*SABAR DALAM MENUNTUT ILMU, SABAR DALAM BERDOA KEPADA ALLAH*
Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata :
تعلمت الصبر من صبي صغير : ذهبتُ مرة إلى المسجد فوجدت امرأة داخل دارها تضرب ابنها وهو يصرخ ففتح الباب وهرب فأغلقت عليه الباب.
“Aku belajar tentang kesabaran dari anak yang masih kecil. Suatu ketika aku pergi ke Masjid, dan aku mengetahui ada seorang ibu didalam rumahnya sedang memukul anaknya. Lalu anaknya berteriak, membuka pintu dan berlari. Maka ibu itu menutup pintu darinya.
قال : فلما رجعتُ نظرتُ، فلقيت الولد بعدما بكى قليلا نام على عتبة الباب يستعطف أمه فرق قلب الأم ففتحت له الباب.
Ia (Fudhail bin Iyadh) berkata : “Maka tatkala aku pulang, aku melihatnya. Maka aku menjumpai anak laki-laki (kecil) itu setelah menangis, lalu ia tidur di ambang pintu. Ia membuat iba ibunya dan melunakkan hati sang ibu. Maka ibunya pun membukakan pintu untuknya.
فبكى الفضيل حتى ابتلت لحيته بالدموع
Maka menangislah Fudhail hingga basah jenggotnya dengan linangan air matanya.
وقال : سبحان الله ! لو صبر العبد على باب الله عز وجل لفتح الله له…! “
Dan ia berkata : “Subhanallah!” Jikalau seorang hamba bersabar dihadapan pintu Allah Azza wa Jalla niscaya Allah akan membukakan pintu untuknya.
Abu Darda’ radhiyallahu anhu berkata :
جـدوا بالدعـاء فإنه من يكثـر قـرع الباب يوشك أن يفتح له
“Bersungguh-sungguhlah engkau dalam berdoa, karena sesungguhnya siapa yang memperbanyak mengetuk pintu, maka akan dibukakan baginya.”
www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=53743
Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata :
تعلمت الصبر من صبي صغير : ذهبتُ مرة إلى المسجد فوجدت امرأة داخل دارها تضرب ابنها وهو يصرخ ففتح الباب وهرب فأغلقت عليه الباب.
“Aku belajar tentang kesabaran dari anak yang masih kecil. Suatu ketika aku pergi ke Masjid, dan aku mengetahui ada seorang ibu didalam rumahnya sedang memukul anaknya. Lalu anaknya berteriak, membuka pintu dan berlari. Maka ibu itu menutup pintu darinya.
قال : فلما رجعتُ نظرتُ، فلقيت الولد بعدما بكى قليلا نام على عتبة الباب يستعطف أمه فرق قلب الأم ففتحت له الباب.
Ia (Fudhail bin Iyadh) berkata : “Maka tatkala aku pulang, aku melihatnya. Maka aku menjumpai anak laki-laki (kecil) itu setelah menangis, lalu ia tidur di ambang pintu. Ia membuat iba ibunya dan melunakkan hati sang ibu. Maka ibunya pun membukakan pintu untuknya.
فبكى الفضيل حتى ابتلت لحيته بالدموع
Maka menangislah Fudhail hingga basah jenggotnya dengan linangan air matanya.
وقال : سبحان الله ! لو صبر العبد على باب الله عز وجل لفتح الله له…! “
Dan ia berkata : “Subhanallah!” Jikalau seorang hamba bersabar dihadapan pintu Allah Azza wa Jalla niscaya Allah akan membukakan pintu untuknya.
Abu Darda’ radhiyallahu anhu berkata :
جـدوا بالدعـاء فإنه من يكثـر قـرع الباب يوشك أن يفتح له
“Bersungguh-sungguhlah engkau dalam berdoa, karena sesungguhnya siapa yang memperbanyak mengetuk pintu, maka akan dibukakan baginya.”
www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=53743
*QOUL SALAF TENTANG MENJAGA TAQWA*
من اتقى الله فقد حفظ نفسه ومن ضيع تقواه فقد ضيَّعَ نفسه والله الغنيُّ عنه
Barangsiapa bertaqwa kepada Allah sungguh dia telah menjaga dirinya sendiri, barangsiapa menyia-nyiakan ketaqwaannya, sungguh dia telah merusak dirinya. Sungguh Allah Maha Kaya (tidak memerlukannya)
من اتقى الله فقد حفظ نفسه ومن ضيع تقواه فقد ضيَّعَ نفسه والله الغنيُّ عنه
Barangsiapa bertaqwa kepada Allah sungguh dia telah menjaga dirinya sendiri, barangsiapa menyia-nyiakan ketaqwaannya, sungguh dia telah merusak dirinya. Sungguh Allah Maha Kaya (tidak memerlukannya)
Orang yang sibuk dengan al Quran adalah orang yang mulia pada hari kiamat. Ia akan mendapatkan kedudukan dan derajat yang tinggi di surga.
Akan dikatakan kepadanya:
إقرأ وارْتَقِ إرْقَ ورَتِّلْ كما كنت تُرَتِّلُ في الدنيا
*_Bacalah dan naiklah. Bacalah al Quran dengan tartil sebagaimana engkau membacanya ketika di dunia._* (HR. Tirmidzi 2914)
Derajatnya di surga sesuai dengan berapa banyak ia membaca al Quran saat di dunia. *ALLAHU AKBAR*.
Betapa besar kemuliaan yang akan ia dapatkan. Abu Umamah al Bahily Radhiyallahu 'anhu berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إقراء القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه
*_Bacalah al Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada orang yang membacanya._* (HR. Muslim 803)
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
Akan dikatakan kepadanya:
إقرأ وارْتَقِ إرْقَ ورَتِّلْ كما كنت تُرَتِّلُ في الدنيا
*_Bacalah dan naiklah. Bacalah al Quran dengan tartil sebagaimana engkau membacanya ketika di dunia._* (HR. Tirmidzi 2914)
Derajatnya di surga sesuai dengan berapa banyak ia membaca al Quran saat di dunia. *ALLAHU AKBAR*.
Betapa besar kemuliaan yang akan ia dapatkan. Abu Umamah al Bahily Radhiyallahu 'anhu berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إقراء القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه
*_Bacalah al Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada orang yang membacanya._* (HR. Muslim 803)
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*MASJID DAN PASAR*
Masjid adalah tempat yang Paling Allah cintai di muka bumi, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
أَحَبُّ البِلادِ إلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا ، وَأبْغَضُ البِلاَدِ إلَى اللهِ أسْوَاقُهَا
“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya, dan tempat yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim 671, dalam Kitabul Masajid wa mawadhi’us Shalat)
Imam Nawawi rahimahullah berkata :
“Tempat-tempat yang paling Allah cintai dari sebuah negeri adalah masjid-masjidnya” karena masjid merupakan tempat-tempat ketaatan, terbangun atas dasar takwa. Sementara tempat yang paling Allah Azza wa Jalla benci dari suatu negeri adalah pasar-pasarnya. Karena pasar (sering) menjadi tempat perbuatan menipu, riba, sumpah-sumpah dusta, melanggar janji, berpaling dari dzikrullah dan tindakan-tindakan lain yang semakna.” (Syarh Shahih Muslim Karya Imam An-Nawawi 5/177)
Masjid adalah tempat yang Paling Allah cintai di muka bumi, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
أَحَبُّ البِلادِ إلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا ، وَأبْغَضُ البِلاَدِ إلَى اللهِ أسْوَاقُهَا
“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya, dan tempat yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim 671, dalam Kitabul Masajid wa mawadhi’us Shalat)
Imam Nawawi rahimahullah berkata :
“Tempat-tempat yang paling Allah cintai dari sebuah negeri adalah masjid-masjidnya” karena masjid merupakan tempat-tempat ketaatan, terbangun atas dasar takwa. Sementara tempat yang paling Allah Azza wa Jalla benci dari suatu negeri adalah pasar-pasarnya. Karena pasar (sering) menjadi tempat perbuatan menipu, riba, sumpah-sumpah dusta, melanggar janji, berpaling dari dzikrullah dan tindakan-tindakan lain yang semakna.” (Syarh Shahih Muslim Karya Imam An-Nawawi 5/177)
*HAKIKAT KEHIDUPAN*
Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
ابن آد م، ما أعطاك الله تعالى الدنيا إلا اختبارًا، ولا زواها مذ خلقها عن عباده المؤمنين إلا اختبارًا
*_Wahai anak Adam, tidaklah Allah memberimu dunia kecuali sebagai ujian. Allah tidak pula menahannya dari hamba-hamba-Nya yang beriman kecuali juga sebagai ujian._*
(Adab al-Hasan al-Bashri wa Zuhduhu wa Mawaizhuhu hal.69)
اۨلَّذِىۡ خَلَقَ الۡمَوۡتَ وَالۡحَيٰوةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ اَيُّكُمۡ اَحۡسَنُ عَمَلًا ؕ وَهُوَ الۡعَزِيۡزُ الۡغَفُوۡرُۙ
*_Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun._* (al Mulk:2)
Solusi bagi kita yang sedang dalam ujian, cobaan, bencana kehidupan adalah *Sabar*. Apapun cobaan, ujian dan bencana yang sedang dihadapi.
Allah berfirman:
وَالَّذِيۡنَ صَبَرُوا ابۡتِغَآءَ وَجۡهِ رَبِّهِمۡ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنۡفَقُوۡا مِمَّا رَزَقۡنٰهُمۡ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً وَّيَدۡرَءُوۡنَ بِالۡحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ اُولٰۤٮِٕكَ لَهُمۡ عُقۡبَى الدَّارِۙ
*-Dan orang yang sabar karena mengharap keridhaan Tuhannya, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang men-dapat tempat kesudahan (yang baik)._* (ar Rad 13:22)
Tempat kesudahan bagi orang-orang yang sabar adalah Surga Adn:
جَنّٰتُ عَدۡنٍ يَّدۡخُلُوۡنَهَا وَمَنۡ صَلَحَ مِنۡ اٰبَآٮِٕهِمۡ وَاَزۡوَاجِهِمۡ وَذُرِّيّٰتِهِمۡ ۖ وَالۡمَلٰٓٮِٕكَةُ يَدۡخُلُوۡنَ عَلَيۡهِمۡ مِّنۡ كُلِّ بَابٍۚ
*_(yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang shalih dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya, dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu._* (Ar Rad 13:23)
Dan para malaikat memberikan salam kepada mereka, salam keselamatan dan kesejahteraan:
سَلٰمٌ عَلَيۡكُمۡ بِمَا صَبَرۡتُمۡ فَنِعۡمَ عُقۡبَى الدَّارِؕ
*_(sambil mengucapkan), "Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu." Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu._* (ar Rad 13:24)
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
ابن آد م، ما أعطاك الله تعالى الدنيا إلا اختبارًا، ولا زواها مذ خلقها عن عباده المؤمنين إلا اختبارًا
*_Wahai anak Adam, tidaklah Allah memberimu dunia kecuali sebagai ujian. Allah tidak pula menahannya dari hamba-hamba-Nya yang beriman kecuali juga sebagai ujian._*
(Adab al-Hasan al-Bashri wa Zuhduhu wa Mawaizhuhu hal.69)
اۨلَّذِىۡ خَلَقَ الۡمَوۡتَ وَالۡحَيٰوةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ اَيُّكُمۡ اَحۡسَنُ عَمَلًا ؕ وَهُوَ الۡعَزِيۡزُ الۡغَفُوۡرُۙ
*_Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun._* (al Mulk:2)
Solusi bagi kita yang sedang dalam ujian, cobaan, bencana kehidupan adalah *Sabar*. Apapun cobaan, ujian dan bencana yang sedang dihadapi.
Allah berfirman:
وَالَّذِيۡنَ صَبَرُوا ابۡتِغَآءَ وَجۡهِ رَبِّهِمۡ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنۡفَقُوۡا مِمَّا رَزَقۡنٰهُمۡ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً وَّيَدۡرَءُوۡنَ بِالۡحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ اُولٰۤٮِٕكَ لَهُمۡ عُقۡبَى الدَّارِۙ
*-Dan orang yang sabar karena mengharap keridhaan Tuhannya, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang men-dapat tempat kesudahan (yang baik)._* (ar Rad 13:22)
Tempat kesudahan bagi orang-orang yang sabar adalah Surga Adn:
جَنّٰتُ عَدۡنٍ يَّدۡخُلُوۡنَهَا وَمَنۡ صَلَحَ مِنۡ اٰبَآٮِٕهِمۡ وَاَزۡوَاجِهِمۡ وَذُرِّيّٰتِهِمۡ ۖ وَالۡمَلٰٓٮِٕكَةُ يَدۡخُلُوۡنَ عَلَيۡهِمۡ مِّنۡ كُلِّ بَابٍۚ
*_(yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang shalih dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya, dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu._* (Ar Rad 13:23)
Dan para malaikat memberikan salam kepada mereka, salam keselamatan dan kesejahteraan:
سَلٰمٌ عَلَيۡكُمۡ بِمَا صَبَرۡتُمۡ فَنِعۡمَ عُقۡبَى الدَّارِؕ
*_(sambil mengucapkan), "Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu." Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu._* (ar Rad 13:24)
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*MENGENDALIKAN HAWA NAFSU*
Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:
مخالفة الهوى تورث العبد قوة في بدنه وقلبه ولسانه. وقال بعض السلف: الغالب لهواه أشد من الذي يفتح المدينة وحده.
“Menyelisihi hawa nafsu akan mewariskan bagi seorang hamba kekuatan pada badan, hati, dan lisannya. Dan sebagian ulama salaf ada yang mengatakan bahwa orang yang mampu mengalahkan hawa nafsunya lebih kuat dibandingkan orang yang menundukkan sebuah kota sendirian.”
🟢 Ghadzaul Albab, jilid 2 hlm. 457
Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:
مخالفة الهوى تورث العبد قوة في بدنه وقلبه ولسانه. وقال بعض السلف: الغالب لهواه أشد من الذي يفتح المدينة وحده.
“Menyelisihi hawa nafsu akan mewariskan bagi seorang hamba kekuatan pada badan, hati, dan lisannya. Dan sebagian ulama salaf ada yang mengatakan bahwa orang yang mampu mengalahkan hawa nafsunya lebih kuat dibandingkan orang yang menundukkan sebuah kota sendirian.”
🟢 Ghadzaul Albab, jilid 2 hlm. 457
*MENCARI ILMU KARENA ALLAH*
Satu hal penting, jika anda ingin fokus kepada suatu ilmu, apapun ilmu itu, jadikanlah tujuanmu, di balik ilmu itu, sebagai pendekatan diri kepada Allah.
Saat itu secara otomatis, ilmu-ilmu yang kau pelajari semuanya (masuk) menjadi ilmu syar'i, semuanya.
Saya pernah katakan kepada anda dan saya tulis di dalam sebagian karya saya, tentang perkataan yang dikatakan oleh orangtua saya, semoga Allah meridhoinya.
Dan tentunya masih saya ingat erat-erat dalam diri saya. Dan paling tidak umur saya waktu itu 15 atau 16 tahunan. Tatkala ayah saya membawa dan mendaftarkan saya di salah satu madrasah syar'iyyah, di negeri ini. Ayah saya berkata kepada saya:
*_Andai saya tahu bahwa untuk sampai kepada Allah hanyalah dengan memungut sampah di bumi, niscaya saya jadikan engkau sebagai pemulung. Tapi saya tahu bahwa jalan untuk mencapai ALlah adalah ilmu. OLeh karenanya, saya hadapkan engkau ke jalan ini (ilmu)._*
Inilah intinya, sekarang saya ingin, agar kalian jangan belajar karena pekerjaan, jangan belajar karena ijazah, jangan belajar karena ingin jadi pemimpin, karena persaingan dengan sesama, tetapi belajarlah karena ingin menggapai ridho Allah subhanahu wa ta'ala.
Jadi, jika seseorang memegang teguh prinsip ini, jika ia mempelajari ilmu kedokteran, maka dengan ilmunya itu, ia mendekatkan diri kepada Allah.
Jika seseorang mempelajari Kimia, Fisika, Matematika, Teknik Sipil, Astronomi dan semua bidang ilmu, apa fungsi dari semua ilmu itu? *Membuka hakikat (ilmu) yang terselubung*.
Dan hakikat teragung apakah itu? itulah Allah subhanahu wa ta'ala, itulah sebenar-benarnya hakikat. Tidak ada keraguan dan kecurigaan akan hal ini.
( _Syaikh Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buthi rahimahullah_ )
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
Satu hal penting, jika anda ingin fokus kepada suatu ilmu, apapun ilmu itu, jadikanlah tujuanmu, di balik ilmu itu, sebagai pendekatan diri kepada Allah.
Saat itu secara otomatis, ilmu-ilmu yang kau pelajari semuanya (masuk) menjadi ilmu syar'i, semuanya.
Saya pernah katakan kepada anda dan saya tulis di dalam sebagian karya saya, tentang perkataan yang dikatakan oleh orangtua saya, semoga Allah meridhoinya.
Dan tentunya masih saya ingat erat-erat dalam diri saya. Dan paling tidak umur saya waktu itu 15 atau 16 tahunan. Tatkala ayah saya membawa dan mendaftarkan saya di salah satu madrasah syar'iyyah, di negeri ini. Ayah saya berkata kepada saya:
*_Andai saya tahu bahwa untuk sampai kepada Allah hanyalah dengan memungut sampah di bumi, niscaya saya jadikan engkau sebagai pemulung. Tapi saya tahu bahwa jalan untuk mencapai ALlah adalah ilmu. OLeh karenanya, saya hadapkan engkau ke jalan ini (ilmu)._*
Inilah intinya, sekarang saya ingin, agar kalian jangan belajar karena pekerjaan, jangan belajar karena ijazah, jangan belajar karena ingin jadi pemimpin, karena persaingan dengan sesama, tetapi belajarlah karena ingin menggapai ridho Allah subhanahu wa ta'ala.
Jadi, jika seseorang memegang teguh prinsip ini, jika ia mempelajari ilmu kedokteran, maka dengan ilmunya itu, ia mendekatkan diri kepada Allah.
Jika seseorang mempelajari Kimia, Fisika, Matematika, Teknik Sipil, Astronomi dan semua bidang ilmu, apa fungsi dari semua ilmu itu? *Membuka hakikat (ilmu) yang terselubung*.
Dan hakikat teragung apakah itu? itulah Allah subhanahu wa ta'ala, itulah sebenar-benarnya hakikat. Tidak ada keraguan dan kecurigaan akan hal ini.
( _Syaikh Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buthi rahimahullah_ )
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*3 RUKUN BERSYUKUR*
Seorang muslim hendaknya selalu mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah Ta'ala, mengingat begitu dahsyatnya keutamaan bersyukur kepada Allah Ta'ala yang akan didapatkan oleh orang yang mau bersyukur.
Untuk mendapatkan keutamaan bersyukur atas nikmat Allah, ada 3 macam rukun syukur yang harus ada pada diri orang yang bersyukur.
Rukun bersyukur yang pertama adalah 1) تحدّث باللسان وتحدّث بنعمة الله باللسان وذكر النعمة
*_Mengucapkan dengan lisan, mengabarkan nikmat Allah dengan lisannya, menyebut-nyebut nikmat tersebut._*
Lisannya menunjukkan tanda tanda orang bersyukur kepada Allah dan ciri ciri orang bersyukur yaitu dengan mengucapkan pujian-pujian kepada Allah Ta'ala terhadap nikmat yang telah diberikan.
2) Rukun syukur yang kedua adalah:
الإعتراف بها باطنا في قلبه
*_Mengakui nikmat tersebut secara batin, dari dalam hatinya._*
mengakui nikmat yang telah dia terima di dalam hatinya, karena bisa jadi di lisan seseorang menunjukkan tanda tanda orang yang bersyukur namun dalam hatinya mengingkarinya bahkan menyandarkan semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah Ta'ala kepada selain-Nya.
3)Rukun syukur yang ketiga adalah
صرفها في طاعة الله جلّ وعلا
*_Menggunakan nikmat pemberian Allah, di dalam ketaatan kepada Allah Jalla wa 'alaa._*
Menggunakan nikmat yang telah Allah Ta'ala berikan untuk ketaatan kepada Allah yang hal tersebut menunjukkan tanda tanda orang yang selalu bersyukur dan tidak menggunakan nikmat tersebut untuk bermaksiat kepada Allah Ta'ala, karena maksiat menunjukkan tanda orang tidak bersyukur kepada Allah Ta'a'ala. Oleh karena itulah marilah kita menjadi seorang hamba yang mau bersyukur kepada-Nya, sehingga keutamaan orang bersyukur akan kita peroleh dan tidak menjadi manusia-manusia yang kufur terhadap nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
Seorang muslim hendaknya selalu mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah Ta'ala, mengingat begitu dahsyatnya keutamaan bersyukur kepada Allah Ta'ala yang akan didapatkan oleh orang yang mau bersyukur.
Untuk mendapatkan keutamaan bersyukur atas nikmat Allah, ada 3 macam rukun syukur yang harus ada pada diri orang yang bersyukur.
Rukun bersyukur yang pertama adalah 1) تحدّث باللسان وتحدّث بنعمة الله باللسان وذكر النعمة
*_Mengucapkan dengan lisan, mengabarkan nikmat Allah dengan lisannya, menyebut-nyebut nikmat tersebut._*
Lisannya menunjukkan tanda tanda orang bersyukur kepada Allah dan ciri ciri orang bersyukur yaitu dengan mengucapkan pujian-pujian kepada Allah Ta'ala terhadap nikmat yang telah diberikan.
2) Rukun syukur yang kedua adalah:
الإعتراف بها باطنا في قلبه
*_Mengakui nikmat tersebut secara batin, dari dalam hatinya._*
mengakui nikmat yang telah dia terima di dalam hatinya, karena bisa jadi di lisan seseorang menunjukkan tanda tanda orang yang bersyukur namun dalam hatinya mengingkarinya bahkan menyandarkan semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah Ta'ala kepada selain-Nya.
3)Rukun syukur yang ketiga adalah
صرفها في طاعة الله جلّ وعلا
*_Menggunakan nikmat pemberian Allah, di dalam ketaatan kepada Allah Jalla wa 'alaa._*
Menggunakan nikmat yang telah Allah Ta'ala berikan untuk ketaatan kepada Allah yang hal tersebut menunjukkan tanda tanda orang yang selalu bersyukur dan tidak menggunakan nikmat tersebut untuk bermaksiat kepada Allah Ta'ala, karena maksiat menunjukkan tanda orang tidak bersyukur kepada Allah Ta'a'ala. Oleh karena itulah marilah kita menjadi seorang hamba yang mau bersyukur kepada-Nya, sehingga keutamaan orang bersyukur akan kita peroleh dan tidak menjadi manusia-manusia yang kufur terhadap nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*HIKMAH ILMU*
الحكمة ضالة المؤمن انى وجدها فهو احق الناس بها
*_Hikmah adalah harta orang mukmin yang hilang, jika dia menemukannya, dialah yang paling berhak atasnya._*
الحكمة ضالة المؤمن انى وجدها فهو احق الناس بها
*_Hikmah adalah harta orang mukmin yang hilang, jika dia menemukannya, dialah yang paling berhak atasnya._*
*DOSA DAN TAUBAT*
Hasan al Bashri rahimahullah berkata:
يا بن آد م : ترك الخطيئة أيسر من طلب التوبة
يا بن آدم : ترك الخطيئة أيسر من طلب التوبة
“Wahai anak Adam, meninggalkan dosa lebih gampang sebenarnya dari memohon taubat”
Zawaid Abdillah ‘ala az Zuhdi 1597
Hasan al Bashri rahimahullah berkata:
يا بن آد م : ترك الخطيئة أيسر من طلب التوبة
يا بن آدم : ترك الخطيئة أيسر من طلب التوبة
“Wahai anak Adam, meninggalkan dosa lebih gampang sebenarnya dari memohon taubat”
Zawaid Abdillah ‘ala az Zuhdi 1597
*BACA INI DULU SEBELUM ANDA BERANJAK DARI SHOLAT ANDA*
من سبّح اللهَ دُبُرَ كلِّ صلاةٍ ثلاثا وثلاثين وحَمِدَ اللهَ ثلاثا وثلاثين وكبَّرَ اللهَ ثلاثا وثلاثين ثم قال تمام المائةِ لا إله إلا الله واحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، غفرت له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر
*_Barangsiapa setiap selesai sholat bertasbih 33X, bertahmid 33X dan bertakbir 33X, kemudian menyempurnakannya dyang ke 100 dengan tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata, Ia Esa, tiada sekutu bagiNya, milikNya seluruh kerajaan dan pujian, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, maka dosa-dosanya akan diampuni, meski sebanyak buih di lautan._* (HR. Imam Muslim - di dalam kitab shahihnya no.597)
من سبّح اللهَ دُبُرَ كلِّ صلاةٍ ثلاثا وثلاثين وحَمِدَ اللهَ ثلاثا وثلاثين وكبَّرَ اللهَ ثلاثا وثلاثين ثم قال تمام المائةِ لا إله إلا الله واحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، غفرت له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر
*_Barangsiapa setiap selesai sholat bertasbih 33X, bertahmid 33X dan bertakbir 33X, kemudian menyempurnakannya dyang ke 100 dengan tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata, Ia Esa, tiada sekutu bagiNya, milikNya seluruh kerajaan dan pujian, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, maka dosa-dosanya akan diampuni, meski sebanyak buih di lautan._* (HR. Imam Muslim - di dalam kitab shahihnya no.597)
*BERBUAT DOSA LALU BERTAUBAT*
عن النبي صل الله عليه و سلم، قال الله سبحانه وتعالى أذنب عبدي ذنبا ثم تاب واستغفرفغفرت له، ثم أذنب ذنبا فقام واستغفرفغفرت له. ثم أذنب ذنبا فقام واستغفرفغفرت له. ولا يزال عبدي يُذنِب ذنبا فيستغفرفأغفر له
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Allah berfirman:
*_HambaKu melakukan dosa, kemudian ia bertaubat dan beristighfar. Maka Aku ampuni dosanya. Kemudian ia kembali melakukan dosa. Lalu bertaubat dan beristighfar, maka Aku ampuni dosanya. Kemudian ia kembali melakukan dosa. Lalu bertaubat dan beristighfar. Maka Aku ampuni dosanya. HambaKu selalu melakukan dosa, lalu ia beristighfar, maka Aku ampuni dosanya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan ulama bahwa orang tersebut melakukan dosa, lalu ia serius untuk bertaubat dan ia beristighfar. Kemudian jiwanya melemah dan ia kembali berbuat dosa. Lalu ia bertaubat dengan serius dan beristighfar. Kemudian jiwanya melemah dan kembali berbuat dosa. Maka dosa setelah taubat tidak merusak taubatnya dahulu. Dengan syarat ia serius saat bertaubat.
عن النبي صل الله عليه و سلم، قال الله سبحانه وتعالى أذنب عبدي ذنبا ثم تاب واستغفرفغفرت له، ثم أذنب ذنبا فقام واستغفرفغفرت له. ثم أذنب ذنبا فقام واستغفرفغفرت له. ولا يزال عبدي يُذنِب ذنبا فيستغفرفأغفر له
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Allah berfirman:
*_HambaKu melakukan dosa, kemudian ia bertaubat dan beristighfar. Maka Aku ampuni dosanya. Kemudian ia kembali melakukan dosa. Lalu bertaubat dan beristighfar, maka Aku ampuni dosanya. Kemudian ia kembali melakukan dosa. Lalu bertaubat dan beristighfar. Maka Aku ampuni dosanya. HambaKu selalu melakukan dosa, lalu ia beristighfar, maka Aku ampuni dosanya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan ulama bahwa orang tersebut melakukan dosa, lalu ia serius untuk bertaubat dan ia beristighfar. Kemudian jiwanya melemah dan ia kembali berbuat dosa. Lalu ia bertaubat dengan serius dan beristighfar. Kemudian jiwanya melemah dan kembali berbuat dosa. Maka dosa setelah taubat tidak merusak taubatnya dahulu. Dengan syarat ia serius saat bertaubat.
*TAKUTLAH KEPADA ALLAH*
Hssan al-Bashri rahimahullah berkata:
من خاف الله، أخاف الله منه كل شيء، ومن خاف الناس، أخافه الله من كل شيء
*_Barang siapa takut kepada Allah, Allah akan membuat segala sesuatu takut kepadanya. Barang siapa takut kepada manusia, Allah akan membuatnya takut kepada segala sesuatu._*
Mawaizh lil imam Hasan al-Bashri, hal. 91
Hssan al-Bashri rahimahullah berkata:
من خاف الله، أخاف الله منه كل شيء، ومن خاف الناس، أخافه الله من كل شيء
*_Barang siapa takut kepada Allah, Allah akan membuat segala sesuatu takut kepadanya. Barang siapa takut kepada manusia, Allah akan membuatnya takut kepada segala sesuatu._*
Mawaizh lil imam Hasan al-Bashri, hal. 91
MENIKAHLAH
Pesan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kepada umatnya yang belum menikah:
تناكحوا تكثروا فاني مباه بكم الامم يوم القيامة
*_Menikahlah dan mempunyai keturunan yang banyak, karena aku akan membanggakan umat ini kelak di hari kiamat._*
Pesan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kepada umatnya yang belum menikah:
تناكحوا تكثروا فاني مباه بكم الامم يوم القيامة
*_Menikahlah dan mempunyai keturunan yang banyak, karena aku akan membanggakan umat ini kelak di hari kiamat._*
*CINTA TERLARANG*
Seorang wanita menelponku untuk mengkonsultasikan masalahnya. Dia berkata:
*_Dulu saya punya hubungan tersembunyi dengan seorang pemuda, hubungan ini membuatku terjatuh berkali-kali dalam perbuatan haram yaitu ZINA._*
Akan tetapi setelah menunaikan haji tahun ini, aku bertaubat, aku menyesali perbuatanku dan aku melepaskan diriku dari dosa tersebut. Maka dari itu aku meminta nasihat anda.
Aku mengatakan kepadanya:
*_Jujurlah dalam taubatmu, minta kepada Allah keistiqomahan._*
Tangisannya pun meledak. Dia lalu berkata:
*_Wallahi, aku betul-betul bertaubat._*
Sambil terisak menangis, dia berkata:
*_Wallahi, aku betul-betul bertaubat. Kemaksiatan telah membakar habis hatiku, membuat airmataku membasahi pipi._*
AKu berusaha menenangkannya dan berkata padanya:
*_Bergembiralah dengan kebaikan ini, rahmat Allah luas. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang yang beriman, beramal shalih dan mengikuti petunjuk._*
Masih tersisa satu masalah yang membuatku risau. Apa itu? jawabku. Pemuda tersebut masih terus menghubungiku dan mengirimiku SMS. Padahal aku tahu dia juga telah berubah dan memperbaiki diri.
Kalau begitu, mengapa dia masih menelpon dan SMS kamu? ini adalah pintu syaithan dan harus ditutup. Allah berfirman:
*_Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan._* (al Baqarah:168)
Jika dia bersungguh-sungguh dan ingin memperbaiki keadaan sebelumnya, hendaknya dia mengetuk pintu yang benar dengan cara yang baik.
Dia sering mendengar kaset ceramah anda ya Syaikh dan mengikuti kabar anda.
Baik, berikan nomor telponnya dan aku akan menghubunginya. Aku kemudian menelpon pemuda tersebut, aku memperkenalkan diriku dan dia sangat senang. Aku berkata padanya:
*_Seorang wanita menelponku, dia perhatian padamu dan menginginkan kebaikan untukmu._*
Wanita tersebut menyampaikan padaku bahwa dia dan kamu menjalin hubungan yang haram. Lalu Allah menganugerahkan kalian berdua hidayah dan taubat. Pujilah Allah atas kaarunia ini, tapi tersisa satu hal.
Apa itu? kata sang pemuda. Engkau masih menelpon dan mengiriminya SMS. Jika kamu memang bersungguh-sungguh dan ingin memperbaiki keadaan sebelumnya, maka ketuklah pintu yang benar dengan cara yang baik sebagaimana firman Allah:
*_Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya._* (QS. al Baqarah:189)
Jika tidak, maka putuskan hubunganmu dan tutuplah pintu syaithan. Pemuda ini lalu menjanjikan kebaikan kepadaku.
Hari pun berlalu, dan wanita ini kembali menghubungiku. Aku menanyakan kabar dan keadaannya, lalu dia berkata,"Keadaanku sangat baik". Akupun bertanya tentang pemuda tersebut, dia menjawab,"Dia tidak lagi menghubungi dan mengirimiku SMS, akan tetapi...".
Lalu dia terdiam sangat lama. Ada apa denganmu? Si wanita berkata:
*_Ada satu hal yang anda harus mengetahuinya. Bagaimana bisa aku malu kepada anda, jika dulu aku tak malu kepada Allah._*
Apa itu? Sesungguhnya aku telah menikah. Dan aku telah memiliki 3 orang anak.
Aku terperangah, kaget dan tak bisa berkata apa-apa. Seolah-olah ada suara teriakan yang berkata padaku:
*_Ya Allah, apa sudah sampai seperti ini keadaan kami dan kerusakan yang ada?_*
Aku menahan airmataku, meratapi keadaan kaum muslimin. Sambil menangis, wanita ini bertanya:
*_Mengapa anda diam? Aku tahu dosaku sangat besar, akan tetapi aku sudah bertaubat, dan Allah menyukai orang yang bertaubat. Wallahi, aku telah sujud bersimpuh di depan pintu Rabb semesta alam._*
Aku berusaha tenang menahan diri dan bertanya, "anak-anakmu itu, siapa bapaknya?". Aku bersumpah dengan nama Allah yang Agung, mereka adalah anak-anak suamiku dan aku sangat yakin itu.
Apa engkau sudah tahu sekarang, mengapa dosa zina merupakan dosa yang paling buruk di antara dosa-dosa lainnya? Dosa zina mencoreng kehormatan, membuat nasab tercampur berantakan, maka dari itu Allah berfirman:
*_Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan jalan yan buruk._* (QS. al Israa:32)
Bahkan Allah menyiapkan hukuman terburuk yaitu rajam sampai mati. Dan Allah mendahulukan penyebutan *WANITA PENZINA* sebelum *LELAKI PEZINA*.
Seorang wanita menelponku untuk mengkonsultasikan masalahnya. Dia berkata:
*_Dulu saya punya hubungan tersembunyi dengan seorang pemuda, hubungan ini membuatku terjatuh berkali-kali dalam perbuatan haram yaitu ZINA._*
Akan tetapi setelah menunaikan haji tahun ini, aku bertaubat, aku menyesali perbuatanku dan aku melepaskan diriku dari dosa tersebut. Maka dari itu aku meminta nasihat anda.
Aku mengatakan kepadanya:
*_Jujurlah dalam taubatmu, minta kepada Allah keistiqomahan._*
Tangisannya pun meledak. Dia lalu berkata:
*_Wallahi, aku betul-betul bertaubat._*
Sambil terisak menangis, dia berkata:
*_Wallahi, aku betul-betul bertaubat. Kemaksiatan telah membakar habis hatiku, membuat airmataku membasahi pipi._*
AKu berusaha menenangkannya dan berkata padanya:
*_Bergembiralah dengan kebaikan ini, rahmat Allah luas. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang yang beriman, beramal shalih dan mengikuti petunjuk._*
Masih tersisa satu masalah yang membuatku risau. Apa itu? jawabku. Pemuda tersebut masih terus menghubungiku dan mengirimiku SMS. Padahal aku tahu dia juga telah berubah dan memperbaiki diri.
Kalau begitu, mengapa dia masih menelpon dan SMS kamu? ini adalah pintu syaithan dan harus ditutup. Allah berfirman:
*_Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan._* (al Baqarah:168)
Jika dia bersungguh-sungguh dan ingin memperbaiki keadaan sebelumnya, hendaknya dia mengetuk pintu yang benar dengan cara yang baik.
Dia sering mendengar kaset ceramah anda ya Syaikh dan mengikuti kabar anda.
Baik, berikan nomor telponnya dan aku akan menghubunginya. Aku kemudian menelpon pemuda tersebut, aku memperkenalkan diriku dan dia sangat senang. Aku berkata padanya:
*_Seorang wanita menelponku, dia perhatian padamu dan menginginkan kebaikan untukmu._*
Wanita tersebut menyampaikan padaku bahwa dia dan kamu menjalin hubungan yang haram. Lalu Allah menganugerahkan kalian berdua hidayah dan taubat. Pujilah Allah atas kaarunia ini, tapi tersisa satu hal.
Apa itu? kata sang pemuda. Engkau masih menelpon dan mengiriminya SMS. Jika kamu memang bersungguh-sungguh dan ingin memperbaiki keadaan sebelumnya, maka ketuklah pintu yang benar dengan cara yang baik sebagaimana firman Allah:
*_Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya._* (QS. al Baqarah:189)
Jika tidak, maka putuskan hubunganmu dan tutuplah pintu syaithan. Pemuda ini lalu menjanjikan kebaikan kepadaku.
Hari pun berlalu, dan wanita ini kembali menghubungiku. Aku menanyakan kabar dan keadaannya, lalu dia berkata,"Keadaanku sangat baik". Akupun bertanya tentang pemuda tersebut, dia menjawab,"Dia tidak lagi menghubungi dan mengirimiku SMS, akan tetapi...".
Lalu dia terdiam sangat lama. Ada apa denganmu? Si wanita berkata:
*_Ada satu hal yang anda harus mengetahuinya. Bagaimana bisa aku malu kepada anda, jika dulu aku tak malu kepada Allah._*
Apa itu? Sesungguhnya aku telah menikah. Dan aku telah memiliki 3 orang anak.
Aku terperangah, kaget dan tak bisa berkata apa-apa. Seolah-olah ada suara teriakan yang berkata padaku:
*_Ya Allah, apa sudah sampai seperti ini keadaan kami dan kerusakan yang ada?_*
Aku menahan airmataku, meratapi keadaan kaum muslimin. Sambil menangis, wanita ini bertanya:
*_Mengapa anda diam? Aku tahu dosaku sangat besar, akan tetapi aku sudah bertaubat, dan Allah menyukai orang yang bertaubat. Wallahi, aku telah sujud bersimpuh di depan pintu Rabb semesta alam._*
Aku berusaha tenang menahan diri dan bertanya, "anak-anakmu itu, siapa bapaknya?". Aku bersumpah dengan nama Allah yang Agung, mereka adalah anak-anak suamiku dan aku sangat yakin itu.
Apa engkau sudah tahu sekarang, mengapa dosa zina merupakan dosa yang paling buruk di antara dosa-dosa lainnya? Dosa zina mencoreng kehormatan, membuat nasab tercampur berantakan, maka dari itu Allah berfirman:
*_Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan jalan yan buruk._* (QS. al Israa:32)
Bahkan Allah menyiapkan hukuman terburuk yaitu rajam sampai mati. Dan Allah mendahulukan penyebutan *WANITA PENZINA* sebelum *LELAKI PEZINA*.
Allah berfirman:
*_Perempuan yang BERZINA dan laki-laki yang BERZINA...(QS. an Nuur:2)
Allah mendahulukan penyebutannya karena jika wanita tidak membuka dirinya, maka dosa ZINA tak akan terjadi.
Wanita ini sesenggukan menangis, sampai tangisannya mengiris hatiku, lalu dia berkata:
*_Setiap kali aku menatap suamiku, aku merasa seperti *PENDOSA*, seorang yang *HINA*, aku selalu membisikkan ke telinganya,"Maafkan aku, maafkan aku".
Namun suamiku tak tahu, mengapa aku mengatakan padanya kata-kata itu. Bahkan aku terus berpikir untuk meninggalkannya.
Tutupi perbuatanmu. Barangsiapa yang menutupi perbuatannya, maka Allah akan menutupinya. Akan tetapi, jujurlah kepada Allah dengan taubatmu.
Isak tangisnya semakin keras. Pada saat itu aku merasa dia telah jujur dengan taubatnya. Aku merasa ia telah jujur dengan taubatnya dan Allahlah yang akan menilainya.
كل بن ٱدم خطاء وخير الخطائين التوابون
Nabi bersabda:
*_Setiap anak Adam pasti pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah orang yang bertaubat._* (HR. Ibnu Majah)
( _Syaikh Kholid ar Rosyid_ )
*_Perempuan yang BERZINA dan laki-laki yang BERZINA...(QS. an Nuur:2)
Allah mendahulukan penyebutannya karena jika wanita tidak membuka dirinya, maka dosa ZINA tak akan terjadi.
Wanita ini sesenggukan menangis, sampai tangisannya mengiris hatiku, lalu dia berkata:
*_Setiap kali aku menatap suamiku, aku merasa seperti *PENDOSA*, seorang yang *HINA*, aku selalu membisikkan ke telinganya,"Maafkan aku, maafkan aku".
Namun suamiku tak tahu, mengapa aku mengatakan padanya kata-kata itu. Bahkan aku terus berpikir untuk meninggalkannya.
Tutupi perbuatanmu. Barangsiapa yang menutupi perbuatannya, maka Allah akan menutupinya. Akan tetapi, jujurlah kepada Allah dengan taubatmu.
Isak tangisnya semakin keras. Pada saat itu aku merasa dia telah jujur dengan taubatnya. Aku merasa ia telah jujur dengan taubatnya dan Allahlah yang akan menilainya.
كل بن ٱدم خطاء وخير الخطائين التوابون
Nabi bersabda:
*_Setiap anak Adam pasti pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah orang yang bertaubat._* (HR. Ibnu Majah)
( _Syaikh Kholid ar Rosyid_ )
*KETIKA ULAMA DIPUJI*
Para ahli ilmu yaitu para Ulama, ketika dipuji, bukannya membuat mereka senang, sebaliknya membuat mereka istighfar, memohon ampun kepada ALlah atas apa yang tidak mereka (yang memuji) ketahui.
Sebagaimana perkataan yang diucapkan Abu Bakar ash shidiq radhiyallahu 'anhu, ketika dipuji seseorang. Beliau mengucapkan kalimat ini saat dipuji:
Lihatlah apa yang dilakukan oleh Abu Bakr Ash Shidiq tatkala beliau dipuji oleh orang lain. Beliau–radhiyallahu ‘anhu- pun berdo’a,
اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ
*_Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka._*
Para ahli ilmu yaitu para Ulama, ketika dipuji, bukannya membuat mereka senang, sebaliknya membuat mereka istighfar, memohon ampun kepada ALlah atas apa yang tidak mereka (yang memuji) ketahui.
Sebagaimana perkataan yang diucapkan Abu Bakar ash shidiq radhiyallahu 'anhu, ketika dipuji seseorang. Beliau mengucapkan kalimat ini saat dipuji:
Lihatlah apa yang dilakukan oleh Abu Bakr Ash Shidiq tatkala beliau dipuji oleh orang lain. Beliau–radhiyallahu ‘anhu- pun berdo’a,
اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ
*_Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka._*
*NASIHAT SYAIKH AL UTSAIMIN*
Saya nasihatkan kalian, mulai saat ini dan seterusnya, jangan kalian menghubungkan kebenaran pada seseorang. Seseorang bisa saja jatuh dalam kesalahan. Ibnu Mas'ud berkata:
*_Barangsiapa yang ingin mengikuti seseorang maka ikutilah orang yang telah wafat. Karena orang yang masih hidup tidaklah selamat dari fitnah._*
Jika kebenaran kalian hubungkan kepada Fulan, maka si Fulan bisa jadi timbul rasa sombongnya, Na'uudzubillah. Dan pada akhirnya ia menyimpang dari jalan yang lurus.
Oleh karena itu aku nasihatkan pada kalian semua:
*_Jangan pernah menghubungkan kebenaran pada seseorang._*
Yang pertama, tak ada seorangpun yang bisa selamat dari fitnah. Kita memohon perlindungan kepada Allah. Yang kedua, semua orang akan mati, tak ada yang kekal.
*_Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad). Maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?._* (QS. al Anbiya:34)
Yang ketiga, sesungguhnya anak Adam itu manusia. Jika ada yang memujinya di tengah-tengah orang banyak, ia bisa terjatuh dalam kesombongan. Bisa muncul dalam dirinya perasaan tak pernah salah, segala sesuatu yang dilakukannya selalu merasa benar. Setiap jalan yang ia tempuh dianggap kebenaran, ini adalah kehancuran.
Ketika seseorang memuji sahabatnya di muka umum, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menegurnya:
وَيَحْكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ
*_Celaka engkau, engkau telah memotong leher temanmu._* (HR. Bukhori)
Saya nasihatkan kalian, mulai saat ini dan seterusnya, jangan kalian menghubungkan kebenaran pada seseorang. Seseorang bisa saja jatuh dalam kesalahan. Ibnu Mas'ud berkata:
*_Barangsiapa yang ingin mengikuti seseorang maka ikutilah orang yang telah wafat. Karena orang yang masih hidup tidaklah selamat dari fitnah._*
Jika kebenaran kalian hubungkan kepada Fulan, maka si Fulan bisa jadi timbul rasa sombongnya, Na'uudzubillah. Dan pada akhirnya ia menyimpang dari jalan yang lurus.
Oleh karena itu aku nasihatkan pada kalian semua:
*_Jangan pernah menghubungkan kebenaran pada seseorang._*
Yang pertama, tak ada seorangpun yang bisa selamat dari fitnah. Kita memohon perlindungan kepada Allah. Yang kedua, semua orang akan mati, tak ada yang kekal.
*_Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad). Maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?._* (QS. al Anbiya:34)
Yang ketiga, sesungguhnya anak Adam itu manusia. Jika ada yang memujinya di tengah-tengah orang banyak, ia bisa terjatuh dalam kesombongan. Bisa muncul dalam dirinya perasaan tak pernah salah, segala sesuatu yang dilakukannya selalu merasa benar. Setiap jalan yang ia tempuh dianggap kebenaran, ini adalah kehancuran.
Ketika seseorang memuji sahabatnya di muka umum, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menegurnya:
وَيَحْكَ قَطَعْتَ عُنُقَ صَاحِبِكَ
*_Celaka engkau, engkau telah memotong leher temanmu._* (HR. Bukhori)
*3 ORANG YANG ALLAH ABAIKAN DI HARI KIAMAT*
*_Syariat Islam telah melarang perbuatan-perbuatan dan sifat-sifat tercela yang ada dalam diri manusia. Dan telah menuliskan dosa bagi orang yang melakukan perbuatan terlarang tersebut. Dan jika faktor yang mendorong perbuatan dosa itu semakin kecil, maka jika perbuatan itu dilakukan, maka dosanya akan semakin besar._*
Dan di antara perbuatan-perbuatan tersebut adalah yang disebutkan dalam hadits ini, di mana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memperingati bahaya sombong, karena sombong adalah sifat tercela.
Pengertian sombong adalah ketika seseorang merendahkan orang lain dan tidak mau menerima kebenaran.
Jika sifat sombong ini muncul dari seseorang yang hanya memiliki sedikit faktor yang mendorongnya untuk berlaku sombong, maka dosa sombong tersebut lebih besar. Dari sinilah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan 3 di antara golongan yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka, tidak akan melihat mereka dan tidak akan mensucikan mereka pada hari kiamat dan mereka akan mendapatkan azab yang pedih.
1) *Orang miskin yang sombong*.
Yang di maksud dari orang miskin adalah orang yang tidak memiliki harta untuk mencukup kebutuhannya sendiri, sehingga dia membutuhkan orang lain untuk menafkahi dirinya. Namun demikian, dia menyombongkan dirinya. Padahal orang seperti ini, faktor yang mendorongnya untuk sombong sangat kecil, sayangnya dia tetap menyombongkan dirinya.
2) Orangtua renta yang *BERZINA*.
Orangtua renta di sini adalah orang lanjut usia yang sudah beruban. Orang seperti ini sudah melemah faktor yang mendorong dirinya untuk berhubungan seksual, meski demikian, masih saja dia ingin melakukan perbuatan ZINA. Sehingga orang seperti ini dosanya lebih besar daripada dosa pelaku ZINA lainnya.
3) Orang yang memiliki *KEKUASAAN dan WEWENANG*.
Meskipun demikian, dia masih saja berdusta. Semestinya faktor yang mendorongnya untuk berdusta dalam dirinya sudah melemah daripada orang lain, karena dia sudah memiliki kekuasaan, berhak memerintah dan melarang dan punya wewenang atas orang lain. Sehingga orang seperti ini, sudah melemah faktor yang mendorongnya untuk berdusta. Jika ada seseorang yang memiliki sifat-sifat tersebut yang sejatinya melemah faktor-faktor yang mendorongnya untuk berbuat dosa, maka dosa baginya lebih besar.
Demikian, nasihat yang diberikan oleh *Syaikh Sa'ad bin Nashir Asy-Syatsri*, dalam sebuah kajian ilmu.
Semoga Allah memberikan kita TaufiqNya, agar mampu membuang sifat sombong dari hati kita, aamiin.
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*_Syariat Islam telah melarang perbuatan-perbuatan dan sifat-sifat tercela yang ada dalam diri manusia. Dan telah menuliskan dosa bagi orang yang melakukan perbuatan terlarang tersebut. Dan jika faktor yang mendorong perbuatan dosa itu semakin kecil, maka jika perbuatan itu dilakukan, maka dosanya akan semakin besar._*
Dan di antara perbuatan-perbuatan tersebut adalah yang disebutkan dalam hadits ini, di mana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memperingati bahaya sombong, karena sombong adalah sifat tercela.
Pengertian sombong adalah ketika seseorang merendahkan orang lain dan tidak mau menerima kebenaran.
Jika sifat sombong ini muncul dari seseorang yang hanya memiliki sedikit faktor yang mendorongnya untuk berlaku sombong, maka dosa sombong tersebut lebih besar. Dari sinilah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan 3 di antara golongan yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka, tidak akan melihat mereka dan tidak akan mensucikan mereka pada hari kiamat dan mereka akan mendapatkan azab yang pedih.
1) *Orang miskin yang sombong*.
Yang di maksud dari orang miskin adalah orang yang tidak memiliki harta untuk mencukup kebutuhannya sendiri, sehingga dia membutuhkan orang lain untuk menafkahi dirinya. Namun demikian, dia menyombongkan dirinya. Padahal orang seperti ini, faktor yang mendorongnya untuk sombong sangat kecil, sayangnya dia tetap menyombongkan dirinya.
2) Orangtua renta yang *BERZINA*.
Orangtua renta di sini adalah orang lanjut usia yang sudah beruban. Orang seperti ini sudah melemah faktor yang mendorong dirinya untuk berhubungan seksual, meski demikian, masih saja dia ingin melakukan perbuatan ZINA. Sehingga orang seperti ini dosanya lebih besar daripada dosa pelaku ZINA lainnya.
3) Orang yang memiliki *KEKUASAAN dan WEWENANG*.
Meskipun demikian, dia masih saja berdusta. Semestinya faktor yang mendorongnya untuk berdusta dalam dirinya sudah melemah daripada orang lain, karena dia sudah memiliki kekuasaan, berhak memerintah dan melarang dan punya wewenang atas orang lain. Sehingga orang seperti ini, sudah melemah faktor yang mendorongnya untuk berdusta. Jika ada seseorang yang memiliki sifat-sifat tersebut yang sejatinya melemah faktor-faktor yang mendorongnya untuk berbuat dosa, maka dosa baginya lebih besar.
Demikian, nasihat yang diberikan oleh *Syaikh Sa'ad bin Nashir Asy-Syatsri*, dalam sebuah kajian ilmu.
Semoga Allah memberikan kita TaufiqNya, agar mampu membuang sifat sombong dari hati kita, aamiin.
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*KARENA BAKTI PADA ORANGTUA*
Ada sebuah kisah nyata, seseorang yang pulang ke rumahnya dalam keadaan yang sangat lelah. Sangat lelah, sampai rumah sekitar jam 1 malam. Orang ini seharian bekerja.
Lihatlah bagaimana taufiq dari Allah, inilah sebab taufiq Allah datang.
Orang ini mengatakan,"saat itu saya masuk kamar dan ingin sekali tidur. Tapi saya mendengar kami kamar orangtuaku bunyi orang sedang flu".
Ternyata ayahku sakit, dan suara batuknya terdengar sampai kamarku.
Waktu itu saya bingung, tidur atau tidak, saya kepikiran ayah (ini barakah memikirkan orangtua).
Saya ingin ambil obat lalu masuk kamar ayahku. Saya ambil obat dan air hangat, lalu diminum obatnya oleh ayahku kemudian ayahku merasa enak dan tertidur, dan saya kembali ke kamarku.
Tapi saya merasakan rasa semangat yang luarbiasa untuk melakukan sholat malam. Padahal tadinya cape luar biasa, sangat lelah, dia katakan,"Saya merasakan semangat yang luar biasa".
Saya ingin sekali melakukannya (sholat malam). Dan sampai hari ini, sudah 20 tahun saya tidak pernah absen 1 malam pun dari sholat malam.
Barakah 1 amalan birrul walidain, memikirkan keadaan orangtua sekali, dibuka oleh Allah untuknya pintu amalan sholat malam. Allah muliakan beliau dengan amalan ini bahkan setiap hari setiap malam, berdiri di hadapanNya.
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
Ada sebuah kisah nyata, seseorang yang pulang ke rumahnya dalam keadaan yang sangat lelah. Sangat lelah, sampai rumah sekitar jam 1 malam. Orang ini seharian bekerja.
Lihatlah bagaimana taufiq dari Allah, inilah sebab taufiq Allah datang.
Orang ini mengatakan,"saat itu saya masuk kamar dan ingin sekali tidur. Tapi saya mendengar kami kamar orangtuaku bunyi orang sedang flu".
Ternyata ayahku sakit, dan suara batuknya terdengar sampai kamarku.
Waktu itu saya bingung, tidur atau tidak, saya kepikiran ayah (ini barakah memikirkan orangtua).
Saya ingin ambil obat lalu masuk kamar ayahku. Saya ambil obat dan air hangat, lalu diminum obatnya oleh ayahku kemudian ayahku merasa enak dan tertidur, dan saya kembali ke kamarku.
Tapi saya merasakan rasa semangat yang luarbiasa untuk melakukan sholat malam. Padahal tadinya cape luar biasa, sangat lelah, dia katakan,"Saya merasakan semangat yang luar biasa".
Saya ingin sekali melakukannya (sholat malam). Dan sampai hari ini, sudah 20 tahun saya tidak pernah absen 1 malam pun dari sholat malam.
Barakah 1 amalan birrul walidain, memikirkan keadaan orangtua sekali, dibuka oleh Allah untuknya pintu amalan sholat malam. Allah muliakan beliau dengan amalan ini bahkan setiap hari setiap malam, berdiri di hadapanNya.
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
MENCURI ADALAH TINDAKAN ZALIM
Nabi bersabda:
الله طَيِّبٌ لا يقبل إلا طيبا
*_ALlah itu baik, dan hanya menerima yang baik._* (HR. Muslim)
Tidak boleh mencuri, dengan alasan untuk disalurkan untuk kebaikan. Karena mencuri adalah tindakan zalim dan melampaui batas serta merampas hak manusia (جُرْأَةٌ على حقوق العِبَادِ).
Allah menetapkan hukum potong tangan untuk orang yang mencuri. Karena bahayanya tindakan kriminal ini. Jika pencuri bebas untuk mencuri, maka akan hilang rasa tenang dan aman.
Jadi tidak boleh mengambil harta orang lain tanpa alasan yang benar. Baik itu orang fakir, orang kaya, dermawan, maupun orang kikir.
Nabi bersabda:
أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمِ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمِ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ، وَايْمُ اللهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا
*_“Wahai manusia, hanyalah yang menjadikan orang sebelum kalian tersesat adalah karena apabila ada orang yang berkedudukan mencuri, mereka membiarkannya. Adapun apabila yang mencuri adalah orang biasa, mereka menegakkan (hukuman) atasnya. Demi Allah, andaikata Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya aku akan memotong tangannya._*
🟢 Lihat Shahih al-Bukhari no. 6788
ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA
Nabi bersabda:
الله طَيِّبٌ لا يقبل إلا طيبا
*_ALlah itu baik, dan hanya menerima yang baik._* (HR. Muslim)
Tidak boleh mencuri, dengan alasan untuk disalurkan untuk kebaikan. Karena mencuri adalah tindakan zalim dan melampaui batas serta merampas hak manusia (جُرْأَةٌ على حقوق العِبَادِ).
Allah menetapkan hukum potong tangan untuk orang yang mencuri. Karena bahayanya tindakan kriminal ini. Jika pencuri bebas untuk mencuri, maka akan hilang rasa tenang dan aman.
Jadi tidak boleh mengambil harta orang lain tanpa alasan yang benar. Baik itu orang fakir, orang kaya, dermawan, maupun orang kikir.
Nabi bersabda:
أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمِ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمِ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ، وَايْمُ اللهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا
*_“Wahai manusia, hanyalah yang menjadikan orang sebelum kalian tersesat adalah karena apabila ada orang yang berkedudukan mencuri, mereka membiarkannya. Adapun apabila yang mencuri adalah orang biasa, mereka menegakkan (hukuman) atasnya. Demi Allah, andaikata Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya aku akan memotong tangannya._*
🟢 Lihat Shahih al-Bukhari no. 6788
ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA