BERILMU DENGAN BUKU
63 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
532 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
*DOSA DAN TAUBAT*

Hasan al Bashri rahimahullah berkata:

يا بن آد م : ترك الخطيئة أيسر من طلب التوبة
يا بن آدم : ترك الخطيئة أيسر من طلب التوبة
“Wahai anak Adam, meninggalkan dosa lebih gampang sebenarnya dari memohon taubat”

Zawaid Abdillah ‘ala az Zuhdi 1597
*BACA INI DULU SEBELUM ANDA BERANJAK DARI SHOLAT ANDA*


من سبّح اللهَ دُبُرَ كلِّ صلاةٍ ثلاثا وثلاثين وحَمِدَ اللهَ ثلاثا وثلاثين وكبَّرَ اللهَ ثلاثا وثلاثين ثم قال تمام المائةِ لا إله إلا الله واحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، غفرت له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر
*_Barangsiapa setiap selesai sholat bertasbih 33X, bertahmid 33X dan bertakbir 33X, kemudian menyempurnakannya dyang ke 100 dengan tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata, Ia Esa, tiada sekutu bagiNya, milikNya seluruh kerajaan dan pujian, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, maka dosa-dosanya akan diampuni, meski sebanyak buih di lautan._* (HR. Imam Muslim - di dalam kitab shahihnya no.597)
*BERBUAT DOSA LALU BERTAUBAT*


عن النبي صل الله عليه و سلم، قال الله سبحانه وتعالى أذنب عبدي ذنبا ثم تاب واستغفرفغفرت له، ثم أذنب ذنبا فقام واستغفرفغفرت له. ثم أذنب ذنبا فقام واستغفرفغفرت له. ولا يزال عبدي يُذنِب ذنبا فيستغفرفأغفر له
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Allah berfirman:
*_HambaKu melakukan dosa, kemudian ia bertaubat dan beristighfar. Maka Aku ampuni dosanya. Kemudian ia kembali melakukan dosa. Lalu bertaubat dan beristighfar, maka Aku ampuni dosanya. Kemudian ia kembali melakukan dosa. Lalu bertaubat dan beristighfar. Maka Aku ampuni dosanya. HambaKu selalu melakukan dosa, lalu ia beristighfar, maka Aku ampuni dosanya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Penjelasan ulama bahwa orang tersebut melakukan dosa, lalu ia serius untuk bertaubat dan ia beristighfar. Kemudian jiwanya melemah dan ia kembali berbuat dosa. Lalu ia bertaubat dengan serius dan beristighfar. Kemudian jiwanya melemah dan kembali berbuat dosa. Maka dosa setelah taubat tidak merusak taubatnya dahulu. Dengan syarat ia serius saat bertaubat.
*TAKUTLAH KEPADA ALLAH*


Hssan al-Bashri rahimahullah berkata:

من خاف الله، أخاف الله منه كل شيء، ومن خاف الناس، أخافه الله من كل شيء

*_Barang siapa takut kepada Allah, Allah akan membuat segala sesuatu takut kepadanya. Barang siapa takut kepada manusia, Allah akan membuatnya takut kepada segala sesuatu._*

Mawaizh lil imam Hasan al-Bashri, hal. 91
MENIKAHLAH


Pesan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kepada umatnya yang belum menikah:

تناكحوا تكثروا فاني مباه بكم الامم يوم القيامة
*_Menikahlah dan mempunyai keturunan yang banyak, karena aku akan membanggakan umat ini kelak di hari kiamat._*
*CINTA TERLARANG*


Seorang wanita menelponku untuk mengkonsultasikan masalahnya. Dia berkata:
*_Dulu saya punya hubungan tersembunyi dengan seorang pemuda, hubungan ini membuatku terjatuh berkali-kali dalam perbuatan haram yaitu ZINA._*

Akan tetapi setelah menunaikan haji tahun ini, aku bertaubat, aku menyesali perbuatanku dan aku melepaskan diriku dari dosa tersebut. Maka dari itu aku meminta nasihat anda.

Aku mengatakan kepadanya:
*_Jujurlah dalam taubatmu, minta kepada Allah keistiqomahan._*

Tangisannya pun meledak. Dia lalu berkata:
*_Wallahi, aku betul-betul bertaubat._*

Sambil terisak menangis, dia berkata:
*_Wallahi, aku betul-betul bertaubat. Kemaksiatan telah membakar habis hatiku, membuat airmataku membasahi pipi._*

AKu berusaha menenangkannya dan berkata padanya:
*_Bergembiralah dengan kebaikan ini, rahmat Allah luas. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang yang beriman, beramal shalih dan mengikuti petunjuk._*

Masih tersisa satu masalah yang membuatku risau. Apa itu? jawabku. Pemuda tersebut masih terus menghubungiku dan mengirimiku SMS. Padahal aku tahu dia juga telah berubah dan memperbaiki diri.

Kalau begitu, mengapa dia masih menelpon dan SMS kamu? ini adalah pintu syaithan dan harus ditutup. Allah berfirman:

*_Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan._* (al Baqarah:168)

Jika dia bersungguh-sungguh dan ingin memperbaiki keadaan sebelumnya, hendaknya dia mengetuk pintu yang benar dengan cara yang baik.

Dia sering mendengar kaset ceramah anda ya Syaikh dan mengikuti kabar anda.

Baik, berikan nomor telponnya dan aku akan menghubunginya. Aku kemudian menelpon pemuda tersebut, aku memperkenalkan diriku dan dia sangat senang. Aku berkata padanya:
*_Seorang wanita menelponku, dia perhatian padamu dan menginginkan kebaikan untukmu._*

Wanita tersebut menyampaikan padaku bahwa dia dan kamu menjalin hubungan yang haram. Lalu Allah menganugerahkan kalian berdua hidayah dan taubat. Pujilah Allah atas kaarunia ini, tapi tersisa satu hal.

Apa itu? kata sang pemuda. Engkau masih menelpon dan mengiriminya SMS. Jika kamu memang bersungguh-sungguh dan ingin memperbaiki keadaan sebelumnya, maka ketuklah pintu yang benar dengan cara yang baik sebagaimana firman Allah:

*_Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya._* (QS. al Baqarah:189)

Jika tidak, maka putuskan hubunganmu dan tutuplah pintu syaithan. Pemuda ini lalu menjanjikan kebaikan kepadaku.

Hari pun berlalu, dan wanita ini kembali menghubungiku. Aku menanyakan kabar dan keadaannya, lalu dia berkata,"Keadaanku sangat baik". Akupun bertanya tentang pemuda tersebut, dia menjawab,"Dia tidak lagi menghubungi dan mengirimiku SMS, akan tetapi...".

Lalu dia terdiam sangat lama. Ada apa denganmu? Si wanita berkata:
*_Ada satu hal yang anda harus mengetahuinya. Bagaimana bisa aku malu kepada anda, jika dulu aku tak malu kepada Allah._*

Apa itu? Sesungguhnya aku telah menikah. Dan aku telah memiliki 3 orang anak.

Aku terperangah, kaget dan tak bisa berkata apa-apa. Seolah-olah ada suara teriakan yang berkata padaku:
*_Ya Allah, apa sudah sampai seperti ini keadaan kami dan kerusakan yang ada?_*

Aku menahan airmataku, meratapi keadaan kaum muslimin. Sambil menangis, wanita ini bertanya:
*_Mengapa anda diam? Aku tahu dosaku sangat besar, akan tetapi aku sudah bertaubat, dan Allah menyukai orang yang bertaubat. Wallahi, aku telah sujud bersimpuh di depan pintu Rabb semesta alam._*

Aku berusaha tenang menahan diri dan bertanya, "anak-anakmu itu, siapa bapaknya?". Aku bersumpah dengan nama Allah yang Agung, mereka adalah anak-anak suamiku dan aku sangat yakin itu.

Apa engkau sudah tahu sekarang, mengapa dosa zina merupakan dosa yang paling buruk di antara dosa-dosa lainnya? Dosa zina mencoreng kehormatan, membuat nasab tercampur berantakan, maka dari itu Allah berfirman:
*_Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan jalan yan buruk._* (QS. al Israa:32)

Bahkan Allah menyiapkan hukuman terburuk yaitu rajam sampai mati. Dan Allah mendahulukan penyebutan *WANITA PENZINA* sebelum *LELAKI PEZINA*.
Allah berfirman:
*_Perempuan yang BERZINA dan laki-laki yang BERZINA...(QS. an Nuur:2)

Allah mendahulukan penyebutannya karena jika wanita tidak membuka dirinya, maka dosa ZINA tak akan terjadi.

Wanita ini sesenggukan menangis, sampai tangisannya mengiris hatiku, lalu dia berkata:
*_Setiap kali aku menatap suamiku, aku merasa seperti *PENDOSA*, seorang yang *HINA*, aku selalu membisikkan ke telinganya,"Maafkan aku, maafkan aku".

Namun suamiku tak tahu, mengapa aku mengatakan padanya kata-kata itu. Bahkan aku terus berpikir untuk meninggalkannya.

Tutupi perbuatanmu. Barangsiapa yang menutupi perbuatannya, maka Allah akan menutupinya. Akan tetapi, jujurlah kepada Allah dengan taubatmu.

Isak tangisnya semakin keras. Pada saat itu aku merasa dia telah jujur dengan taubatnya. Aku merasa ia telah jujur dengan taubatnya dan Allahlah yang akan menilainya.

كل بن ٱدم خطاء وخير الخطائين التوابون
Nabi bersabda:
*_Setiap anak Adam pasti pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah orang yang bertaubat._* (HR. Ibnu Majah)


( _Syaikh Kholid ar Rosyid_ )
*KETIKA ULAMA DIPUJI*


Para ahli ilmu yaitu para Ulama, ketika dipuji, bukannya membuat mereka senang, sebaliknya membuat mereka istighfar, memohon ampun kepada ALlah atas apa yang tidak mereka (yang memuji) ketahui.

Sebagaimana perkataan yang diucapkan Abu Bakar ash shidiq radhiyallahu 'anhu, ketika dipuji seseorang. Beliau mengucapkan kalimat ini saat dipuji:

Lihatlah apa yang dilakukan oleh Abu Bakr Ash Shidiq tatkala beliau dipuji oleh orang lain. Beliau–radhiyallahu ‘anhu- pun berdo’a,

اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ
*_Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka._*
*NASIHAT SYAIKH AL UTSAIMIN*


Saya nasihatkan kalian, mulai saat ini dan seterusnya, jangan kalian menghubungkan kebenaran pada seseorang. Seseorang bisa saja jatuh dalam kesalahan. Ibnu Mas'ud berkata:

*_Barangsiapa yang ingin mengikuti seseorang maka ikutilah orang yang telah wafat. Karena orang yang masih hidup tidaklah selamat dari fitnah._*

Jika kebenaran kalian hubungkan kepada Fulan, maka si Fulan bisa jadi timbul rasa sombongnya, Na'uudzubillah. Dan pada akhirnya ia menyimpang dari jalan yang lurus.

Oleh karena itu aku nasihatkan pada kalian semua:

*_Jangan pernah menghubungkan kebenaran pada seseorang._*

Yang pertama, tak ada seorangpun yang bisa selamat dari fitnah. Kita memohon perlindungan kepada Allah. Yang kedua, semua orang akan mati, tak ada yang kekal.

*_Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad). Maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?._* (QS. al Anbiya:34)

Yang ketiga, sesungguhnya anak Adam itu manusia. Jika ada yang memujinya di tengah-tengah orang banyak, ia bisa terjatuh dalam kesombongan. Bisa muncul dalam dirinya perasaan tak pernah salah, segala sesuatu yang dilakukannya selalu merasa benar. Setiap jalan yang ia tempuh dianggap kebenaran, ini adalah kehancuran.

Ketika seseorang memuji sahabatnya di muka umum, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menegurnya:

وَيَحْكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ
*_Celaka engkau, engkau telah memotong leher temanmu._* (HR. Bukhori)
*3 ORANG YANG ALLAH ABAIKAN DI HARI KIAMAT*


*_Syariat Islam telah melarang perbuatan-perbuatan dan sifat-sifat tercela yang ada dalam diri manusia. Dan telah menuliskan dosa bagi orang yang melakukan perbuatan terlarang tersebut. Dan jika faktor yang mendorong perbuatan dosa itu semakin kecil, maka jika perbuatan itu dilakukan, maka dosanya akan semakin besar._*

Dan di antara perbuatan-perbuatan tersebut adalah yang disebutkan dalam hadits ini, di mana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memperingati bahaya sombong, karena sombong adalah sifat tercela.

Pengertian sombong adalah ketika seseorang merendahkan orang lain dan tidak mau menerima kebenaran.

Jika sifat sombong ini muncul dari seseorang yang hanya memiliki sedikit faktor yang mendorongnya untuk berlaku sombong, maka dosa sombong tersebut lebih besar. Dari sinilah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan 3 di antara golongan yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka, tidak akan melihat mereka dan tidak akan mensucikan mereka pada hari kiamat dan mereka akan mendapatkan azab yang pedih.

1) *Orang miskin yang sombong*.
Yang di maksud dari orang miskin adalah orang yang tidak memiliki harta untuk mencukup kebutuhannya sendiri, sehingga dia membutuhkan orang lain untuk menafkahi dirinya. Namun demikian, dia menyombongkan dirinya. Padahal orang seperti ini, faktor yang mendorongnya untuk sombong sangat kecil, sayangnya dia tetap menyombongkan dirinya.

2) Orangtua renta yang *BERZINA*.
Orangtua renta di sini adalah orang lanjut usia yang sudah beruban. Orang seperti ini sudah melemah faktor yang mendorong dirinya untuk berhubungan seksual, meski demikian, masih saja dia ingin melakukan perbuatan ZINA. Sehingga orang seperti ini dosanya lebih besar daripada dosa pelaku ZINA lainnya.

3) Orang yang memiliki *KEKUASAAN dan WEWENANG*.
Meskipun demikian, dia masih saja berdusta. Semestinya faktor yang mendorongnya untuk berdusta dalam dirinya sudah melemah daripada orang lain, karena dia sudah memiliki kekuasaan, berhak memerintah dan melarang dan punya wewenang atas orang lain. Sehingga orang seperti ini, sudah melemah faktor yang mendorongnya untuk berdusta. Jika ada seseorang yang memiliki sifat-sifat tersebut yang sejatinya melemah faktor-faktor yang mendorongnya untuk berbuat dosa, maka dosa baginya lebih besar.

Demikian, nasihat yang diberikan oleh *Syaikh Sa'ad bin Nashir Asy-Syatsri*, dalam sebuah kajian ilmu.

Semoga Allah memberikan kita TaufiqNya, agar mampu membuang sifat sombong dari hati kita, aamiin.


*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*KARENA BAKTI PADA ORANGTUA*


Ada sebuah kisah nyata, seseorang yang pulang ke rumahnya dalam keadaan yang sangat lelah. Sangat lelah, sampai rumah sekitar jam 1 malam. Orang ini seharian bekerja.

Lihatlah bagaimana taufiq dari Allah, inilah sebab taufiq Allah datang.

Orang ini mengatakan,"saat itu saya masuk kamar dan ingin sekali tidur. Tapi saya mendengar kami kamar orangtuaku bunyi orang sedang flu".

Ternyata ayahku sakit, dan suara batuknya terdengar sampai kamarku.

Waktu itu saya bingung, tidur atau tidak, saya kepikiran ayah (ini barakah memikirkan orangtua).

Saya ingin ambil obat lalu masuk kamar ayahku. Saya ambil obat dan air hangat, lalu diminum obatnya oleh ayahku kemudian ayahku merasa enak dan tertidur, dan saya kembali ke kamarku.

Tapi saya merasakan rasa semangat yang luarbiasa untuk melakukan sholat malam. Padahal tadinya cape luar biasa, sangat lelah, dia katakan,"Saya merasakan semangat yang luar biasa".

Saya ingin sekali melakukannya (sholat malam). Dan sampai hari ini, sudah 20 tahun saya tidak pernah absen 1 malam pun dari sholat malam.

Barakah 1 amalan birrul walidain, memikirkan keadaan orangtua sekali, dibuka oleh Allah untuknya pintu amalan sholat malam. Allah muliakan beliau dengan amalan ini bahkan setiap hari setiap malam, berdiri di hadapanNya.


*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
MENCURI ADALAH TINDAKAN ZALIM

Nabi bersabda:
الله طَيِّبٌ لا يقبل إلا طيبا
*_ALlah itu baik, dan hanya menerima yang baik._* (HR. Muslim)

Tidak boleh mencuri, dengan alasan untuk disalurkan untuk kebaikan. Karena mencuri adalah tindakan zalim dan melampaui batas serta merampas hak manusia (جُرْأَةٌ على حقوق العِبَادِ).

Allah menetapkan hukum potong tangan untuk orang yang mencuri. Karena bahayanya tindakan kriminal ini. Jika pencuri bebas untuk mencuri, maka akan hilang rasa tenang dan aman.

Jadi tidak boleh mengambil harta orang lain tanpa alasan yang benar. Baik itu orang fakir, orang kaya, dermawan, maupun orang kikir.

Nabi bersabda:
أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمِ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمِ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ، وَايْمُ اللهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا
*_“Wahai manusia, hanyalah yang menjadikan orang sebelum kalian tersesat adalah karena apabila ada orang yang berkedudukan mencuri, mereka membiarkannya. Adapun apabila yang mencuri adalah orang biasa, mereka menegakkan (hukuman) atasnya. Demi Allah, andaikata Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya aku akan memotong tangannya._*

🟢 Lihat Shahih al-Bukhari no. 6788

ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA
HIDAYAH DAN DAKWAH

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ

“Sesungguhnya engkau wahai Muhammad sekali-kali tidak bisa memberikan hidayah kepada orang yg kamu cintai.” (Qs. al-Qoshos 56)

? Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullahu Ta’ala mengomentari ayat di atas :

فهداية القلوب بيد الله تعالى وبعض الناس يغلط في هذا؛ إذا قلت له: أولادك لا يصلون، قال: الهداية بيد الله! نعم هداية القلوب بيد الله ولكن هدايتهم بالدعوة والإنكار بيدك.

“Adapun hidayah untuk KALBU seseorang, maka itu berada di tangan Allah Ta’ala.. Sebagian orang salah dalam memahami hal ini. Jikalau kamu berkata kepadanya : Kenapa anak-anakmu tidak sholat?. Maka dia akan menjawab : “Hidayah itu hanya ditangan Allah.” Maka katakanlah kepadanya : “Benar, hidayah kalbu itu berada ditangan-Nya. Akan tetapi memberikan hidayah kepada mereka dengan cara mendakwahi mereka dan pengingkaran terhadap mereka adalah kewajibanmu.”

Fathul Waliyil Hamid Syarh ad-Dur an-Nadhid 26


ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA
SEMBUH TANPA OBAT/BEROBAT, BISAKAH?

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

كثير من المرضى أو أكثر المرضى يشفون بلا تداوٍ : بدعوة مستجابة، أو رقية نافعة، أو قوة للقلب وحسن توكل

Banyak orang sakit atau mayoritas orang sakit bisa sembuh tanpa berobat, tetapi dengan:
• Doa yang mustajab (dikabulkan).
• Atau ruqyah yang bermanfaat.
• Atau kuatnya hati dan baiknya tawakal.

Majmu’ Al-Fatawa 21/563
DOA KETIKA SAFAR UNTUK KELUARGA YANG DITINGGALKAN

أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِيْنَكَ وأَمَانَتَكَ وخَوَاتِيْمَ عَمَلِكَ
Saya titipkan kepada Allah, agamamu, amanahmu dan akhir amalanmu kepada Allah. (HR. Tirmidzi)
*TANDA SEORANG SUDAH MENCAPAI DERAJAT TAQWA*


Tanda seorang bertaqwa adalah ketika ia melihat dirinya menempuh jalannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dia mengerjakan apa yang Allah wajibkan dan dia meninggalkan apa yang Allah haramkan. Dia istiqomah di atas agama ini.

Siapa yang melihat dirinya melakukan hal tersebut, mencintai dan membenci karena Allah, berusaha menaati Allah, berusaha meninggalkan yang haram dan mencari rezeki yang halal. Maka itu tandanya bahwa dia adalah orang yang bertaqwa.

Hendaknya dia bersyukur kepada Allah dan berdoa agar bisa istiqomah di atas agama-Nya.

Dan ketika dia mengetahui dirinya ada kekurangan, seperti dia memakan yang haram, makan harta riba, menipu dan berbohong saat berjual beli, sumpah palsu, memutus silaturrahmi dan maksiat-maksiat lainnya, maka itu adalah tanda taqwa dan imannya kurang. Dia butuh perbaikan.

Dia harus berusaha memperbaiki diri dengan menyegerakan bertaubat, istighfar dan meninggalkan larangan Allah.

Seorang mukmin yang berakal harus menyadari bahwa tidak ada yang tetap di dunia. Hidup ini ada pasang surutnya, ada kurang dan lebihnya, ada waktu lemah dan kuat. Sampai nanti bertemu dengan Rabbnya.

Maka hendaklah dia senantiasa melakukan kebaikan dan istiqomah sesuai dengan kemampuannya. Semoga ketika ajal menjemput, dia berada dalam keadaan sempurna bukan dalam keadaan yang kurang.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :

والتقي لا يُحرم ما يَحتاج إليه من الرزق، وإنما يُحمى من فضول الدنيا رحمة به وإحسانا إليه؛ فإن توسيع الرزق قد يكون مضرة على صاحبه، وتقديره يكون رحمة لصاحبه

“Orang yang bertakwa tidak akan dihalangi mendapat rezeki yang dibutuhkan. Namun, dia akan dijaga dari nikmat dunia yang berlebih sebagai bentuk rahmat dan kebaikan Allah kepadanya. Sebab, rezeki yang berlebih adakalanya membahayakan pemiliknya. Sebaliknya, rezeki yang dibatasi adakalanya menjadi rahmat bagi pemiliknya.”

🟢 Majmu’ Fatawa, jilid 16, halaman 53


*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*JATUH CINTA SEBELUM MENIKAH*


Rasa cinta sebelum menikah, tersebar luas bahwasanya tidak boleh, maka sebagian dari kita menyangka bahwa hal tersebut tidak benar.

Rasa cinta terbagi menjadi 2:
1) Hubb afif
2) Hubb goyru afif

Cinta yang suci adalah cinta tersembunyi di hatinya dan ia tidak menampakkannya. Cinta di dalam hati tidak akan ada yang melarangnya. Cinta yang tidak mengendalikan manusia untuk berbuat. Disebut cinta kalau sudah direalisasikan dengan yang ia cintai.

Cinta yang muncul di dalam hati juga bisa terjadi, namun apabila kita berbicara cinta dengan jalan bersamaan, bermesraan sebelum akad, ini bukan cinta, akan tetapi ini perbuatan keji. Berbicara dengannya dengan nada yang menggoda, engkau menatapnya dan ia menatapmu, semua ini jelas haram.

Akan tetapi apabila lelaki mencintai wanita kemudian engkau ingin buktikan dengan menikahinya, ini sesuatu yang baik dan hal ini baik.

Akan tetapi jangan bercengkerama bersama sebelum menikah. Seandainya kalian saling mencintai, kemudian diiringi dengan maksiat, jalan bersama kemudian menikah, maka menikahnya sah, akan tetapi hendaknya engkau bertaubat, menikah tidak akan menghapus kemaksiatan kalian dahulu.

Dosa kalian ngobrol bareng, jalan bersama, hendaknya engkau bertaubat dari dosa ini, meskipun langkahmu untuk menikah sudah benar.
*WARNING NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM UNTUK PEDAGANG*


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ التُّجَّارَ هُمْ الْفُجَّارُ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوَلَيْسَ قَدْ أَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ قَالَ بَلَى وَلَكِنَّهُمْ يُحَدِّثُونَ فَيَكْذِبُونَ وَيَحْلِفُونَ وَيَأْثَمُونَ

“Sesungguhnya para pedagang itu adalah kaum yang fajir (suka berbuat maksiat), para sahabat heran dan bertanya, “Bukankah Allah telah menghalalkan praktek jual beli, wahai Rasulullah?”. Maka beliau menjawab, “Benar, namun para pedagang itu tatkala menjajakan barang dagangannya, mereka bercerita tentang dagangannya kemudian berdusta, mereka bersumpah palsu dan melakukan perbuatan-perbuatan keji.”

(Musnad Imam Ahmad 31/110, dinukil dari Maktabah Asy Syamilah; Hakim berkata: “Sanadnya shahih”, dan beliau disepakati Adz Dzahabi, Al Albani berkata, “Sanad hadits ini sebagaimana yang dikatakan oleh mereka berdua”, lihat Silsilah Ash Shahihah 1/365; dinukil dari Maktabah Asy Syamilah).
*PERTANYAAN*
Bagaimana dengan suami yang sukarela memberikan semua penghasilan/gajinya ke istri dan dengan rela juga mempersilahkan istri memakai uang tersebut untuk keperluan maupun untuk kesenangan istri. Apakah ini termasuk harta istri?lalu kalau suami yang demikian meninggal apakah boleh dimiliki sepenuhnya oleh istri (misal tunjangan pensiun) tanpa dibagi sesuai hukum waris?

*JAWABAN*
_Pentingnya Kejelasan Aqad_
Suami yang sukarela menyerahkan seluruh gajinya kepada istri harus ditanya apakah ia menganut paham gono-gini atau syariat. Seringkali, suami memang menyerahkan seluruh gajinya kepada istri tapi SAMA SEKALI tidak bermaksud melepaskan hak hartanya. Jadi, wajib diperjelas dulu, alias ditanyakan kepada suami.
Aqadnya harus jelas. Syariat ini berdiri di atas aqad. Dari mulai sah tidaknya keislaman hingga sah tidaknya pernikahan, semua dari aqad.
Bila memang diniatkan sebagai gaji istri kesemuanya, apakah berarti suami nebeng makan ke istri? nebeng tinggal di rumah istri? nebeng listrik? dan sebagainya. Bila terjadi perceraian bagaimana, suami siap angkat kaki tanpa membawa apapun?.

Suami juga memiliki kewajiban nafkah kepada ayah-ibunya, saudara perempuan yang tidak menikah, maupun anak yatim dalam kerabatnya. Bagaimana ia dapat melaksanakan kewajiban ini bila seluruh gajinya diberikan istri?.

*_Untuk uang pensiunan, itu terkait dengan aqad negara, diperuntukkan bagi sang janda, maka tidak wajib diwaris kepada yang lain. Mohon dicek lagi bagaimana bunyi aqadnya._*

Dijawab oleh: Dr. Erma Pawitasari, M.Ed