BERILMU DENGAN BUKU
63 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
532 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
*MUSIBAH DALAM PERDAGANGAN HARI INI*


Pembeli bertanya: Ini barangnya asli? Penjual menjawab:
*_Ini barang asli pak_*

Padahal barangnya tiruan. Merk dan bungkusnya dipalsukan. Lalu ia mengatakan barang ini asli, padahal barangnya tiruan.

Ia mengambil harta saudaranya dengan cara yang tidak dibenarkan. Dan ia merasa dirinya hebat dalam berdagang. Sedangkan orang yang berjualan dengan jujur, malah dikatakan tidak pandai berdagang. Laa haula wa laa quwwata illaa billah.

Sekarang ini, jujur dalam berdagang malah dianggap aneh. Orang jujur tidak bisa lagi sejalan dengan orang-orang pada umumnya. Karena orang jujur biasanya malah dikhianati saat berdagang.

Hukum ini mencakup semua tindakan menzalimi harta orang lain. Seperti pedagang yang mengurang-ngurangi isi kantung barang yang ia jual, tapi ia katakan isinya penuh.

Sangat disayangkan, orang-orang kafir menjual dengan jujur, sedangkan orang Islam malah menipu.

Dikurang-kurangi, sampai terkumpul satu kantung lagi untuk ia jual. Laa haula wa laa quwwata Illaa billah.

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah, menasihati kita para pedagang di dalam kitab *_As’ilatun Min Ba’dhi Ba’i’is Sayyarat, Hal. 22-23_*

Nasihat saya kepada para pedagang umumnya agar mereka bertaqwa pada Allah Subhanahu wa ta’ala dan menjalankan transaksi secara jujur dan jelas terhadap apa yang mereka katakan terkait dengan kriteria-kriteria barang yang mereka promosikan dan menjelaskan bilamana terdapat aib (cacat) pada barang-barang mereka tersebut sehingga mudah-mudahan Allah akan memberkahi jual-beli yang mereka lakukan.

Terdapat hadits shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwasannya beliau bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنِ النَّارِ وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَه‍ُوَ يُؤْمِنُ بااللهِ والْيَوْمِ الْآخِرِ إِلَى النَّاسِ الَّذِى يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إلَيْهِ

*_Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan kedalam surga, maka hendaklah ketika datang ajalnya, dia beriman kepada Allah dan Hari akhir. Dan hendaklah pula dia memperlakukan manusia (dengan) hal yang dia sendiri suka bila hal itu diperlakukan kepadanya._* (Shahih Muslim, kitab al-Imarah, no. 1844)

Demikian pula terdapat hadits shahih lainnya bahwasannya beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

*_Tidaklah beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai bagi saudaranya apa-apa yang dia mencintainya bagi dirinya sendiri._* (HR. Bukhari dan Muslim)

Bilamana seseorang tidak suka diperlakukan oleh orang lain (dalam suatu transaksi) dengan tanpa menjelaskan terlebih dahulu kepadanya, bagaimana mungkin dia sendiri tidak suka hal itu terjadi pada dirinya sementara dia tega hal itu terjadi pada selain dirinya?

Kita memohon kepada Allah dan semua saudara kita, kaum Muslimin agar diberi hidayah dan saling menasehati terhadap para hamba Allah, sesungguhnya dia Mahakaya lagi Mahamulia.

*Wallahu a’lam Wa shallallahu 'alaa Nabiyyinaa Muhammad*.
*BAHAGIA YANG SESUNGGUHNYA*


Banyak orang mengira bahwa kebahagiaan ada pada banyaknya harta. Ini tidak benar, ini keliru. Harta yang banyak tidak bisa menyelamatkan Qarun. Allah benamkan dirinya da nrumahnya ke dalam bumi. Ketika ia gunakan hartanya untuk menzalimi dan melampaui batas. Ia kufur dengan nikmat Allah.

Ada yang mengira bahwa kebahagiaan itu ada pada kekuasaan, pekerjaan dan jabatan. Ini tidak berdasar sama sekali. Kekuasaan, jabatan dan pangkat tidak akan menyelamatkan seseorang. Seperti Firaun yang berbuat zalim dan melampaui batas dan kekuasaannya. Ia angkuh dan menyombongkan diri. Sampai-sampai ia mengaku Tuhan.

Ada yang menganggap kebahagiaan itu ada pada makanan, minuman dan memenuhi syahwat. Ini juga keliru. Allah berfirman tentang orang-orang kafir:
وَالَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا يَتَمَتَّعُوۡنَ وَيَاۡكُلُوۡنَ كَمَا تَاۡكُلُ الۡاَنۡعَامُ وَالنَّارُ مَثۡوًى لَّهُمۡ
*_Orang-orang kafir bersenang-senang dan makan seperti makannya binatang. Dan neraka jahanam tempat kembali mereka._* (QS. Muhammad:12)

Lalu, di manakah kebahagiaan itu?

Kebahagiaan itu hanya di dapatkan dengan amal shalih dan bertaqwa kepada Allah 'azza wa jalla. Bahagia itu bukan pada mengumpulkan harta, *orang bertaqwa ialah orang yang bahagia*. Taqwa kepada Allah adalah sebaik-baik bekal dan Allah menyiapkan bonus untuk orang-orang bertaqwa.

Bertaqwa kepada Allah adalah sebab kebahagiaan. Tidak ada kebahagiaan pada selain taqwa, yaitu dengan *mengerjakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya.*

~ *_Syaikh Shalih bin Fauzan_* ~
BERSEGERA UNTUK BERAMAL


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Bersegeralah melakukan amalan shalih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” [HR. Muslim]
*Pembuatan katalog produk UKM halal*

Sehubungan dengan dukungan *Yayasan BIG Indonesia* dalam mendukung program akselerasi produk UKM Halal binaan para pendamping dan fasnas dan fasda BPOM BIG Indonesia untuk go retail go expor.

Hasil Foto akan menjadi hak BIG Indonesia untuk di publikasikan, dan pemilik produk berhak untuk mendapatkan hasil foto dan dapat dipergunakan untuk media promosi dan penjualan

Berkenaan dengan hal dimaksud, maka dengan ini kami menfasilitasi pembuatan katalog produk UKM halal dan meminta kesediaan para UKM Halal binaan untuk melengkapi data berikut ini:
shorturl.at/owCHW

*Kategori Produk*
1. Makanan minumam
2. Kriya atau Industri Kreatif
3. Herbal
4. Obat
5. Kosmetik
6. Barang Gunaan
7. Jasa
HENDAKLAH ENGKAU SELALU UTAMAKAN AKHIRAT
👤 Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، ‌عَلَيْكُمْ ‌بِالْآخِرَةِ ‌فَاطْلُبُوْهَا؛ فَكَثِيْرًا رَأَيْنَا مَنْ طَلَبَ الْآخِرَةَ فَأَدْرَكَهَا مَعَ الدُّنْيَا، وَمَا رَأَيْنَا أَحَدًا طَلَبَ الدُّنْيَا فَأَدْرَكَ الْآخِرَةَ مَعَ الدُّنْيَا
“Wahai para pemuda, hendaklah kalian selalu mencari akhirat. Telah banyak orang yang kami lihat mencari akhirat, lalu ia juga mendapatkan dunia. NAMUN kami tidak pernah melihat orang yang mencari dunia, kemudian ia juga mendapatkan akhirat."
*MERASAKAN LEZATNYA IMAN*

Di Dalam atsar Ibnu Abbas:
من أحبّ في الله وأبغض في الله ووالى في الله وعادى في الله فإنما تُنال ولاية الله بذلك
*_Barang siapa mencintai dan membenci karena ALlah, berloyalitas dan bermusuhan karena Allah, maka bahwasanya kewalian dari ALlah hanya bisa diperoleh dengan cara itu._*
*AGAR NIKMAT MENJADI BEGITU BESAR*

Nabi bersabda:
إذا نظر أحدكم إلى من فضل عليه في المال والخلق فلينظر إلى من هو أسفل منه
*_Apabila seseorang ingin melihat nikmat harta dan fisik, maka hendaklah ia melihat kepada orang yang berada di bawahnya._* (Muttafaqun 'alaih - HR Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, Nabi bersabda:
أنظروا إلى من هو أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم فهو أجدر ألّاتزدروا نعمة الله عليكم
*_Lihatlah pada orang yang berada di bawah kalian. Jangan melihat kepada orang yang berada di atas kalian. Cara ini akan lebih bisa membuat kalian tidak meremehkan nikmat Allah pada diri kalian._* (HR. Muslim no.2963)

Hadits ini memberitahu kita bahwa yang dituntut dari kita adalah tidak meremehkan nikmat Allah, dan agar kita melihat nikmat ALlah begitu besar pada diri kita.

Terkait nikmat-nikmat duniawi, hitung satu persatu nikmat ALlah, ingatkan diri kita bahwa kita memiliki nikmat. Ingatkan juga saudara-saudara kita dengan nikmat Allah. Perbesar nikmat tersebut dalam mindset kita. Agar kita semakin menganggap nikmat itu besar.

Lihatlah kepada orang-orang yang berada di bawah kita. Jika kita ingin membandingkan negara kita, maka cara yang syar'i adalah kita bandingkan dengan negara yang kondisinya di bawah negara kita. Lihat keamanan yang ada di negara kita. Lalu bandingkan dengan negara yang kehilangan rasa aman. Ini agar nikmat aman itu terlihat besar di mata kita. Wallahi, tidak ada rasa nikmat, kecuali jika nikmat aman itu ada terlebih dahulu.

Jika kita ingin melihat perekonomian negara kita, maka lihatlah negara yang perekonomiannya di bawah negara kita. Agar kita tahu betapa besarnya nikmat Allah untuk negara kita.

Demikian seterusnya, dalam urusan duniawi, lihatlah orang-orang yang berada di bawahmu.

Jika kita memiliki satu penyakit, maka lihatlah orang yang memiliki banyak penyakit. Agar kita mengetahui nikmat Allah dengan terselamatkannya diri kita dari banyak penyakit yang lainnya. Demikian seterusnya dalam urusan lain yang bersifat duniawi.

*Terus Bersyukur*

الثناء على المحسِن بما أَوْلاكَهُ من المعروف
*_Syukur adalah pujian bagi orang yang memberikan kebaikan, atas kebaikannya tersebut” (Lihat Ash Shahhah Fil Lughah karya Al Jauhari).
Dalam bahasa Indonesia, bersyukur artinya berterima kasih.

Sedangkan istilah syukur dalam agama, adalah sebagaimana yang dijabarkan oleh Ibnul Qayyim:

الشكر ظهور أثر نعمة الله على لسان عبده: ثناء واعترافا، وعلى قلبه شهودا ومحبة، وعلى جوارحه انقيادا وطاعة
*_Syukur adalah menunjukkan adanya nikmat Allah pada dirinya. Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah” (Madarijus Salikin, 2/244).
*LATIHAN SOAL TEORI WARIS*

1. Seseorang meninggal dunia, dan meninggalkan ahli waris bapak dan anak laki-laki. Siapa yang didahulukan untuk mendapatkan ahli waris diantara keduanya?

a) Keduanya mendapatkan harta warisan, namun jika dilihat secara ashabah maka anak laki-laki didahulukan.
b) Bapak.
c) Anak laki-laki.
d) Hanya bapak yang mendapatkan warisan, ia didahulukan karena darinya terlahir anak (si mayit).

2. Manakah berikut ini masuk kategori Hijab Hirman?

a) Saudara laki-laki dan saudara perempuan.
b) Suami dan istri.
c) Anak dan cucu.
d) Bapak dan istri.

3.Yang bisa menghalangi saudara sebapak dalam pewarisan adalah kecuali ...
*
a) saudara seibu.
b) bapak.
c) anak.
d) cucu laki-laki.

4. Yang bisa menghalangi nenek dari pihak bapak dalam pewarisan adalah

a) cucu.
b) istri/suami si mayit.
c) nenek dari pihak ibu.
d) bapak.

5. Anak laki-laki dapat menghalangi warisan secara sebagian (parsial) dari ...

a) istri.
b) suami atau istri.
c) suami.
d) sepupu dari si mayit.

6. Penghalang dalam warisan disebut

a) fardh.
b) ashabah.
c) mahjub.
d) hijab atau hajab.

7. Dalam hijab nuqsan, apabila si mayit memiliki anak, maka istri mendapatkan warisan 1/8 dari yang semestinya ...

a) 2/3.
b) 1/2.
c) 1/4.
d) 1/6.

8. Dalam pewarisan, ibu si mayit mendapatkan 1/3 harta warisan. Namun jika ternyata si mayit memiliki anak, maka bagian ibu adalah ...

a) 1/2
b) 1/4
c) 1/6
d) 1/8

9. Apa yang di maksud dengan Hijab?

a) Terhalang
b) Menghalangi
c) Ashobah
D) Furudul Moqaddarah

10) Siapa yang menghalangi kakek mendapat warisan?

a) Anak
b) Bapak
c) Istri
D) Saudara kandung
DOA UNTUK MENCINTAI ORANG MISKIN


_Hadits Qudsi_
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِى وَتَرْحَمَنِى وَإِذَا أَرَدْتَ فِتْنَةَ قَوْمٍ فَتَوَفَّنِى غَيْرَ مَفْتُونٍ أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ
*_“Wahai Muhammad, jika engkau shalat, ucapkanlah do’a: Allahumma inni as-aluka fi’lal khoiroot wa tarkal munkaroot wa hubbal masaakiin, wa an taghfirolii wa tarhamanii, wa idza arodta fitnata qowmin fatawaffanii ghoiro maftuunin. As-aluka hubbak wa hubba maa yuhibbuk wa hubba ‘amalan yuqorribu ilaa hubbik (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran serta aku memohon pada-Mu supaya bisa mencintai orang miskin, ampunilah (dosa-dosa)ku, rahmatilah saya, jika Engkau menginginkan untuk menguji suatu kaum maka wafatkanlah saya dalam keadaan tidak terfitnah. Saya memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu)”. Dalam lanjutan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan, “Ini adalah benar. Belajar dan pelajarilah”. (HR. Tirmidzi no. 3235 dan Ahmad 5: 243. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)._*
PERINTAHKANLAH ANAKMU UNTUK SHOLAT

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ
“Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Pukul mereka jika tidak mengerjakannya ketika mereka berumur 10 tahun. Pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka.” (HR. Abu Daud 495) shahih.
*LATIHAN MENGHITUNG WARIS*

1. Seseorang meninggal dunia dengan harta warisan 36.000.000. Ahli waris terdiri: 2 istri, ibu dan bapak serta kakek jalur bapak. Berapa bagian yang diterima seorang istri?
a. 4.5 juta
b. 9 juta
c. 12 juta
d.15 juta

2. Seseorang meninggal dengan harta peninggalan 50 juta. Biaya pengurusan jenazah 1 juta, hutang 5 juta dan wakaf (wasiat) 2 juta. Ahli waris terdiri: bapak, ibu, kakek jalur bapak dan istri. Berapa bagian bapak?
a. 10.5 juta
b. 14 juta
c. 17.5 juta
d. 15 juta

3. Mayit meninggalkan harta warisan 96 juta rupiah. Ahli waris terdiri dari 4 istri, 1 anak laki-laki dan ibu. Berapa bagian setiap istri?
a. 3 juta
b. 12 juta
c. 16 juta
d. 68 juta

4. Apabila harta yang ditinggalkan mayit 100 juta rupiah. Sedangkan ahli waris hanya terdiri istri dan bapak. Siapa yang menerima bagian terbanyak diantara keduanya?
a. Bapak
b. Istri

5. Istri meninggal dunia, dan meninggalkan harta sebanyak 36 juta. Ahli waris terdiri dari suami, ibu dan nenek dari jalur ibu. Berapa bagian harta yang diterima nenek dari jalur ibu?
a. 12 juta
b. 18 juta
c. Tidak dapat
DUNIA ADALAH LADANGNYA AKHIRAT

Syaikh muhammad bin shalih ‘Utsaimin rahimahullah berkata :

‏الدنيا مزرعة الآخرة فإذا لم يزرع فيها لآخرته فقد خسرها وخسر آخرته

“Kehidupan dunia adalah ladang untuk kehidupan akhirat. Apabila seseorang tidak bercocok tanam di dunia untuk (mempersiapkan) akhiratnya, sungguh dia telah merugikan kehidupan dunia sekaligus merugikan akhiratnya.”

(adh-Dhiya al-Lami’ 1/65)
TADHARRU' DALAM BERDO'A


Ahli Hikmah berkata:
مَنْ أَدْمَنَ قَرْعَ الأَبْوَابِ أَوْشَكَ أَنْ يُفْتَحَ لَهُ
*_Barangsiapa semakin sering mengetuk pintu, maka pintu itu nyaris segera terbuka_*.
TENTANG KEMATIAN

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman :

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

(Qs. Jumu’ah 8)

🟢 Fudhail bin iyadh rahimahullah berkata:

“Engkau berbuat kebaikan (amal shaleh) pada sisa umurmu (yang masih ada), maka Allah akan mengampuni (dosa-dosamu) di masa lalu, karena jika kamu (tetap) berbuat buruk pada sisa umurmu (yang masih ada), kamu akan di siksa (pada hari kiamat) karena (dosa-dosamu) di masa lalu dan (dosa-dosamu) pada sisa umurmu.”

(Nukilan dari Jaami’ul ‘uluumi wal hikam hal. 464 dan Latha-iful ma’aarif hal. 108)
SIKAP SALAF TERHADAP AMAL YANG MEREKA LAKUKAN

Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

كان السلف يجتهدون في أعمال الخير ويعدون أنفسهم من المقصرين المفرطين المذنبين. ونحن مع إساءتنا نعد أنفسنا من المحسنين.

“Dahulu para salaf bersungguh-sungguh dalam melakukan amal-amal kebaikan, namun mereka menganggap diri mereka termasuk orang-orang yang melakukan kekurangan, menyia-nyiakan, dan banyak dosa. Sedangkan kita bersamaan dengan perbuatan buruk kita, kita menganggap diri kita termasuk orang-orang yang berbuat baik.”

Majmu’ Rasail Ibnu Rajab al-Hanbaly, jilid 1 hlm. 254
*MODEL KEBANGKITAN UMAT ISLAM*
(_*Cetakan kedua*_)

ALhamdulillah, telah terbit kembali cetakan kedua, dari buku *MODEL KEBANGKITAN UMAT ISLAM*, yang ditunggu-tunggu umat Islam, dalam rangka meraih kembali kejayaannya.

_Upaya 50 Tahun Gerakan Pendidikan Melahirkan Generasi Shalahuddin dan Merebut Palestina._

Dr. Majid 'Irsan al-Kilani, sebagai pakar pendidikan, mampu menelaah sebab-sebab keterpurukan umat Islam di era Perang Salib dengan cermat dan merumuskan konsep kebangkitan umat Islam yang dipelopori oleh Imam al-Ghazali, Syaikh Abdul Qadir al-Jilani dan ulama-ulama lainnya.

Ini salah satu buku sejarah dan pendidikan terbaik di dunia Islam yang direkomendasikan oleh dosen Ilmu Sejarah (Dakwah) di Universitas Islam Madinah. Penting sekali dibaca, agar kita jangan salah paham dan salah jalan dalam upaya membangkitkan umat Islam dari kelemahan dan keterpurukan.

Dr. Adian Husaini (Ketua Program Doktor Pendidikan Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor)
----------------------------------
Model Kebangkitan Umat Islam;
Upaya 50 Tahun Gerakan Pendidikan Melahirkan Generasi Shalahuddin dan Merebut Palestina

Penulis: Dr. Majid 'Irsan al-Kilani
Sampul: Hard cover
Berat: 800 gr.
Isi: 480 halaman
Harga: Rp. 177.000,-

Pemesanan silahkan sms ke 0895386894755 atau Whatsapp:
https://wa.me/62895386894755

Syukran.
SABAR MENGHADAPI ZAMAN FITNAH


Rasulullah Shallallahu‘alaihi wasallam bersabda :

يَأْتِيْ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيْهِمْ عَلَى دِيْنِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الجَمْرِ

“Akan tiba suatu zaman bagi manusia, barangsiapa di antara mereka yang bersabar berpegang teguh pada agamanya, ia ibarat menggenggam bara api.” (HR. At Tirmidzi 2260).

🟢 Al Munawi rahimahullah dalam menjelaskan hadits ini beliau berkata:

“Nabi Shallallahu‘alaihi wasallam mengibaratkan dengan perumpamaan yang bisa cerna secara inderawi. Maksudnya orang yang bersabar dalam berpegang pada hukum Al Qur’an dan As Sunnah akan mendapatkan perlakuan keras dan kesulitan-kesulitan dari ahlul bid’ah dan orang-orang menyimpang dianalogikan bagai memegang bara api dengan genggaman tangannya, bahkan lebih dahsyat dari itu” (Faidhul Qadir, 6/456).

Hendaknya hal ini tidak membuat kita menyerah, karena barang siapa yang bersabar maka keutamaanya sangatlah besar..

🟢 Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda :

إنَّ مِن ورائِكم أيامَ الصَّبرِ ، لِلمُتَمَسِّكِ فيهنَّ يومئذٍ بما أنتم عليه أجرُ خمسين منكم

“Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari kesabaran, orang yang tetap mengamalkan ajaran agama ketika zaman itu akan mendapatkan pahala amalan 50 orang dari kalian (para sahabat Nabi).” (HR. Abu Daud 4341, Silsilah Ash Shahihah 494).
SEMAKIN BERILMU, SEMAKIN BESAR TAKUTNYA KEPADA ALLAH


Allah berfirman (yang artinya) : “..Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku” (QS. Al Ma’idah: 44). Maka takut kepada Allah (al khauf minallah) adalah ibadah dan merupakan salah satu bentuk ibadah yang semestinya dicamkan oleh setiap mukmin.

Sifat Orang Yang Bertaqwa
Takut kepada Allah adalah sifat orang yang bertaqwa, dan ia juga merupakan bukti imannya kepada Allah. Lihatlah bagaimana Allah mensifati para Malaikat, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) : “Mereka takut kepada Rabb mereka yang berada di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)” (QS. An Nahl: 50).


Lihat juga bagaimana Allah Ta’ala berfirman tentang hamba-hambanya yang paling mulia, yaitu para Nabi ‘alahimus wassalam (artinya) : “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami” (QS. Al Anbiya: 90)

Semakin Berilmu Semakin Takut Kepada Allah
Oleh karenanya, seseorang semakin ia mengenal Rabb-nya dan semakin dekat ia kepada Allah Ta’ala, akan semakin besar rasa takutnya kepada Allah. Nabi kita Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya” (HR. Bukhari-Muslim).

Oleh karenanya para ulama, yaitu memiliki ilmu tentang agama Allah ini dan mengamalkannya, merekalah orang-orang yang paling mengenal Allah. Sehingga betapa besar rasa takut mereka kepada Allah Ta’ala.

Karena orang yang memiliki ilmu tentang agama Allah akan paham benar akan kebesaran Allah, keperkasaan-Nya, paham benar betapa pedih dan ngeri adzab-Nya. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu’alahi Wasallam bersabda kepada para sahabat beliau: “Demi Allah, andai kalian tahu apa yang aku ketahui, sungguh kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Kalian pun akan enggan berlezat-lezat dengan istri kalian di ranjang. Dan akan kalian keluar menuju tanah datang tinggi, mengiba-iba berdoa kepada Allah” (HR. Tirmidzi 2234, dihasankan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

karena rasa takut yang timbul dari ma’rifatullah yang mendalam.
*MENGAPA PERTOLONGAN ALLAH BELUM DATANG?*

Nasihat Syaikh Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr.

Dalam hadits Qudsy, Allah berfirman:
من عادى لي وليّا فقد ٱذنته بالحرب
*_Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka aku nyatakan perang kepadanya._* (HR. Bukhari no.6502)

Ini pasti, tidak perlu kita ragu. Karena Allah berfirman dalam alQuran:
وَعۡدَ اللّٰهِ حَقًّا‌ ؕ وَمَنۡ اَصۡدَقُ مِنَ اللّٰهِ قِيۡلً
*_Dan janji ALlah itu benar. Siapa yang lebih jujur perkataannya daripada Allah?_* (QS.an-Nisa:122)

Janji Allah adalah pasti, seorang muslim tidak boleh meragukannya. Namun kenapa hari ini ALlah tidak menolong kita dari musuh-musuh Allah?

Masalahnya adalah ada pada kekurangan dan kelalaian kaum muslimin itu sendiri. Bukan pada hadits atau alQuran yang telah jelas Allah berjanji akan menolong kaum muslimin. Karena janji Allah pasti ditepati dan Allah tidak pernah mengingkari janjiNya.

Allah mengingatkan kita muslimin dalam firmanNya:
وَمَاۤ اَصَابَكُمۡ مِّنۡ مُّصِيۡبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتۡ اَيۡدِيۡكُمۡ وَيَعۡفُوۡا عَنۡ كَثِيۡرٍؕ
*_Setiap musibah yang menimpa kalian disebabkan ulah tangan kalian sendiri. Dan Allah memaafkan banyak kesalahan kalian_*. (QS. Asy-Syura:30)

Dalam sirah, saat terjadinya perang Uhud, Allah juga berfirman:
اَوَلَمَّاۤ اَصَابَتۡكُمۡ مُّصِيۡبَةٌ قَدۡ اَصَبۡتُمۡ مِّثۡلَيۡهَا ۙ قُلۡتُمۡ اَنّٰى هٰذَا‌ؕ قُلۡ هُوَ مِنۡ عِنۡدِ اَنۡفُسِكُمۡ ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ
*_Mengapa ketika kalian ditimpa musibah (di perang Uhud), kalian berkata: Kenapa begini? padahal kamu telah mengalahkan mereka 2 kali lipatnya (di perang Badr)?. Katakan kepada mereka: Itu kesalahan kalain sendiri._* (QS. Ali Imran:165)

Jadi jelas, bahwa musibah yang terjadi disebabkan karena kelalaian kita sendiri. Adapun siapapun kita yang memenuhi kewajibannya, maka ALlah pasti akan menolongnya. ALlah berfirman:
اِنَّا لَنَـنۡصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا فِى الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا وَيَوۡمَ يَقُوۡمُ الۡاَشۡهَادُ

*_Kami pasti akan menolong para Rasul kami dan orang-orang beriman di kehidupan dunia dan di hari berdirinya para saksi (akhirat). (QS. Ghafir:51)

وَكَانَ حَقًّا عَلَيۡنَا نَصۡرُ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ
*_Dan Kami pasti akan menolong orang-orang beriman_*. (QS. ar Rum:47)

Maka, jika kita merasa belum ada pertolongan, masalahnya ada pada kekurangan diri kita dan kelalaian kaum muslimin sendiri, karena dosa-dosa yang menyebabkan tertundanya pertolongan itu.
SIRAH RASULULLAH - Ar-Rahiq Al-Makhtum
Penulis: Syaikh Syafiyyurrahman Al-Mubarakfuri


Banyak sudah buku yang membahas sisik melik Rasulullah ﷺ. Namun buku ini telah mendapatkan sertifikasi internasional sebagai buku sirah Nabi terbaik. Kupasannya komplit, namun mudah dipahami; tidak bertele-tele.
Memotret kejadian demi kejadian dalam kehidupan Rasulullah ﷺ -dimana beberapa buku sirah lain melewatkannya-. Segala hal dan peristiwa yang ingin Anda ketahui dari kehidupan Nabi ﷺ, ada di dalamnya. Riwayat yang digunakan penulis pun hanya berasal dari sumber yang otentik.

Itulah mengapa kemudian Rabithah Al-Alam Al-Islami menetapkannya sebagai juara 1 lomba sirah Nabi.

Kini, beberapa versi Indonesia buku itu telah terbit. Namun, buku yang ada di tangan Anda ini memiliki kelebihan dibanding buku sejenis.
Dilengkapi dengan takhrij riwayat oleh Syaikh Al-Albani dan beberapa pakar hadits lainnya. Anda pun akan diajak turut serta dalam peristiwa yang dialami Rasulullah ﷺ, dengan peta-peta klasik saat itu.
----------------------------------
Sirah Rasulullah - Ar-Rahiq Al-Makhtum
Penulis: Syaikh Syafiyyurrahman Al-Mubarakfuri
Penerbit : Ummul Qura
Ukuran: 17 x 24 cm
Sampul: Hard Cover
Isi: 864 halaman
Berat: 1,2 Kg
ISBN: 9786026579577
Harga: Rp. 178.000,-

Pemesanan silahkan sms ke 0895386894755 atau Whatsapp:
https://wa.me/62895386894755

Syukran.