*SEMUA UMAT NABI MUHAMMAD MASUK SURGA*
Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda :
كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى ؟ قَالَ : مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى
“Semua umatku akan masuk surga kecuali yang enggan”, para Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, Siapakah yang enggan?” Beliau Shallallahu alaihi wasallam menjawab : “Barangsiapa yang mentaatiku niscaya ia akan masuk surga, dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka dia enggan (untuk masuk surga).”
HR. Bukhari 7280, Ahmad 8728
Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda :
كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى ؟ قَالَ : مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى
“Semua umatku akan masuk surga kecuali yang enggan”, para Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, Siapakah yang enggan?” Beliau Shallallahu alaihi wasallam menjawab : “Barangsiapa yang mentaatiku niscaya ia akan masuk surga, dan siapa yang bermaksiat kepadaku maka dia enggan (untuk masuk surga).”
HR. Bukhari 7280, Ahmad 8728
*IKHLAS DAN ITTIBA' DALAM BERAMAL*
Salah satu tujuan utama dalam beramal adalah mendapat pahala dari Allah ta’alla, lantas bagaimana jika amalan yang sangat diharapkan sebagai tabungan diakherat ternyata ‘kopong’ alias sia-sia dan tak tertulis sabagai amalan?.
Bagaimana mungkin amalan akan diterima tatkala kita tidak mengetahui cara agar amalan bisa diterima dan mendapat ridho dari Allah? Apalagi jika barometer kesuksesan dalam beramal tatkala mendapat pujian belaka.
Tak dapat diragukan lagi walaupun lisan ini mengatakan ‘Aku ikhlas’ namun ikhlas tak semudah hanya ucapan saja dan malahan perlu dicek lagi arti keikhlasannya. Baiklah marilah kita berusaha mengetahui kaidah-kaidah dalam beramal agar amalan kita tidak sia-sia.
Dan ingatlah tak ada satu detik waktupun menjadi sia-sia dan berakhir penyesalan jika segera diikuti dengan taubat dan membenahi cara beramal dengan benar.
Amalan tidak lepas dari 2 hal yaitu ikhlas dan ittiba’.
Ikhlas adalah niat dalam beramal dan ikhlas merupakan ruh bagi amalan. Dalilnya:
*_Sesungguhnya amal-amal itu tergantung dengan niat dan sesungguhnya setiap orang itu mendapatkan balasan sesuai dengan yang diniatkannya._* (Muttafaqun’alaihi)
Yang kedua adalah ittiba’. Ittiba’ adalah amalan hendaknya dilakukan sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan ittiba’ ini laksana jiwa bagi amalan. Allah ta’ala berfirman:
قُلۡ اِنۡ كُنۡتُمۡ تُحِبُّوۡنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوۡنِىۡ يُحۡبِبۡكُمُ اللّٰهُ وَيَغۡفِرۡ لَـكُمۡ ذُنُوۡبَكُمۡؕ وَاللّٰهُ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ
*_Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang._* (QS. Ali Imran:31)
Salah satu tujuan utama dalam beramal adalah mendapat pahala dari Allah ta’alla, lantas bagaimana jika amalan yang sangat diharapkan sebagai tabungan diakherat ternyata ‘kopong’ alias sia-sia dan tak tertulis sabagai amalan?.
Bagaimana mungkin amalan akan diterima tatkala kita tidak mengetahui cara agar amalan bisa diterima dan mendapat ridho dari Allah? Apalagi jika barometer kesuksesan dalam beramal tatkala mendapat pujian belaka.
Tak dapat diragukan lagi walaupun lisan ini mengatakan ‘Aku ikhlas’ namun ikhlas tak semudah hanya ucapan saja dan malahan perlu dicek lagi arti keikhlasannya. Baiklah marilah kita berusaha mengetahui kaidah-kaidah dalam beramal agar amalan kita tidak sia-sia.
Dan ingatlah tak ada satu detik waktupun menjadi sia-sia dan berakhir penyesalan jika segera diikuti dengan taubat dan membenahi cara beramal dengan benar.
Amalan tidak lepas dari 2 hal yaitu ikhlas dan ittiba’.
Ikhlas adalah niat dalam beramal dan ikhlas merupakan ruh bagi amalan. Dalilnya:
*_Sesungguhnya amal-amal itu tergantung dengan niat dan sesungguhnya setiap orang itu mendapatkan balasan sesuai dengan yang diniatkannya._* (Muttafaqun’alaihi)
Yang kedua adalah ittiba’. Ittiba’ adalah amalan hendaknya dilakukan sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan ittiba’ ini laksana jiwa bagi amalan. Allah ta’ala berfirman:
قُلۡ اِنۡ كُنۡتُمۡ تُحِبُّوۡنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوۡنِىۡ يُحۡبِبۡكُمُ اللّٰهُ وَيَغۡفِرۡ لَـكُمۡ ذُنُوۡبَكُمۡؕ وَاللّٰهُ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ
*_Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang._* (QS. Ali Imran:31)
*KISAH NABI DIRACUN OLEH WANITA YAHUDI*
Ada seorang wanita Yahudi, dia ingin membunuh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Ia datang membawa daging kambing yang sudah diracun. Ia perbanyak racun di bagian paha. Karena ia tahu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyukai bagian itu sehingga ia perbanyak racun di bagian itu.
Ia datang membawanya sebagai hadiah untuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu Nabi makan sebagian.
Setelah makan, beliau mencari wanita itu, lalu wanita itu didatangkan kepada beliau shallallahu'alaihi wa sallam. Beliau bertanya kepadanya tentang racun itu. Wanita itu menjawab:
*_Aku sengaja ingin membunuhmu_*.
Nabi bersabda:
ماكان الله ليسلطك على ذلك (أو علي كما في رواية)
*_Allah tidak akan memberi wewenang kepadamu untuk melakukan itu._*
Nabi pun memperlakukannya sebagaimana yang beliau lakukan kepada laki-laki di kisah sebelumnya yang ingin membunuh beliau shallallahu 'alaihi wa sallam dengan pedang.
Wanita itu ingin membunuh Nabi dengan apa? dengan racun. Tetapi Nabi memaafkan laki-laki dan perempuan itu. Para shahabat bertanya:
قالوا ألا نقتلها. قال لا
*_Tidakkah kita bunuh saja? beliau menjawab,"Jangan.
Sejak itu Anas bin Malik berkata,"Sejak itu aku senantiasa melihat bekas racun itu pada anak lidah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. (HR. Muslim 2190)
Aku melihat bekasnya pada anak lidah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Racun itu meninggalkan bekas, sampai- sampai dalam hadits Nabi bersabda:
*_Aku masih merasakan sakit, karena daging yang aku m akan di Khaibar. (HR. Abu Dawud 4511)
Bekas yang timbul karena sakit dan juga sihir, itu semua termasuk cobaan yang akan mengangkat derajat. Juga supaya orang yang diuji dengan sakit, sihir, dan lain-lain menyadari bahwa makhluk Allah yang paling mulia juga diuji dengan cobaan tersebut supaya Allah mengangkat derajatnya. Karena derajat yang tinggi di surga bisa diraih dengan sabar menghadapi cobaan.
Ada seorang wanita Yahudi, dia ingin membunuh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Ia datang membawa daging kambing yang sudah diracun. Ia perbanyak racun di bagian paha. Karena ia tahu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyukai bagian itu sehingga ia perbanyak racun di bagian itu.
Ia datang membawanya sebagai hadiah untuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu Nabi makan sebagian.
Setelah makan, beliau mencari wanita itu, lalu wanita itu didatangkan kepada beliau shallallahu'alaihi wa sallam. Beliau bertanya kepadanya tentang racun itu. Wanita itu menjawab:
*_Aku sengaja ingin membunuhmu_*.
Nabi bersabda:
ماكان الله ليسلطك على ذلك (أو علي كما في رواية)
*_Allah tidak akan memberi wewenang kepadamu untuk melakukan itu._*
Nabi pun memperlakukannya sebagaimana yang beliau lakukan kepada laki-laki di kisah sebelumnya yang ingin membunuh beliau shallallahu 'alaihi wa sallam dengan pedang.
Wanita itu ingin membunuh Nabi dengan apa? dengan racun. Tetapi Nabi memaafkan laki-laki dan perempuan itu. Para shahabat bertanya:
قالوا ألا نقتلها. قال لا
*_Tidakkah kita bunuh saja? beliau menjawab,"Jangan.
Sejak itu Anas bin Malik berkata,"Sejak itu aku senantiasa melihat bekas racun itu pada anak lidah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. (HR. Muslim 2190)
Aku melihat bekasnya pada anak lidah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Racun itu meninggalkan bekas, sampai- sampai dalam hadits Nabi bersabda:
*_Aku masih merasakan sakit, karena daging yang aku m akan di Khaibar. (HR. Abu Dawud 4511)
Bekas yang timbul karena sakit dan juga sihir, itu semua termasuk cobaan yang akan mengangkat derajat. Juga supaya orang yang diuji dengan sakit, sihir, dan lain-lain menyadari bahwa makhluk Allah yang paling mulia juga diuji dengan cobaan tersebut supaya Allah mengangkat derajatnya. Karena derajat yang tinggi di surga bisa diraih dengan sabar menghadapi cobaan.
*PELUANG IBADAH YANG DISIA-SIAKAN*
Malam yang begitu panjang, antara sholat Isya hingga subuh, waktu begitu melimpah. Di sebagian negara, waktu malam dua kali lipat daripada siangnya. Sungguh rugi, wallahi dan amat disayangkan, malam yang begitu panjang, kita hanya melewatinya dengan aktivitas dengan menonton pertunjukan, makan, minum, bersenang-senang dengan anak dan keluarga.
Pulang pergi bekerja, dan aktivitas lain, lalu kita tidak mampu walau 5 menit saja atau seperempat jam atau setengah jam, kita isi dengan beribadah kepada Rabb kita, berdiri, rukuk dan sujud. Itu tidak akan mengurangi aktivitasmu yang lain di malam itu.
Namun memang itu semua membutuhkan kesadaran dan taufiq dari Allah. Nabi bersabda:
من قام بعشر ايات لم يُكْتَبْ من الغافلين، ومن قام بمائة ايةٍ كُتِبَ مِنَ القانتين، ومن قام بالف ايةٍ كتب من المقنطرين
*_Barang siapa yang bangun lalu membaca sepuluh ayat, maka dia tidak akan dicatat sebagai orang yang lalai. Dan siapa yang bangun lalu membaca 100 ayat niscaya ia akan dicatat sebagai orang yang patuh. Dan siapa yang bangun lalu membaca 1000 ayat niscaya ia akan dicatat sebagai al Muqanthirin._*
al Muqanthirin adalah orang yang menang dengan membawa banyak ganjaran (المقنطرين الذين حازا قنطارا من الأجر)
Pahala al Qanathir ini yang orang-orang berlomba-lomba meraihnya memiliki derajat-derajat.
Maksudnya jangan biarkan setan membuatmu lengah untuk bangun sholat di malam-malam yang panjang yang dingin walau hanya 2 rakaat.
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
Malam yang begitu panjang, antara sholat Isya hingga subuh, waktu begitu melimpah. Di sebagian negara, waktu malam dua kali lipat daripada siangnya. Sungguh rugi, wallahi dan amat disayangkan, malam yang begitu panjang, kita hanya melewatinya dengan aktivitas dengan menonton pertunjukan, makan, minum, bersenang-senang dengan anak dan keluarga.
Pulang pergi bekerja, dan aktivitas lain, lalu kita tidak mampu walau 5 menit saja atau seperempat jam atau setengah jam, kita isi dengan beribadah kepada Rabb kita, berdiri, rukuk dan sujud. Itu tidak akan mengurangi aktivitasmu yang lain di malam itu.
Namun memang itu semua membutuhkan kesadaran dan taufiq dari Allah. Nabi bersabda:
من قام بعشر ايات لم يُكْتَبْ من الغافلين، ومن قام بمائة ايةٍ كُتِبَ مِنَ القانتين، ومن قام بالف ايةٍ كتب من المقنطرين
*_Barang siapa yang bangun lalu membaca sepuluh ayat, maka dia tidak akan dicatat sebagai orang yang lalai. Dan siapa yang bangun lalu membaca 100 ayat niscaya ia akan dicatat sebagai orang yang patuh. Dan siapa yang bangun lalu membaca 1000 ayat niscaya ia akan dicatat sebagai al Muqanthirin._*
al Muqanthirin adalah orang yang menang dengan membawa banyak ganjaran (المقنطرين الذين حازا قنطارا من الأجر)
Pahala al Qanathir ini yang orang-orang berlomba-lomba meraihnya memiliki derajat-derajat.
Maksudnya jangan biarkan setan membuatmu lengah untuk bangun sholat di malam-malam yang panjang yang dingin walau hanya 2 rakaat.
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*SHOLAWAT SEBAB DOA TERKABUL*
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :
الصلاة على النبي صلى الله عليه و سلم قبل الدعاء وفي وسطه وفي آخره من أقوى الأسباب التي يرجى بها إجابة سائر الدعاء
“Membaca shalawat atas Nabi shallallahu alaihi wa sallam sebelum berdoa, di tengah doa, dan di akhir doa, termasuk sebab terkuat yang diharapkan dengannya akan terkabul seluruh doa.”
Iqtidha’ ash-Shirath, jilid 2, hlm. 249.
Lantas, shalawat seperti apa yang paling afdhol untuk kita lantunkan?
Shalawat yang paling afdhol saat sholat adalah sholawat ibrahimiyah. Sebagaimana hadits riwayat Ka'ab bin Ujrah radhiyallahu 'anhu, sebagai berikut:
اللهم صل على محمد و على أل محمد كما صلّيت على إبراهم وعلى أل إبراهم إنك حميد مجيد و بارك على محمد وعلى أل محمد كما باركت على إبراهم وعلى أل إبراهم إنك حميد مجيد
Sedang sholawat di luar sholat bacalah: اللهم صلّ و سلّم على رسولك محمّد
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :
الصلاة على النبي صلى الله عليه و سلم قبل الدعاء وفي وسطه وفي آخره من أقوى الأسباب التي يرجى بها إجابة سائر الدعاء
“Membaca shalawat atas Nabi shallallahu alaihi wa sallam sebelum berdoa, di tengah doa, dan di akhir doa, termasuk sebab terkuat yang diharapkan dengannya akan terkabul seluruh doa.”
Iqtidha’ ash-Shirath, jilid 2, hlm. 249.
Lantas, shalawat seperti apa yang paling afdhol untuk kita lantunkan?
Shalawat yang paling afdhol saat sholat adalah sholawat ibrahimiyah. Sebagaimana hadits riwayat Ka'ab bin Ujrah radhiyallahu 'anhu, sebagai berikut:
اللهم صل على محمد و على أل محمد كما صلّيت على إبراهم وعلى أل إبراهم إنك حميد مجيد و بارك على محمد وعلى أل محمد كما باركت على إبراهم وعلى أل إبراهم إنك حميد مجيد
Sedang sholawat di luar sholat bacalah: اللهم صلّ و سلّم على رسولك محمّد
*AMALAN YANG PALING UTAMA*
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengatakan bahwa salah satu amal yang utama adalah menolong orang yang hasil pekerjaannya tidak mencukupi atau orang miskin. Dan juga menolong orang yang tidak memiliki keahlian apapun. (HR. Bukhari dan Muslim).
Menolongnya dengan motivasi untuk bekerja dan mengajarkannya keahlian. Ini termasuk sedekah, juga termasuk amal shalih yang Allah cintai dan ridhoi.
Jika engkau bertemu seorang pemuda pengangguran, berilah ia nasihat, misal dengan mengatakan:
*_Pergilah ke tempat itu untuk bekerja, pekerjaannya seperti ini dan itu dan caranya seperti ini._*.
Ajarkan ia keahlian yang telah ALlah berikan kepadamu. Berikan kepadanya kesempatan untuk bekerja.
Ini adalah salah satu amalan yang paling Allah cintai (هذا من أحبّ الأعمال إلى الله).
Karena di dalam hadits tersebut, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang amal shalih mana yang paling afdhol. Ini adalah amal shalih yang utama dan juga dicintai Allah subhanahu wa ta'ala, yaitu membuka pintu kebaikan untuk orang-orang, memberi kesempatan untuk bekerja dan mencari rezeki dan juga nasihat untuk para pemuda. Apalagi banyak pemuda yang tidak punya pekerjaan.
Maka mengharapkan pahala lewat pintu ini dengan memberikan arahan kepada para pemuda dan menunjukkan mereka lapangan pekerjaan. Ini termasuk amal shalih yang dicintai oleh Allah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِي مَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ
“Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat.
Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat.
Siapa yang menutupi aib seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat.
Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya.
Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan ke surga.
Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Siapa yang lambat amalnya, maka bagusnya nasab tidak dapat mengejar ketertinggalan amal.” (HR. Muslim, no. 2699)
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengatakan bahwa salah satu amal yang utama adalah menolong orang yang hasil pekerjaannya tidak mencukupi atau orang miskin. Dan juga menolong orang yang tidak memiliki keahlian apapun. (HR. Bukhari dan Muslim).
Menolongnya dengan motivasi untuk bekerja dan mengajarkannya keahlian. Ini termasuk sedekah, juga termasuk amal shalih yang Allah cintai dan ridhoi.
Jika engkau bertemu seorang pemuda pengangguran, berilah ia nasihat, misal dengan mengatakan:
*_Pergilah ke tempat itu untuk bekerja, pekerjaannya seperti ini dan itu dan caranya seperti ini._*.
Ajarkan ia keahlian yang telah ALlah berikan kepadamu. Berikan kepadanya kesempatan untuk bekerja.
Ini adalah salah satu amalan yang paling Allah cintai (هذا من أحبّ الأعمال إلى الله).
Karena di dalam hadits tersebut, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang amal shalih mana yang paling afdhol. Ini adalah amal shalih yang utama dan juga dicintai Allah subhanahu wa ta'ala, yaitu membuka pintu kebaikan untuk orang-orang, memberi kesempatan untuk bekerja dan mencari rezeki dan juga nasihat untuk para pemuda. Apalagi banyak pemuda yang tidak punya pekerjaan.
Maka mengharapkan pahala lewat pintu ini dengan memberikan arahan kepada para pemuda dan menunjukkan mereka lapangan pekerjaan. Ini termasuk amal shalih yang dicintai oleh Allah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِي مَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ
“Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat.
Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat.
Siapa yang menutupi aib seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat.
Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya.
Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan ke surga.
Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Siapa yang lambat amalnya, maka bagusnya nasab tidak dapat mengejar ketertinggalan amal.” (HR. Muslim, no. 2699)
*DOA IFTITAH SHOLAT TAHAJJUD*
اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
*_Ya Allah, Rabbnya Jibril, Mikail dan Israfil. DUhai Pencipta Langit dan bumi. Engkau adalah penolongku di dunia dan akhirat. Ya Allah Rabbnya Jibril, Mikail dan Israfil. Duhai pencipta langit dan bumi. Duhai zat yang mengetahui perkara ghaib dan yang tampak. Engkau yang memutuskan perkara yang diperselisihkan hambaMu. Berilah aku hidayah untuk mengetahui kebenaran dengan izinMu. Sesungguhnya Engkaulah pemberi hidayah kepada jalan yang lurus._* (HR. Muslim 770)
اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
*_Ya Allah, Rabbnya Jibril, Mikail dan Israfil. DUhai Pencipta Langit dan bumi. Engkau adalah penolongku di dunia dan akhirat. Ya Allah Rabbnya Jibril, Mikail dan Israfil. Duhai pencipta langit dan bumi. Duhai zat yang mengetahui perkara ghaib dan yang tampak. Engkau yang memutuskan perkara yang diperselisihkan hambaMu. Berilah aku hidayah untuk mengetahui kebenaran dengan izinMu. Sesungguhnya Engkaulah pemberi hidayah kepada jalan yang lurus._* (HR. Muslim 770)
*BAKTI ANAK YANG SANGAT DINANTI ORANGTUA*
Ingatlah, dengan wafatnya orangtua, engkau memulai tahapan bakti yang baru, yaitu bakti setelah orangtua wafat.
Ini adalah bakti yang paling tulus karena bakti ketika orangtua masih hidup terkadang sekedar basa-basi, disusupi riya dan berharap pujian orangtua.
Tetapi setelah orangtua wafat, tidak ada yang mendengar dan melihatmu selain Allah, sehingga bakti yang tulus dan ikhlas adalah setelah orangtua wafat.
Kedua, besarnya hajat orangtua. Sebab, hajat orangtua setelah wafat lebih besar daripada ketika masih hidup.
Karena bakti ketika orangtua masih hidup hanya menunaikan hajat duniawi. Sedangkan setelah wafat, tidak ada yang mengetahui kondisi orangtua di kubur selain Allah.
Oleh karena itu, doa yang engkau panjatkan agar Allah merahmati orangtuamu nilainya sangat besar.
Betapa banyak ayah dalam gelapnya kubur, Allah sinari kuburnya dengan karuniaNya lalu dengan doa anaknya.
Betapa banyak ibu dalam gelapnya kubur dan sempitnya lahat, Allah sinari dan lapangkan kuburnya dengan karuniaNya lalu dengan bakti anaknya.
Oleh karena itu, bakti setelah orangtua wafat lebih dibutuhkan orangtuamu sangat membutuhkanmu saat ini.
Meskipun mereka orang shalih, engkau tetap memohon kepada ALlah agar melapangkan dan menyinari kubur mereka.
Ingatlah bahwa mereka lebih membutuhkanmu di saat seperti ini. Bakti setelah orangtua wafat adalah bakti yang paling dibutuhkan.
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
Ingatlah, dengan wafatnya orangtua, engkau memulai tahapan bakti yang baru, yaitu bakti setelah orangtua wafat.
Ini adalah bakti yang paling tulus karena bakti ketika orangtua masih hidup terkadang sekedar basa-basi, disusupi riya dan berharap pujian orangtua.
Tetapi setelah orangtua wafat, tidak ada yang mendengar dan melihatmu selain Allah, sehingga bakti yang tulus dan ikhlas adalah setelah orangtua wafat.
Kedua, besarnya hajat orangtua. Sebab, hajat orangtua setelah wafat lebih besar daripada ketika masih hidup.
Karena bakti ketika orangtua masih hidup hanya menunaikan hajat duniawi. Sedangkan setelah wafat, tidak ada yang mengetahui kondisi orangtua di kubur selain Allah.
Oleh karena itu, doa yang engkau panjatkan agar Allah merahmati orangtuamu nilainya sangat besar.
Betapa banyak ayah dalam gelapnya kubur, Allah sinari kuburnya dengan karuniaNya lalu dengan doa anaknya.
Betapa banyak ibu dalam gelapnya kubur dan sempitnya lahat, Allah sinari dan lapangkan kuburnya dengan karuniaNya lalu dengan bakti anaknya.
Oleh karena itu, bakti setelah orangtua wafat lebih dibutuhkan orangtuamu sangat membutuhkanmu saat ini.
Meskipun mereka orang shalih, engkau tetap memohon kepada ALlah agar melapangkan dan menyinari kubur mereka.
Ingatlah bahwa mereka lebih membutuhkanmu di saat seperti ini. Bakti setelah orangtua wafat adalah bakti yang paling dibutuhkan.
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
DOA BERLINDUNG DARI KEBURUKAN KEKAYAAN DAN KEMISKINAN
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berdoa berlindung dari keburukan kekayaan dan kemiskinan :
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَمِنْ شَرِّ الْغِنَى وَالْفَقْرِ
“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari fitnah Neraka dan adzab Neraka, serta dari keburukan kekayaan dan kefakiran.”
HR. Abu Daud 1543. Shahih.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berdoa berlindung dari keburukan kekayaan dan kemiskinan :
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَمِنْ شَرِّ الْغِنَى وَالْفَقْرِ
“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari fitnah Neraka dan adzab Neraka, serta dari keburukan kekayaan dan kefakiran.”
HR. Abu Daud 1543. Shahih.
*KALIMAT TAUHID KEPADA RUSTUM RAJA PERSIA*
Sesaat setelah berdiri di hadapan Rustum, raja Persia, Mereka (para pengawal Rustum) bertanya: “Apa yang membuat kalian datang ke sini?”
Rib’i bin Amir At-Tsaqafi menjawab:
الله ابْتَعَثَنَا لِنُخْرِجَ مَنْ شَاءَ ِمنْ عِبَادِةِ اْلِعبَادِ إِلى عِبَادَةِ اللهِ، وَمِنْ ضِيْقِ الدُّنْيَا إِلى سَعَتِهَا، وَمِنْ جَوْرِ اْلأَ َدْيَانِ إلى عَدْلِ اْلإِسْلاَمِ، فَأَرْسَلَنَا بِدِيْنِهِ إلى خَلْقِهِ لِنَدْعُوَهُمْ إِلَيْهِ، فَمَنْ قَبِلَ ذَلِكَ قَبِلْنَا مِنْهُ وَرَجَعْنَا عَنْهُ، وَمَنْ أَبَى قَاتَلْنَاهُ أَبَدًا حَتّى نَفْضِي إِلى مَوْعُوْدِ اللهِ
Allah telah mengutus kami untuk membebaskan siapa saja dari peribadahan kepada sesama hamba menuju peribadahan kepada Allah saja, juga dari sempitnya dunia menuju luasnya akhirat, dan dari kezhaliman agama-agama menuju keadilan agama Islam. Maka Allah telah mengutus kami dengan agama-Nya kepada makhluk-Nya agar kami menyeru mereka kepada Islam. Jika mereka menerimanya, kami akan terima dan membiarkan mereka. Namun, jika mereka menolak, kami akan memeranginya selamanya hingga mendapatkan apa yang dijanjikan Allah.
Sesaat setelah berdiri di hadapan Rustum, raja Persia, Mereka (para pengawal Rustum) bertanya: “Apa yang membuat kalian datang ke sini?”
Rib’i bin Amir At-Tsaqafi menjawab:
الله ابْتَعَثَنَا لِنُخْرِجَ مَنْ شَاءَ ِمنْ عِبَادِةِ اْلِعبَادِ إِلى عِبَادَةِ اللهِ، وَمِنْ ضِيْقِ الدُّنْيَا إِلى سَعَتِهَا، وَمِنْ جَوْرِ اْلأَ َدْيَانِ إلى عَدْلِ اْلإِسْلاَمِ، فَأَرْسَلَنَا بِدِيْنِهِ إلى خَلْقِهِ لِنَدْعُوَهُمْ إِلَيْهِ، فَمَنْ قَبِلَ ذَلِكَ قَبِلْنَا مِنْهُ وَرَجَعْنَا عَنْهُ، وَمَنْ أَبَى قَاتَلْنَاهُ أَبَدًا حَتّى نَفْضِي إِلى مَوْعُوْدِ اللهِ
Allah telah mengutus kami untuk membebaskan siapa saja dari peribadahan kepada sesama hamba menuju peribadahan kepada Allah saja, juga dari sempitnya dunia menuju luasnya akhirat, dan dari kezhaliman agama-agama menuju keadilan agama Islam. Maka Allah telah mengutus kami dengan agama-Nya kepada makhluk-Nya agar kami menyeru mereka kepada Islam. Jika mereka menerimanya, kami akan terima dan membiarkan mereka. Namun, jika mereka menolak, kami akan memeranginya selamanya hingga mendapatkan apa yang dijanjikan Allah.
*ORANG CERDAS MENURUT NABI*
Dari Abu Ya’la yaitu Saddad ibnu Aus r.a. dari Nabi saw. Beliau bersabda:
الكَيِّسُ مَنْ دانَ نَفْسَهُ وعَمِلَ لِمَا بَعْدَ المَوْتِ
والعَاجِزُ من أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وتَمَنَّى على الله الأمانِيَّ
*_Orang yang cerdas adalah orang yang mengintrospeksi dirinya dan beramal untuk mempersiapkan kehidupan setelah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang dirinya mengikuti hawa nafsunya, lalu banyak berangan-angan kepada Allah._* (HR. Tirmidzi - Hadits Shahih)
Dari Abu Ya’la yaitu Saddad ibnu Aus r.a. dari Nabi saw. Beliau bersabda:
الكَيِّسُ مَنْ دانَ نَفْسَهُ وعَمِلَ لِمَا بَعْدَ المَوْتِ
والعَاجِزُ من أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وتَمَنَّى على الله الأمانِيَّ
*_Orang yang cerdas adalah orang yang mengintrospeksi dirinya dan beramal untuk mempersiapkan kehidupan setelah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang dirinya mengikuti hawa nafsunya, lalu banyak berangan-angan kepada Allah._* (HR. Tirmidzi - Hadits Shahih)
*SABAR DALAM MENUNTUT ILMU, SABAR DALAM BERDOA KEPADA ALLAH*
Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata :
تعلمت الصبر من صبي صغير : ذهبتُ مرة إلى المسجد فوجدت امرأة داخل دارها تضرب ابنها وهو يصرخ ففتح الباب وهرب فأغلقت عليه الباب.
“Aku belajar tentang kesabaran dari anak yang masih kecil. Suatu ketika aku pergi ke Masjid, dan aku mengetahui ada seorang ibu didalam rumahnya sedang memukul anaknya. Lalu anaknya berteriak, membuka pintu dan berlari. Maka ibu itu menutup pintu darinya.
قال : فلما رجعتُ نظرتُ، فلقيت الولد بعدما بكى قليلا نام على عتبة الباب يستعطف أمه فرق قلب الأم ففتحت له الباب.
Ia (Fudhail bin Iyadh) berkata : “Maka tatkala aku pulang, aku melihatnya. Maka aku menjumpai anak laki-laki (kecil) itu setelah menangis, lalu ia tidur di ambang pintu. Ia membuat iba ibunya dan melunakkan hati sang ibu. Maka ibunya pun membukakan pintu untuknya.
فبكى الفضيل حتى ابتلت لحيته بالدموع
Maka menangislah Fudhail hingga basah jenggotnya dengan linangan air matanya.
وقال : سبحان الله ! لو صبر العبد على باب الله عز وجل لفتح الله له…! “
Dan ia berkata : “Subhanallah!” Jikalau seorang hamba bersabar dihadapan pintu Allah Azza wa Jalla niscaya Allah akan membukakan pintu untuknya.
Abu Darda’ radhiyallahu anhu berkata :
جـدوا بالدعـاء فإنه من يكثـر قـرع الباب يوشك أن يفتح له
“Bersungguh-sungguhlah engkau dalam berdoa, karena sesungguhnya siapa yang memperbanyak mengetuk pintu, maka akan dibukakan baginya.”
www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=53743
Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata :
تعلمت الصبر من صبي صغير : ذهبتُ مرة إلى المسجد فوجدت امرأة داخل دارها تضرب ابنها وهو يصرخ ففتح الباب وهرب فأغلقت عليه الباب.
“Aku belajar tentang kesabaran dari anak yang masih kecil. Suatu ketika aku pergi ke Masjid, dan aku mengetahui ada seorang ibu didalam rumahnya sedang memukul anaknya. Lalu anaknya berteriak, membuka pintu dan berlari. Maka ibu itu menutup pintu darinya.
قال : فلما رجعتُ نظرتُ، فلقيت الولد بعدما بكى قليلا نام على عتبة الباب يستعطف أمه فرق قلب الأم ففتحت له الباب.
Ia (Fudhail bin Iyadh) berkata : “Maka tatkala aku pulang, aku melihatnya. Maka aku menjumpai anak laki-laki (kecil) itu setelah menangis, lalu ia tidur di ambang pintu. Ia membuat iba ibunya dan melunakkan hati sang ibu. Maka ibunya pun membukakan pintu untuknya.
فبكى الفضيل حتى ابتلت لحيته بالدموع
Maka menangislah Fudhail hingga basah jenggotnya dengan linangan air matanya.
وقال : سبحان الله ! لو صبر العبد على باب الله عز وجل لفتح الله له…! “
Dan ia berkata : “Subhanallah!” Jikalau seorang hamba bersabar dihadapan pintu Allah Azza wa Jalla niscaya Allah akan membukakan pintu untuknya.
Abu Darda’ radhiyallahu anhu berkata :
جـدوا بالدعـاء فإنه من يكثـر قـرع الباب يوشك أن يفتح له
“Bersungguh-sungguhlah engkau dalam berdoa, karena sesungguhnya siapa yang memperbanyak mengetuk pintu, maka akan dibukakan baginya.”
www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=53743
*QOUL SALAF TENTANG MENJAGA TAQWA*
من اتقى الله فقد حفظ نفسه ومن ضيع تقواه فقد ضيَّعَ نفسه والله الغنيُّ عنه
Barangsiapa bertaqwa kepada Allah sungguh dia telah menjaga dirinya sendiri, barangsiapa menyia-nyiakan ketaqwaannya, sungguh dia telah merusak dirinya. Sungguh Allah Maha Kaya (tidak memerlukannya)
من اتقى الله فقد حفظ نفسه ومن ضيع تقواه فقد ضيَّعَ نفسه والله الغنيُّ عنه
Barangsiapa bertaqwa kepada Allah sungguh dia telah menjaga dirinya sendiri, barangsiapa menyia-nyiakan ketaqwaannya, sungguh dia telah merusak dirinya. Sungguh Allah Maha Kaya (tidak memerlukannya)
Orang yang sibuk dengan al Quran adalah orang yang mulia pada hari kiamat. Ia akan mendapatkan kedudukan dan derajat yang tinggi di surga.
Akan dikatakan kepadanya:
إقرأ وارْتَقِ إرْقَ ورَتِّلْ كما كنت تُرَتِّلُ في الدنيا
*_Bacalah dan naiklah. Bacalah al Quran dengan tartil sebagaimana engkau membacanya ketika di dunia._* (HR. Tirmidzi 2914)
Derajatnya di surga sesuai dengan berapa banyak ia membaca al Quran saat di dunia. *ALLAHU AKBAR*.
Betapa besar kemuliaan yang akan ia dapatkan. Abu Umamah al Bahily Radhiyallahu 'anhu berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إقراء القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه
*_Bacalah al Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada orang yang membacanya._* (HR. Muslim 803)
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
Akan dikatakan kepadanya:
إقرأ وارْتَقِ إرْقَ ورَتِّلْ كما كنت تُرَتِّلُ في الدنيا
*_Bacalah dan naiklah. Bacalah al Quran dengan tartil sebagaimana engkau membacanya ketika di dunia._* (HR. Tirmidzi 2914)
Derajatnya di surga sesuai dengan berapa banyak ia membaca al Quran saat di dunia. *ALLAHU AKBAR*.
Betapa besar kemuliaan yang akan ia dapatkan. Abu Umamah al Bahily Radhiyallahu 'anhu berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إقراء القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه
*_Bacalah al Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada orang yang membacanya._* (HR. Muslim 803)
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*MASJID DAN PASAR*
Masjid adalah tempat yang Paling Allah cintai di muka bumi, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
أَحَبُّ البِلادِ إلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا ، وَأبْغَضُ البِلاَدِ إلَى اللهِ أسْوَاقُهَا
“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya, dan tempat yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim 671, dalam Kitabul Masajid wa mawadhi’us Shalat)
Imam Nawawi rahimahullah berkata :
“Tempat-tempat yang paling Allah cintai dari sebuah negeri adalah masjid-masjidnya” karena masjid merupakan tempat-tempat ketaatan, terbangun atas dasar takwa. Sementara tempat yang paling Allah Azza wa Jalla benci dari suatu negeri adalah pasar-pasarnya. Karena pasar (sering) menjadi tempat perbuatan menipu, riba, sumpah-sumpah dusta, melanggar janji, berpaling dari dzikrullah dan tindakan-tindakan lain yang semakna.” (Syarh Shahih Muslim Karya Imam An-Nawawi 5/177)
Masjid adalah tempat yang Paling Allah cintai di muka bumi, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
أَحَبُّ البِلادِ إلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا ، وَأبْغَضُ البِلاَدِ إلَى اللهِ أسْوَاقُهَا
“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya, dan tempat yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim 671, dalam Kitabul Masajid wa mawadhi’us Shalat)
Imam Nawawi rahimahullah berkata :
“Tempat-tempat yang paling Allah cintai dari sebuah negeri adalah masjid-masjidnya” karena masjid merupakan tempat-tempat ketaatan, terbangun atas dasar takwa. Sementara tempat yang paling Allah Azza wa Jalla benci dari suatu negeri adalah pasar-pasarnya. Karena pasar (sering) menjadi tempat perbuatan menipu, riba, sumpah-sumpah dusta, melanggar janji, berpaling dari dzikrullah dan tindakan-tindakan lain yang semakna.” (Syarh Shahih Muslim Karya Imam An-Nawawi 5/177)
*HAKIKAT KEHIDUPAN*
Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
ابن آد م، ما أعطاك الله تعالى الدنيا إلا اختبارًا، ولا زواها مذ خلقها عن عباده المؤمنين إلا اختبارًا
*_Wahai anak Adam, tidaklah Allah memberimu dunia kecuali sebagai ujian. Allah tidak pula menahannya dari hamba-hamba-Nya yang beriman kecuali juga sebagai ujian._*
(Adab al-Hasan al-Bashri wa Zuhduhu wa Mawaizhuhu hal.69)
اۨلَّذِىۡ خَلَقَ الۡمَوۡتَ وَالۡحَيٰوةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ اَيُّكُمۡ اَحۡسَنُ عَمَلًا ؕ وَهُوَ الۡعَزِيۡزُ الۡغَفُوۡرُۙ
*_Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun._* (al Mulk:2)
Solusi bagi kita yang sedang dalam ujian, cobaan, bencana kehidupan adalah *Sabar*. Apapun cobaan, ujian dan bencana yang sedang dihadapi.
Allah berfirman:
وَالَّذِيۡنَ صَبَرُوا ابۡتِغَآءَ وَجۡهِ رَبِّهِمۡ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنۡفَقُوۡا مِمَّا رَزَقۡنٰهُمۡ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً وَّيَدۡرَءُوۡنَ بِالۡحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ اُولٰۤٮِٕكَ لَهُمۡ عُقۡبَى الدَّارِۙ
*-Dan orang yang sabar karena mengharap keridhaan Tuhannya, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang men-dapat tempat kesudahan (yang baik)._* (ar Rad 13:22)
Tempat kesudahan bagi orang-orang yang sabar adalah Surga Adn:
جَنّٰتُ عَدۡنٍ يَّدۡخُلُوۡنَهَا وَمَنۡ صَلَحَ مِنۡ اٰبَآٮِٕهِمۡ وَاَزۡوَاجِهِمۡ وَذُرِّيّٰتِهِمۡ ۖ وَالۡمَلٰٓٮِٕكَةُ يَدۡخُلُوۡنَ عَلَيۡهِمۡ مِّنۡ كُلِّ بَابٍۚ
*_(yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang shalih dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya, dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu._* (Ar Rad 13:23)
Dan para malaikat memberikan salam kepada mereka, salam keselamatan dan kesejahteraan:
سَلٰمٌ عَلَيۡكُمۡ بِمَا صَبَرۡتُمۡ فَنِعۡمَ عُقۡبَى الدَّارِؕ
*_(sambil mengucapkan), "Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu." Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu._* (ar Rad 13:24)
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
ابن آد م، ما أعطاك الله تعالى الدنيا إلا اختبارًا، ولا زواها مذ خلقها عن عباده المؤمنين إلا اختبارًا
*_Wahai anak Adam, tidaklah Allah memberimu dunia kecuali sebagai ujian. Allah tidak pula menahannya dari hamba-hamba-Nya yang beriman kecuali juga sebagai ujian._*
(Adab al-Hasan al-Bashri wa Zuhduhu wa Mawaizhuhu hal.69)
اۨلَّذِىۡ خَلَقَ الۡمَوۡتَ وَالۡحَيٰوةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ اَيُّكُمۡ اَحۡسَنُ عَمَلًا ؕ وَهُوَ الۡعَزِيۡزُ الۡغَفُوۡرُۙ
*_Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun._* (al Mulk:2)
Solusi bagi kita yang sedang dalam ujian, cobaan, bencana kehidupan adalah *Sabar*. Apapun cobaan, ujian dan bencana yang sedang dihadapi.
Allah berfirman:
وَالَّذِيۡنَ صَبَرُوا ابۡتِغَآءَ وَجۡهِ رَبِّهِمۡ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنۡفَقُوۡا مِمَّا رَزَقۡنٰهُمۡ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً وَّيَدۡرَءُوۡنَ بِالۡحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ اُولٰۤٮِٕكَ لَهُمۡ عُقۡبَى الدَّارِۙ
*-Dan orang yang sabar karena mengharap keridhaan Tuhannya, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang men-dapat tempat kesudahan (yang baik)._* (ar Rad 13:22)
Tempat kesudahan bagi orang-orang yang sabar adalah Surga Adn:
جَنّٰتُ عَدۡنٍ يَّدۡخُلُوۡنَهَا وَمَنۡ صَلَحَ مِنۡ اٰبَآٮِٕهِمۡ وَاَزۡوَاجِهِمۡ وَذُرِّيّٰتِهِمۡ ۖ وَالۡمَلٰٓٮِٕكَةُ يَدۡخُلُوۡنَ عَلَيۡهِمۡ مِّنۡ كُلِّ بَابٍۚ
*_(yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang shalih dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya, dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu._* (Ar Rad 13:23)
Dan para malaikat memberikan salam kepada mereka, salam keselamatan dan kesejahteraan:
سَلٰمٌ عَلَيۡكُمۡ بِمَا صَبَرۡتُمۡ فَنِعۡمَ عُقۡبَى الدَّارِؕ
*_(sambil mengucapkan), "Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu." Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu._* (ar Rad 13:24)
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*MENGENDALIKAN HAWA NAFSU*
Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:
مخالفة الهوى تورث العبد قوة في بدنه وقلبه ولسانه. وقال بعض السلف: الغالب لهواه أشد من الذي يفتح المدينة وحده.
“Menyelisihi hawa nafsu akan mewariskan bagi seorang hamba kekuatan pada badan, hati, dan lisannya. Dan sebagian ulama salaf ada yang mengatakan bahwa orang yang mampu mengalahkan hawa nafsunya lebih kuat dibandingkan orang yang menundukkan sebuah kota sendirian.”
🟢 Ghadzaul Albab, jilid 2 hlm. 457
Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:
مخالفة الهوى تورث العبد قوة في بدنه وقلبه ولسانه. وقال بعض السلف: الغالب لهواه أشد من الذي يفتح المدينة وحده.
“Menyelisihi hawa nafsu akan mewariskan bagi seorang hamba kekuatan pada badan, hati, dan lisannya. Dan sebagian ulama salaf ada yang mengatakan bahwa orang yang mampu mengalahkan hawa nafsunya lebih kuat dibandingkan orang yang menundukkan sebuah kota sendirian.”
🟢 Ghadzaul Albab, jilid 2 hlm. 457
*MENCARI ILMU KARENA ALLAH*
Satu hal penting, jika anda ingin fokus kepada suatu ilmu, apapun ilmu itu, jadikanlah tujuanmu, di balik ilmu itu, sebagai pendekatan diri kepada Allah.
Saat itu secara otomatis, ilmu-ilmu yang kau pelajari semuanya (masuk) menjadi ilmu syar'i, semuanya.
Saya pernah katakan kepada anda dan saya tulis di dalam sebagian karya saya, tentang perkataan yang dikatakan oleh orangtua saya, semoga Allah meridhoinya.
Dan tentunya masih saya ingat erat-erat dalam diri saya. Dan paling tidak umur saya waktu itu 15 atau 16 tahunan. Tatkala ayah saya membawa dan mendaftarkan saya di salah satu madrasah syar'iyyah, di negeri ini. Ayah saya berkata kepada saya:
*_Andai saya tahu bahwa untuk sampai kepada Allah hanyalah dengan memungut sampah di bumi, niscaya saya jadikan engkau sebagai pemulung. Tapi saya tahu bahwa jalan untuk mencapai ALlah adalah ilmu. OLeh karenanya, saya hadapkan engkau ke jalan ini (ilmu)._*
Inilah intinya, sekarang saya ingin, agar kalian jangan belajar karena pekerjaan, jangan belajar karena ijazah, jangan belajar karena ingin jadi pemimpin, karena persaingan dengan sesama, tetapi belajarlah karena ingin menggapai ridho Allah subhanahu wa ta'ala.
Jadi, jika seseorang memegang teguh prinsip ini, jika ia mempelajari ilmu kedokteran, maka dengan ilmunya itu, ia mendekatkan diri kepada Allah.
Jika seseorang mempelajari Kimia, Fisika, Matematika, Teknik Sipil, Astronomi dan semua bidang ilmu, apa fungsi dari semua ilmu itu? *Membuka hakikat (ilmu) yang terselubung*.
Dan hakikat teragung apakah itu? itulah Allah subhanahu wa ta'ala, itulah sebenar-benarnya hakikat. Tidak ada keraguan dan kecurigaan akan hal ini.
( _Syaikh Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buthi rahimahullah_ )
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
Satu hal penting, jika anda ingin fokus kepada suatu ilmu, apapun ilmu itu, jadikanlah tujuanmu, di balik ilmu itu, sebagai pendekatan diri kepada Allah.
Saat itu secara otomatis, ilmu-ilmu yang kau pelajari semuanya (masuk) menjadi ilmu syar'i, semuanya.
Saya pernah katakan kepada anda dan saya tulis di dalam sebagian karya saya, tentang perkataan yang dikatakan oleh orangtua saya, semoga Allah meridhoinya.
Dan tentunya masih saya ingat erat-erat dalam diri saya. Dan paling tidak umur saya waktu itu 15 atau 16 tahunan. Tatkala ayah saya membawa dan mendaftarkan saya di salah satu madrasah syar'iyyah, di negeri ini. Ayah saya berkata kepada saya:
*_Andai saya tahu bahwa untuk sampai kepada Allah hanyalah dengan memungut sampah di bumi, niscaya saya jadikan engkau sebagai pemulung. Tapi saya tahu bahwa jalan untuk mencapai ALlah adalah ilmu. OLeh karenanya, saya hadapkan engkau ke jalan ini (ilmu)._*
Inilah intinya, sekarang saya ingin, agar kalian jangan belajar karena pekerjaan, jangan belajar karena ijazah, jangan belajar karena ingin jadi pemimpin, karena persaingan dengan sesama, tetapi belajarlah karena ingin menggapai ridho Allah subhanahu wa ta'ala.
Jadi, jika seseorang memegang teguh prinsip ini, jika ia mempelajari ilmu kedokteran, maka dengan ilmunya itu, ia mendekatkan diri kepada Allah.
Jika seseorang mempelajari Kimia, Fisika, Matematika, Teknik Sipil, Astronomi dan semua bidang ilmu, apa fungsi dari semua ilmu itu? *Membuka hakikat (ilmu) yang terselubung*.
Dan hakikat teragung apakah itu? itulah Allah subhanahu wa ta'ala, itulah sebenar-benarnya hakikat. Tidak ada keraguan dan kecurigaan akan hal ini.
( _Syaikh Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buthi rahimahullah_ )
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*3 RUKUN BERSYUKUR*
Seorang muslim hendaknya selalu mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah Ta'ala, mengingat begitu dahsyatnya keutamaan bersyukur kepada Allah Ta'ala yang akan didapatkan oleh orang yang mau bersyukur.
Untuk mendapatkan keutamaan bersyukur atas nikmat Allah, ada 3 macam rukun syukur yang harus ada pada diri orang yang bersyukur.
Rukun bersyukur yang pertama adalah 1) تحدّث باللسان وتحدّث بنعمة الله باللسان وذكر النعمة
*_Mengucapkan dengan lisan, mengabarkan nikmat Allah dengan lisannya, menyebut-nyebut nikmat tersebut._*
Lisannya menunjukkan tanda tanda orang bersyukur kepada Allah dan ciri ciri orang bersyukur yaitu dengan mengucapkan pujian-pujian kepada Allah Ta'ala terhadap nikmat yang telah diberikan.
2) Rukun syukur yang kedua adalah:
الإعتراف بها باطنا في قلبه
*_Mengakui nikmat tersebut secara batin, dari dalam hatinya._*
mengakui nikmat yang telah dia terima di dalam hatinya, karena bisa jadi di lisan seseorang menunjukkan tanda tanda orang yang bersyukur namun dalam hatinya mengingkarinya bahkan menyandarkan semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah Ta'ala kepada selain-Nya.
3)Rukun syukur yang ketiga adalah
صرفها في طاعة الله جلّ وعلا
*_Menggunakan nikmat pemberian Allah, di dalam ketaatan kepada Allah Jalla wa 'alaa._*
Menggunakan nikmat yang telah Allah Ta'ala berikan untuk ketaatan kepada Allah yang hal tersebut menunjukkan tanda tanda orang yang selalu bersyukur dan tidak menggunakan nikmat tersebut untuk bermaksiat kepada Allah Ta'ala, karena maksiat menunjukkan tanda orang tidak bersyukur kepada Allah Ta'a'ala. Oleh karena itulah marilah kita menjadi seorang hamba yang mau bersyukur kepada-Nya, sehingga keutamaan orang bersyukur akan kita peroleh dan tidak menjadi manusia-manusia yang kufur terhadap nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
Seorang muslim hendaknya selalu mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah Ta'ala, mengingat begitu dahsyatnya keutamaan bersyukur kepada Allah Ta'ala yang akan didapatkan oleh orang yang mau bersyukur.
Untuk mendapatkan keutamaan bersyukur atas nikmat Allah, ada 3 macam rukun syukur yang harus ada pada diri orang yang bersyukur.
Rukun bersyukur yang pertama adalah 1) تحدّث باللسان وتحدّث بنعمة الله باللسان وذكر النعمة
*_Mengucapkan dengan lisan, mengabarkan nikmat Allah dengan lisannya, menyebut-nyebut nikmat tersebut._*
Lisannya menunjukkan tanda tanda orang bersyukur kepada Allah dan ciri ciri orang bersyukur yaitu dengan mengucapkan pujian-pujian kepada Allah Ta'ala terhadap nikmat yang telah diberikan.
2) Rukun syukur yang kedua adalah:
الإعتراف بها باطنا في قلبه
*_Mengakui nikmat tersebut secara batin, dari dalam hatinya._*
mengakui nikmat yang telah dia terima di dalam hatinya, karena bisa jadi di lisan seseorang menunjukkan tanda tanda orang yang bersyukur namun dalam hatinya mengingkarinya bahkan menyandarkan semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah Ta'ala kepada selain-Nya.
3)Rukun syukur yang ketiga adalah
صرفها في طاعة الله جلّ وعلا
*_Menggunakan nikmat pemberian Allah, di dalam ketaatan kepada Allah Jalla wa 'alaa._*
Menggunakan nikmat yang telah Allah Ta'ala berikan untuk ketaatan kepada Allah yang hal tersebut menunjukkan tanda tanda orang yang selalu bersyukur dan tidak menggunakan nikmat tersebut untuk bermaksiat kepada Allah Ta'ala, karena maksiat menunjukkan tanda orang tidak bersyukur kepada Allah Ta'a'ala. Oleh karena itulah marilah kita menjadi seorang hamba yang mau bersyukur kepada-Nya, sehingga keutamaan orang bersyukur akan kita peroleh dan tidak menjadi manusia-manusia yang kufur terhadap nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.
*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*HIKMAH ILMU*
الحكمة ضالة المؤمن انى وجدها فهو احق الناس بها
*_Hikmah adalah harta orang mukmin yang hilang, jika dia menemukannya, dialah yang paling berhak atasnya._*
الحكمة ضالة المؤمن انى وجدها فهو احق الناس بها
*_Hikmah adalah harta orang mukmin yang hilang, jika dia menemukannya, dialah yang paling berhak atasnya._*
*DOSA DAN TAUBAT*
Hasan al Bashri rahimahullah berkata:
يا بن آد م : ترك الخطيئة أيسر من طلب التوبة
يا بن آدم : ترك الخطيئة أيسر من طلب التوبة
“Wahai anak Adam, meninggalkan dosa lebih gampang sebenarnya dari memohon taubat”
Zawaid Abdillah ‘ala az Zuhdi 1597
Hasan al Bashri rahimahullah berkata:
يا بن آد م : ترك الخطيئة أيسر من طلب التوبة
يا بن آدم : ترك الخطيئة أيسر من طلب التوبة
“Wahai anak Adam, meninggalkan dosa lebih gampang sebenarnya dari memohon taubat”
Zawaid Abdillah ‘ala az Zuhdi 1597