus atau dzikir khusus untuk ibu hamil, baik dari dalil Alquran maupun hadis yang shahih. Sementara dzikir dan doa khusus bagi ibu hamil yang tersebar di masyarakat, tidak lepas dari dua hal: hadisnya palsu atau sebatas ijtihad sebagian ulama, yang menyarankan untuk membaca ayat tertentu atau doa yang sesuai keadaan si wanita hamil. Dan sedikit pun mereka tidak menisbahkan hal itu kepada syariat.

Contoh dzikir yang berasal dari hadis palsu adalah sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Fatimah radhiyallahu ‘anha, ketika sudah dekat hari melahirkan anaknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan Ummu Salamah dan Zainab untuk menjenguknya. Kemudian mereka membacakan ayat kursi, ayat ke-54 dari surat Al-A’raf, ayat 3 surat Yunus, dan Al-Muawidzatain (QS. Al-Falaq dan An-Nas).

Riwayat ini merupakan hadis palsu. Sebagaimana disebutkan dalam al-Kalim ath-Thayib, karya Syaikhul Islam (hlm. 161) denga tahqiq, Syaikh al-Albani.

Kemduian, contoh dzikir bagi wanita hamil yang disarankan sebagian ulama diantaranya adalah keterangan Imam Ibnu Utsaimin tentang doa ketika melahirkan.

Syaikh Ibnu al-Utsaimin pernah ditanya ayat tertentu yang bisa dibaca untuk memudahkan wanita yang sedang melahirkan, beliau menjawab,

Saya tidak mengetahui adanya satu hadis yang menyebutkan hal ini. Akan tetapi jika ada orang yang membaca ruqyah di dekat wanita hamil yang sedang kontraksi, dengan ayat yang maknanya menunjukkan janji kemudahan, misalnya ayat:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan Allah tidak menghendaki kesulitan untuk kalian.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Atau ayat yang berbicara tentang kehamilan atau melahirkan, misalnya ayat,

وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَى وَلا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِه

“Tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya.” (QS. Fathir: 11)

Atau bisa juga membaca firman Allah,

إِذَا زُلْزِلَتِ الأَرْضُ زِلْزَالَهَا . وَأَخْرَجَتِ الأَرْضُ أَثْقَالَهَا

“Apabila bumi digoncangkan dengan keras. Dan bumi mengeluarkan beban beratnya.” (QS. Az-Zalzalah: 1–2)

Membaca beberapa ayat di atas, insya Allah bermanfaat dan mujarab dengan izin Allah. Dan semua ayat Alquran bisa jadi obat. Jika orang yang membaca ruqyah dan yang diruqyah beriman dengan pengaruh dan dampak baik Alquran, maka akan memberikan hasil yang baik. Karena Allah berfirman,

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلاَّ خَسَاراً

“Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra: 82).

(http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/...)

Selanjutnya, kami juga menyarankan agar orang tua, terutama ibu yang sedang hamil, untuk banyak berdoa, memohon kebaikan bagi putranya dan janin yang dikandungnya. Karena doa baik orang tua bagi anaknya termasuk doa yang mustajab.

Kepada para ibu hamil, jadikan kesempatan hamil yang sedang ibu jalani untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan hindari maksiat semaksimal mungkin. Betapa banyak ibu hamil yang begitu ringan untuk membuka auratnya di depan umum, bahkan bisa jadi lebih parah dari pada sebelum hamil. Hati-hati, bisa jadi ini menjadi sebab Allah tidak menurunkan keberkahan bagi masa hamil Anda. Anda sedang membutuhkan pertolongan Sang Khaliq, Anda sedang sangat mengharapkan kasih sayang Sang Maha Rahmah. Karena itu, jangan membuat Tuhan anda murka.