BERILMU DENGAN BUKU
63 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
532 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
*DOA NABI UNTUK UMATNYA DI SETIAP SHOLATNYA*

_Renungan malam menjelang istirohah_

Disebutkan oleh 'Aisyah radhiyallahu 'anha:
رأيت من النبي صلى الله عليه و سلم طِيْبَ نَفْسٍ
*_Aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada suatu hari beliau sangat bahagia sekali._*
فقلت: عدع الله لي
'Aisyah pun mengatakan,"Wahai Rasulullah, doakan untuk aku doa kebaikan._*

Apa kata Rasul?
اللهم اغفر لعائشة ما تقد م من ذنبها وما تأخر
*_Ya Allah ampunkanlah untuk 'Aisyah apa yang telah ia perbuat berupa dosa-dosa (masa lalu) dan yang akan datang._*

Saking senangnya 'Aisyah, diapun tertawa. Apa kata Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam melihat 'Aisyah senang seperti itu?
أي سرّك ضعائي؟
*_Apakah engkau bahagia dengan doaku?_*

'Aisyah menjawab:
ومالي لا يسرني ضعائك يا رسول الله
*_Kenapa aku tidak bahagia dengan doa engkau wahai Rasulullah?._*

Kemudian Rasul melanjutkan:
واللهِ إنها لدعوتي لأمتي في كل صلاة
*_Demi Allah wahai 'Aisyah, itu adalah ucapanku dan doaku untuk umatku setiap kali aku sholat._*

_Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah melupakan umatnya, Nabi berjuang untuk umat Islam, lantas di mana perjuangan kita untuk beliau? untuk Islam?_


*ALWAHDAH-SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*ISLAM ADALAH AGAMA YANG MEMPERMUDAH BUKAN MEMPERSULIT*

Nabi bersabda:
إنما بعثتم ميسّرين ولم تبعثوا معسّرين
*_Kalian diutus untuk mempermudah bukan untuk mempersulit._* (HR. Bukhari 220)

Hadits ini beliau sampaikan saat ada seorang Arab Badui masuk masjid dan langsung pipis di salah satu sudut masjid.

Para sahabat pun berdiri untuk menghentikannya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun langsung bersabda:
دَعُوْهُ لاَ تَزْرِمُوْهُ
*_Biarkan dia, jangan dihentikan._*

Kemudian di akhir hadits beliau bersabda:

إنما بعثتم ميسّرين ولم تبعثوا معسّرين

Saat beliau mengutus Mu'adz dan Abu Musa al Asy'ari ke negeri Yaman, beliau bersabda:
يسّرا ولا تعسّرا وبشّرا ولا تنفّرا وتطاوعا ولا تختلفا
*_Permudahlah jangan dipersulit, berikan kabar gembira jangan buat mereka lari, dan bekerja samalah kalian dan jangan bertengkar._*

Jadi, salah satu tanda agama Islam yang mulia ini adalah suka mempermudah. Dan kemudahan yang di maksud adalah mengajak manusia kepada petunjuk al Quran dan Sunnah.

*ALWAHDAH*
*BERSAMA RASULULLAH DI SURGA*


*_Sesungguhnya orang yang paling layak dekat dengan Nabi pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat untuk beliau. Dan yang paling berhak dengan syafaat beliau adalah orang yang paling banyak sholawat untuk beliau._*

Dan malaikat menjawab di sisi kubur beliau untuk setiap mukmin dan mukminah yang bersholawat untuk beliau.

Siapakah orang yang pelit itu?
إذا ذُكرت عنده لم يصلوا عليه
*_Dia adalah orang yang jika namaku disebut, namun dia tidak bersholawat._* (HR. Tirmidzi)

Ya Allah berilah sholawat untuk Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad selama siang dan malam masih silih berganti.

Seorang shahabat melihat Nabi maka dia menangis. Tanyakan dirimu,"Apakah suatu hari matamu pernah menangis karena rindu Rasulullah?". Wallahi, sesungguhnya tetesan airmata yang rindu Nabi, airmata yang keluar dari sini karena rindu melihat beliau, Wallahi itulah tanda kecintaannya untuk beliau. Dan sangat mungkin beliau memberimu syafaat.

Kekasihmu shallallahu 'alaihi wa sallam memberi syafaat untuk para pelaku dosa besar dari umat beliau sehingga mereka dikeluarkan dalam keadaan hitam terbakar. Kemudian Allah masukkan mereka dalam kehidupan yang lapang hingga masuk surga. Dialah pemberi syafaat untuk mereka, Muhammad bin Abdillah.

Dan tanda besar akan kecintaannya adalah rindu padanya.

Seandainya ayahmu meninggal dan dikatakan,"Dia akan kembali kepadamu dengan mengambil setengah dari umurmu dan seluruh hartamu, apa engkau beri? Wallahi engkau akan beri seluruh umurmu yang tersisa dan seluruh hartamu. Hanya ingin melihat kembali ayahmu walau sebentar saja.

Kembali kepada shahabat tadi, dia berdiri dan melihat Rasulullah kemudian menangis.

Rasulullah: Kenapa engkau menangis?

Sahabat: Wahai Rasulullah, engkau di hadapan kami. Dan kami melihat wahyu turun kepadamu di hadapan kami. Dan besok engkau diangkat bersama para Nabi dan shiddiqin. Engkau diangkat bersama para Nabi di kerajaan langit menuju surga tertinggi dan kita tidak sampai kepadamu.

(maksud shahabat di atas adalah surga. Seluruh surga tidaklah menjadi indah tanpa melihat Nabi. Dia ingin melihat beliau di surga, Nabi akan masuk surga firdaus tertinggi)

Engkau diangkat, dan kami tidak melihatmu.

Maka Nabipun terdiam tak bisa menjawabnya sampai datang wahyu.

Selang beberapa hari, beliau berkata,"Bergembiralah, wahyu telah turun dari langit, dan ayat ini menjadikan hati yang cinta Nabi berbahagia. Ikatlah di hatimu dan lapangkanlah hatimu.

Allah berfirman:
وَمَنۡ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوۡلَ فَاُولٰٓٮِٕكَ مَعَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمَ اللّٰهُ عَلَيۡهِمۡ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيۡقِيۡنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصّٰلِحِيۡنَ‌ ۚ وَحَسُنَ اُولٰٓٮِٕكَ رَفِيۡقًا
*_Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya._*

Maka ia (shahabat) mengusap air matanya, karena dia akan berhasil, insyaAllah. Dan dia melakukan syarat keberhasilan itu. Dia cinta Allah dan cinta RasulNya. Dia menaati Allah dan menaati RasulNya.

*ALWAHDAH*
*SAYYIDUL ISTIGHFAR*

Dibaca pagi dan sore hari.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ
Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku
لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ
tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau
خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ
Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu
وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ
Aku menetapi perjanjian untuk taat kepada-Mu dan janji balasan-Mu sesuai dengan kemampuanku
أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ
Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku
أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ
aku mengakui nikmat-Mu kepadaku
وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ
dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku
فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.

مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا ، فَمَـاتَ مِنْ يوْمِهِ قَبْل أَنْ يُمْسِيَ ، فَهُو مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ
*_(Beliau bersabda) “Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga._* (HR. Bukhari/Nasai/Tirmidzi, dll)
*SEMUA URUSAN DI TANGAN ALLAH*


Kita tidak mungkin meraih ilmu, pemahaman, akhlaq yang mulia dan amal ibadah dan hal baik lainnya, kecuali jika Allah telah membukakan pintunya untuk kita.

Sungguh indah perkataan Mutharrif bin Abdillah bin Syikhhir, salah seorang ulama tabi'in radhiyallahu 'anhu. Beliau mengatakan kata mutiara yang sangat luarbiasa ini:

لو أخرج قلبي وجعل في يساري وجيئ بالخيرات كلها وجعلت في يميني لم أستطع أن أجعل شيئ من هذه الخيرات في قلبي إلا أن يكون الله الذي يضعها
*_Seandainya hatiku ini dikeluarkan dan diletakkan di sebelah kiriku, lalu semua kebaikan didatangkan dan diletakkan di sebelah kananku, maka aku tidak mampu meletakkan satu kebaikan pun di hatiku, kecuali jika Allah yang meletakkannya._* (Hilyah Auliya 2/201)

Semua urusan itu memang di tangan Allah (فالأمر بيد الله من قبل ومن بعد)

Oleh karena inilah, terkadang seseorang mendengarkan nasihat atau pelajaran yang sangat berharga dalam urusan agama maupun dunia, ia juga mendengar berbagai pintu kebaikan, pintu ketaatan dan pintu keberuntungan, akan tetapi jiwanya lari dan enggan, amalpun juga tetap sedikit.

Memang taufik itu hanya di tangan Allah, Laa haula wa laa quwwata Illaa Bihi Jalla wa 'alaa.


*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*DUA KAIDAH PENTING SEORANG ISTRI*


Seorang syaikh mengatakan:
كَانَتِ امْرَأَةً طَيِّبَةً شَاكِرَةً لِلّٰهِ وشَاكِرَةً لِزَوْجِهَا
*_Seorang istri yang baik itu istri yang bersyukur kepada Allah dan juga berterimakasih kepada suami._*

Bersyukur kepada Allah karena Dialah yang memberi rezeki. Juga berterimakasih kepada suami karena Allah jadikan suami sebagai sebab.

Nabi bersabda:
لا يشكر الله من لا يشكر الناس
*_Tidak bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterimakasih kepada manusia._* (HR. Abu Dawud 4811)

Ini adalah dua kaidah penting bagi seorang istri dalam kehidupan rumah tangga. _Pertama_, bersyukur kepada Allah dan memujiNya karena rezeki datangnya dari Allah subhanahu wa ta'alaa dan _kedua_, berterimakasih kepada suami, meskipun pemberiannya sedikit.

Ini termasuk sebab ketentraman dan bertambahnya kebaikan serta keberkahan di dalam rumah. Berbeda dengan istri yang banyak mengeluh dan kurang sabar. Bisa jadi itu akan menimbulkan dampak yang tidak terpuji.


*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*SEBUAH NASIHAT PENTING DI ERA SOSMED*


*_Seorang hamba dengan kurma dan air serta sedikit nikmat lainnya, diancam untuk dimintai pertanggungjawabannya di hari kiamat, lalu bagaimana dengan keadaan orang-orang hari ini, yang tenggelam dalam berbagai nikmat makanan dan minuman?_*

Lalu bagaimana lagi dengan keadaan orang-orang yang menyebarkan foto-foto makanan dan minuman itu? serta menyebutkan setiap nama dan jumlahnya di media sosial?.

Sungguh adakah pertanyaan yang lebih berat dibandingkan dengan pertanyaan bagi mereka di hari kiamat? mereka memamerkan nikmat-nikmat ini, sehingga *LUPA BERSYUKUR* kepada Allah dan melupakan bagian untuk *ORANG MISKIN*?

Padahal orang berakal jika dikaruniai oleh ALlah suatu kenikmatan , maka ia akan menikmatinya dengan cara yang sesuai syariat.

Dan di antara hukum yang berlaku dalam perkara halal dan haram adalah berhati-hati untuk tidak membuat sedih hati orang-orang miskin.

Dan perkara ini dilalaikan pada zaman ini, terlebih lagi oleh kaum wanita, yang sekarang suka memamerkan berbagai macam makanan, minuman dan pakaian dan menyebarkannya di media sosial. Dan ini juga diikuti oleh banyak kaum lelaki.

*_Maka ketika seseorang memamerkan foto-foto ini, hendaklah ia mengingatnya di depan mata bahwa ia akan mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah pada hari kiamat._*
*7 AMALAN YANG PAHALANYA TERUS MENGALIR*


سبعٌ يَجري للعبدِ أجرُهُنَّ وهوَ في قَبرِه بعدَ موتِه: مَن علَّمَ علمًا، أو أجرَى نهرًا، أو حفَر بِئرًا، أو غرَسَ نخلًا، أو بنَى مسجِدًا، أو ورَّثَ مُصحفًا، أو ترَكَ ولدًا يستغفِرُ لهُ بعد موتِه.
*_Ada 7 perkara yang pahalanya terus mengalir bagi seorang hamba ketika dia di alam kuburnya setelah kematiannya:
● Mengajarkan ilmu.
● Mengalirkan sungai.
● Menggali sumur.
● Menanam pohon kurma.
● Membangun masjid.
● Mewariskan mushaf (al-Qur’an).
● Anak yang memintakan ampunan untuknya setelah kematiannya.”

(_Shahih al-Jami’ 3602 dan Shahih at-Targhib 2600_)
*MASA MUDA ADALAH MASA MENANAM, MASA TUA MASA MENUAI*


Yaa ikhwatul kiraam, wallahi, manfaatkan masa mudamu, manfaatkan masa kuatmu. Wallahi, semakin bertambah umur, engkau semakin lemah.

Wallahi, Wallahi, engkau akan menyesal ketika tidak mampu melakukan ibadah yang dahulu engkau tinggalkan di masa kuat.

Oleh karena itu, Yaa ikhwatul kiraam, manfaatkan masa muda dan masa kuatmu untuk ta'at kepada Allah.

Ingatlah, jika engkau melakukan kebaikan lalu engkau tidak mampu lagi karena beruban dan melemah, maka pahalanya akan tetap dicatat untukmu.

Yaa ikhwatul kiraam, subhaanallah, seorang yang dulunya rutin qiyamul lail misalnya, seandainya ia lumpuh dan lemah sehingga tidak mampu qiyamul lail lagi, dan ia lumpuh selama 20 tahun, maka pahala qiyamul lail akan tetap dicatat baginya setiap malam.

*Ibadah* yang engkau lakukan di masa kuat, pahalanya akan tetap dicatat di waktu lemah. Oleh karena itu, jangan engkau sia-siakan. Semoga Allah 'azza wa jalla memberikan kekuatan kepada kita semua untuk melakukan keta'atan kepada Allah.

Dalam surat At Tiin, Allah telah bersumpah dengan tiga tempat diutusnya para Nabi ‘Ulul Azmi yaitu [1] Baitul Maqdis yang terdapat buah tin dan zaitun –tempat diutusnya Nabi ‘Isa ‘alaihis salam-, [2] Bukit Sinai yaitu tempat Allah berbicara langsung dengan Nabi Musa ‘alaihis salam, [3] Negeri Mekah yang aman, tempat diutus Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Setelah bersumpah dengan tiga tempat tersebut, Allah Ta’ala pun berfirman:

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (4) ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ (5) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
*_Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya._* (QS. At Tiin [95] : 4-6)

Maksud ayat “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” ada empat pendapat.

Di antara pendapat tersebut adalah “Kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya sebagaimana di waktu muda yaitu masa kuat dan semangat untuk beramal.” Pendapat ini dipilh oleh ‘Ikrimah. “Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya”.

Menurut Ibnu ‘Abbas, ‘Ikrimah, Ibrahim dan Qotadah, juga Adh Dhohak, yang dimaksudkan dengan bagian ayat ini adalah “dikembalikan ke masa tua renta setelah berada di usia muda, atau dikembalikan di masa-masa tidak semangat untuk beramal setelah sebelumnya berada di masa semangat untuk beramal”. Masa tua adalah masa tidak semangat untuk beramal.
Seseorang akan melewati masa kecil, masa muda, dan masa tua. Masa kecil dan masa tua adalah masa sulit untuk beramal, berbeda dengan masa muda.

An Nakho’i mengatakan, “Jika seorang mukmin berada di usia senja dan pada saat itu sangat sulit untuk beramal, maka akan dicatat untuknya pahala sebagaimana amal yang dulu dilakukan pada saat muda. Inilah yang dimaksudkan dengan firman Allah (yang artinya): bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.”

Ibnu Qutaibah mengatakan, “Makna firman Allah (yang artinya), “Kecuali orang-orang yang beriman” adalah kecuali orang-orang yang beriman di waktu mudanya, di saat kondisi fit (semangat) untuk beramal, maka mereka di waktu tuanya nanti tidaklah berkurang amalan mereka, walaupun mereka tidak mampu melakukan amalan ketaatan di saat usia senja. Karena Allah Ta’ala Maha Mengetahui, seandainya mereka masih diberi kekuatan beramal sebagaimana waktu mudanya, mereka tidak akan berhenti untuk beramal kebaikan. Maka orang yang gemar beramal di waktu mudanya, (di saat tua renta), dia akan diberi ganjaran sebagaimana di waktu mudanya.” (Lihat Zaadul Maysir, 9/172-174)


*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*MASIH TENTANG HUTANG PIUTANG*

Dari Buraidah, aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
من أنظر مُعسِرًا فله بكل يوم صدقةٌ
*_Barangsiapa memberi tangguh pada orang yang kesusahan membayar hutang, ia mendapat pahala sedekah senilai piutangnya setiap hari._*. Lalu aku mendengar beliau bersabda:
من أنظر مُعسِرًا فله بكل يوم مِثلَيهِ صدقةٌ
*_Barangsiapa memberi tangguh pada orang yang kesusahan membayar hutang, ia mendapat pahala sedekah dua kali lipat piutangnya setiap hari._*

Maksudnya, diawal Nabi bersabda,"Ia mendapat pahala sedekah senilai piutangnya setiap hari". Lalu beliau bersabda,"Ia mendapat pahala sedekah dua kali lipat piutangnya setiap hari".

Buraidah radhiyallahu 'anhu berkata,"Wahai Rasulullah, aku mendengar engkau bersabda,"Barangsiapa memberi tangguh pada orang yang kesusahan membayar hutang, ia mendapat pahala sedekah senilai piutangnya setiap hari". Lalu aku mendengar engkau bersabda,"Barangsiapa memberi tangguh pada orang yang kesusahan membayar hutang, ia mendapat pahala sedekah dua kali lipat piutangnya setiap hari".

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
له بكل يوم صدقة قبل أن يَحِلَّ الدين فإذا حلَّ الدين فأَنْظره فله بكل يوم مثليه
*_Ia mendapat pahala sedekah senilai piutangnya sebelum jatuh tempo. Jika telah jatuh tempo, ia mendapat pahala sedekah dua kali lipat piutangnya setiap hari._* (HR. Ahmad 22537)

Maksudnya, jika engkau menghutangi seseorang lalu memberinya tangguh selama setahun, engkau mendapat pahala menghutangi lalu engkau mendapat pahala sedekah senilai piutang setiap hari selama setahun.

Jika telah jatuh tempo dan lewat setahun, sedangkan ia kesusahan membayar hutang, lalu engkau berkata,"Bayar tahun depan". Maka engkau mendapat pahala sedekah dua kali lipat piutangmu setiap hari.

Ini adalah keutamaan agung dari memberi tangguh pada orang yang kesusahan membayar hutang. Jadi memberi tangguh pada orang yang kesusahan membayar hutang, meskipun hukumnya wajib, tetapi pahalanya sangat banyak.

Oleh karena itu, jika telah jatuh tempo dan orang yang berhutang kesusahan membayar hutang, maka pemilik hutang *TIDAK BOLEH MENAGIHNYA dan MENJELEK-JELEKKAN NAMA BAIKNYA*. Juga tidak boleh *MENGGUGATNYA* ke pengadilan serta menuntut untuk memenjarakannya.

( _Syaikh Sulaiman bin Salimullah Ar-Ruhaily_ )
*TIDAK MELAKNAT AHLI MAKSIAT*

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ: " أَنَّ رَجُلًا عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ اسْمُهُ عَبْدَ اللَّهِ، وَكَانَ يُلَقَّبُ حِمَارًا، وَكَانَ يُضْحِكُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ جَلَدَهُ فِي الشَّرَابِ، فَأُتِيَ بِهِ يَوْمًا، فَأَمَرَ بِهِ فَجُلِدَ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ: اللَّهُمَّ الْعَنْهُ، مَا أَكْثَرَ مَا يُؤْتَى بِهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا تَلْعَنُوهُ، فَوَاللَّهِ، مَا عَلِمْتُ إِنَّهُ يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ "
*_Dari ‘Umar bin Al-Khaththaab : Ada seorang laki-laki di jaman Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bernama ‘Abdullah, yang dijuluki keledai (himaar). Ia suka membuat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam tertawa. Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah mencambuknya karena ia mabuk. Suatu hari ia dihadapkan ke hadapan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau memerintahkan agar ia dicambuk. Lalu ada seorang laki-laki dari satu kaum berkata : “Ya Allah, laknatilah ia, betapa sering ia dihukum”. Maka Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Janganlah kalian melaknatnya. Demi Allah, tidaklah aku mengetahuinya kecuali ia mencintai Allah dan Rasul-Nya._* [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 6780
*DZIKIR PAGI*

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

أصبحنا وأصبح الملك لله والحمدلله لا اله الا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيئ قدير
*_Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu._*

رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
*_Aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur._*
*ANTARA DUNIA DAN AKHIRAT*

ALlah berfirman:
وَالۡاٰخِرَةُ خَيۡرٌ وَّ اَبۡقٰىؕ‏
*_padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal._*

Membaca firman Allah ini, mulai sekarang kita harus bisa membandingkan, jangan sampai kita memberikan porsi berlebihan terhadap dunia.

Ketahuilah, ia laksana bayangan yang lekas lenyap. Kita tahu bahwa Allah telah menetapkan dalam kitabnya:
وَلَا تَنۡسَ نَصِيۡبَكَ مِنَ الدُّنۡيَا‌
*_Jangan engkau lupakan bagianmu di dunia ini._* (QS. al Qashash:77)

Akan tetapi, bukan artinya kita harus meletakkannya di hati. Cukuplah dunia itu hanya sekedar di tangan kita saja.

Namun kala Allah menghendaki ibadah kita, kita letakkan dunia itu untuk Allah semata. Dunia ini memang indah rupanya, dengan rumah, istana dan harta bendanya.

Akan tetapi kenyataannya dunia ini seperti yang telah difirmankan oleh Allah tabaraka wa ta'ala:
انما هي كزرع خرج من الارض جميل اخضر فلما لمسته اشعه الشمس واذا به اصبح هشيما تذروه الرياح
*_Ia laksana tumbuhan, tumbuh dari tanah dengan warna hijau menawan, namun kala dia terterpa panasnya matahari, dia akan menjadi tercabik-cabik diterpa angin._*

Seperti juga yang pernah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:

*_ Dunia itu terlaknat, juga apapun yang ada di dalamnya, kecuali dzikrullah dan orang-orang pemburu kebaikan atau pengajarnya._*

Maka kita harus bisa paham perbandingan dua kepentingan ini, apakah itu kepentingan ataupun agama. Perkara agama harus lebih diutamakan daripada urusan dunia.

Kalau keduanya berkumpul, utamakan agama yang diridhoi oleh Allah, hingga Ia meridhoi urusan dunia kita. Lihatlah bagaimana para pendahulu kita seimbang antara dua kepentingan ini.

Pernah, seseorang datang kepada Sahl bin Abdullah, ia bercerita bahwa seorang pencuri penrah mencuri di rumahnya. Sahl pun menjawab:

إشكرالله اَن لم يدخل الشيطان في قلبك فيسرق الايمان
*_Bersyukurlah pada Allah, karena bukan seta yang masuk ke hatimu, karena setan mencuri keimanan kita.

Seorang ahli zuhud, Wahab bin Munabbih, beliau berkata:

وهو يتعجب من الناس عجبا للناس يبكون على من مات جسده ولا يبكون على من مات قلبه وهو اشد
*_Sungguh aneh orang-orang itu, mereka mudah untuk menangisi kematian seseorang, namun mereka tidak menangisi hati mereka yang telah mati, padahal itu lebih memilukan._*

نسال الله العظيم ان لا يجعل الدنيا اكبر همنا ولا مبلغ علمنا ويجعلنا واياكم ممن سعو الى الاخرة فوجدوا ثمرتها في الفردوس الاعلى
*_Kita memohon kepada Allah semoga dunia ini tidak menjadi impian terbesar kita dan puncak dari ilmu kami. Semoga kita menjadi orng-orang yang senantiasa mengejar akhirat. Dan mendapati manisnya amal ibadah di surga Firdaus kelak.

(_Syech Khamis_ )
_NASIHAT SORE_

*Zaman Merunduk Bukan Khusyu Untuk Allah Namun Khusyu Main HP*

Musibah terbesar hari ini, yang menjauhkan kita, yang merusak kita, yang merusak akhlak kita dan iman kita serta hubungan kita bersama Allah adalah *SOSIAL MEDIA* bagi yang tidak bisa menggunakan dengan benar. Karena dia 24 jam ada di kantong.

Setiap kali kita luang, maka tangan mulai bergerak secara otomatis ke dalam kantong, dan kita keluarkan handphone ini dan kita tersibukkan bersama selain Allah dan kita tinggalkan Allah.

Dahulu kita mampu mengkhatamkan al Quran tiap hari 10 juz, sekarang tidak mampu walau satu juz saja. Tidak mampu walau satu juz al Quran.

Di mana kamu ketika ashar? aku sedang chat dengan kawan-kawanku. Di mana kamu ketika maghrib? aku sedang melihat video klip. Di mana kamu ketika isya higga jam 12 malam? aku sedang mengikuti tentang handphone dan semisalnya.

Dia (Gadget/HP) telah mengambil waktu kita ataukah tidak wahai saudaraku? Sedikit, sedikit, sedikit, Wallahi sedikit sekali yang menggunakan HP ini dengan cara yang benar.

Maka kebanyakan kita menggunakan HP ini dengan cara yang salah. Maka dari itu wahai saudaraku, engkau akan mendapati kebanyakan pemuda saat ini sudah terbiasa untuk menundukkan kepalanya. Bukan karena khusyu' dan menunduk untuk Allah, namun karena tersibukkan dengan selain Allah.

Dia melihat foto-foto dan video clip serta pertandingan. Setiap kali melihat sebuah video, terpanggil untuk melihat video lainnya. Dan telah diriwayatkan, ketika dikatakan, keburukan akan memanggil,"Saudaraku, saudaraku", keburukan memanggil keburukan lainnya.

Maka dia melihat video kemudian melihatnya lagi. Dan melakukan keburukan kemudian berbuat lagi, dan berbuat maksiat kemudian berbuat maksiat lagi kecuali Allah menolongnya dengan rahmatNya.

Berapa banyak yang lalai dari pemuda dan pemudi kita. Sekarang ini, sebagian pemuda kalau kamu duduk bersama mereka dan kamu katakan untuk mereka:
*_Dahulu kami 10 tahun yang lalu selalu berada di kajian masjid._*

Mereka merasa aneh. Saudaraku, ini aneh. Aku tidak tahu. Ini karena kita sudah tersibukkan dengan HP yang membuka dunia ini untuk kita. Sehingga tidak ada waktu lagi untuk ayah kita, kakek kita dan orang yang lebih tua dari kita.

Dahulu di setiap masjid ada halaqah tahfidz Quran. Dan sekarang di kampus, aku ingin membuka halaqah tahfidz tidak ada yang mau.

Sini nak. Dia berkata,"Ayahku mengirimku ke sekolah bahasa Inggris".

Nak ke sini. Dia berkata,"Ayahku mengirimku untuk sekolah komputer".

Sini nak. Dia berkata,"Ayahku selalu mengajar karate kecuali satu hari dalam sepekan".

Karena aku sudah tersilap dan jangan anakku seperti itu. Jaga anakku dan ajari dia al Quran. Sekarang? seorang anak tidak ada waktu untuk al Quran. Dan ayahnya sibuk, dia sibuk dengan HP. Dan anak-anak sibuk juga dengan HP.

Hilanglah kehidupan dan terputuslah tali persaudaraan. Maka dari itu mereka namakan apa? *SOSIAL MEDIA*. Namun aku menamakannya *MEDIA PEMUTUS SILATURRAHIM*.

Tidak ada menghubungkan sosial, namun hubungan kita menjadi terputus.

Di sini kita saling membenci dan terjadi permusuhan. Dan lihat diri kita di whatsapp. Kita dapati dia chat dengan kawannya, kenapa engkau tidak menjawab aku? kenapa tidak berbicara denganku?

Sekarang ta'ziyah hanya dengan whatsapp.

*_Semoga ALlah membahagiakanmu. Dan dia tidak mendatangi kuburan dan tidak ikut menguburkannya, dan tidak ikut bersedih dan sebagainya._*

Hanya di whatsapp, semoga Allah membahagiakanmu.Dan dia tidak datang.

Putus hubungan atau menyambung? telah terputus. Maka hal ini termasuk keburukan terbesar yang kita ditimpa dengannya.

Seandainya kita tersibukkan dengan selain al Quran dan majelis ilmu dan kajian, maka dengan media yang ada di kantong ini, dahulu orang mencari keburukan dengan pergi ke sana. Mereka melakukan safar, dan mereka ke negara lain, untuk melihat yang haram.

Sekarang di mana? di kantongmu. Tidak butuh safar, tiket, menyiapkan harta, naik mobil, paspor dan lainnya.

Jadi, hari ini kita berada dalam bahaya yang besar.

( _Syech Khamis Az-Zahrani -hafidzahullah_ )
*NASIHAT PELIPUR LARA BAGI YANG SUDAH KECANDUAN*


Istimna atau onani adalah mengeluarkan air mani. Sama saja dilakukan dengan tangan atau menggesek-gesekkan kemaluan di tanah atau tembok atau apapun untuk kepuasan seks. Ini semua masuk kategori onani.

Perbuatan ini diharamkan oleh jumhur Ulama baik salaf maupun kholaf. oleh karenanya, ketika para ulama ditanya tentang hukum onani, dan onani ini d waktu zaman jahiliyah di awal-awal Islam disebut Jaldah Umairoh.

Dahulu dikatakan, jika engkau di suatu lembah dan tidak ada yang menemani maka cambuklah Umairoh, itu bukanlah aib (syair jahiliyah). Dahulu orang-orang melakukannya pada masa jahiliyah. Dan perbuatan ini adalah kebiasaan orang jahiliyah.

Ketika Imam Malik ditanya, bolehkah melakukan Jaldah Umairoh (onani)? beliau menjawab,"Tidak, itu haram". Karena Allah berfirman:
وَالَّذِيۡنَ هُمۡ لِفُرُوۡجِهِمۡ حٰفِظُوۡنَۙ
اِلَّا عَلٰٓى اَزۡوَاجِهِمۡ اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُهُمۡ فَاِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُوۡمِيۡنَ‌ۚ‏
فَمَنِ ابۡتَغٰى وَرَآءَ ذٰ لِكَ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡعٰدُوۡنَ‌
*_dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas._* (al Mukminun:5-7)

Mereka melewati batas dan ketentuan Allah serta berbuat curang kepada syariat. Di saat mengeluarkan air mani ini dengan cara yang tidak dibenarkan syariat, tidak pada tempat yang benar dan yang Allah tidak izinkan.

Atas dasar inilah para ulama berkata bahwa perbuatan ini haram dan juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika menyinggung nikah, beliau bersabda:
فأنه اغض للبصر واحصن للفرج ومن لم يستطع فعليه بالصوم فانه له وجاء
*_Wahai para pemuda, jika kalian telah mampu menikah maka hendaklah kalian menikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan dan siapa yang belum mampu maka ia berpuasa, karena puasa akan membentenginya._*

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa onani itu dapat memadamkan syahwat. Kendati demikian, Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan untuk berpuasa (bukan onani). Tidak menyebutkan untuk melakukan onani. Kalaupun onani itu halal pasti Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam akan menyebutkannya. Karena pemuda yang tidak mampu untuk menikah sangat butuh untuk menyalurkan syahwatnya. Onani itu dapat menyalurkan syahwatnya sebagaimana yang kita ketahui bersama.

Sunnah Nabi mengajari kita dengan sangat gamblang, bahwa tidak dibolehkan menyalurkan syahwat dengan cara onani. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengarahkan untuk berpuasa, karena itu adalah benteng, maka ini menunjukkan bahwa onani tidak boleh.

Jumhur ulama mengatakan onani masuk dalam perbuatan yang diharamkan.

Beberapa solusi yang dianjurkan para ulama bagi mereka yang melakukan kebiasaan ini, agar dapat melakukan langkah-langkah pencegahan untuk meninggalkannya:
1) Mereka harus kembali kepada Allah. Berdoa kepada Allah agar Allah memalingkan dari kebiasaan onani.

Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
تعوذوا بالله من الفتن ما ظهر منها وما بطن
*_Berlindunglah kalian dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi._*

Berlindung kepada Allah maksudnya adalah mintalah perlindungan kepadaNya dari fitnah yang nampak dan tersembunyi. Karena hamba tidak memiliki daya dan upaya untuk dapat terlepas dari perbuatan haram, kecuali dengan taufiq dari Allah.

كذلك لنصرف عنه السوء والفحشاء
*_Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian_*.

Allahlah yang berlemah lembut kepada hambaNya, Dia pula yang melindunginya dari fitnah. Siapa yang jujur kepada Allah, Allah akan jujur kepadanya.

2) Berusaha dan meminta kepada Allah sesuatu yang halal bagi dirinya yaitu yang Allah halalkan.

Hamba yang berpaling dari yang halal untuk mendapatkan yang haram, niscaya ia akan celaka di dunia dan akhirat, kecuali yang Allah rahmati, lalu Allah ampuni dosanya.

Intinya setiap individu harus selalu menempuh jalan yang Allah halalkan.
3) Jika memang belum mampu menikah, beberapa ahli hikmah menyebutkan bahwa biasanya orang terjatuh dalam kebiasaan onani. Karena ia sendirian dan menyendiri.

Oleh karenanya lebih baik ia menyibukkan waktunya dengan bertemu dan berkumpul dengan orang-orang. Dengan hadir di majlis ilmu, mencari sesuatu yang dapat menambah keimanannya serta menguatkan hubungannya dengan Allah. Intinya jangan selalu menyendiri.

Jika hasrat seks datang di saat ia akan tidur maka usahakan jangan masuk kamar kecuali ia merasa lelah dan letih, sehingga ia bisa berbaring ke kasur dan langsung tertidur.

Dan jika hasrat datang di siang hari, hendaklah ia keluar rumah, temui orang-orang dan duduk bersama mereka. Semoga Allah memberinya jalan keluar dari kebiasaan ini.

ونسأل الله العظيم رب العرش الكريم أن يعيذنا من الفتن ما ظهرمنها وما بطن

*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*HIDAYAH ITU MILIK ALLAH*

ياعبادي كلكم ضآلّ إلا من هديته فاستهدوني أهدكم
*_Duhai hambaKu, kalian semua tersesat, kecuali orang yang Aku beri hidayah. Maka mintalah hidayah kepadaKu, pasti Aku berikan._* (HR. Muslim 2577)
*TULIS TARGET HIDUPMU DAN PERJUANGKAN*


Wahai saudara-saudaraku, setiap orang di dunia ini, jika tidak memiliki Hadafun ( tujuan hidup), maka amalan-amalannya akan hilang, sia-sia begitu saja dan ia tidak akan melihat hasilnya.

Maka hendaklah ia menentukan tujuan di pikirannya dan berjuang untuk mencapainya.

Seorang pelajar punya tujuan belajar, menyelesaikan pendidikan dan memperoleh ilmu. Kemudian masuk ke dunia pekerjaan setelah itu, memberi manfaat kepada orang lain, mendapat manfaat dan seterusnya.

Penuntut ilmu juga memiliki tujuan yang harus ia perjuangkan.Demikian juga orang yang membaca al Quran, memiliki tujuan yang harus ia perjuangkan.
( _Syaikh Muhammad al Ma'yuf_ )

Diantara agar hidup bermanfaat adalah seseorang hendaknya menentukan tujuan hidup di dunia ini, apa itu tujuan hidup? Tujuan hidup adalah apa yang hendak dicapai oleh seseorang dalam hidupnya. Dengan kita menentukan tujuan kita hidup di dunia maka diharapkan kita dapat melihat hasilnya kelak dan agar hidup tidak sia sia belaka, itulah pentingnya tujuan hidup dan cara agar hidup lebih bermanfaat. Berbeda halnya dengan orang yang tidak punya tujuan hidup di dunia atau bingung dengan tujuan hidup maka sulit bagi kita untuk mendapatkan hasil yang kita harapkan.

Begitu pula dengan seorang muslim hendaknya memahami dengan baik apa tujuan hidup di dunia ini dan apa tujuan hidup sebenarnya yang dikehendaki oleh Allah Ta'ala.

Tujuan hidup seorang muslim pada asalnya adalah untuk Allah dan Rasul-Nya yang dengannya seluruh makhluk kembali, sehingga dengannya hendaknya seorang muslim berjuang.
Sebagai contoh seorang pelajar hendaknya punya tujuan: belajar, menyelesaikan pendidikan, dan memperoleh ilmu yang bermanfaat.
Selanjutnya seseorang yang bekerja hendaknya memiliki tujuan agar hidup bermanfaat bagi orang lain, mendapat manfaat, dan seterusnya hingga seseorang menggapai tujuan akhir hidup manusia dan tujuan hidup yang sebenarnya.

Jangan sampai menjadi seorang muslim yang tidak ada tujuan hidup atau bahkan hidup tanpa tujuan serta tidak memahami apa tujuan hidup manusia.


*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*DOA MOHON HATI YANG BAIK*

اللهم اهْدِ قلبي اللهم اَصْلِحْ قلبي اللهم اصلح سَرِيْرَتِي
اللهم إني أعوذبك من الحِقْدِ ومن الشَّحْنَاءِ والبَغْضَاءِ
أعوذبك أن أُبْغِضَ المسلمين أَوْ أَكْرَهَ المسلمين
اللهم نَقِّ قلبي لِإِخْوَانِي المسلمين
أسألك أَنْ تَسُدَّ سَخِيْمَةَ قلبي وأَنْ تُصْلِحَ لِي فُؤَادِي
Ya Allah tunjukilah hatiku, Ya Allah perbaikilah hatiku, Ya Allah perbaguslah jiwaku.
Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari sifat dengki dan juga dari bermusuhan dan kebencian.
Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari membenci muslim lainnya.
Ya Allah bersihkanlah hatiku terhadap saudara muslimku.
Ya Allah tutuplah keburukan hatiku dan perbaikilah hatiku.

*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
*BUKAN KEMISKINAN YANG AKU TAKUTKAN*

أَبْشِرُوْا وَأَمِّلُوْا مَا يَسُرُّكُمْ فَوَاللهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلٰكِنِّي أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوْهَا كَمَا تَنَافَسُوْهَا فَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ
DOA YANG TIDAK TERTOLAK

نسال الله عز وجل العظيم رب العرش العظيم باسمائه الحسنى وصفاته العليا
و بأنه الله الذي لا اله الا هو الذي وسع كل شيءٍ رحمةً وعلمًا
أنْ يُوَفِّقَنَا أجمعين لما يحبه ويرضاه
اللهم صل على محمد وعلى ال محمد كما صليت على ابراهيم وعلى ال ابراهيم انك حميد مجيد
وبارك على محمد وعلى ال محمد كما باركت على ابراهيم وعلى ال ابراهيم انك حميد مجيد
أن تصلح لنا شأننا كله وألا تكلنا الى انفسنا طرفة عين
اللهم اصلح لنا ديننا الذي هو عصمه امرنا
واصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا
واصلح لنا اخرتنا التي فيها معادنا
واجعل الحياه زيادة لنا في كل خير
والموت راحة لنا من كل شر
اللهم أعِنَّا ولا تُعِنْ علينا
وانصرنا ولا تَنْصُرْ علينا
واهدنا ويسّر الهدى لنا
ونصرنا على مَنْ بغى علينا
اللهم اجعلنا لك ذاكرين لك شاكرين إليك أوَّاهِيْنَ منيبين لك مخبتين لك مطيعين
اللهم تقبل توبتنا واغسل حوبتنا وثبت حجتنا واهد قلوبنا
وسدِّدْ ألسِنَتَنَا واسْلُلْ سخيمة صدورِنا
اللهم إنا نسألك الثبات في الأمْرِ والعزيمةَ على الرُّشْدِ
و نسألك موجباتِ رحْمَتِكَ وعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ
و نسألك شُكْرَ نعمتك وحسْنَ عبادتك
و نسألك قلبا سليما ولسانا صادقا
و نسألك من خير ماتعلم واعوذ بك من شر ماتعلم ونستغفرك لما تعلم
إنك أنت علاَّمُ الغيوب
اللهم انا نسالك من الخير كله عاجله وآجله ما علمنا منه وما لم نعلم
ونعوذ بك من الشر كله عاجله وآجله ما علمنا منه وما لم نعلم
اللهم انا نسالك الجنة وما قرَّب اليها من قولٍ أوْ عملٍ
ونعوذ بك من النار وما قرب اليها من قول او عمل
اللهم انا نسالك من خير ما سألك منه عبدُكَ ورسولك محمدٌ صلى الله عليه وسلم
ونعوذ بك من شر ما عاذ منه عبدك ورسولك محمد صلى الله عليه وسلم
وأنْ تَجْعَلَ كُلّ َقَضَاءٍ قضيتَهُ لنا خيرا
اللهم اغفرلنا ذَنْبَنَا كلَّه دِقَّهُ وجِلَّهُ أوَّلَهُ واخره علانيته وسِرَّهُ
اللهم اغفر لنا ولوالدينا ووالديهم وذرياتهم وللمسلمين والمسلمات
يا حي يا قيوم يا ذا الجلال والاكرام
اللهم ان ترزقنا في أوْطاننا الأمْنَ والأَمَانَ
اللهم آمِنَّا في اوطاننا وأصْلِحْ ائمَّتنا ووُلَاةَ أمورنا
واجعلْ وِلَايَتَنَا فيمن خافَك واتَّقاك واتَّبَعَ رضاك يا رب العالمين
اللهم وفِّقْ ولِيَّ امرِنَا لِهُدَآك واجعل عملَه في رضاك
اللهم سدده في اقواله واعماله يا حي يا قيوم يا ذا الجلال والاكرام
وارْزُقْهُ البِطَانَةَ الصالحةَ الناصحةَ يا رب العالمين
اللهم اقسم لنا من خشيتك ما تحول به بيننا وبين معصيك
ومن طاعتك ما تبلغنا به جنتك ومن اليقين ماتهون به علينا مصائب الدنيا
اللهم متعنا باسماعنا وابصارنا وقوتنا ما احييتنا
واجعله الوارث منا واجعل ثأرنا على من ظلمنا
وانصرنا على من عادانا ولا تجعل مصيبتنا في ديننا
ولا تجعل الدنيا اكبر همنا ولا مبلغ علمنا ولا تسلط علينا من لايرحمنا
اللهم فرج هم المهمومين من المسلمين اللهم نفس كرب المكروبين
اللهم اقض الدين عن المدينين اللهم ارحم موتانا وموتى المسلمين
اللهم صل وسلم على عبدك ورسولك نبينا محمد واله وصحبه اجمعين