BERILMU DENGAN BUKU
63 subscribers
738 photos
27 videos
20 files
532 links
Channel edukasi seputar Aqidah, Ibadah, Muamalah, Pengembangan diri dan Keluarga, Bisnis, Marketing dan Rekomendasi Buku
Download Telegram
*OBAT HASAD, IRI DAN DENGKI*

Saudaraku, apabila engkau melihat seseorang dilebihkan nikmatnya oleh Allah, berusahalah untuk menjadi sepertinya. Jangan benci karunia Allah untuknya. Berdoalah:
اللهم زِدْهُ مِنْ فَضْلِكَ وَاَعْطِنِي اَفْضَلَ مِنْهُ
*_Ya Allah tambahkan karuniaMu untuknya dan karuniakan untukku yang lebih baik darinya._*

Karena Allah berfirman:
وَلَا تَتَمَنَّوۡا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعۡضَكُمۡ عَلٰى بَعۡضٍ‌ ؕ لِلرِّجَالِ نَصِيۡبٌ مِّمَّا اكۡتَسَبُوۡا ؕ‌ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيۡبٌ مِّمَّا اكۡتَسَبۡنَ‌ ؕ وَسۡئَـلُوا اللّٰهَ مِنۡ فَضۡلِهٖ ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيۡمًا
*_Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu._* (QS. an Nisa:32)

Serial Ramadhan by:
*AlWahdah - Konselor Keluarga*
*3 AMALAN HATI YANG HARUS HADIR SAAT IBADAH*

Ada 3 perasaan hati yang harus ada saat ibadah:
1) al Mahabbah
2) ar Rojaa
3) al Khauf

Tiga perasaan ini harus ada setiap kali kita beribadah. Saat sholat, cinta Allah, berharap pahalaNya dan takut siksaNya. Semua ibadah harus dihadiri 3 perasaan ini, cinta, harap dan takut.

Tiga perasaan ini terkumpul dalam 1 ayat firma Allah:
اُولٰۤٮِٕكَ الَّذِيۡنَ يَدۡعُوۡنَ يَبۡتَغُوۡنَ اِلٰى رَبِّهِمُ الۡوَسِيۡلَةَ اَيُّهُمۡ اَقۡرَبُ وَيَرۡجُوۡنَ رَحۡمَتَهٗ وَيَخَافُوۡنَ عَذَابَهٗؕ اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحۡذُوۡرًا
*_Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti._*

Bahkan 3 perasaan ini juga terkumpul dalam al Fatihah. Dalam ayat:
*_Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam._* (ada rasa cinta.

Dalam ayat:
*_Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang._*. (ada rasa harap)

Dalam ayat:
*_Yang Menguasai Hari Pembalasan._* (ada rasa takut)

Dengan 3 perasaan ini kita berkata:
*_Hanya kepadaMu (Ya Allah) aku beribadah kepadaMu karena:
1)Cinta, sebagaimana dalam ayat *Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.*
2)Karena rasa harap, sebagaimana dalam ayat *Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang*.
3) Karena rasa takut, sebagaimana dalam ayat Yang Menguasai Hari Pembalasan*.
*DOA MINTA HATI KHUSYU'*

اللهم إني أعوذ بك من قلب لا يخشع
اللهم إني أسألك قلبا خاشعا
اللهم أَكْسِرْ قلوبنا بين يديك ورُدَّنَا إليك
اللهم ارزقنا خُشُوعَ الخَا شِعِيْنَ وَإِخْبَتَ المُخْبِتِيْنَ
اللهم اقْطَعْ عَنَّا دَابِرَالشَّيَاطِيْنَ اللهم اقطع عنا وسَاوِسَهُمْ وخَطَرَاتُهُمْ المُرْدِيَةَ وَوَسَاوِسَهُمْ المُهْلِكَة إِلٰهَ الأَوَّلِيْنَ والأٰخِرِيْنَ
Ya Allah hamba berlindung kepadaMu dari hati yang tidak khusyu'
Ya Allah hamba meminta kepadaMu agar diberikan hati yang khusyu'
*_Ya Allah, tundukkan hati kami di hadapanMu dan palingkan jiwa kami hanya kepadaMu.
*_Ya Allah karuniakan kepada kami kekhusyu'an orang-orang yang khusyu'.
Ya Allah Ilaahal awwaliin wal aakhiriin, lindungilah kami dari godaan syaithan yang membinasakan
DOA AKHIR SHOLAT WITIR
Syaikh Mishary Rasyid Alafasy

اللهم فَرِّجْ هَمَّ المَهْمُوْمِيْنَ
ونَفِّسْ كَرْبَ المَكْرُوبِيْنَ
واقْضِ الدَّيْنَ عن المَدِيْنِيْنَ
واشْفِ مَرْضانا ومَرْضَ المُسْلِمِيْنَ
اللهم اشْفِ مَرْضانا ومَرْضَ المُسْلِمِيْنَ
اللهم اغفر لجميع موتى المسلمين
الذين شَهِدُو لك بِالوَحْدَانِيَّةِ
ولِنَبِيِّكً بالرِّسَالَةِ
ومَاتُوا على ذلك
اللهم اغفرلهم وارحمهم
وعافهم واعف عنهم
وأكرم نزلهم
ووسع مدخلهم
واغسلهم بالماء والثلج والبرد
ونقهم من الذنوب و الخطايا كما ينق الثوب الأبيض من الدنس وارحمنا اللهم برحمتك إذا صرنا إلى ما صا روا إليه
تحت الجنادل والتراب واحدنا
اللهم إنا نسألك موجبات رحمتك
وعزاءم مغفرتك
والغنيمة من كل بر
والسلامة من كل إثم
والفوز بالجنة والنجات من النار
اللهم أعتق رقابنا من النار
اللهم نعوذبك برضاك من سخطك
وبمعافاتك من عقوبتك
وبك منك لا نحصي ثناء عليك ولو حرصنا
أنت كما أثنيت على نفسك
وصل اللهم على نبينا محمد و على أله وصحبه أجمعين

Ya Allah hilangkanlah kerisauan mereka yang dirundung gundah
Dan tolonglah kesusahan mereka yang kesulitan
Dan tuntaskanlah hutang mereka yang dililit hutang
Dan sembuhkanlah yang sakit dari kami dan dari kaum muslimin
yang telah bersaksi atas keesaanMu
Dan kerasulan NabiMu (Muhammad)
Dan mereka meninggal dalam keadaan demikian
Ya Allah ampunilah dan rahmatilah mereka
Maafkan semua kesalahan mereka
Muliakan tempat tinggalnya
Luaskan kediamannya
Sucikan mereka dengan air salju dan embun
Bersihkan mereka dari berbagai dosa dan kesalahan sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran
Ya Allah rahmatilah kami apabila kami telah menyusul mereka
Di bawah pembaringan dan tanah ketika kami seorang diri
Ya Allah kami memohon kepadaMu berbagai penyebab turunnya rahmatMu
Tekad dan kekuatan untuk meniti ampunanMu
Limpahan segala kebaikan
Keselamatan dari segala dosa
Kemenangan meraih surga dan keselamatan dari azab neraka
Ya Allah bebaskanlah diri kami dari api neraka
Ya Allah kami berlindung kepadaMu dengan ridhoMu dari kemurkaanMu
dan dengan keselamatanMu dari hukumanMu
Dan denganMu dari diriMu, walaupun kami berusaha, kami tidak akan sanggup menghitung pujian bagiMu.
KeagunganMu hanya dapat diungkapkan dengan pujianMu kepada diriMu sendiri
Ya Allah, curahkan sholawat atas Nabi kami Muhammad, keluarganya dan kepada para shahabatnya seluruhnya.
*SUSAH FOKUS DAN SERING LINGLUNG*

Sebab penyakit ini terkadang bersifat maknawi dan terkadang bersifat indrawi. Sebab maknawinya tidak lain adalah setan. Karena majelis ilmu itu sangat berat dan menyusahkan setan. Setan sangat semangat menghalangi manusia dari majelis ilmu. Apabila setan mampu menghalangi seseorang dari majelis ilmu, maka setan ridho dengan itu. Namun apabila orang tersebut tidak bisa ia halangi, maka setan akan membuat pikirannyasibuk di majelis ilmu.

Terkadang linglung dan susah fokus disebabkan oleh was-was setan ini. Setan membisikkan was-wasnya sehingga seseorang kehilangan fokusnya.

Untuk mengobatinya, seseorang perlu berusaha keras, perlu kesabaran ekstra. Perlu meminta perlindungan kepada Allah dari setan.

Dan setiap kali fokusnya hilang, dia harus segera mengembalikannya. Berusaha dan bersabar ekstra maksimal.

Adapun sebab indrawi, mungkin hal ini kembali kepada kebiasaannya (dia suka berpikir yang tidak-tidak). Atau terkadang berkaitan dengan perkara-perkara yang dimilikinya. Apabila ini adalah penyebabnya maka bisa diobati dengan cara memperbanyak latihan (untuk fokus). Begitu juga dengan usaha dan kesabaran ekstra. Di antara sebab terbesar.

Bahkan inilah sebab terbesarnya. Sebab terbesar yang dapat memerikan manfaat bagi otak (agar fokus) adalah membaca al Quran.

Subhaanallah, bacaan al Quran dapat membuat otak cemerlang dan kuat. Terlebih lagi apabila ia menghafalnya.

Ini di antara sebab terbesar yang dapat digunakan oleh penuntut ilmu agar bisa lebih fokus.

Sebagian ahli ilmu juga menyebutkan beberapa makanan yang dapat membantu menguatkan pikiran, daya ingat dan fokus, seperti kismis (anggur kering), biji-bijian dan ikan. Dan hal ini telah ditunjukkan oleh pengalaman.

Inilah beberapa hal yang bermanfaat, insyaAllah. Tentu dengan memperbanyak doa. Jangan pernah engkau butuh sesuatu lalu engkau tidak memintanya kepada Allah. Hati-hati dari yang seperti ini. Apabila engkau butuh sesuatu, mintalah kepada Allah, perbanyak doa. Merengek-rengeklah, Yaa Allah, Yaa Allah. Dalam keadaan engkau yakin doamu diijabahi.

*_Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily_*
*4 CIRI HATI YANG BERSIH*

Hati yang bersih memiliki beberapa ciri, yang menunjukkan keselamatan dan kesuciannya. Nabi Saw bersabda dalam doanya:
وأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيْمًا
*_Aku memohon kepadaMu hati yang bersih._* (HR. Tirmidzi 3407).

Beberapa ciri hati yang bersih:
1) Hatinya menghindar dan menjauh dari keterikatan dengan dunia (أنْ يكون قَلْبًا مُتَرَحِّلًا عَنِ الدُّنْيَا مُتَجَافِيًا عَنْهَا). Tidak tertipu dengannya dan menyadari hakikatnya. Bahwa dunia adalah negeri yang fana (daarul Fanaa) dan tidak kekakl (laisat baaqiyah). Sebagaimana ucapan Ali radhiyallahu 'anhu:
إِنَّ الدُّنْيَا ارِتَحَلَتْ مُدْبِرَةً وَالأٰخِرَةُ ارْتَحَلَتْ مُقْبِلَةً
وَلِكُلٍّ مِنْهُمَا بَنُونَ فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الأَخِرَةِ ولا تكونوا من أبناء الدنيا
فإنَّ اليَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَا بٌ وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلٌ
*_Sesungguhnya dunia pergi menjauh, sedangkan akhirat mendekat. Masing-masing dari keduanya memiliki anak-anak. Jadilah anak-anak akhirat dan jangan jadi anak-anak dunia._*
2) Cita-citanya hanya satu, yaitu meraih ridho Allah dan menjauhi murkaNya (Nailu ridhollah walbu'du 'an masaakhithih)
3) Menjauhi murka Allah dan berjuang menjauhi maksiat, dosa, bid'ah dan perbuatan haram (bu'duhu wa mujaahadatuh lilbu'di 'anil ma'aashii wal aatsaam walbida' wa fi'lilharaam)

Allah berfirman:
وَالَّذِيۡنَ جَاهَدُوۡا فِيۡنَا لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَا ‌ؕ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الۡمُحۡسِنِيۡنَ
*_Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik._* (QS.al Ankabut:69)

4) Ia lebih fokus memperbaiki amal daripada memperbanyak amal itu sendiri, dari sisi keikhlasan, kejujurannya dan ketulusannya dalam beribadah kepada Allah. Juga dari sisi pengakuan atas nikmat-nikmat Allah dan pengakuan akan kekurangan dirinya dalam beribadah. Lalu terus berjuang dalam menaati Allah.

_Demikianlah hendaknya seorang mukmin memperhatikan hatinya, juga berusaha untuk memperbaikinya dan berjuang untuk menyucikannya._

*ALWAHDAH - KONSELOR KELUARGA*
*MAKNA TERSEMBUNYI DALAM DOA INI*

Ada sebuah doa yang diamalkan Nabi Saw dan diriwayatkan oleh shahabat mulia Abdullah bin Mas'ud sebagai berikut:
اللهم إنا نسألك الهدا والتقى والعفاف والغنى (رواه مسلم)
*_Ya Allah, hamba memohon agar Engkau memberiku huda, tuqo, 'afaf dan ghina._* (HR. Muslim 2721)

Di dalam doa ini mengandung 4 permohonan besar yaitu:
1) Huda (hidayah)
2) Tuqo (At Taqwa)
3) 'Afaf
4) Ghina

Dalam kitab *Bahjatu Qulubil Abrar, Syaikh Abdurrahman bin Sa'di memberikan penjelasan menarik untuk hadits ini. Beliau mengatakan:
*_Doa ini termasuk doa paling lengkap dan paling indah. Mengandung doa kebaikan untuk dunia dan akhirat sekaligus._*

Karena *Huda* itu artinya adalah Ilmu yang bermanfaat. Adapun *Tuqo* artinya adalah Beramal shalih dan meninggalkan larangan Allah dan RasulNya. Dengan begitu sempurnalah agamanya. Karena memang agama tersusun dari 2 unsur:
1) Ilmu yang bermanfaat atau yang disebut huda
2) Taat kepada Allah dan RasulNya atau yang disebut dengan Tuqo.

Sedangkan *'Afaf dan Ghina* bermakna:
1) Terhormat di tengah manusia karena ia tidak menggantungkan hatinya pada mereka
2) Ia menggantungkan hatinya kepada Allah dan rezekiNya.
3) Qona'ah dengan yang ia peroleh
4) Ketenangan hati dengan kecukupan yang diberikan ALlah

Dengan itu, sempurna kebahagiaan dan ketenangan hatinya di dunia. Dan inilah yang disebut *Kehidupan yang Baik* (hayatan Thoyyibaa) sebagaimana dalam firma Allah QS. an Nahl:97.

_Barangsiapa diberi huda, tuqo, 'afaf dan ghina, ia telah memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat sekaligus. Ia juga telah memperoleh semua keinginan dan selamat dari seluruh hal yang ditakutkannya._

*ALWAHDAH - KONSELOR KELUARGA*
*WAHAI HAMBA YANG SEDANG SAKIT*


Siapa di sini yang tidak pernah meneteskan air mata selama hidupnya? dan siapa di sini yang tidak pernah mengalami stress/sumpek? siapa yang tidak pernah mengalami kecemasan dan kesedihan? siapa yang tidak pernah ditinggal mati orang yang dicintainya? siapa di sini yang tidak pernah kesusahan, memikirkan hutang dan sakit?

Semua pasti pernah merasakannya. Dunia yang diciptakan dengan banyak ujian, lalu anda berharap hidup nyaman dan enak di dunia ini? .

Makanan da minumannya tidak bisa membuat nyaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam merasakan kesakitan di dunia. Nabi berkata:
*_Sungguh kami para nabi diberi ujian 2 kali lipat daripada yang kalian rasakan._*

Oleh karena itu jika kita lihat kembali cerita para nabi dan ulil azmi secara khusus, yang mana Rasulullah diperintah oleh Allah untuk meniru sabar mereka. Allah berfirman:
فَاصۡبِرۡ كَمَا صَبَرَ اُولُوا الۡعَزۡمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسۡتَعۡجِلْ لَّهُمۡ‌ؕ كَاَنَّهُمۡ يَوۡمَ يَرَوۡنَ مَا يُوۡعَدُوۡنَۙ لَمۡ يَلۡبَثُوۡۤا اِلَّا سَاعَةً مِّنۡ نَّهَارٍ ‌ؕ بَلٰغٌ ۚ فَهَلۡ يُهۡلَكُ اِلَّا الۡقَوۡمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
*_35. Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka. Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah mereka tinggal (di dunia) hanya sesaat saja pada siang hari. Tugasmu hanya menyampaikan. Maka tidak ada yang dibinasakan kecuali kaum yang fasik (tidak taat kepada Allah)._* (QS. al Ahqof:35)

Ketahuilah, semoga Allah memberkahimu, bahwa hidup di dunia ini tidak enak, karena Allah tidak mau membalas kebaikan hambaNya yang shalih di sini. Allah ingin menguji hambaNya di dunia, Allah ingin sebagai tangga yang naik ke atas. Di mana hambaNya naik, menuju ridhoNya.

Oleh karena itu, nanti hari kiamat ketika orang yang jarang sakit melihat orang yang sering diuji ketika di dunia, mereka ingin kembali ke dunia kemudian diuji dengan ujian sakit.

Allah berfirman:
سَلٰمٌ عَلَيۡكُمۡ بِمَا صَبَرۡتُمۡ‌ فَنِعۡمَ عُقۡبَى الدَّارِؕ
*_(sambil mengucapkan), "Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu." Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu._* (QS. ar Ra'd:24)

Ini ucapan para malaikat yang mulia, kepada hamba ALlah yang sukses masuk surga dengan kesabarannya.

قُلۡ يٰعِبَادِ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوۡا رَبَّكُمۡ‌ ؕ لِلَّذِيۡنَ اَحۡسَنُوۡا فِىۡ هٰذِهِ الدُّنۡيَا حَسَنَةٌ ‌ ؕ وَاَرۡضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ‌ ؕ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوۡنَ اَجۡرَهُمۡ بِغَيۡرِ حِسَابٍ
*_Katakanlah (Muhammad), "Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu." Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas._*

Dan berbahagialah bagi orang yang bangun tengah malam dan berdoa *Laa Ilaaha Illa Anta*. Dan berbahagialah engkau yang berdoa di tengah malam sambil menangis kepada Allah, *Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit*, kemudian dia khusyu'kan hatinya, mengingat-ingat kenikmatan yang sudah banyak Allah berikan kepadanya.

*_Dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang._* (Doa Nabi Ayub).

Kenapa Nabi Ayub berdoa demikian? karena ALlah mengujimu dalam rangka menyayangimu.

Kesakitan yang kau rasakan tidak mesti itu dalil bahwa ALlah tidak sayang kepadamu. Buktinya adalah nabi-nabi Allah, Allah mencintai mereka. Lalu kenapa mereka diuji? karena kedudukan mereka nanti di Illiyyin (Surga). Tidak bisa sampai ke sana kecuali dengan sabar.

Oleh karena itu kedudukanmu di sisi Allah. Mungkin tidak bisa kau capai dengan sholatmu, atau dengan puasamu, atau dengan hajimu, atau dengan sedekahmu atau dengan menuntut ilmumu. Akan tetapi dengan sabarmu menahan sakit.

*NASIHAT SYAIKH SA'AD AL-ATIQ*
LIFE MASTERY, [12/04/2022 21:23]
*MENJADI AHLUL QURAN*

Jadilah engkau termasuk ahlul Quran yang sesungguhnya. Dan kamu tidak akan menjadi ahlul Quran hanya dengan banyak membacanya. Dan juga tidak dengan menguatkan hafalan.

Cara menjadi ahlul Quran adalah dengan mengamalkan isi dari al Quran. sebagaimana ucapan Hasan al Bashri:
*_Al Quran diturunkan untuk diamalkan._*

Yakni manusia membaca al Quran untuk mereka amalkan. Telah datang riwayat yang shahih bahwa Rasulullah Saw bersabda:
إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
*_Sesungguhnya Allah mempunyai orang-orang khusus (keluarga). Shahabat bertanya, siapa mereka wahai Rasulullah? Rasul menjawab, Ahlul Quran, merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya._*

Ahlul Quran yang dimaksud bukan hanya orang yang bisa menghafalnya atau yang bisa banyak membacanya, akan tetapi keluarga al Quran adalah mereka yang mengamalkan isi al Quran.

Oleh karena itu ada riwayat yang shahih bahwa Rasulullah Saw bersabda:

*_Nanti hari kiamat akan didatangkan al Quran dan keluarga al Quran adalah yang mengamalkannya. Keluarganya adalah mereka yang mengamalkan._*

Berarti orang yang banyak membaca/menghafal dan tidak mengamalkan isinya maka bukan keluarga al Quran.

Maka jadilah keluarga al Quran dengan berusaha mengamalkan isi al Quran.

Allah berfirman:
اَلَّذِيۡنَ اٰتَيۡنٰهُمُ الۡكِتٰبَ يَتۡلُوۡنَهٗ حَقَّ تِلَاوَتِهٖؕ اُولٰٓٮِٕكَ يُؤۡمِنُوۡنَ بِهٖ‌ ؕ وَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِهٖ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡخٰسِرُوۡنَ
*_Yaitu orang-orang yang membacanya dengan sebagaimana mestinya (Haqqo tilawatih). mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barangsiapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi._*

Beberapa ulama salaf menafsirkan Haqqo tilawatih yaitu *Mereka yang mengamalkan isinya*.

_Baarakallahu fiikum_

*ALWAHDAH - KONSELOR KELUARGA*
*MUNGKIN INI RAMADHAN TERAKHIRKU*

Dalam hadits Ibnu Umar, Nabi Saw bersabda:
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَاِبرُ سَبِيْلٍ
إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِالصَّبَاحَ
وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِالمَسَاءَ
*_Jadilah engkau di dunia ini, seperti orang asing atau musafir yang sedang singgah.
(HR. Bukhari 6416)

Sama dengan perkataan Ibnu Umar tadi, jika engkau bertemu Ramadhan saat ini, maka jangan tunggu Ramadhan berikutnya. Katakan, mungkin ini adalah Ramadhan terakhir dalam hidupku. Agar engkau semakin berusaha, lebih dan lebih lagi. Karena bisa jadi engkau tidak bertemu Ramadhan berikutnya.

Terkadang jiwa membisikkan, engkau masih bisa bertemu dengan Ramadhan-ramadhan berikutnya. Engkau masih bisa beramal di Ramadhan berikutnya. Tidak! Tapi katakan, bisa jadi ini adalah Ramadhan terakhirku.

اللهم تقبل منا ومنكم صالح الأعمال
اللهم أهل علينا شهر رمضان بالأمن والإيمان
والسلامة والإسلام والتوفيق لما تحبه وترضاه يا ذالجلال والإكرام
اللهم اجعلنا ممن يصومه ويقومه إيمانا واحتسابا
اللهم اجعلنا فيه من عتقاءك من النار
برحمتك ياأرحم الراحمين
وصل الله و سلم على نبينا محمد و على أله و صحبه أجمعين
*JANGAN MERENDAHKAN MANUSIA*


Ada beberapa wasiat yang disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Jurayy Jabir bin Sulaim. Wasiat yang pertama kita ulas adalah jangan sampai menghina dan meremehkan orang lain. Boleh jadi yang diremehkan lebih mulia dari kita di sisi Allah.

Abu Jurayy Jabir bin Sulaim, ia berkata, “Aku melihat seorang laki-laki yang perkataannya ditaati orang. Setiap kali ia berkata, pasti diikuti oleh mereka. Aku bertanya, “Siapakah orang ini?” Mereka menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Aku berkata, “‘Alaikas salaam (bagimu keselamatan), wahai Rasulullah (ia mengulangnya dua kali).” Beliau lalu berkata, “Janganlah engkau mengucapkan ‘alaikas salaam (bagimu keselamatan) karena salam seperti itu adalah penghormatan kepada orang mati. Yang baik diucapkan adalah assalamu ‘alaik (semoga keselamatan bagimu.”


Abu Jurayy bertanya, “Apakah engkau adalah utusan Allah?” Beliau menjawab, “Aku adalah utusan Allah yang apabila engkau ditimpa malapetaka, lalu engkau berdoa kepada Allah, maka Dia akan menghilangkan kesulitan darimu. Apabila engkau ditimpa kekeringan selama satu tahun, lantas engkau berdoa kepada Allah, maka Dia akan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untukmu. Dan apabila engkau berada di suatu tempat yang gersang lalu untamu hilang, kemudian engkau berdoa kepada Allah, maka Dia akan mengembalikan unta tersebut untukmu.”

Abu Jurayy berkata lagi kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah wasiat kepadaku.”

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memberi wasiat,

لاَ تَسُبَّنَّ أَحَدًا
*_Janganlah engkau menghina seorang pun._*

Abu Jurayy berkata, “Aku pun tidak pernah menghina seorang pun setelah itu, baik kepada orang yang merdeka, seorang budak, seekor unta, maupun seekor domba.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan sabdanya,

وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ وَارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنَ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيهِ فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ

“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau dengan berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.

Tinggikanlah sarungmu sampai pertengahan betis. Jika enggan, engkau bisa menurunkannya hingga mata kaki. Jauhilah memanjangkan kain sarung hingga melewati mata kaki. Penampilan seperti itu adalah tanda sombong dan Allah tidak menyukai kesombongan.

Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).
*SURGA DI BAWAH TELAPAK KAKI IBU*

Ada sebuah hadits yang masyhur di tengah masyarakat yaitu:
الجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الأُمَّهَاتِ
*_Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu._*

Bagaimanakah sebenarnya kedudukan hadits ini di mata para ulama?

Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar Asy-Syinqithi mengatakan bahwa hadits dengan lafal ini dhoif, tetapi maknanya shahih. Dan memang terkadang ada hadits dhoif tapi maknanya shahih. Dalil pendukungnya adalah hadits shahih yang diriwayatkan dalam kitab sunan.
أنَّ رَجُلًا قال يا رسول الله أَقْبَلْتُ من اليَمَنِ أُبَاِيعُكَ على الهِجْرَةِ والجِهَادِ. قال أَحَيَّةٌ أُمُّكَ؟ قال نعم. قال إِلْزَمْ رِجْلَهَا فَإِنَّ الجَنَّةَ ثَمَّ إِلْزَمْ رِجْلَهَا فَإِنَّ الجَنَّةَ ثَمَّ
*_Ada seorang laki-laki berkata, Wahai Rasulullah, saya datang dari negeri Yaman. Berbaiat kepadamu untuk berhijrah dan berjihad. Nabi bertanya, Ibumu masih hidup? ia menjawab, Masih. Beliau bersabda, Lazimilah kakinya (teruslah bersamanya), karena surga ada di sana._*

Lebih dari satu ulama menghasankan hadits ini. Sisi pendalilannya adalah pada kalimat:
*_Lazimilah kakinya (teruslah bersamanya), karena surga ada di sana._*

Mereka berkata, Kalimat ini menunjukkan makna taat dan merendah di hadapan seorang ibu. Sebagaimana firman
Allah:
وَاخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحۡمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِىۡ صَغِيۡرًا
*_Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil._*

Maksud ayat adalah teruslah merendah, penuhilah kebutuhannya. jangan sombong di hadapannya. Dengan ini kamu akan menjadi penghuni surga.

Wallahu a'lam
*NASIHAT SINGKAT RAMADHAN*

Wahai saudaraku, apa alasanmu untuk lalai, bermalas-malasan (dalam ibadah) di bulan Ramadhan ini?

Wallahi, Tallahi, wa billahi, tidak ada uzur bagi seseorang di bulan Ramadhan.

Jika dia tidak sukses dengan sholat malam, hendaklah dia berusaha sukses dengan bersedekah.

Jika tidak mampu juga, masih ada pintu TILAWAH (membaca Al Quran).

Jika tidak bisa juga, masih ada pintu DZIKIR.

Jika tidak mampu juga, maka minimal, dia menjaga lisannya dan semua anggota badannya dari segala hal yang bisa mengoyak kehormatan bulan ini dan menggelapkannya.

Wallahi, sungguh akan sangat terlupakan orang yang melalaikannya. Wallahi, sungguh rugi orang yang tidak beruntung padanya. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.

Sesungguhnya di dalam surga terdapat kamar-kamar. Bagian luarnya terlihat dari dalam, dan bagian dalamnya terlihat dari luar. Para shahabat bertanya,"Bagi siapakah diperuntukkan kamar-kamar tersebut wahai Rasulullah?". Beliau bersabda:
*_Bagi orang yang berkata baik, memberi makan, senantiasa berpuasa, dan sholat ketika orang lain tertidur._*

Jangan lewatkan setiap pahala besar yang ada di bulan yang berkah ini. Jangan pernah bisa dilalaikan oleh dunia, sehingga melupakan apa yang ada di sisi ALlah.

(_Syaikh DR. Su'ud Asy Syuraim_)
*APAKAH ALLAH RIDHO KEPADA KITA?*

Mendapatkan ridho Allah merupakan kedudukan yang sangat tinggi, adziimatun jiddan (sangat agung sekali). Dan keridhoan Allah itu dapat digapai dengan:
1) Bitahqiiqi Tauhiid (merealisasikan tauhid)
2) Husni Ittibaa'ir rasul shallallahu 'alaihi wa sallam(mengikuti Nabi Saw dengan baik)
3) Ijtihaadi fii Thoo'atillah (Bersungguh-sungguh menaati Allah)
4)

Dalam artian seseorang harus berjalan di atas jalannya orang-orang yang diridhoi oleh Allah. Sebagaimana firman Allah:
وَالسّٰبِقُوۡنَ الۡاَوَّلُوۡنَ مِنَ الۡمُهٰجِرِيۡنَ وَالۡاَنۡصَارِ وَالَّذِيۡنَ اتَّبَعُوۡهُمۡ بِاِحۡسَانٍ ۙ رَّضِىَ اللّٰهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُوۡا عَنۡهُ وَاَعَدَّ لَهُمۡ جَنّٰتٍ تَجۡرِىۡ تَحۡتَهَا الۡاَنۡهٰرُ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَاۤ اَبَدًا‌ ؕ ذٰ لِكَ الۡـفَوۡزُ الۡعَظِيۡمُ
*_Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung._* (QS. at Taubah:100)

Dan orang-orang yang diridhoi oleh Allah, orang tertingginya adalah para Nabi, kemudian diikuti oleh para shahabat Rasulullah Saw. Jalan mereka adalah: 1) Merealisasikan tauhid dan bersemangat untuk itu.
2) Ta'dziimut tauhid (mengagungkan tauhid)
3) Mahabbatut tauhid (cinta dengan tauhid)
4) Mahabbatul muwahhidiin (mencintai orang-orang yang bertauhid)
5. ats tsanaa-u 'alat tauhiid wa 'alaa ahlih (memuji tauhid dan orang-orang yang bertauhid)
6) Tahqiiqul ittibaa'i lirasuulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (Benar-benar mengikuti Nabi Saw)
7) al Mahabbatush shoodiqoh lirasuulullah wa lisunnatih wa liman yasiiruuna 'alaa sunnatin nabiyyi shallallahu 'alaihi wa sallam (CInta yang jujur kepada Rasulullah Saw, sunnahnya dan orang-orang yang berjalan di atas sunnahnya tersebut.
8) al Hirshu 'alaal 'amalis shoolihi wath thoo'aat (Bersemangat untuk melaksanakan amal shalih dan ketaatan
9) albu'di 'anil ma'aashii wal muharramaat (Jauh dari kemaksiatan dan keharaman.

Apabila seorang hamba melakukan hal ini, maka ia termasuk orang yang berjalan di atas jalan KERIDHOAN. Dan barangsiapa yang berjalan di atas jalan tersebut dengan keikhlasan, ia akan sampai pada tujuannya.

*ALWAHDAH - KONSELOR KELUARGA*
*KISAH MALAIKAT MAUT DAN MURID NABI SULAIMAN*

Di zaman dahulu malaikat mau biasa berubah wujud seperti manusia. Sebagian ahli tafsir menyebutkan kisah Nabi Sulaiman bin Dawud, ketika beliau sedang berada di majelisnya.

Tiba-tiba datanglah seorang manusia yang tidak dikenal. Ia memperhatikan salah seorang hadirin di majelis tersebut. Lalu orang yang diperhatikan tersebut pun merasa takut dengan orang asing tadi.

Dan umat terdahulu ketakutan jika bertemu dengan orang asing. Mereka takut barangkali orang asing tersebut adalah malaikat maut. Karena pada zaman itu malaikat maut biasa menyamar dengan wujud manusia.

Lalu orang tadi yang adalah murid Nabi Sulaiman berkata:
*_Ya Nabi Sulaiman, aku mohon kepadamu untuk memerintahkan angin, agar membawaku ke daerah paling jauh, yaitu Hindia._* Nabi Sulaiman pun berkata:
*_Baik, sesuai permintaanmu._*

Nabi Sulaiman pun memerintahkan permadani angin untuk mengantarkan orang tadi ke daerah Hindia.

Ketika malaikat maut yang menyamar tadi (sebagai orang aisng) hendak pergi, ia berkata kepada Sulaiman:
*_Aku heran dengan laki-laki tadi, aku diperintahkan untuk mencabut nyawanya di negeri Hindia sebentar lagi. Padahal tadi ia berada di sini._*

Subhaanallah. Malaikat maut pun pergi ke negeri Hindia dan mencabut nyawa orang tadi.

(_Dahulu Hindia dianggap sebagai daerah paling jauh_ )

*ALWAHDAH -KONSELOR KELUARGA*
*PERHATIKAN INI WAHAI PEDAGANG DI HARI JUMAT*

*_Ada seseorang bertanya, bagaimanakah hukum jual beli setelah dikumandangkannya azan jumat?_*

*Jawaban*
Dari sisi hukumnya, jual beli ini haram, dan pelakuya berdosa. Karena Allah berfirman:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِذَا نُوۡدِىَ لِلصَّلٰوةِ مِنۡ يَّوۡمِ الۡجُمُعَةِ فَاسۡعَوۡا اِلٰى ذِكۡرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الۡبَيۡعَ‌ ؕ ذٰ لِكُمۡ خَيۡرٌ لَّـكُمۡ اِنۡ كُنۡتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ
*_Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah _JUAL BELI_. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui._* (QS. al Juma'ah:9)

Terjadi perbedaan pendapat fikih terkait hukum jual belinya. Namun para ulama sepakat bahwa pelakunya berdosa, juga bermaksiat kepada Allah dan dia wajib bertaubat.

Adapun terkait akadnya, maka ulama kelompok pertama mengatakan:
*_Akadnya sah karena hukum aal akad adalah sah._*

Ulama kelompok kedua berkata:
*_Akadnya bathil, karena konsekuensi dari larangan adalah rusaknya akad. Sehingga hak kepemilikian barang tidak berpindah secara syariat dalam akad ini._*

Maka yang kami sarankan untuk pedagang ini adalah bersedekah dengan barang yang diperdagangkan ini. Semoga dengan itu ia diampuni.

(_dijawab oleh: Syaikh Sa'ad bin Nashir asy syitsri_ )
TENTANG AZAN

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إذا نُودي بالصلاةِ فُتِّحتْ أبوابُ السماءِ ، و اسْتُجيبَ الدعاءُ
“Apabila adzan dikumandangkan, maka terbukalah pintu-pintu langit dan doa dikabulkan.”
(Shahih Targhib no. 260 dan Shahih Jaami’ no. 818)
أن النبي صل الله عليه و سلم قال
إن الله يرفع بهذا القرٱن أقواما ويخفض به ٱخرين
*_Sesungguhanya dengan al Quran ini Allah meninggikan beberapa kaum dan dengannya merendahkan yang lain._*