*WAKTU BERDOA MUSTAJAB BAGI ORANG YANG PUASA*
Dalam sebuah hadits Nabi bersabda:
إِنَّ لِلصَّاءِمِ عِْنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةً لَا تُرَدُّ
*_Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak._* (HR. Abud Dawud dan Ahmad)
Hadits ini adalah hadits shahih dari segi ilmu hadits, valid lagi shahih diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ahmad dan selainnya dengan sanad shahih.
Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya orang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak. Di sini beliau bersabda, 'inda (ketika), yang berkonsekuensi dekat waktunya. Ketika berbuka yakni ketika ia berdoa, dekat dengan waktu berbuka puasa. Kata 'inda (ketika), berkonsekuensi dekat dengan waktu berbuka puasa. Sesungguhnya orang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak.
Ini berkonsekuensi bahwa memanjatkan doa ini dalam sekejap yang sebelum buka puasa, yakni beberapa menit dan sebentar yang sebelum buka puasa. Menghadap kiblat, mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Allah yang dipanjatkan berupa kebaikan dunia dan akhirat.
Ini sampai matahari terbenam lalu ia berbuka. Doa ini yang sebelum buka puasa lebih layak untuk dikabulkan.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Dalam sebuah hadits Nabi bersabda:
إِنَّ لِلصَّاءِمِ عِْنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةً لَا تُرَدُّ
*_Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak._* (HR. Abud Dawud dan Ahmad)
Hadits ini adalah hadits shahih dari segi ilmu hadits, valid lagi shahih diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ahmad dan selainnya dengan sanad shahih.
Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya orang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak. Di sini beliau bersabda, 'inda (ketika), yang berkonsekuensi dekat waktunya. Ketika berbuka yakni ketika ia berdoa, dekat dengan waktu berbuka puasa. Kata 'inda (ketika), berkonsekuensi dekat dengan waktu berbuka puasa. Sesungguhnya orang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak.
Ini berkonsekuensi bahwa memanjatkan doa ini dalam sekejap yang sebelum buka puasa, yakni beberapa menit dan sebentar yang sebelum buka puasa. Menghadap kiblat, mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Allah yang dipanjatkan berupa kebaikan dunia dan akhirat.
Ini sampai matahari terbenam lalu ia berbuka. Doa ini yang sebelum buka puasa lebih layak untuk dikabulkan.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*PUASA INI WAJIB DILAKSANAKAN SETIAP HARI*
Ada ibadah puasa yang tidak terikat waktu, bulan dan tempat tertentu.
Bulan ini wajib dikerjakan oleh setiap hamba kapanpun dan di manapun.
Puasa ini adalah:
1) وهو الصيام عن الحرام (Puasa dari sesuatu yang diharamkan)
2) كفّ نفسه عن المناهي والأثام (Menahan diri dari dosa dan perbuatan yang Allah larang).
Kita harus tahu bahwa:
1) السَّمْعُ عليه صيامٌ داءمٌ وهو مَنْعُهُ من سماع الحرام (Telinga wajib untuk selalu berpuasa dari mendengarkan yang haram)
2) البصرُ عليه صيامٌ داءمٌ وهو مَنْعُهُ من النظرإلى الحرام (Mata wajib untuk selalu berpuasa dari melihat yang haram)
3) اللسان عليه صيامٌ داءمٌ وهو كفّه من اكلام بالحرام (Lisan wajib untuk selalu berpuasa dari perkataan yang haram).
4) اليد عليها صيامٌ داءمٌ وهو كفّ الأذى والإمتداد إلى الحرام (Tangan wajib untuk selalu berpuasa dari menyakiti dan menyentuh yang haram).
5) وهكذا جميع قُوَى الإنسان (Seluruh anggota tubuh manusia wajib berpuasa dari segala yang haram).
Puasa jenis ini tidak terikat dengan bulan tertentu.
Namun, Ramadhan akan menjadi bulan latihan bagi seorang hamba untuk:
1) على تقوى الله (Selalu berada di atas Taqwa).
2) بالمْتِثَالِ أَوَامِرِهِ (Senantiasa menjalankan perintah Allah).
3) واجتناب نواهيه (Senantiasa meninggalkan laranganNya).
4) والبعد عن ما يسخطه الله (Senantiasa menjauhi segala yang Dia murkai).
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Ada ibadah puasa yang tidak terikat waktu, bulan dan tempat tertentu.
Bulan ini wajib dikerjakan oleh setiap hamba kapanpun dan di manapun.
Puasa ini adalah:
1) وهو الصيام عن الحرام (Puasa dari sesuatu yang diharamkan)
2) كفّ نفسه عن المناهي والأثام (Menahan diri dari dosa dan perbuatan yang Allah larang).
Kita harus tahu bahwa:
1) السَّمْعُ عليه صيامٌ داءمٌ وهو مَنْعُهُ من سماع الحرام (Telinga wajib untuk selalu berpuasa dari mendengarkan yang haram)
2) البصرُ عليه صيامٌ داءمٌ وهو مَنْعُهُ من النظرإلى الحرام (Mata wajib untuk selalu berpuasa dari melihat yang haram)
3) اللسان عليه صيامٌ داءمٌ وهو كفّه من اكلام بالحرام (Lisan wajib untuk selalu berpuasa dari perkataan yang haram).
4) اليد عليها صيامٌ داءمٌ وهو كفّ الأذى والإمتداد إلى الحرام (Tangan wajib untuk selalu berpuasa dari menyakiti dan menyentuh yang haram).
5) وهكذا جميع قُوَى الإنسان (Seluruh anggota tubuh manusia wajib berpuasa dari segala yang haram).
Puasa jenis ini tidak terikat dengan bulan tertentu.
Namun, Ramadhan akan menjadi bulan latihan bagi seorang hamba untuk:
1) على تقوى الله (Selalu berada di atas Taqwa).
2) بالمْتِثَالِ أَوَامِرِهِ (Senantiasa menjalankan perintah Allah).
3) واجتناب نواهيه (Senantiasa meninggalkan laranganNya).
4) والبعد عن ما يسخطه الله (Senantiasa menjauhi segala yang Dia murkai).
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*5 MACAM ORANG DI BULAN RAMADHAN*
Berbagai macam orang menyambut bulan Ramadhan yang istimewa ini. Bagi kita muslim, sudah selayaknya menyambut sang tamu istimewa ini dengan baik. Namun realitanya, umat Islam menyambut dengan caranya sendiri-sendiri, dan jauh dari tuntunan dan contoh tauladan kita, Nabi Muhammad Saw dan para shahabat ketika memperlakukan Ramadhan.
Berikut adalah kelompok umat dalam menyambut bulan Ramadhan.
1) *_Kelompok pertama_*, mereka menyambut Ramadhan dengan semangat memenuhi pasar, untuk membeli berbagai makanan, hidangan dan makanan lezat lainnya. Mereka berlomba-lomba memenuhi pasar untuk membeli bahan makanan dalam jumlah besar. Seakan-akan mereka ini akan memasuki bulan makan, minum dan menyantap hidangan. Sehingga belanja mereka sangat berlebih. Bahkan jumlah perbelanjaan, yang dilakukan oleh manusia dan sebagian besar keluarga di bulan Ramadhan melebihi kebutuhan mereka dan melebihi batas yang diperlukan, sehingga sebagian mereka, terlebih yang hobi boros, akan kita dapati melakukan pemborosan yang sangat parah. Mereka akan meletakkan berbagai macam hidangan di meja makan yang kebanyakannya akan dibuang, karena yang termakan hanya sedikit saja.
2) *_Kelompok kedua_*, ketika Ramadhan tiba, mereka menyiapkan berbagai macam alat untuk bermain, untuk melakukan hal yang sia-sia dan untuk menyia-nyiakan waktu. Mereka mempersiapkan banyak hal yang menyibukkan waktu berharga mereka di bulan Ramadhan ini dengan hal-hal yang sia-sia dan berbagai tindakan yang tidak ada faedahnya. Bahkan seringkali mereka gunakan untuk hal yang sudah pasti mudhorot (merugikan). Mereka menyiapkan semua ini sebagai jamuan Ramadhan dan akan telah siap sebelum Ramadhan tiba.
3) *_Kelompok ketiga_*, merupakan orang-orang yang Allah karuniakan taufikNya kepada mereka, pemeliharaanNya dan perhatianNya. Mereka pun mempersiapkan diri untuk menyambut Ramadhan. Terbetik banyak hal di dalam benaknya, berbagai macam amal kebaikan yang sudah dia pikirkan. Sehingga ia pun mengatur waktu untuk tilawah AL Quran, untuk berdzikir, untuk sholat malam, untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan, untuk berderma dan untuk menghadiri majelis ilmu. Berbagai kebaikan memenuhi waktunya.
4) *_Kelompok keempat_*, mereka merasa bahwa bulan Ramadhan terlalu pendek. Mereka mempunyai proyek kebaikan dalam rangka ketaatan yang berjumlah sangat banyak, namun mereka merasa bulan Ramadhan terlalu pendek, tidak cukup untuk menampung berbagai proyek kebaikan yang telah mereka siapkan.
5) *_Kelompok kelima_*, mereka memperlakukan bulan Ramadhan, sebagaimana bulan-bulan lainnya. Bagi mereka, Ramadhan akan berlalu begitu saja sebagaimana bulan-bulan lain. Bahkan malam yang dinobatkan oleh Al Quran sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan, akan menjadi malam biasa, seperti malam-malam pada umumnya. Sungguh ini merupakan kebodohan, kerugian yang besar dan kebodohan yang nyata. Dan bentuk penyia-nyiaan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim.
Intinya adalah seorang muslim hendaknya menyambut bulan ini dengan baik, dia perbagus jamuannya, ia persiapkan dirinya untuk menjadi pemenang yang sebenar-benarnya.
( _Syaikh Abdurrozzaq Al Badr - Shahih Fiqh_ )
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Berbagai macam orang menyambut bulan Ramadhan yang istimewa ini. Bagi kita muslim, sudah selayaknya menyambut sang tamu istimewa ini dengan baik. Namun realitanya, umat Islam menyambut dengan caranya sendiri-sendiri, dan jauh dari tuntunan dan contoh tauladan kita, Nabi Muhammad Saw dan para shahabat ketika memperlakukan Ramadhan.
Berikut adalah kelompok umat dalam menyambut bulan Ramadhan.
1) *_Kelompok pertama_*, mereka menyambut Ramadhan dengan semangat memenuhi pasar, untuk membeli berbagai makanan, hidangan dan makanan lezat lainnya. Mereka berlomba-lomba memenuhi pasar untuk membeli bahan makanan dalam jumlah besar. Seakan-akan mereka ini akan memasuki bulan makan, minum dan menyantap hidangan. Sehingga belanja mereka sangat berlebih. Bahkan jumlah perbelanjaan, yang dilakukan oleh manusia dan sebagian besar keluarga di bulan Ramadhan melebihi kebutuhan mereka dan melebihi batas yang diperlukan, sehingga sebagian mereka, terlebih yang hobi boros, akan kita dapati melakukan pemborosan yang sangat parah. Mereka akan meletakkan berbagai macam hidangan di meja makan yang kebanyakannya akan dibuang, karena yang termakan hanya sedikit saja.
2) *_Kelompok kedua_*, ketika Ramadhan tiba, mereka menyiapkan berbagai macam alat untuk bermain, untuk melakukan hal yang sia-sia dan untuk menyia-nyiakan waktu. Mereka mempersiapkan banyak hal yang menyibukkan waktu berharga mereka di bulan Ramadhan ini dengan hal-hal yang sia-sia dan berbagai tindakan yang tidak ada faedahnya. Bahkan seringkali mereka gunakan untuk hal yang sudah pasti mudhorot (merugikan). Mereka menyiapkan semua ini sebagai jamuan Ramadhan dan akan telah siap sebelum Ramadhan tiba.
3) *_Kelompok ketiga_*, merupakan orang-orang yang Allah karuniakan taufikNya kepada mereka, pemeliharaanNya dan perhatianNya. Mereka pun mempersiapkan diri untuk menyambut Ramadhan. Terbetik banyak hal di dalam benaknya, berbagai macam amal kebaikan yang sudah dia pikirkan. Sehingga ia pun mengatur waktu untuk tilawah AL Quran, untuk berdzikir, untuk sholat malam, untuk membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan, untuk berderma dan untuk menghadiri majelis ilmu. Berbagai kebaikan memenuhi waktunya.
4) *_Kelompok keempat_*, mereka merasa bahwa bulan Ramadhan terlalu pendek. Mereka mempunyai proyek kebaikan dalam rangka ketaatan yang berjumlah sangat banyak, namun mereka merasa bulan Ramadhan terlalu pendek, tidak cukup untuk menampung berbagai proyek kebaikan yang telah mereka siapkan.
5) *_Kelompok kelima_*, mereka memperlakukan bulan Ramadhan, sebagaimana bulan-bulan lainnya. Bagi mereka, Ramadhan akan berlalu begitu saja sebagaimana bulan-bulan lain. Bahkan malam yang dinobatkan oleh Al Quran sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan, akan menjadi malam biasa, seperti malam-malam pada umumnya. Sungguh ini merupakan kebodohan, kerugian yang besar dan kebodohan yang nyata. Dan bentuk penyia-nyiaan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim.
Intinya adalah seorang muslim hendaknya menyambut bulan ini dengan baik, dia perbagus jamuannya, ia persiapkan dirinya untuk menjadi pemenang yang sebenar-benarnya.
( _Syaikh Abdurrozzaq Al Badr - Shahih Fiqh_ )
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*HATI DAN AKHLAK MULIA*
Hal pertama dalam hal akhlak mulia adalah kebersihan hati dan batin. Tidak mungkin berakhlak mulia kecuali dengan selamatnya hati dari dendam, hasad, permusuhan, kebencian dan merendahkan muslimin.
Mustahil berakhlak mulia sedangkan ia merendahkan orang lain. Mustahil berakhlak mulia sedangkan ia merasa hebat dan tinggi atas orang lain.
Akhlak mulia dimulai dengan hati yang bersih. Sadar bahwa pada suatu masa dirinya merupakan sesuatu yang tidak dapat disebut. Maha Suci Allah yang telah menciptakan dirinya, memberikan pendengarannya dan penglihatannya. Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta. Ia tidak memiliki keutamaan atas yang lain kecuali dengan taqwa kepada Allah.
Mulailah dari hatimu, apabila ia bening dan engkau sedang menuntut ilmu, bening dari segala limbah, hasad, kebencian, permusuhan.
Berusahalah demi hatimu, hati yang apabila ia baik maka baiklah seluruh anggota badan yang lain. Dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh anggota badan yang lain.
Tidak mungkin seseorang memiliki perangai yang baik, yang dengannya ALlah ridho. Mustahil penuntut ilmu demikian kecuali ia memulai dengan orang-orang terdekatnya. Kedua orangtuanya, anak-anaknya, pasangannya, ia masuk rumah dengan hati yang bertawakal kepada Allah. Agar Allah menjadikannya sebaik-baik orangtua untuk anak-anaknya.
Memasuki rumah walaupun ia sedang galau dan gundah, walaupun ia memikul beban seberat dunia dan segala isinya, maka tidaklah mungkin engkau mendengar darinya ucapan yang tidak patut atau cercaan, orang-orang terdekatnya yaitu keluargaya, pasangannya, anak-anaknya.
Sungguh benar Rasulullah Saw, beliau mengisyaratkan makna ini, beliau adalah benar dan dibenarkan di segala keadaan.
خيركم خيركم لأهله وانا خيركم لأهله
*_Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku._*
Beliaulah sosok yang memikul beban umat dan beban para shahabatnya. Kendati demikian, beliau memasuki rumah menemui keluarga dan istrinya tidaklah nampak dari perangainya kecuali kebaikan. Tidaklah terdengar dari beliau kecuali kebaikan. Sampai anak kecil pelayan beliau, Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Anas yang selalu membersamainya tidak pernah mendengar beliau mengucapkan aah.
اللهم صل و سلَّمَ عليه تَسْلِيْمًا وَزِدْهُ تَسْرِيْفًا وتَكْرِيْمًا وتَعْظِيْمًا
واجْزِهِ عَنَّا وعَنْ خَْلقِكَ خَيْرٌمَا جَزَيْتَ نَبِيًّا عَنْ نُبُوَّتِهِ
وصَاحِبَ رِسَالَةٍ عنْ رِسَالَتِكَ
*_Ya Allah berilah kepada beliau, keselamatan dan tambahkan kemuliaan, kehormatan dan keagungan. Dan berilah beliau kebaikan untuk kami dan untuk ciptaanMu sebanyak Engkau memberi kebaikan kepada seorang nabi karena kenabiannya. Dan dari seorang rasul karena kerasulannya._*
Hal pertama dalam hal akhlak mulia adalah kebersihan hati dan batin. Tidak mungkin berakhlak mulia kecuali dengan selamatnya hati dari dendam, hasad, permusuhan, kebencian dan merendahkan muslimin.
Mustahil berakhlak mulia sedangkan ia merendahkan orang lain. Mustahil berakhlak mulia sedangkan ia merasa hebat dan tinggi atas orang lain.
Akhlak mulia dimulai dengan hati yang bersih. Sadar bahwa pada suatu masa dirinya merupakan sesuatu yang tidak dapat disebut. Maha Suci Allah yang telah menciptakan dirinya, memberikan pendengarannya dan penglihatannya. Maha Suci Allah sebaik-baik pencipta. Ia tidak memiliki keutamaan atas yang lain kecuali dengan taqwa kepada Allah.
Mulailah dari hatimu, apabila ia bening dan engkau sedang menuntut ilmu, bening dari segala limbah, hasad, kebencian, permusuhan.
Berusahalah demi hatimu, hati yang apabila ia baik maka baiklah seluruh anggota badan yang lain. Dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh anggota badan yang lain.
Tidak mungkin seseorang memiliki perangai yang baik, yang dengannya ALlah ridho. Mustahil penuntut ilmu demikian kecuali ia memulai dengan orang-orang terdekatnya. Kedua orangtuanya, anak-anaknya, pasangannya, ia masuk rumah dengan hati yang bertawakal kepada Allah. Agar Allah menjadikannya sebaik-baik orangtua untuk anak-anaknya.
Memasuki rumah walaupun ia sedang galau dan gundah, walaupun ia memikul beban seberat dunia dan segala isinya, maka tidaklah mungkin engkau mendengar darinya ucapan yang tidak patut atau cercaan, orang-orang terdekatnya yaitu keluargaya, pasangannya, anak-anaknya.
Sungguh benar Rasulullah Saw, beliau mengisyaratkan makna ini, beliau adalah benar dan dibenarkan di segala keadaan.
خيركم خيركم لأهله وانا خيركم لأهله
*_Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku._*
Beliaulah sosok yang memikul beban umat dan beban para shahabatnya. Kendati demikian, beliau memasuki rumah menemui keluarga dan istrinya tidaklah nampak dari perangainya kecuali kebaikan. Tidaklah terdengar dari beliau kecuali kebaikan. Sampai anak kecil pelayan beliau, Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Anas yang selalu membersamainya tidak pernah mendengar beliau mengucapkan aah.
اللهم صل و سلَّمَ عليه تَسْلِيْمًا وَزِدْهُ تَسْرِيْفًا وتَكْرِيْمًا وتَعْظِيْمًا
واجْزِهِ عَنَّا وعَنْ خَْلقِكَ خَيْرٌمَا جَزَيْتَ نَبِيًّا عَنْ نُبُوَّتِهِ
وصَاحِبَ رِسَالَةٍ عنْ رِسَالَتِكَ
*_Ya Allah berilah kepada beliau, keselamatan dan tambahkan kemuliaan, kehormatan dan keagungan. Dan berilah beliau kebaikan untuk kami dan untuk ciptaanMu sebanyak Engkau memberi kebaikan kepada seorang nabi karena kenabiannya. Dan dari seorang rasul karena kerasulannya._*
*KALIMAT TAQWA*
Apabila kita ingin melihat kedudukan kita di sisi Allah dan kedudukan Allah di hati kita, maka lihatlah diri kita saat dikatakan Ittaqillah (bertaqwalah kamu kepada Allah).
Dulu, sebagian ulama salaf, jika dikatakan kepada mereka Ittaqillah, mereka menangis, karena takut kepada Allah.
Ittaqillah adalah kalimat agung. Taqwa adalah penjagaan dan keselamatan bagi seorang hamba di dunia maupun akhirat.
Tidak akan beruntung, tidak akan berhasil, tidak akan sukses kecuali orang yang bertaqwa. Semoga Allah jadikan kita sebagai ahli taqwa.
Apabila kita ingin melihat kedudukan kita di sisi Allah dan kedudukan Allah di hati kita, maka lihatlah diri kita saat dikatakan Ittaqillah (bertaqwalah kamu kepada Allah).
Dulu, sebagian ulama salaf, jika dikatakan kepada mereka Ittaqillah, mereka menangis, karena takut kepada Allah.
Ittaqillah adalah kalimat agung. Taqwa adalah penjagaan dan keselamatan bagi seorang hamba di dunia maupun akhirat.
Tidak akan beruntung, tidak akan berhasil, tidak akan sukses kecuali orang yang bertaqwa. Semoga Allah jadikan kita sebagai ahli taqwa.
*VAKSIN, NIATKAN IBADAH MENCARI RIDHO ALLAH*
Kita meniatkan ibadah kepada Allah ketika mengusahakan sebab, yang menyelamatkan badan dan menjaganya dari penyakit. Karena dengan begitu, kita dapat beribadah kepada Allah dengan baik menggunakan badan ini.
Sehingga melakukan vaksin dapat kita jadikan sebagai sebab untuk mencari ridho Allah dan dapat kita jadikan sebagai ibadah kepadaNya.
Ketika melaksanakan protokol kesehatan terkait wabah covid ini, hendaknya kita niatkan sebagai ibadah mengharap ridho Allah, sehingga dapat meraih pahala ketika melakukannya. Begitu juga mendapat pahala ketika melakukan vaksinasi. Ini semua adalah amal shalih yang berpahala.
Ahli hikmah berkata, Orang yang bahagia adalah yang dapat mengambil pelajaran dari orang lain.
Kita meniatkan ibadah kepada Allah ketika mengusahakan sebab, yang menyelamatkan badan dan menjaganya dari penyakit. Karena dengan begitu, kita dapat beribadah kepada Allah dengan baik menggunakan badan ini.
Sehingga melakukan vaksin dapat kita jadikan sebagai sebab untuk mencari ridho Allah dan dapat kita jadikan sebagai ibadah kepadaNya.
Ketika melaksanakan protokol kesehatan terkait wabah covid ini, hendaknya kita niatkan sebagai ibadah mengharap ridho Allah, sehingga dapat meraih pahala ketika melakukannya. Begitu juga mendapat pahala ketika melakukan vaksinasi. Ini semua adalah amal shalih yang berpahala.
Ahli hikmah berkata, Orang yang bahagia adalah yang dapat mengambil pelajaran dari orang lain.
*FADHILAH BERTEMU RAMADHAN*
Sungguh, orang yang Allah beri karunia dengan dipanjangkan usianya, sehingga dapat bertemu Ramadhan, maka sungguh Allah telah memberinya nikmat dan karunia yang sangat besar.
Bagaimana tidak, karena dengan begitu dia bisa berpausa di bulan yang penuh berkah, dia juga dapat melakukan qiyam di bulan yang penuh berkah tersebut, bisa kembali berlomba dan bersegera menuju surga.
Tidak diragukan lagi wahai saudaraku, bahwa kehidupan di jalan ALlah, dengan menjalankan ketaatan dan menghindar dari yang diharamkan, merupakan nikmat besar dari Allah atas seorang hamba.
Dahulu di zaman Rasulullah Saw, ada dua bersaudara yang masuk Islam bersama, yang pertama lebih semangat beribadah dari yang kedua. Yang pertama juga ikut ke medan perang sampai mati syahid.
Sedangkan yang kedua meninggal di tahun depannya di atas kasurnya.
Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu 'anhu pun melihat mimpi yang menakjubkan, ia melihat dua bersaudara ini tadi berdiri di depan pintu surga, kemudian keluarlah sosok dari surga dan memberikan izin bagi si kedua, kemudian sosok itu keluar lagi lalu memberi izin bagi si pertama.
Thalhah pun menceritakan mimpinya kepada para shahabat, sehingga mereka membicarakan hal ini dan merasa takjub. Akhirnya kabar ini pun sampai kepada Nabi Saw. Maka beliau bersabda:
أَيُّ أَمْرِهِمَاأَعْجَبُ إِلَيْكُمْ؟ فَقاَلُوْا يَا رَسُولَ الله كاَنَ الأَوَّلُ أَكْثَرَاجْتِهَادً، وَغَزَا فِي سَبِيْلِ اللهِ فَاسْتُشْهِدَ وَأُذِنَ لِلثَّانِي قَبْلَهُ. فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَلَمْ يَعِشْ بَعْدَهُ سَنَةً وَأَدْرَكَ رَمَضَانَ فَصَامَهُ وَسَجَدَ ِللهِ كَذَا وَكَذَا سَجْدَةً فِي السَّنَةِ؟
قَاُلوا بَلَى يَا سُولَ الله، قَالَ فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ
*_Dari keduanya, siapa yang paling menakjubkan kalian? para shahabat berkata, Wahai Rasulullah, yang pertama jauh lebih semangat beribadah. Dia juga ikut berperang sampai mati syahid, tapi malah yang kedua yang diizinkan masuk surga lebih dahulu? maka Nabi Saw bersabda, bukankah yang kedua lebih lama usianya satu tahun? sehingga bisa berjumpa dengan Ramadhan dan berpuasa? dan ia juga bisa melakukan berbagai sujud selama satu tahun? Para shahabat menjawab, Benar, Wahai Rasulullah! Maka Nabi bersabda, (Ketahuilah) kedudukan mereka terpaut seperti jarak langit dan bumi._* (HR. Ibnu Majah no.3925)
Maka di antara nikmat ALlah atas seorang hamba, adalah nikmat dipanjangkan umur di atas ketaatan kepada ALlah dan nikmat kembali berjumpa dengan Ramadhan, dan nikmat dapat berpuasa dan melaksanakan sholat.
Saudaraku yang mulia, kini kalian sudah berjumpa dengan bulan puasa.
*_Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharapkan pahala, maka dosanya yang lalu akan diampuni. (HR. al Bukhari no 38, Muslim no.760)
Maka berpuasalah, jagalah puasa kita. Puasakan pencernaan kita dari makan dan minum. Dan puasakan kemaluan kita dari syahwat. Dan puasakan anggota badan kita dari yang diharamkan. Dan hiasilah puasa kita dengan akhlak mulia. Karena Nabi bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَْولَ الزُّوْرِ وَالعَمَلَ بَِه فَلَيْسَ ِللهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وشَرَابَهُ
*_Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata kotor dan perbuatan kotor, maka Allah tidak butuh dengan rasa lapar dan dahaganya._* (HR. al Bukhari no.1903)
Nabi juga bersabda dalam rangka menjelaskan dan memperingatkan:
رُبَّ صَاءِمٍ حَظُّهُ مِْن صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
*_Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga saja._* (HR. Ahmad no.8856)
Beliau juga bersabda dalam rangka mengajarkan dan mendidik:
فإذا كان يَوْمُ صِيَامِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ
فَإنْ شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ قَا تَلَهُ فَآلْيَقُلْ إِنِّي صَاءِمٌ إِنِّي صَاءِمٌ
*_Apabila salah seorang kalian berpausa maka jangan berkata-kata kotor dan jangan teriak-teriak. JIka ada yang mencela atau mengajak berkelahi, maka katakanlah (pada dirimu), Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa._* (HR. Bukhari dan Muslim)
Sungguh, orang yang Allah beri karunia dengan dipanjangkan usianya, sehingga dapat bertemu Ramadhan, maka sungguh Allah telah memberinya nikmat dan karunia yang sangat besar.
Bagaimana tidak, karena dengan begitu dia bisa berpausa di bulan yang penuh berkah, dia juga dapat melakukan qiyam di bulan yang penuh berkah tersebut, bisa kembali berlomba dan bersegera menuju surga.
Tidak diragukan lagi wahai saudaraku, bahwa kehidupan di jalan ALlah, dengan menjalankan ketaatan dan menghindar dari yang diharamkan, merupakan nikmat besar dari Allah atas seorang hamba.
Dahulu di zaman Rasulullah Saw, ada dua bersaudara yang masuk Islam bersama, yang pertama lebih semangat beribadah dari yang kedua. Yang pertama juga ikut ke medan perang sampai mati syahid.
Sedangkan yang kedua meninggal di tahun depannya di atas kasurnya.
Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu 'anhu pun melihat mimpi yang menakjubkan, ia melihat dua bersaudara ini tadi berdiri di depan pintu surga, kemudian keluarlah sosok dari surga dan memberikan izin bagi si kedua, kemudian sosok itu keluar lagi lalu memberi izin bagi si pertama.
Thalhah pun menceritakan mimpinya kepada para shahabat, sehingga mereka membicarakan hal ini dan merasa takjub. Akhirnya kabar ini pun sampai kepada Nabi Saw. Maka beliau bersabda:
أَيُّ أَمْرِهِمَاأَعْجَبُ إِلَيْكُمْ؟ فَقاَلُوْا يَا رَسُولَ الله كاَنَ الأَوَّلُ أَكْثَرَاجْتِهَادً، وَغَزَا فِي سَبِيْلِ اللهِ فَاسْتُشْهِدَ وَأُذِنَ لِلثَّانِي قَبْلَهُ. فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَلَمْ يَعِشْ بَعْدَهُ سَنَةً وَأَدْرَكَ رَمَضَانَ فَصَامَهُ وَسَجَدَ ِللهِ كَذَا وَكَذَا سَجْدَةً فِي السَّنَةِ؟
قَاُلوا بَلَى يَا سُولَ الله، قَالَ فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ
*_Dari keduanya, siapa yang paling menakjubkan kalian? para shahabat berkata, Wahai Rasulullah, yang pertama jauh lebih semangat beribadah. Dia juga ikut berperang sampai mati syahid, tapi malah yang kedua yang diizinkan masuk surga lebih dahulu? maka Nabi Saw bersabda, bukankah yang kedua lebih lama usianya satu tahun? sehingga bisa berjumpa dengan Ramadhan dan berpuasa? dan ia juga bisa melakukan berbagai sujud selama satu tahun? Para shahabat menjawab, Benar, Wahai Rasulullah! Maka Nabi bersabda, (Ketahuilah) kedudukan mereka terpaut seperti jarak langit dan bumi._* (HR. Ibnu Majah no.3925)
Maka di antara nikmat ALlah atas seorang hamba, adalah nikmat dipanjangkan umur di atas ketaatan kepada ALlah dan nikmat kembali berjumpa dengan Ramadhan, dan nikmat dapat berpuasa dan melaksanakan sholat.
Saudaraku yang mulia, kini kalian sudah berjumpa dengan bulan puasa.
*_Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharapkan pahala, maka dosanya yang lalu akan diampuni. (HR. al Bukhari no 38, Muslim no.760)
Maka berpuasalah, jagalah puasa kita. Puasakan pencernaan kita dari makan dan minum. Dan puasakan kemaluan kita dari syahwat. Dan puasakan anggota badan kita dari yang diharamkan. Dan hiasilah puasa kita dengan akhlak mulia. Karena Nabi bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَْولَ الزُّوْرِ وَالعَمَلَ بَِه فَلَيْسَ ِللهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وشَرَابَهُ
*_Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata kotor dan perbuatan kotor, maka Allah tidak butuh dengan rasa lapar dan dahaganya._* (HR. al Bukhari no.1903)
Nabi juga bersabda dalam rangka menjelaskan dan memperingatkan:
رُبَّ صَاءِمٍ حَظُّهُ مِْن صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
*_Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan rasa lapar dan dahaga saja._* (HR. Ahmad no.8856)
Beliau juga bersabda dalam rangka mengajarkan dan mendidik:
فإذا كان يَوْمُ صِيَامِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ
فَإنْ شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ قَا تَلَهُ فَآلْيَقُلْ إِنِّي صَاءِمٌ إِنِّي صَاءِمٌ
*_Apabila salah seorang kalian berpausa maka jangan berkata-kata kotor dan jangan teriak-teriak. JIka ada yang mencela atau mengajak berkelahi, maka katakanlah (pada dirimu), Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa._* (HR. Bukhari dan Muslim)
*WAJIB ANDA BACA*
_Mungkin anda akan kaget dengan apa yang saya katakan. Wallahi, musuh-musuh agama ini tahu betapa pentingnya bulan Ramadhan._
Orang-orang kafir yang memusuhi agama ini, mengetahui betapa berharganya bulan Ramadhan.
Oleh karenanya, sebagian mereka rela mengeluarkan harta yang sangat banyak untuk membuat program-program, yang akan menghalangi kaum muslimin, dari kebaikan dan keberkahan bulan Ramadhan.
Mereka mengamati setiap tahunnya, mereka melihat bagaimana kaum muslimin di bulan Ramadhan. Bagaimana ibadah, ketaatan da hubungan mereka dengan Quran. Dan ini akan memperkuat pengaruh Islam, meninggikan kedudukannya dan kewibawaannya di dalam hati dan jiwa manusia.
Sehingga musuh-musuh Islam rela melakukan banyak hal, untuk menjauhkan kaum muslimin dari kebaikan dan keberkahan bulan Ramadhan.
(_DR.Abdurrozaq bin Abdul Muhsin Al-Badr_ )
_Mungkin anda akan kaget dengan apa yang saya katakan. Wallahi, musuh-musuh agama ini tahu betapa pentingnya bulan Ramadhan._
Orang-orang kafir yang memusuhi agama ini, mengetahui betapa berharganya bulan Ramadhan.
Oleh karenanya, sebagian mereka rela mengeluarkan harta yang sangat banyak untuk membuat program-program, yang akan menghalangi kaum muslimin, dari kebaikan dan keberkahan bulan Ramadhan.
Mereka mengamati setiap tahunnya, mereka melihat bagaimana kaum muslimin di bulan Ramadhan. Bagaimana ibadah, ketaatan da hubungan mereka dengan Quran. Dan ini akan memperkuat pengaruh Islam, meninggikan kedudukannya dan kewibawaannya di dalam hati dan jiwa manusia.
Sehingga musuh-musuh Islam rela melakukan banyak hal, untuk menjauhkan kaum muslimin dari kebaikan dan keberkahan bulan Ramadhan.
(_DR.Abdurrozaq bin Abdul Muhsin Al-Badr_ )
*KAPAN MALAM LAILATUL QODR?*
Lailatul Qodr adalah suatu malam dari 1 tahun dan ia adalah malam yang mulia (lailatun syariifah).
Dinamakan Lailatul Qodr karena Qodr (keagungan) dan kemuliaannya. Kedua, karena waktunya yang terbatas, hanya 1 malam saja. Ketiga, karena sempitnya bumi pada waktu itu disebabkan banyaknya malaikat yang turun ke bumi.
Lailatul Qodr merupakan malam yang lebih baik dari 1000 bulan bagi seorang mukmin. Dalam keberkahannya, dalam pahalanya dan dalam keutamaannya.
Nabi Saw dulu sangat bersungguh-sungguh untuk mencarinya. Beliau juga bersungguh-sungguh dalam memotivasi orang-orang untuk mencarinya.
Namun perselisihan ulama sangat kuat dalam menentukan harinya.
Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari menyebutkan 46 pendapat. Dan disebutkan dalam kitab ini hanya 40 saja namun yang benar 46. Mungkin penulis di sini menganggap sebagian yang lain bisa terwakili dengan yang lainnya, atau mungkin penulis di sini sebenarnya mengungkapkannya dengan kalimat *Lebih dari 40 pendapat*, namun kata lebih nya terhapus. Atau ada kemungkinan lainnya.
Kemudian dalil-dalil menunjukkan bahwa malam ini adalah malam diturunkannya al Quran, sebagaimana firman ALlah:
*_Sesungguhnya kami menurunkannya (Alquran) pada malam lailatul Qodr._* (QS. Al Qodr:1)
Dan Al Quran itu diturunkan pada bulan Ramadhan. Sebagaimana firmanNya:
*_Bulan Ramadhan yang padanya diturunkan Al Quran._* (QS Al Baqarah:185)
Akhirnya kitapun mengetahui bahwa Lailatul Qodr ada di bulan Ramadhan. Sehingga pendapat yang mengatakan Lailatul Qodr di luar Ramadhan adalah pendapat yang lemah.
Kemudian banyak hadits menunjukkan bahwa Lailatul Qodr ada di 10 hari malam terakhir Ramadhan. Dan inilah pendapat yang lebih kuat. Kemudian yang masih diperdebatkan adalah kapan waktu pastinya dari 10 malam terakhir tersebut. Perdebatannya sangat kuat sekali.
Dan tidak diragukan lagi, siapapun orangnya yang bersungguh-sungguh di 10 malam tersebut pasti akan mendapatkannya. Baik orang-orang salah menentukan kapan hari pastinya ataupun benar.
Dan inilah yang dilakukan Nabi Saw. Beliau mencarinya di 10 malam terakhir semuanya. Apabila seorang tidak mampu, maka pada 7 malam terakhir, itu lebih diharapkan, dan silahkan bersungguh-sungguh.
Apabila seseorang tidak mampu, maka pada hari-hari ganjil dari 10 malam terakhir tersebut, itu lebih diharapkan dan silahkan bersungguh-sungguh.
Apabila seseorang tidak mampu, maka pada hari-hari ganjil dari 7 malam terakhir, itu lebih diharapkan dan silahkan bersungguh-sungguh.
Apabila tidak mampu, maka pada malam 23, 25 dan 27, itu lebih diharapkan dan silahkan bersungguh-sungguh. Dan dari ketiga malam itu yang lebih diharapkan adalah malam 27.
Kemudian pendapat yang mengatakan bahwa malam Lailatul Qodr berpindah-pindah setiap tahunnya, maka itu pendapat yang memiliki sisi kebenaran dan sangat kuat, bahkan telah dikuatkan oleh sebagian ulama. Tapi yang benar, wallahu a'lam, malam itu ada di sepuluh malam terakhir. Dan urutan kemungkinan terbesarnya sebagaimana telah saya sebutkan tadi.
*Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily*
Lailatul Qodr adalah suatu malam dari 1 tahun dan ia adalah malam yang mulia (lailatun syariifah).
Dinamakan Lailatul Qodr karena Qodr (keagungan) dan kemuliaannya. Kedua, karena waktunya yang terbatas, hanya 1 malam saja. Ketiga, karena sempitnya bumi pada waktu itu disebabkan banyaknya malaikat yang turun ke bumi.
Lailatul Qodr merupakan malam yang lebih baik dari 1000 bulan bagi seorang mukmin. Dalam keberkahannya, dalam pahalanya dan dalam keutamaannya.
Nabi Saw dulu sangat bersungguh-sungguh untuk mencarinya. Beliau juga bersungguh-sungguh dalam memotivasi orang-orang untuk mencarinya.
Namun perselisihan ulama sangat kuat dalam menentukan harinya.
Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari menyebutkan 46 pendapat. Dan disebutkan dalam kitab ini hanya 40 saja namun yang benar 46. Mungkin penulis di sini menganggap sebagian yang lain bisa terwakili dengan yang lainnya, atau mungkin penulis di sini sebenarnya mengungkapkannya dengan kalimat *Lebih dari 40 pendapat*, namun kata lebih nya terhapus. Atau ada kemungkinan lainnya.
Kemudian dalil-dalil menunjukkan bahwa malam ini adalah malam diturunkannya al Quran, sebagaimana firman ALlah:
*_Sesungguhnya kami menurunkannya (Alquran) pada malam lailatul Qodr._* (QS. Al Qodr:1)
Dan Al Quran itu diturunkan pada bulan Ramadhan. Sebagaimana firmanNya:
*_Bulan Ramadhan yang padanya diturunkan Al Quran._* (QS Al Baqarah:185)
Akhirnya kitapun mengetahui bahwa Lailatul Qodr ada di bulan Ramadhan. Sehingga pendapat yang mengatakan Lailatul Qodr di luar Ramadhan adalah pendapat yang lemah.
Kemudian banyak hadits menunjukkan bahwa Lailatul Qodr ada di 10 hari malam terakhir Ramadhan. Dan inilah pendapat yang lebih kuat. Kemudian yang masih diperdebatkan adalah kapan waktu pastinya dari 10 malam terakhir tersebut. Perdebatannya sangat kuat sekali.
Dan tidak diragukan lagi, siapapun orangnya yang bersungguh-sungguh di 10 malam tersebut pasti akan mendapatkannya. Baik orang-orang salah menentukan kapan hari pastinya ataupun benar.
Dan inilah yang dilakukan Nabi Saw. Beliau mencarinya di 10 malam terakhir semuanya. Apabila seorang tidak mampu, maka pada 7 malam terakhir, itu lebih diharapkan, dan silahkan bersungguh-sungguh.
Apabila seseorang tidak mampu, maka pada hari-hari ganjil dari 10 malam terakhir tersebut, itu lebih diharapkan dan silahkan bersungguh-sungguh.
Apabila seseorang tidak mampu, maka pada hari-hari ganjil dari 7 malam terakhir, itu lebih diharapkan dan silahkan bersungguh-sungguh.
Apabila tidak mampu, maka pada malam 23, 25 dan 27, itu lebih diharapkan dan silahkan bersungguh-sungguh. Dan dari ketiga malam itu yang lebih diharapkan adalah malam 27.
Kemudian pendapat yang mengatakan bahwa malam Lailatul Qodr berpindah-pindah setiap tahunnya, maka itu pendapat yang memiliki sisi kebenaran dan sangat kuat, bahkan telah dikuatkan oleh sebagian ulama. Tapi yang benar, wallahu a'lam, malam itu ada di sepuluh malam terakhir. Dan urutan kemungkinan terbesarnya sebagaimana telah saya sebutkan tadi.
*Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily*
*KEUTAMAAN TAQWA*
Kehidupan tidak akan menjadi baik, kecuali dengan bertaqwa kepada Allah.
Allah berfirman:
*_Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan ia beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik._* (QS. an Nahl:97)
Al Muttaquun (orang yang bertaqwa), hatinya tenteram di dunia (Tathmainnu quluubuhum), dengan berdzikir (mengingat) Rabbnya subhanahu wa ta'ala.
*Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram._* (QS. Ar Ra'du:28)
Al Muttaquun selalu Allah jadikan hatinya merasa bahagia dan qona'ah (puas).
Nabi bersabda:
*_Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allah akan menceraiberaikan urusannya. Menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan dunia tidak datang kepadanya kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan Allah atasnya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya. Dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina._* (HR. Ibnu Majah 4105 dan at Tirmidzi 2465)
Kehidupan tidak akan menjadi baik, kecuali dengan bertaqwa kepada Allah.
Allah berfirman:
*_Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan ia beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik._* (QS. an Nahl:97)
Al Muttaquun (orang yang bertaqwa), hatinya tenteram di dunia (Tathmainnu quluubuhum), dengan berdzikir (mengingat) Rabbnya subhanahu wa ta'ala.
*Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram._* (QS. Ar Ra'du:28)
Al Muttaquun selalu Allah jadikan hatinya merasa bahagia dan qona'ah (puas).
Nabi bersabda:
*_Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allah akan menceraiberaikan urusannya. Menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan dunia tidak datang kepadanya kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan Allah atasnya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya. Dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina._* (HR. Ibnu Majah 4105 dan at Tirmidzi 2465)
*TAQWA ADALAH SEBAB DATANGNYA AMPUNAN ALLAH*
Allah berfirman dalam kitabNYA :
*_Wahai orang orang yang beriman jika kalian bertakwa kepada Allah niscaya dia akan memberikan FURQON kepada kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian._* (QS Al-anfal:29)
Ya , sungguh takwa kepada Allah termasuk sebab ampunan Allah
Sebagaimana disebutkan pada ayat ini,
FURQON adalah kemampuan membedakan antara yang benar dan yang salah. Dan mengampuni dosa-dosa kalian, dan menghapus kesalahan kalian. Allah memiliki karunia yang besar
Maksudnya Allahlah yang memberikan karunia kepada sebagian hambaNya untuk berjalan di atas ketaqwaan.
Ketaqwaan adalah sesuatu dalam jiwa yang dapat mendorong seseorang melakukan ketaatan dan menjauhi keburukan .
Takwa ini dapat ditanamkan dalam hati dengan berbagai hal,
1) rasa takut kepada Allah
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah ?!
Padahal kita sering menyaksikan hukumanNYA di atas muka bumi ini baik yang menimpa orang sekitar kita maupun orang sebelum kita.
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah ?! Padahal kita sudah menyaksikan kuasaNya.
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah ?! Padahal besok kita akan berdiri dihadapanNYA lalu akan menghisab semua amal kita.
Kemudian di antara hal yang dapat menanamkan takwa dalam hati adalah,
2) Kita memiliki rasa harap atas karunia dan kebaikanNya.
3) Kita menjadi hamba yang mencintai Allah sebagaimana firman NYA :
*_Adapun orang orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah._* (QS Al-Baqarah:165).
Orang yang mencintai akan patuh pada yang dicintai, sebagaimana kata pepatah
4) perasaan selalu diawasi oleh Allah
Sesungguhnya tidak ada satupun yang tersembunyi dari Allah bahkan Allah mengetahui isi hatimu sebagaimana firmanNYA
“Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kalian, maka takutlah kepada NYA { QS Al-Baqarah:235}
Allah azza Wa jalla juga berfirman “dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada {Ghafir :19}
Allah juga berfirman “Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi “{Thaha:7}
Perasaan merasa selalu diawasi oleh Allah , wahai saudaraku!
Membuat takwa dapat tertanam dalam hatimu maka bersegeralah melakukan ketaatan dan jauhilah segala jenis kemaksiatan dan keburukan sehingga engkau pun termasuk golongan orang yang diampuni Allah.
Semoga Allah mengampuni dosa kalian
Memberkahi kalian, membimbing kalian menuju kebaikan dan menanamkan ketaqwaan dalam hati kalian.
—Syaikh sa’ad Asy syatsri-
Allah berfirman dalam kitabNYA :
*_Wahai orang orang yang beriman jika kalian bertakwa kepada Allah niscaya dia akan memberikan FURQON kepada kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian._* (QS Al-anfal:29)
Ya , sungguh takwa kepada Allah termasuk sebab ampunan Allah
Sebagaimana disebutkan pada ayat ini,
FURQON adalah kemampuan membedakan antara yang benar dan yang salah. Dan mengampuni dosa-dosa kalian, dan menghapus kesalahan kalian. Allah memiliki karunia yang besar
Maksudnya Allahlah yang memberikan karunia kepada sebagian hambaNya untuk berjalan di atas ketaqwaan.
Ketaqwaan adalah sesuatu dalam jiwa yang dapat mendorong seseorang melakukan ketaatan dan menjauhi keburukan .
Takwa ini dapat ditanamkan dalam hati dengan berbagai hal,
1) rasa takut kepada Allah
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah ?!
Padahal kita sering menyaksikan hukumanNYA di atas muka bumi ini baik yang menimpa orang sekitar kita maupun orang sebelum kita.
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah ?! Padahal kita sudah menyaksikan kuasaNya.
Bagaimana mungkin kita tidak takut kepada Allah ?! Padahal besok kita akan berdiri dihadapanNYA lalu akan menghisab semua amal kita.
Kemudian di antara hal yang dapat menanamkan takwa dalam hati adalah,
2) Kita memiliki rasa harap atas karunia dan kebaikanNya.
3) Kita menjadi hamba yang mencintai Allah sebagaimana firman NYA :
*_Adapun orang orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah._* (QS Al-Baqarah:165).
Orang yang mencintai akan patuh pada yang dicintai, sebagaimana kata pepatah
4) perasaan selalu diawasi oleh Allah
Sesungguhnya tidak ada satupun yang tersembunyi dari Allah bahkan Allah mengetahui isi hatimu sebagaimana firmanNYA
“Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kalian, maka takutlah kepada NYA { QS Al-Baqarah:235}
Allah azza Wa jalla juga berfirman “dia mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada {Ghafir :19}
Allah juga berfirman “Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi “{Thaha:7}
Perasaan merasa selalu diawasi oleh Allah , wahai saudaraku!
Membuat takwa dapat tertanam dalam hatimu maka bersegeralah melakukan ketaatan dan jauhilah segala jenis kemaksiatan dan keburukan sehingga engkau pun termasuk golongan orang yang diampuni Allah.
Semoga Allah mengampuni dosa kalian
Memberkahi kalian, membimbing kalian menuju kebaikan dan menanamkan ketaqwaan dalam hati kalian.
—Syaikh sa’ad Asy syatsri-
*ORANG TERMISKIN DI DUNIA*
Siapakah orang termiskin di dunia? ya benar, orang termiskin di dunia?
Mereka adalah orang yang ketika meninggalkan dunia ini, ia belum merasakan nikmat terlezatnya. Orang termiskin di dunia adalah orang yang ketika meninggalkan dunia ini, ia belum merasakan nikmat terlezatnya.
Seorang bertanya,"Memang ada kenikmatan terlezat di dunia?". Ya, ada. Kenikmatan itu adalah ma'rifatullah, mengenal Allah dengan sebenar-benarnya.
Kenikmatan terbaik di dunia ini adalah betul-betul mengenal Allah. MencintaiNya, merasa nyaman tatkala dekat denganNya dan rindu bertemu denganNya.
Seseorang yang ketika meninggalkan dunia ini, namun ia belum ada rasa cinta, belum mengenal Allah dengan baik dan tidak rindu bertemu dengan Allah, maka sejatinya ia telah meninggalkan dunia ini tanpa pernah merasakan kenikmatan terlezatnya. Dia terlalaikan oleh kelezatan yang fana dari kelezatan ternikmat yang ada dalam kehidupan dunia.
Orang termiskin di dunia adalah orang yang ketika meninggalkan dunia ini, ia belum merasakan nikmat terlezat.
Seseorang bertanya,"Memang ada kenikmatan terlezat di dunia?".
Dijawab,"Ma'rifatullah. Benar-benar mengenal Allah, mencintaiNya, merasa nyaman tatkala dekat denganNya dan rindu bertemu denganNya.
(Risalah Ilaa Ahadi Ikhwanihi 1/31)
Siapakah orang termiskin di dunia? ya benar, orang termiskin di dunia?
Mereka adalah orang yang ketika meninggalkan dunia ini, ia belum merasakan nikmat terlezatnya. Orang termiskin di dunia adalah orang yang ketika meninggalkan dunia ini, ia belum merasakan nikmat terlezatnya.
Seorang bertanya,"Memang ada kenikmatan terlezat di dunia?". Ya, ada. Kenikmatan itu adalah ma'rifatullah, mengenal Allah dengan sebenar-benarnya.
Kenikmatan terbaik di dunia ini adalah betul-betul mengenal Allah. MencintaiNya, merasa nyaman tatkala dekat denganNya dan rindu bertemu denganNya.
Seseorang yang ketika meninggalkan dunia ini, namun ia belum ada rasa cinta, belum mengenal Allah dengan baik dan tidak rindu bertemu dengan Allah, maka sejatinya ia telah meninggalkan dunia ini tanpa pernah merasakan kenikmatan terlezatnya. Dia terlalaikan oleh kelezatan yang fana dari kelezatan ternikmat yang ada dalam kehidupan dunia.
Orang termiskin di dunia adalah orang yang ketika meninggalkan dunia ini, ia belum merasakan nikmat terlezat.
Seseorang bertanya,"Memang ada kenikmatan terlezat di dunia?".
Dijawab,"Ma'rifatullah. Benar-benar mengenal Allah, mencintaiNya, merasa nyaman tatkala dekat denganNya dan rindu bertemu denganNya.
(Risalah Ilaa Ahadi Ikhwanihi 1/31)
*ORANG MISKIN YANG BERSABAR DAN ORANG KAYA YANG BERSYUKUR*
Ada satu hal yang diperselisihkan ulama sejak dahulu, yaitu tentang siapakah yang lebih baik, apakah orang miskin yang bersabar (Alfaqiiru ash shaabir) ataukah orang kaya yang bersyukur (alghoniyyu asy syaakur)?
Ada banyak pendapat, sebagian mengatakan si miskin dan sebagian mengatakan si kaya.
Dari yang diperselisihkan ini, jawabannya hanya ditemukan dari Ibnu Taimiyah oleh syech albani (lihat Majmu' al Fatawa 11/122)
Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling banyak amal shalihnya. Jadi intinya bukan pada kekayaan atau kemiskinan seseorang.
Karena bisa jadi ada orang kaya yang justru hartanya menjadi bencana baginya. Dan bisa jadi ada orang miskin yang kemiskinannya juga menjadi bencana baginya.
Tapi mungkin juga ada orang miskin yang dia bersabar dan menerima takdir Allah. Sehingga tentu dia lebih baik daripada si kaya yang baru saja kita bicarakan. Dan sebaliknya, bisa jadi ada orang kaya yang harta kekayaannya diperoleh dengan cara yang halal, dia juga membelanjakan hartanya dengan cara yang halal pula. Kemudian orang ini juga tidak merusak infaqnya dengan mengungkit-ungkit pemberian dan menyakiti orang yang diberi, sebagaimana yang diperintahkan dalam al Quran al Karim. (Lihat QS. Al Baqarah:264). Maka orang kaya yang seperti ini jauh lebih baik daripada orang-orang miskin yang bersabar, karena manfaatnya jauh lebih besar daripada manfaat orang yang bersabar di atas kemiskinannya.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
Ada satu hal yang diperselisihkan ulama sejak dahulu, yaitu tentang siapakah yang lebih baik, apakah orang miskin yang bersabar (Alfaqiiru ash shaabir) ataukah orang kaya yang bersyukur (alghoniyyu asy syaakur)?
Ada banyak pendapat, sebagian mengatakan si miskin dan sebagian mengatakan si kaya.
Dari yang diperselisihkan ini, jawabannya hanya ditemukan dari Ibnu Taimiyah oleh syech albani (lihat Majmu' al Fatawa 11/122)
Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling banyak amal shalihnya. Jadi intinya bukan pada kekayaan atau kemiskinan seseorang.
Karena bisa jadi ada orang kaya yang justru hartanya menjadi bencana baginya. Dan bisa jadi ada orang miskin yang kemiskinannya juga menjadi bencana baginya.
Tapi mungkin juga ada orang miskin yang dia bersabar dan menerima takdir Allah. Sehingga tentu dia lebih baik daripada si kaya yang baru saja kita bicarakan. Dan sebaliknya, bisa jadi ada orang kaya yang harta kekayaannya diperoleh dengan cara yang halal, dia juga membelanjakan hartanya dengan cara yang halal pula. Kemudian orang ini juga tidak merusak infaqnya dengan mengungkit-ungkit pemberian dan menyakiti orang yang diberi, sebagaimana yang diperintahkan dalam al Quran al Karim. (Lihat QS. Al Baqarah:264). Maka orang kaya yang seperti ini jauh lebih baik daripada orang-orang miskin yang bersabar, karena manfaatnya jauh lebih besar daripada manfaat orang yang bersabar di atas kemiskinannya.
*AlWahdah - Sekolah Konselor Keluarga*
*PAKAIAN TERBAIK*
Ibaadallah, bukankah kita perhatian dengan pakaian yang kita pakai? setiap kali pakaian kita cacat, kita ganti yang baru? yang cacat kita ganti dengan yang baru, karena memperhatikan penampilan?.
Tidakkah kita tahu Ibaadallah, bahwa pakaian IMAN lebih mulia dari pakaian luar kita?
يٰبَنِىۡۤ اٰدَمَ قَدۡ اَنۡزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسًا يُّوَارِىۡ سَوۡاٰتِكُمۡ وَرِيۡشًا ؕ وَلِبَاسُ التَّقۡوٰى ۙ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ ؕ ذٰ لِكَ مِنۡ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُوۡنَ
*_Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat._* (QS. al A'raf:26)
Salah satu doa yang diajarkan Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam adalah:
اللهم زَيِّنَّا بِزِيْنَةِ الإِيْمَانِ وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ
*_Ya Allah hiasilah penampilan kami dengan hiasan iman. Jadikan kami pembimbing dan yang terbimbing._* (HR. Nasai 1305).
Wahai Ibaadallah, apakah kita sudah merasa cukup dengan penampilan luar kita? penampilan yang akan sirna dengan wafatnya kita semua?. Tapi kita malah lalai dari perhiasan manusia di dunia yang berlanjut ke alam keabadian setelah kematian, yaitu perhiasan IMAN?
Ibaadallah, bukankah kita perhatian dengan pakaian yang kita pakai? setiap kali pakaian kita cacat, kita ganti yang baru? yang cacat kita ganti dengan yang baru, karena memperhatikan penampilan?.
Tidakkah kita tahu Ibaadallah, bahwa pakaian IMAN lebih mulia dari pakaian luar kita?
يٰبَنِىۡۤ اٰدَمَ قَدۡ اَنۡزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسًا يُّوَارِىۡ سَوۡاٰتِكُمۡ وَرِيۡشًا ؕ وَلِبَاسُ التَّقۡوٰى ۙ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ ؕ ذٰ لِكَ مِنۡ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُوۡنَ
*_Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat._* (QS. al A'raf:26)
Salah satu doa yang diajarkan Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam adalah:
اللهم زَيِّنَّا بِزِيْنَةِ الإِيْمَانِ وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ
*_Ya Allah hiasilah penampilan kami dengan hiasan iman. Jadikan kami pembimbing dan yang terbimbing._* (HR. Nasai 1305).
Wahai Ibaadallah, apakah kita sudah merasa cukup dengan penampilan luar kita? penampilan yang akan sirna dengan wafatnya kita semua?. Tapi kita malah lalai dari perhiasan manusia di dunia yang berlanjut ke alam keabadian setelah kematian, yaitu perhiasan IMAN?
*DUNIA TIDAK AKAN SEMPIT BAGI ORANG YANG BERTAQWA*
ALlah akan melenyapkan kesusahan dari orang-orang yang bertaqwa.
*_Barangsiapa bertaqwa, niscaya Allah anugerahkan jalan keluarga dan rezeki dari jalan yang tidak disangka. (QS. at Thalaq:2-3)
Barangsiapa bertaqwa, maka Allah akan membukakan baginya jalan keluar dari berbagai kesusahan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Ini adalah karunia besar yang Allah berikan kepada orang-orang yang bertaqwa. Dunia tidak akan terasa sempit bagi orang yang bertaqwa. Orang yang bertaqwa, Allah anugerahkan rasa syukur di waktu senang, dan rasa sabar di waktu susah. Sehingga semua kondisinya adalah baik dan ia tidak merasa sengsara sama sekali.
Nabi bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ المُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ
إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له
إن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له
*_Perkara orang mukmin itu sangat mengagumkan. Sungguh semua kondisinya mendatangkan kebaikan. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya. Sebaliknya jika ia tertimpa musibah, ia bersabar dan sabr itu baik baginya._* (HR. Muslim 2999)
Allah memberikan taufik kepada orang-orang yang bertaqwa untuk melakukan semua yang diridhoiNya ketika menghadapi ujian (musibah). Allah memberikan taufik kepada mereka untuk bersabar.
Pertama, mereka menyadari bahwa Dzat yang mengujinya ialah Allah, yang mana:
لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفۡعَلُ وَهُمۡ يُسْأَلُونَ
*_Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuatNya tetapi merekalah yang akan ditanyai._*. (QS. al Anbiya:23)
Kedua, mereka menyadari bahwa mereka adalah hamba milik Allah, dan Allah berhak melakukan apapun yang Dia kehendaki kepada hambaNya.
Ketiga, mereka menyadari bahwa Dzat yang menurunkan ujian tersebut adalah Allah, yang telah memberikan semua kenikmatan. Jika Allah menurunkan sebuah ujian, maka Allahlah yang telah mencurahkan pemberian berlimpah dan kenikmatan yang banyak. NikmatNya kepada hambaNya berturut-turut tanpa terputus sedikitpun.
Jika seseorang merenungkan nikmat-nikmat tersebut, maka pedihnya ujian akan benar-benar tertutupi oleh banyaknya kenikmatan.
Keempat, Allah memberikan taufik kepada mereka untuk menyadari bahwa ujian tidaklah menimpa mereka kecuali pasti mengandung hikmah. Allah hanya menurunkan ujian demi hikmah yang besar dan kebaikan yang banyak. Oleh karena itu, mereka tidak sengsara ketika tertimpa ujian dan tidak sombong dengan sebuah nikmat. Akan tetapi mereka tawadhu dan merendah kepada Allah. Mereka bersyukur kepada Allah di saat lapang dan bersabar di saat sempit.
Allah menyatukan antara ilmu, amal dan sabar pada diri orang-orang yang bertaqwa sehingga mereka menjadi orang-orang yang beruntung. Hal ini sebagaimana firman Allah:
*_Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shalih, saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran._* (QS. al Ashr:1-3)
*AlWahdah - Konselor Keluarga*
ALlah akan melenyapkan kesusahan dari orang-orang yang bertaqwa.
*_Barangsiapa bertaqwa, niscaya Allah anugerahkan jalan keluarga dan rezeki dari jalan yang tidak disangka. (QS. at Thalaq:2-3)
Barangsiapa bertaqwa, maka Allah akan membukakan baginya jalan keluar dari berbagai kesusahan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Ini adalah karunia besar yang Allah berikan kepada orang-orang yang bertaqwa. Dunia tidak akan terasa sempit bagi orang yang bertaqwa. Orang yang bertaqwa, Allah anugerahkan rasa syukur di waktu senang, dan rasa sabar di waktu susah. Sehingga semua kondisinya adalah baik dan ia tidak merasa sengsara sama sekali.
Nabi bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ المُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ
إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له
إن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له
*_Perkara orang mukmin itu sangat mengagumkan. Sungguh semua kondisinya mendatangkan kebaikan. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya. Sebaliknya jika ia tertimpa musibah, ia bersabar dan sabr itu baik baginya._* (HR. Muslim 2999)
Allah memberikan taufik kepada orang-orang yang bertaqwa untuk melakukan semua yang diridhoiNya ketika menghadapi ujian (musibah). Allah memberikan taufik kepada mereka untuk bersabar.
Pertama, mereka menyadari bahwa Dzat yang mengujinya ialah Allah, yang mana:
لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفۡعَلُ وَهُمۡ يُسْأَلُونَ
*_Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuatNya tetapi merekalah yang akan ditanyai._*. (QS. al Anbiya:23)
Kedua, mereka menyadari bahwa mereka adalah hamba milik Allah, dan Allah berhak melakukan apapun yang Dia kehendaki kepada hambaNya.
Ketiga, mereka menyadari bahwa Dzat yang menurunkan ujian tersebut adalah Allah, yang telah memberikan semua kenikmatan. Jika Allah menurunkan sebuah ujian, maka Allahlah yang telah mencurahkan pemberian berlimpah dan kenikmatan yang banyak. NikmatNya kepada hambaNya berturut-turut tanpa terputus sedikitpun.
Jika seseorang merenungkan nikmat-nikmat tersebut, maka pedihnya ujian akan benar-benar tertutupi oleh banyaknya kenikmatan.
Keempat, Allah memberikan taufik kepada mereka untuk menyadari bahwa ujian tidaklah menimpa mereka kecuali pasti mengandung hikmah. Allah hanya menurunkan ujian demi hikmah yang besar dan kebaikan yang banyak. Oleh karena itu, mereka tidak sengsara ketika tertimpa ujian dan tidak sombong dengan sebuah nikmat. Akan tetapi mereka tawadhu dan merendah kepada Allah. Mereka bersyukur kepada Allah di saat lapang dan bersabar di saat sempit.
Allah menyatukan antara ilmu, amal dan sabar pada diri orang-orang yang bertaqwa sehingga mereka menjadi orang-orang yang beruntung. Hal ini sebagaimana firman Allah:
*_Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shalih, saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran._* (QS. al Ashr:1-3)
*AlWahdah - Konselor Keluarga*
*BAHAGIA DAN MUDAH REZEKI DENGAN TAQWA*
Kunci rizki adalah TAQWA. Para ulama berkata:
*_Apabila engkau ingin rizki, bertaqwalah. Apabila engkau ingin keberkahan rizki, bertaqwalah. Apabila engkau ingin rizki yang terus mengalir, bertaqwalah. Taqwa adalah kunci rizki._*
Oleh karena itu telah datang dalam sebuah hadits bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
*_Siapa yang dunia menjadi tujuan utamanya, maka Allah akan cerai-beraikan urusannya, dan akan Allah jadikan kemiskinan selalu berada dipelopak matanya. Duniapun, tidak akan datang kepadanya kecuali apa yang telah Allah tetapkan._*
*_Dan siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, Allah akan menyatukan urusannya, kekayaan akan dijadikan di dalam hatinya, dan duniapun akan datang kepadanya dengan hina._*
Orang yang tidak bertaqwa, lebih mengedepankan dunia atas akhirat, menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, dan yang halal adalah semua yang bisa masuk saku bajunya, maka Allah akan cerai-beraikan urusannya.
Hatinya akan bercabang, wahai saudaraku, selamanya ia tidak akan bahagia. Allah akan cerai beraikan urusannya.
Apabila Allah telah mencerai beraikan hatinya, siapa lagi yang dapat menyatukannya?
Oleh karena itu, kita dapati ada orang-orang kafir yang super kaya bunuh diri. Sebagian mereka bunuh diri. Karena Allah telah mencerai beraikan hatinya. Telah menjadikan kemiskinan di kelopak matanya.
Ketika dia melihat, apa yang terlihat? ia melihat kemiskinan, walaupun gudangnya penuh harta benda, ia tetap aka nmelihat kemiskinan. Setiap melihat, hanya kemiskinan yang terlihat. Tidak pernah puasa dengan harta, karena ia melihat dirinya selalu miskin. Rakus harta, lelah mengumpulkan harta, lalu ia tidak mendapatkan manfaat dari hartanya.
Dan dunia tidak akan datang kecuali apa yang telah Allah tetapkan. Semaksimal apapun yang ia usahakan.
Rizki itu seperti kematian, tidak akan berkurang maupun bertambah sedikitpun. Allah telah menetapkan rizki kita sebagaimana kematian kita.
Syaikh Athiyyah berkata:
*_Telah bercerita kepadaku seorang yang terpercaya, ada seorang yang jatuh ke sumur. Maka datanglah orang-orang mengeluarkannya. Dan ternyata ia tidak kenapa-napa. Maka ia diberi segelas susu, lalu meminumnya. Subhaanallah, setelah minum, salah seorang bertanya kepadanya, bagaimana ceritanya kamu bisa jatuh ke dalam sumur? Orang ini menjawab,"Tadi aku berdiri di sini kemudian aku seperti ini", maka ia pun terjatuh lagi, akhirnya ia pun mati.
Masih ada segelas susu rizkinya dan ia keluar dari sumur untuk itu. Dan waktu yang sesaat itu ia keluar dari kematian untuk menyempurnakan bagian rizkinya. Ketika sudah sempurna rizkinya, ia pun mati.
Maka rizki itu seperti kematian. Dan barangsiapa akhirat sebagai tujuan hidupnya, inilah visi orang bertaqwa. Kehidupan akhirat baginya harus dikedepankan atas segala sesuatu. Maka Allah akan mengumpulkan urusannya. Sehingga tenang hatinya. Allah mengumpulkan hatinya sehingga hatinya tenang. Tidak tercera berai.
Dan Allah akan jadikan rasa kaya dalam hatinya. Sehingga ia akan menjadi orang yang banyak bersyukur. Setiap kali ada rizki, ia ucapkan *ALhamdulillah*. Ia akan mensyukuri nikmat Allah. Memenuhi kewajiban-kewajiban hartanya. Ia tetap bersedekah. Dan hartanya pun terus bertambah.
Sehingga ia adalah orang yang banyak bersyukur, Allah jadikan kekayaan dalam hatinya. Dunia pun tidak akan lari gara-gara taqwa.
*AlWahdah - Konselor Keluarga*
Kunci rizki adalah TAQWA. Para ulama berkata:
*_Apabila engkau ingin rizki, bertaqwalah. Apabila engkau ingin keberkahan rizki, bertaqwalah. Apabila engkau ingin rizki yang terus mengalir, bertaqwalah. Taqwa adalah kunci rizki._*
Oleh karena itu telah datang dalam sebuah hadits bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
*_Siapa yang dunia menjadi tujuan utamanya, maka Allah akan cerai-beraikan urusannya, dan akan Allah jadikan kemiskinan selalu berada dipelopak matanya. Duniapun, tidak akan datang kepadanya kecuali apa yang telah Allah tetapkan._*
*_Dan siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, Allah akan menyatukan urusannya, kekayaan akan dijadikan di dalam hatinya, dan duniapun akan datang kepadanya dengan hina._*
Orang yang tidak bertaqwa, lebih mengedepankan dunia atas akhirat, menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, dan yang halal adalah semua yang bisa masuk saku bajunya, maka Allah akan cerai-beraikan urusannya.
Hatinya akan bercabang, wahai saudaraku, selamanya ia tidak akan bahagia. Allah akan cerai beraikan urusannya.
Apabila Allah telah mencerai beraikan hatinya, siapa lagi yang dapat menyatukannya?
Oleh karena itu, kita dapati ada orang-orang kafir yang super kaya bunuh diri. Sebagian mereka bunuh diri. Karena Allah telah mencerai beraikan hatinya. Telah menjadikan kemiskinan di kelopak matanya.
Ketika dia melihat, apa yang terlihat? ia melihat kemiskinan, walaupun gudangnya penuh harta benda, ia tetap aka nmelihat kemiskinan. Setiap melihat, hanya kemiskinan yang terlihat. Tidak pernah puasa dengan harta, karena ia melihat dirinya selalu miskin. Rakus harta, lelah mengumpulkan harta, lalu ia tidak mendapatkan manfaat dari hartanya.
Dan dunia tidak akan datang kecuali apa yang telah Allah tetapkan. Semaksimal apapun yang ia usahakan.
Rizki itu seperti kematian, tidak akan berkurang maupun bertambah sedikitpun. Allah telah menetapkan rizki kita sebagaimana kematian kita.
Syaikh Athiyyah berkata:
*_Telah bercerita kepadaku seorang yang terpercaya, ada seorang yang jatuh ke sumur. Maka datanglah orang-orang mengeluarkannya. Dan ternyata ia tidak kenapa-napa. Maka ia diberi segelas susu, lalu meminumnya. Subhaanallah, setelah minum, salah seorang bertanya kepadanya, bagaimana ceritanya kamu bisa jatuh ke dalam sumur? Orang ini menjawab,"Tadi aku berdiri di sini kemudian aku seperti ini", maka ia pun terjatuh lagi, akhirnya ia pun mati.
Masih ada segelas susu rizkinya dan ia keluar dari sumur untuk itu. Dan waktu yang sesaat itu ia keluar dari kematian untuk menyempurnakan bagian rizkinya. Ketika sudah sempurna rizkinya, ia pun mati.
Maka rizki itu seperti kematian. Dan barangsiapa akhirat sebagai tujuan hidupnya, inilah visi orang bertaqwa. Kehidupan akhirat baginya harus dikedepankan atas segala sesuatu. Maka Allah akan mengumpulkan urusannya. Sehingga tenang hatinya. Allah mengumpulkan hatinya sehingga hatinya tenang. Tidak tercera berai.
Dan Allah akan jadikan rasa kaya dalam hatinya. Sehingga ia akan menjadi orang yang banyak bersyukur. Setiap kali ada rizki, ia ucapkan *ALhamdulillah*. Ia akan mensyukuri nikmat Allah. Memenuhi kewajiban-kewajiban hartanya. Ia tetap bersedekah. Dan hartanya pun terus bertambah.
Sehingga ia adalah orang yang banyak bersyukur, Allah jadikan kekayaan dalam hatinya. Dunia pun tidak akan lari gara-gara taqwa.
*AlWahdah - Konselor Keluarga*
*MUNGKIN INI PENYEBABNYA*
Nabi bersabda:
لا تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ مَقَابِرَ إن الشيطان يَفِرُّ مَِن البَيْتِ الذي تَقْرَأُ فيه سوْرة البقرةِ
*_Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat al Baqarah di dalamnya._*. (HR. Muslim 780)
Nabi melarang menjadikan rumah seperti kuburan.
Hadits ini menganjurkan untuk membaca al Quran di rumah.
Sebagian orang hanya membaca Quran di masjid, tidak pernah membacanya di rumah. Ia melewatkan pahala membaca Quran di dalan rumahnya. Dana banyak kebaikan yang hilang dari rumahnya. Sehingga masuklah keburukan dan syaithan. Banyak muncul masalah di dalam rumah.
Banyak yang mengeluh dan mengadu bahwa rumahnya penuh dengan masalah. Bisa jadi penyebabnya adalah karena penghuni rumah tidak membaca Quran di dalam rumahnya.
AlWahdah - Konselor Keluarga*
Nabi bersabda:
لا تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ مَقَابِرَ إن الشيطان يَفِرُّ مَِن البَيْتِ الذي تَقْرَأُ فيه سوْرة البقرةِ
*_Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat al Baqarah di dalamnya._*. (HR. Muslim 780)
Nabi melarang menjadikan rumah seperti kuburan.
Hadits ini menganjurkan untuk membaca al Quran di rumah.
Sebagian orang hanya membaca Quran di masjid, tidak pernah membacanya di rumah. Ia melewatkan pahala membaca Quran di dalan rumahnya. Dana banyak kebaikan yang hilang dari rumahnya. Sehingga masuklah keburukan dan syaithan. Banyak muncul masalah di dalam rumah.
Banyak yang mengeluh dan mengadu bahwa rumahnya penuh dengan masalah. Bisa jadi penyebabnya adalah karena penghuni rumah tidak membaca Quran di dalam rumahnya.
AlWahdah - Konselor Keluarga*
*MADRASAH SEUMUR HIDUP*
Ramadhan adalah madrasah seumur hidup. Madrasah untuk melatih diri seorang hamba dalam:
1) Tho'atillah (dalam ketaatan)
2) Ibaadatillah (ibadah)
3) Amal shalih
Jika seseorang diberikan taufik untuk bisa memaksimalkan kesempatan di bulan Ramadhan, ia akan membawa predikat TAQWA. Ia akan membawa taqwa sepanjang tahun, sampai datangnya Ramadhan berikutnya. Lalu ia berusaha lagi mengumpulkan keberkahan dan pahala di Ramadhan berikutnya. Ia latih dirinya untuk mendapatkan bekal taqwa. Sehingga setiap tahunnya ia selalu memperoleh kebaikan.
OLeh karenanya, kesempatan bisa berjumpa dengan Ramadhan merupakan sebuah kenikmatan yang luar biasa. Betapa banyak orang yang merasa bisa bertemu dengan Ramadhan tahun ini, tapi ternyata sehari atau dua hari menjelang Ramadhan kematian lebih dahulu mendatanginya. Bahkan bisa jadi ia merasa masih bisa bertemu dengan Ramadhan pada tahun-tahun berikutnya.
Karena Ramadhan ini adalah stasiun perhentian untuk mengisi bekal ketaqwaan. Jangan lewatkan kesempatan ini. karena kesempatan tidak datang dua kali. Orang yang cerdas akan mengambil peluang emas ini dan memanfaatkannya semaksimal mungkin.
Kalau kita membaca kisah para ulama dahulu, para shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka, kita akan takjub dengan kisah mereka di bulan Ramadhan. Bagaimana mereka mengurangi kesibukan mereka, lalu fokus untuk membaca al Quran, bersedekah dan berdzikir. Menghabiskan waktu di masjid dan amalan luar biasa lainnya. Mereka maksimalkan kesempatan Ramadhan untuk lebih banyak lagi beramal dan beramal.
Oleh karena itu, seorang muslim semestinya memperbaiki dirinya di setiap kesempatan. Terutama di bulan Ramadhan. Ia maksimalkan setiap detik dan kesempatan di bulan Ramadhan untuk memperbanyak amal shalih.
Ramadhan adalah madrasah seumur hidup. Madrasah untuk melatih diri seorang hamba dalam:
1) Tho'atillah (dalam ketaatan)
2) Ibaadatillah (ibadah)
3) Amal shalih
Jika seseorang diberikan taufik untuk bisa memaksimalkan kesempatan di bulan Ramadhan, ia akan membawa predikat TAQWA. Ia akan membawa taqwa sepanjang tahun, sampai datangnya Ramadhan berikutnya. Lalu ia berusaha lagi mengumpulkan keberkahan dan pahala di Ramadhan berikutnya. Ia latih dirinya untuk mendapatkan bekal taqwa. Sehingga setiap tahunnya ia selalu memperoleh kebaikan.
OLeh karenanya, kesempatan bisa berjumpa dengan Ramadhan merupakan sebuah kenikmatan yang luar biasa. Betapa banyak orang yang merasa bisa bertemu dengan Ramadhan tahun ini, tapi ternyata sehari atau dua hari menjelang Ramadhan kematian lebih dahulu mendatanginya. Bahkan bisa jadi ia merasa masih bisa bertemu dengan Ramadhan pada tahun-tahun berikutnya.
Karena Ramadhan ini adalah stasiun perhentian untuk mengisi bekal ketaqwaan. Jangan lewatkan kesempatan ini. karena kesempatan tidak datang dua kali. Orang yang cerdas akan mengambil peluang emas ini dan memanfaatkannya semaksimal mungkin.
Kalau kita membaca kisah para ulama dahulu, para shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka, kita akan takjub dengan kisah mereka di bulan Ramadhan. Bagaimana mereka mengurangi kesibukan mereka, lalu fokus untuk membaca al Quran, bersedekah dan berdzikir. Menghabiskan waktu di masjid dan amalan luar biasa lainnya. Mereka maksimalkan kesempatan Ramadhan untuk lebih banyak lagi beramal dan beramal.
Oleh karena itu, seorang muslim semestinya memperbaiki dirinya di setiap kesempatan. Terutama di bulan Ramadhan. Ia maksimalkan setiap detik dan kesempatan di bulan Ramadhan untuk memperbanyak amal shalih.
*PERTANYAAN*
Saya pernah tidak puasa dengan sengaja di bulan Ramadhan, saya tidak punya udzur. Dulu saya adalah orang yang meremehkan perkara agama. Sekarang saya sudah bertaubat, apakah saya wajib mengqodho hari saya tidak puasa itu?
*JAWABAN*
Ya, anda wajib mengqodho hari yang anda tidak puasa itu. Jika itu terjadi pada Ramadhan yang telah lama, maka selain qodho, anda juga harus membayar fidyah sebagai kafarah keterlambatan. Adapun jika ini di Ramadhan yang baru saja, maka anda hanya wajib qodho saja.
(Dijawab oleh: Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan)
Saya pernah tidak puasa dengan sengaja di bulan Ramadhan, saya tidak punya udzur. Dulu saya adalah orang yang meremehkan perkara agama. Sekarang saya sudah bertaubat, apakah saya wajib mengqodho hari saya tidak puasa itu?
*JAWABAN*
Ya, anda wajib mengqodho hari yang anda tidak puasa itu. Jika itu terjadi pada Ramadhan yang telah lama, maka selain qodho, anda juga harus membayar fidyah sebagai kafarah keterlambatan. Adapun jika ini di Ramadhan yang baru saja, maka anda hanya wajib qodho saja.
(Dijawab oleh: Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan)
*OBAT HASAD, IRI DAN DENGKI*
Saudaraku, apabila engkau melihat seseorang dilebihkan nikmatnya oleh Allah, berusahalah untuk menjadi sepertinya. Jangan benci karunia Allah untuknya. Berdoalah:
اللهم زِدْهُ مِنْ فَضْلِكَ وَاَعْطِنِي اَفْضَلَ مِنْهُ
*_Ya Allah tambahkan karuniaMu untuknya dan karuniakan untukku yang lebih baik darinya._*
Karena Allah berfirman:
وَلَا تَتَمَنَّوۡا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعۡضَكُمۡ عَلٰى بَعۡضٍ ؕ لِلرِّجَالِ نَصِيۡبٌ مِّمَّا اكۡتَسَبُوۡا ؕ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيۡبٌ مِّمَّا اكۡتَسَبۡنَ ؕ وَسۡئَـلُوا اللّٰهَ مِنۡ فَضۡلِهٖ ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيۡمًا
*_Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu._* (QS. an Nisa:32)
Serial Ramadhan by:
*AlWahdah - Konselor Keluarga*
Saudaraku, apabila engkau melihat seseorang dilebihkan nikmatnya oleh Allah, berusahalah untuk menjadi sepertinya. Jangan benci karunia Allah untuknya. Berdoalah:
اللهم زِدْهُ مِنْ فَضْلِكَ وَاَعْطِنِي اَفْضَلَ مِنْهُ
*_Ya Allah tambahkan karuniaMu untuknya dan karuniakan untukku yang lebih baik darinya._*
Karena Allah berfirman:
وَلَا تَتَمَنَّوۡا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعۡضَكُمۡ عَلٰى بَعۡضٍ ؕ لِلرِّجَالِ نَصِيۡبٌ مِّمَّا اكۡتَسَبُوۡا ؕ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيۡبٌ مِّمَّا اكۡتَسَبۡنَ ؕ وَسۡئَـلُوا اللّٰهَ مِنۡ فَضۡلِهٖ ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيۡمًا
*_Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu._* (QS. an Nisa:32)
Serial Ramadhan by:
*AlWahdah - Konselor Keluarga*
*3 AMALAN HATI YANG HARUS HADIR SAAT IBADAH*
Ada 3 perasaan hati yang harus ada saat ibadah:
1) al Mahabbah
2) ar Rojaa
3) al Khauf
Tiga perasaan ini harus ada setiap kali kita beribadah. Saat sholat, cinta Allah, berharap pahalaNya dan takut siksaNya. Semua ibadah harus dihadiri 3 perasaan ini, cinta, harap dan takut.
Tiga perasaan ini terkumpul dalam 1 ayat firma Allah:
اُولٰۤٮِٕكَ الَّذِيۡنَ يَدۡعُوۡنَ يَبۡتَغُوۡنَ اِلٰى رَبِّهِمُ الۡوَسِيۡلَةَ اَيُّهُمۡ اَقۡرَبُ وَيَرۡجُوۡنَ رَحۡمَتَهٗ وَيَخَافُوۡنَ عَذَابَهٗؕ اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحۡذُوۡرًا
*_Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti._*
Bahkan 3 perasaan ini juga terkumpul dalam al Fatihah. Dalam ayat:
*_Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam._* (ada rasa cinta.
Dalam ayat:
*_Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang._*. (ada rasa harap)
Dalam ayat:
*_Yang Menguasai Hari Pembalasan._* (ada rasa takut)
Dengan 3 perasaan ini kita berkata:
*_Hanya kepadaMu (Ya Allah) aku beribadah kepadaMu karena:
1)Cinta, sebagaimana dalam ayat *Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.*
2)Karena rasa harap, sebagaimana dalam ayat *Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang*.
3) Karena rasa takut, sebagaimana dalam ayat Yang Menguasai Hari Pembalasan*.
Ada 3 perasaan hati yang harus ada saat ibadah:
1) al Mahabbah
2) ar Rojaa
3) al Khauf
Tiga perasaan ini harus ada setiap kali kita beribadah. Saat sholat, cinta Allah, berharap pahalaNya dan takut siksaNya. Semua ibadah harus dihadiri 3 perasaan ini, cinta, harap dan takut.
Tiga perasaan ini terkumpul dalam 1 ayat firma Allah:
اُولٰۤٮِٕكَ الَّذِيۡنَ يَدۡعُوۡنَ يَبۡتَغُوۡنَ اِلٰى رَبِّهِمُ الۡوَسِيۡلَةَ اَيُّهُمۡ اَقۡرَبُ وَيَرۡجُوۡنَ رَحۡمَتَهٗ وَيَخَافُوۡنَ عَذَابَهٗؕ اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحۡذُوۡرًا
*_Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti._*
Bahkan 3 perasaan ini juga terkumpul dalam al Fatihah. Dalam ayat:
*_Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam._* (ada rasa cinta.
Dalam ayat:
*_Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang._*. (ada rasa harap)
Dalam ayat:
*_Yang Menguasai Hari Pembalasan._* (ada rasa takut)
Dengan 3 perasaan ini kita berkata:
*_Hanya kepadaMu (Ya Allah) aku beribadah kepadaMu karena:
1)Cinta, sebagaimana dalam ayat *Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.*
2)Karena rasa harap, sebagaimana dalam ayat *Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang*.
3) Karena rasa takut, sebagaimana dalam ayat Yang Menguasai Hari Pembalasan*.