BERILMU DENGAN BUKU
63 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
532 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
*WAHAI HAMBA YANG SEDANG SAKIT*


Siapa di sini yang tidak pernah meneteskan air mata selama hidupnya? dan siapa di sini yang tidak pernah mengalami stress/sumpek? siapa yang tidak pernah mengalami kecemasan dan kesedihan? siapa yang tidak pernah ditinggal mati orang yang dicintainya? siapa di sini yang tidak pernah kesusahan, memikirkan hutang dan sakit?

Semua pasti pernah merasakannya. Dunia yang diciptakan dengan banyak ujian, lalu anda berharap hidup nyaman dan enak di dunia ini? .

Makanan da minumannya tidak bisa membuat nyaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam merasakan kesakitan di dunia. Nabi berkata:
*_Sungguh kami para nabi diberi ujian 2 kali lipat daripada yang kalian rasakan._*

Oleh karena itu jika kita lihat kembali cerita para nabi dan ulil azmi secara khusus, yang mana Rasulullah diperintah oleh Allah untuk meniru sabar mereka. Allah berfirman:
فَاصۡبِرۡ كَمَا صَبَرَ اُولُوا الۡعَزۡمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسۡتَعۡجِلْ لَّهُمۡ‌ؕ كَاَنَّهُمۡ يَوۡمَ يَرَوۡنَ مَا يُوۡعَدُوۡنَۙ لَمۡ يَلۡبَثُوۡۤا اِلَّا سَاعَةً مِّنۡ نَّهَارٍ ‌ؕ بَلٰغٌ ۚ فَهَلۡ يُهۡلَكُ اِلَّا الۡقَوۡمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
*_35. Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka. Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah mereka tinggal (di dunia) hanya sesaat saja pada siang hari. Tugasmu hanya menyampaikan. Maka tidak ada yang dibinasakan kecuali kaum yang fasik (tidak taat kepada Allah)._* (QS. al Ahqof:35)

Ketahuilah, semoga Allah memberkahimu, bahwa hidup di dunia ini tidak enak, karena Allah tidak mau membalas kebaikan hambaNya yang shalih di sini. Allah ingin menguji hambaNya di dunia, Allah ingin sebagai tangga yang naik ke atas. Di mana hambaNya naik, menuju ridhoNya.

Oleh karena itu, nanti hari kiamat ketika orang yang jarang sakit melihat orang yang sering diuji ketika di dunia, mereka ingin kembali ke dunia kemudian diuji dengan ujian sakit.

Allah berfirman:
سَلٰمٌ عَلَيۡكُمۡ بِمَا صَبَرۡتُمۡ‌ فَنِعۡمَ عُقۡبَى الدَّارِؕ
*_(sambil mengucapkan), "Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu." Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu._* (QS. ar Ra'd:24)

Ini ucapan para malaikat yang mulia, kepada hamba ALlah yang sukses masuk surga dengan kesabarannya.

قُلۡ يٰعِبَادِ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوۡا رَبَّكُمۡ‌ ؕ لِلَّذِيۡنَ اَحۡسَنُوۡا فِىۡ هٰذِهِ الدُّنۡيَا حَسَنَةٌ ‌ ؕ وَاَرۡضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ‌ ؕ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوۡنَ اَجۡرَهُمۡ بِغَيۡرِ حِسَابٍ
*_Katakanlah (Muhammad), "Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu." Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas._*

Dan berbahagialah bagi orang yang bangun tengah malam dan berdoa *Laa Ilaaha Illa Anta*. Dan berbahagialah engkau yang berdoa di tengah malam sambil menangis kepada Allah, *Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit*, kemudian dia khusyu'kan hatinya, mengingat-ingat kenikmatan yang sudah banyak Allah berikan kepadanya.

*_Dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang._* (Doa Nabi Ayub).

Kenapa Nabi Ayub berdoa demikian? karena ALlah mengujimu dalam rangka menyayangimu.

Kesakitan yang kau rasakan tidak mesti itu dalil bahwa ALlah tidak sayang kepadamu. Buktinya adalah nabi-nabi Allah, Allah mencintai mereka. Lalu kenapa mereka diuji? karena kedudukan mereka nanti di Illiyyin (Surga). Tidak bisa sampai ke sana kecuali dengan sabar.

Oleh karena itu kedudukanmu di sisi Allah. Mungkin tidak bisa kau capai dengan sholatmu, atau dengan puasamu, atau dengan hajimu, atau dengan sedekahmu atau dengan menuntut ilmumu. Akan tetapi dengan sabarmu menahan sakit.

*NASIHAT SYAIKH SA'AD AL-ATIQ*
LIFE MASTERY, [12/04/2022 21:23]
*MENJADI AHLUL QURAN*

Jadilah engkau termasuk ahlul Quran yang sesungguhnya. Dan kamu tidak akan menjadi ahlul Quran hanya dengan banyak membacanya. Dan juga tidak dengan menguatkan hafalan.

Cara menjadi ahlul Quran adalah dengan mengamalkan isi dari al Quran. sebagaimana ucapan Hasan al Bashri:
*_Al Quran diturunkan untuk diamalkan._*

Yakni manusia membaca al Quran untuk mereka amalkan. Telah datang riwayat yang shahih bahwa Rasulullah Saw bersabda:
إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
*_Sesungguhnya Allah mempunyai orang-orang khusus (keluarga). Shahabat bertanya, siapa mereka wahai Rasulullah? Rasul menjawab, Ahlul Quran, merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya._*

Ahlul Quran yang dimaksud bukan hanya orang yang bisa menghafalnya atau yang bisa banyak membacanya, akan tetapi keluarga al Quran adalah mereka yang mengamalkan isi al Quran.

Oleh karena itu ada riwayat yang shahih bahwa Rasulullah Saw bersabda:

*_Nanti hari kiamat akan didatangkan al Quran dan keluarga al Quran adalah yang mengamalkannya. Keluarganya adalah mereka yang mengamalkan._*

Berarti orang yang banyak membaca/menghafal dan tidak mengamalkan isinya maka bukan keluarga al Quran.

Maka jadilah keluarga al Quran dengan berusaha mengamalkan isi al Quran.

Allah berfirman:
اَلَّذِيۡنَ اٰتَيۡنٰهُمُ الۡكِتٰبَ يَتۡلُوۡنَهٗ حَقَّ تِلَاوَتِهٖؕ اُولٰٓٮِٕكَ يُؤۡمِنُوۡنَ بِهٖ‌ ؕ وَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِهٖ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡخٰسِرُوۡنَ
*_Yaitu orang-orang yang membacanya dengan sebagaimana mestinya (Haqqo tilawatih). mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barangsiapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi._*

Beberapa ulama salaf menafsirkan Haqqo tilawatih yaitu *Mereka yang mengamalkan isinya*.

_Baarakallahu fiikum_

*ALWAHDAH - KONSELOR KELUARGA*
*MUNGKIN INI RAMADHAN TERAKHIRKU*

Dalam hadits Ibnu Umar, Nabi Saw bersabda:
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَاِبرُ سَبِيْلٍ
إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِالصَّبَاحَ
وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِالمَسَاءَ
*_Jadilah engkau di dunia ini, seperti orang asing atau musafir yang sedang singgah.
(HR. Bukhari 6416)

Sama dengan perkataan Ibnu Umar tadi, jika engkau bertemu Ramadhan saat ini, maka jangan tunggu Ramadhan berikutnya. Katakan, mungkin ini adalah Ramadhan terakhir dalam hidupku. Agar engkau semakin berusaha, lebih dan lebih lagi. Karena bisa jadi engkau tidak bertemu Ramadhan berikutnya.

Terkadang jiwa membisikkan, engkau masih bisa bertemu dengan Ramadhan-ramadhan berikutnya. Engkau masih bisa beramal di Ramadhan berikutnya. Tidak! Tapi katakan, bisa jadi ini adalah Ramadhan terakhirku.

اللهم تقبل منا ومنكم صالح الأعمال
اللهم أهل علينا شهر رمضان بالأمن والإيمان
والسلامة والإسلام والتوفيق لما تحبه وترضاه يا ذالجلال والإكرام
اللهم اجعلنا ممن يصومه ويقومه إيمانا واحتسابا
اللهم اجعلنا فيه من عتقاءك من النار
برحمتك ياأرحم الراحمين
وصل الله و سلم على نبينا محمد و على أله و صحبه أجمعين
*JANGAN MERENDAHKAN MANUSIA*


Ada beberapa wasiat yang disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Jurayy Jabir bin Sulaim. Wasiat yang pertama kita ulas adalah jangan sampai menghina dan meremehkan orang lain. Boleh jadi yang diremehkan lebih mulia dari kita di sisi Allah.

Abu Jurayy Jabir bin Sulaim, ia berkata, “Aku melihat seorang laki-laki yang perkataannya ditaati orang. Setiap kali ia berkata, pasti diikuti oleh mereka. Aku bertanya, “Siapakah orang ini?” Mereka menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Aku berkata, “‘Alaikas salaam (bagimu keselamatan), wahai Rasulullah (ia mengulangnya dua kali).” Beliau lalu berkata, “Janganlah engkau mengucapkan ‘alaikas salaam (bagimu keselamatan) karena salam seperti itu adalah penghormatan kepada orang mati. Yang baik diucapkan adalah assalamu ‘alaik (semoga keselamatan bagimu.”


Abu Jurayy bertanya, “Apakah engkau adalah utusan Allah?” Beliau menjawab, “Aku adalah utusan Allah yang apabila engkau ditimpa malapetaka, lalu engkau berdoa kepada Allah, maka Dia akan menghilangkan kesulitan darimu. Apabila engkau ditimpa kekeringan selama satu tahun, lantas engkau berdoa kepada Allah, maka Dia akan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untukmu. Dan apabila engkau berada di suatu tempat yang gersang lalu untamu hilang, kemudian engkau berdoa kepada Allah, maka Dia akan mengembalikan unta tersebut untukmu.”

Abu Jurayy berkata lagi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah wasiat kepadaku.”

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memberi wasiat,

لاَ تَسُبَّنَّ أَحَدًا
*_Janganlah engkau menghina seorang pun._*

Abu Jurayy berkata, “Aku pun tidak pernah menghina seorang pun setelah itu, baik kepada orang yang merdeka, seorang budak, seekor unta, maupun seekor domba.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan sabdanya,

وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ وَارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنَ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيهِ فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ

“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau dengan berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.

Tinggikanlah sarungmu sampai pertengahan betis. Jika enggan, engkau bisa menurunkannya hingga mata kaki. Jauhilah memanjangkan kain sarung hingga melewati mata kaki. Penampilan seperti itu adalah tanda sombong dan Allah tidak menyukai kesombongan.

Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).
*SURGA DI BAWAH TELAPAK KAKI IBU*

Ada sebuah hadits yang masyhur di tengah masyarakat yaitu:
الجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الأُمَّهَاتِ
*_Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu._*

Bagaimanakah sebenarnya kedudukan hadits ini di mata para ulama?

Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar Asy-Syinqithi mengatakan bahwa hadits dengan lafal ini dhoif, tetapi maknanya shahih. Dan memang terkadang ada hadits dhoif tapi maknanya shahih. Dalil pendukungnya adalah hadits shahih yang diriwayatkan dalam kitab sunan.
أنَّ رَجُلًا قال يا رسول الله أَقْبَلْتُ من اليَمَنِ أُبَاِيعُكَ على الهِجْرَةِ والجِهَادِ. قال أَحَيَّةٌ أُمُّكَ؟ قال نعم. قال إِلْزَمْ رِجْلَهَا فَإِنَّ الجَنَّةَ ثَمَّ إِلْزَمْ رِجْلَهَا فَإِنَّ الجَنَّةَ ثَمَّ
*_Ada seorang laki-laki berkata, Wahai Rasulullah, saya datang dari negeri Yaman. Berbaiat kepadamu untuk berhijrah dan berjihad. Nabi bertanya, Ibumu masih hidup? ia menjawab, Masih. Beliau bersabda, Lazimilah kakinya (teruslah bersamanya), karena surga ada di sana._*

Lebih dari satu ulama menghasankan hadits ini. Sisi pendalilannya adalah pada kalimat:
*_Lazimilah kakinya (teruslah bersamanya), karena surga ada di sana._*

Mereka berkata, Kalimat ini menunjukkan makna taat dan merendah di hadapan seorang ibu. Sebagaimana firman
Allah:
وَاخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحۡمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِىۡ صَغِيۡرًا
*_Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil._*

Maksud ayat adalah teruslah merendah, penuhilah kebutuhannya. jangan sombong di hadapannya. Dengan ini kamu akan menjadi penghuni surga.

Wallahu a'lam
*NASIHAT SINGKAT RAMADHAN*

Wahai saudaraku, apa alasanmu untuk lalai, bermalas-malasan (dalam ibadah) di bulan Ramadhan ini?

Wallahi, Tallahi, wa billahi, tidak ada uzur bagi seseorang di bulan Ramadhan.

Jika dia tidak sukses dengan sholat malam, hendaklah dia berusaha sukses dengan bersedekah.

Jika tidak mampu juga, masih ada pintu TILAWAH (membaca Al Quran).

Jika tidak bisa juga, masih ada pintu DZIKIR.

Jika tidak mampu juga, maka minimal, dia menjaga lisannya dan semua anggota badannya dari segala hal yang bisa mengoyak kehormatan bulan ini dan menggelapkannya.

Wallahi, sungguh akan sangat terlupakan orang yang melalaikannya. Wallahi, sungguh rugi orang yang tidak beruntung padanya. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.

Sesungguhnya di dalam surga terdapat kamar-kamar. Bagian luarnya terlihat dari dalam, dan bagian dalamnya terlihat dari luar. Para shahabat bertanya,"Bagi siapakah diperuntukkan kamar-kamar tersebut wahai Rasulullah?". Beliau bersabda:
*_Bagi orang yang berkata baik, memberi makan, senantiasa berpuasa, dan sholat ketika orang lain tertidur._*

Jangan lewatkan setiap pahala besar yang ada di bulan yang berkah ini. Jangan pernah bisa dilalaikan oleh dunia, sehingga melupakan apa yang ada di sisi ALlah.

(_Syaikh DR. Su'ud Asy Syuraim_)
*APAKAH ALLAH RIDHO KEPADA KITA?*

Mendapatkan ridho Allah merupakan kedudukan yang sangat tinggi, adziimatun jiddan (sangat agung sekali). Dan keridhoan Allah itu dapat digapai dengan:
1) Bitahqiiqi Tauhiid (merealisasikan tauhid)
2) Husni Ittibaa'ir rasul shallallahu 'alaihi wa sallam(mengikuti Nabi Saw dengan baik)
3) Ijtihaadi fii Thoo'atillah (Bersungguh-sungguh menaati Allah)
4)

Dalam artian seseorang harus berjalan di atas jalannya orang-orang yang diridhoi oleh Allah. Sebagaimana firman Allah:
وَالسّٰبِقُوۡنَ الۡاَوَّلُوۡنَ مِنَ الۡمُهٰجِرِيۡنَ وَالۡاَنۡصَارِ وَالَّذِيۡنَ اتَّبَعُوۡهُمۡ بِاِحۡسَانٍ ۙ رَّضِىَ اللّٰهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُوۡا عَنۡهُ وَاَعَدَّ لَهُمۡ جَنّٰتٍ تَجۡرِىۡ تَحۡتَهَا الۡاَنۡهٰرُ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَاۤ اَبَدًا‌ ؕ ذٰ لِكَ الۡـفَوۡزُ الۡعَظِيۡمُ
*_Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung._* (QS. at Taubah:100)

Dan orang-orang yang diridhoi oleh Allah, orang tertingginya adalah para Nabi, kemudian diikuti oleh para shahabat Rasulullah Saw. Jalan mereka adalah: 1) Merealisasikan tauhid dan bersemangat untuk itu.
2) Ta'dziimut tauhid (mengagungkan tauhid)
3) Mahabbatut tauhid (cinta dengan tauhid)
4) Mahabbatul muwahhidiin (mencintai orang-orang yang bertauhid)
5. ats tsanaa-u 'alat tauhiid wa 'alaa ahlih (memuji tauhid dan orang-orang yang bertauhid)
6) Tahqiiqul ittibaa'i lirasuulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (Benar-benar mengikuti Nabi Saw)
7) al Mahabbatush shoodiqoh lirasuulullah wa lisunnatih wa liman yasiiruuna 'alaa sunnatin nabiyyi shallallahu 'alaihi wa sallam (CInta yang jujur kepada Rasulullah Saw, sunnahnya dan orang-orang yang berjalan di atas sunnahnya tersebut.
8) al Hirshu 'alaal 'amalis shoolihi wath thoo'aat (Bersemangat untuk melaksanakan amal shalih dan ketaatan
9) albu'di 'anil ma'aashii wal muharramaat (Jauh dari kemaksiatan dan keharaman.

Apabila seorang hamba melakukan hal ini, maka ia termasuk orang yang berjalan di atas jalan KERIDHOAN. Dan barangsiapa yang berjalan di atas jalan tersebut dengan keikhlasan, ia akan sampai pada tujuannya.

*ALWAHDAH - KONSELOR KELUARGA*
*KISAH MALAIKAT MAUT DAN MURID NABI SULAIMAN*

Di zaman dahulu malaikat mau biasa berubah wujud seperti manusia. Sebagian ahli tafsir menyebutkan kisah Nabi Sulaiman bin Dawud, ketika beliau sedang berada di majelisnya.

Tiba-tiba datanglah seorang manusia yang tidak dikenal. Ia memperhatikan salah seorang hadirin di majelis tersebut. Lalu orang yang diperhatikan tersebut pun merasa takut dengan orang asing tadi.

Dan umat terdahulu ketakutan jika bertemu dengan orang asing. Mereka takut barangkali orang asing tersebut adalah malaikat maut. Karena pada zaman itu malaikat maut biasa menyamar dengan wujud manusia.

Lalu orang tadi yang adalah murid Nabi Sulaiman berkata:
*_Ya Nabi Sulaiman, aku mohon kepadamu untuk memerintahkan angin, agar membawaku ke daerah paling jauh, yaitu Hindia._* Nabi Sulaiman pun berkata:
*_Baik, sesuai permintaanmu._*

Nabi Sulaiman pun memerintahkan permadani angin untuk mengantarkan orang tadi ke daerah Hindia.

Ketika malaikat maut yang menyamar tadi (sebagai orang aisng) hendak pergi, ia berkata kepada Sulaiman:
*_Aku heran dengan laki-laki tadi, aku diperintahkan untuk mencabut nyawanya di negeri Hindia sebentar lagi. Padahal tadi ia berada di sini._*

Subhaanallah. Malaikat maut pun pergi ke negeri Hindia dan mencabut nyawa orang tadi.

(_Dahulu Hindia dianggap sebagai daerah paling jauh_ )

*ALWAHDAH -KONSELOR KELUARGA*
*PERHATIKAN INI WAHAI PEDAGANG DI HARI JUMAT*

*_Ada seseorang bertanya, bagaimanakah hukum jual beli setelah dikumandangkannya azan jumat?_*

*Jawaban*
Dari sisi hukumnya, jual beli ini haram, dan pelakuya berdosa. Karena Allah berfirman:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا نُوۡدِىَ لِلصَّلٰوةِ مِنۡ يَّوۡمِ الۡجُمُعَةِ فَاسۡعَوۡا اِلٰى ذِكۡرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الۡبَيۡعَ‌ ؕ ذٰ لِكُمۡ خَيۡرٌ لَّـكُمۡ اِنۡ كُنۡتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ
*_Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah _JUAL BELI_. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui._* (QS. al Juma'ah:9)

Terjadi perbedaan pendapat fikih terkait hukum jual belinya. Namun para ulama sepakat bahwa pelakunya berdosa, juga bermaksiat kepada Allah dan dia wajib bertaubat.

Adapun terkait akadnya, maka ulama kelompok pertama mengatakan:
*_Akadnya sah karena hukum aal akad adalah sah._*

Ulama kelompok kedua berkata:
*_Akadnya bathil, karena konsekuensi dari larangan adalah rusaknya akad. Sehingga hak kepemilikian barang tidak berpindah secara syariat dalam akad ini._*

Maka yang kami sarankan untuk pedagang ini adalah bersedekah dengan barang yang diperdagangkan ini. Semoga dengan itu ia diampuni.

(_dijawab oleh: Syaikh Sa'ad bin Nashir asy syitsri_ )
TENTANG AZAN

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إذا نُودي بالصلاةِ فُتِّحتْ أبوابُ السماءِ ، و اسْتُجيبَ الدعاءُ
“Apabila adzan dikumandangkan, maka terbukalah pintu-pintu langit dan doa dikabulkan.”
(Shahih Targhib no. 260 dan Shahih Jaami’ no. 818)
أن النبي صل الله عليه و سلم قال
إن الله يرفع بهذا القرٱن أقواما ويخفض به ٱخرين
*_Sesungguhanya dengan al Quran ini Allah meninggikan beberapa kaum dan dengannya merendahkan yang lain._*
*SIAPAKAH WALI ALLAH ITU?*

Mungkin, selama ini kita menganggap bahwa seseorang yang disebut wali itu adalah seseorang yang bisa jalan di air, bisa menghilang, menggenggam pasir bisa jadi beras, dan kesaktian-kesaktian lainnya. Selain itu sebutan wali, dikhususkan untuk seseorang yang mengikuti jalan sufi, tashawuf dan sejenisnya.

Ada sebuah kitab warisan penjajah Belanda, yang ditulis oleh anonim (tidak jelas penulisnya). Nama kitabnya adalah *Darmo Gandul*. Kitab ini masyhur di tanah Jawa, mungkin juga di daerah-daerah lainnya. Tujuannya jelas, untuk merusak aqidah umat Islam dan mengaburkan Islam bagi para pemeluknya, dan ini cukup berhasil. Di dalam kitab ini banyak sekali tertulis kisah-kisah yang jauh dari kebenaran Islam, dibuat-buat dan bisa menyesatkan, terutama bagi umat Islam yang awam. Sayangnya kitab ini masih menjadi rujukan banyak muslim. Kiranya perlu da'wah yang intens dan berkesinambungan untuk mengembalikan prinsip dan pondasi Islam yang sebenarnya kepada umat Islam, agar tidak mudah terpengaruh dan terjatuh ke dalam perangkap musuh yang tidak senang terhadap kemurnian Islam.

Wali menurut al Quran adalah seseorang yang memiliki keimanan yang benar dan senantiasa bertaqwa dan menjaga diri dari segala kemaksiatan, kesyirikan dan segala dosa. Selama seseorang itu beriman dengan sebenar-benarnya iman dan istiqomah di jalan ketaqwaan, dialah wali yang sesungguhnya. Baik dia menjalani kehidupan sufiyah ataupun tidak. Intinya mereka para wali Allah adalah orang-orang yang menjaga aqidah mereka dari segala kesyirikan, khurafat, tathoyyur dan sejenisnya. Dan mereka senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas ketaqwaannya kepada Allah.

Jadi perlu ditekankan sekali lagi bahawa seorang Wali itu bukanlah seorang yang memiliki kesaktian yang biasa diceritakan dalam buku-buku fiksi, bisa jalan di air, atau kesaktian-kesaktian lainnya. Selama seorang muslim itu beriman dengan sebenar-benar iman dan senantiasa bertaqwa dan menjaga ketaqwaannya, dia adalah wali.

Allah berfirman:
اَلَاۤ اِنَّ اَوۡلِيَآءَ اللّٰهِ لَا خَوۡفٌ عَلَيهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُوۡنَ
*_Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati._* (QS. Yunus:62)

Siapakah wali-wali Allah itu?

الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَكَانُوۡا يَتَّقُوۡنَؕ
*_(Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa._*
(QS. Yunus:62-63)

Jadi, di bulan Ramadhan ini adalah kesempatan yang sangat besar bagi kita semua untuk menjadi wali-wali Allah, yang senantiasa bersemangat dalam berbagai amal shalih, bersungguh-sungguh dalam ibadah dan melakukan ketaatan kepada Allah, serta menjauhi segala hal yang akan mengurangi bahkan menghabisi pahala puasa dan ibadah kita. Puasa kita, tilawah dan dzikir kita, itu semua adalah jalan-jalan yang akan menjadikan kita hamba-hamba pilihan Allah, jalan ketaqwaan. Sedangkan segala kemaksiatan, perbuatan dosa dan hal-hal yang sia-sia adalah jalan kebinasaan.


*ALWAHDAH - KONSELOR KELUARGA*
*AWALAN DOA*
اللهم إني أسألك بأن لك الحمد لا إله إلا أنت واحدك لاشريك لك المنان بديع السماوات والأرض يا ذالجلال والإكرام يا حي يا قيوم
*_Ya Allah, hamba memohon kepadaMu dengan segala pujian untukMu, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selainMu, Engkau Esa, tidak memiliki sekutu. Engkau pemberi anugerah, Engkau Pencipta langit dan bumi. Wahai dzat yang Maha Terpuji dan Maha Mulia, wahai Dzat yang Maha Hidup dan terus Mengurus Makhluk._*

Nabi bersabda:
*_Sungguh, engkau telah meminta kepada Allah dengan nama AgungNya yang apabila engkau berdoa dengannya Allah akan mengijabahinya. Dan apabila diminta dengannya akan memberi._*
*TARGET SEORANG MUSLIM DI BULAN RAMADHAN*


Rasulullah saw adalah manusia paling dermawan (ajwadan naas) dan kedermawanan beliau bertambah di bulan Ramadhan, yaitu saat beliau bertemu Jibril untuk bersama-sama mempelajari al Quran.

فلرسول الله صلى الله عليه و سلم حين يلقاه جبريل أجود بالخيرمن الريح المرسلة
*_Kedermawanan Rasulullah saw saat bertemu JIbril lebih cepat daripada angin yang berhembus._* (Muttaqun 'alaih)

Oleh karena itu, hendaknya kita meneladani Rasulullah saw. Keadaan kita di bulan Ramadhan harus lebih baik daripada sebelum Ramadhan. Kedermawanan kita meningkat, semangat beribadah juga meningkat, lebih semangat lagi menaati Allah di bulan mulia yang diberkahi ini.

Waktu kita di bulan Ramadhan akan terbuang sia-sia kecuali kita pandai mengatur kegiatan di bulan Ramadhan.

Maka perlu bagi seorang muslim mengatur jadwal kegiatannya sejak hari pertama bulan Ramadhan. Pintarlah dalam memanfaatkan setiap detik di bulan yang mulia ini.

Contohnya, kita ingin mengkhatamkan al Quran sebanyak 3 kali, maka kita harus membaca minimal 3 juz dalam sehari. Seorang muslim harus punya target yang harus ia capai di bulan yang penuh keberkahan ini.

Umur manusia itu pendek. Tidak ada yang tahu, bisa jadi ini adalah Ramadhan terakhir yang kita rasakan. Maka bersegeralah memanfaatkan umur yang tersisa. Manfaatkan waktu di bulan yang mulia ini dengan amalan yang bisa mendekatkan kita kepada Allah.

*ALWAHDAH - KONSELOR KELUARGA*
DO'A INI PENDEK TAPI SANGAT BERMANFAAT

Banyak yang beranggapan doa ini pendek, namun perhatikan kandungannya :

‏أاللهم إني أسألك العا فية
Allahumma inni as alukal'aafiyah

Al-Abbas (R.A.) paman Nabi (ﷺ) datang kepada Nabi (ﷺ) dan berkata : "Ya Rasulullah (ﷺ) ajarkanlah aku do'a," katanya.

Nabi (ﷺ) lalu berkata : "Wahai pamanku, bacalah :

‏أاللهم إني أسألك العا فية
_Allahumma inni as alukal'aafiyah.
Artinya : Ya Allah, aku memohon kepada Mu 'Aafiyah

Apa itu 'Aafiyah?

- Untuk menjadi sehat, kita perlu berada dalam 'Aafiyah...

- Untuk mempunyai uang yang cukup, kita perlu berada dalam 'Aafiyah...

- Untuk terus hidup sejahtera, kita perlu berada dalam 'Aafiyah...

- Ingin anak-anak kita dilindungi, kita perlu berada dalam 'Aafiyah...

Dan jika kita sudah diampuni dan tidak dihukum, maka kita berada dalam 'Aafiyah.

'Aafiyah itu adalah:
"Kondisi dimana Allah Subhanahu Wa Ta'ala melindungi kita dari segala kesakitan, kesusahan dan penderitaan, baik di dunia maupun di akhirat.

Al-Abbas (R.A.) berfikir tentang ini, dan kemudian dia datang kembali kepada Nabi (ﷺ) selepas beberapa hari kemudian. Lalu ia berkata : "Ya Rasulullah (ﷺ), do'a ini sepertinya sedikit pendek. Saya minta sesuatu yang lebih panjang..."

Nabi (ﷺ) lalu berkata : "Wahai pamanku yang dikasihi, mohonlah kepada Allah untuk 'Aafiyah, maka tidak ada pemberian yang lebih baik daripada 'Aafiyah. Ia adalah satu do'a yang mudah namun terbaik."

YANG BENAR adalah SETIAP YANG BERMAKNA dari apa yang anda mohonkan ketika berdo'a...

"Ya Allah, aku memohon kepadaMu agar aku selamat dari semua kesusahan, kesulitan, kesedihan dan bahaya (musibah), serta janganlah Engkau menguji aku dengan lain-lain yang berat."

Semua ini sudah tercakup di dalam satu kalimat doa :

‏اللهم إني أسألك العا فية
Allahumma inni as alukal'aafiyah.

(Riyadhus Shalihin, Imam At-Tirmidzi).

Semoga bermanfaat...
*JUMLAH AYAT DALAM SHOLAT MALAM*


من قام بعشر آيات لم يكتب من الغافلين ومن قام بمأة آيات كتب من القانتين ومن قام بألف آيات كتب من المقنطرين
Siapa yang membaca 10 ayat saat sholat malam, maka ia tidak dicatat sebagai orang yang lalai. Siapa yang membaca 100 ayat, maka ia dicatat sebagai orang yang lama sholatnya. Dan siapa yang membaca 1000 ayat, maka ia dicatat sebagai orang yang berlimpah pahalanya. (HR. Abu Dawud 1398)
DOA TERBANGUN DI MALAM HARI


🍃 Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda :

من تَعَارَّ من الليلِ فقال : لا إلهَ إلَّا اللهُ وحدَهُ لا شريكَ لهُ ،لهُ المُلْكُ ولهُ الحمدُ ، وهوَ على كلِّ شيٍء قديرٌ ، سبحانَ اللهِ ،والحمد لله, ولا إلهَ إلَّا اللهُ ، واللهُ أكبرُ ، ولا حولَ ولا قوةَ إلا باللهِ ، ثم قال : اللهمَّ اغفرْ لي ، أو دعا ، استُجِيبَ لهُ ، فإن توضَّأَ وصلَّى قُبِلَتْ

“Barangsiapa yang terbangun di malam hari, Lalu mengucapkan :
“LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QODIIR, SUBHANALLAH, WALHAMDULILLAH, WA LAA ILAAHA ILLALLAH, ALLAHU AKBAR, WA LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAH ”

📌 Kemudian dia berkata : Allahumaghfirlii (Ya Allah ampunillah aku), atau dia berdoa, maka doanya tersebut dikabulkan, jika ia berwudhu dan kemudian mendirikan sholat, maka akan diterima sholatnya.”

📚 HR. Bukhori, Abu Daud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah. Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, 1:149)
*NASIHAT SINGKAT - ADAB KEPADA ORANGTUA*


Ada pelajaran adab yang disebutkan apra ulama ketika seseorang duduk bersama ayah dan ibunya.

Termasuk bakti seorang anak dan adab yang mulia, ketika engkau duduk bersama orangtuamu, engkau pandang mereka dengan penuh sopan santun. Fokus kepada mereka, jangan menoleh ke kanan dan ke kiri.

Pada zaman sekarang, di antara buruknya adab kita kepada ayah dan ibu adalah kita pergi mengunjungi mereka, lalu mengucapkan salam kemudian langsung memegang HP. Membaca dan menulis pesan. Ia duduk di sana satu jam namun sibuk dengan HP nya, tidak sibuk dengan orangtuanya. Kemudian dengan bangga ia berkata:
*_Saya sudah mengunjungi orangtuaku satu jam_*.

Sejatinya, engkau hanya mengunjungi orangtuamu sebentar saja, lalu engkau sibuk dengan lain. Ini bukan adab yang baik. Bagaimana seharusnya beradab dengan orangtua di zaman ini?

Wallahi, wahai saudaraku, wallahi, orang yang masih memiliki orangtua sesungguhnya ia telah diberi nikmat yang besar oleh Allah. Nikmat yang tidak bisa dirasakan kecuali oleh orang yang sudah kehilangannya. Barangsiapa masih diberi nikmat oleh Allah dengan seorang ibu, maka sesungguhnya ia memiliki nikmat yang besar dari Allah. Wallahi, walaupun orangtua kita tersebut hanya terbaring di atas kasur. Tidak akan merasakan nikmatnya ini kecuali orang yang telah kehilangannya.

Maka apabila engkau mengunjungi orangtuamu, ayah atau ibumu, beradablah dengan adab sopan santun yang baik ini, yaitu engkau pandang mereka dengan pandangan penuh adab dan cinta padanya.

*ALWAHDAH - SEKOLAH KONSELOR KELUARGA*
DOA UNTUK KEBAIKAN ANAK

اللهم إنك وهَبْتَ لَنَا أَوْلَادَنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الوَارِثِيْنَ فَاجْعَلْهُمْ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ
نَسْتَغْفِرُكَ اللهم وَنَتُوبُ إِلَيْكَ اللهم إِنَّا نَسْتَوْدِعُكَ أَوْلَادَنَا في كُلِّ مَكَانٍ غَابَتْ عَنْهُمْ عُيُوْنُنَا َفَاحْرِصْهُمْ بِعَيْنِكَ الَّتِي لَا تَنَامُ وَاكْنُفْهُمْ بِرُكْنِكَ الذي لَا يُرَامُ وَاحْفِظْهُمْ بِعِزِّكَ الذي لَا يُضَامُ وَاكْلَأهُمْ بالليل والنهار
واهدهم وسدِّدْهُمْ وأغنهم و أسعدهم وعافهم واعف عنهم وارزقهم حُسْنَ الخصال وجمِّلْهم بالبِرِّ والوصال وأعظهم من شركلِّ ذي شرٍّ
واصرفْ عنهم شرَّ ما قضيتَ وبارك لهم في أعمارهم وثبت قلوبهم على دينك وطاعتك واجعل قلوبَهم عامرة بذكرك وحبك برجمتك يا أرحم الراحمين
Ya Allah, Engkau telah karuniakan kepada kami anak-anak kami dan Enkaulah sebaik-baik pewaris. Maka jadikanlah mereka keturunan yang baik, sungguh Engkau Maha Mendengar doa. Kami beristighfar kepadaMu Ya Allah dan kami bertaubat.
Ya Allah, kami menitipkan kepadaMu anak-anak kami di kala kami tak membersamai mereka. Jagalah mereka dengan mataMu yang tak pernah tertidur.
Dan lindungilah mereka dengan perlindunganMu yang kokoh.Dan jagalah mereka dengan kemuliaanMu yang abadi. Dan lindungilah mereka pada waktu malam dan siang hari.
Berilah mereka petunjuk serta arahkanlah mereka. Cukuplah mereka dan bahagiakanlah mereka. Berilah mereka 'afiyat dan maafkanlah kesalahan mereka. Karuniakan kepada mereka perangai yang indah. Dan hiasilah mereka dengan kebaikan dan jalinan keluarga. Himpunlah hati mereka di atas kebaikan. Lindungi mereka dari segala keburukan. Palingkanlah mereka dari keburukan yang Engkau takdirkan.
Berkahi umur mereka. Dan teguhkanlah hati mereka di atas agamaMu dan ketaatanMu.
Dengan RahmatMu wahai Dzat yang Maha Penyayang.