BERILMU DENGAN BUKU
63 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
532 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
KEUTAMAAN HARI ARAFAH


Sebaik-baik do’a adalah do’a hari Arafah -9 Dzulhijjah-. Maksudnya, do’a ini paling cepat diijabahi. Sehingga kita diperintahkan untuk konsen melakukan ibadah yang satu ini di pada hari Arafah, apalagi untuk orang yang sedang wukuf di Arafah.

Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim no. 1348).

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi no. 3585. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Maksudnya, inilah doa yang paling cepat dipenuhi atau terkabulkan (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 10: 33).
DOA MINTA KEKHUSYU'AN HATI

اللهم إنّا نسألك إنابة الخاشعين
اللهم إنّا نسألك إثبات المخبتين
اللهم اكسرقلوبنا بين يديك ورُدَّنا إليك
اللهم ارزقنا خشوع الخاشعين وإخبات المخبتين
اللهم اقْطَعْ عنّا دابِرَالشياطين
اللهم اقْطَعْ عنّا وَسَاوِسَهُمْ وخَطَرَاتِهِمْ المُرْدِيَةَ وَسَاوِسَهُمُ المُهْلِكَةَ إله الأوّلين والأٰخَرِيْنَ

Ya Allah karuniakan kepada kami kekhusyukan orang-orang yang khusyuk
Ya Allah tundukkan hati kami di hadapanMu dan palingkan jiwa kami hanya kepadaMu
Ya Allah karuniakan kepada kami kekhusyukan orang-orang yang khusyuk
Ya ALlah ilaahal awwaliin wal aakhiriin, lindungi kami dari godaan syetan yang membinasakan
DOA SAMBUTAN NIKAH UNTUK KEDUA MEMPELAI

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَا لَمِيْنَ. اَللهم صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي الْخَيْرِ، اللهم بِفَضْلِكَ عُمَّنَا، وَبِلُطْفِكَ حُفَّنَا وَاجْعَلْ هٰذَا اْلعَقْدَ عَقْدًا مُبَارَكًا مَعْصُوْمًا، وَأَلِّفْ بَيْنَهُمَا أُلْفَةً وَقَرَارًا دَائِمًا، وَلَا تَجْعَلْ بَيْنَهُمَا فُرْقَةً وَفِرَارًا وَخُصُوْمًا وَاكْفِهِمَا مُؤْنَةَ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah limpahkanlah rahmat ta’dhim atas junjungan kami, yaitu Nabi Muhammad dan juga keluarga junjungan kami, yaitu Nabi Muhammad. Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan keberkahan atas pernikahan kamu, serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.
Ya Allah limpahkanlah anugrah-Mu kepada kami, kelilingilah kami dengan kasih sayang-Mu, jadikanlah akad ini akad yang berkah lagi terpelihara. Jinakkanlah antara keduanya secara tetap dan kekal, jangan jadikan antara keduanya perpisahan, lari dan pertengkaran, dan cukupilah keduanya kebutuhan dunia dan akhirat.”

اَللهم إِنَّا نَسْئَلُكَ أَنْ تُلْقِيَ بَيْنَهُمَا الْمَحَبَّةَ وَاْلوِدَادَ، وَأَنْ تَرْزُقَهُمَا النَّسْلَ الصَّالِحَ مِنَ الْبَنَاتِ وَاْلأَوْلَادِ حَتّٰى تُرِيَهُمَا اْلأَسْبَاطَ وَالْأَحْفَادَ. وَأَنْ تَحْفَظَهُمَا مِنْ مَكَايِدِ الْخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ. وَأَنْ تُوَسِّعَ لَهُمَا الرِّزْقَ وَأَنْ تَجْعَلَهُمَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ. اَللهم إِنَّا نَسْئَلُكَ اْلعَافِيَةَ وَدَوَامَ اْلعَافِيَةِ، وَالشُّكْرَ عَلَى اْلعَافِيَةِ،
Ya Allah sesunggahnya kami memohon kepada-Mu untuk berkenan melimpahkan cinta dan kasih sayang pada keduanya, karuniailah keduanya keturunan yang shaleh (baik) dari anak perempuan dan laki-laki, hingga keduanya dapat melihat anak cucu keturunannya.
Jagalah keduanya dari tipu daya semua makhluk. Lapangkanlah rizki keduanya dan jadikanlah keduanya sebagai hamba-hamba-Mu yang shaleh. Ya Allah kami memohon kepada-Mu keselamatan yang kekal dan dapat menyukuri kenikmatan itu.

اَللهم أَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ أَبِيْنَا آدَمَ وَأُمِّنَا حَوَّاءَ، وَ أَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَيِّدَتِنَا خَدِيْجَةَ اْلكُبْرَى، وَ أَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ سَيِّدِنَا عَلِىٍّ وَسَيِّدَتِنَا فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءِ، وَ أَلِّفْ بَيْنَهُمَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ الْمَاءِ وَالثَّلْجِ.
Ya Allah, jinakkanlah keduanya sebagai mana Engkau menjinakkan antara bapak kami Adam dan ibu kami Hawa, jinakkanlah keduanya sebagai mana Engkau menjinakkan antara junjungan kami Nabi Muhammad saw dan Siti Khadijah, jinakkanlah keduanya sebagai mana Engkau menjinakkan antara Sayidina Ali dan Siti Fatimah, jinakkanlah keduanya sebagai mana Engkau menjinakkan antara air dan es.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتّقِيْنَ اِمَامًا
Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami prmimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّاِر. وَصَلىَّ اللهُ عَلىٰ سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلىٰ اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ... اَلْفَاتِحَهْ
Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta jauhkanlah kami dari siksa neraka. Semoga rahmat ta’dhim Allah selalu dilimpah-kan kepada junjungan kita Nabi Muhammad dan kepada keluarganya serta para sahabatnya dan semoga Allah memberi keselamatan. Al-Fatihah
TANDA KEBAHAGIAAN DAN TANDA KESENGSARAAN


Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah berkata:

من علامة السـعادة ، أَن تُطيع ، وتَخاف ألا تُقبل ،‏ومِن علامة الشقَاوة ، أن تَعصي ، وتَرجو أن تنجو

“Tanda kebahagiaan adalah engkau berbuat ketaatan dan merasa khawatir tidak diterima.
Dan tanda kesengsaraan adalah engkau bermaksiat dan berharap selamat dari neraka.”
*WAHAI ORANGTUA*


Hari ini kita memasuki tahun ajaran baru, orangtua sibuk mempersiapkan anak-anaknya, untuk maksimal dalam menghadapi tahun ajaran baru, sekolah baru, teman baru, guru baru dan seterusnya, semua kebutuhan pembelajaran mereka siapkan.

Orangtua siap mengantarkan anaknya ke sekolah dengan mobilnya, atau mereka carikan supir untuk anak mereka. Ada juga yang sampai membelikan mobil baru atau motor baru untuk anaknya. Ia penuhi segala kebutuhan duniawi anaknya.

Pertanyaannya adalah apakah mereka peduli anaknya pergi ke masjid? apakah ia peduli jika anaknya terlambat datang ke masjid? apakah ia peduli? apakah ia peduli dengan pendidikan agama anaknya? baik ia ajarkan sendiri atau ia carikan guru yang shalih untuknya. Apakah ia peduli anaknya hadir di majelis ilmu atau tidak?

Ia hanya peduli anaknya pergi ke sekolah dan berhasil dalam pelajarannya. Itu merupakan hal yang baik. Tidak ada yang salah dengan itu. Tapi jangan hanya pedulikan itu. Ada hal yang lebih penting dan lebih wajib, yaitu membawa anak ke masjid, membawa anak hadir di majelis ilmu. Menjaga anak dari teman-teman yang buruk. Menjaga mereka dari pemikiran-pemikiran menyimpang yang sekarang sedang digembar-gemborkan.

Di zaman ini, mabuk dan narkoba dilakukan secara terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi. Zina (baca pacaran) sudah tidak malu-malu lagi, dan sudah dianggap biasa bukan sebuah dosa. Di mana kalian saat anak-anak dan negeri kalian diserang pemikiran-pemikiran tersebut?

Negeri kaian sedang dihancurkan dari sisi moral, agama dan pemikiran. Dan kalian berlepas tangan? lempar tanggungjawab kepada orang lain?

Apakah sudah cukup dan tunai sudah tugas kita sebagai orangtua?.

Mari kita merenung dan segera sadar dan bertindak untuk perbaikan generasi masa depan.

*_Nas-alullah wa iyyaakum assalaamah wal'aafiyah_*
DOA DIKALA ORANG SIBUK KEPADA DUNIA

أللهم إني أسألك الثبات في الأمر والعزيمة على الرشد
وأسألك موجبات رحمتك وعزائم مغفرتك
وأسألك شكرنعمتك وحسن عبادتك
وأسألك قلبا سليما ولسانا صادقا
وأسألك من خيرماتعلم وأعوذبك من شرّماتعلم
وأستغفرك لماتعلم إنك أنت علام الغيوب


1) Ya Allah aku mohon kepadaMu keistiqomahan dan tekad untuk beramal.
2) Aku mohon kepadaMu segala hal yang mendatangkan Rahmat dan ampunanMu. 3) Aku mohon kepadaMu kemudahan mensyukuri nikmatMu dan baiknya ibadah menghadapMu.
4) Aku mohon kepadaMu hati yang selamat dan lisan yang jujur.
5) Aku memohon kepadaMu kebaikan yang Engkau ketahui dan aku berlindung kepadaMu dari keburukan yang Engkau ketahui.
6) Aku memohon ampun atas dosa-dosaku yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang ghaib..
*BERQURBAN UNTUK ORANG YANG SUDAH MENINGGAL*


Qurban merupakan salah satu jenis sedekah. Mengkhususkan qurban untuk ayah (yang sudah meninggal) memiliki beberapa gambaran. _Pertama_, sang ayah telah berwasiat agar sepertiga hartanya digunakan untuk berqurban. Pada kasus ini sang anak *wajib* berqurban untuk ayahnya dari sepertiga hartanya tersebut. Contohnya (sebelum meninggal), sang ayah berkata,"Sepertiga hartaku ini, gunakanlah untuk berqurban setiap tahun". Maka wajib bagi sang anak untuk berqurban atas nama ayahnya secara khusus selama sepertiga harta tersebut masih ada.

_Kedua_, sang ayah berwasiat agar disembelihkan qurban atas namanya namun sang ayah tidak meninggalkan uang sama sekali. Pada kasus ini, menurut pendapat yang lebih kuat, sang anak *dianjurkan* untuk menunaikan wasiat ayahnya, yaitu berqurban atas namanya, karena ada perintah tadi.

_Ketiga_, si anak sukarela berqurban untuk ayahnya tersebut, namun dia juga berqurban untuk dirinya pribadi dan keluarganya. Ini hukumnya *boleh* dengan syarat, selama tidak ada unsur bangga diri, namun yang lebih baik ditinggalkan dan menjadikan niatnya umum. Maksudnya, yang lebih utama bagi sang anak adalah meniatkan qurbannya untuk dirinya sendiri dan untuk seluruh anggota keluarganya yang tidak bisa berqurban, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Misal, ayahku kini sudah wafat (rahimallahu amwaatal muslimiin, semoga ALlah merahmati kaum muslimin yang sudah wafat). Maka aku berqurban dan aku niatkan qurban ini untuk diriku dan untuk anggota keluargaku yang tidak bisa berqurban, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Aku sertakan ayahku dan seluruh keluargaku yang belum bisa berqurban dalam qurban ini. Sama saja hukumnya antara aku menyembelih satu atau dua hewan qurban. Ini yang lebih sempurna menurut pendapat yang lebih kuat. *Boleh* juga salah satu qurbannya tadi dikhususkan untuk ayahnya yang sudah meninggal.

_Keempat_, seseorang hanya berqurban untuk mayit. Namun ia tidak berqurban untuk yang masih hidup. Yang seperti ini menyelisihi sunnah dan bahkan terlarang. Contoh, ada orang yang berkata,"Aku tidak sanggup berqurban kecuali hanya satu hewan qurban saja". Dan aku tidak ingin berqurban untuk pribadiku, begitu juga, tidak untuk anggota keluargaku. Aku hanya ingin berqurban untuk ayahku yang sudah meninggal. Kemudian ia niatkan qurbannya untuk ayahnya yang sudah meninggal. Maka kita katakan,"Jangan, jangan lakukan ini".

Niatkan qurbanmu untuk dirimu sendiri dan anggota keluargamu baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Masukkan seluruh anggota keluargamu dalam qurban tersebut.

~ _Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily_ ~
*TUJUH GOLONGAN YANG MENDAPATKAN NAUNGAN ALLAH PADA HARI KIAMAT*


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ؛ إِمَامٌ عَادِلٌ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلِّقٌ بِالـمَسَاجِدِ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصَبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللهُ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالَهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينَهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan pada saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah subhanahu wa ta’ala:

1. Pemimpin yang adil,
2. Pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah.
3. Seorang yang hatinya senantiasa terkait dengan masjid
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, bersatu dan berpisah di atasnya,
5. Seseorang yang diajak berzina oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan namun pemuda tersebut berkata, ‘Aku takut kepada Allah.
6. Seorang yang bersedekah dan ia menyembunyikan shadaqahnya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya,
7. Serta seorang yang berzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala sendirian hingga meneteskan air mata.”

HR. Al-Bukhari no. 660 dan Muslim no. 1031
*BELAJAR NIATNYA HARUS KARENA ALLAH*

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
من تعلّم علما ممّا يبتغ به وجه الله لا يتعلمه إلا ليصيبَ به عرضا من الدنيا لم يجد غرْفَ الجنةِ يومَ القيامة / لم يجد رائحة الجنةِ يومَ القيامة
*_Siapa mempelajari ilmu yang harusnya diniatkan untuk bisa melihat wajah ALlah, tapi ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat._* (HR. Abu Dawud No.3664)

Setelah kita mengetahui hadits shahih ini, maka jangan pernah lagi kita menyekolahkan anak-anak kita hanya sekedar untuk bekerja, mendapatkan ijazah, untuk mengejar karir dan lain sebagainya.

Niatkanlah menyekolahkan anak agar sang anak menjadi orang baik, yang mampu menjalankan hidupnya di bawah panduan Allah dan Nabinya.

Demikianlah Nabi shallallahu a'alaihi wa sallam mendidik para shahabatnya, dengan orientasi akhirat, dan ALlah malah membuka dunia bagi mereka.
Sedang kita umat Islam hari ini, 24 jam memikirkan dunia, dan duniapun tidak didapatkan, hanya sekedar yang telah ditetapkan ALlah baginya.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

مُـحِبُّ الدُّنْيَا لَا يَنْفَكُّ مِنْ ثَلَاثٍ : هَمٌّ لَازِمٌ ، وَتَعَبٌ دَائِمٌ ، وَحَسْرَةٌ لَا تَنْـقَضِـى
*_Pecinta dunia tidak akan terlepas dari tiga hal: (1) Kesedihan (kegelisahan) yang terus-menerus, (2) Kecapekan (keletihan) yang berkelanjutan, dan (3) Kerugian yang tidak pernah berhenti._*

Allah berfirman:
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ ﴿١٥﴾ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

*_Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh balasan di akhirat kecuali neraka. Dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan._* [Hûd/11:15-16]
RAJINLAH BERAMAL SHALIH MESKI ILMU MASIH SEDIKIT


Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafidzhahullahu Ta’ala berkata :

العمل الصالح مع قليل من العلم يبارك الله فيه وأما العلم الكثير مع عدم العمل فإنه هباء منثور وصاحبه يُعذَّب قبل عبدة الأوثان

“Rajin beramal shalih meski ilmunya sedikit akan diberkahi Allah. Sebaliknya, ilmu yang banyak tanpa disertai amal ibarat debu yang berterbangan serta pemilik ilmu itu pun akan disiksa sebelum para penyembah berhala.”

(Muhadharah Washaya wa Taujihat 18/1/1441 H)
*BONUS DEMOGRAFI, NIKMAT ATAU BENCANA?*

Bonus demografi di negara spt Indonesia adalah nyata.

Masalahnya kemudian adalah tarik menarik antara dua nilai SYUKUR atau KUFUR atas nikmat bonus demografi ini.

Baik syukur maupun kufur (terutama kufur) ada pendukungnya. Tinggal siapa yg menang di atas pentas, merekalah yg akan menentukan negeri ini di masa depan.

Fenomena yg akan muncul di lapangan hakikatnya sama, yaitu pertarungan antara MUSHLIHUN (مصلحون)dan MUFSIDUN (مفسدون).

Kelompok yg memperbaiki vs kelompok perusak.

Cuma, sekilas sy perhatikan, masalahnya, orang baik belum tentu mau memperbaiki (melakukan ishlah terhadap kerusakan), tapi orang rusak/bejat by nature pasti merusak.

-Sebuah renungan sekaligus tantangan-
=====================================

*MUSHLIHUN VERSUS MUFSIDUN*

Risalah para nabi itu ishlah (memperbaiki), membentuk generasi mushlih, bukan hanya membangun kebaikan (shalah) dan membentuk generasi shalih.

Coba simak deklarasi risalah Nabi Syuaib AS kepada kaumnya, Quran surat Hud[11]:88
_Dia (Syuaib) berkata, "Wahai kaumku! Terangkan padaku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan aku dianugerahi-Nya rezeki yang baik (pantaskah aku menyalahi perintah-Nya)? Aku tidak bermaksud menyalahi kamu terhadap apa yang aku larang darinya. Aku hanya bermaksud (mendatangkan) *perbaikan* selama aku masih sanggup. Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali._

Kita hari ini banyak yang merasa cukup menjadi shalih dan puas ketika keshalihan (kebaikan) itu masih ada.

Padahal, kita semua dituntut untuk melakukan ishlah (memperbaiki) kerusakan yang ada. Itu puncak keshalihan yang sesungguhnya, yaitu ketika kita masih bertanggung jawab memperbaiki kerusakan menjadi mushlih.

Ishlah itu manhaj para nabi.
Mushlihun itulah pengikut Nabi Saw yang sesungguhnya.


~ _KH. Asep Sobari_ ~
*DOA UNTUK KEBAIKAN IBU*


اَللَّهُمَّ ارْزُقْ أُمِّي بَرَكَةً فِي عُمُرِهَا
وَنُورًا فِي قَلْبِهَا
وَضِيَاءً فِي وَجْهِهَا
وَسِعَةً فِي رِزْقِهَا وَرِضًا فِي نَفْسِهَ
اوَاصْرِفْ عَنْهَا كُلَّ سُوءٍ وَمَرَضٍ

*_Ya Allah karuniakan kepada ibuku keberkahan selama hidupnya.
Dan cahaya yang menerangi hatinya
Dan sinar pada wajahnya.
Dan luaskanlah rezekinya serta karuniakan ia jiwa yang selalu ridho.
Dan palingkanlah ia dari segala keburukan dan penyakit._*

~ _Syaikh Ahmad An-Nufais_ ~
SYAHWAT PIKIRAN
Oleh: Dr Hamid Fahmy Zarkasyi

Orang berzina, membunuh, mencuri itu karena syahwat. Orang korupsi, merampok, memanipulasi itu karena dorongan syahwat. Ada pula orang berbeda pendapat dan berselisih hingga bermusuhan karena syahwat. Bahkan boleh jadi ada orang bertausiyah, menyalahkan orang lain dengan penuh syahwat.

Syahwat adalah nafsu atau hawa nafsu yang dimiliki oleh manusia tapi juga dimiliki oleh hewan. Namun Allah swt memberi manusia syahwat, tapi juga memberinya akal dan ilmu. Dengan akal, syahwat manusia akan membawa kepada kebaikan. Namun tanpa akal dan ilmu syahwat akan menyesatkan. Orang sesat karena menggunakanhawa nafsunya tanpa akal dan ilmu sehingga tidak dapat ditolong (QS al-Rum 29).

Maka barangsiapa yang akalnya mengikuti syahwatnya maka ia akan sesat, bahkan lebih sesat dari binatang. Namun jika syahwatnya mengikuti atau dipimpin oleh akalnya maka boleh jadi ia lebih mulia dari Malaikat.

Maka ketika seorang sedang berzina, memperkosa, membunuh dan mencuri, sesungguhnya ia sedang dipimpin syahwatnya dan kehilangan imannya. Karena meninggalknan imannya maka ia kehilangan akalnya. Berarti seorang yang beriman itu adalah orang-orang yang cerdas menggunakan akalnya, sedangkan seorang pezina dan pencuri itu hilang akal sehingga menjadi bodoh dan derajatnya rendah serendah hewan. Namun, ada yang lebih berbahaya dari "syahwat yang menyesatkan pada perut dan kemaluan" yang juga dikhawatirkan oleh Rasulullah. Syahwat itu adalah hawa nafsu yang menyimpangkan dari jalan yang lurus." (H.RMuslim).

Jalan lurus adalah Islam dan Iman. Apa dibuat menyimpang oleh hawa nafsu boleh jadi adalah pikiran seseorang. Terbukti tidak sedikit kasus dimana pemikir, ilmuwan, cendekiawan yang pikirannya dirasuki oleh syahwat atau hawa nafsunya. Pemikir seperti ini bisa jadi menghujat agama, mencaci ulama, mencaci saudara seiman, mencari cari kesalahan orang lain dan sebagainya.

Bagaimanakah syahwat bisa membuat pikiran menyimpang? Al- Qur'an menunjukkan bahwa karena syahwat hati seseorang itu terkunci. Padahal hati itu adalah juga akalnya. Karena syahwat pendengarannya dan penglihatannya terhalang (QS. Al- Jatsiyah: 23), walhal keduanya adalah sumber ilmu. Maka wajar jika syahwat dominan akal tidak lagi berfungsi dalam menentukan baik buruk.

Selain itu dalam Islam yang dilarang bukan berfikir rasional atau menggunakan akal, tapi berfikir yang mengikuti syahwat. Sebab mengikuti hawa nafsu … akan menyesatkan manusia dari jalan Allah.." (QS. Shaad: 26). Ini sebenarnya suatu tindak ketidak adilan dalam diri seseorang. Yaitu suatu tindakan meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya.

Orang yang melakukan tindakan seperti ini tentu bukan orang yang dapat disebut adil. Orang seperti itu yang dilarang untuk dijadikan pemimpin dan ditaati. Firman Allah jelas sekali: "Dan janganlah engkau taati orang yang Kami lalaikan hatinya untuk mengingat Kami dan mengikuti hawa nafsunya dan keadaannya sudah melampaui batas". (QS.Al-Kahfi : 28).

Mafhum mukhalafah ayat ini jelas. Ilmuwan dan pemimpin yang berhak ditaati manusia adalah orang yang hatinya dipenuhi dengan dzikir kepada- Nya. Pikirannya bisa menguasai hawa nafsunya sehingga ia mengetahui batas-batas kebebasan yang boleh dilakukan dan yang tidak.

Untuk mengatasi ini Imam al- Ghazzali memberikan solusnya berupa kesabaran. Sabar dalam syahwat disebut iffah; sabar dari marah adalah al-hilmu; sabar dari kelebihan adalah al-zuhdu. Semua itu dapat diperoleh dengan tiga hal yaitu puasa, ibadah yang berat-berat dan terakhir berdoa. Wallahul musta'an.
----------
Dimuat di Koran Republika, 16 Juni 2016.
DOA BERLINDUNG DARI KEBURUKAN TETANGGA/TEMAN/ANAK/PASANGAN/HARTA


Doa adalah senjatanya seorang muslim, maka perbanyaklah berdoa, apatah lagi di zaman ini yang penuh dengan fitnah, sulit membedakan yang haq dan bathil.

Ini salah satu doa yang dianjurkan, perbanyaklah do’a ini :

اللَّهُمَّ إنِّي أّعُوذُ بِكَ مِنْ جَارِ السُّوءِ، وَمِنْ زَوْجٍ تُشَيِّبُنِي قَبْلَ المَشِيبِ، وَمِنْ وَلَدٍ يَكُونُ عَليَّ رَبّاً، وَمِنْ مَالٍ يَكُونُ عَلَيَّ عَذَابَاً، وَمِنْ خَلِيْلٍ مَاكِرٍ عَيْنُهُ تَرَانِي، وَقَلْبُهُ يَرْعَانِي؛ إِنْ رَأَى حَسَنَةً دَفَنَهَا، وَإِذَا رَأَى سَيِّئَةً أَذَاعَهَا

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari tetangga yang jahat, dari pasangan yang menjadikanku tua (beruban) sebelum waktunya, dari anak (keturunan) yang berkuasa kepadaku, dari harta yang menjadi siksa bagiku, dan dari kawan dekat yang berbuat makar kepadaku, matanya melihat dan hatinya terus mengawasi, namun kalau melihat kebaikanku, ia timbun dan kalau melihat kejelekanku, ia sebarkan.”

HR. Thabrani, Kitab Ad-Du’a’ 3 : 1425. Syaikh Al-Albani sebutkan dalam Silsilah Al-Hadits Ash-Shahihah, 7 : 377, 3137
BENARKAH UCAPAN ALFU MABRUK?


Untuk mengucapkan selamat, jangan kita mengatakan MABRUUK (مبروك). , sebab ia berasal dari kata BARAKA (برك), yang maknanya hewan ternak menderum, menekuk kedua kaki depannya.

Ucapan yang shahih (benar) adalah MUBAARAK (مبارك) atau BAARAKA (بارك), seperti ucapan:
مبارك على الفتى ما نال
Semoga keberkahan untuk pemuda itu atas yang diperolehnya.
Atau
بارك الله له فيما وهب
Semoga Allah memberi keberkahan baginya dari yang diberikanNya.
Atau
بارك الله فيك atau فيكم
Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu (laki/perempuan)/kalian.

Yang lebih salah lagi, kita mengucapkan:
Alfu mabruk, seribu mabruk.
Kata mabruk saja sudah salah, terlebih dibatasi kata seribu. Barakah atau rahmat Allah tiada batas, tak terhingga. Tak hanya seribu.


( Referensi: LATHAIF, Al Quran Wal arabiyyah - Muhammad Azhar)
*JANGAN KORBANKAN AGAMAMU WAHAI PEMUDA*

Pemuda zaman ini menghadapi serangan yang sangat kuat. Agamanya diserang, akhlak, kehormatan, kemuliaan dan adabnya juga ikut diserang. Sehingga ia butuh untuk membentengi dirinya.

Tanpa benteng pemuda akan digerogoti berbaga ipenyakit. Penyakit itu menjalar sampai ke hatinya dan membahayakan dirinya.

Mengetahui ini, pencegahan untuk penyakit tersebut sangat penting, jangan sampai seseorang mengorbankan dirinya.

Jika seseorang ingin mengorbankan sesuatu, maka jangan pernah ia korbankan agamanya, karena agama adalah harta yang paling berharga.

Segala sesuatu bisa dicarikan gantinya, kecuali agama. Jika agama ini hilang, tidak ada penggantinya.

Jika seseorang rugi dalam agamanya, maka inilah kerugian yang sebenarnya. Wal'iyaadzubillah.
*DOA AGAR TERLINDUNG DARI PERBUATAN SYIRIK*

Syech at Tamimy berkata:
أن يُخَلِّصَكَ من هذه الشَّبَكَةِ
*_Semoga Allah membebaskanmu dari jaring kesyirikan ini_*.

Perkataan beliau ini maksudnya adalah bebas dari kesyirikan.

Maka ini mengharuskan kita untuk mengenal hakikat kesyirikan. Mengharuskan kita untuk mewaspadai kesyirikan dan berdoa kepada ALlah 'azza wa jalla untuk melindungimu kita darinya.

Ada sebuah doa yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada para shahabat beliau. Ketika beliau bersabda:
ألشِّرْكُ فيكم أخفى من دَبِيبِ النَمْلِ
*_Syirik itu benar-benar lebih halus daripada rayapan semut._*

Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:
*_Maukah kalian aku ajarkan sebuah doa yang akan menghilangkan sedikit atau banyak kesyirikan dari kalian? sahabat menjawab: Kami mau_*.

Rasulullah bersabda:
تقولون
Bacalah

اللهم إنا نعوذبك أن نشرك بك ونحن نعلم ونستغفرك لما لا نعلم
Ya Allah kami berlindung kepadaMu dari kesyirikan yang kami sadari. Dan kami mohon ampun kepadaMu dari kesyirikan yang tidak kami sadari_* (HR. Ahmad No.19606)

Seseorang hendaknya berdoa, semoga ALlah membebaskannya dari kesyirikan, mengenal hakikat kesyirikan dan mewaspadainya.


~ _Syaikh Abdurrozaq bin Abdul Muhsin Al-Badr_ ~
*WAKTU ADALAH PEDANG*

Ada ungkapan Arab yang terkenal:
الوقت كالسيف إن لم تقطعهقطعك
*_Waktu itu bagaikan pedang, jika kamu tidak bisa memanfaatkannya, maka ia yang akan menebasmu._*

Syaikh Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, memberi penjelasannya akan ungkapan ini. Menurut beliau, jika kita menghabiskan waktu untuk hal yang bermanfaat dan mengangkat derajatmu di sisi Allah, maka ia akan menebasmu.

Menebasmu ini artinya adalah waktu akan berlalu tanpa kamu bisa memanfaatkannya. Nilia kerugian yang hakiki. Kamu benar-benar rugi jika waktumu terbuang sia-sia.

Oleh karenanya di antara wasiat berharga bagi seorang muslim adalah wasiat untuk menjaga waktu. Karena ini yang paling penting. Berusaha sekuat tenaga untuk menjaga dan memperhatikan waktu, kalau tidak, waktu itu akan hilang. Karena buang-buang waktu adalah kerugian.
*LUPAKAN MASA LALUMU YANG BURUK, BERAMAL SHALIH MULAI HARI INI HINGGA MAUT MENJEMPUT*

Fudhail bin iyadh rahimahullah berkata:

“Engkau berbuat kebaikan (amal shaleh) pada sisa umurmu (yang masih ada), maka Allah akan mengampuni (dosa-dosamu) di masa lalu, karena jika kamu (tetap) berbuat buruk pada sisa umurmu (yang masih ada), kamu akan di siksa (pada hari kiamat) karena (dosa-dosamu) di masa lalu dan (dosa-dosamu) pada sisa umurmu.”

🟢 Nukilan dari Jaami’ul ‘uluumi wal hikam hal. 464 dan Latha-iful ma’aarif hal. 108
*SABAR LEBIH DULU BARU SHOLAT*

Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk (QS. al-Baqarah:45)

Sabar secara bahasa adalah *menahan diri*. Maksudnya adalah menahan diri untuk tidak kecewa dan marah ketika ditimpa musibah.

Begitu juga, bersabar dalam menjalankan ketaatan dan beramal shalih.

Kata sabar didahulukan daripada sholat, karena sifat sabar akan membantu dalam mengerjakan sholat. Karena jiwa merasakan berat ketika sholat dan ibadah lainnya. Sehingga harus ada kesabaran sebelum mengerjakannya. Sabar sebelum beramal, sabar saat beramal dan sabar setelah beramal.


~ _Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan_ ~
SABAR ADALAH IBADAH YANG MULIA

🟢 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

‏سلامٌ عليكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ

“Keselamatan (kesejahteraan) atas kalian dengan sebab kesabaran kalian.” (Qs. ar-Ra’du: 24)

🟢 Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata:

‏صَبَرُوا عَلَى مَا أُمِرُوا بِهِ وَصَبَرُوا عَمَّا نُهُوا عَنْهُ.

“Mereka bersabar dalam melakukan perintah (Allah dan Rasul-Nya) dan mereka bersabar dalam menjauhi apa yang dilarang (Allah dan Rasul-Nya).”

(Uddatu ash-Shabirin: 71)