*JATUH CINTA SEBELUM MENIKAH*
Rasa cinta sebelum menikah, tersebar luas bahwasanya tidak boleh, maka sebagian dari kita menyangka bahwa hal tersebut tidak benar.
Rasa cinta terbagi menjadi 2:
1) Hubb afif
2) Hubb goyru afif
Cinta yang suci adalah cinta tersembunyi di hatinya dan ia tidak menampakkannya. Cinta di dalam hati tidak akan ada yang melarangnya. Cinta yang tidak mengendalikan manusia untuk berbuat. Disebut cinta kalau sudah direalisasikan dengan yang ia cintai.
Cinta yang muncul di dalam hati juga bisa terjadi, namun apabila kita berbicara cinta dengan jalan bersamaan, bermesraan sebelum akad, ini bukan cinta, akan tetapi ini perbuatan keji. Berbicara dengannya dengan nada yang menggoda, engkau menatapnya dan ia menatapmu, semua ini jelas haram.
Akan tetapi apabila lelaki mencintai wanita kemudian engkau ingin buktikan dengan menikahinya, ini sesuatu yang baik dan hal ini baik.
Akan tetapi jangan bercengkerama bersama sebelum menikah. Seandainya kalian saling mencintai, kemudian diiringi dengan maksiat, jalan bersama kemudian menikah, maka menikahnya sah, akan tetapi hendaknya engkau bertaubat, menikah tidak akan menghapus kemaksiatan kalian dahulu.
Dosa kalian ngobrol bareng, jalan bersama, hendaknya engkau bertaubat dari dosa ini, meskipun langkahmu untuk menikah sudah benar.
Rasa cinta sebelum menikah, tersebar luas bahwasanya tidak boleh, maka sebagian dari kita menyangka bahwa hal tersebut tidak benar.
Rasa cinta terbagi menjadi 2:
1) Hubb afif
2) Hubb goyru afif
Cinta yang suci adalah cinta tersembunyi di hatinya dan ia tidak menampakkannya. Cinta di dalam hati tidak akan ada yang melarangnya. Cinta yang tidak mengendalikan manusia untuk berbuat. Disebut cinta kalau sudah direalisasikan dengan yang ia cintai.
Cinta yang muncul di dalam hati juga bisa terjadi, namun apabila kita berbicara cinta dengan jalan bersamaan, bermesraan sebelum akad, ini bukan cinta, akan tetapi ini perbuatan keji. Berbicara dengannya dengan nada yang menggoda, engkau menatapnya dan ia menatapmu, semua ini jelas haram.
Akan tetapi apabila lelaki mencintai wanita kemudian engkau ingin buktikan dengan menikahinya, ini sesuatu yang baik dan hal ini baik.
Akan tetapi jangan bercengkerama bersama sebelum menikah. Seandainya kalian saling mencintai, kemudian diiringi dengan maksiat, jalan bersama kemudian menikah, maka menikahnya sah, akan tetapi hendaknya engkau bertaubat, menikah tidak akan menghapus kemaksiatan kalian dahulu.
Dosa kalian ngobrol bareng, jalan bersama, hendaknya engkau bertaubat dari dosa ini, meskipun langkahmu untuk menikah sudah benar.
*WARNING NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM UNTUK PEDAGANG*
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ التُّجَّارَ هُمْ الْفُجَّارُ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوَلَيْسَ قَدْ أَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ قَالَ بَلَى وَلَكِنَّهُمْ يُحَدِّثُونَ فَيَكْذِبُونَ وَيَحْلِفُونَ وَيَأْثَمُونَ
“Sesungguhnya para pedagang itu adalah kaum yang fajir (suka berbuat maksiat), para sahabat heran dan bertanya, “Bukankah Allah telah menghalalkan praktek jual beli, wahai Rasulullah?”. Maka beliau menjawab, “Benar, namun para pedagang itu tatkala menjajakan barang dagangannya, mereka bercerita tentang dagangannya kemudian berdusta, mereka bersumpah palsu dan melakukan perbuatan-perbuatan keji.”
(Musnad Imam Ahmad 31/110, dinukil dari Maktabah Asy Syamilah; Hakim berkata: “Sanadnya shahih”, dan beliau disepakati Adz Dzahabi, Al Albani berkata, “Sanad hadits ini sebagaimana yang dikatakan oleh mereka berdua”, lihat Silsilah Ash Shahihah 1/365; dinukil dari Maktabah Asy Syamilah).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ التُّجَّارَ هُمْ الْفُجَّارُ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوَلَيْسَ قَدْ أَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ قَالَ بَلَى وَلَكِنَّهُمْ يُحَدِّثُونَ فَيَكْذِبُونَ وَيَحْلِفُونَ وَيَأْثَمُونَ
“Sesungguhnya para pedagang itu adalah kaum yang fajir (suka berbuat maksiat), para sahabat heran dan bertanya, “Bukankah Allah telah menghalalkan praktek jual beli, wahai Rasulullah?”. Maka beliau menjawab, “Benar, namun para pedagang itu tatkala menjajakan barang dagangannya, mereka bercerita tentang dagangannya kemudian berdusta, mereka bersumpah palsu dan melakukan perbuatan-perbuatan keji.”
(Musnad Imam Ahmad 31/110, dinukil dari Maktabah Asy Syamilah; Hakim berkata: “Sanadnya shahih”, dan beliau disepakati Adz Dzahabi, Al Albani berkata, “Sanad hadits ini sebagaimana yang dikatakan oleh mereka berdua”, lihat Silsilah Ash Shahihah 1/365; dinukil dari Maktabah Asy Syamilah).
*PERTANYAAN*
Bagaimana dengan suami yang sukarela memberikan semua penghasilan/gajinya ke istri dan dengan rela juga mempersilahkan istri memakai uang tersebut untuk keperluan maupun untuk kesenangan istri. Apakah ini termasuk harta istri?lalu kalau suami yang demikian meninggal apakah boleh dimiliki sepenuhnya oleh istri (misal tunjangan pensiun) tanpa dibagi sesuai hukum waris?
*JAWABAN*
_Pentingnya Kejelasan Aqad_
Suami yang sukarela menyerahkan seluruh gajinya kepada istri harus ditanya apakah ia menganut paham gono-gini atau syariat. Seringkali, suami memang menyerahkan seluruh gajinya kepada istri tapi SAMA SEKALI tidak bermaksud melepaskan hak hartanya. Jadi, wajib diperjelas dulu, alias ditanyakan kepada suami.
Aqadnya harus jelas. Syariat ini berdiri di atas aqad. Dari mulai sah tidaknya keislaman hingga sah tidaknya pernikahan, semua dari aqad.
Bila memang diniatkan sebagai gaji istri kesemuanya, apakah berarti suami nebeng makan ke istri? nebeng tinggal di rumah istri? nebeng listrik? dan sebagainya. Bila terjadi perceraian bagaimana, suami siap angkat kaki tanpa membawa apapun?.
Suami juga memiliki kewajiban nafkah kepada ayah-ibunya, saudara perempuan yang tidak menikah, maupun anak yatim dalam kerabatnya. Bagaimana ia dapat melaksanakan kewajiban ini bila seluruh gajinya diberikan istri?.
*_Untuk uang pensiunan, itu terkait dengan aqad negara, diperuntukkan bagi sang janda, maka tidak wajib diwaris kepada yang lain. Mohon dicek lagi bagaimana bunyi aqadnya._*
Dijawab oleh: Dr. Erma Pawitasari, M.Ed
Bagaimana dengan suami yang sukarela memberikan semua penghasilan/gajinya ke istri dan dengan rela juga mempersilahkan istri memakai uang tersebut untuk keperluan maupun untuk kesenangan istri. Apakah ini termasuk harta istri?lalu kalau suami yang demikian meninggal apakah boleh dimiliki sepenuhnya oleh istri (misal tunjangan pensiun) tanpa dibagi sesuai hukum waris?
*JAWABAN*
_Pentingnya Kejelasan Aqad_
Suami yang sukarela menyerahkan seluruh gajinya kepada istri harus ditanya apakah ia menganut paham gono-gini atau syariat. Seringkali, suami memang menyerahkan seluruh gajinya kepada istri tapi SAMA SEKALI tidak bermaksud melepaskan hak hartanya. Jadi, wajib diperjelas dulu, alias ditanyakan kepada suami.
Aqadnya harus jelas. Syariat ini berdiri di atas aqad. Dari mulai sah tidaknya keislaman hingga sah tidaknya pernikahan, semua dari aqad.
Bila memang diniatkan sebagai gaji istri kesemuanya, apakah berarti suami nebeng makan ke istri? nebeng tinggal di rumah istri? nebeng listrik? dan sebagainya. Bila terjadi perceraian bagaimana, suami siap angkat kaki tanpa membawa apapun?.
Suami juga memiliki kewajiban nafkah kepada ayah-ibunya, saudara perempuan yang tidak menikah, maupun anak yatim dalam kerabatnya. Bagaimana ia dapat melaksanakan kewajiban ini bila seluruh gajinya diberikan istri?.
*_Untuk uang pensiunan, itu terkait dengan aqad negara, diperuntukkan bagi sang janda, maka tidak wajib diwaris kepada yang lain. Mohon dicek lagi bagaimana bunyi aqadnya._*
Dijawab oleh: Dr. Erma Pawitasari, M.Ed
BERDOA AGAR BISA MENIKAH DENGAN ORANG YANG KITA SUKAI
*TANYA*
Bolehkah berdoa agar bisa menikah dengan orang yang kita sukai atau mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan? atau bisa melahirkan anak laki-laki dan anak wanita?
*JAWAB*
Hendaknya seseorang menyerahkan urusannya kepada kehendak Allah, dan percaya bahwa ALlah akan memilihkan yang terbaik. Laki-laki berdoa agar bisa menikahi wanita shalihah dan wanita berdoa agar bisa menikah dengan laki-laki shalih, namun tidak usah menyebut nama seseorang. Karena anda tidak tahu, bisa jadi orang itu tidak baik untuk anda. Biarkan Allah yang memilihkan. Serahkan pilihanmu kepada Rabbmu.
Begitu juga dengan pekerjaan. Allah akan memilihkan pekerjaan yang cocok untuk anda. Tidak usah menyebutkan pekerjaan tertentu dalam doa. Tidak usah juga menyebut nama seseorang agar bisa menikah dengannya. Mintalah Allah untuk memilihkan untuk anda.
Adapun ketika istikharah, maka sebutlah orangnya. Misal, seorang wanita dilamar oleh seorang laki-laki. Maka wanita tersebut disyariatkan untuk doa istikharah, untuk pernikahannya dengan laki-laki tersebut. Atau ketika seseorang mendapatkan tawaran pekerjaan. Maka ia beristikharah untuk pekerjaannya ini. Adapun berdoa sebelum itu, maka mintalah Allah memilihkan yang terbaik untuk anda. Tanpa menyebutkan orang atau pekerjaan tertentu.
*TANYA*
Bolehkah berdoa agar bisa menikah dengan orang yang kita sukai atau mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan? atau bisa melahirkan anak laki-laki dan anak wanita?
*JAWAB*
Hendaknya seseorang menyerahkan urusannya kepada kehendak Allah, dan percaya bahwa ALlah akan memilihkan yang terbaik. Laki-laki berdoa agar bisa menikahi wanita shalihah dan wanita berdoa agar bisa menikah dengan laki-laki shalih, namun tidak usah menyebut nama seseorang. Karena anda tidak tahu, bisa jadi orang itu tidak baik untuk anda. Biarkan Allah yang memilihkan. Serahkan pilihanmu kepada Rabbmu.
Begitu juga dengan pekerjaan. Allah akan memilihkan pekerjaan yang cocok untuk anda. Tidak usah menyebutkan pekerjaan tertentu dalam doa. Tidak usah juga menyebut nama seseorang agar bisa menikah dengannya. Mintalah Allah untuk memilihkan untuk anda.
Adapun ketika istikharah, maka sebutlah orangnya. Misal, seorang wanita dilamar oleh seorang laki-laki. Maka wanita tersebut disyariatkan untuk doa istikharah, untuk pernikahannya dengan laki-laki tersebut. Atau ketika seseorang mendapatkan tawaran pekerjaan. Maka ia beristikharah untuk pekerjaannya ini. Adapun berdoa sebelum itu, maka mintalah Allah memilihkan yang terbaik untuk anda. Tanpa menyebutkan orang atau pekerjaan tertentu.
*WAKTU MUSTAJAB UNTUK BERDOA*
Tahukah anda, bahwa berdoa saat melihat orang lain mendapatkan nikmat adalah waktu mustajab untuk berdoa?.
Perhatikan firman Allah berikut ini, Allah Ta'ala berfirman:
كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا قَالَ يَامَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
*_Setiap kali Zakaria menemui Maryam di Mihrob, dia mendapati rezeki di sisi Maryam. Dia bertanya, “Maryam! Kamu dapat ini dari mana?” Maryam menjawab, “Itu dari sisi Allah! Allah memberi rezeki bagi siapa yang dikehendaki tanpa batas!” Saat itulah Zakaria berdoa, “Ya Allah! Tolong anugerahkan kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu! Sungguh Engkau Maha Mendengarkan doa._*
(QS. Ali Imron 37-38)
Dari sini saat melihat orang lain mendapatkan nikmat maka hendaknya kita banyak berdoa kepada Allah.
Tahukah anda, bahwa berdoa saat melihat orang lain mendapatkan nikmat adalah waktu mustajab untuk berdoa?.
Perhatikan firman Allah berikut ini, Allah Ta'ala berfirman:
كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا قَالَ يَامَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
*_Setiap kali Zakaria menemui Maryam di Mihrob, dia mendapati rezeki di sisi Maryam. Dia bertanya, “Maryam! Kamu dapat ini dari mana?” Maryam menjawab, “Itu dari sisi Allah! Allah memberi rezeki bagi siapa yang dikehendaki tanpa batas!” Saat itulah Zakaria berdoa, “Ya Allah! Tolong anugerahkan kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu! Sungguh Engkau Maha Mendengarkan doa._*
(QS. Ali Imron 37-38)
Dari sini saat melihat orang lain mendapatkan nikmat maka hendaknya kita banyak berdoa kepada Allah.
BERTANYALAH TENTANG DOA TERBAIK
Abu bakar berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
يا رَسُولَ اللَّهِ، عَلِّمْنِي دُعاءً أدْعُو بِهِ فِي صَلاَتِي،
Ya Rasulullah, ajarkan akau doa yang aku baca dalam shalatku.
Rasulullah bersabda:
قُلِ اللَّهُمَّ إنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، ولاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلّا أنْتَ، فاغْفِرْ لِي مِن عِنْدِكَ مَغْفِرَةً إنَّكَ أنْتَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ
"Ucapkanlah: Ya Allah, sungguh aku sering menzalimi diriku sendiri. Dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau. Maka, karuniakan kepadaku ampunanmu. Sesungguhnya Engkau adalah Zat yang maha pengampun lagi maha penyayang."
(HR. Bukhari No. 7387 & Muslim No. 2705).
Salah satu faedah dari hadits ini adalah anjuran untuk minta diajarkan dari seorang ulama, terutama perihal doa. Ini adalah dalil bahwa seorang muslim hendaknya bertanya kepada seorang ulama, sesuatu yang ia butuhkan dalam urusan agamanya, terutama perihal doa. Semisal seperti: Apa doa terbaik yang hendaknya aku panjatkan? atau Apa doa yang engkau nasihatkan untukku?. Apa dzikir terbaik untukku? dan hal lainnya.
Dahulu para sahabat bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hala-hal seperti ini. Oleh karenanya, Abu Bakar bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang doa yang hendaknya beliau panjatkan dalam shalatnya. Maka Nabi mengajarkan beliau doa yang agung ini.
~ Syaikh Prof. Sa'ad al-Khotslan ~
Abu bakar berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
يا رَسُولَ اللَّهِ، عَلِّمْنِي دُعاءً أدْعُو بِهِ فِي صَلاَتِي،
Ya Rasulullah, ajarkan akau doa yang aku baca dalam shalatku.
Rasulullah bersabda:
قُلِ اللَّهُمَّ إنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، ولاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلّا أنْتَ، فاغْفِرْ لِي مِن عِنْدِكَ مَغْفِرَةً إنَّكَ أنْتَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ
"Ucapkanlah: Ya Allah, sungguh aku sering menzalimi diriku sendiri. Dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau. Maka, karuniakan kepadaku ampunanmu. Sesungguhnya Engkau adalah Zat yang maha pengampun lagi maha penyayang."
(HR. Bukhari No. 7387 & Muslim No. 2705).
Salah satu faedah dari hadits ini adalah anjuran untuk minta diajarkan dari seorang ulama, terutama perihal doa. Ini adalah dalil bahwa seorang muslim hendaknya bertanya kepada seorang ulama, sesuatu yang ia butuhkan dalam urusan agamanya, terutama perihal doa. Semisal seperti: Apa doa terbaik yang hendaknya aku panjatkan? atau Apa doa yang engkau nasihatkan untukku?. Apa dzikir terbaik untukku? dan hal lainnya.
Dahulu para sahabat bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hala-hal seperti ini. Oleh karenanya, Abu Bakar bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang doa yang hendaknya beliau panjatkan dalam shalatnya. Maka Nabi mengajarkan beliau doa yang agung ini.
~ Syaikh Prof. Sa'ad al-Khotslan ~
URUSAN MUKMIN SEMUANYA BAIK
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ له خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ له خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)
*JATUH CINTA VS MEMBANGUN CINTA*
Mengapa orang menikah? Karena mereka jatuh cinta.
Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia? Apakah karena jatuh cinta? Bukan. Tapi karena mereka terus membangun cinta.
Jatuh cinta itu mudah, hitungan menit juga bisa. Tapi membangun cinta itu susah sekali, perlu waktu seumur hidup.
Jatuh Cinta adalah saat segalanya menjadi Indah, kata teman saya "Tai kucingpun rasa coklat, coklat silver Queen lagi".
Membangun cinta adalah saat segalanya tersingkap, membutuhkan kebijaksanaan tingkat tinggi, saat akal mengalahkan emosi.
so....Menikah itu mudah namun membangun cinta setelah menikah itulah yang sulit. Maka dari itu bangunlah cinta dengan sebijak mungkin.
Mas John Lennon bilang *All You Need is Love*.
Pesan :
*Yang masih pacaran : buruan bangun cintamu (menikah) biar halal dan segera meraup besarnya pahala menikah, jangan kelamaan terjatuh dalam *jatuh cinta* yang seringkali menipu.
*Untuk pasangan yang saat ini sedang berbahagia/bermasalah : Terus bangun cintamu, jangan pernah putus asa, kamu bisa.
Mengapa orang menikah? Karena mereka jatuh cinta.
Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia? Apakah karena jatuh cinta? Bukan. Tapi karena mereka terus membangun cinta.
Jatuh cinta itu mudah, hitungan menit juga bisa. Tapi membangun cinta itu susah sekali, perlu waktu seumur hidup.
Jatuh Cinta adalah saat segalanya menjadi Indah, kata teman saya "Tai kucingpun rasa coklat, coklat silver Queen lagi".
Membangun cinta adalah saat segalanya tersingkap, membutuhkan kebijaksanaan tingkat tinggi, saat akal mengalahkan emosi.
so....Menikah itu mudah namun membangun cinta setelah menikah itulah yang sulit. Maka dari itu bangunlah cinta dengan sebijak mungkin.
Mas John Lennon bilang *All You Need is Love*.
Pesan :
*Yang masih pacaran : buruan bangun cintamu (menikah) biar halal dan segera meraup besarnya pahala menikah, jangan kelamaan terjatuh dalam *jatuh cinta* yang seringkali menipu.
*Untuk pasangan yang saat ini sedang berbahagia/bermasalah : Terus bangun cintamu, jangan pernah putus asa, kamu bisa.
WASPADAI TERHADAP HATI YANG LALAI
🟢 Yahya bin Muadz rahimahullah berkata :
كَمْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ مَمْقُوتٍ ، وَسَاكِتٍ مَرْحُومٍ, هَذَا الْمُسْتَغْفِرُ وَقَلْبُهُ فَاجِرٌ، وَهَذَا سَاكِتٌ ،وَقَلْبُهُ ذَاكِرٌ
.
“Betapa banyak orang yang beristighfar namun malah dimurkai dan orang yang diam namun dirahmati. Orang tersebut beristighfar namun hatinya lalai dan orang tersebut diam namun hatinya berdzikir.”
(Az Zuhd wa Ar Raqaaiq, Al Khatib Al Baghdadi 23)
🟢 KENAPA DEMIKIAN ??
Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
.
ﻭَﻟَﺎ ﺗُﻄِﻊْ ﻣَﻦْ ﺃَﻏْﻔَﻠْﻨَﺎ ﻗَﻠْﺒَﻪُ ﻋَﻦ ﺫِﻛْﺮِﻧَﺎ
.
“Dan janganlah mentaati siapa saja yang Kami jadikan HATINYA LALAI dari mengingat Kami.”
(Qs. Al-Kahfi 28)
🟢 Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
ولم يقل: أغفلنا لسانه عن ذكرنا، الغفلة الحقيقية غفلة القلب، لذلك يجب أن يكون الذكر نابعا من قرارة قلبك، لا أن تذكر الله بلسانك وقلبك غافل.
“Allah (dalam ayat diatas) tidaklah berfirman, ‘Kami jadikan LISANNYA LALAI dari mengingat Kami’. Jadi kelalaian hakiki itu adalah KELALAIAN HATI, oleh karena itulah wajib dzikir itu bersumber dari lubuk hatimu, bukan dengan engkau (dzikir) menyebut nama Allah di lisanmu, namun hatimu lalai.”
(Syarh Shahih al-Bukhori, kaset nomor 10)
🟢 Yahya bin Muadz rahimahullah berkata :
كَمْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ مَمْقُوتٍ ، وَسَاكِتٍ مَرْحُومٍ, هَذَا الْمُسْتَغْفِرُ وَقَلْبُهُ فَاجِرٌ، وَهَذَا سَاكِتٌ ،وَقَلْبُهُ ذَاكِرٌ
.
“Betapa banyak orang yang beristighfar namun malah dimurkai dan orang yang diam namun dirahmati. Orang tersebut beristighfar namun hatinya lalai dan orang tersebut diam namun hatinya berdzikir.”
(Az Zuhd wa Ar Raqaaiq, Al Khatib Al Baghdadi 23)
🟢 KENAPA DEMIKIAN ??
Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
.
ﻭَﻟَﺎ ﺗُﻄِﻊْ ﻣَﻦْ ﺃَﻏْﻔَﻠْﻨَﺎ ﻗَﻠْﺒَﻪُ ﻋَﻦ ﺫِﻛْﺮِﻧَﺎ
.
“Dan janganlah mentaati siapa saja yang Kami jadikan HATINYA LALAI dari mengingat Kami.”
(Qs. Al-Kahfi 28)
🟢 Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:
ولم يقل: أغفلنا لسانه عن ذكرنا، الغفلة الحقيقية غفلة القلب، لذلك يجب أن يكون الذكر نابعا من قرارة قلبك، لا أن تذكر الله بلسانك وقلبك غافل.
“Allah (dalam ayat diatas) tidaklah berfirman, ‘Kami jadikan LISANNYA LALAI dari mengingat Kami’. Jadi kelalaian hakiki itu adalah KELALAIAN HATI, oleh karena itulah wajib dzikir itu bersumber dari lubuk hatimu, bukan dengan engkau (dzikir) menyebut nama Allah di lisanmu, namun hatimu lalai.”
(Syarh Shahih al-Bukhori, kaset nomor 10)
*HUKUM ASAL KEMALUAN ADALAH DIJAGA (dari yang haram)*
وَالَّذِيۡنَ هُمۡ لِفُرُوۡجِهِمۡ حٰفِظُوۡنَۙ
*_dan orang yang memelihara kemaluannya.._* (QS. almukminun:5)
Allah menciptakan manusia dan memberinya *Syahwat*. Allah memberikan syahwat kepada laki-laki sehingga tertarik dengan wanita. Dan Allah juga memberikan syahwat kepada perempuan sehingga tertarik dengan laki-laki.
Islam tidak membenturkan syahwat manusia dengan syariat, tapi Islam hanya menata dan menyempurnakan dengan *AKHLAK*, sehingga layak menjadi manusia yang baik.
Allah subhanahu wa ta'ala tidak mengharamkan laki-laki dan perempuan untuk melampiaskan syahwatnya. Yang Allah haramkan hanya pelampiasan yang tidak pantas saja.
Salah satu adab yang mulia adalah *IFFAH*, yaitu menahan diri dari yang *HARAM*, dan menjaga kemaluan dari yang haram, dengan hanya meletakkan pada yang halal. Oleh karenanya ALlah berfirman:
*_dan orang yang memelihara kemaluannya.._*
Hukum asal kemaluan adalah untuk dijaga. Para ulama merumuskan kaidah:
اَلأصْلُ فِي الأبْضَاعِ التَّحْرِيْمِ حتى يقومَ سَبَبُ اَلحِلِّ
*_Hukum asal mempertemukan kemaluan dengan kemaluan adalah haram sampai yakin ada sebab yang menghalalkan (nikah)._*
Karenanya ALlah berfirman:
اِلَّا عَلٰٓى اَزۡوَاجِهِمۡ اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُهُمۡ فَاِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُوۡمِيۡنَۚ
*_kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela._* (QS. alMukminun:6)
Barangsiap yang mampu menjaga kemaluannya dari yang haram dan hanya meletakkan pada yang halal, maka dia tidak tercela, bahkan berpahala.
Seseorang yang melampiaskan syahwatnya pada yang halal akan diberi pahala.
Di ayat selanjutnya Allah berfirman:
فَمَنِ ابۡتَغٰى وَرَآءَ ذٰ لِكَ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡعٰدُوۡنَ
*_Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas._* (QS. alMukminun:7)
Subhaanallah, perhatikan bagaimana ALlah membuatkan batas untuk syahwat kemaluan. Diawal dikatakan _Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya_, lalu diakhirnya Allah berfirman _Barangsiapa mencari selain (yang halal) itu, maka mereka telah melampaui batas_.
Mencari selain (yang halal) itu, ini mencakup seluruh hal yang tidak halal. Termasuk di dalamnya adalah *pacaran*, *zina*, homoseks, lesbi, onani dan sebagainya. Karena semua ini merupakan hal-hal yang tidak ALlah halalkan.
Barangsiapa yang mengerjakannya, maka dia telah melampaui batas dari berbuat dzalim, na'uudzubillah.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
وَالَّذِيۡنَ هُمۡ لِفُرُوۡجِهِمۡ حٰفِظُوۡنَۙ
*_dan orang yang memelihara kemaluannya.._* (QS. almukminun:5)
Allah menciptakan manusia dan memberinya *Syahwat*. Allah memberikan syahwat kepada laki-laki sehingga tertarik dengan wanita. Dan Allah juga memberikan syahwat kepada perempuan sehingga tertarik dengan laki-laki.
Islam tidak membenturkan syahwat manusia dengan syariat, tapi Islam hanya menata dan menyempurnakan dengan *AKHLAK*, sehingga layak menjadi manusia yang baik.
Allah subhanahu wa ta'ala tidak mengharamkan laki-laki dan perempuan untuk melampiaskan syahwatnya. Yang Allah haramkan hanya pelampiasan yang tidak pantas saja.
Salah satu adab yang mulia adalah *IFFAH*, yaitu menahan diri dari yang *HARAM*, dan menjaga kemaluan dari yang haram, dengan hanya meletakkan pada yang halal. Oleh karenanya ALlah berfirman:
*_dan orang yang memelihara kemaluannya.._*
Hukum asal kemaluan adalah untuk dijaga. Para ulama merumuskan kaidah:
اَلأصْلُ فِي الأبْضَاعِ التَّحْرِيْمِ حتى يقومَ سَبَبُ اَلحِلِّ
*_Hukum asal mempertemukan kemaluan dengan kemaluan adalah haram sampai yakin ada sebab yang menghalalkan (nikah)._*
Karenanya ALlah berfirman:
اِلَّا عَلٰٓى اَزۡوَاجِهِمۡ اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُهُمۡ فَاِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُوۡمِيۡنَۚ
*_kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela._* (QS. alMukminun:6)
Barangsiap yang mampu menjaga kemaluannya dari yang haram dan hanya meletakkan pada yang halal, maka dia tidak tercela, bahkan berpahala.
Seseorang yang melampiaskan syahwatnya pada yang halal akan diberi pahala.
Di ayat selanjutnya Allah berfirman:
فَمَنِ ابۡتَغٰى وَرَآءَ ذٰ لِكَ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡعٰدُوۡنَ
*_Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas._* (QS. alMukminun:7)
Subhaanallah, perhatikan bagaimana ALlah membuatkan batas untuk syahwat kemaluan. Diawal dikatakan _Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya_, lalu diakhirnya Allah berfirman _Barangsiapa mencari selain (yang halal) itu, maka mereka telah melampaui batas_.
Mencari selain (yang halal) itu, ini mencakup seluruh hal yang tidak halal. Termasuk di dalamnya adalah *pacaran*, *zina*, homoseks, lesbi, onani dan sebagainya. Karena semua ini merupakan hal-hal yang tidak ALlah halalkan.
Barangsiapa yang mengerjakannya, maka dia telah melampaui batas dari berbuat dzalim, na'uudzubillah.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
BERSEDEKAH SETIAP HARI AGAR TERMASUK DALAM DOANYA DARI MALAIKAT
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ وينزل ملكان من السماء يَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
*_Setiap kali seorang hamba berada di pagi hari, maka 2 malaikat akan turun dari langit. Salah satunya berkata,"Ya Allah, gantilah harta orang yang berinfaq. Satunya lagi berkata,"Ya Allah, musnahkanlah harta orang yang pelit". (HR. Bukhori Muslim)
Usahakanlah untuk bersedekah setiap hari, walaupun hanya 1 rupiah agar kamu masuk dalam doa malaikat ini.
Jika tidak memungkinkan, maka bisa saja kamu kumpulkan uangmu selama sepekan, lalu kamu sedekahkan sekaligus. Niatkan itu sebagai sedekah setiap hari selama sepekan. Semoga kamu tetap masuk dalam keutamaan ini. Karena karunia Allah itu luas.
*GRIYA LEBAH AL WAHDAH*
https://www.bukalapak.com/p/food/minuman/madu/4h9ivf7-jual-madu-hutan-riau
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ وينزل ملكان من السماء يَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
*_Setiap kali seorang hamba berada di pagi hari, maka 2 malaikat akan turun dari langit. Salah satunya berkata,"Ya Allah, gantilah harta orang yang berinfaq. Satunya lagi berkata,"Ya Allah, musnahkanlah harta orang yang pelit". (HR. Bukhori Muslim)
Usahakanlah untuk bersedekah setiap hari, walaupun hanya 1 rupiah agar kamu masuk dalam doa malaikat ini.
Jika tidak memungkinkan, maka bisa saja kamu kumpulkan uangmu selama sepekan, lalu kamu sedekahkan sekaligus. Niatkan itu sebagai sedekah setiap hari selama sepekan. Semoga kamu tetap masuk dalam keutamaan ini. Karena karunia Allah itu luas.
*GRIYA LEBAH AL WAHDAH*
https://www.bukalapak.com/p/food/minuman/madu/4h9ivf7-jual-madu-hutan-riau
Bukalapak
Jual Madu Hutan Riau di Lapak Griya Lebah
Beli Madu Hutan Riau. Harga Murah di Lapak Griya Lebah. ✓ Pengiriman cepat ✓ Pembayaran 100% aman. Belanja Sekarang Juga Hanya di Bukalapak.
*TAUBAT TIDAK BISA MENGHAPUS DOSA INI*
Taubat dari perbuatan haram akan diterima oleh Allah, termasuk syirik yang merupakan dosa paling besar.
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغۡفِرُ اَنۡ يُّشۡرَكَ بِهٖ وَيَغۡفِرُ مَا دُوۡنَ ذٰ لِكَ لِمَنۡ يَّشَآءُ ۚ وَمَنۡ يُّشۡرِكۡ بِاللّٰهِ فَقَدِ افۡتَـرٰۤى اِثۡمًا عَظِيۡمًا
*_Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar._*
Dalam ayat lain Allah berfirman:
قُلۡ يٰعِبَادِىَ الَّذِيۡنَ اَسۡرَفُوۡا عَلٰٓى اَنۡفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُوۡا مِنۡ رَّحۡمَةِ اللّٰهِ ؕ اِنَّ اللّٰهَ يَغۡفِرُ الذُّنُوۡبَ جَمِيۡعًا ؕ اِنَّهٗ هُوَ الۡغَفُوۡرُ الرَّحِيۡمُ
*_Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang._*
Dalam hadits qudsi, Allah berfirman:
يا عبادي تخطئون با لليل والنهار وأنا أغفر الذنوب جميعا فاستغفروني أغفرلكم
*_Duhai hamba-hambaKu, kalian berbuat dosa siang dan malam dan Aku mengampuni semua dosa, mintalah ampunan kepadaKu, pasti Aku ampuni kalian. (HR. Muslim No. 2577)
Namun, dosa-dosa yang berhubungan dengan kedzaliman terhadap manusia, tidak akan diterima taubatnya sampai ia kembalikan haknya.
Siapa yang mendzalimi diri, harta dan kehormatan orang lain, lalu ia ingin bertaubat kepada Allah, maka ia harus mengembalikan hak orang yang ia dzalimi. Bisa dengan cara minta kerelaannya atau menggantinya atau dengan cara memintakan ampun untuk orang yang ia dzalimi.
Jika hak tersebut tidak berhubungan dengan harta, maka bisa dengan cara memintakan ampun untuknya.
Dan ALlah Tabaaraka wa ta'ala akan menerima taubat orang ini, jika niatnya benar.
*Griya Lebah Al Wahdah*
https://www.tokopedia.com/zeinmas/madu-hutan-riau
Taubat dari perbuatan haram akan diterima oleh Allah, termasuk syirik yang merupakan dosa paling besar.
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغۡفِرُ اَنۡ يُّشۡرَكَ بِهٖ وَيَغۡفِرُ مَا دُوۡنَ ذٰ لِكَ لِمَنۡ يَّشَآءُ ۚ وَمَنۡ يُّشۡرِكۡ بِاللّٰهِ فَقَدِ افۡتَـرٰۤى اِثۡمًا عَظِيۡمًا
*_Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar._*
Dalam ayat lain Allah berfirman:
قُلۡ يٰعِبَادِىَ الَّذِيۡنَ اَسۡرَفُوۡا عَلٰٓى اَنۡفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُوۡا مِنۡ رَّحۡمَةِ اللّٰهِ ؕ اِنَّ اللّٰهَ يَغۡفِرُ الذُّنُوۡبَ جَمِيۡعًا ؕ اِنَّهٗ هُوَ الۡغَفُوۡرُ الرَّحِيۡمُ
*_Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang._*
Dalam hadits qudsi, Allah berfirman:
يا عبادي تخطئون با لليل والنهار وأنا أغفر الذنوب جميعا فاستغفروني أغفرلكم
*_Duhai hamba-hambaKu, kalian berbuat dosa siang dan malam dan Aku mengampuni semua dosa, mintalah ampunan kepadaKu, pasti Aku ampuni kalian. (HR. Muslim No. 2577)
Namun, dosa-dosa yang berhubungan dengan kedzaliman terhadap manusia, tidak akan diterima taubatnya sampai ia kembalikan haknya.
Siapa yang mendzalimi diri, harta dan kehormatan orang lain, lalu ia ingin bertaubat kepada Allah, maka ia harus mengembalikan hak orang yang ia dzalimi. Bisa dengan cara minta kerelaannya atau menggantinya atau dengan cara memintakan ampun untuk orang yang ia dzalimi.
Jika hak tersebut tidak berhubungan dengan harta, maka bisa dengan cara memintakan ampun untuknya.
Dan ALlah Tabaaraka wa ta'ala akan menerima taubat orang ini, jika niatnya benar.
*Griya Lebah Al Wahdah*
https://www.tokopedia.com/zeinmas/madu-hutan-riau
Tokopedia
Madu Hutan Riau di zeinmas | Tokopedia
Beli Madu Hutan Riau di zeinmas. Promo khusus pengguna baru di aplikasi Tokopedia!
*BELAJAR DARI KASUS Bripka ARP*
Ad-Dayyuuts adalah istilah untuk orang yang membiarkan keburukan istrinya. Ia melihat laki-laki masuk menemuinya, namun ia tidak melarangnya. Ia tidak peduli, ia biarkan keburukan istrinya. Inilah Dayyuuts.
Dan sudah dijelaskan bahwa suami itu akan ditanya tentang keluarganya.
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا قُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ وَاَهۡلِيۡكُمۡ نَارً
*_Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...(QS. at Tahrim:6)
Maka ia tidak boleh membiarkan istrinya dalam keburukan dan bersahabat dengan para laki-laki. Ini sangat bahaya. Dan ini adalah sebab seseorang menjadi dayyuuts. Seperti membiarkan istrinya tidak berhijab, keluar dan berkumpul bersama para laki-laki. Pun walau sudah berhijab, tak selayaknya dibebaskan dalam pergaulannya tanpa perhatian. Membiarkan seperti ini adalah sebab-sebab seseorang menjadi dayyuuts.
Tanpa perhatian dan kontrol suami, berkumpul dengan laki-laki, safar tanpa mahram, dan sebagainya.
Ini semua adalah sebab terjadinya *PERZINAAN*. Dan ini adalah sebab seseorang dinamakan dayyuuts.
Semoga Allah menjaga kita dan keluarga kita dari keburukan dan fitnah kehidupan yang melenakan, dan menjatuhkan kita kepada jurang dosa yang dalam.
_*Nas alullah assalaamah wal'aafiyah*_
*GRIYA LEBAH Al WAHDAH*
Ad-Dayyuuts adalah istilah untuk orang yang membiarkan keburukan istrinya. Ia melihat laki-laki masuk menemuinya, namun ia tidak melarangnya. Ia tidak peduli, ia biarkan keburukan istrinya. Inilah Dayyuuts.
Dan sudah dijelaskan bahwa suami itu akan ditanya tentang keluarganya.
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا قُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ وَاَهۡلِيۡكُمۡ نَارً
*_Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...(QS. at Tahrim:6)
Maka ia tidak boleh membiarkan istrinya dalam keburukan dan bersahabat dengan para laki-laki. Ini sangat bahaya. Dan ini adalah sebab seseorang menjadi dayyuuts. Seperti membiarkan istrinya tidak berhijab, keluar dan berkumpul bersama para laki-laki. Pun walau sudah berhijab, tak selayaknya dibebaskan dalam pergaulannya tanpa perhatian. Membiarkan seperti ini adalah sebab-sebab seseorang menjadi dayyuuts.
Tanpa perhatian dan kontrol suami, berkumpul dengan laki-laki, safar tanpa mahram, dan sebagainya.
Ini semua adalah sebab terjadinya *PERZINAAN*. Dan ini adalah sebab seseorang dinamakan dayyuuts.
Semoga Allah menjaga kita dan keluarga kita dari keburukan dan fitnah kehidupan yang melenakan, dan menjatuhkan kita kepada jurang dosa yang dalam.
_*Nas alullah assalaamah wal'aafiyah*_
*GRIYA LEBAH Al WAHDAH*
*PEMUDA YANG MENDAPATKAN NAUNGAN ALLAH DI YAUMIL QIYAMAH*
Dia adalah pemuda yang mengisi masa mudanya dalam ketaatan kepada Allah. Nabi bersabda:
وَ شَابٌّ نَشَأَ بِعِبَا دَةِ اللّٰهِ
*_Dan pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah._* (HR Bukhari dan Muslim)
Maksudnya adalah sejak awal hingga akhir hayat, hidupnya selalu dalam ketaatan. Ia tidak melakukan kemaksiatan-kemaksiatan masa muda sebagaimana biasanya. Ia tumbuh dalam keshalihan dan ketaatan.
Ditinjau dari kondisi awal dan akhir, manusia digolongkan menjadi 4 macam:
1) Kondisi awal dan akhirnya berada di atas ketaatan.
2) Kondisi awal hingga akhir berada pada kemaksiatan. Sejak muda hingga tutup usia.
3) Pada masa muda bergelimang dosa, namun di masa tua ia wafat dalam kebaikan dan ketaatan.
4) Pada masa muda penuh dengan keshalihan, namun na'uudzubillah, di akhir hayat berbalik, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:
يعمل بعمل اهل الجنةِ حتى ما يكونُ بينه و بينها إلا ذِرَاعٌ فيسبقُ عليه الكتاب فيعمل بعمل اهل النار فيدخلها
*_Ia melakukan amal penduduk surga hingga jarak dia dengan surga hanya tersisa 1 hasta, tapi takdir mendahuluinya, ia pun melakukan amal penduduk neraka sehingga ia masuk neraka._* (HR. Bukhari Muslim)
Diawal hidupnya taat, tapi di akhir hidupnya bermaksiat.
Siapakah yang mendapat naungan Allah? dialah pemuda golongan pertama, pemuda yang menjalani masa mudanya dengan ketaatan.
Jadi sangatlah penting keutamaan ini disampaikan setiap orangtua kepada anak-anaknya. Katakan kepadanya bahwa ada *Hadits berisi keutamaan orang yang taat kepada Allah sejak kecil, sehingga sejak kecil seorang anak sudah termotivasi untuk taat untuk mendapatkan naungan Allah.
*GRIYA LEBAH ALWAHDAH*
Dia adalah pemuda yang mengisi masa mudanya dalam ketaatan kepada Allah. Nabi bersabda:
وَ شَابٌّ نَشَأَ بِعِبَا دَةِ اللّٰهِ
*_Dan pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah._* (HR Bukhari dan Muslim)
Maksudnya adalah sejak awal hingga akhir hayat, hidupnya selalu dalam ketaatan. Ia tidak melakukan kemaksiatan-kemaksiatan masa muda sebagaimana biasanya. Ia tumbuh dalam keshalihan dan ketaatan.
Ditinjau dari kondisi awal dan akhir, manusia digolongkan menjadi 4 macam:
1) Kondisi awal dan akhirnya berada di atas ketaatan.
2) Kondisi awal hingga akhir berada pada kemaksiatan. Sejak muda hingga tutup usia.
3) Pada masa muda bergelimang dosa, namun di masa tua ia wafat dalam kebaikan dan ketaatan.
4) Pada masa muda penuh dengan keshalihan, namun na'uudzubillah, di akhir hayat berbalik, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:
يعمل بعمل اهل الجنةِ حتى ما يكونُ بينه و بينها إلا ذِرَاعٌ فيسبقُ عليه الكتاب فيعمل بعمل اهل النار فيدخلها
*_Ia melakukan amal penduduk surga hingga jarak dia dengan surga hanya tersisa 1 hasta, tapi takdir mendahuluinya, ia pun melakukan amal penduduk neraka sehingga ia masuk neraka._* (HR. Bukhari Muslim)
Diawal hidupnya taat, tapi di akhir hidupnya bermaksiat.
Siapakah yang mendapat naungan Allah? dialah pemuda golongan pertama, pemuda yang menjalani masa mudanya dengan ketaatan.
Jadi sangatlah penting keutamaan ini disampaikan setiap orangtua kepada anak-anaknya. Katakan kepadanya bahwa ada *Hadits berisi keutamaan orang yang taat kepada Allah sejak kecil, sehingga sejak kecil seorang anak sudah termotivasi untuk taat untuk mendapatkan naungan Allah.
*GRIYA LEBAH ALWAHDAH*
*WAHAI PEMUDA, ADA MISI BESAR DI PUNDAKMU*
*_Nasihat Syaikh Shalih fauzan Al-Fauzan untuk para pemuda muslim dan muslimat di seluruh dunia._*
Pemuda adalah aset umat, di masa depan mereka akan memegang peran penting, insyaAllah. Mereka harus mempersiapkan diri untuk mengemban tanggungjawabnya.
Mereka hendaknya mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu mereka di negeri ini maupun negeri lainnya.
Merekalah penerus terbaik bagi pendahulu terbaik. Mereka bukan seperti pemuda di negara-negara lain yang hidupnya tak berarti.
Pemuda aset umat dipersiapkan untuk mengemban misi dan mengatur dunia, pengaturan dunia akan ada di tangan mereka. Mereka dibersamai oleh alQuran, asSunnah dan jejak hidup Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka memiliki tanggungjawab besar yang harus mereka emban.
Pertama, memahami kemudian mempelajari kemudian mengamalkan kemudian mendakwahkan dan menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia.
Tanggungjawab besar menanti pemuda umat ini. Pemuda umat ini bukan seperti pemuda lainnya yang orientasi hidupnya hanya dunia, yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya, yang hanya ingin meraih kehidupan dunia. Padahal perkaranya jauh lebih besar daripada itu. Pemuda Islam mendapatkan warisan besar dengan tanggungjawab besar pula.
Dan mereka tidak akan mampu mengemban peran ini kecuali dengan kerja keras untuk menuntut ilmu dan mengamalkannya. Dengan mempelajari ilmu yang bermanfaat, mengamalkan dan menjadi tauladan yang baik.
*GRIYA LEBAH ALWAHDAH*
*_Nasihat Syaikh Shalih fauzan Al-Fauzan untuk para pemuda muslim dan muslimat di seluruh dunia._*
Pemuda adalah aset umat, di masa depan mereka akan memegang peran penting, insyaAllah. Mereka harus mempersiapkan diri untuk mengemban tanggungjawabnya.
Mereka hendaknya mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu mereka di negeri ini maupun negeri lainnya.
Merekalah penerus terbaik bagi pendahulu terbaik. Mereka bukan seperti pemuda di negara-negara lain yang hidupnya tak berarti.
Pemuda aset umat dipersiapkan untuk mengemban misi dan mengatur dunia, pengaturan dunia akan ada di tangan mereka. Mereka dibersamai oleh alQuran, asSunnah dan jejak hidup Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka memiliki tanggungjawab besar yang harus mereka emban.
Pertama, memahami kemudian mempelajari kemudian mengamalkan kemudian mendakwahkan dan menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia.
Tanggungjawab besar menanti pemuda umat ini. Pemuda umat ini bukan seperti pemuda lainnya yang orientasi hidupnya hanya dunia, yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya, yang hanya ingin meraih kehidupan dunia. Padahal perkaranya jauh lebih besar daripada itu. Pemuda Islam mendapatkan warisan besar dengan tanggungjawab besar pula.
Dan mereka tidak akan mampu mengemban peran ini kecuali dengan kerja keras untuk menuntut ilmu dan mengamalkannya. Dengan mempelajari ilmu yang bermanfaat, mengamalkan dan menjadi tauladan yang baik.
*GRIYA LEBAH ALWAHDAH*
HAYU BERQURBAN
Buat yang masih mencari hewan Qurban yang *RECOMMENDED*, tanpa harus keluar rumah, tinggal pesan online, tunggu dikirim. Coba mampir ke sini: https://kurbaninaja.id/B4B121
Buat yang masih mencari hewan Qurban yang *RECOMMENDED*, tanpa harus keluar rumah, tinggal pesan online, tunggu dikirim. Coba mampir ke sini: https://kurbaninaja.id/B4B121
kurbaninaja.id
KurbaninAja.id
*LEMAH LEMBUT DALAM DAKWAH*
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits:
فَإِنَّ الرِّفْقَ لَمْ يَكُنْ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ نُزِعَ مِنْ شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ شَانَهُ
“Sesungguhnya lemah lembut tidaklah ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu kecuali akan memperkeruhnya”(HR. Abu Dawud, sanad: shahih).
Hadits ini menjelaskan bahwa kelembutan akan menjadi penghias bagi sesuatu, sedangkan hilangnya kelembutan membuat suatu perkara menjadi tidak lagi indah. Di antara perkara yang membutuhkan kelembutan adalah dakwah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah contoh terbaik dalam berdakwah, beliaulah manusia yang memiliki kelembutan kepada setiap orang yang didakwahinya. Hari ini banyak di antara manusia yang menolak dakwah Islam, salah satu sebabnya adalah hilangnya kelembutan dalam dakwah tersebut. Islam ibarat mutiara sedangkan kelembutan adalah bak bungkusnya. Ketika bungkusnya tak lagi indah dan kotor, maka jangan pernah berharap manusia mau membukanya. Membuka saja tidak, apalagi menerima mutiara yang ada di dalamnya. Seseorang ketika berdakwah hendaknya memperhatikan akhlak yang mulia ini, janganlah ia sampai gegabah dan bertindak kasar dalam dakwahnya. Allah Ta’ala telah menjelaskan tiga metode dasar dakwah yang salah satu diantaranya adalah dengan hikmah. Allah Ta’ala berfirman:
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. An Nahl : 125).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits:
فَإِنَّ الرِّفْقَ لَمْ يَكُنْ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ نُزِعَ مِنْ شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ شَانَهُ
“Sesungguhnya lemah lembut tidaklah ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu kecuali akan memperkeruhnya”(HR. Abu Dawud, sanad: shahih).
Hadits ini menjelaskan bahwa kelembutan akan menjadi penghias bagi sesuatu, sedangkan hilangnya kelembutan membuat suatu perkara menjadi tidak lagi indah. Di antara perkara yang membutuhkan kelembutan adalah dakwah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah contoh terbaik dalam berdakwah, beliaulah manusia yang memiliki kelembutan kepada setiap orang yang didakwahinya. Hari ini banyak di antara manusia yang menolak dakwah Islam, salah satu sebabnya adalah hilangnya kelembutan dalam dakwah tersebut. Islam ibarat mutiara sedangkan kelembutan adalah bak bungkusnya. Ketika bungkusnya tak lagi indah dan kotor, maka jangan pernah berharap manusia mau membukanya. Membuka saja tidak, apalagi menerima mutiara yang ada di dalamnya. Seseorang ketika berdakwah hendaknya memperhatikan akhlak yang mulia ini, janganlah ia sampai gegabah dan bertindak kasar dalam dakwahnya. Allah Ta’ala telah menjelaskan tiga metode dasar dakwah yang salah satu diantaranya adalah dengan hikmah. Allah Ta’ala berfirman:
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. An Nahl : 125).