*KEUTAMAAN TAQWA*
Kehidupan tidak akan menjadi baik, kecuali dengan bertaqwa kepada Allah.
Allah berfirman:
*_Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan ia beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik._* (QS. an Nahl:97)
Al Muttaquun (orang yang bertaqwa), hatinya tenteram di dunia (Tathmainnu quluubuhum), dengan berdzikir (mengingat) Rabbnya subhanahu wa ta'ala.
*Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram._* (QS. Ar Ra'du:28)
Al Muttaquun selalu Allah jadikan hatinya merasa bahagia dan qona'ah (puas).
Nabi bersabda:
*_Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allah akan menceraiberaikan urusannya. Menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan dunia tidak datang kepadanya kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan Allah atasnya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya. Dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina._* (HR. Ibnu Majah 4105 dan at Tirmidzi 2465)
Kehidupan tidak akan menjadi baik, kecuali dengan bertaqwa kepada Allah.
Allah berfirman:
*_Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan ia beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik._* (QS. an Nahl:97)
Al Muttaquun (orang yang bertaqwa), hatinya tenteram di dunia (Tathmainnu quluubuhum), dengan berdzikir (mengingat) Rabbnya subhanahu wa ta'ala.
*Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram._* (QS. Ar Ra'du:28)
Al Muttaquun selalu Allah jadikan hatinya merasa bahagia dan qona'ah (puas).
Nabi bersabda:
*_Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allah akan menceraiberaikan urusannya. Menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan dunia tidak datang kepadanya kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan Allah atasnya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya. Dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina._* (HR. Ibnu Majah 4105 dan at Tirmidzi 2465)
*TAQWA ADALAH SEBAB DATANGNYA AMPUNAN ALLAH*
Allah berfirman dalam kitabNYA :
*_Wahai orang orang yang beriman jika kalian bertakwa kepada Allah niscaya dia akan memberikan FURQON kepada kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian._* (QS Al-anfal:29)
Ya , sungguh takwa kepada Allah termasuk sebab ampunan Allah
Sebagaimana disebutkan pada ayat ini,
FURQON adalah kemampuan membedakan antara yang benar dan yang salah. Dan mengampuni dosa-dosa kalian, dan menghapus kesalahan kalian. Allah memiliki karunia yang besar
Maksudnya Allahlah yang memberikan karunia kepada sebagian hambaNya untuk berjalan di atas ketaqwaan.
Ketaqwaan adalah sesuatu dalam jiwa yang dapat mendorong seseorang melakukan ketaatan dan menjauhi keburukan .
Takwa ini dapat ditanamkan dalam hati dengan berbagai hal,
1) rasa takut kepada Allah
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah ?!
Padahal kita sering menyaksikan hukumanNYA di atas muka bumi ini baik yang menimpa orang sekitar kita maupun orang sebelum kita.
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah ?! Padahal kita sudah menyaksikan kuasaNya.
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah ?! Padahal besok kita akan berdiri dihadapanNYA lalu akan menghisab semua amal kita.
Kemudian di antara hal yang dapat menanamkan takwa dalam hati adalah,
2) Kita memiliki rasa harap atas karunia dan kebaikanNya.
3) Kita menjadi hamba yang mencintai Allah sebagaimana firman NYA :
*_Adapun orang orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah._* (QS Al-Baqarah:165).
Orang yang mencintai akan patuh pada yang dicintai, sebagaimana kata pepatah
4) perasaan selalu diawasi oleh Allah
Sesungguhnya tidak ada satupun yang tersembunyi dari Allah bahkan Allah mengetahui isi hatimu sebagaimana firmanNYA
“Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kalian, maka takutlah kepada NYA { QS Al-Baqarah:235}
Allah azza Wa jalla juga berfirman “dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada {Ghafir :19}
Allah juga berfirman “Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi “{Thaha:7}
Perasaan merasa selalu diawasi oleh Allah , wahai saudaraku!
Membuat takwa dapat tertanam dalam hatimu maka bersegeralah melakukan ketaatan dan jauhilah segala jenis kemaksiatan dan keburukan sehingga engkau pun termasuk golongan orang yang diampuni Allah.
Semoga Allah mengampuni dosa kalian
Memberkahi kalian, membimbing kalian menuju kebaikan dan menanamkan ketaqwaan dalam hati kalian.
—Syaikh sa’ad Asy syatsri-
Allah berfirman dalam kitabNYA :
*_Wahai orang orang yang beriman jika kalian bertakwa kepada Allah niscaya dia akan memberikan FURQON kepada kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian._* (QS Al-anfal:29)
Ya , sungguh takwa kepada Allah termasuk sebab ampunan Allah
Sebagaimana disebutkan pada ayat ini,
FURQON adalah kemampuan membedakan antara yang benar dan yang salah. Dan mengampuni dosa-dosa kalian, dan menghapus kesalahan kalian. Allah memiliki karunia yang besar
Maksudnya Allahlah yang memberikan karunia kepada sebagian hambaNya untuk berjalan di atas ketaqwaan.
Ketaqwaan adalah sesuatu dalam jiwa yang dapat mendorong seseorang melakukan ketaatan dan menjauhi keburukan .
Takwa ini dapat ditanamkan dalam hati dengan berbagai hal,
1) rasa takut kepada Allah
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah ?!
Padahal kita sering menyaksikan hukumanNYA di atas muka bumi ini baik yang menimpa orang sekitar kita maupun orang sebelum kita.
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah ?! Padahal kita sudah menyaksikan kuasaNya.
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah ?! Padahal besok kita akan berdiri dihadapanNYA lalu akan menghisab semua amal kita.
Kemudian di antara hal yang dapat menanamkan takwa dalam hati adalah,
2) Kita memiliki rasa harap atas karunia dan kebaikanNya.
3) Kita menjadi hamba yang mencintai Allah sebagaimana firman NYA :
*_Adapun orang orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah._* (QS Al-Baqarah:165).
Orang yang mencintai akan patuh pada yang dicintai, sebagaimana kata pepatah
4) perasaan selalu diawasi oleh Allah
Sesungguhnya tidak ada satupun yang tersembunyi dari Allah bahkan Allah mengetahui isi hatimu sebagaimana firmanNYA
“Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kalian, maka takutlah kepada NYA { QS Al-Baqarah:235}
Allah azza Wa jalla juga berfirman “dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada {Ghafir :19}
Allah juga berfirman “Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi “{Thaha:7}
Perasaan merasa selalu diawasi oleh Allah , wahai saudaraku!
Membuat takwa dapat tertanam dalam hatimu maka bersegeralah melakukan ketaatan dan jauhilah segala jenis kemaksiatan dan keburukan sehingga engkau pun termasuk golongan orang yang diampuni Allah.
Semoga Allah mengampuni dosa kalian
Memberkahi kalian, membimbing kalian menuju kebaikan dan menanamkan ketaqwaan dalam hati kalian.
—Syaikh sa’ad Asy syatsri-
*ORANG TERMISKIN DI DUNIA*
Siapakah orang termiskin di dunia? ya benar, orang termiskin di dunia?
Mereka adalah orang yang ketika meninggalkan dunia ini, ia belum merasakan nikmat terlezatnya. Orang termiskin di dunia adalah orang yang ketika meninggalkan dunia ini, ia belum merasakan nikmat terlezatnya.
Seorang bertanya,"Memang ada kenikmatan terlezat di dunia?". Ya, ada. Kenikmatan itu adalah ma'rifatullah, mengenal Allah dengan sebenar-benarnya.
Kenikmatan terbaik di dunia ini adalah betul-betul mengenal Allah. MencintaiNya, merasa nyaman tatkala dekat denganNya dan rindu bertemu denganNya.
Seseorang yang ketika meninggalkan dunia ini, namun ia belum ada rasa cinta, belum mengenal Allah dengan baik dan tidak rindu bertemu dengan Allah, maka sejatinya ia telah meninggalkan dunia ini tanpa pernah merasakan kenikmatan terlezatnya. Dia terlalaikan oleh kelezatan yang fana dari kelezatan ternikmat yang ada dalam kehidupan dunia.
Orang termiskin di dunia adalah orang yang ketika meninggalkan dunia ini, ia belum merasakan nikmat terlezat.
Seseorang bertanya,"Memang ada kenikmatan terlezat di dunia?".
Dijawab,"Ma'rifatullah. Benar-benar mengenal Allah, mencintaiNya, merasa nyaman tatkala dekat denganNya dan rindu bertemu denganNya.
(Risalah Ilaa Ahadi Ikhwanihi 1/31)
Siapakah orang termiskin di dunia? ya benar, orang termiskin di dunia?
Mereka adalah orang yang ketika meninggalkan dunia ini, ia belum merasakan nikmat terlezatnya. Orang termiskin di dunia adalah orang yang ketika meninggalkan dunia ini, ia belum merasakan nikmat terlezatnya.
Seorang bertanya,"Memang ada kenikmatan terlezat di dunia?". Ya, ada. Kenikmatan itu adalah ma'rifatullah, mengenal Allah dengan sebenar-benarnya.
Kenikmatan terbaik di dunia ini adalah betul-betul mengenal Allah. MencintaiNya, merasa nyaman tatkala dekat denganNya dan rindu bertemu denganNya.
Seseorang yang ketika meninggalkan dunia ini, namun ia belum ada rasa cinta, belum mengenal Allah dengan baik dan tidak rindu bertemu dengan Allah, maka sejatinya ia telah meninggalkan dunia ini tanpa pernah merasakan kenikmatan terlezatnya. Dia terlalaikan oleh kelezatan yang fana dari kelezatan ternikmat yang ada dalam kehidupan dunia.
Orang termiskin di dunia adalah orang yang ketika meninggalkan dunia ini, ia belum merasakan nikmat terlezat.
Seseorang bertanya,"Memang ada kenikmatan terlezat di dunia?".
Dijawab,"Ma'rifatullah. Benar-benar mengenal Allah, mencintaiNya, merasa nyaman tatkala dekat denganNya dan rindu bertemu denganNya.
(Risalah Ilaa Ahadi Ikhwanihi 1/31)
*ORANG MISKIN YANG BERSABAR DAN ORANG KAYA YANG BERSYUKUR*
Ada satu hal yang diperselisihkan ulama sejak dahulu, yaitu tentang siapakah yang lebih baik, apakah orang miskin yang bersabar (Alfaqiiru ash shaabir) ataukah orang kaya yang bersyukur (alghoniyyu asy syaakur)?
Ada banyak pendapat, sebagian mengatakan si miskin dan sebagian mengatakan si kaya.
Dari yang diperselisihkan ini, jawabannya hanya ditemukan dari Ibnu Taimiyah oleh syech albani (lihat Majmu' al Fatawa 11/122)
Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling banyak amal shalihnya. Jadi intinya bukan pada kekayaan atau kemiskinan seseorang.
Karena bisa jadi ada orang kaya yang justru hartanya menjadi bencana baginya. Dan bisa jadi ada orang miskin yang kemiskinannya juga menjadi bencana baginya.
Tapi mungkin juga ada orang miskin yang dia bersabar dan menerima takdir Allah. Sehingga tentu dia lebih baik daripada si kaya yang baru saja kita bicarakan. Dan sebaliknya, bisa jadi ada orang kaya yang harta kekayaannya diperoleh dengan cara yang halal, dia juga membelanjakan hartanya dengan cara yang halal pula. Kemudian orang ini juga tidak merusak infaqnya dengan mengungkit-ungkit pemberian dan menyakiti orang yang diberi, sebagaimana yang diperintahkan dalam al Quran al Karim. (Lihat QS. Al Baqarah:264). Maka orang kaya yang seperti ini jauh lebih baik daripada orang-orang miskin yang bersabar, karena manfaatnya jauh lebih besar daripada manfaat orang yang bersabar di atas kemiskinannya.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Ada satu hal yang diperselisihkan ulama sejak dahulu, yaitu tentang siapakah yang lebih baik, apakah orang miskin yang bersabar (Alfaqiiru ash shaabir) ataukah orang kaya yang bersyukur (alghoniyyu asy syaakur)?
Ada banyak pendapat, sebagian mengatakan si miskin dan sebagian mengatakan si kaya.
Dari yang diperselisihkan ini, jawabannya hanya ditemukan dari Ibnu Taimiyah oleh syech albani (lihat Majmu' al Fatawa 11/122)
Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling banyak amal shalihnya. Jadi intinya bukan pada kekayaan atau kemiskinan seseorang.
Karena bisa jadi ada orang kaya yang justru hartanya menjadi bencana baginya. Dan bisa jadi ada orang miskin yang kemiskinannya juga menjadi bencana baginya.
Tapi mungkin juga ada orang miskin yang dia bersabar dan menerima takdir Allah. Sehingga tentu dia lebih baik daripada si kaya yang baru saja kita bicarakan. Dan sebaliknya, bisa jadi ada orang kaya yang harta kekayaannya diperoleh dengan cara yang halal, dia juga membelanjakan hartanya dengan cara yang halal pula. Kemudian orang ini juga tidak merusak infaqnya dengan mengungkit-ungkit pemberian dan menyakiti orang yang diberi, sebagaimana yang diperintahkan dalam al Quran al Karim. (Lihat QS. Al Baqarah:264). Maka orang kaya yang seperti ini jauh lebih baik daripada orang-orang miskin yang bersabar, karena manfaatnya jauh lebih besar daripada manfaat orang yang bersabar di atas kemiskinannya.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*PAKAIAN TERBAIK*
Ibaadallah, bukankah kita perhatian dengan pakaian yang kita pakai? setiap kali pakaian kita cacat, kita ganti yang baru? yang cacat kita ganti dengan yang baru, karena memperhatikan penampilan?.
Tidakkah kita tahu Ibaadallah, bahwa pakaian IMAN lebih mulia dari pakaian luar kita?
يٰبَنِىۡۤ اٰدَمَ قَدۡ اَنۡزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسًا يُّوَارِىۡ سَوۡاٰتِكُمۡ وَرِيۡشًا ؕ وَلِبَاسُ التَّقۡوٰى ۙ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ ؕ ذٰ لِكَ مِنۡ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُوۡنَ
*_Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat._* (QS. al A'raf:26)
Salah satu doa yang diajarkan Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam adalah:
اللهم زَيِّنَّا بِزِيْنَةِ الإِيْمَانِ وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ
*_Ya Allah hiasilah penampilan kami dengan hiasan iman. Jadikan kami pembimbing dan yang terbimbing._* (HR. Nasai 1305).
Wahai Ibaadallah, apakah kita sudah merasa cukup dengan penampilan luar kita? penampilan yang akan sirna dengan wafatnya kita semua?. Tapi kita malah lalai dari perhiasan manusia di dunia yang berlanjut ke alam keabadian setelah kematian, yaitu perhiasan IMAN?
Ibaadallah, bukankah kita perhatian dengan pakaian yang kita pakai? setiap kali pakaian kita cacat, kita ganti yang baru? yang cacat kita ganti dengan yang baru, karena memperhatikan penampilan?.
Tidakkah kita tahu Ibaadallah, bahwa pakaian IMAN lebih mulia dari pakaian luar kita?
يٰبَنِىۡۤ اٰدَمَ قَدۡ اَنۡزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسًا يُّوَارِىۡ سَوۡاٰتِكُمۡ وَرِيۡشًا ؕ وَلِبَاسُ التَّقۡوٰى ۙ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ ؕ ذٰ لِكَ مِنۡ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُوۡنَ
*_Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat._* (QS. al A'raf:26)
Salah satu doa yang diajarkan Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam adalah:
اللهم زَيِّنَّا بِزِيْنَةِ الإِيْمَانِ وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ
*_Ya Allah hiasilah penampilan kami dengan hiasan iman. Jadikan kami pembimbing dan yang terbimbing._* (HR. Nasai 1305).
Wahai Ibaadallah, apakah kita sudah merasa cukup dengan penampilan luar kita? penampilan yang akan sirna dengan wafatnya kita semua?. Tapi kita malah lalai dari perhiasan manusia di dunia yang berlanjut ke alam keabadian setelah kematian, yaitu perhiasan IMAN?
*DUNIA TIDAK AKAN SEMPIT BAGI ORANG YANG BERTAQWA*
ALlah akan melenyapkan kesusahan dari orang-orang yang bertaqwa.
*_Barangsiapa bertaqwa, niscaya Allah anugerahkan jalan keluarga dan rezeki dari jalan yang tidak disangka. (QS. at Thalaq:2-3)
Barangsiapa bertaqwa, maka Allah akan membukakan baginya jalan keluar dari berbagai kesusahan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Ini adalah karunia besar yang Allah berikan kepada orang-orang yang bertaqwa. Dunia tidak akan terasa sempit bagi orang yang bertaqwa. Orang yang bertaqwa, Allah anugerahkan rasa syukur di waktu senang, dan rasa sabar di waktu susah. Sehingga semua kondisinya adalah baik dan ia tidak merasa sengsara sama sekali.
Nabi bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ المُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ
إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له
إن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له
*_Perkara orang mukmin itu sangat mengagumkan. Sungguh semua kondisinya mendatangkan kebaikan. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya. Sebaliknya jika ia tertimpa musibah, ia bersabar dan sabr itu baik baginya._* (HR. Muslim 2999)
Allah memberikan taufik kepada orang-orang yang bertaqwa untuk melakukan semua yang diridhoiNya ketika menghadapi ujian (musibah). Allah memberikan taufik kepada mereka untuk bersabar.
Pertama, mereka menyadari bahwa Dzat yang mengujinya ialah Allah, yang mana:
لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفۡعَلُ وَهُمۡ يُسْأَلُونَ
*_Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuatNya tetapi merekalah yang akan ditanyai._*. (QS. al Anbiya:23)
Kedua, mereka menyadari bahwa mereka adalah hamba milik Allah, dan Allah berhak melakukan apapun yang Dia kehendaki kepada hambaNya.
Ketiga, mereka menyadari bahwa Dzat yang menurunkan ujian tersebut adalah Allah, yang telah memberikan semua kenikmatan. Jika Allah menurunkan sebuah ujian, maka Allahlah yang telah mencurahkan pemberian berlimpah dan kenikmatan yang banyak. NikmatNya kepada hambaNya berturut-turut tanpa terputus sedikitpun.
Jika seseorang merenungkan nikmat-nikmat tersebut, maka pedihnya ujian akan benar-benar tertutupi oleh banyaknya kenikmatan.
Keempat, Allah memberikan taufik kepada mereka untuk menyadari bahwa ujian tidaklah menimpa mereka kecuali pasti mengandung hikmah. Allah hanya menurunkan ujian demi hikmah yang besar dan kebaikan yang banyak. Oleh karena itu, mereka tidak sengsara ketika tertimpa ujian dan tidak sombong dengan sebuah nikmat. Akan tetapi mereka tawadhu dan merendah kepada Allah. Mereka bersyukur kepada Allah di saat lapang dan bersabar di saat sempit.
Allah menyatukan antara ilmu, amal dan sabar pada diri orang-orang yang bertaqwa sehingga mereka menjadi orang-orang yang beruntung. Hal ini sebagaimana firman Allah:
*_Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shalih, saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran._* (QS. al Ashr:1-3)
*AlWahdah - Konselor Keluarga*
ALlah akan melenyapkan kesusahan dari orang-orang yang bertaqwa.
*_Barangsiapa bertaqwa, niscaya Allah anugerahkan jalan keluarga dan rezeki dari jalan yang tidak disangka. (QS. at Thalaq:2-3)
Barangsiapa bertaqwa, maka Allah akan membukakan baginya jalan keluar dari berbagai kesusahan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Ini adalah karunia besar yang Allah berikan kepada orang-orang yang bertaqwa. Dunia tidak akan terasa sempit bagi orang yang bertaqwa. Orang yang bertaqwa, Allah anugerahkan rasa syukur di waktu senang, dan rasa sabar di waktu susah. Sehingga semua kondisinya adalah baik dan ia tidak merasa sengsara sama sekali.
Nabi bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ المُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ
إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له
إن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له
*_Perkara orang mukmin itu sangat mengagumkan. Sungguh semua kondisinya mendatangkan kebaikan. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya. Sebaliknya jika ia tertimpa musibah, ia bersabar dan sabr itu baik baginya._* (HR. Muslim 2999)
Allah memberikan taufik kepada orang-orang yang bertaqwa untuk melakukan semua yang diridhoiNya ketika menghadapi ujian (musibah). Allah memberikan taufik kepada mereka untuk bersabar.
Pertama, mereka menyadari bahwa Dzat yang mengujinya ialah Allah, yang mana:
لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفۡعَلُ وَهُمۡ يُسْأَلُونَ
*_Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuatNya tetapi merekalah yang akan ditanyai._*. (QS. al Anbiya:23)
Kedua, mereka menyadari bahwa mereka adalah hamba milik Allah, dan Allah berhak melakukan apapun yang Dia kehendaki kepada hambaNya.
Ketiga, mereka menyadari bahwa Dzat yang menurunkan ujian tersebut adalah Allah, yang telah memberikan semua kenikmatan. Jika Allah menurunkan sebuah ujian, maka Allahlah yang telah mencurahkan pemberian berlimpah dan kenikmatan yang banyak. NikmatNya kepada hambaNya berturut-turut tanpa terputus sedikitpun.
Jika seseorang merenungkan nikmat-nikmat tersebut, maka pedihnya ujian akan benar-benar tertutupi oleh banyaknya kenikmatan.
Keempat, Allah memberikan taufik kepada mereka untuk menyadari bahwa ujian tidaklah menimpa mereka kecuali pasti mengandung hikmah. Allah hanya menurunkan ujian demi hikmah yang besar dan kebaikan yang banyak. Oleh karena itu, mereka tidak sengsara ketika tertimpa ujian dan tidak sombong dengan sebuah nikmat. Akan tetapi mereka tawadhu dan merendah kepada Allah. Mereka bersyukur kepada Allah di saat lapang dan bersabar di saat sempit.
Allah menyatukan antara ilmu, amal dan sabar pada diri orang-orang yang bertaqwa sehingga mereka menjadi orang-orang yang beruntung. Hal ini sebagaimana firman Allah:
*_Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shalih, saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran._* (QS. al Ashr:1-3)
*AlWahdah - Konselor Keluarga*
*BAHAGIA DAN MUDAH REZEKI DENGAN TAQWA*
Kunci rizki adalah TAQWA. Para ulama berkata:
*_Apabila engkau ingin rizki, bertaqwalah. Apabila engkau ingin keberkahan rizki, bertaqwalah. Apabila engkau ingin rizki yang terus mengalir, bertaqwalah. Taqwa adalah kunci rizki._*
Oleh karena itu telah datang dalam sebuah hadits bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
*_Siapa yang dunia menjadi tujuan utamanya, maka Allah akan cerai-beraikan urusannya, dan akan Allah jadikan kemiskinan selalu berada dipelopak matanya. Duniapun, tidak akan datang kepadanya kecuali apa yang telah Allah tetapkan._*
*_Dan siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, Allah akan menyatukan urusannya, kekayaan akan dijadikan di dalam hatinya, dan duniapun akan datang kepadanya dengan hina._*
Orang yang tidak bertaqwa, lebih mengedepankan dunia atas akhirat, menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, dan yang halal adalah semua yang bisa masuk saku bajunya, maka Allah akan cerai-beraikan urusannya.
Hatinya akan bercabang, wahai saudaraku, selamanya ia tidak akan bahagia. Allah akan cerai beraikan urusannya.
Apabila Allah telah mencerai beraikan hatinya, siapa lagi yang dapat menyatukannya?
Oleh karena itu, kita dapati ada orang-orang kafir yang super kaya bunuh diri. Sebagian mereka bunuh diri. Karena Allah telah mencerai beraikan hatinya. Telah menjadikan kemiskinan di kelopak matanya.
Ketika dia melihat, apa yang terlihat? ia melihat kemiskinan, walaupun gudangnya penuh harta benda, ia tetap aka nmelihat kemiskinan. Setiap melihat, hanya kemiskinan yang terlihat. Tidak pernah puasa dengan harta, karena ia melihat dirinya selalu miskin. Rakus harta, lelah mengumpulkan harta, lalu ia tidak mendapatkan manfaat dari hartanya.
Dan dunia tidak akan datang kecuali apa yang telah Allah tetapkan. Semaksimal apapun yang ia usahakan.
Rizki itu seperti kematian, tidak akan berkurang maupun bertambah sedikitpun. Allah telah menetapkan rizki kita sebagaimana kematian kita.
Syaikh Athiyyah berkata:
*_Telah bercerita kepadaku seorang yang terpercaya, ada seorang yang jatuh ke sumur. Maka datanglah orang-orang mengeluarkannya. Dan ternyata ia tidak kenapa-napa. Maka ia diberi segelas susu, lalu meminumnya. Subhaanallah, setelah minum, salah seorang bertanya kepadanya, bagaimana ceritanya kamu bisa jatuh ke dalam sumur? Orang ini menjawab,"Tadi aku berdiri di sini kemudian aku seperti ini", maka ia pun terjatuh lagi, akhirnya ia pun mati.
Masih ada segelas susu rizkinya dan ia keluar dari sumur untuk itu. Dan waktu yang sesaat itu ia keluar dari kematian untuk menyempurnakan bagian rizkinya. Ketika sudah sempurna rizkinya, ia pun mati.
Maka rizki itu seperti kematian. Dan barangsiapa akhirat sebagai tujuan hidupnya, inilah visi orang bertaqwa. Kehidupan akhirat baginya harus dikedepankan atas segala sesuatu. Maka Allah akan mengumpulkan urusannya. Sehingga tenang hatinya. Allah mengumpulkan hatinya sehingga hatinya tenang. Tidak tercera berai.
Dan Allah akan jadikan rasa kaya dalam hatinya. Sehingga ia akan menjadi orang yang banyak bersyukur. Setiap kali ada rizki, ia ucapkan *ALhamdulillah*. Ia akan mensyukuri nikmat Allah. Memenuhi kewajiban-kewajiban hartanya. Ia tetap bersedekah. Dan hartanya pun terus bertambah.
Sehingga ia adalah orang yang banyak bersyukur, Allah jadikan kekayaan dalam hatinya. Dunia pun tidak akan lari gara-gara taqwa.
*AlWahdah - Konselor Keluarga*
Kunci rizki adalah TAQWA. Para ulama berkata:
*_Apabila engkau ingin rizki, bertaqwalah. Apabila engkau ingin keberkahan rizki, bertaqwalah. Apabila engkau ingin rizki yang terus mengalir, bertaqwalah. Taqwa adalah kunci rizki._*
Oleh karena itu telah datang dalam sebuah hadits bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
*_Siapa yang dunia menjadi tujuan utamanya, maka Allah akan cerai-beraikan urusannya, dan akan Allah jadikan kemiskinan selalu berada dipelopak matanya. Duniapun, tidak akan datang kepadanya kecuali apa yang telah Allah tetapkan._*
*_Dan siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, Allah akan menyatukan urusannya, kekayaan akan dijadikan di dalam hatinya, dan duniapun akan datang kepadanya dengan hina._*
Orang yang tidak bertaqwa, lebih mengedepankan dunia atas akhirat, menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, dan yang halal adalah semua yang bisa masuk saku bajunya, maka Allah akan cerai-beraikan urusannya.
Hatinya akan bercabang, wahai saudaraku, selamanya ia tidak akan bahagia. Allah akan cerai beraikan urusannya.
Apabila Allah telah mencerai beraikan hatinya, siapa lagi yang dapat menyatukannya?
Oleh karena itu, kita dapati ada orang-orang kafir yang super kaya bunuh diri. Sebagian mereka bunuh diri. Karena Allah telah mencerai beraikan hatinya. Telah menjadikan kemiskinan di kelopak matanya.
Ketika dia melihat, apa yang terlihat? ia melihat kemiskinan, walaupun gudangnya penuh harta benda, ia tetap aka nmelihat kemiskinan. Setiap melihat, hanya kemiskinan yang terlihat. Tidak pernah puasa dengan harta, karena ia melihat dirinya selalu miskin. Rakus harta, lelah mengumpulkan harta, lalu ia tidak mendapatkan manfaat dari hartanya.
Dan dunia tidak akan datang kecuali apa yang telah Allah tetapkan. Semaksimal apapun yang ia usahakan.
Rizki itu seperti kematian, tidak akan berkurang maupun bertambah sedikitpun. Allah telah menetapkan rizki kita sebagaimana kematian kita.
Syaikh Athiyyah berkata:
*_Telah bercerita kepadaku seorang yang terpercaya, ada seorang yang jatuh ke sumur. Maka datanglah orang-orang mengeluarkannya. Dan ternyata ia tidak kenapa-napa. Maka ia diberi segelas susu, lalu meminumnya. Subhaanallah, setelah minum, salah seorang bertanya kepadanya, bagaimana ceritanya kamu bisa jatuh ke dalam sumur? Orang ini menjawab,"Tadi aku berdiri di sini kemudian aku seperti ini", maka ia pun terjatuh lagi, akhirnya ia pun mati.
Masih ada segelas susu rizkinya dan ia keluar dari sumur untuk itu. Dan waktu yang sesaat itu ia keluar dari kematian untuk menyempurnakan bagian rizkinya. Ketika sudah sempurna rizkinya, ia pun mati.
Maka rizki itu seperti kematian. Dan barangsiapa akhirat sebagai tujuan hidupnya, inilah visi orang bertaqwa. Kehidupan akhirat baginya harus dikedepankan atas segala sesuatu. Maka Allah akan mengumpulkan urusannya. Sehingga tenang hatinya. Allah mengumpulkan hatinya sehingga hatinya tenang. Tidak tercera berai.
Dan Allah akan jadikan rasa kaya dalam hatinya. Sehingga ia akan menjadi orang yang banyak bersyukur. Setiap kali ada rizki, ia ucapkan *ALhamdulillah*. Ia akan mensyukuri nikmat Allah. Memenuhi kewajiban-kewajiban hartanya. Ia tetap bersedekah. Dan hartanya pun terus bertambah.
Sehingga ia adalah orang yang banyak bersyukur, Allah jadikan kekayaan dalam hatinya. Dunia pun tidak akan lari gara-gara taqwa.
*AlWahdah - Konselor Keluarga*
*MUNGKIN INI PENYEBABNYA*
Nabi bersabda:
لا تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ مَقَابِرَ إن الشيطان يَفِرُّ مَِن البَيْتِ الذي تَقْرَأُ فيه سوْرة البقرةِ
*_Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat al Baqarah di dalamnya._*. (HR. Muslim 780)
Nabi melarang menjadikan rumah seperti kuburan.
Hadits ini menganjurkan untuk membaca al Quran di rumah.
Sebagian orang hanya membaca Quran di masjid, tidak pernah membacanya di rumah. Ia melewatkan pahala membaca Quran di dalan rumahnya. Dana banyak kebaikan yang hilang dari rumahnya. Sehingga masuklah keburukan dan syaithan. Banyak muncul masalah di dalam rumah.
Banyak yang mengeluh dan mengadu bahwa rumahnya penuh dengan masalah. Bisa jadi penyebabnya adalah karena penghuni rumah tidak membaca Quran di dalam rumahnya.
AlWahdah - Konselor Keluarga*
Nabi bersabda:
لا تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ مَقَابِرَ إن الشيطان يَفِرُّ مَِن البَيْتِ الذي تَقْرَأُ فيه سوْرة البقرةِ
*_Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat al Baqarah di dalamnya._*. (HR. Muslim 780)
Nabi melarang menjadikan rumah seperti kuburan.
Hadits ini menganjurkan untuk membaca al Quran di rumah.
Sebagian orang hanya membaca Quran di masjid, tidak pernah membacanya di rumah. Ia melewatkan pahala membaca Quran di dalan rumahnya. Dana banyak kebaikan yang hilang dari rumahnya. Sehingga masuklah keburukan dan syaithan. Banyak muncul masalah di dalam rumah.
Banyak yang mengeluh dan mengadu bahwa rumahnya penuh dengan masalah. Bisa jadi penyebabnya adalah karena penghuni rumah tidak membaca Quran di dalam rumahnya.
AlWahdah - Konselor Keluarga*
*MADRASAH SEUMUR HIDUP*
Ramadhan adalah madrasah seumur hidup. Madrasah untuk melatih diri seorang hamba dalam:
1) Tho'atillah (dalam ketaatan)
2) Ibaadatillah (ibadah)
3) Amal shalih
Jika seseorang diberikan taufik untuk bisa memaksimalkan kesempatan di bulan Ramadhan, ia akan membawa predikat TAQWA. Ia akan membawa taqwa sepanjang tahun, sampai datangnya Ramadhan berikutnya. Lalu ia berusaha lagi mengumpulkan keberkahan dan pahala di Ramadhan berikutnya. Ia latih dirinya untuk mendapatkan bekal taqwa. Sehingga setiap tahunnya ia selalu memperoleh kebaikan.
OLeh karenanya, kesempatan bisa berjumpa dengan Ramadhan merupakan sebuah kenikmatan yang luar biasa. Betapa banyak orang yang merasa bisa bertemu dengan Ramadhan tahun ini, tapi ternyata sehari atau dua hari menjelang Ramadhan kematian lebih dahulu mendatanginya. Bahkan bisa jadi ia merasa masih bisa bertemu dengan Ramadhan pada tahun-tahun berikutnya.
Karena Ramadhan ini adalah stasiun perhentian untuk mengisi bekal ketaqwaan. Jangan lewatkan kesempatan ini. karena kesempatan tidak datang dua kali. Orang yang cerdas akan mengambil peluang emas ini dan memanfaatkannya semaksimal mungkin.
Kalau kita membaca kisah para ulama dahulu, para shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka, kita akan takjub dengan kisah mereka di bulan Ramadhan. Bagaimana mereka mengurangi kesibukan mereka, lalu fokus untuk membaca al Quran, bersedekah dan berdzikir. Menghabiskan waktu di masjid dan amalan luar biasa lainnya. Mereka maksimalkan kesempatan Ramadhan untuk lebih banyak lagi beramal dan beramal.
Oleh karena itu, seorang muslim semestinya memperbaiki dirinya di setiap kesempatan. Terutama di bulan Ramadhan. Ia maksimalkan setiap detik dan kesempatan di bulan Ramadhan untuk memperbanyak amal shalih.
Ramadhan adalah madrasah seumur hidup. Madrasah untuk melatih diri seorang hamba dalam:
1) Tho'atillah (dalam ketaatan)
2) Ibaadatillah (ibadah)
3) Amal shalih
Jika seseorang diberikan taufik untuk bisa memaksimalkan kesempatan di bulan Ramadhan, ia akan membawa predikat TAQWA. Ia akan membawa taqwa sepanjang tahun, sampai datangnya Ramadhan berikutnya. Lalu ia berusaha lagi mengumpulkan keberkahan dan pahala di Ramadhan berikutnya. Ia latih dirinya untuk mendapatkan bekal taqwa. Sehingga setiap tahunnya ia selalu memperoleh kebaikan.
OLeh karenanya, kesempatan bisa berjumpa dengan Ramadhan merupakan sebuah kenikmatan yang luar biasa. Betapa banyak orang yang merasa bisa bertemu dengan Ramadhan tahun ini, tapi ternyata sehari atau dua hari menjelang Ramadhan kematian lebih dahulu mendatanginya. Bahkan bisa jadi ia merasa masih bisa bertemu dengan Ramadhan pada tahun-tahun berikutnya.
Karena Ramadhan ini adalah stasiun perhentian untuk mengisi bekal ketaqwaan. Jangan lewatkan kesempatan ini. karena kesempatan tidak datang dua kali. Orang yang cerdas akan mengambil peluang emas ini dan memanfaatkannya semaksimal mungkin.
Kalau kita membaca kisah para ulama dahulu, para shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka, kita akan takjub dengan kisah mereka di bulan Ramadhan. Bagaimana mereka mengurangi kesibukan mereka, lalu fokus untuk membaca al Quran, bersedekah dan berdzikir. Menghabiskan waktu di masjid dan amalan luar biasa lainnya. Mereka maksimalkan kesempatan Ramadhan untuk lebih banyak lagi beramal dan beramal.
Oleh karena itu, seorang muslim semestinya memperbaiki dirinya di setiap kesempatan. Terutama di bulan Ramadhan. Ia maksimalkan setiap detik dan kesempatan di bulan Ramadhan untuk memperbanyak amal shalih.
*PERTANYAAN*
Saya pernah tidak puasa dengan sengaja di bulan Ramadhan, saya tidak punya udzur. Dulu saya adalah orang yang meremehkan perkara agama. Sekarang saya sudah bertaubat, apakah saya wajib mengqodho hari saya tidak puasa itu?
*JAWABAN*
Ya, anda wajib mengqodho hari yang anda tidak puasa itu. Jika itu terjadi pada Ramadhan yang telah lama, maka selain qodho, anda juga harus membayar fidyah sebagai kafarah keterlambatan. Adapun jika ini di Ramadhan yang baru saja, maka anda hanya wajib qodho saja.
(Dijawab oleh: Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan)
Saya pernah tidak puasa dengan sengaja di bulan Ramadhan, saya tidak punya udzur. Dulu saya adalah orang yang meremehkan perkara agama. Sekarang saya sudah bertaubat, apakah saya wajib mengqodho hari saya tidak puasa itu?
*JAWABAN*
Ya, anda wajib mengqodho hari yang anda tidak puasa itu. Jika itu terjadi pada Ramadhan yang telah lama, maka selain qodho, anda juga harus membayar fidyah sebagai kafarah keterlambatan. Adapun jika ini di Ramadhan yang baru saja, maka anda hanya wajib qodho saja.
(Dijawab oleh: Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan)
*OBAT HASAD, IRI DAN DENGKI*
Saudaraku, apabila engkau melihat seseorang dilebihkan nikmatnya oleh Allah, berusahalah untuk menjadi sepertinya. Jangan benci karunia Allah untuknya. Berdoalah:
اللهم زِدْهُ مِنْ فَضْلِكَ وَاَعْطِنِي اَفْضَلَ مِنْهُ
*_Ya Allah tambahkan karuniaMu untuknya dan karuniakan untukku yang lebih baik darinya._*
Karena Allah berfirman:
وَلَا تَتَمَنَّوۡا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعۡضَكُمۡ عَلٰى بَعۡضٍ ؕ لِلرِّجَالِ نَصِيۡبٌ مِّمَّا اكۡتَسَبُوۡا ؕ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيۡبٌ مِّمَّا اكۡتَسَبۡنَ ؕ وَسۡئَـلُوا اللّٰهَ مِنۡ فَضۡلِهٖ ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيۡمًا
*_Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu._* (QS. an Nisa:32)
Serial Ramadhan by:
*AlWahdah - Konselor Keluarga*
Saudaraku, apabila engkau melihat seseorang dilebihkan nikmatnya oleh Allah, berusahalah untuk menjadi sepertinya. Jangan benci karunia Allah untuknya. Berdoalah:
اللهم زِدْهُ مِنْ فَضْلِكَ وَاَعْطِنِي اَفْضَلَ مِنْهُ
*_Ya Allah tambahkan karuniaMu untuknya dan karuniakan untukku yang lebih baik darinya._*
Karena Allah berfirman:
وَلَا تَتَمَنَّوۡا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعۡضَكُمۡ عَلٰى بَعۡضٍ ؕ لِلرِّجَالِ نَصِيۡبٌ مِّمَّا اكۡتَسَبُوۡا ؕ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيۡبٌ مِّمَّا اكۡتَسَبۡنَ ؕ وَسۡئَـلُوا اللّٰهَ مِنۡ فَضۡلِهٖ ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيۡمًا
*_Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu._* (QS. an Nisa:32)
Serial Ramadhan by:
*AlWahdah - Konselor Keluarga*
*3 AMALAN HATI YANG HARUS HADIR SAAT IBADAH*
Ada 3 perasaan hati yang harus ada saat ibadah:
1) al Mahabbah
2) ar Rojaa
3) al Khauf
Tiga perasaan ini harus ada setiap kali kita beribadah. Saat sholat, cinta Allah, berharap pahalaNya dan takut siksaNya. Semua ibadah harus dihadiri 3 perasaan ini, cinta, harap dan takut.
Tiga perasaan ini terkumpul dalam 1 ayat firma Allah:
اُولٰۤٮِٕكَ الَّذِيۡنَ يَدۡعُوۡنَ يَبۡتَغُوۡنَ اِلٰى رَبِّهِمُ الۡوَسِيۡلَةَ اَيُّهُمۡ اَقۡرَبُ وَيَرۡجُوۡنَ رَحۡمَتَهٗ وَيَخَافُوۡنَ عَذَابَهٗؕ اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحۡذُوۡرًا
*_Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti._*
Bahkan 3 perasaan ini juga terkumpul dalam al Fatihah. Dalam ayat:
*_Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam._* (ada rasa cinta.
Dalam ayat:
*_Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang._*. (ada rasa harap)
Dalam ayat:
*_Yang Menguasai Hari Pembalasan._* (ada rasa takut)
Dengan 3 perasaan ini kita berkata:
*_Hanya kepadaMu (Ya Allah) aku beribadah kepadaMu karena:
1)Cinta, sebagaimana dalam ayat *Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.*
2)Karena rasa harap, sebagaimana dalam ayat *Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang*.
3) Karena rasa takut, sebagaimana dalam ayat Yang Menguasai Hari Pembalasan*.
Ada 3 perasaan hati yang harus ada saat ibadah:
1) al Mahabbah
2) ar Rojaa
3) al Khauf
Tiga perasaan ini harus ada setiap kali kita beribadah. Saat sholat, cinta Allah, berharap pahalaNya dan takut siksaNya. Semua ibadah harus dihadiri 3 perasaan ini, cinta, harap dan takut.
Tiga perasaan ini terkumpul dalam 1 ayat firma Allah:
اُولٰۤٮِٕكَ الَّذِيۡنَ يَدۡعُوۡنَ يَبۡتَغُوۡنَ اِلٰى رَبِّهِمُ الۡوَسِيۡلَةَ اَيُّهُمۡ اَقۡرَبُ وَيَرۡجُوۡنَ رَحۡمَتَهٗ وَيَخَافُوۡنَ عَذَابَهٗؕ اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحۡذُوۡرًا
*_Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti._*
Bahkan 3 perasaan ini juga terkumpul dalam al Fatihah. Dalam ayat:
*_Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam._* (ada rasa cinta.
Dalam ayat:
*_Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang._*. (ada rasa harap)
Dalam ayat:
*_Yang Menguasai Hari Pembalasan._* (ada rasa takut)
Dengan 3 perasaan ini kita berkata:
*_Hanya kepadaMu (Ya Allah) aku beribadah kepadaMu karena:
1)Cinta, sebagaimana dalam ayat *Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.*
2)Karena rasa harap, sebagaimana dalam ayat *Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang*.
3) Karena rasa takut, sebagaimana dalam ayat Yang Menguasai Hari Pembalasan*.
*DOA MINTA HATI KHUSYU'*
اللهم إني أعوذ بك من قلب لا يخشع
اللهم إني أسألك قلبا خاشعا
اللهم أَكْسِرْ قلوبنا بين يديك ورُدَّنَا إليك
اللهم ارزقنا خُشُوعَ الخَا شِعِيْنَ وَإِخْبَتَ المُخْبِتِيْنَ
اللهم اقْطَعْ عَنَّا دَابِرَالشَّيَاطِيْنَ اللهم اقطع عنا وسَاوِسَهُمْ وخَطَرَاتُهُمْ المُرْدِيَةَ وَوَسَاوِسَهُمْ المُهْلِكَة إِلٰهَ الأَوَّلِيْنَ والأٰخِرِيْنَ
Ya Allah hamba berlindung kepadaMu dari hati yang tidak khusyu'
Ya Allah hamba meminta kepadaMu agar diberikan hati yang khusyu'
*_Ya Allah, tundukkan hati kami di hadapanMu dan palingkan jiwa kami hanya kepadaMu.
*_Ya Allah karuniakan kepada kami kekhusyu'an orang-orang yang khusyu'.
Ya Allah Ilaahal awwaliin wal aakhiriin, lindungilah kami dari godaan syaithan yang membinasakan
اللهم إني أعوذ بك من قلب لا يخشع
اللهم إني أسألك قلبا خاشعا
اللهم أَكْسِرْ قلوبنا بين يديك ورُدَّنَا إليك
اللهم ارزقنا خُشُوعَ الخَا شِعِيْنَ وَإِخْبَتَ المُخْبِتِيْنَ
اللهم اقْطَعْ عَنَّا دَابِرَالشَّيَاطِيْنَ اللهم اقطع عنا وسَاوِسَهُمْ وخَطَرَاتُهُمْ المُرْدِيَةَ وَوَسَاوِسَهُمْ المُهْلِكَة إِلٰهَ الأَوَّلِيْنَ والأٰخِرِيْنَ
Ya Allah hamba berlindung kepadaMu dari hati yang tidak khusyu'
Ya Allah hamba meminta kepadaMu agar diberikan hati yang khusyu'
*_Ya Allah, tundukkan hati kami di hadapanMu dan palingkan jiwa kami hanya kepadaMu.
*_Ya Allah karuniakan kepada kami kekhusyu'an orang-orang yang khusyu'.
Ya Allah Ilaahal awwaliin wal aakhiriin, lindungilah kami dari godaan syaithan yang membinasakan
DOA AKHIR SHOLAT WITIR
Syaikh Mishary Rasyid Alafasy
اللهم فَرِّجْ هَمَّ المَهْمُوْمِيْنَ
ونَفِّسْ كَرْبَ المَكْرُوبِيْنَ
واقْضِ الدَّيْنَ عن المَدِيْنِيْنَ
واشْفِ مَرْضانا ومَرْضَ المُسْلِمِيْنَ
اللهم اشْفِ مَرْضانا ومَرْضَ المُسْلِمِيْنَ
اللهم اغفر لجميع موتى المسلمين
الذين شَهِدُو لك بِالوَحْدَانِيَّةِ
ولِنَبِيِّكً بالرِّسَالَةِ
ومَاتُوا على ذلك
اللهم اغفرلهم وارحمهم
وعافهم واعف عنهم
وأكرم نزلهم
ووسع مدخلهم
واغسلهم بالماء والثلج والبرد
ونقهم من الذنوب و الخطايا كما ينق الثوب الأبيض من الدنس وارحمنا اللهم برحمتك إذا صرنا إلى ما صا روا إليه
تحت الجنادل والتراب واحدنا
اللهم إنا نسألك موجبات رحمتك
وعزاءم مغفرتك
والغنيمة من كل بر
والسلامة من كل إثم
والفوز بالجنة والنجات من النار
اللهم أعتق رقابنا من النار
اللهم نعوذبك برضاك من سخطك
وبمعافاتك من عقوبتك
وبك منك لا نحصي ثناء عليك ولو حرصنا
أنت كما أثنيت على نفسك
وصل اللهم على نبينا محمد و على أله وصحبه أجمعين
Ya Allah hilangkanlah kerisauan mereka yang dirundung gundah
Dan tolonglah kesusahan mereka yang kesulitan
Dan tuntaskanlah hutang mereka yang dililit hutang
Dan sembuhkanlah yang sakit dari kami dan dari kaum muslimin
yang telah bersaksi atas keesaanMu
Dan kerasulan NabiMu (Muhammad)
Dan mereka meninggal dalam keadaan demikian
Ya Allah ampunilah dan rahmatilah mereka
Maafkan semua kesalahan mereka
Muliakan tempat tinggalnya
Luaskan kediamannya
Sucikan mereka dengan air salju dan embun
Bersihkan mereka dari berbagai dosa dan kesalahan sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran
Ya Allah rahmatilah kami apabila kami telah menyusul mereka
Di bawah pembaringan dan tanah ketika kami seorang diri
Ya Allah kami memohon kepadaMu berbagai penyebab turunnya rahmatMu
Tekad dan kekuatan untuk meniti ampunanMu
Limpahan segala kebaikan
Keselamatan dari segala dosa
Kemenangan meraih surga dan keselamatan dari azab neraka
Ya Allah bebaskanlah diri kami dari api neraka
Ya Allah kami berlindung kepadaMu dengan ridhoMu dari kemurkaanMu
dan dengan keselamatanMu dari hukumanMu
Dan denganMu dari diriMu, walaupun kami berusaha, kami tidak akan sanggup menghitung pujian bagiMu.
KeagunganMu hanya dapat diungkapkan dengan pujianMu kepada diriMu sendiri
Ya Allah, curahkan sholawat atas Nabi kami Muhammad, keluarganya dan kepada para shahabatnya seluruhnya.
Syaikh Mishary Rasyid Alafasy
اللهم فَرِّجْ هَمَّ المَهْمُوْمِيْنَ
ونَفِّسْ كَرْبَ المَكْرُوبِيْنَ
واقْضِ الدَّيْنَ عن المَدِيْنِيْنَ
واشْفِ مَرْضانا ومَرْضَ المُسْلِمِيْنَ
اللهم اشْفِ مَرْضانا ومَرْضَ المُسْلِمِيْنَ
اللهم اغفر لجميع موتى المسلمين
الذين شَهِدُو لك بِالوَحْدَانِيَّةِ
ولِنَبِيِّكً بالرِّسَالَةِ
ومَاتُوا على ذلك
اللهم اغفرلهم وارحمهم
وعافهم واعف عنهم
وأكرم نزلهم
ووسع مدخلهم
واغسلهم بالماء والثلج والبرد
ونقهم من الذنوب و الخطايا كما ينق الثوب الأبيض من الدنس وارحمنا اللهم برحمتك إذا صرنا إلى ما صا روا إليه
تحت الجنادل والتراب واحدنا
اللهم إنا نسألك موجبات رحمتك
وعزاءم مغفرتك
والغنيمة من كل بر
والسلامة من كل إثم
والفوز بالجنة والنجات من النار
اللهم أعتق رقابنا من النار
اللهم نعوذبك برضاك من سخطك
وبمعافاتك من عقوبتك
وبك منك لا نحصي ثناء عليك ولو حرصنا
أنت كما أثنيت على نفسك
وصل اللهم على نبينا محمد و على أله وصحبه أجمعين
Ya Allah hilangkanlah kerisauan mereka yang dirundung gundah
Dan tolonglah kesusahan mereka yang kesulitan
Dan tuntaskanlah hutang mereka yang dililit hutang
Dan sembuhkanlah yang sakit dari kami dan dari kaum muslimin
yang telah bersaksi atas keesaanMu
Dan kerasulan NabiMu (Muhammad)
Dan mereka meninggal dalam keadaan demikian
Ya Allah ampunilah dan rahmatilah mereka
Maafkan semua kesalahan mereka
Muliakan tempat tinggalnya
Luaskan kediamannya
Sucikan mereka dengan air salju dan embun
Bersihkan mereka dari berbagai dosa dan kesalahan sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran
Ya Allah rahmatilah kami apabila kami telah menyusul mereka
Di bawah pembaringan dan tanah ketika kami seorang diri
Ya Allah kami memohon kepadaMu berbagai penyebab turunnya rahmatMu
Tekad dan kekuatan untuk meniti ampunanMu
Limpahan segala kebaikan
Keselamatan dari segala dosa
Kemenangan meraih surga dan keselamatan dari azab neraka
Ya Allah bebaskanlah diri kami dari api neraka
Ya Allah kami berlindung kepadaMu dengan ridhoMu dari kemurkaanMu
dan dengan keselamatanMu dari hukumanMu
Dan denganMu dari diriMu, walaupun kami berusaha, kami tidak akan sanggup menghitung pujian bagiMu.
KeagunganMu hanya dapat diungkapkan dengan pujianMu kepada diriMu sendiri
Ya Allah, curahkan sholawat atas Nabi kami Muhammad, keluarganya dan kepada para shahabatnya seluruhnya.
*SUSAH FOKUS DAN SERING LINGLUNG*
Sebab penyakit ini terkadang bersifat maknawi dan terkadang bersifat indrawi. Sebab maknawinya tidak lain adalah setan. Karena majelis ilmu itu sangat berat dan menyusahkan setan. Setan sangat semangat menghalangi manusia dari majelis ilmu. Apabila setan mampu menghalangi seseorang dari majelis ilmu, maka setan ridho dengan itu. Namun apabila orang tersebut tidak bisa ia halangi, maka setan akan membuat pikirannyasibuk di majelis ilmu.
Terkadang linglung dan susah fokus disebabkan oleh was-was setan ini. Setan membisikkan was-wasnya sehingga seseorang kehilangan fokusnya.
Untuk mengobatinya, seseorang perlu berusaha keras, perlu kesabaran ekstra. Perlu meminta perlindungan kepada Allah dari setan.
Dan setiap kali fokusnya hilang, dia harus segera mengembalikannya. Berusaha dan bersabar ekstra maksimal.
Adapun sebab indrawi, mungkin hal ini kembali kepada kebiasaannya (dia suka berpikir yang tidak-tidak). Atau terkadang berkaitan dengan perkara-perkara yang dimilikinya. Apabila ini adalah penyebabnya maka bisa diobati dengan cara memperbanyak latihan (untuk fokus). Begitu juga dengan usaha dan kesabaran ekstra. Di antara sebab terbesar.
Bahkan inilah sebab terbesarnya. Sebab terbesar yang dapat memerikan manfaat bagi otak (agar fokus) adalah membaca al Quran.
Subhaanallah, bacaan al Quran dapat membuat otak cemerlang dan kuat. Terlebih lagi apabila ia menghafalnya.
Ini di antara sebab terbesar yang dapat digunakan oleh penuntut ilmu agar bisa lebih fokus.
Sebagian ahli ilmu juga menyebutkan beberapa makanan yang dapat membantu menguatkan pikiran, daya ingat dan fokus, seperti kismis (anggur kering), biji-bijian dan ikan. Dan hal ini telah ditunjukkan oleh pengalaman.
Inilah beberapa hal yang bermanfaat, insyaAllah. Tentu dengan memperbanyak doa. Jangan pernah engkau butuh sesuatu lalu engkau tidak memintanya kepada Allah. Hati-hati dari yang seperti ini. Apabila engkau butuh sesuatu, mintalah kepada Allah, perbanyak doa. Merengek-rengeklah, Yaa Allah, Yaa Allah. Dalam keadaan engkau yakin doamu diijabahi.
*_Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily_*
Sebab penyakit ini terkadang bersifat maknawi dan terkadang bersifat indrawi. Sebab maknawinya tidak lain adalah setan. Karena majelis ilmu itu sangat berat dan menyusahkan setan. Setan sangat semangat menghalangi manusia dari majelis ilmu. Apabila setan mampu menghalangi seseorang dari majelis ilmu, maka setan ridho dengan itu. Namun apabila orang tersebut tidak bisa ia halangi, maka setan akan membuat pikirannyasibuk di majelis ilmu.
Terkadang linglung dan susah fokus disebabkan oleh was-was setan ini. Setan membisikkan was-wasnya sehingga seseorang kehilangan fokusnya.
Untuk mengobatinya, seseorang perlu berusaha keras, perlu kesabaran ekstra. Perlu meminta perlindungan kepada Allah dari setan.
Dan setiap kali fokusnya hilang, dia harus segera mengembalikannya. Berusaha dan bersabar ekstra maksimal.
Adapun sebab indrawi, mungkin hal ini kembali kepada kebiasaannya (dia suka berpikir yang tidak-tidak). Atau terkadang berkaitan dengan perkara-perkara yang dimilikinya. Apabila ini adalah penyebabnya maka bisa diobati dengan cara memperbanyak latihan (untuk fokus). Begitu juga dengan usaha dan kesabaran ekstra. Di antara sebab terbesar.
Bahkan inilah sebab terbesarnya. Sebab terbesar yang dapat memerikan manfaat bagi otak (agar fokus) adalah membaca al Quran.
Subhaanallah, bacaan al Quran dapat membuat otak cemerlang dan kuat. Terlebih lagi apabila ia menghafalnya.
Ini di antara sebab terbesar yang dapat digunakan oleh penuntut ilmu agar bisa lebih fokus.
Sebagian ahli ilmu juga menyebutkan beberapa makanan yang dapat membantu menguatkan pikiran, daya ingat dan fokus, seperti kismis (anggur kering), biji-bijian dan ikan. Dan hal ini telah ditunjukkan oleh pengalaman.
Inilah beberapa hal yang bermanfaat, insyaAllah. Tentu dengan memperbanyak doa. Jangan pernah engkau butuh sesuatu lalu engkau tidak memintanya kepada Allah. Hati-hati dari yang seperti ini. Apabila engkau butuh sesuatu, mintalah kepada Allah, perbanyak doa. Merengek-rengeklah, Yaa Allah, Yaa Allah. Dalam keadaan engkau yakin doamu diijabahi.
*_Syaikh Sulaiman Ar Ruhaily_*
*4 CIRI HATI YANG BERSIH*
Hati yang bersih memiliki beberapa ciri, yang menunjukkan keselamatan dan kesuciannya. Nabi Saw bersabda dalam doanya:
وأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيْمًا
*_Aku memohon kepadaMu hati yang bersih._* (HR. Tirmidzi 3407).
Beberapa ciri hati yang bersih:
1) Hatinya menghindar dan menjauh dari keterikatan dengan dunia (أنْ يكون قَلْبًا مُتَرَحِّلًا عَنِ الدُّنْيَا مُتَجَافِيًا عَنْهَا). Tidak tertipu dengannya dan menyadari hakikatnya. Bahwa dunia adalah negeri yang fana (daarul Fanaa) dan tidak kekakl (laisat baaqiyah). Sebagaimana ucapan Ali radhiyallahu 'anhu:
إِنَّ الدُّنْيَا ارِتَحَلَتْ مُدْبِرَةً وَالأٰخِرَةُ ارْتَحَلَتْ مُقْبِلَةً
وَلِكُلٍّ مِنْهُمَا بَنُونَ فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الأَخِرَةِ ولا تكونوا من أبناء الدنيا
فإنَّ اليَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَا بٌ وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلٌ
*_Sesungguhnya dunia pergi menjauh, sedangkan akhirat mendekat. Masing-masing dari keduanya memiliki anak-anak. Jadilah anak-anak akhirat dan jangan jadi anak-anak dunia._*
2) Cita-citanya hanya satu, yaitu meraih ridho Allah dan menjauhi murkaNya (Nailu ridhollah walbu'du 'an masaakhithih)
3) Menjauhi murka Allah dan berjuang menjauhi maksiat, dosa, bid'ah dan perbuatan haram (bu'duhu wa mujaahadatuh lilbu'di 'anil ma'aashii wal aatsaam walbida' wa fi'lilharaam)
Allah berfirman:
وَالَّذِيۡنَ جَاهَدُوۡا فِيۡنَا لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَا ؕ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الۡمُحۡسِنِيۡنَ
*_Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik._* (QS.al Ankabut:69)
4) Ia lebih fokus memperbaiki amal daripada memperbanyak amal itu sendiri, dari sisi keikhlasan, kejujurannya dan ketulusannya dalam beribadah kepada Allah. Juga dari sisi pengakuan atas nikmat-nikmat Allah dan pengakuan akan kekurangan dirinya dalam beribadah. Lalu terus berjuang dalam menaati Allah.
_Demikianlah hendaknya seorang mukmin memperhatikan hatinya, juga berusaha untuk memperbaikinya dan berjuang untuk menyucikannya._
*ALWAHDAH - KONSELOR KELUARGA*
Hati yang bersih memiliki beberapa ciri, yang menunjukkan keselamatan dan kesuciannya. Nabi Saw bersabda dalam doanya:
وأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيْمًا
*_Aku memohon kepadaMu hati yang bersih._* (HR. Tirmidzi 3407).
Beberapa ciri hati yang bersih:
1) Hatinya menghindar dan menjauh dari keterikatan dengan dunia (أنْ يكون قَلْبًا مُتَرَحِّلًا عَنِ الدُّنْيَا مُتَجَافِيًا عَنْهَا). Tidak tertipu dengannya dan menyadari hakikatnya. Bahwa dunia adalah negeri yang fana (daarul Fanaa) dan tidak kekakl (laisat baaqiyah). Sebagaimana ucapan Ali radhiyallahu 'anhu:
إِنَّ الدُّنْيَا ارِتَحَلَتْ مُدْبِرَةً وَالأٰخِرَةُ ارْتَحَلَتْ مُقْبِلَةً
وَلِكُلٍّ مِنْهُمَا بَنُونَ فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الأَخِرَةِ ولا تكونوا من أبناء الدنيا
فإنَّ اليَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَا بٌ وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلٌ
*_Sesungguhnya dunia pergi menjauh, sedangkan akhirat mendekat. Masing-masing dari keduanya memiliki anak-anak. Jadilah anak-anak akhirat dan jangan jadi anak-anak dunia._*
2) Cita-citanya hanya satu, yaitu meraih ridho Allah dan menjauhi murkaNya (Nailu ridhollah walbu'du 'an masaakhithih)
3) Menjauhi murka Allah dan berjuang menjauhi maksiat, dosa, bid'ah dan perbuatan haram (bu'duhu wa mujaahadatuh lilbu'di 'anil ma'aashii wal aatsaam walbida' wa fi'lilharaam)
Allah berfirman:
وَالَّذِيۡنَ جَاهَدُوۡا فِيۡنَا لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَا ؕ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الۡمُحۡسِنِيۡنَ
*_Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik._* (QS.al Ankabut:69)
4) Ia lebih fokus memperbaiki amal daripada memperbanyak amal itu sendiri, dari sisi keikhlasan, kejujurannya dan ketulusannya dalam beribadah kepada Allah. Juga dari sisi pengakuan atas nikmat-nikmat Allah dan pengakuan akan kekurangan dirinya dalam beribadah. Lalu terus berjuang dalam menaati Allah.
_Demikianlah hendaknya seorang mukmin memperhatikan hatinya, juga berusaha untuk memperbaikinya dan berjuang untuk menyucikannya._
*ALWAHDAH - KONSELOR KELUARGA*
*MAKNA TERSEMBUNYI DALAM DOA INI*
Ada sebuah doa yang diamalkan Nabi Saw dan diriwayatkan oleh shahabat mulia Abdullah bin Mas'ud sebagai berikut:
اللهم إنا نسألك الهدا والتقى والعفاف والغنى (رواه مسلم)
*_Ya Allah, hamba memohon agar Engkau memberiku huda, tuqo, 'afaf dan ghina._* (HR. Muslim 2721)
Di dalam doa ini mengandung 4 permohonan besar yaitu:
1) Huda (hidayah)
2) Tuqo (At Taqwa)
3) 'Afaf
4) Ghina
Dalam kitab *Bahjatu Qulubil Abrar, Syaikh Abdurrahman bin Sa'di memberikan penjelasan menarik untuk hadits ini. Beliau mengatakan:
*_Doa ini termasuk doa paling lengkap dan paling indah. Mengandung doa kebaikan untuk dunia dan akhirat sekaligus._*
Karena *Huda* itu artinya adalah Ilmu yang bermanfaat. Adapun *Tuqo* artinya adalah Beramal shalih dan meninggalkan larangan Allah dan RasulNya. Dengan begitu sempurnalah agamanya. Karena memang agama tersusun dari 2 unsur:
1) Ilmu yang bermanfaat atau yang disebut huda
2) Taat kepada Allah dan RasulNya atau yang disebut dengan Tuqo.
Sedangkan *'Afaf dan Ghina* bermakna:
1) Terhormat di tengah manusia karena ia tidak menggantungkan hatinya pada mereka
2) Ia menggantungkan hatinya kepada Allah dan rezekiNya.
3) Qona'ah dengan yang ia peroleh
4) Ketenangan hati dengan kecukupan yang diberikan ALlah
Dengan itu, sempurna kebahagiaan dan ketenangan hatinya di dunia. Dan inilah yang disebut *Kehidupan yang Baik* (hayatan Thoyyibaa) sebagaimana dalam firma Allah QS. an Nahl:97.
_Barangsiapa diberi huda, tuqo, 'afaf dan ghina, ia telah memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat sekaligus. Ia juga telah memperoleh semua keinginan dan selamat dari seluruh hal yang ditakutkannya._
*ALWAHDAH - KONSELOR KELUARGA*
Ada sebuah doa yang diamalkan Nabi Saw dan diriwayatkan oleh shahabat mulia Abdullah bin Mas'ud sebagai berikut:
اللهم إنا نسألك الهدا والتقى والعفاف والغنى (رواه مسلم)
*_Ya Allah, hamba memohon agar Engkau memberiku huda, tuqo, 'afaf dan ghina._* (HR. Muslim 2721)
Di dalam doa ini mengandung 4 permohonan besar yaitu:
1) Huda (hidayah)
2) Tuqo (At Taqwa)
3) 'Afaf
4) Ghina
Dalam kitab *Bahjatu Qulubil Abrar, Syaikh Abdurrahman bin Sa'di memberikan penjelasan menarik untuk hadits ini. Beliau mengatakan:
*_Doa ini termasuk doa paling lengkap dan paling indah. Mengandung doa kebaikan untuk dunia dan akhirat sekaligus._*
Karena *Huda* itu artinya adalah Ilmu yang bermanfaat. Adapun *Tuqo* artinya adalah Beramal shalih dan meninggalkan larangan Allah dan RasulNya. Dengan begitu sempurnalah agamanya. Karena memang agama tersusun dari 2 unsur:
1) Ilmu yang bermanfaat atau yang disebut huda
2) Taat kepada Allah dan RasulNya atau yang disebut dengan Tuqo.
Sedangkan *'Afaf dan Ghina* bermakna:
1) Terhormat di tengah manusia karena ia tidak menggantungkan hatinya pada mereka
2) Ia menggantungkan hatinya kepada Allah dan rezekiNya.
3) Qona'ah dengan yang ia peroleh
4) Ketenangan hati dengan kecukupan yang diberikan ALlah
Dengan itu, sempurna kebahagiaan dan ketenangan hatinya di dunia. Dan inilah yang disebut *Kehidupan yang Baik* (hayatan Thoyyibaa) sebagaimana dalam firma Allah QS. an Nahl:97.
_Barangsiapa diberi huda, tuqo, 'afaf dan ghina, ia telah memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat sekaligus. Ia juga telah memperoleh semua keinginan dan selamat dari seluruh hal yang ditakutkannya._
*ALWAHDAH - KONSELOR KELUARGA*
*WAHAI HAMBA YANG SEDANG SAKIT*
Siapa di sini yang tidak pernah meneteskan air mata selama hidupnya? dan siapa di sini yang tidak pernah mengalami stress/sumpek? siapa yang tidak pernah mengalami kecemasan dan kesedihan? siapa yang tidak pernah ditinggal mati orang yang dicintainya? siapa di sini yang tidak pernah kesusahan, memikirkan hutang dan sakit?
Semua pasti pernah merasakannya. Dunia yang diciptakan dengan banyak ujian, lalu anda berharap hidup nyaman dan enak di dunia ini? .
Makanan da minumannya tidak bisa membuat nyaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam merasakan kesakitan di dunia. Nabi berkata:
*_Sungguh kami para nabi diberi ujian 2 kali lipat daripada yang kalian rasakan._*
Oleh karena itu jika kita lihat kembali cerita para nabi dan ulil azmi secara khusus, yang mana Rasulullah diperintah oleh Allah untuk meniru sabar mereka. Allah berfirman:
فَاصۡبِرۡ كَمَا صَبَرَ اُولُوا الۡعَزۡمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسۡتَعۡجِلْ لَّهُمۡؕ كَاَنَّهُمۡ يَوۡمَ يَرَوۡنَ مَا يُوۡعَدُوۡنَۙ لَمۡ يَلۡبَثُوۡۤا اِلَّا سَاعَةً مِّنۡ نَّهَارٍ ؕ بَلٰغٌ ۚ فَهَلۡ يُهۡلَكُ اِلَّا الۡقَوۡمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
*_35. Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka. Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah mereka tinggal (di dunia) hanya sesaat saja pada siang hari. Tugasmu hanya menyampaikan. Maka tidak ada yang dibinasakan kecuali kaum yang fasik (tidak taat kepada Allah)._* (QS. al Ahqof:35)
Ketahuilah, semoga Allah memberkahimu, bahwa hidup di dunia ini tidak enak, karena Allah tidak mau membalas kebaikan hambaNya yang shalih di sini. Allah ingin menguji hambaNya di dunia, Allah ingin sebagai tangga yang naik ke atas. Di mana hambaNya naik, menuju ridhoNya.
Oleh karena itu, nanti hari kiamat ketika orang yang jarang sakit melihat orang yang sering diuji ketika di dunia, mereka ingin kembali ke dunia kemudian diuji dengan ujian sakit.
Allah berfirman:
سَلٰمٌ عَلَيۡكُمۡ بِمَا صَبَرۡتُمۡ فَنِعۡمَ عُقۡبَى الدَّارِؕ
*_(sambil mengucapkan), "Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu." Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu._* (QS. ar Ra'd:24)
Ini ucapan para malaikat yang mulia, kepada hamba ALlah yang sukses masuk surga dengan kesabarannya.
قُلۡ يٰعِبَادِ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوۡا رَبَّكُمۡ ؕ لِلَّذِيۡنَ اَحۡسَنُوۡا فِىۡ هٰذِهِ الدُّنۡيَا حَسَنَةٌ ؕ وَاَرۡضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ؕ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوۡنَ اَجۡرَهُمۡ بِغَيۡرِ حِسَابٍ
*_Katakanlah (Muhammad), "Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu." Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas._*
Dan berbahagialah bagi orang yang bangun tengah malam dan berdoa *Laa Ilaaha Illa Anta*. Dan berbahagialah engkau yang berdoa di tengah malam sambil menangis kepada Allah, *Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit*, kemudian dia khusyu'kan hatinya, mengingat-ingat kenikmatan yang sudah banyak Allah berikan kepadanya.
*_Dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang._* (Doa Nabi Ayub).
Kenapa Nabi Ayub berdoa demikian? karena ALlah mengujimu dalam rangka menyayangimu.
Kesakitan yang kau rasakan tidak mesti itu dalil bahwa ALlah tidak sayang kepadamu. Buktinya adalah nabi-nabi Allah, Allah mencintai mereka. Lalu kenapa mereka diuji? karena kedudukan mereka nanti di Illiyyin (Surga). Tidak bisa sampai ke sana kecuali dengan sabar.
Oleh karena itu kedudukanmu di sisi Allah. Mungkin tidak bisa kau capai dengan sholatmu, atau dengan puasamu, atau dengan hajimu, atau dengan sedekahmu atau dengan menuntut ilmumu. Akan tetapi dengan sabarmu menahan sakit.
*NASIHAT SYAIKH SA'AD AL-ATIQ*
Siapa di sini yang tidak pernah meneteskan air mata selama hidupnya? dan siapa di sini yang tidak pernah mengalami stress/sumpek? siapa yang tidak pernah mengalami kecemasan dan kesedihan? siapa yang tidak pernah ditinggal mati orang yang dicintainya? siapa di sini yang tidak pernah kesusahan, memikirkan hutang dan sakit?
Semua pasti pernah merasakannya. Dunia yang diciptakan dengan banyak ujian, lalu anda berharap hidup nyaman dan enak di dunia ini? .
Makanan da minumannya tidak bisa membuat nyaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam merasakan kesakitan di dunia. Nabi berkata:
*_Sungguh kami para nabi diberi ujian 2 kali lipat daripada yang kalian rasakan._*
Oleh karena itu jika kita lihat kembali cerita para nabi dan ulil azmi secara khusus, yang mana Rasulullah diperintah oleh Allah untuk meniru sabar mereka. Allah berfirman:
فَاصۡبِرۡ كَمَا صَبَرَ اُولُوا الۡعَزۡمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسۡتَعۡجِلْ لَّهُمۡؕ كَاَنَّهُمۡ يَوۡمَ يَرَوۡنَ مَا يُوۡعَدُوۡنَۙ لَمۡ يَلۡبَثُوۡۤا اِلَّا سَاعَةً مِّنۡ نَّهَارٍ ؕ بَلٰغٌ ۚ فَهَلۡ يُهۡلَكُ اِلَّا الۡقَوۡمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
*_35. Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka. Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah mereka tinggal (di dunia) hanya sesaat saja pada siang hari. Tugasmu hanya menyampaikan. Maka tidak ada yang dibinasakan kecuali kaum yang fasik (tidak taat kepada Allah)._* (QS. al Ahqof:35)
Ketahuilah, semoga Allah memberkahimu, bahwa hidup di dunia ini tidak enak, karena Allah tidak mau membalas kebaikan hambaNya yang shalih di sini. Allah ingin menguji hambaNya di dunia, Allah ingin sebagai tangga yang naik ke atas. Di mana hambaNya naik, menuju ridhoNya.
Oleh karena itu, nanti hari kiamat ketika orang yang jarang sakit melihat orang yang sering diuji ketika di dunia, mereka ingin kembali ke dunia kemudian diuji dengan ujian sakit.
Allah berfirman:
سَلٰمٌ عَلَيۡكُمۡ بِمَا صَبَرۡتُمۡ فَنِعۡمَ عُقۡبَى الدَّارِؕ
*_(sambil mengucapkan), "Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu." Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu._* (QS. ar Ra'd:24)
Ini ucapan para malaikat yang mulia, kepada hamba ALlah yang sukses masuk surga dengan kesabarannya.
قُلۡ يٰعِبَادِ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوۡا رَبَّكُمۡ ؕ لِلَّذِيۡنَ اَحۡسَنُوۡا فِىۡ هٰذِهِ الدُّنۡيَا حَسَنَةٌ ؕ وَاَرۡضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ؕ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوۡنَ اَجۡرَهُمۡ بِغَيۡرِ حِسَابٍ
*_Katakanlah (Muhammad), "Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu." Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas._*
Dan berbahagialah bagi orang yang bangun tengah malam dan berdoa *Laa Ilaaha Illa Anta*. Dan berbahagialah engkau yang berdoa di tengah malam sambil menangis kepada Allah, *Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit*, kemudian dia khusyu'kan hatinya, mengingat-ingat kenikmatan yang sudah banyak Allah berikan kepadanya.
*_Dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang._* (Doa Nabi Ayub).
Kenapa Nabi Ayub berdoa demikian? karena ALlah mengujimu dalam rangka menyayangimu.
Kesakitan yang kau rasakan tidak mesti itu dalil bahwa ALlah tidak sayang kepadamu. Buktinya adalah nabi-nabi Allah, Allah mencintai mereka. Lalu kenapa mereka diuji? karena kedudukan mereka nanti di Illiyyin (Surga). Tidak bisa sampai ke sana kecuali dengan sabar.
Oleh karena itu kedudukanmu di sisi Allah. Mungkin tidak bisa kau capai dengan sholatmu, atau dengan puasamu, atau dengan hajimu, atau dengan sedekahmu atau dengan menuntut ilmumu. Akan tetapi dengan sabarmu menahan sakit.
*NASIHAT SYAIKH SA'AD AL-ATIQ*
LIFE MASTERY, [12/04/2022 21:23]
*MENJADI AHLUL QURAN*
Jadilah engkau termasuk ahlul Quran yang sesungguhnya. Dan kamu tidak akan menjadi ahlul Quran hanya dengan banyak membacanya. Dan juga tidak dengan menguatkan hafalan.
Cara menjadi ahlul Quran adalah dengan mengamalkan isi dari al Quran. sebagaimana ucapan Hasan al Bashri:
*_Al Quran diturunkan untuk diamalkan._*
Yakni manusia membaca al Quran untuk mereka amalkan. Telah datang riwayat yang shahih bahwa Rasulullah Saw bersabda:
إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
*_Sesungguhnya Allah mempunyai orang-orang khusus (keluarga). Shahabat bertanya, siapa mereka wahai Rasulullah? Rasul menjawab, Ahlul Quran, merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya._*
Ahlul Quran yang dimaksud bukan hanya orang yang bisa menghafalnya atau yang bisa banyak membacanya, akan tetapi keluarga al Quran adalah mereka yang mengamalkan isi al Quran.
Oleh karena itu ada riwayat yang shahih bahwa Rasulullah Saw bersabda:
*_Nanti hari kiamat akan didatangkan al Quran dan keluarga al Quran adalah yang mengamalkannya. Keluarganya adalah mereka yang mengamalkan._*
Berarti orang yang banyak membaca/menghafal dan tidak mengamalkan isinya maka bukan keluarga al Quran.
Maka jadilah keluarga al Quran dengan berusaha mengamalkan isi al Quran.
Allah berfirman:
اَلَّذِيۡنَ اٰتَيۡنٰهُمُ الۡكِتٰبَ يَتۡلُوۡنَهٗ حَقَّ تِلَاوَتِهٖؕ اُولٰٓٮِٕكَ يُؤۡمِنُوۡنَ بِهٖ ؕ وَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِهٖ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡخٰسِرُوۡنَ
*_Yaitu orang-orang yang membacanya dengan sebagaimana mestinya (Haqqo tilawatih). mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barangsiapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi._*
Beberapa ulama salaf menafsirkan Haqqo tilawatih yaitu *Mereka yang mengamalkan isinya*.
_Baarakallahu fiikum_
*ALWAHDAH - KONSELOR KELUARGA*
*MENJADI AHLUL QURAN*
Jadilah engkau termasuk ahlul Quran yang sesungguhnya. Dan kamu tidak akan menjadi ahlul Quran hanya dengan banyak membacanya. Dan juga tidak dengan menguatkan hafalan.
Cara menjadi ahlul Quran adalah dengan mengamalkan isi dari al Quran. sebagaimana ucapan Hasan al Bashri:
*_Al Quran diturunkan untuk diamalkan._*
Yakni manusia membaca al Quran untuk mereka amalkan. Telah datang riwayat yang shahih bahwa Rasulullah Saw bersabda:
إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : أَهْلُ الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
*_Sesungguhnya Allah mempunyai orang-orang khusus (keluarga). Shahabat bertanya, siapa mereka wahai Rasulullah? Rasul menjawab, Ahlul Quran, merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya._*
Ahlul Quran yang dimaksud bukan hanya orang yang bisa menghafalnya atau yang bisa banyak membacanya, akan tetapi keluarga al Quran adalah mereka yang mengamalkan isi al Quran.
Oleh karena itu ada riwayat yang shahih bahwa Rasulullah Saw bersabda:
*_Nanti hari kiamat akan didatangkan al Quran dan keluarga al Quran adalah yang mengamalkannya. Keluarganya adalah mereka yang mengamalkan._*
Berarti orang yang banyak membaca/menghafal dan tidak mengamalkan isinya maka bukan keluarga al Quran.
Maka jadilah keluarga al Quran dengan berusaha mengamalkan isi al Quran.
Allah berfirman:
اَلَّذِيۡنَ اٰتَيۡنٰهُمُ الۡكِتٰبَ يَتۡلُوۡنَهٗ حَقَّ تِلَاوَتِهٖؕ اُولٰٓٮِٕكَ يُؤۡمِنُوۡنَ بِهٖ ؕ وَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِهٖ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡخٰسِرُوۡنَ
*_Yaitu orang-orang yang membacanya dengan sebagaimana mestinya (Haqqo tilawatih). mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barangsiapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi._*
Beberapa ulama salaf menafsirkan Haqqo tilawatih yaitu *Mereka yang mengamalkan isinya*.
_Baarakallahu fiikum_
*ALWAHDAH - KONSELOR KELUARGA*
*MUNGKIN INI RAMADHAN TERAKHIRKU*
Dalam hadits Ibnu Umar, Nabi Saw bersabda:
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَاِبرُ سَبِيْلٍ
إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِالصَّبَاحَ
وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِالمَسَاءَ
*_Jadilah engkau di dunia ini, seperti orang asing atau musafir yang sedang singgah.
(HR. Bukhari 6416)
Sama dengan perkataan Ibnu Umar tadi, jika engkau bertemu Ramadhan saat ini, maka jangan tunggu Ramadhan berikutnya. Katakan, mungkin ini adalah Ramadhan terakhir dalam hidupku. Agar engkau semakin berusaha, lebih dan lebih lagi. Karena bisa jadi engkau tidak bertemu Ramadhan berikutnya.
Terkadang jiwa membisikkan, engkau masih bisa bertemu dengan Ramadhan-ramadhan berikutnya. Engkau masih bisa beramal di Ramadhan berikutnya. Tidak! Tapi katakan, bisa jadi ini adalah Ramadhan terakhirku.
اللهم تقبل منا ومنكم صالح الأعمال
اللهم أهل علينا شهر رمضان بالأمن والإيمان
والسلامة والإسلام والتوفيق لما تحبه وترضاه يا ذالجلال والإكرام
اللهم اجعلنا ممن يصومه ويقومه إيمانا واحتسابا
اللهم اجعلنا فيه من عتقاءك من النار
برحمتك ياأرحم الراحمين
وصل الله و سلم على نبينا محمد و على أله و صحبه أجمعين
Dalam hadits Ibnu Umar, Nabi Saw bersabda:
كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَاِبرُ سَبِيْلٍ
إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرِالصَّبَاحَ
وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرِالمَسَاءَ
*_Jadilah engkau di dunia ini, seperti orang asing atau musafir yang sedang singgah.
(HR. Bukhari 6416)
Sama dengan perkataan Ibnu Umar tadi, jika engkau bertemu Ramadhan saat ini, maka jangan tunggu Ramadhan berikutnya. Katakan, mungkin ini adalah Ramadhan terakhir dalam hidupku. Agar engkau semakin berusaha, lebih dan lebih lagi. Karena bisa jadi engkau tidak bertemu Ramadhan berikutnya.
Terkadang jiwa membisikkan, engkau masih bisa bertemu dengan Ramadhan-ramadhan berikutnya. Engkau masih bisa beramal di Ramadhan berikutnya. Tidak! Tapi katakan, bisa jadi ini adalah Ramadhan terakhirku.
اللهم تقبل منا ومنكم صالح الأعمال
اللهم أهل علينا شهر رمضان بالأمن والإيمان
والسلامة والإسلام والتوفيق لما تحبه وترضاه يا ذالجلال والإكرام
اللهم اجعلنا ممن يصومه ويقومه إيمانا واحتسابا
اللهم اجعلنا فيه من عتقاءك من النار
برحمتك ياأرحم الراحمين
وصل الله و سلم على نبينا محمد و على أله و صحبه أجمعين