BERILMU DENGAN BUKU
63 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
532 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
31| Saat anak wanita mulai jatuh cinta, ia akan jadikan AYAH sebagai mentor cintanya. Tak ingin ditipu lelaki buaya. Nasehat ayah jadi panduan

32| Saat anak wanita siap menikah, ia mencari sosok lelaki yg seperti ayahnya. Atau setidaknya pilihan ayahnya

33| Bahkan saat anak wanita menjalani gonjang ganjing pernikahan. Ia tak butuh lelaki lain sebagai tempat curhat. Ayahnya lah yg jadi labuhan

34| Peran ayah dalam menjaga kesucian anak wanita amatlah vital. Rusaknya moral anak wanita saat ini salah satunya karena ketidakterlibatan ayah dalam mengasuh

35| Karena itu, ajaklah para ayah agar terlibat dalam pengasuhan. Tak cuma sekedar cari nafkah. Tapi peduli akan anaknya khususnya yg wanita

36| Semoga anak wanita di negeri ini selalu jaga kesuciannya sehingga lahir generasi yg diberkahi
*ANGAN-ANGANNYA PENGHUNI KUBUR*


Ia tidak akan berangan-angan tinggal di rumah megahnya dahulu. Bukan juga kendaraan yang dahulu ia naiki. Bukan juga bertemu saudara ataupun sahabatnya.

Yang ia (penghuni kubur) inginkan hanya bisa menambah tasbih dan istighfar di catatan amalnya. Ia hanya ingin melakukan amal shalih. Orang yang Allah beri taufiq akan memahami hakikat kehidupan ini.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata :

وكلما غفل قلبك واندمجت نفسك في الحياة الدنيا فاخرج الى القبور وتفكر في هؤلاء القوم
*_Setiap kali hatimu lalai dan terlarut dalam kehidupan dunia, keluarlah engkau menuju kuburan._*

وتفكر في هؤلاء القوم
*_Dan renungkanlah tentang mereka-mereka ini (para penghuni kubur)._*

الذين كانوا بالأمس مثلك على الأرض يأكلون ويشربون ويتمتعون
*_Kemarin mereka seperti dirimu berada diatas bumi, mereka makan, minum dan bersenang-senang._*

والآن أين ذهبوا
*_Dan sekarang kemana mereka pergi?_*

صاروا الآن مرتهنين بأعمالهم
*_Sekarang mereka tergadaikan dengan amalan-amalan mereka (di dalam kubur)._*

لم ينفعهم إلا عملهم كما أخبر بذلك النبي عليه الصلاة والسلام أنه قال
Tidak bermanfaat bagi mereka kecuali amalan-amalan mereka, sebagaimana hal itu dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam :

يتبع الميت ثلاثة : ماله وأهله وعمله ، فيرجع اثنان ويبقى واحد ، يرجع أهله وماله ، ويبقى عمله
*_Akan mengiringi mayit tiga perkara, Hartanya, keluarganya dan amalannya. Maka akan kembali pulang dua perkara dan akan tinggal bersamanya satu perkara. Yang akan kembali pulang keluarganya dan hartanya, dan akan tinggal bersamanya amalannya._* (HR. Bukhori, Muslim)

ففكِّر في هؤلاء القوم
Maka renungkanlah tentang mereka-mereka ini..

Syarh Riyadhus Shalihin 3/473
TANDA KEMUNAFIKAN ORANG SHOLAT


🟢 Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata :

‏فهذه ست صفات في الصلاة من علامات النفاق

1. الكسل عند القيام إليها
2. ومراءاة الناس في فعلها
3. وتأخيرها
4. ونقرها
5. وقلة ذكر الله فيها
6. والتخلف عن جماعتها

Berikut ini adalah enam hal dalam shalat, yang termasuk tanda kemunafikan:

1. Malas ketika bangkit untuk menegakkannya.
2. Riya’ ketika mengerjakannya.
3. Menunda-nundanya.
4. Gerakannya terlalu cepat.
5. Sedikit menyebut atau mengingat Allah di dalamnya.
6. Tidak mengerjakannya secara berjamaah.”

Ash-Shalah wa Hukmu Tarikiha, jilid 1 hlm. 173
*DOA UNTUK ORANGTUA*


اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأٰبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا
اللَّهُمَّ الطُفْ بِهِمْ كَمَا لَطَفُوبِنَا
وَبِرَّهُمْ كَمَا بَرُّوبِنَا
وَتَحَنَّنْ عَلَيْهِمْ كَمَا تَحَنَّنُولَنَا
وَانْظُرْ لَهُمْ بِعَيْنِ الرَّحْمَةِ وَالرِّضْوَانِ
اللَّهُمَّ اجْعَلْ لَهُمْ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا
وَمِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجً
وَمِنْ كُلِّ بَلَاءٍ عَافِيَةٍ
اللَّهُمَّ مَنْ كَانَ مِنْهُمْ حَيًا فَأَعِنَّا على بِرِّهِ وطاعَتِهِ وَالإِحْسَانِ إِلَيْهِ
ونَعُوذُ بِكَ مِنَ العُقُوقِ والجُحُودِ
ومَنْ كَانَ مِنْهُمْ مَيْتًا فَاغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ
وَتَجَاوَزْ عَنْ سَيِّئَاتِهِ
وَاجْعَلْ قَبْرَهُ رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ
ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Ya Allah ampunilah bapak ibu kami
Ya Allah, berlemah lembutlah kepada mereka sebagaimana mereka berlemah lembut kepada kami
Berilah mereka kebaikan sebagaimana mereka berbuat baik kepada kami
Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami
Dan pandanglah mereka dengan pandangan kasih sayang dan keridhoan
Ya Allah, jadikanlah untuk mereka kemudahan dari segala kesusahan
Dan jadikanlah untuk mereka jalan keluar dari setiap kesempitan
Berikanlah afiyah dari setiap musibah yang menimpanya
Ya Allah, siapa yang masih hidup dari mereka maka berikanlah kesempatan bagi kami untuk berbakti, taat, serta berbuat ihsan kepadanya
Kami berlindung kepadaMu dari durhaka dan membangkang
Dan siapa dari mereka yang telah wafat maka ampuni dan rahmatilah ia
Ampunilah segala keburukannya
Dan jadikanlah kuburannya taman-taman surga, Yaa arhamarraahimiin
*PEMIMPIN SEJATI*

Di tengah perjalanan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertemu seorang penggembala, Nabi kemudian meminta susu padanya. Rasulullah dan rombongan merasa kehausan.

Lalu Rasulullah memulai memerasnya, menyodorkan perasan susu pertamanya kepada Abu Bakar. Kemudian Rasulullah memeras lagi, lagi dan lagi, lalu menyodorkannya kembali kepada semua rombongan yang ada dan terakhir kepada si penggembala sendiri, dan si penggembala itupun meminumnya. Baru setelah semua mendapat bagiannya, Rasulullah memeras kembali untuk yang terakhir kalinya dan beliau meminumnya.

Lihatlah, beliau adalah
1) Pemimpin rombongan
2) Orang yang memerasnya
3) Orang terakhir yang meminumnya

Mengamati ini, si penggembala tertegun, dan dia bertanya:
*_Siapakah engkau sesungguhnya?. Demi Allah, aku tidak pernah menjumpai orang sepertimu._*

Maa syaa Allah, sekali bertemu, meninggalkan kesan yang mendalam. Itulah Rasul kita, shallallahu 'alaihi wa sallam, orang yang seharusnya dilayani, justru melayani.

اللهم صل و سلم على رسولك محمد
BERBUAT BAIK PADA ANAK YATIM


Dari Ummu Said binti Murrah Al-Fihri, dari ayahnya, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

أَنَا وَكاَفِلُ الْيَتِيْمِ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ، أَوْ كَهَذِهِ مِنْ هَذِهِ -شَكَّ سُفْيَانُ فِي الْوُسْطَى أَوِ الَّتِيْ يَلِيْ الإِبْهَامُ

“Kedudukanku dan orang yang mengasuh anak yatim di surga seperti kedua jari ini atau bagaikan ini dan ini.” [Salah seorang perawi Sufyan ragu apakah nabi merapatkan jari tengah dengan jari telunjuk atau jari telunjuk dengan ibu jari]. (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad no. 133, hadits ini sahih sebagaimana kata Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 800).

Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah didatangi oleh seseorang yang mengeluhkan kerasnya hatinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menyarankan,

أَتُحِبُّ أَنْ يَلِيْنَ قَلْبُكَ وَتُدْرِكَ حَاجَتُكَ اِرْحَمِ اليَتِيْمَ وَامْسَحْ رَأْسَهُ وَأَطْعِمْهُ مِنْ طَعَامِكَ يَلِنُ قَلْبُكَ وَتُدْرِكُ حَاجَتُكَ

“Apakah engkau suka hatimu menjadi lembut dan kamu mendapatkan hajatmu (keperluanmu)? Rahmatilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berikanlah makan kepadanya dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lembut dan niscaya kamu akan mendapatkan hajatmu.” (HR. ‘Abdurrazaq dalam mushannafnya, 11:97. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, 2544).
BERBUAT BAIK PADA JANDA DAN DHUAFA


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

السَّاعِى عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ – وَأَحْسِبُهُ قَالَ ، يَشُكُّ الْقَعْنَبِىُّ – كَالْقَائِمِ لاَ يَفْتُرُ ، وَكَالصَّائِمِ لاَ يُفْطِرُ

“Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang-orang miskin laksana orang yang berjuang di jalan Allah. Al-Qa’nabi–yaitu gurunya Imam Bukhari dan Muslim–berkata, aku sangka itu seperti orang yang shalat malam yang tidak pernah merasakan lelah, dan yang berpuasa yang tidak pernah berhenti berpuasa.” (HR. Bukhari, no. 5353 dan Muslim, no. 2982)
*BERADAB KEPADA ALLAH*


Bab akhlaq adalah bab yang sangat agung. Dan akhlaq yang paling tinggi adalah adab seorang hamba kepada Rabb dan Penciptanya.

Zat yang telah menganugerahkannya sebuah jasad, kesehatan, kekuatan, pancaindera dan kenikmatan-kenikmatan lainnya.

Maka hak Rabb yang Maha agung dan Maha mulia ini adalah beradab kepadaNya. Seorang hamba harus beradab kepada Allah subhanahu wata'ala.

Adab kepada Allah berarti memuliakan, mengagungkan dan memaksa diri untuk memenuhi hak-haknya.

Dan adab kepada Allah subhanahu wata'ala yang paling agung adalah benar-benar menghadirkan rasa malu kepadaNya. Sebagaimana sabda Nabi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
إِسْتَحْيُوا مِنَ اللهِ حَقَّ الحَيَاءِ
*_Benar-benar merasa malulah kalian kepada Allah_*. (HR. Tirmidzi No.2458)

Bukanlah bentuk sikap malu kepada Allah, ketika seorang hamba bersembunyi dari manusia ketika bermaksiat, padahal ia tahu Rabb semesta alam sedang memperhatikannya. Mereka bersembunyu dari manusia tapi tidak bersembunyi dari Allah.

ALlah berfirman:
يَّسۡتَخۡفُوۡنَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسۡتَخۡفُوۡنَ مِنَ اللّٰهِ وَهُوَ مَعَهُمۡ اِذۡ يُبَيِّتُوۡنَ مَا لَا يَرۡضٰى مِنَ الۡقَوۡلِ‌ؕ وَكَانَ اللّٰهُ بِمَا يَعۡمَلُوۡنَ مُحِيۡطًا
*_Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal ALlah bersama mereka di saat mereka membicarakan hal yang tidak Allah ridhoi di malam hari. Dan Allah Maha Meliputi terhadap apa yang mereka kerjakan._*. (QS. an-Nisa:108)

Ini merupakan petunjuk alQuran agar seorang hamba beradab kepada Allah subhanahu wata'ala.
CARA BERTAUBAT

Jika dosa yang dilakukan berkaitan dengan makhluk, apabila berupa harta, maka engkau harus mengembalikannya kepada pemiliknya.

Tidak diterima taubatmu kecuali dengan mengembalikannya. Seperti jika engkau mencuri harta seseorang, lalu engkau bertaubat, maka engkau harus mengembalikan harta yang dicuri kepada pemiliknya.

Atau engkau punya hutang dengan seseorang, lalu engkau tidak mengakuinya, kemudian engkau bertaubat. Maka engkau harus menemui kepada si pemberi hutang dan mengakui kesalahanmu, agar ia bisa mengambil haknya kembali.

Jika orang tersebut sudah meninggal, maka berikan kepada ahli warisnya, jika engkau tidak mengetahui keberadaan orang tersebut, maka sedekahkanlah hartanya atas nama orang itu. Sedekahkan atas namanya untuk berlepas diri dari harta tersebut. Biar Allah subhanahu wata'ala yang akan memberikan kepadanya. Demikian, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin memberikan jawabannya.

Jadi, taubatnya orang yang korupsi, harus mengembalikan seluruh harta yang diambil ke si empunya, taubatnya orang yang menggelapkan dana ribuan bahkan puluhan ribu orang, berarti harus mengembalikan semua uang yang digelapkan itu ke ribuan atau puluhan ribu orang tersebut, agar selesai urusanmu di dunia.


Allah Ta’ala berfirman :
إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa:17)

👤 Ibnu Rajab Al Hanbali rahimahullah berkata menafsirkan ayat diatas :

“(Ayat) Ini mengisyaratkan bahwa sebaik-baik waktu bertaubat adalah bersegera di waktu sehatnya sebelum datang penyakit sehingga ia bisa melakukan amal sholih.” (Lathoiful Ma’arif 720)
PAHALA AMALAN SHALIH BERLIPAT GANDA DI BULAN HARAM

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679).

Ibnu ’Abbas mengatakan, ”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arif, 207)
*Mengukur Kadar Keshalihan Diri Sendiri*


JIka seseorang merasakan hatinya khusyuk saat mendengarkan firman Allah. Ia selalu rindu untuk mendengarkan al Quran, berusaha mengambil manfaat dan mengamalkan al Quran. Maka ia adalah orang yang paling tinggi derajatnya di sisi Allah. Ia adalah orang yang paling sempurna keshalihannya.

Tapi jika seseorang merasakan hatinya lalai dari firman Allah. Sama saja baginya mendengarkan firman Allah dan perkataan orang lain. Hatinya tidak khusyuk dan tidak terpengaruh saat membaca al Quran. Dari kelalaian tersebut, ia mengetahui berapa kadar kerusakan hatinya.

Ibnu Rajab Al-Hambaly rahimahullah berkata :

إذا كان الإنسان تسوؤه سيئته ويعمل لأجلها عملا صالحا، كان ذلك دليلا على إيمانه.

“Jika seseorang merasa sedih karena dosanya dan dia beramal shalih untuk menghapusnya, maka itu merupakan bukti atas keimanannya.”

Fathul Bary, jilid 3 hlm. 28
*BIANG KECELAKAAN DI AKHIRAT*


Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ الْفَمُ وَالْفَرْجُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang apa amalan yang terbanyak menyebabkan manusia masuk al-jannah (surga)?

Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.”

Beliau shallallahu alaihi wasallam juga ditanya tentang apa perkara terbanyak yang menyebabkan manusia masuk an-Nar (neraka)?

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mulut dan kemaluan.”

🟢 HR. At-Tirmidzi no. 2004
*Agar Hati dekat dengan Allah*


Salah satu sebab agar hati menjadi baik dan istiqomah di atas kebaikan adalah dengan bersahabat dengan orang-orang baik, para ulama dan orang-orang shalih.

Merenungi perkataan mereka dan mengambil manfaat dari nasihat mereka. Begitu juga dengan semangat untuk selalu mendengarkan kajian ilmu. Dengan begitu Allah akan memperbaiki kerusakan hatinya.

Karena ALlah menjadikan hati hidup dengan mengingatNya. Oleh karenanya, orang yang berusaha mengisi waktunya dengan nasihat dan majelis ilmu.

Engkau akan melihatnya sangat dekat dengan Allah. Hatinya lebih dekat dengan ALlah daripada orang yang tidak demikian.

Karenanya Allah mensyariatkan hamba-hambaNya yang beriman, untuk mendengarkan nasihat dan peringatan sekali sepekan.

Allah mensyariatkan hambaNya yang beriman untuk pergi sholat jumat, agar ia bisa membersihkan kotoran-kotoran hatinya. Agar ia bisa bangun dari tidurnya dan sadar akan kelalaiannya dan agar hatinya ingat kepada Allah.
DOA MEMOHON HIDAYAH


Allah Ta’ala yang maha sempurna rahmat dan kebaikannya, memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk selalu berdoa memohon hidayah taufik kepada-Nya, yaitu dalam surah Al Fatihah:

{اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ}

“Berikanlah kepada kami hidayah ke jalan yang lurus”.

Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di berkata: “Doa (dalam ayat ini) termasuk doa yang paling menyeluruh dan bermanfaat bagi manusia, oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk berdoa kepada-Nya dengan doa ini di setiap rakaat dalam shalatnya, karena kebutuhannya yang sangat besar terhadap hal tersebut”

Dalam banyak hadits yang shahih, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan kepada kita doa memohon hidayah kepada Allah Ta’ala. Misalnya doa yang dibaca dalam qunut shalat witir:

(( اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْت))

“Ya Allah, berikanlah hidayah kepadaku di dalam golongan orang-orang yang Engkau berikan hidayah”
*BERDOALAH DI WAKTU MUSTAJAB INI*

Perhatikan firman Allah berikut ini:
كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيۡهَا زَكَرِيَّا الۡمِحۡرَابَۙ وَجَدَ عِنۡدَهَا رِزۡقًا ‌ۚ‌ قَالَ يٰمَرۡيَمُ اَنّٰى لَـكِ هٰذَا ؕ‌ قَالَتۡ هُوَ مِنۡ عِنۡدِ اللّٰهِ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ يَرۡزُقُ مَنۡ يَّشَآءُ بِغَيۡرِ حساب
*_Setiap Zakaria masuk menemui Maryam di Mihrab, ia dapati di sisinya makanan. Ia berkata," Hai Maryam, dari mana engkau memperoleh (makanan) ini?". Maryam menjawab,"Makanan itu dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah yang memberi rezeki kepada siapa yang dikehendakiNya tanpa hisab"._*(QS. Ali Imran:37)

Tatkala Zakaria mengamati kejadian ini, iapun tersentuh, di Mihrab tersebut saat melihat karunia ALlah ia segera berdoa kepada Allah:
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ‌ ‌ۚ قَالَ رَبِّ هَبۡ لِىۡ مِنۡ لَّدُنۡكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً‌ ‌ ۚ اِنَّكَ سَمِيۡعُ الدُّعَآءِ
Di sanalah Zakaria berdoa kepada RabbNya seraya berkata, *Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha mendengar doa*. (QS. Ali Imran:38)

Sebagian ulama berkomentar sesungguhnya keadaan ini termasuk keadaan-keadaan dikabulkannya doa, yaitu ketika kamu melihat nikmat saudaramu muslim, maka berdoalah karena ini termasuk keadaan terkabulnya doa. Ketika engkau mendengar bahwa Fulan mendapatkan rezeki, kebaikan, maka berdoalah kepada ALlah. Mintalah untuknya taufiq dan pertolongan dan berdoalah untuk dirimu sendiri. Ini termasuk keadaan mustajab doa. Perhatikanlah firman Allah:
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهٗ‌
*_Di sanalah Zakaria berdoa kepada Rabbnya_*.

Begitu juga ini dapat menghilangkan penyakit hasad dalam diri.

(Syaikh Sa'ad Al-Khatslan)
*TERJERUMUS DALAM KESESATAN*

Jika kita melihat dan memperhatikan kebanyakan orang zaman ini, yang mana mereka terjatuh ke dalam berbagai bentuk penyimpangan dan kekeliruan dalam aqidah maupun ibadah, maka masalahnya kembali kepada sumber mereka dalam mengambil hukum.

Jika sumber hukumnya salah, maka salah pula hukumnya.

Oleh karenanya, seorang muslim harus semangat untuk mengambil ke sumber hukum yang murni dan putih (al Quran dan sunnah). Dari sumber inilah aqidah, ibadah dan akhlaq diambil. Sehingga agama, aqidah dan ibadahnya kepada Allah berada di atas ilmu yang benar.

Imam al-Ghazaliy rahimahullah berkata :
“Ketahuilah bahwa barang siapa menilai kebenaran melalui sosok seseorang, ia akan kebingungan dalam jurang kesesatan. Kenalilah kebenaran (dari dalil Al-Quran, sunnah dan praktek para shahabat nabi -pen) niscaya engkau mengenal siapa yang benar jika engkau memang benar ingin menempuh jalan kebenaran. Jika engkau beranggapan bahwa keunggulan seseorang cukup untuk menentukan kebenaran, jangan abaikan para Sahabat dan keunggulan mereka. Karena semua sepakat tentang keunggulan mereka. Dalam urusan agama, mereka tak bisa dikejar dan tak tertandingi. Keunggulan mereka bukan karena kata-kata, tetapi karena ilmu akhirat. Abu Bakar radhiallahu ‘anhu, unggul bukan karena banyak melakukan puasa dan shalat, melainkan karena sesuatu yang ada di dalam dadanya.”

📚 Ihyaa’ ‘Uluum ad-Diin, jilid 1, hlm. 23
*PAHALA MENDOAKAN KAUM MUSLIMIN*


Nabi bersabda:
مَنْ اسْتَغْفَرَ لِلمُسْلِمِيْنَ والمُسْلِمَاتِ كاَنَ لَهُ بِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ حَسَنَةٌ
*_Siapa yang memohon ampun untuk kaum muslimin dan muslimah, maka ia mendapatkan satu kebaikan_*. (HR. Thabrani - Musnad Syamiyyin No.2155)

Perhatikanlah, siapa yang memohonkan ampun untuk kaum muslimin dan muslimah, maka baginya satu kebaikan. Berapa pahala yang bisa kamu dapatkan? jika engkau ucapkan dalam doamu:
اللهم اغفرلِلمُسْلِمِيْنَ والمُسْلِمَاتِ والمُؤْمِنِيْنَ والمُؤْمِنَاتِ أَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ
*Ya Allah ampunilah kaum muslimin dan muslimah, kaum mukminin dan mukminah, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal*.

Kalimat yang panjangnya tidak sampai satu baris. Berapa pahala yang bisa kamu raih? coba hitung dari zaman Nabi Adam sampai orang yang masih hidup sekarang. Untuk setiap muslimnya ada satu pahala. Ada jutaan pahala dalam doa itu.

Dan juga ketika kamu mendoakan hidayah, pertolongan, taufiq dan keselamatan untuk kaum muslimin.

Jika doa tersebut berasal dari hatimu, ini menandakan hati dan jiwamu bersih dari kedengkian terhadap saudara muslimmu.
*IBU, AKU INGIN BERBAKTI PADAMU*

Selama jantung ibumu masih berdetak, temui ibumu sebelum nyawanya dicabut. Temui ia sebelum datang tangisan penyesalan untuk setiap detik yang terlewat.

Allah masih memuliakanmu dengan hidupnya ibumu. Carilah ridhonya selama jantungnya masih berdetak. Abaikan tanggapan orang lain.

Carilah ridho Allah 'azza wa jalla, berbaktilah kepada ibumu agar mendapatkan ridho Allah subhanahu wata'ala. Dengan izin Allah 'jalla wa'alaa engkau akan bahagia.

Kami belum pernah bertemu orang yang berbakti kepada orangtuanya, terkhusus ibunya, kecuali pasti ia *sukses dunia akhirat*.

Maka bertaqwalah kepada Allah untuk berbakti kepada ibumu. Carilah keridhoannya. Dengan begitu engkau akan mendapatkan kebaikan dunia akhirat.

نسأل الله الهداية والبركة والسلامة والحياة الطيبة*
Buku Jala’ul Afham - Keutamaan Shalawat Kepada Nabi


Sangat besar sekali keutamaan bershalawat kepada Nabi Muhammad. Deengan satu shalawat saja, akan dibalaslah oleh Allah dengan balasan sepuluh kali shalawat bagi orang yang mengucapkannya. Luar biasa !

Bayangkan jika kita mendapatkan ucapan shalawat dari Allah Ta’ala? Tidak hanya sekali, tapi sepuluh kali? dan ini menjadi bertambah dengan bertambahnya shalawat yag kita lakukan.

Shalawat dapat menjadi sebab sampainya doa seseorang pada Allah ta’ala, karena do’a itu terhenti diantara langit dan bumi, tidak akan sampai pada Allah ta’ala sebelum orang yang berdo’a tersebut bershalawat untuk Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam.

Buku Jala’ul Afham adalah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah yang membahas mengenai keutamaan shalawat. Dalam buku ini akan terjawab berbagai pertanyaan mendasar tentang shalawat Nabi.

Buku ini akan memaparkan hadits-hadits tentang shlawat Nabi, kapan waktu-waktu di utamakan bershalawat, dan di akhiri dengan ulasan seputar shalawat dan salam untuk selain nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam.

Kelebihan buku ini adalah setiap hadits yang di bahas dilengkapi penjelasan apakah ia termasuk hadits shahih, hasan maupun yang cacat yang dijelaskan juga sebab-sebab kecacatan hadits tersebut.

Harga: Rp. 136.000
Kode: BK1497
Penulis: Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
Penerbit: Al-Qowam
Tebal: 718 hlm, Hard Cover
Berat: 1 kg
Ukuran: 15 cm x 23 cm