BERILMU DENGAN BUKU
63 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
532 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
BEKAL MENUJU PERSINGGAHAN AKHIRAT

👤 Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah berkata:

من مات فقد قامت قيامته

“Barangsiapa yang meninggal dunia maka telah tegak hari kiamatnya” (binbaz.org.sa/old/3370)

👤 Seorang Penyair berkata :

تزود من التقوى فإنك لا تدري إذا جن ليل هل تعيش إلى الفجر.. وكم من صحيح مات من غير علة وكم من عليل عاش حينا من الدهر.. فكم من فتى أمسى وأصبح ضاحكا وقد نسجت أكفانه وهو لا يدري..

“Berbekallah dengan ketakwaan karena sesungguhnya engkau tidak tahu, jika tiba malam hari apakah engkau masih bisa hidup hingga esok hari… Betapa banyak orang yang sehat kemudian meninggal dunia tanpa didahului rasa sakit, dan betapa banyak orang yang sakit parah yang disangka akan meninggal dunia ternyata masih diberi umur oleh Allah… Betapa banyak pemuda yang tertawa di pagi dan petang hari, padahal kafan mereka sedang ditenun dalam keadaan mereka tidak sadar…”

🟤 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ

“Sesungguhnya kuburan adalah awal dari persinggahan akhirat, jika selamat darinya maka yang setelahnya akan lebih mudah, dan jika tidak selamat maka yang setelahnya lebih berat darinya. (HR. Ibnu Majah 4267)

🔴 Allah Ta’ala berfirman :

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)

_________________________
*HADIAH TERBAIK UNTUK SEMUA ORANG*


Kebaikan terbesar yang bisa engkau berikan kepada manusia dalah mengajaknya kepada Allah. Mendekatkan hati seseorang kepada ALlah (تَقْرِيبُ القُلُوبِ إِلَى اللهِ) dan membuatnya mencintai Allah (تَحْبِيبُ عِبَادِالله فِي الله)
adalah kebaikan yang paling agung.

Ketika Allah menyelamatkan seseorang dari kesesatan, ketika ALlah memberikannya hidayah lewat dirimu, ketika engkau mengajak orang yang jauh dari Rabbnya, ia enggan menaatiNya, lalu engkau ajak hatinya menuju ALlah, setiap kali ia melaksanakan sholat menghadap Allah, engkau pun akan mendapatkan pahala yang sama.

Setiap kali ai melakukan kebaikan apapun, engkau pun akan mendapatkan pahala yang sama sepertinya.

Nabi bersabda:
أَنَّهُ يُقَامُ ِللرَّجُلِ يَوْمَ القِيَامَةِ دِيوَانُهُ. فَتَأْتِي أَعْمالٌ كالغَمَاماتِ فَيَقُولُ يَارَبِّي مَاهَذَا؟ فَيُقَالُ سُنَنٌ هَدَيْتَ إِلَيْكَ كَانَ لَكَ أَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا
*_Pada hari kiamat nanti, ada seseorang yang diberikan catatan amalnya, ia mendapati amalannya sangat banyak bagaikan awan di langit. Duhai Rabbku, dari mana datangnya amalan ini? itu adalah sunnah-sunnah yang engkau ajarkan kepada orang lain. Engkau mendapatkan pahala yang sama dengannya._* (Hadits Shahih)
*Amalan yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah*

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah berkata :

بر الوالدين من أعظم القربات ومن أفضل الطاعت، ومن أسباب تفريج الكروب وتيسير الأمورج

“Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan amalan qurbah (amalan yang dapat mendekatkan kepada Allah) yang paling Agung, ketaatan yang utama, sebab yang dapat menjadikan dilapangkannya kesulitan dan dimudahkannya suatu urusan.”

Fatawa Nur Ala Ad Darb 2/122

Kita sangat butuh untuk khusyu'. Tidak mampu untuk khusyu' adalah kerusakan agama yang hendaknya diperbaiki oleh seorang hamba.
Negara dan Agama
Oleh: Dr Hamid Fahmy Zarkasyi

RUU Sisdiknas khususnya pasal 12 ayat 1 (a) menghadapi keberatan kaum Nasrani karena motif tertentu. Kini muncul pandangan yang mulai meragukan urgensi dan efektifitas pendidikan agama dan bahkan agama bagi peningkatan moralitas bangsa.

Diskursus mengenai urgensi pendidikan agama di negeri ini sebaiknya dihubungkan dengan ideologi formal negeri ini. Terlepas dari wacana yang berkembang, secara ideologis negeri ini telah mendasarkan dirinya pada Ketuhanan Yang Maha Esa (Sila Pertama).

Secara konstitusional negara memberi hak hidup kepada agama-agama (UUD pasal 29). Dan pada prakteknya negara ikut campur dalam urusan agama. Institusi atau departemen yang mengatur agama didirikan dan bahkan partai politik yang berdasarkan agama dibolehkan. Para pemimpin negeri ini bisa menggunakan isu agama untuk kepentingan politik.

Jika Pancasila dipahami dalam bentuk piramida terbalik, maka sila: “Ketuhanan Yang Maha Esa”, harus menjadi landasan segala sistem di negeri ini. Dan jikapun dipahami dalam bentuk struktur kerucut maka sila itu menjadi tujuan segala sistemnya.
Oleh sebab itu negara Republik Indonesia secara ideologis dan konstitusional berhak mengatur kehidupan beragama rakyatnya, termasuk pendidikan agama. Negara ini adalah negara berketuhanan dan bukan negara sekuler.

Jika negara ini telah disepakati sebagai negara berketuhanan, maka baik-buruk moralitas bangsa ini tidak lepas dari tanggungjawab pemerintah. Ini berarti bahwa sistem dan kebijaksanaan pemerintah di segala bidang harus senantiasa berdasarkan pada prinsip ketuhanan yang kondusif bagi pembinaan moralitas bangsa. Sistem pendidikan nasional adalah salah satu dari sekian sistem yang berhubungan dengan pembinaan moral bangsa.

Adanya pendidikan agama di sekolah-sekolah negeri dan swasta memiliki landasan konstitusional. Bahkan harus terus dipertahankan dan dikembangkan sehingga efektif dalam mendukung pembinaan moral (character building) bangsa ini.

Persoalannya, apakah pendidikan agama yang sekarang ini dilaksanakan telah benar-benar efektif. Jika jawabnya adalah negatif maka diperlukan clinical remedy atau rekonstruksi materi pelajaran agama. Dan disini perlu melibatkan pakar masing-masing agama untuk menentukan kualitas materi dan pakar bidang pendidikan untuk metodologi.

Seperti disinggung diatas, di negeri yang menjunjung prinsip ketuhanan ini, rasanya tidak perlu lagi mempersoalkan apakah pendidikan agama perlu diajarkan di sekolah atau tidak. Ide meniadakan pendidikan agama dengan alasan masih adanya dekadensi moral di masyarakat, rasanya terlalu simplistik. Sama halnya dengan logika Gulliver Traveller, “Jika sepatu anda kotor anda tidak perlu membersihkan karena nanti akan kotor lagi”. Juga jika ekonomi negara ini mundur maka pelajaran dan fakultas ekonomi sebaiknya dibubarkan.

Kebobrokan moral bangsa saat ini tidak dapat dinilai dari variable agama saja. Bahkan variable-variable dalam agama seperti jumlah pelaksana haji, jumlah masjid dan gereja, atau simbol-simbol ritual lainnya tidaklah cukup. Variable lain-lain seperti kebijakan politik pemerintah, rekrutmen pegawai, pembangunan suprastruktur dan infrastruktur dan lain sebagainya, selama ini tidak meletakkan peran agama secara proporsional.

Korelasi bahwa “Semakin banyak jumlah penduduk yang naik haji semakin baiklah moralitas bangsa” adalah korelasi yang tidak signifikan. Haji sendiri bukan ukuran keimanan dan moralitas seseorang.

Selain itu perlu dipertanyakan pula apakah populasi pelaksanakan haji atau pengunjung gereja dan populasi yang melakukan tindakan amoral itu sama. Apakah para koruptor itu adalah orang yang benar-benar taat beragama.

Korupsi, manipulasi, kolusi dan tindakan amoral lainnya, sejatinya adalah produk dari sistem yang tidak adil. Kotornya sungai Ciliwung bukan karena salah ulama atau pelajaran agama di sekolah, tapi karena bobroknya sistem sanitasi yang dibangun pemerintah yang korup. Perampokan, pembunuhan, penipuan dan lain-lain adalah buah dari ketidakadilan sosial dan ekonomi.
Sekarang marilah kita lihat negara Amerika atau negara Barat lainya. Ekonomi mereka maju, kehidupan publiknya nyaman, sistem sosialnya nampak rapi. Kesadaran masyarakat terhadap peraturan publik tinggi.

Tapi, perlu diingat bahwa disana agama ditinggalkan, gereja-gereja kosong. Agama dilindungi secara hukum tapi agama tidak boleh bersifat publik. Perayaan natal meriah, hari raya idul adha tidak boleh di lapangan, azan tidak boleh pakai mikrofon.

Pelajaran agama tidak saja absen di sekolah, tapi murid-murid khususnya Muslim tidak mudah melaksanakan shalat 5 waktu di sekolah. Kegiatan seks di kalangan anak sekolah bebas, asal tidak melanggar moral publik. Narkoba juga bebas asal untuk diri sendiri. Jadi dalam kehidupan publik kita tidak boleh melihat wajah agama.
Apa yang disebut prinsip moral, sejatinya tidak jelas, ia berbeda dan malah bertentangan dengan arti akhlak dalam Islam. Agama direduksi menjadi convensi publik, tuhan telah lama mati. Seorang Muslimah yang menikah umur 17 tahun dan hamil, misalnya melanggar hukum, tapi seorang gadis Amerika yang hamil di luar nikah tidak salah. Dimanakah letak kebebasan beragamanya?

Di negara yang berketuhanan ini, agama perlu masuk kedalam urusan publik. Bahkan pemerintah perlu memasukkan kedalam setiap sistem secara jelas. Prinsip keadilan harus ditegakkan, “Segala sesuatu diletakkan sesuai dengan tempat dan proporsinya.” Pendidikan agama di sekolah ditingkatkan dan kalau perlu ditambah.

Dalam konteks RUU Sisdiknas, khususnya pasal 13 ayat 1 yang memberi hak setiap siswa untuk memperoleh pendidikan dan guru agama sesuai dengan agama masing-masing, sudah cukup adil.

Jika hak warga negara memperoleh pendidikan agama dicabut, itu jelas tidak adil. Lebih tidak adil lagi jika semua siswa diwajibkan belajar semua agama, sebab seorang murid Muslim akan menerima sesuatu yang tidak diperlukannya, demikian pula murid Kristen, Hindu dan sebagainya.

Adil artinya meletakkan sesuatu pada tempatnya atau sesuai proporsinya. Dan ini bukan perkara mudah, sehingga yang berhasil dapat dicap paling dekat dengan ketakwaan (aqrabu li al-taqwa).
*TERLIHAT BAHAGIA PADAHAL SENGSARA*

Engkau mungkin melihat seseorang sangat menikmati dosa syahwat. Namun wallahi, sebenarnya orang yang paling menikmati dosa syahwat adalah orang yang jiwanya paling menderita. Ia adalah orang yang paling depresi dan paling menderita dalam hidupnya. Mengapa?

Karena Allah menjadikan ketenangan jiwa, saat berada dekat dengan-Nya. Hidup yang paling nikmat adalah saat dekat dengan-Nya. Hidup yang bahagia adalah saat bahagia bersama-Nya.

Kebahagiaan sejati dan kehidupan yang nyaman, hanya diperoleh dengan mendekat kepada ALlah.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
فعلامة السعادة ان تكون حسنات العبد خلف ظهره وسيئاته نصب عينيه . وعلامة الشقاوة ان يجعل حسناته نصب عينيه وسيئاته خلف ظهره

● Tanda kebahagiaan adalah ketika kebaikan-kebaikan hamba di belakang punggungnya (dia melupakan dan tidak menghitungnya) sedang kejelekan-kejelekannya di depan matanya (sehingga dia berusaha memperbaiki diri dan bertobat darinya).

● Tanda kesengsaraan adalah saat seseorang melihat kebaikan-kebaikannya di depan matanya (sehingga membuatnya merasa ujub dan sombong), sedang kejelekan-kejelekannya di belakang punggungnya (sehingga meremehkannya dan tidak memperbaikinya).”

Miftah Daris Sa’adah 2/843
*AGAR LANCAR DAN CEPAT MENYEBRANGI SHIRATUL MUSTAQIM*

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitabnya *Ijtimaa'ul Juyusy, cepat atau lambatnya seseorang menyebrang di atas shirat (terbentang di atas neraka), itu tergantung dengan cepat atau lambatnya ia berjalan di atas shiratul mustaqim (jalan yang lurus) saat di dunia. Orang yang paling cepat jalannya di shirat dunia, maka ia yang paling cepat saat shirat akhirat. Begitu sebaliknya.

*_Orang yang paling konsisten saat berjalan di shiratul mustaqim dunia, ialah yang paling mudah jalannya saat di akhirat._*

Orang yang tersangkut di kait-kait syubhat, syahwat dan bid'ah di dunia, ia akan tersangkut di kait-kait neraka yang seperti kawat berduri. Kait-kait syahwat, syubhat dan bid'ah di sini mempengaruhi keadaannya di sana nanti.

Ada muslim yang selamat, ada yang tercabik-cabik oleh kait besi tersebut dan dicampakkan ke dalam neraka, sebagaimana mereka dahulu terkena kait-kait tersebut di dunia. Inilah balasan yang setimpal dan Rabbmu tidak pernah menzalimi hambaNya.
(_Syaikh Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr_ )

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :
مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الْجَنَّةَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ قَالَتْ الْجَنَّةُ اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَمَنْ اسْتَجَارَ مِنْ النَّارِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ قَالَتْ النَّارُ اللَّهُمَّ أَجِرْهُ مِنْ النَّارِ

*_Barangsiapa meminta surga kepada Allah sebanyak tiga kali, maka surga berkata : ‘Ya Allah, masukkan dia ke surga._*
*_Demikian pula barang siapa meminta perlindungan dari neraka sebanyak tiga kali, maka neraka berkata : ‘Ya Allah, lindungilah ia dari neraka._*

(HR. At-Tirmidzi no. 2572 dari sahabat Anas bin Malik radhilahu ‘anhu).
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

فما اسْتُجْلِبَ رزقُ اللهِ بمِثلِ تركِ المعاصي.

“Tidaklah rezeki dari Allah itu banyaknya bisa diraih semisal dengan cara meninggalkan maksiat.”

Al-Jawabul Kafi, jilid 1 halaman. 52
*WAKAF YANG SPESIAL BAGI UMAT*

Dahulu, bila shahabat memiliki kelebihan harta, pasti mereka berwakaf. Wakaf saat itu adalah budaya umat Islam. Ini karena mereka paham bahwa wakaf itu memang spesial.

Semestinya jika orang yang sudah terbiasa sedekah, pasti berwakaf. Jika belum berwakaf, maka ini kesalahan para ahli ilmu yang belum menjelaskan terperinci kespesialannya.

Sedikit koreksi, wakaf adalah selama-lamanya, yang lebih tepat adalah selama mungkin. Untuk melakukan ini maka dibutuhkan kualitas operator wakafnya. Di sini pentingnya ilmu yang terus menerus bagi para praktisi wakaf.

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

فإن نسيان القرآن من الذنوب.

“Sesungguhnya lupa terhadap hafalan al-Qur’an termasuk akibat dosa-dosa.”

Majmu’ul Fatawa, jilid 13 hlm. 423
*SETAN TAK RELA MELEPASMU*


Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

وكلما كان الفعل أنفع للعبد وأحب إلى الله تعالى، كان اعتراض الشيطان له أكبر.

“Setiap kali suatu perbuatan lebih bermanfaat bagi seorang hamba dan lebih dicintai oleh Allah Ta’ala, maka hadangan setan terhadapnya akan semakin besar.”

Ighatsatul Lahafan, jilid 1 hlm. 86
*TUGAS SYETAN YANG HARUS DIWASPADAI*


أَعُوذُ بِآللهِ مِنْ شَرِّ هَذَا العَدُوِّ أَنْ يَضُرَّنِي فِي دِينِي أَوْ دُنْيايَ
*_Aku berlindung kepada Allah dari keburukan syetan yang merusak agama dan duniaku_*

Ini peringatan dari *syaikh Attamimy rahimahullah*, bahwa syetan itu ingin merusak dunia dan akhirat seorang hamba.

Adapun urusan dunia, syetan menggoda manusia untuk melakukan hal-hal yang menyebabkan hartanya terbuang, kesehatan dan akal pikirannya terganggu.

Adapun urusan akhirat, syetan menggoda manusia untuk melakukan perbuatan yang menjauhkannya dari Allah, agar ia mendapat hukuman dari Allah.

Syaikh Attamimy berkata:
*_Syetan menghalangiku untuk mengerjakan apa yang diperintahkan dan mengajakku melakukan perbuatan yang dilarang_*.

Syetan melakukan dua tugasnya tersebut sambil duduk di setiap jalan Bani Adam. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Nasa'i no.3134.

Sambil duduk di setiap jalan Bani Adam, ini maksudnya syetan duduk menunggu di setiap jalan yang dilalui oleh manusia. Jika jalan tersebut baik, maka ia akan menghalanginya untuk melewati jalan tersebut. Jika jalannya jalan keburukan, ia akan mendorongnya untuk melewati jalan itu.

Syetan akan menghalangi dari perintah-perintah Allah dan mendorong mengerjakan larangan-larangan Allah.

Samurah bin Jundub radhiyallahu ‘anhu berkata :

ﻣﻦ سَرَّهُ ﺃﻥ ﻳﻌﻠﻢ ﻣﻜﺎﻥ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻣﻨﻪ ، ﻓﻠﻴﻨﻈﺮﻩ ﻋﻨﺪ ﻋﻤﻞ اﻟﺴﺮ.
*_Barang siapa ingin mengetahui posisi (pengaruh) setan pada dirinya, hendaknya dia memperhatikan amal-amal yang dia lakukan saat sendirian._*

Az-Zuhd Li Ibnil Mubarak, hlm. 849
BAHAYA BERTEMAN DENGAN ORANG BURUK

👤 Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata :
فمخالطة صاحب هذا القلب سقم، ومعاشرته سم، ومجالسته هلاك.
"Bergaul dengan orang yang hatinya berpenyakit dapat menimbulkan penyakit (hati), hidup bersamanya (akan membuat) keracunan (tertulari kejelekan), dan duduk-duduk bersamanya adalah suatu kebinasaan."
*JANGAN SOMBONG WAHAI AHLI ILMU*


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

‏«وكم من عامي جاهل تجد عنده من الخشوع لله ومراقبة الله وحسن السيرة والسلوك والعبادة؛ وأكثر بكثير مما عند طالب العلم!»

“Betapa banyak orang awam yang bodoh engkau jumpai pada dirinya terdapat kekhusyukan, merasa diawasi oleh Allah, perilaku, akhlak, dan ibadah yang jauh lebih banyak dibandingkan pada seorang penuntut ilmu.”

Asy-Syarhul Mumti’, jilid 7 hlm. 166
MENCINTAI NABI


Suatu saat Umar bin Khathab radhiyallahu anhu berkata kepada nabi shalallahu alaihi wasallam :

لأَنْتَ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ إِلاَّ مِنْ نَفْسِيْ . فَقَالَ : لاَ وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِنْ نَفْسِكَ . فَقَالَ : لَهُ عُمَرُ : فَإِنَّكَ اْلآنَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِيْ . فَقَالَ : اْلآنَ يَا عُمَرُ

“Sesungguhnya engkau wahai Rasulullah, adalah orang yang paling aku cintai daripada segala sesuatu selain diriku sendiri.” maka Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda, ‘Tidak, demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, sehingga aku lebih engkau cintai dari dirimu sendiri’. Maka Umar berkata kepada beliau, ‘Sekarang ini (wahai Rasulullah) engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.’ Maka Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda, ‘Sekarang (telah sempurna imanmu padaku) wahai Umar.”

(HR. Bukhari 6257)

● Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Tidaklah (sempurna) iman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya dan seluruh umat manusia.”

(HR. Bukhari 15, dan Muslim 70, dan Ahmad 12837)
*MENGUAK MISTERI ANGKA 13 YANG KONON KATANYA ANGKER*


Seperti aqidahnya orang-orang jahil zaman ini, di mana mereka fobia dengan angka 13, baik hari, waktu atau bangunan dan lain-lain.

Sampai-sampai perusahaan ataupun yayasan jika hendak membangun gedung, gedung bertingkatnya ditulis nomor 1, 2......hingga 12 langsung ke nomor 14. Mereka enggan menulis nomor 13, karena mereka fobia angka 13. Bahkan sebagian pesawat nomor kursinya ditulis 1, 2, 3......12 langsung nomor 14. Mereka tak mau menulis 13.

Asal muasal aqidah fobia angka 13 dari kalangan Nasrani, akan tetapi merembes ke sebagian orang-orang jahil. Sebagaimana tertulis dalam hadits:
*_Sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal,_* (Al-Hadits)

Orang Nasrani fobia dengan angka 13 dan hari jumat sebagaimana yang di doktrin, karena anggapan mereka bahwa Isa disalib di tanggal 13 hari jumat. Oleh karenanya mereka fobia dengan angka 13.

Apalagi jika tanggal 13 jatuh di hari jumat, jangan tanya betapa fobianya mereka. Dan betapa mencekamnya jiwa mereka di hari itu.

Ini semua aqidah yang bathil.

(*_Syaikh Abdurrazaq Al-Badr_*)
*Mari jaga para wanita kita*

Hal yang paling berbahaya pada hari ini adalah acara pesta wanita, di mana wanita hadir di situ dengan keadaan berpakaian tetapi telanjang. Dada, punggung, lengan dan betis mereka terlihat.

Mereka hadir di pesta tersebut dengan tampilan yang diinginkan syaithan. Mereka adalah putri kalian, saudari kalian, istri kalian! dan kalian akan ditanya tentang mereka di hadapan ALlah subhanahu wata'ala.

Jagalah wanita-wanita kalian, karena mereka akan menjadi fitnah terbesar di masyarakat.
Fitnah terbesar yang menimpa Bani Israil dahulu adalah fitnah wanita. Ketika mereka membiarkan para wanita bersolek dan berhias (di laur rumah), sehingga terjadilah perzinaan dan mereka pun di azab. Wal'iyaadzubillah.

Berbagai penyakit dan wabah menyerang mereka, begitu pula azab-azab lainnya.

Allah sudah menceritakannya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menceritakannya, dan sejarah pun sudah menceritakan tentang mereka.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:

‏«لا ريب أن الإسلام جاء بإكرام المرأة والحفاظ عليها وصيانتها عن ذئاب بني الإنسان، وحفظ حقوقها ورفع شأنها»

“Tidak diragukan lagi bahwa Islam datang membawa *PEMULIAAN TERHADAP WANITA*, menjaganya dan melindunginya dari serigala-serigala berjenis manusia, menjaga hak-haknya, dan mengangkat derajatnya.”

• Majmu’ul Fatawa, jilid 4 hlm. 308
*MUSIBAH DALAM PERDAGANGAN HARI INI*


Pembeli bertanya: Ini barangnya asli? Penjual menjawab:
*_Ini barang asli pak_*

Padahal barangnya tiruan. Merk dan bungkusnya dipalsukan. Lalu ia mengatakan barang ini asli, padahal barangnya tiruan.

Ia mengambil harta saudaranya dengan cara yang tidak dibenarkan. Dan ia merasa dirinya hebat dalam berdagang. Sedangkan orang yang berjualan dengan jujur, malah dikatakan tidak pandai berdagang. Laa haula wa laa quwwata illaa billah.

Sekarang ini, jujur dalam berdagang malah dianggap aneh. Orang jujur tidak bisa lagi sejalan dengan orang-orang pada umumnya. Karena orang jujur biasanya malah dikhianati saat berdagang.

Hukum ini mencakup semua tindakan menzalimi harta orang lain. Seperti pedagang yang mengurang-ngurangi isi kantung barang yang ia jual, tapi ia katakan isinya penuh.

Sangat disayangkan, orang-orang kafir menjual dengan jujur, sedangkan orang Islam malah menipu.

Dikurang-kurangi, sampai terkumpul satu kantung lagi untuk ia jual. Laa haula wa laa quwwata Illaa billah.

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah, menasihati kita para pedagang di dalam kitab *_As’ilatun Min Ba’dhi Ba’i’is Sayyarat, Hal. 22-23_*

Nasihat saya kepada para pedagang umumnya agar mereka bertaqwa pada Allah Subhanahu wa ta’ala dan menjalankan transaksi secara jujur dan jelas terhadap apa yang mereka katakan terkait dengan kriteria-kriteria barang yang mereka promosikan dan menjelaskan bilamana terdapat aib (cacat) pada barang-barang mereka tersebut sehingga mudah-mudahan Allah akan memberkahi jual-beli yang mereka lakukan.

Terdapat hadits shahih dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwasannya beliau bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنِ النَّارِ وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَه‍ُوَ يُؤْمِنُ بااللهِ والْيَوْمِ الْآخِرِ إِلَى النَّاسِ الَّذِى يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إلَيْهِ

*_Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan kedalam surga, maka hendaklah ketika datang ajalnya, dia beriman kepada Allah dan Hari akhir. Dan hendaklah pula dia memperlakukan manusia (dengan) hal yang dia sendiri suka bila hal itu diperlakukan kepadanya._* (Shahih Muslim, kitab al-Imarah, no. 1844)

Demikian pula terdapat hadits shahih lainnya bahwasannya beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

*_Tidaklah beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai bagi saudaranya apa-apa yang dia mencintainya bagi dirinya sendiri._* (HR. Bukhari dan Muslim)

Bilamana seseorang tidak suka diperlakukan oleh orang lain (dalam suatu transaksi) dengan tanpa menjelaskan terlebih dahulu kepadanya, bagaimana mungkin dia sendiri tidak suka hal itu terjadi pada dirinya sementara dia tega hal itu terjadi pada selain dirinya?

Kita memohon kepada Allah dan semua saudara kita, kaum Muslimin agar diberi hidayah dan saling menasehati terhadap para hamba Allah, sesungguhnya dia Mahakaya lagi Mahamulia.

*Wallahu a’lam Wa shallallahu 'alaa Nabiyyinaa Muhammad*.
*BAHAGIA YANG SESUNGGUHNYA*


Banyak orang mengira bahwa kebahagiaan ada pada banyaknya harta. Ini tidak benar, ini keliru. Harta yang banyak tidak bisa menyelamatkan Qarun. Allah benamkan dirinya da nrumahnya ke dalam bumi. Ketika ia gunakan hartanya untuk menzalimi dan melampaui batas. Ia kufur dengan nikmat Allah.

Ada yang mengira bahwa kebahagiaan itu ada pada kekuasaan, pekerjaan dan jabatan. Ini tidak berdasar sama sekali. Kekuasaan, jabatan dan pangkat tidak akan menyelamatkan seseorang. Seperti Firaun yang berbuat zalim dan melampaui batas dan kekuasaannya. Ia angkuh dan menyombongkan diri. Sampai-sampai ia mengaku Tuhan.

Ada yang menganggap kebahagiaan itu ada pada makanan, minuman dan memenuhi syahwat. Ini juga keliru. Allah berfirman tentang orang-orang kafir:
وَالَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا يَتَمَتَّعُوۡنَ وَيَاۡكُلُوۡنَ كَمَا تَاۡكُلُ الۡاَنۡعَامُ وَالنَّارُ مَثۡوًى لَّهُمۡ
*_Orang-orang kafir bersenang-senang dan makan seperti makannya binatang. Dan neraka jahanam tempat kembali mereka._* (QS. Muhammad:12)

Lalu, di manakah kebahagiaan itu?

Kebahagiaan itu hanya di dapatkan dengan amal shalih dan bertaqwa kepada Allah 'azza wa jalla. Bahagia itu bukan pada mengumpulkan harta, *orang bertaqwa ialah orang yang bahagia*. Taqwa kepada Allah adalah sebaik-baik bekal dan Allah menyiapkan bonus untuk orang-orang bertaqwa.

Bertaqwa kepada Allah adalah sebab kebahagiaan. Tidak ada kebahagiaan pada selain taqwa, yaitu dengan *mengerjakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya.*

~ *_Syaikh Shalih bin Fauzan_* ~
BERSEGERA UNTUK BERAMAL


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Bersegeralah melakukan amalan shalih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” [HR. Muslim]
*Pembuatan katalog produk UKM halal*

Sehubungan dengan dukungan *Yayasan BIG Indonesia* dalam mendukung program akselerasi produk UKM Halal binaan para pendamping dan fasnas dan fasda BPOM BIG Indonesia untuk go retail go expor.

Hasil Foto akan menjadi hak BIG Indonesia untuk di publikasikan, dan pemilik produk berhak untuk mendapatkan hasil foto dan dapat dipergunakan untuk media promosi dan penjualan

Berkenaan dengan hal dimaksud, maka dengan ini kami menfasilitasi pembuatan katalog produk UKM halal dan meminta kesediaan para UKM Halal binaan untuk melengkapi data berikut ini:
shorturl.at/owCHW

*Kategori Produk*
1. Makanan minumam
2. Kriya atau Industri Kreatif
3. Herbal
4. Obat
5. Kosmetik
6. Barang Gunaan
7. Jasa